Harapan Tim Ekonomi Kabinet Kerja ke Presiden Terpilih

Jakarta – Masyarakat Indonesia baru saja memeriahkan pesta demokrasi dengan diselenggarakannya Pemilu yang terdiri atas pemilu presiden dan legislatif. Pesta demokrasi ini ditunggu karena digelar setiap lima tahun sekali.

Pemilu 2019 sendiri menjadi pertama kalinya Pilpres dan Pileg dilakukan serentak. Banyak para tokoh yang memberikan harapan kepada presiden terpilih nantinya.

Termasuk para tim ekonomi kabinet kerja, mulai dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, hingga Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Apa saja harapan mereka, simak selengkapnya di sini:

(hek/ang)

Presiden Jokowi dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Raja Salman menggelar pertemuan bilateral di Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas), pada Minggu sore waktu setempat.

Dalam pertemuan yang berlangsung selepas jamuan santap siang itu, Presiden Jokowi dan Raja Salman sepakat akan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi.

“Presiden Jokowi dan Raja Salman sepakat ke depan, kerja sama ekonomi akan terus ditingkatkan terutama di bidang energi dan pariwisata,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Minggu (14/4/2019).

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi dari seluruh masyarakat indonesia atas diberikannya kuota tambahan kembali sebesar 10.000 bagi Jamaal Haji Indonesia.

“Raja Salman juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepemimpinan Indonesia di dalam menjaga stabilitas kawasan dan dunia,” ucap Retno.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral itu menyampaikan, Raja Salman juga mengapresiasi Indonesia atas kepemimpinannya di dunia islam.

“Dari pembicaraan tadi tampak sekali kedekatan antara kedua kepala negara,” ujar Retno.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, dan Staf Khusus Presiden Abdul Ghofarrozin.

Prabowo: Jadi Benteng Terakhir Ekonomi, BUMN Kita Justru Goyah

Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan membangun superholding sehingga menciptakan BUMN kelas dunia.

Hal ini disampaikan Jokowi untuk menjawab pertanyaan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat final, Sabtu (13/4/2019).

Jokowi menuturkan, pihaknya akan membangun holding-holding BUMN ke depan. Holding itu berkaitan dengan konstruksi, migas, dan berkaitan dengan pertanian, perkebunan serta perdagangan. Dengan membentuk holding BUMN itu nanti dibangun super holding.

“Saya kira ke depan kita akan membangun holding-holding BUMN baik holding yang berkaitan dengan konstruksi, karya berkaitan dengan migas. Holding berkaitan dengan pertanian, perkebunan, berkaitan dengan perdagangan lainnya. Akan ada holding di atasnya ada super holding,” ujar dia.

Lebih lanjut ia menuturkan, BUMN juga harus berani keluar sehingga dapat mengembangkan usahanya di luar negeri. Hal ini dengan membuka pasar, jaringan. Dengan begitu diharapkan swasta juga dapat ikuti BUMN. Selain itu ada holding diharapkan dapat lebih mudah mencari modal.

Jokowi menambahkan, saat ini BUMN juga sudah mengembangkan bisnis ke luar negeri dengan ekspor. Salah satunya dilakukan PT INKA, selain itu BUMN karya.

“Kita tahu sudah mulai perusahaan karya melakukan pekerjaan besar di Timur Tengah dengan kerjakan infrastruktur, perumahan. Dan juga pabrik INKA kita sudah ekspor kereta api ke Bangladesh tidak dalam jumlah sedikit,” kata dia.

Dengan begitu diharapkan juga dapat mendorong perusahaan lain termasuk swasta untuk mengembangkan usahanya di luar negeri. “Swasta ikut, namanya Indonesia in corporation dan itu kecil-kecil akan ikut belakangnya. Ekonomi kita jadi besar dengan apa yang disampaikan,” tutur dia.

Soal Ekonomi Syariah, Ma’ruf Amin: Produk Sukuk Kita Terbesar di Dunia

Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut ekonomi syariah Indonesia saat ini masih kalah saing dengan negara lain. Padahal, dari segi jumlah penduduk beragama muslim, Indonesia memiliki potensi yang besar.

Hal ini direspons oleh cawapres nomor urut 01 K.H. Ma’ruf Amin. Dia bilang ekonomi syariah Indonesia saat ini sudah cukup baik, terbukti dengan produk sukuk Indonesia yang dia sebut terbesar di dunia.

“Sebenarnya sudah kita bangun untuk ekonomi syariah dan produk halal. Sudah berhasil. Produk sukuk kita itu terbesar di dunia, maka itu kita bisa perkuat perbankan kita supaya bisa lebih besar,” katanya dalam debat Capres kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

“Sebenarnya sudah kita bangun untuk ekonomi syariah dan produk halal. Sudah berhasil. Produk sukuk kita itu terbesar di dunia”Ma’ruf Amin

Selain itu, Ma’ruf Amin juga bilang pasar modal dan asuransi Indonesia bisa menjadi yang terbesar di dunia lewat ekonomi syariah. Termasuk produk halal Indonesia.

“Kita akan bangun badan pengembangan ekonomi syarah,” ujar dia.

Jokowi menambahkan wisata halal Indonesia sudah ditetapkan menjadi nomor satu di dunia. Pemerintah dia bilang akan fokus dan konsentrasi di bidang ini.

“Dengan produk halal, minggu depan akan ada halal park di Jakarta. Lalu akan menjadi district park untuk kesempatan kita mengenalkan produk kita,” ujar Jokowi. (eds/dna)

Jokowi: Indonesia Bakal Jadi Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ini seperti yang dia lakukan dalam 5 tahun kepemimpinannya.

“Tidak ada satu pun negara maju yang tak memiliki infrastruktur yang baik. Negara maju pasti memiliki infrastruktur yang baik,” jelas Jokowi pada kampanye akbar yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Dia mengaku telah membangun infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia dalam 5 tahun kepemimpinannya.

Selain infrastruktur, Jokowi mengaku akan fokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ini demi menciptakan SDM yang unggul dan berkualitas.

Dia juga meminta agar rakyat Indonesia terus optimis dan meninggalkan sikap pesimis dengan membangun Indonesia.

“Tidak ada satu pun negara yang maju dan sejahtera kalau rakyat terpecah belah. Tidak ada negara maju di manapun yang rakyatnya pesimis,” tegas Jokowi.

Capres Harus Paparkan Strategi Tumbuhkan Ekonomi RI di Atas 6 Persen

Liputan6.com, Jakarta Dalam debat pamungkas yang berlangsung pada Sabtu (13/4/2019) ini, kedua calon presiden (capres) diminta memaparkan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

Adapun rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua dasawarsa ini sebesar 5,27 persen per tahun.

Realisasi laju pertumbuhan ekonomi selama era reformasi ini dinilai belum mampu menyamai capaian era Orde Baru.

“Jika pertumbuhan lima persenan yang sudah terjadi dalam 6 tahun ini tidak segera diakselerasi, maka akan sulit bagi Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju,” kata Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bima Yudhistira kepada Liputan6.com, Sabtu (13/4/2019).

Di sisi lain, mengingat perekonomian Indonesia dinilai Bima cepat panas atau overheating, maka target-target akselerasi pertumbuhan ekonomi harus tetap mempertimbangkan aspek stabilitas.

Selain masalah kuantitas pertumbuhan ekonomi, dari sisi kualitas juga perlu diperbaiki. Dukungan anggaran negara meningkat, kebijakan stimulus perekonomian tidak kekurangan, posisi sebagai negara layak investasi diperoleh.

Namun sayang, semua itu dinilai belum cukup untuk menjawab tantangan peningkatan angkatan kerja, menurunkan kemiskinan secara lebih signifikan, serta mengurangi ketimpangan.

Di sisi lain, Bima berpendapat, pemerataan pembangunan ekonomi dinilai selama ini belum efektif. Hal ini tercermin dari bergemingnya pulau Jawa terhadap pembentukan PDB (Produk Domestik Bruto).

Lima tahun lalu (2014) porsi Jawa sudah mencapai 57,4 persen, saat ini (2018) porsi Pulau Jawa justru naik menjadi 58,48 persen dalam pembentukan PDB nasional. “Ini menggambarkan bahwa pembangunan masih Jawa sentris,” pungkas Bima. 

Tak Puas dengan 5%, Prabowo Mau Ekonomi RI Tumbuh Double Digit

Jakarta – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pidato kebangsaan di Surabaya Jumat kemarin. Seperti biasa, Prabowo membawakan pidato dengan menggebu-gebu.

Banyak hal yang dibahas Prabowo dalam pidatonya. Mulai dari kekayaan negara yang bocor, ketimpangan, hingga perubahan cuaca atau iklim yang mengancam tenggelamnya sejumlah wilayah di Indonesia.

Tapi dari banyak hal yang dibahas, salah satu yang menarik perhatian ialah soal pertumbuhan ekonomi. Di akhir pidatonya, Prabowo menyatakan keinginannya untuk membuat ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga dua digit atau double digit.

Seperti apa pernyataan Prabowo? Simak berita lengkapnya dirangkum detikFinance, Sabtu (13/4/2019). (fdl/ara)

Target Pertumbuhan Ekonomi Double Digit, Realistiskah?

Sebelumnya, turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh IMF dari 3,5 persen menjadi 3,3 persen harus segera diantisipasi oleh pemerintah. Jika tidak, penurunan ini juga akan berdampak pada target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani mengatakan, jika turunnya pertumbuhan ekonomi dunia akan berdampak pada ekonomi masing-masing negara, termasuk Indonesia.

Oleh sebab itu, hal ini perlu segera diantisipasi agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak melorot di tahun ini.

“Imbasnya pasti ada, karena kalau yang namanya prediksi seperti itu akan ada penyusutan dari pertumbuhan. Imbasnya ke seluruh dunia akan ada,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, pemerintah harus menggenjot produksi dan konsumsi di dalam negeri. Dengan demikian, penjualan produk yang di dalam negeri tidak terpengaruh pada penurunan permintaan global.

“Antisipasinya, kita harus memperkuat pasar dalam negeri. Jadi domestiknya harus kita drive. Maksudnya sebisa mungkin pada yang bisa kita lakukan di dalam negeri, kita produksi di dalam negeri, sebisa mungkin sektor produksi jasa di dalam negeri diperkuat. Itu untuk antisipasi kalau terjadi penurunan demand secara global,” ungkap dia.

Selain itu, kata Hariyadi, pemerintah harus meminimalisir hambatan-hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi yang mungkin terjadi di dalam negeri. ‎Hal ini agar kegiatan ekonomi di dalam negeri bisa tetap berjalan normal di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

“Intinya mendorong semaksimal mungkin output nasional. Harus dirangsang supaya ekonominya jalan. Dan apa yang dirasa menjadi hambatan, segera dikoreksi,” tandas dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Memerlukan entrepreneur yang makin banyak

Janji Sandi Ekonomi Tumbuh 6,5% Dikritik Bak Mimpi di Siang Bolong

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut jika terpilih memimpin Indonesia, ia bersama Prabowo Subianto akan membuat ekonomi tumbuh 6,5% dalam waktu dua tahun.

Dia juga menyebut pertumbuhan ekonomi nasional yang stagnan di kisaran 5,17% masih kurang.

Ekonom menyebut, janji-janji ini akan sulit direalisasikan karena kondisi ekonomi global yang juga sedang melambat.

Janji ini disebut seperti mimpi di siang bolong, apa iya? Berikut dirangkum detikFinance, Sabtu (13/4/2019). (kil/ara)

Cara Nasdem Tingkatkan Peran Perempuan di Bidang Politik dan Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta – Politikus Partai Nasdem Taufiqulhadi menegaskan pihaknya sangat mengakomodir kepentingan kaum perempuan. Hal itu terlihat dari kebijakan Partai Nasdem yang lebih memprioritaskan perempuan dalam berbagai hal.

Dalam bidang politik, misalnya, Taufiq mengatakan, partai besutan Surya Paloh itu telah memberikan kuota lebih dari 30 persen bagi kaum perempuan di pencalegan dan kepengurusan partai dari tingkat pusat hingga daerah.

Bahkan, Nasdem juga memberikan nomor teratas kepada perempuan-perempuan yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas.

“Kita bukan hanya 30 persen tetapi juga lebih dari itu. Kebijakan ini membuktikan jika Nasdem memang mendahulukan kepentingan perempuan,” ujar Taufiqulhadi di Jakarta, Jumat, 12 Aprlil 2019.

Anggota DPR RI ini juga mengatakan, partainya ingin memberikan peluang kepada perempuan Indonesia untuk berkarya dan berbakti kepada negara dan bangsa.

“NasDem ingin perempuan Indonesia maju, ucap dia. 

Tak hanya dalam dalam politik, di bidang ekonomi, Nasdem juga memberikan pendidikan kewirausahaan dan pengembangan keterampilan bagi kaum ibu di perkotaan dan perdesaan.

“Begitupun dengan bidang budaya, pendidikan bidang lainnya,” ucap Taufiq.