Tanggapan Kocak Eko Patrio dengan Hasil Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Geliat pesta demokrasi Indonesia dalam Pemilu 2019 masih menyita perhatian masyarakat. Seiring hasil penghitungan suara yang masih berjalan, berbagai reaksi ditumpahkan di media sosial. Termasuk pelawak Eko Patrio yang menanggapinya secara santai nan kocak.

Melalui sebuah unggahan di Instagram, Eko Patrio yang menjadi kandidat anggota DPR periode 2019-2024, memamerkan foto dirinya bersama Calon Wakil Presiden Indonesia, Sandiaga Uno. Kalimat santai nan jenaka pun dituliskan oleh Eko Patrio bersama foto itu.

Kita bisa saling menguatkan, jangan lihat polling di TV, karena kadang ada salahnya. Tapi ada satu polling yang tak pernah salah, POLLINGIN LOVE WITH YOU,” tulis Eko Patrio dalam keterangan foto di akun @ekopatriosuper, Kamis (18/4/2019).

Hingga kini, unggahan dari Eko Patrio itu menarik puluhan ribu like dari warganet dengan lebih dari seribu komentar. Banyak yang mengaku geli dengan reaksi yang dilontarkan oleh Eko Patrio.

ONE Championship: Tekad Eko Roni Bayar Kekalahan di Laga Debut

Liputan6.com, Jakarta – Pegulat asal Indonesia Eko Roni Saputra bertekad menjalani latihan keras setelah kekalahan dalam pertarungan debutnya di ajang ONE Championship pada Jumat (12/4/2019) lalu di di Mall of Asia Arena di Manila, Filipina. Kala itu Eko takluk dari petarung Singapura, Niko Soe.

Laga debut Eko di ONE Championship tidak sesuai harapan. Petarung asal Samarinda, Kalimantan Timur itu harus menyerah dengan TKO pada ronde pertama.

Namun, juara gulat nasional ini ingin melupakan kekalahan itu dan segera bangkit. Saat ini, Eko Roni Saputra sudah kembali ke Samarinda untuk bertemu dengan keluarga.

Melalui akun Instagramnya, petarung yang turun di kelas terbang ONE Championship ini sudah bertemu istri dan anak semata wayangnya. Tampak kening sebelah kanannya masih ditutup dengan perban.

“Setelah melalui perjalanan hampir seharian, saya akhirnya sampai di Samarinda. Saat ini saya sudah bertemu dengan keluarga,” sapa Eko Roni Saputra.

“Saya akan terus bekerja keras, prinsip saya gagal bangkit, gagal bangkit,” ucap Eko Roni Saputra.

One Championship dengan tajuk One : Roots of Honor itu berlangsung sukes. Apalagi dua laga utama berlangsung dengan keras. Martin “The Situ-Asian” Nguyen yang mewakili Vietnam dan Australia meneruskan dominasinya di kelas bulu (featherweight) dengan kemenangan KO spektakuler atas mantan juara dunia Narantungalag Jadambaa asal Mongolia untuk mempertahankan gelar One Featherweight World Champion.

Eko Roni dan Dwi Ani Retno Bawa Pelajaran Berharga dari Manila

Atlet penyumbang medali perak bagi Indonesia di ajang SEA Games ini, mengaku bahwa ia kerap tampil agresif dalam gulat. Hal ini nampaknya terbawa saat ia tampil, dimana ia sempat membanting lawan di awal stanza.

“Saya pikir saya unggul dari segi poin sebelum terkena sikutan. Satu hal yang dapat saya petik sebagai pelajaran adalah bagaimana mengatur ritme,” katanya.

“Di gulat, bisa saja maju terus untuk menyerang, namun di MMA, adakalanya saya harus mundur,” ujarnya.

“Rekan setim saya di Evolve, Alex Silva, mengatakan bahwa terlalu agresif di awal laga bukan strategi yang bagus, kecuali kalau sudah memasuki ronde akhir.”

Selepas laga, banyak yang menanyakan kondisinya, termasuk CEO One Championship Chatri Sidyodtong. Eko menjawab bahwa kondisinya baik-baik saja dan siap untuk kembali bertanding.

“Saya akan beristirahat seminggu, sebelum melakukan persiapan untuk laga selanjutnya. Saya siap untuk laga selanjutnya, karena ada rasa penasaran juga,” ujar Eko, yang saat ini berada di Samarinda, Kalimantan Timur bersama keluarga besarnya.

Kurang Enak Badan, Eko Yuli Irawan Tak Ikut Tes Angkatan Angkat Besi

Jakarta – Atlet angkat besi Indonesia telah melakoni tes progres lifter jelang Kejuaraan Asia di China. Eko Yuli Irawan tak ikut serta lantaran kurang enak badan.

Tes angkatan itu bergulir di Mess Kwini, Kwitang, Jumat (5/4). Tes tersebut hanya diikuti 16 atlet senior dan junior dari seharusnya 17 atlet.

“Eko dalam kondisi kurang fit. Semalam dia demam makanya hari ini tidak ikut tes,” kata pelatih angkat besi Muhammad Rusli di sela-sela tes.

Meski tak ikut tes, PB PABBSI optimistis kondisi juara dunia angkat besi tersebut akan membaik.

“Atlet seperti Eko itu saya tidak takut karena dia sudah punya mental juara, dia bisa atur dirinya tidak usah ditekan lagi, tinggal kita awasi apa kebutuhannya,” kata Wakil Ketua PB PABBSI Djoko Pramono.

“Kalau anak lain masih kami jaga berat badannya. Sementara Eko itu kadang-kadang kami terlalu takut, kadang-kadang dia yang berani. Kemarin masih lebih 5 kg, tapi dia sudah bisa mengatur. Dia sudah tahu kontrol badannya. Sekian hari dia harus turun berapa,” ujar dia.

(mcy/cas)

One Championship: Eko Roni Saputra Yakin Bisa Kalahkan Petarung Singapura

Liputan6.com, Jakarta – Petarung Indonesia, Eko Roni Saputra bakal debut di One Championship, 12 April 2019 di Manila, Filipina. Eko dijadwalkan bertarung dengan petarung asal Singapura, Niko Soe di kelas flyweight.

Eko mengakui, lawannya punya lebih banyak pengalaman di One Championship. Namun mantan atlet gulat nasional ini tidak gentar.

“Lawan lebih berpengalaman empat kali. Tetapi saya tidak frustasi dan semangat, saya yakin bisa menang,” kata Eko saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Eko tak main-main mempersiapkan debutnya di One Championship. Petarung berusia 27 tahun ini mengaku telah bersiap selama beberapa bulan di Singapura.

Meski terkenal sebagai pegulat, Eko mengaku telah memelajari teknik beladiri lain seperti ju jitsu dan muay thai. Selain itu, Eko mengungkapkan juga punya dasar olahraga tinju.

“Saya dari umur lima sampai 13 tahun dilatih ayah saya tinju,” ujar Eko.

Engelen Siap Kibarkan Merah Putih di One: A New Era

Kampanye Door to Door Bawa Senjata, Kubu Siapa?

Bireuen – Empat orang pria di Kabupaten Bireun, Aceh, diamankan polisi lantaran diduga melakukan intimidasi kepada sejumlah tim sukses partai politik agar tak mengampanyekan calon yang diusung partainya. Intimidasi dilakukan dengan senjata tajam. Dari kubu mana empat orang ini?

Adalah E alias Koboy (56), HB (45), AZ (27), warga Kecamatan Peusangan, Bireun, dan ZE (44) warga Kecamatan Gandapura, Bireun yang diamankan polisi lantaran aksi intimidasinya. Polisi menangkap 4 pria ini karena mendapat laporan dari masyarakat.

“Kita melakukan penangkapan terhadap 4 pria tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa orang yang melakukan intimidasi,” kata Kapolres Bireun AKBP Gugun Hardi Gunawan kepada detikcom, Kamis (28/2/2019).


Intimidasi dilakukan Koboy Cs dengan mendatangi rumah-rumah tim sukses parpol di Bireun. Mereka memaksa agar sejumlah tim sukses tersebut tak mengkampanyekan pasangan calon jagoannya.

Para tim sukses tersebut ketakutan karena kelompok pria ini datang ke rumahnya malam hari secara beramai-ramai dengan tujuan untuk mengintimidasinya. Mereka akhirnya ditangkap pada Rabu (27/2) lalu di Kawasan Desa Bale Setuy, Peusangan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bireun, Iptu Eko Rendi Oktama, petugas menemukan barang bukti sebilah parang yang diduga digunakan untuk mengintimidasi warga selama ini. Barang bukti tersebut ada di sebuah mobil yang digeledah polisi.

“Kelompok ini kita duga merupakan tim sukses dari salah satu partai yang ada di kontestasi pemilu legislatif dan presiden 2019. Mereka datang ke rumah-rumah tim sukses partai lainnya dan mengintimidasi mereka agar tidak lagi mengampanyekan dan menyukseskan calon yang diusung oleh partainya,” sebut Eko Rendi, terpisah.

Belum diketahui dari kelompok pasangan calon mana empat orang pria yang melakukan intimidasi ini. Polisi juga belum mengungkap asal parpol empat pria tersebut.

Seperti diketahui, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin diusung oleh 7 partai peserta pemilu lama– PDIP, Golkar, PKB, PPP Hanura, NasDem, PKPI– dan 2 partai baru yakni Perindo dan PSI. Partai Bulan Bintang pun belakangan menyatakan dukungannya untuk pasangan nomor urut 01 itu.

Sementara itu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno didukung oleh 4 partai lama: Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS, serta satu partai baru yakni Berkarya.

Aceh sendiri merupakan wilayah yang memiliki kekhususan di Pemilu. Di Aceh terdapat 4 partai lokal yaitu Partai Aceh, Partai Sira, Partai Daerah Aceh, dan Partai Nangroe Aceh. Tiga partai selain Partai Nangroe Aceh belum memberikan kepastian dukungan di Pilpres.

Ketum Partai Nangroe Aceh yang juga Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan partainya mendukung Jokowi-Ma’ruf. “Kami sudah buat pengumuman bahwa PNA mendukung Jokowi-Ma’ruf,” kata Irwandi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1).

Menilik ke belakang, Prabowo diketahui memenangkan Pilpres 2014 di Serambi Mekkah. Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa berhasil mendulang suara 54 persen di Aceh mengalahkan Jokowi-Jusuf Kalla yang memperoleh 46 persen suara.

Lantas dari kubu mana 4 orang pria yang diduga melakukan intimidasi ini?

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Berpotensi Lewat Sehari, KPU Cari Solusi Aturan Hitung Suara Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan pihaknya akan berkordinasi dengan DPR dan pemerintah untuk mencari solusi aturan penghitungan suara. Hal ini lantaran sistem penghitungan lima surat suara berpotensi tak selesai dalam sehari.

“Tidak menutup kemungkinan memang pengadministrasian selesai di tingkat TPS bisa saja melampaui jam 24.00 WIB,” kata Wahyu di Kantor Pusat KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Wahyu mencontohkan, pada pemilu 2014, dengan empat jenis suara saja, banyak TPS masih menghitung sampai melewati pukul 12.00 malam untuk penghitungan. Padahal, aturan Peraturan KPU No 3 Tahun 2019, menyebut proses penghitungan suara di TPS tidak melebihi waktu satu hari.

Dampaknya, Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) tetap melanjutkan penghitungan surat suara sampai selesai. Hal ini menjadi kekhawatiran khusus, termanipulasinya suara karena pengawasan KPPS tak lagi awas sebab kondisi fisik yang kurang prima karena terlalu larut.

“Kita akan berkomunikasi dengan DPR dan pemerintah terkait hal itu. Karena pemungutan dan penghitungan suara di TPS harus selesai satu hari, itu ada di UU,” jelas Wahyu.

Sementara ini, solusi KPU baru terbatas pada proses administrasi yang dibolehkan melampau hari. Seperti proses administrasi meliputi dokumen C1, sertifikat perolehan suara, dokumen penjelasan DPT, total surat suara yang digunakan, jumlah surat suara terpakai dan surat suara yang tidak, juga surat suara dikembalikan.

“Karena kalau termasuk pengadministrasian dan lain-lain, ini berpotensi tikak cukup. Artinya, pukul 24.00 lebih satu detik saja sudah termasuk hari lain atau hari berbeda,” ucap menandasi.

2 dari 2 halaman

Jalan Panjang Ubah PKPU

Selain itu, KPU juga diminta menghitung surat suara Pileg 2019 terlebih dahulu. Hal itu diminta beberapa politikus salah satunya Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo.

Menanggapi itu, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mempertanyakan usulan itu. Karena untuk mengubah Peraturan KPU (PKPU) melalui jalan panjang dan harus melalui rapat koordinasi dengan pemerintah dan DPR.

“Pemerintah dan DPR, DPR dalam hal ini adalah Komisi II, sehingga keputusan itu sudah dibahas di DPR. Kenapa usulannya sekarang? Kenapa tidak diusulkan pada saat pembahasan rapat konsultasi? Kan semua partai juga terwakili di situ,” kata Wahyu.

Ia pun menegaskan, untuk mengubah PKPU harus adanya judicial review yang dilakukan secara bersama dengan mengundang pihak Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

“Revisi PKPU kan ada prosesnya juga. Dan kita juga butuh argumentasi apa logikanya agar PKPU itu direvisi. Untuk itulah mungkin, jika semua pihak memang berpandangan begitu, maka antara KPU pemerintah DPR, Bawaslu itu perlu duduk bersama untuk bicara itu. Kenapa? Karena peraturan KPU sudah ditetapkan,” tegasnya.

“Kalau mengubah dan kapan waktunya, ya tanya yang mau Judicial Review lah. Kan bagi KPU sudah selesai,” sambungnya.

Pasal 52 ayat (6) PKPU Nomor 3 tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019 mengatakan proses penghitungan suara dilakukan secara berurutan.

Surat suara yang pertama dihitung adalah tentang pemilihan presiden dan wakil presiden. Surat suara kedua adalah DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kebupaten/kota.

Reporter: Nur Habibie


Saksikan video pilihan berikut ini:

Saksi dari Koalisi Bela NKRI Tersinggung dengan Kata ‘Idiot’ Dhani

Surabaya – Salah satu saksi dari Koalisi Bela NKRI mengaku tersinggung dengan kata ‘idiot’ yang diucapkan Ahmad Dhani. itu diungkapkan saat sidang kelima yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai pukul 12.40 WIB.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim R Anton Widoproyono dimulai dengan mengambil sumpah keempat saksi. Yakni Eko Pujianto, David Triyo Prasojo, Sitirafika Hardian Sari dan Edi Firmanto.

Usai pengambilan sumpah, sidang dilanjut dengan keterangan saksi. Edi yang merupakan perwakilan dari koalisi Bela NKRI menjadi saksi pertama yang dimintai keterangan.

Ia mengaku kala itu koalisi Bela NKRI melakukan penolakan terhadap deklarasi #2019gantipresiden. Menurutnya, acara yang berlangsung Agustus 2018 itu juga tidak dikehendaki oleh warga Surabaya.
“Waktu itu kami meminta kepada Mas Dhani untuk meninggalkan Kota Surabaya dan kembali ke Jakarta. Jika takut akan kita kawal sampai bandara. Bagi warga Surabaya omongan atau kata tagar2019gantipresiden adalah sama dengan makar” kata Edi.

Saat ditanya oleh tim kuasa hukum Dhani, Aldwin Rahdian mengenai vlog ‘idiot’, Edi mengaku tersinggung atas perkataan Dhani kala itu. Menurutnya, ia tidak idiot.

“Bagi saya merasa terhina dan dilecehkan, dan teman-teman juga terhina, saya bisa bekerja dan bisa lulus S1. IQ saya tidak jongkok-jongkok amat setahu saya yang dikatakan idiot itu IQnya di bawah 40,” imbuh Edi.

Edi menambahkan, usai melihat dan mendengarkan vlog yang dibuat suami Mulan Jameela yang tersebar di media sosial, pihaknya melaporkan pentoan Dewa 19 itu ke pihak kepolisian. Video tersebut ditemukan di instagram.

“Dari broadcast dan ada juga di instragam. Saya lihat di grup whatsapp koaliasi Bela NKRI,” lanjut Edi.

Namun saat ditanya siapa penyebar video tersebut di whatsapp grup Bela NKRI, Edi Firmanto mengaku tidak tahu. “Saya tidak tidak mengetahui karena di grup ada yang tidak muncul namanya, kemudian besoknya saya lihat di instagram. Kemudian kita laporkan,” tandas Edi Firmanto.

Dalam kasus pencemaean nama baik melalui vlog ‘idiot’ Ahmad Dhani menjadi terdakwa yang dijerat dengan pasal 45 ayat 3 junto pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp 750 juta.

Simak Juga ‘Fadli Zon Heran Hanya karena ‘Idiot’, Ahmad Dhani Jadi Tersangka’:

[Gambas:Video 20detik]



(sun/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jelang Pilpres, TNI-Polri Rakernis Pastikan Jaga Netralitas

Jakarta – Jajaran Propam Polri dan POM TNI menggelar rapat kerja teknis (Rakernis) menjelang Pilpres 2019. Salah satu tujuan rakernis untuk memastikan agar aparat TNI-Polri menjaga sikap netralitas selama pemilu berlangsung.

“Tujuannya untuk sama-sama mendisiplinkan personel, anggota agar jangan sampai terlibat politik praktis dan menjaga netralitas,” kata Kadiv Propam Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya, Senin (25/2/2019).

Rakernis Propam Polri dan POM TNI Tahun Anggaran 2019 digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (25/2). Kegiatan tersebut dihadiri Danpom TNI Mayor Jenderal TNI Dedy Iswanto, Danpuspomad Mayjen TNI Rudi Yulianto, Wakil Danpom TNI Marsma TNI Joko Tri Kartono, Danpuspomal Laksma TNI Nazali Lempo, Danpuspomau Marsma TNI Agung Handono, Karo Provos Divisi Propam Polri Brigjen Hendro Pandowo dan Karo Paminal Divpropam Polri Brgijen Eko Sukriyanto serta sejumlah pejabat lainnya.
Rakernis diselenggarakan mulai Senin (25/2) hingga Rabu (27/2) dengan tema ‘Mewujudkan POM TNI-Propam Polri yang Profesional Guna Menjamin Netralitas dan Sinergitas TNI-Polri Dalam Rangka Menyukseskan Pengamanan Pemilu 2019’ dan ‘Mewujudkan Propam Polri yang Promoter Guna Menjamin Netralitas dan Soliditas Polri Dalam Rangka Menyukseskan Pengamanan Pemilu 2019’.

Rakernis ini bertujuan untuk menyamakan pola pikir dan sikap dalam merumuskan kebijakan dalam rangka mendukung para pimpinan wilayahnya guna mengantisipasi perkembangan situasi kamtibmas. Anggota TNI-Polri juga diharapkan mewaspadai ancaman kerawanan yang terjadi pada masa tahapan Pemilu 2019 ini.

Rakernis juga bertujuan untuk mempererat soliditas TNI-Polri dalam upaya menjaga stabilitas keamanan. Dan yang terpenting, Rakernis ini bertujuan untuk menjaga agar personel TNI-Polri tidak memihak kepada salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang juga ikut dalam rakernis tersebut mengatakan kelancaran pemilu tak bisa dilepaskan dari netralitas aparatus sipil negara (ASN). Dia mengatakan kunci sukses pemilu ialah jika setiap tahapan dilakukan sesuai PKPU yang sudah dibuat. Selain itu, partisipasi politik masyarakat untuk menggunakan hak pilih juga penting untuk mengurangi golongan putih (golput).

Tjahjo juga mengatakan bencana alam juga patut diperhitungkan. Dia mengatakan Kemendagri akan memastikan distribusi logistik pemilu sampai di tingkat TPS. Nantinya keamanan akan dipastikan pihak TNI-Polri.

“Dengan sistem apapun, toh di pegunungan masih noken, ya sistem noken yang demokratis. Sehingga siapa yang mewakili warganya itu bisa dihitung dengan detail. Saya kira itu aja kuncinya. Jadi netralitas ketiga perangkat tadi kami akan jamin, kemudian deteksi dini. Karena kuncinya ada pada stabilitas dan pemilu bisa tertunda kalau ada bencana alam,” tutur Tjahjo dalam kesempatan terpisah.

“Kunci kerawanan itu nanti pada tahap penghitungan suara. Apalagi dibutuhkan sebelas menit per orang. Kemudian per-TPS itu apakah bisa selesai pada pukul 23.00, 24.00. Itu saya (kira) kunci kerawanan termasuk perhitungan suara,” ujar Tjahjo.
(mea/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Strategi Darat dan Udara di Balik Pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Cakra 19, Andi Widjajanto mengungkap kekuatan utama pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Sinergi gerak Tim Kampanye Nasional dan partai politik menjadi unsur utama.

“Gerak Pemenangan Jokowi-KMA dijalankan terpadu oleh tiga unsur utama, Koalisi Partai Politik, Tim Kampanye Nasional, serta relawan politik dan gerakan komunitas. Setiap unsur bergerak dengan karakternya masing-masing, bersinergi di bawah koordinasi Erick Thohir,” ujar Andi Widjadjanto dalam keterangan persnya, Senin (25/2/2019).

Mantan Sekretaris Kabinet itu menyebut Ketua TKN Erick Thohir berperan penting memadukan tiga unsur tersebut. Sampai menggerakkan unsur tim di luar TKN Jokowi-Ma’ruf Amin seperti Bravo-5 dan Cakra 19.

Relawan Cakra 19 dibentuk pada Agustus 2018. Tim ini berisi purnawirawan TNI yang baru satu-dua tahun pensiun. Tak hanya berisi bekas tentara, Cakra 19 juga beranggotakan warga sipil dan dipimpin Andi Widjajanto.

Anggota tim ini di antaranya; Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, politikus Golkar, Eko Wiratmoko; bekas Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Andogo Wiradi; serta bekas Kepala Pusat Penerangan lentara Nasional Indonesia, Iskandar Sitompul.

“Erick Thohir telah berhasil menjalankan peran sebagai CEO TKN. Bersama Sekertaris TKN Hasto Kristiyanto, Erick berhasil menciptakan aliansi strategis antara TKN dan Partai,” kata Andi.

Dia juga mengatakan, direktur di TKN Jokowi-Ma’ruf Amin mengonsolidasikan kekuatan bersama relawan di bawah. Salah satunya peran tim udara kombinasi Direktur Konten Fiki Satari, Direktur Komunikasi Politik Usman Kansong, dan Jubir Arya Sinulingga.

“Untuk strategi udara segitiga Arya-Fiki-Usman rutin memberikan arahan-arahan strategis hingga taktikal untuk melakukan operasi medsos di empat platform utama (Twitter, Facebook, IG, dan YouTube). Masing-masing platform memiliki keunikan sehingga harus didekati dengan strategi media yang berbeda juga,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, koordinasi lintas tim yang rutin dilakukan tiap Selasa dan Kamis juga dijalankan terutama untuk menguatkan eksposure 01 di momentum utama seperti Debat, Deklarasi Dukungan Alumni, Deklarasi 1000 Jenderal, dan terutama jika Jokowi dan KMA melakukan gerakan kinetik di daerah.

2 dari 3 halaman

Strategi Gerakan Darat

Andi menjelaskan bagaimana strategi gerakan di darat melalui konsolidasi mulai dari pemakaian peta sasaran yang sama hingga tipe operasi darat yang digelar.

“Gerak darat ini rutin dilakukan oleh Erick dan Moeldoko. Operasi darat digelar dengan merujuk ke peta sasaran yang membagi dapil-dapil yang ada menjadi 8 kluster yang kemudian diterjemahkan menjadi rangkaian strategi mulai dari galang simpul daerah, gelar kegiatan kampanye, gelar micro-targeting, hingga gelar canvassing-door to door. Gerak darat ini juga mengandalkan keterpaduan antara TKN-TKD, Caleg Parpol, dan tim door-to-door dari para relawan, termasuk Bravo-5 dan Cakra 19,” beber dia.

Salah satu simpul utama yang muncul kuat di 2019 adalah gelombang alumni. Menurut Andi, gelombang yang tidak muncul di 2014 ini merupakan gerakan organik yang bersifat bottom up, dan mutlak mengarah ke Jokowi.

“Gerakan Alumni ini memberikan dampak pengaruh yang yang luas karena merupakan kesadaran moral dan etis dari kaum terpelajar dan menengah untuk mengekpresikan kewarasan berpolitik demi masa depan bangsa dan negara. Gerakan Alumni yang diawali dengan deklarasi dukungan bagi Jokowi sekarang sudah menjadi gerakan kelas menengah untuk mengamankan suara 01,” ungkap Andi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: