Pasokan Cadangan Gas Besar di Sumsel Diprioritaskan untuk Domestik

Liputan6.com, Jakarta – Repsol telah menemukan cadangan gas di‎ ‎Blok Sakakemang, Sumatera Selatan, sebesar 2 triliun kaki kubik (Trillion Cobic Feet/TCF).

Hal ini menjadi angin segar bagi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia sebab selama 18 tahun baru ditemukan kembali cadangan gas skala besar.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyatakan, gas yang dihasilkan dari blok migas yang dioperatori perusahaan migas asal Spanyol tersebut, akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“‎Untuk dalam negeri (pasokan gasnya),” kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM‎, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Arcandra menuturkan, pasokan gas untuk dalam negeri tidak akan berlebih. Untuk infrastruktur penyaluran gasnya akan memanfaatkan yang sudah dioperasikan. 

“Enggak akan lebih. ‎Kita dalam kebutuhan untuk negeri. ‎Infrastruktur bisa digunakan sekitarnya,” tutur dia.

2 dari 2 halaman

Repsol Temukan Ladang Gas Terbesar di Sumsel

Sebelumnya, ‎Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan Repsol telah menemukan potensi cadangan gas yang besar di Blok Sakakemang, Sumatera Selatan.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, tak tanggung-tanggung, cadangan gas yang ditemukan oleh perusahaan migas asal Spanyol‎ tersebut diperkirakan mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF).

“Ini lokasinya di Banyu Asin. Potensi lebih kurang 2 TCF. Asumsi sekarang, rig 1.500 HB. Kadang dikerjakan bertahun tahun gak dapat, dengan kedalaman 2.430 meter dapat cadangan. 2004 sudah dilakukan dengan KBD 1, kurang memberikan hasil yang bagus. Ternyata ada disebelahnya yang lebih bagus cadangannya,” ‎ujar dia.

Menurut dia, selain potensi gas yang besar, temuan ladang gas ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Sebab, setelah 18 tahun akhirnya ditemukan cadangan gas baru dalam jumlah yang besar.

“Ini penting kita sampaikan, karena KBD 2X di Indonesia, potensi tersebut setelah 18 tahun. Ini adalah penemuan yang signifikan. Setelah dua dekade. Ini perlu kita syukuri, ini semoga jadi angin baru untuk penemuan mendatang. Di 2018-2019 ini adalah penemuan terbesar nomor 4 di dunia,” kata dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:


Deflasi Februari 0,08 Persen, Ini Tanggapan BI

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi 0,08 persen pada Februari 2019.

Ini berbanding terbalik dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi yang sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 yang sebesar 0,32 persen (mtm).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan, deflasi yang terjadi pada bulan ini menunjukan pencapaian positif di awal tahun.

Artinya, pemerintah telah berhasil dan menekan sejumlah beberapa harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat.

“Dan ini juga sejalan dengan survei pemantauan harga yang kami sampaikan sebelumnya bahwa memang harga-harga Alhamdulillah terus terkendali,” kata dia saat ditemui di Kompleks Masjid Bank Indonesia, Jumat (1/3/2019).

Perry mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, sejumlah harga dari beberapa komoditas memang telah turun. Penurunan itu terjadi misalnya pada daging ayam, cabai merah, bawang, hingga telur.

“(Berkat) koordinasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia dan berbagai pihak menunjukan bahwa harga harga terkendali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat semua komoditas khususnya bahan bahan makanan itu mengalami penurunan,” pungkasnya.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Laporan BPS

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengalami deflasi0,08 persen pada Februari 2019. Ini berbeda dibandingkan Februari 2018 yang mengalami inflasi sebesar 0,17 persen (yoy) dan Januari 2019 sebesar 0,32 persen (mtm).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti melaporkan dari 82 kota cakupan perhitungan indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 69 kota mengalami deflasi. Sedangkan 13 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11 persen dan terendah Serang sebesar 0,02 persen. Sedangkan inflasi tertinggi yaitu di Tual sebesar 2,98 persen dan terendah di Kendari sebesar 0,03 persen.

“Deflasi di Merauke lebih disebabkan oleh penurunan harga sayuran, cabai, itu mengalami penurunan harga. Inflasi tertinggi di Tual disebabkan karena sayuran khususnya bayam dan ikan segar,” tandas dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Olah Sampah di Jakarta, BPPT Usul Pakai Teknologi Termal

Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mengkaji teknologi pengolahan sampah dengan cepat, tanpa memerlukan lahan yang terlalu luas. BPPT mengusulkan penggunaan teknologi termal.

“BPPT terus mendukung Jakpro guna membangun Kota Jakarta. Kali ini kami juga tekankan pentingnya mengedepankan teknologi yang ramah lingkungan, dalam mengatasi timbunan sampah,” tuturnya di Kantor BPPT, Jakarta, seperti dalam keterangan tertulis, Jumat (1/3/2019).

Kepala BPPT juga menyebut pihaknya tengah melakukan asistensi dan evaluasi terkait rencana pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) atau Tempat Pengolahan Sampah menghasilkan listrik/PLTSa.
“ITF ini kan nantinya dibangun di tengah kota, salah satunya di kawasan Sunter, lalu Jakarta Barat, Timur dan Selatan juga ya, atau disebut ITF 1,2,3 dan 4. Tentu ini merupakan tantangan besar yang membutuhkan terobosan teknologi untuk mewujudkannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herman menyebut BPPT mengusulkan penggunaan teknologi termal yang tepat. Hal ini lantaran pembangunan ITF tersebut akan memiliki kapasitas pengolahan 2.000 ton.

“Kami merekomendasikan teknologi yang menggunakan proses termal. Dengan proses ini, timbunan limbah padat (sampah) dalam jumlah besar dapat diubah menjadi panas yang kemudian dikonversikan menjadi energi dalam bentuk energi listrik,” paparnya.

Mengenai keunggulan pengolahan sampah dengan menggunakan proses termal, Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT yang juga sebagai Plh Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Rudi Nugroho, menyebut ada dua keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan proses tersebut.

“Pertama, sampah dengan jumlah besar dapat dihabiskan dengan singkat. Kedua, diperoleh energi listrik yang dapat dimanfaatkan, baik untuk mendukung proses pengolahan sampah itu sendiri maupun untuk digunakan oleh masyarakat,” urai Rudi.

Teknologi pengolahan sampah dengan proses termal, lanjut Rudi saat ini dipandang paling efektif dan telah banyak digunakan oleh sebagian besar negara maju seperti Jepang, Singapura, Prancis, Austria, Finlandia. Negara-negara maju tersebut menggunakan teknologi incinerator untuk pengolahan sampah.

Teknologi yang dipakai, imbuhnya, menggunakan proses thermal incinerator type stoker grate yang dilengkapi sarana pengendali polusi udara. Dengan teknologi ini, sampah dapat musnah secara cepat, volume berkurang signifikan, dan ramah lingkungan..

“Lebih dari 70 persen pengguna teknologi termal bahkan telah mengkonversikan panas yang dihasilkan untuk selanjutnya diubah menjadi energi listrik,” kata Rudi.

Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryanto mengungkapkan memang kerjasama dengan BPPT untuk membantu pihaknya memilih teknologi yang tepat untuk digunakan dalam ITF. Untuk itu pihaknya menyerahkan pemilihan teknologi ke tangan instansi yang bergerak di bidang teknologi, yaitu BPPT.

“Jakpro ingin melanjutkan kerjasama dengan BPPT dalam menangani Sampah di Kota Jakarta. Dalam 2 tahun ke depan, Jakpro pun mendapat tugas untuk membangun 3 ITF (Intermediate Treatment Facility) sampah di Jakarta,” sebutnya.
(gbr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

MFC Kembali Digelar, Cari 16 Anak Terbaik dari 5 Kota Besar

Jakarta – MILO kembali menggelar Football Championship untuk usia dini. Kali ini, ajang dengan nama MILO Football Champioship (MFC) 2019 akan digelar dengan kick off di Jakarta, Sabtu (2/3).

Turnamen U-12 ini sendiri  sudah digelar dalam beberapa tahun terakhir. Ajang ini akan kembali mencari anak-anak terbaik dari Indonesia yang akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu idolanya di FC Barcelona.

Satu yang membedakan MILO Football Championship kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah masuknya Surabaya sebagai kota penyelenggara final regional, membuat pencarian bakat dan turnamen sepak bola U-12 ini akan digelar di 5 kota besar, termasuk 4 kota yang setiap tahun sudah menjadi penyelenggara, yaitu Jakarta, Makassar, Medan, dan Bandung.

Sebelumnya fase penyisihan sudah dilakukan 20 kota, yaitu Jakarta Timur plus Jakarta Pusat, Jakarta, Selatan, Jakarta Barat, Tangerang Selatang, Bandung plus Cimahi, Purwakarta, Bekasi, dan Cirebon pada 9-10 Februari 2019. Sementara di Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Makassar, Bone, Bantaeng, dan Pare-Pare digelar pada 16-17 Februari 2019.

Kick-off final regional MILO Football Championship 2019 digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019). Turnamen digelar selama dua hari dan akan melibatkan tiga pelatih, yaitu Zainal Abidin, dan dua mantan pemain nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Ponaryo Astaman.

Sementara itu, final regional Medan dan Bandung akan digelar bersamaan pada 9-10 Maret 2019. Sementara untuk Surabaya akan digelar pada 23-24 Maret, dan Makassar menjadi kota terakhir yang menggelar Milo Football Championship 2019 pada 6-7 April 2019.

Kurniawan pun menegaskan format pertandingan yang digunakan di MILO Football Championship kali ini akan mengikuti Filosofi Sepak Bola Indonesia yang digagas PSSI.

“Saya, Ponaryo, dan Coach Zainal, akan menjadi tim scouting. Kami akan menggunakan format 7 lawan 7 sesuai dengan filanesia dari PSSI,” ujar Kurniawan Dwi Yulianto di Kantor Bola.com, Kamis (28/2/2019), siang.

Sementara itu, Ponaryo Astaman menegaskan proses scouting akan digelar di 5 kota besar yang menjadi tuan rumah final regional. Mantan kapten Timnas Indonesia itu pun mengungkapkan kriteria pemain yang akan dicarinya bersama Kurniawan dan Zainal Abidin.

“Proses talent scouting dilaksanakan dari semua final regional MILO Football Championship. Jadi pemain-pemain terbaik akan diambil dari lima kota besar itu. Untuk kriterianya, bukan hanya keterampilan individu yang kami cari, tapi bagaimana mereka bisa bertanding sebagai sebuah tim,” tegas Ponaryo di Kantor Bola.com.

2 dari 3 halaman

Peserta Perempuan Lebih Banyak di MILO Football Championship 2019

Kurniawan Dwi Yulianto yang sudah menjadi instruktur dalam MILO Football Championship dalam beberapa tahun terakhir mengungkapkan akan ada kuota khusus bagi pesepak bola perempuan di edisi kali ini. Dari talent scouting yang dilakukan di lima kota besar, akan diambil 16 pemain terbaik untuk mengikuti MILO Football Camp, di mana 4 pemain di antaranya harus perempuan.

“Kami memperbanyak peserta perempuan di edisi kali ini. Untuk 16 pemain yang terpilih mengikuti camp harus ada empat pemain perempuan yang dilibatkan. Setelah itu akan ada dua perempuan dari delapan pemain yang akan berangkat ke China,” ujar Kurniawan Dwi Yulianto.

16 pemain terpilih dari talent scouting di MILO Football Championship 2019 akan mengikuti MILO Football Camp pada 22-27 April 2019. Dari pemusatan latihan tersebut akan dipilih delapan pemain terbaik, dengan dua pemain di antaranya perempuan, untuk berangkat ke China mengikuti MILO Champions Cup, bersaing dengan peserta MILO Football Championship di negara-negara lainnya pada Juli 2019.

3 dari 3 halaman

Jadwal MILO Football Championship 2019

Jakarta: 2-3 Maret 2019

Medan: 9-10 Maret 2019

Bandung: 9-10 Maret 2019

Surabaya: 23-24 Maret 2019

Makassar: 6-7 April 2019

Sri Mulyani Akui Ada Kebijakan Pemerintah yang Populis

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak masalah apabila kebijakan pemerintah selama ini dianggap populis atau mengutamakan kebijakan yang disukai rakyat.

Dia mengakui jika selama ini ada kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla berpihak kepada rakyat.

“Jadi populis juga sebenarnya nggak salah, karena kan pada akhirnya para pemimpin dipilih untuk memenuhi harapan masyarakat,” ujar dia saat menjadi pembicara dalam acara CNBC Ekonomi Outlook 2019, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Bendahara Negara ini mengatakan, dalam memutuskan suatu kebijkan pemerintah sangat berhati-hati. Meski tidak semuanya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Namun dalam merumuskan kebijakan pemerintah lebih dulu mencari tahu apa yang jadi kebutuhan sebagian besar masyarakat.

“Cara yang dilakukan bisa bermacam-macam, ada kemudian kalau dilihat di masyarakat. Kebutuhannya adalah bahan makanan pokok makanan yang murah dan segala sesuatu kalau bisa semurah mungkin. Kalau bisa gratis itu memunculkan semua ide diberikan dalam harga yang sangat murah atau diberikan subsidi,” jelas Sri Mulyani.

Dia mencontohkan, program pemerintahan Presiden Jokowi yang dinilainya cukup populis, yakni terkait pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). “Kalau kita bisa bicara dengan program presiden sekarang bicara soal SDM itu juga populis,” tutur dia.

Kebijakan-kebijakan populis ini yang kemudian dianggapnya akan mendorong masyarakat semakin yakin kepada pemimpin negara. Sebab kebijakannya memenuhi harapan masyarakat, meski belum tentu menyelesaikan persoalan negara.

“Karena dalam pemilu yang memiliki sistem demokrasi adalah kita ingin pemimpin kan dipilih oleh rakyatnya dan kebutuhan rakyat bisa percaya pada pemimpin itu kemudian memunculkan berbagai indikasi untuk bagaimana masyarakat bisa menilai bahwa calon yang akan dipilih itu memang memenuhi harapan,” pungkasnya

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Sri Mulyani Apresiasi Kinerja Pengusaha RI Genjot Ekonomi Domestik

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja pengusaha sepanjang 2018.

Itu ia sampaikan pada pertemuan dengan para pengusaha yakni Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). 

Dia menjelaskan, di tengah gejolak ekonomi dunia yang terus-menerus terjadi sepanjang tahun lalu dan melonjaknya harga minyak dunia hingga mendekati USD 80 per barel, kinerja pengusaha Indonesia cukup besar mendorong ekonomi domestik.

“Saya ingin sampaikan terima kasih kepada seluruh dunia usaha, karena 2018 kita sudah tutup. Dan tahun itu bukan tahun yang mudah, banyak pengusaha yang bertanya benar tidak tahun 2018 krisis, tepat 10 tahun dari krisis 2008 itu hoax,” ujar dia di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (19/2/2019).  

Dia mengungkapkan, ketaatan para pengusaha membayar pajak ikut andil berkontribusi dalam membangun pertumbuhan perekonomian di dalam negeri. 

Itu ditandai dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 berjalan positif dengan pencapaian penerimaan negara yang melebihi target atau 102,5 persen serta realisasi belanja pemerintah pun mampu mencapai 99 persen untuk pendidikan, kesehatan, belanja modal, hingga dana transfer ke daerah.

“Dan itu merupakan hasil kombinasi dari harga minyak, kurs, kondisi suku bunga, serta ketaatan Bapak/ Ibu sekalian membayar pajak,” ujar dia.

Kendati begitu, Sri Mulyani menekankan agar para pengusaha tetap waspada atas pergerakan perekonomian yang akan terjadi pada 2019.

“Ke depan kita harus naikkan kewaspadaan. Jadi terimakasih atas seluruh sumbangan, kepatuhan, kontribusi bapak dan ibu sekalian, yang membuat ekonomi kita memiliki daya tahan. Saya ingin dengar aspirasi dari bapak-Ibu semua,” pungkasnya.

Miss Supranational dari Suriname Sapa Penggemar dengan Bahasa Jawa

Liputan6.com, Jakarta – Ada hal menarik saat ratu kecantikan dari Suriname Sri Dewi Martomamat mengunggah video di media sosial. Ia menyapa masyarakat Indonesia dengan bahasa Jawa. Sontak unggahan Miss Supranational Suriname 2019 itu bikin heboh para warganet di Indonesia.

Di video yang diunggah akun Instagram ‘@crownforces’ pada 25 Februari 2019 itu, Sri Dewi Martomamat mengucapkan salam dengan bahasa Jawa dan berbicara dengan kata-kata campuran Bahasa Inggris dan Jawa. Perempuan berwajah eksotis ini juga mengucapkan rasa terima kasihnya untuk masyarakat Indonesia yang telah mendukung dirinya.

“Selamat siang Indonesia, salam manis dari Suriname. Namaku Sri Dewi Martomamat Miss Supranational Suriname 2019. Saya kirim kabar sehat, salam rindu pada saudara saya semua yang ada di Indonesia. Terima kasih atas cinta dan dukungannya, aku sangat mengapresiasi. Maturnuwun,” ucap Sri Dewi dalam bahasa Jawa dan Inggris.

Akun Instagram Sri Dewi pun langsung diserbu warganet Indonesia. Banyak yang kagum dan memuji kecantikannya yang dianggap eksotis dan hampir sama dengan orang Indonesia.

Keturunan Jowo ngendi @miss_sridewi kok iso boso jowo. Salam kenal dari Indonesia,” tulis akun @wahyu_sabekti. Bahkan, ada yang berkomentar wajah Sri Dwi Agnez Mo. “Kok mirip2 agnesmo yo,” tulis akun @jasa_convert_pulsa.

Perempuan yang punya cita-cita menjadi seorang pramugari ini akan mewakili Suriname dalam perhelatan Miss Supranational 2019 setelah memenangkan kontes Miss Tropical Beauties Suriname 2018.

Suriname sendiri merupakan sebuah negara republik yang terletak di Benua Amerika dan merupakan bekas jajahan Belanda. Bahasa utama mereka adalah Bahasa Belanda.

Namun banyak yang menggunakan bahasa Jawa, karena banyak orang keturunan Jawa yang tinggal di sana. Salah satunya adalah keluarga Sri Dewi Martomamat yang cukup fasih berbahasa Jawa, selain Belanda dan Inggris.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jaksa KPK Sanggah Pembelaan Billy Sindoro soal Izin Meikarta

Bandung – Jaksa pada KPK mematahkan bantahan terdakwa kasus suap proyek Meikarta, Billy Sindoro, yang mengaku tidak terlibat dalam perkara. Jaksa KPK menegaskan Billy memang terlibat kasus Meikarta sebagaimana fakta-fakta persidangan

Jaksa KPK mendasari keterlibatan Billy atas kesaksian dari Edi Dwi Soesianto (Kepala Divisi Land Acquisition and Permit PT Lippo Cikarang). Dalam persidangan, Edi Dwi menyebut ada tim pusat ditugaskan mengurus perizinan Meikarta yang dipimpin Billy Sindoro.

“Bahwasannya jaksa penuntut umum dalam surat tuntutan sudah sesuai fakta persidangan, analisis fakta dan yuridis dari rangkaian peristiwa terkait proses perizinan Meikarta di mana ada perbuatan yang dilakukan oleh Billy Sindoro berkaitan kesaksian Edi Dwi Soesianto ada tim pusat yang dipimpin Billy Sindoro setelah mandek perizinan,” kata jaksa KPK saat menanggapi pleidoi di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (27/2/2019).


Jaksa juga menjelaskan keterlibatan Billy dalam proses perizinan Meikarta ini berdasarkan bukti screenshot percakapan WhatsApp dan bukti percakapan telepon antara Billy dengan Fitradjadja. Percakapan-percakapan tersebut sudah dirunut dari mulai Agustus 2017 hingga Oktober 2018.

“Keseluruhannya membahas mengenai perizinan Meikarta. Kami menggambarkan secara jelas urut waktu ke waktu dari percakapan Billy Sindoro dan Fitradjadja Purnama. Menceritakan laporan terkait Meikarta selalu dilaporkan oleh Fitradjadja dan Fitradjadja membenarkan percakapan itu,” katanya.

Jaksa juga menjelaskan peranan Billy dalam pertemuan dengan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin di Hotel Axia Cikarang. Dalam pleidoinya, Billy membantah pertemuan itu membahas Meikarta dan membahas soal uang.

Akan tetapi, jaksa berpendapat berbeda. Dari keterangan saksi Bupati Neneng, jaksa beranggapan, pertemuan tersebut membahas soal izin Meikarta dan Billy menjanjikan duit Rp 10 miliar kepada Bupati Neneng.

“Bahwa terdakwa tidak mengurus bisa dibantah jaksa penuntut umum. Terdakwa bertemu Bupati Neneng Hasanah Yasin bicara Meikarta. Peristiwa itu terjadi di Hotel Axia Cikarang. Terkait janji di Hotel Axia Rp 10 miliar yang disampaikan Billy adalah terkait proses perizinan Meikarta,” kata jaksa.

Selain menanggapi pleidoi Billy, jaksa juga memberikan tanggapan atas pleidoi Henry Jasmen. Untuk Henry, jaksa menanggapi terkait blokir rekening yang diprotes Henry dalam pleidoinya.

Menurut jaksa, pemblokiran itu dilakukan lantaran masih ada proses penyidikan. Sebab rekening yang diblokir terdapat aliran dana terkait proses perizinan Meikarta.

“Terkait dengan blokir yang disampaikan terdakwa dan tim penasihat hukum, kami memberi tanggapan bahwa rekening masuk proses penyidikan, terintegrasi pada aliran dana baik dari Samuel Hutabarat maupun Samuel Tahir. Sehingga patut, berdasarkan Undang-undang, dilakukan pemblokiran. Setelah fakta di persidangan, kami menilai bahwa terkait rekening ada satu transaksi yang terkait pemberian tersebut. Transaksi yang tidak berhubungan akan kami lepas. Pertanda itu tidak terkait dengan perbuatan,” kata jaksa.

Untuk tanggapan terhadap pleidoi Fitradjadja tak banyak yang disampaikan jaksa. Jaksa hanya menjelaskan keterlibatan Fitradjadja pada saat proses perizinan Meikarta sudah berjalan.

Begitu juga dengan Taryudi, jaksa hanya menyebut permohonan keringanan hukuman yang disampaikan oleh Taryudi dikembalikan kepada majelis hakim.
(idh/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Terdakwa Suap Meikarta: Tuntutan Jaksa Janggal, Tak Sesuai Fakta

Bandung – Selain Billy Sindoro, 3 terdakwa perkara suap proyek perizinan Meikarta membacakan nota pembelaan (pleidoi). Ada yang mengakui perbuatan, ada juga terdakwa yang menilai tuntutan jaksa tidak tepat.

Terdakwa Henry Jasmen P Sitohang menyebut tuntutan jaksa pada KPK janggal. Henry sebelumnya dituntut pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Yang Mulia seperti diketahui jaksa penuntut umum telah menyampaikan tuntutan. Saya coba mendengarkan dan menyimak tuntutan. Dari apa yang dibacakan, ada yang membuat saya kaget dan janggal dan tidak sesuai dengan fakta, bahkan ada sama sekali yang saya belum pernah saya dengar,” ujar Henry membacalam pleidoinya di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (27/2/2019).

Henry–konsultan Lippo Group ini–menanggapi pernyataan jaksa dalam surat tuntutan yang menyebut keterangan dirinya berubah-ubah. Henry menegaskan dirinya memang tak cakap dalam urusan hukum.

Henry juga menjelaskan soal perubahan berita acara penyidikan (BAP) saat dilakukan pemeriksaan penyidik. Menurutnya, saat itu dia harus dua kali menuliskan ulang kronologi BAP. Akan tetapi, menurut Henry, perubahan BAP tersebut tidak dipaparkan jaksa KPK dalam persidangan.

“Namun seperti yang diketahui, kedua kronologi itu tidak tahu di mana. Sampai sekarang, tidak pernah dikeluarkan jaksa,” kata Henry.

Henry juga membantah soal keterlibatannya memberi uang kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa. Henry mengaku tak tahu menahu perihal duit Rp 1 miliar yang diberikan kepada Iwa melalui Hendri Lincoln dan Neneng Rahmi Nurlaili.

“Saya sangat kaget, atas dasar apa JPU menyatakan hal ini. Saya sama sekali belum mendengar, baru mendengar di sini dan saya tegas menyampaikan sama sekali tidak benar dan tidak berdasar. Saya sama sekali tidak mengenal Iwa, saya tidak memberikan sesuatu baik langsung maupun tidak langsung,” kata Henry.

Karenanya, Henry kecewa atas tuntutan jaksa. Menurut dia, tuntutan yang diberikan jaksa sangat jauh berbeda dengan tuntutan terhadap Fitradjadja dan Taryudi.

“Ancaman hukum jauh dari rekan saya bahkan dua kali lipat lamanya dari Fitradjadja dan Taryudi. Dasar yang disampaikan terkesan tendensius, tidak mencerminkan keadilan namun menimbulkan kesan sedang balas dendam kepada saya,” kata Henry.

Sementara itu, terdakwa Fitradjadja Purnama mengakui perbuatannya. Dia mengakui kesalahannya atas tindakan praktik suap tersebut.

“Terhadap pokok-pokok tuntutan saya hanya bisa menyatakan terima salah atas perbuatan yang saya lakukan. Perbuatan saya telah melenceng dari profesionalitas kerja saya. Apa yang semula tidak saya niatkan, bahkan sama sekali tidak saya pikirkan, akhirnya terjadi dengan saya yang terlibat di dalamnya. Apa yang telah saya lakukan membawa konsekuensi dan akibat buruk bukan hnya terhadap diri saya sendiri, melainkan juga terhadap keluarga,” ujar Fitradjadja sambil menyampaikan permohonan maaf.

Dia juga menjelaskan soal keterlibatannya mengurus perizinan Meikarta. Fitradjadja mengaku tak tahu soal pemberian-pemberian yang ternyata sudah berlangsung sejak tahun 2016 pada saat proses ini dilakukan oleh Edi Dwi Soesianto dan Satriadi.

“Saya sama sekali tidak tahu atas pemberian-pemberian atau janji-janji kepada Neneng Hasanah Yasin, EY Taufik, dan Iwa Karniwa; baik langsung ataupun melalui orang lain. Sama sekali saya tidak tahu,” ujarnya.

“Bahwa ternyata, dalam persidangan terunkap, saya terlibat atau dianggap terlibat, dalam pemberian kepada salah satu atau dua atau ketiganya, saya baru tahu di persidangan, bahwa uang yang saya terlibat dalam pemberiannya itu sampai kepada orang-orang tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, terdakwa Taryudi juga mengakui perbuatannya. Dia menyesal dan menerima hukuman yang akan dijadikan pelajaran berharga bagi dirinya.

“Apapun yang terjadi sudah terjadi dan saya disini membacakan pembelaan. Dengan perasaan bercampur aduk saya menyesal dan merindukan anak-anak. Saya menyesal dan saya akan menjadikan ini sebagai pelajaran. Majelis hakim, saya mohon ampunan saya memohon majelis hakim menjatuhkan hukuman yang adil dan setimpal,” kata Taryudi.
(dir/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Terbebani Harga Avtur, Air Asia Rugi Rp 998 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID) mencatatkan kenaikan pendapatan 54 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,32 triliun dari Rp 1,02 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.

Meski begitu, perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 998 miliar. Beban usaha ini disebabkan pelemahan nilai mata uang rupiah dan juga tingginya harga avtur.

Adapun total avtur di tahun 2018 naik 53 persen dengan harga avtur rata-rata sebesar USD 85 per barel dibandingkan harga rata-rata 2017 sebesar USD 64 per barel.

Beban usaha lainnya seperti biaya sewa, pemeliharaan, dan perbaikan pesawat juga meningkat disebabkan oleh pelemahan rupiah dan tambahan pesawat pada kuartal IV-2018.

“2018 merupakan tahun yang sangat penuh tantangan bagi operasional kami. Profitabilitas kamu juga sangat terdampak oleh meningkatnya biaya operasional yang didorong oleh peningkatan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah sepanjang tahun,” ujar Direktur Utama PT AirAsia Tbk Dendy Kurniawan di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Dia melanjutkan, pada tahun ini, dirinya optimistis dapat memperbaiki kinerja perseroan dan memperbesar pangsa pasar yang tanda-tanda perbaikanya telah terlihat di awal tahun 2019.

“Dengan kondusifnya lingkungan usaha, serta penurunan harga bahan bakar dan penguatan nilai mata uang rupiah, kami berencana untuk membuka hub baru di Lombok dan menambah 3 unit pesawat ke dalam armada kami sejalan dengan perluasan operasi ke bagian Timur Indonesia,” jelas dia.

2 dari 2 halaman

Pertamina Turunkan Harga Avtur

PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai jam 00.00 waktu setempat.

Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, Pertamina secara rutin melakukan evaluasi dan penyesuaian harga avtur secara periodik, yaitu sebanyak dua kali dalam sebulan.

Untuk periode 16 Februari 2019, harga avtur mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

“Harga baru avtur ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara,” kata Arya, Di Jakarta, Sabtu (15/2/2019).

Arya mencontohkan, harga avtur (published rate) untuk Bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp .7.960 per liter.

Harga ini lebih rendah sekitar 26 persen dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per tanggal 15 Februari 2019 sekitar Rp 10.769 per liter.

“Penyesuaian harga avtur dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya,” tuturnya.

Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Digital di Asia Tenggara pada 2025

Liputan6.com, Jakarta – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara raksasa pasar digital ekonomi di Asia. Peluang itu bisa dilihat dari sisi jumlah pengguna internet, infrastrukstur telekomunikasi yang mulai merata, serta maraknya kehadiran stratup atau perusahaan rintisan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan P Roeslani, memproyeksikan bahwa pada 2025 Indonesia berpotensi memiliki pasar ekonomi digital hingga mencapai Rp 2.000 triliun. Sementara, untuk pasar Asia pada 2025 mencapai USD 240 miliar atau sekitar Rp 3.480 triliun (kurs Rp 14.500).

“Kalau kita lihat dari angka angka itu Indonesia menjadi leader Asia Tenggara,” kata Rosan dalam acara Kadin Enterpreneurship Forum 2018, di Satoo Garden, Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Rosan mengatakan, untuk mencapai itu, Indonesia perlu memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan dimulai pada 2030 mendatang.

“Tentunya kita harus banyak melakukan banyak hal termasuk bagaimana kita memanfaatakn bonus demografi yang kita sedanag alami sekarang dan akan berakhir pada tahun 2040,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Rosan, para pelaku usaha juga perlu melihat jeli peluang usaha dan konsisten terhadap suatu bisnisnya. Tidak hanya memanfaatkan digital ekonomi, namun juga perlu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendatangkan investasi.

“Dan tentunya yang kita harapkan dan melahirkan digital literasi anak muda pada entepreneurship terutama pada UMKM,” katanya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Konsumen Paling Banyak Keluhkan Produk Ekonomi Digital, Apa Saja?

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan sebagian besar pengaduan masyarakat yang masuk ke pihaknya terkait kerugian di sektor ekonomi digital.

Berdasarkan data Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, tercatat pengaduan yang terkait ekonomi digital menduduki peringkat pertama selama tiga tahun terakhir. Jumlahnya berkisar 16-20 persen dari total komoditas pengaduan yang diterima YLKI. 

“Pengaduan itu berupa transaksi produk e-commerce, dan atau pinjaman online,” kata dia, di Kantornya, Jakarta, Jumat (25/1/2019). 


Hal ini, kata Tulus, karena pengawasan dan regulasi pemerintah terhadap sektor bisnis daring alias ekonomi digital masih lemah. Dia mengatakan, saat ini pelaku pinjaman online yang terdaftar di OJK hanya 72 saja, tetapi di lapangan yang beroperasi mencapai lebih dari 350 pelaku. 

“Kenapa dibiarkan? Padahal mereka adalah ilegal, OJK bisa langsung bersinergi dengan Satgas Waspada Investasi dan Kementerian Kominfo, untuk langsung memblokir pinjaman online yang ilegal tapi masih bergentayangan. Demikian juga dalam hal belanja online, e-commerse,” ungkapnya.

Dia menuturkan, tentu amat berbahaya bila transaksi antara konsumen dengan pedagang berjalan tanpa pengawasan oleh regulator. Sebab potensi pelanggaran hak konsumen sangat besar.

“Terbukti, menurut data 24 persen uang konsumen hilang dalam transaksi tersebut, alias teljebak aksi transaksi penipuan. Belum lagi pengaduan seperti barang yang diterima konsumen rusak, tidak sesuai, atau terlambat dalam pengiriman,” ujar Tulus.

Dari sisi aturan, lanjut dia, harus diakui jika sampai sekarang belanja online belum ditopang dengan regulasi yang memadai. Mulai belum adanya UU Perlindungan Data Pribadi, sampai Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

“Sampai sekarang masih tersimpan di laci Sekretariat Negara. Alias mangkrak! Padahal transaksi e-commerse saat Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), angka pertumbuhannya melompat sampai dua digit. Jika Harbolnas 2012 angkanya hanya mencapai Rp 67,5 miliar; maka pada 2017 melambung menjadi Rp 4,7 triliun,” tegasnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: