Eksekusi Baiq Nuril Ditunda, MA: Otoritas Kejaksaan

Jakarta – Kejaksaan menunda eksekusi Baiq Nuril Maknun terpidana kasus penyebaran rekaman percakapan mesum kepsek berinisial M. Mahkamah Agung (MA) tidak keberatan dengan langkah kejaksaan menunda ekseskusi Nuril.

“Itu otoritas dari jaksa untuk melaksanakan eksekusi, itu tanggung jawab kejaksaan,” ujar Jubir MA, Suhadi dalam program Mata Najwa, Rabu (21/11/2018).

Suhadi menegaskan, meski Nuril mengajukan upaya peninjauan kembali (PK) terhadap putusannya, hal itu tidak menghalangi proses eskekusi.

Berdasarkan KUHAP, putusan yang sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap sudah bisa dieksekusi.

“Begitu berkekuatan hukum tetap, lalu petikan diberikan oleh terdakwa di situlah sudah punya nilai executable,” kata Suhadi.

Sebelumnya Kejaksaan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat, akhirnya menunda eksekusi Baiq Nuril Maknun. Jaksa menunda eksekusi terpidana kasus perekam percakapan mesum kepala sekolah itu karena alasan kemanusiaan dan adanya pengajuan PK.

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram I Ketut Sumadana mengatakan penundaan eksekusi terhadap Baiq Nuril Maknun berdasarkan sejumlah pertimbangan.

“Pertimbangannya demi hukum, kemanusiaan, dan keadilan,” ujar Sumadana.
(rvk/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *