Mentan Lepas Ekspor Manggis dan Beri Bantuan untuk 10 Ribu Petani Milenial

Liputan6.com, Sukabumi Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan dalam acara Apresiasi Kementerian Pertanian Terhadap Kinerja Ketahanan Pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/2/2019).

Amran menjelaskan, Indonesia merupakan negara eksportir manggis dan menempati peringkat ke-lima dunia sebagai negara produsen manggis, setelah India, China, Kenya, dan Thailand. Sekitar 25 persen produksi manggis diekspor ke beberapa negara, seperti ke China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, dan Belanda.

Melansir data BPS, volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton atau naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton. Sementara itu, nilai ekspor 2018 mencapai Rp 474 miliar, naik 778 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 54 miliar.

“Ini merupakan peningkatan yang sangat besar. Karena kami membuat akses langsung pasar dari Indonesia ke China, Hongkong, dan berbagai negara tujuan lainnya. Dulu transit dulu ke Malaysia, baru ke negara tujuan eksopor. Itu poin pentingnya. Artinya apa? Kesejahteraan petani meningkatkan karena added value dinikmati petani,” ucap Amran, saat melepas ekspor manggis sebanyak 92 ton yang nilainya mencapai Rp 2,76 miliar.

Menilik data BPS, imbuhnya, hasil kerja keras Kementan dalam mengurus ekspor komoditas pertanian secara keseluruhan dari 2016 hingga 2018 naik 29 persen. Nilai ekspor 2016 sebesar Rp 384,9 triliun, sedangkan pada 2018 angkanya naik menjadi Rp 499,3 triliun.

“Kemudian ada yang menarik jarang terekspor, yakni kurun waktu empat tahun terakhir, Produk Domestik Bruto sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Tahun 2014 sebesar Rp 906,1 Triliun dan di 2018 meningkat menjadi Rp 1.460 triliun, sehingga naik kurang lebih Rp 470 sampai Rp 500 triliun,” kata Amran.

Menurutnya, akumulai kenaikan PDB sektor pertanian 2014 hingga 2018 adalah Rp 1.370 triliun, lebih dari separuh APBN per tahun. Dengan demikian, terjadi kenaikan PDB sektor pertanian yang sangat tajam selama pemerintahan Jokowi-JK.

“Ini kenaikan yang luar baisa, kenaikan yang sangat tajam yang dilakukan pemerintah terhadap petani. Ini yang harus diketahui publik. Jangan dipersepsikan bahwa pertanian itu cuma beras, jagung. Di situ persoalannya. Padahal ada 460 komoditas pertanian,” ujar Amran.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan bahwa pada 2018, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor buah manggis sebanyak 16.271 ton atau senilai Rp 448,127 milyar. Dari jumlah itu, ekspor manggis yang berasal dari kabupaten Sukabumi mencapai 2.211 ton atau senilai Rp 66,327 milyar.

“Kontribusi kabupaten Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama tahun 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok,” ucapnya.

Dalam acara sama, Anggota DPR RI, Dewi Asmara mengakui keberhasilan pembangunan sektor pertanian di pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, dari capaian produksi dan ekspor, kinerja pertanian semakin membaik.

“Kinerja pertanian di Sukabumi pun semakin lama semakin baik. Ini yang harus kita syukuri. Petani Sukabumi pada sejahtera,” kata dia.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, mengaku optimis terhadap ekspor hortikultura, khususnya manggis. Sesuai arahan Amran untuk mendorong ekspor, upaya yang dilakukan adalah mendorong kawasan sentra manggis terbesar, yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Banten untuk meningkatkan kualitas mutu manggis dan registrasi kebun. Bantuan bibit manggis 2019 ada sekitar 211 ribu batang.

“Dan bersama Badan Ketahanan Pangan membina packaging house, sehingga memenuhi standar ekspor. Bibit manggis pun sudah disiapkan dalam jumlah besar,” ujarnya.

Suwandi melanjutkan, pengurusan dokumen ekspor benih hortikultura sudah cepat.

“Ini dokumen ekspor benih hortikultura pun tidak lagi berhari-hari atau berbulan bulan, sangat cepat, hanya 3 jam bila dokumennya clear and clean. Ini terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot ekspor dan investasi,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, Amran juga menyalurkan bantuan kepada petani dan santri milenial berupa bantuan domba untuk 40 kelompok ternak, masing-masing 25 ekor. Juga 4.00 ekor bibit ayam berikut pakan 8 ton, obat-obatan dan vitamin untuk Kelompok Usaha Bersama santri milenial Pondok Pesantren Nurul Huda. Selanjutnya, bibit ayam 567.950 ekor untuk 11.359 rumah tangga miskin (RTM), bantuan berupa mangga, durian dan manggis 500 pohon, aneka benih sayuran dan 150 unit pengemasan untuk pengembangan kawasan fasilitasi pasca panen dan pengolahan, serta benih pala dan kelapa. Diberikan pula bantuan berupa traktor roda dua, cultivator, dan pompa air.

Acara ini dihadiri Anggota DPR RI Dewi Asmara, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, serta lebih dari 10.000 petani dan santri tani milenial.



(*)


Biar Berbeda Pilihan, Tetap Satu Tujuan Makan Durian

Liputan6.com, Brebes – Menonton debat calon presiden memang lebih seru jika bersama-sama. Apalagi, ditemani suguhan makanan yang menarik seperti durian. Inilah yang dilakukan ratusan warga Brebes dengan mengikuti nonton bareng (nobar) sambil menyantap buah durian yang menjadi buruan warga saat sedang musim dalam sebulan belakangan.

Meskipun berbeda dukungan ratusan warga Brebes tetap asyik menonton debat calon presiden putaran kedua, Minggu, 17 Februari 2019 bersama-sama.

Mereka nobar melalui layar lebar di pendapa milik tokoh masyarakat setempat, Agung Widyantoro sembari menikmati durian. Tak tanggung-tanggung, dua mobil bak terbuka atau pikap berisi lebih dari 500 buah durian disiapkan.

Suasana riang, gembira, guyub, dan rukun tampak sepanjang sesi debat berlangsung. Beberapa kali, terlihat antusiasme masyarakat yang hadir menonton berteriak menyebut nama paslon yang mereka dukung.

Meski demikian, suasana nobar debat tetap berjalan kondusif. Setiap paslon saat sedang berbicara menyampaikan jawaban atau pernyataan, para penonton dengan seksama mendengarkan dan melihat penjelasan kedua calon pemimpin negeri lima tahun mendatang tersebut.

Seperti diketahui, debat calon presiden putaran kedua kali ini memiliki tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur.

2 dari 2 halaman

Filosofi Durian

Penyelenggara nobar debat capres, Agung Widyantoro yang juga anggota DPR RI itu, mengatakan, jika nobar debat capres digelar lantaran permintaan dari masyarakat. “Banyak yang menyampaikan kepada saya, agar digelar debat dengan mengundang masing-masing pendukung. Alhamdullilah acara berjalan lancar dan tertib,” ucap Agung Widyantoro.

Menurut dia, saat ini masyarakat Brebes sudah sadar dalam berpolitik. Sehingga nobar debat yang dihadiri pendukung kedua paslon berjalan damai.

“Saya rasa warga Brebes sudah sadar dalam berpolitik. Mereka tidak euforia dukung mendukung tetap ada tapi tidak ada euforia yang berlebih, seperti bersorak sorai baku hantam dan sebagainya. Mereka sama-sama larut dalam manisnya duren. Saya berharap situasi kondusif saat ini tetap terjaga, tentunya dengan dukungan muspida, bupati, kapolres, kajari, dandim, semua rukun menciptakan kehidupan demokrasi yang damai,” ungkapnya.

Dia menjelaskan nobar debat dengan makan durian ini memiliki filosofi yang begitu mendalam.

“Karena makan durian itu butuh perjuangan, buahnya ada di dalam dan kulitnya berduri. Jadi kita harus bekerja keras untuk bisa merasakan manisnya durian. Dan juga makna durian yang lain, harapan masyarakat yang sudah hadir dengan ikhlas, sangat mendukung yang kemarin,” dia memungkasi.


Simak video pilihan berikut ini:

Menembus Medan Sulit Menemukan Fakta Tragis Desa Sikundo Aceh

Liputan6.com, Aceh – Potret buram sebuah desa terisolir di Kabupaten Aceh Barat bernama Sikundo viral di media sosial beberapa hari kemarin. Awak Liputan6.com mencoba menembus medan sulit untuk menemukan sejumlah fakta mengenai desa yang namanya ditabal oleh Cut Nyak Dien itu.

Desa Sikundo sejatinya berada dalam wilayah ekosistem hutan Ulu Masen. Jarak desa yang berada di tengah belantara ini sekitar 80 kilometer dari pusat kabupaten.

Mayoritas mata pencarian warga setempat adalah bertani. Di desa ini, sangat mudah menemukan ikan kerling atau jurung yang menjadi makanan raja-raja pada masanya.

Luas desa yang dihuni 138 Kepala Keluarga ini sekitar 12.000 hektare, dimana sebelumnya, sekitar dua pertiga luas wilayahnya dikuasai perusahaan Hak Penguasaan Hutan (HPH). Awalnya dikuasai PT Woyla, hingga pada 1998 penguasaan berpindah tangan ke PT Raja Garuda Mas.

Izin PT Raja Garuda Mas harusnya berakhir 2014. Namun, akibat eskalasi konflik bersenjata yang kian meningkat di Aceh, perusahaan tersebut berhenti beroperasi pada 2001.

Akses menuju Desa Sikundo cukup sulit dilalui. Medan mulai ekstrem di titik tempuh antara Desa Jambak –yang merupakan desa terakhir kedua di Kecamatan Pante Ceureumen– ke Desa Sikundo.

“Jalan sekitar jam 8 dan sampai di kecamatan sekitar satu jam. Lanjut lagi, dan tiba di Desa Sikundo hampir jam 11,” tutur Koordinator Badan Pekerja Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy S. Putra, kepada Liputan6.com, Kamis malam (14/2/2019).

Medan yang dilalui berupa tanah berkerikil, berlobang, terjal serta terdapat longsor di bahu jalan. Akses akan lebih sulit dilalui jika hujan turun, kebanyakan pengendara terperosok ke dalam lubang berair atau tersangkut dalam tanah liat yang mencengkeram roda kendaraan.

“Tercatat hampir 4-5 titik jalan menuju Sikundo begitu bahaya untuk dilewati atau dilalui oleh warga desa, apalagi dilalui dengan kendaraan roda dua atau empat yang begitu sulit medannya. Ada beberapa bahu jalan yang sudah longsor. Fasilitas Kesehatan atau Faskes juga tidak ada di situ,” sebut Edy.

Warga setempat memang sudah lama menantikan jalan beraspal. Jika akses mudah dilalui, warga tidak akan kesulitan menuju Puskesmas yang berada di pusat kecamatan ketika tiba-tiba ada di antara mereka yang sakit.

“Jadi, pada hari ini, masyarakat Sikundo mengeluh cuma transportasi jalan,” ucap Kepala Desa Sikundo, Jauhari kepada Liputan6.com.

Selain itu, Jembatan gantung penghubung Desa Jambak-Sikundo yang digadang-gadang dibangun pada 2018 lalu dengan anggaran mencapai Rp 1,9 miliar lebih, sejatinya masih dalam proses pengerjaan hingga Februari 2019. Seminggu yang lalu, pengerjaan jembatan gantung masih dilakukan, dengan sistem kebut semalam.

Terdapat satu jembatan tali baja atau sling yang menghubungkan antardusun Durian dengan Sarah Saree. Jarak jembatan ala Indiana Jones ini dengan jembatan gantung tadi sekitar 500 meter.

Dusun Sarah Saree dihuni 12 KK, dan terdapat sebuah sekolah terbengkalai di dalamnya, karena tidak ada orangtua yang berani menyekolahkan anaknya di SDN Sikundo. Warga Desa Sikundo menggunakan jembatan tali baja atau sling sejak 1975.

Keberadaan jembatan sling penghubung antardusun viral setelah seorang fotografer media asing memotret aktivitas warga yang sedang bertaruh dengan maut melewati dua utas tali baja sepanjang 140 meter yang di bawahnya terdapat sungai berarus deras.

Beberapa hari kemudian, sejumlah wartawan meliput ulang. Belakangan, berita mengenai jembatan tali baja atau sling di Desa Sikundo menjadi komsumsi nasional.

Kabar tersebut sampai ke telinga Plt Gubernur Aceh, dan melalui akun twitternya, Nova menyanggah berita jembatan kabel di Desa Sikundo tidak update. Belakangan, Nova menghapus cuitan setelah mendapat sentilan dari netizen.

Jembatan sling menuju SDN Sikundo katanya akan dibangun Pemerintah Kabupaten Aceh Barat pada 2020. Itu kata Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Bukhari.

2 dari 2 halaman

Catatan untuk Pemerintah Kabupaten Aceh Barat

Edy berharap, eksekutif-legislatif di Aceh Barat mau mengalokasikan dana untuk pembangunan di Kabupaten Aceh Barat secara serius. Ini merujuk qanun bahwa dana yang dialokasikan ditujukan untuk membiayai program dan kegiatan pembangunan, terutama pembangun dan pemeliharaan infrastruktur.

“Rancangan Qanun APBK Aceh Barat 2019 masih terdapat kegiatan yang belum sepenuhnya mencerminkan anggaran berbasis kinerja. Tidak jelas sasaran dan cenderung terjadi pemborosan. Seperti, penyediaan belanja perjalanan dinas keluar daerah untuk kegiatan yang tidak relevan,” tukas Edy.

Hingga 12 Februari lalu, warga Sikundo tidak pernah bermimpi jika suatu saat desa mereka dialiri arus listrik. Juli nanti, baru dapat dibayangkan, indahnya melihat sekumpulan titik cahaya yang menghiasi desa itu dari atas perbukitan, lalu, dari kejauhan, samar-samar terdengar tawa dari dalam rumah sebuah keluarga yang sedang menonton televisi.

Manajer PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Area Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Ediwan menyebut, suplai arus listrik akan sampai ke Desa Sikundo semester satu atau bulan Juni 2019. Hingga saat itu, warga mesti bersabar dengan penerangan ala kadarnya, yakni lampu teplok.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Drama Serangan Pasukan Gajah di Negeri Antara Aceh

Liputan6.com, Bener Meriah – Konflik satwa dan manusia kembali terjadi. Kali ini sekawanan gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) menyerang area perkebunan warga Gampong (Desa) Negeri Antara, Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Kawanan gajah liar itu kini masih bertahan di tempat.

“Masih bertahan di Gampong Negeri Antara dan Tim BKSDA Aceh terus melakukan penggiringan dengan membakar mercon,” kata Kepala Conservation Response Unit Daerah Aliran Sungai Peusangan Syahrul Rizal saat dihubungi dari Banda Aceh, Senin (11/2/2019), dilansir Antara.

Syahrul mengatakan kawanan gajah liar itu memasuki Gampong Negeri Antara sejak enam hari yang lalu dan telah merusak belasan hektare kebun warga.

“Keseluruhan ada 32 gajah liar dan sekarang sudah berpencar di tiga titik,” kata Rizal, yang wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Bener Meriah, Gayo Lues, dan Bireuen.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam, menurut dia, berusaha menggiring kawanan gajah liar itu ke Daerah Aliran Sungai Peusangan dan hutan lindung di wilayah itu. Menurut petani di Gampong Negeri Antara, kawanan gajah liar tersebut merusak tanaman durian, pinang, pisang hingga palawija di kebun warga.

Para petani dan warga desa berharap pemerintah serius menangani konflik satwa tersebut melakukan upaya pencegahan supaya kawanan gajah tidak lagi masuk ke permukiman dan merusak kebun warga.

Seorang warga Gampong Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Ismail mengaku, kawanan gajah liar tersebut merusak belasan hektare kebun warga dan belum ada upaya pencengahan dari pemerintah setempat.

“Konflik gajah ini sangat merugikan petani dan kami berharap pemerintah serius menangani konflik gajah,” ucap warga Gampong Negeri Antara. “Konflik gajah sudah berulang kali terjadi dan warga mulai takut ke kebun karena gajah liar itu juga merusak gubuk di kebun.”


Simak juga video pilihan berikut ini:

12 Cara Nyeleneh Orang Hadapi Masalah, Bikin Gagal Paham

Liputan6.com, Jakarta – Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita menemui berbagai masalah atau hambatan dalam menjalani aktivitas, bukan? Oleh sebab itu, orang-orang berusaha mencari cara atau solusi untuk mengatasi hambatan yang mereka hadapi.

Namun cara yang dipilih bisa berbeda-beda, ada yang masuk diakal dan juga tidak. Seperti sejumlah orang ini misalnya, mengatasi masalah dengan cara nyeleneh yang malah bikin kita gak habis pikir.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini potret recehnya orang-orang saat cari solusi untuk mengahadapi masalah. Cara orang-orang ini jangan sampai ditiru kecuali untuk lucu-lucuan saja ya.

1. Bisa menghilangkan gerah ya?

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

2 dari 12 halaman

2. Kedinginan? Ya pakai selimutlah

3 dari 12 halaman

3. Malah bikin rusak ponselnya

4 dari 12 halaman

4. Sebuah tutorial mengupas kulit durian

5 dari 12 halaman

5. Sambil menyelam, minum air

6 dari 12 halaman

6. Berisik banget nih

7 dari 12 halaman

7. Saking kepengen punya ayam

8 dari 12 halaman

8. Cara bikin pisang cepat matang

9 dari 12 halaman

9. Sampai tahun depan juga enggak bakal penuh

10 dari 12 halaman

10. Buang-buang tenaga saat banjir

11 dari 12 halaman

11. Airnya cuma cukup memadamkam api cemburu

12 dari 12 halaman

12. Ketika alat tulismu hilang

Jembatan Kabel di Aceh Viral, Plt Gubernur Malah Berpolemik

Liputan6.com, Aceh Barat – Berita jembatan kabel di sebuah desa Kabupaten Aceh Barat viral beberapa hari ini. Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sempat mengklarifikasi kebenaran berita tersebut di akun twitter-nya.

Nova menulis di akun resminya @niriansyah, bahwa video salah satu stasiun nasional tentang jembatan Sikundo diliput pada 2017. Sementara, jembatan kabel Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat sudah dibangun menjadi jembatan gantung pada 2018.

“Bapak, Ibu, Saudara sekalian, mohon maaf, saya harus mengingatkan, bahwa ini video berita lama. Di lokasi Sikundo sudah dibangun jembatan baru tahun 2018. Terima kasih,” tulis Nova.

Nova mendapat sentilan dari sejumlah pengguna twitter soal cuitannya yang dinilai apriori. Politisi Demokrat ini berjanji akan mengecek ulang kebenaran berita tersebut.

“Bapak dapat informasi dari mana?? Biar lebih akurat sebaiknya turun ke TKP pak,” tulis akun @Ichdarl, yang dijawab Nova, “Baik Ichdarl, saya akan check ulang. Terima kasih”.

Berita jembatan kabel viral sejak fotografer salah satu media asing meliput ke Desa Sikundo pada 2 Februari 2019. Fotografer menjepret sejumlah ibu-ibu dan seorang bocah mengenakan pakaian Sekolah Dasar sedang menyeberang sungai melalui dua utas kabel yang hanya ditopang batang bambu.

Beberapa hari kemudian, sejumlah wartawan lokal dan nasional ramai-ramai meliput ulang. Sejak saat itu, jembatan kabel ini menjadi sorotan nasional.

Kabar tersebut sampai ke telinga Plt Gubernur Aceh. Melalui akun twitternya, Kamis (7/2/2019), Nova menyebut berita jembatan kabel di Desa Sikundo tidak update.

Nova tidak salah. Jembatan kabel di desa terpencil tersebut memang sudah dibangun melalui Anggaran Belanja Pemerintah Aceh 2018, dengan nilai pagu paket lebih dari Rp 1,9 miliar. Namun, jembatan yang dibangun itu, bukan jembatan yang dimaksud, kendati letak kedua jembatan berdekatan.

Kepala Desa Sikundo, Jauhari, kepada Liputan6.com, sebelumnya mengatakan, terdapat dua buah jembatan kabel di desa tersebut. Masing-masing menghubungkan desa dan dusun.

Satu jembatan yang sudah dibangun menjadi jembatan gantung menghubungkan Desa Sikundo dengan Jambak. Sementara itu, yang masih berupa kabel menghubungkan Dusun Durian dengan Sara Sare.

Jembatan yang terakhir disebut satu-satunya akses menuju Sekolah Dasar yang ada di dusun Sara Sare. Selain itu, juga menjadi akses aktivitas warga, karena di dusun itu tinggal 12 Kepala Keluarga.

“Itulah yang menjadi kendala sekolah terbengkalai. Wali murid tidak berani menyekolahkan di situ, karena risikonya besar. Itu SD Negeri Sikundo. Desa Sikundo, memang hanya 2 dusun,” ungkap Jauhari kepada Liputan6.com, Kamis malam (7/2/2019).

Warga Desa Sikundo sudah memanfaatkan kabel sebagai pengganti jembatan sejak 1975. Salah satunya selesai dibangun menjadi jembatan gantung pada 2018.

Jauhari berharap, jembatan yang saat ini masih berupa kabel segera dibangun menjadi jembatan gantung. Warga setempat juga sudah lama memimpikan jalan aspal yang menghubungkan antara Desa Sikundo dengan Jambak.

“Jembatan satu lagi ini, lebih membahayakan, lebih panjang. Jaraknya sekitar 140 meter. Sungainya sama, tapi lebih lebar yang ini. Dan, jalan penghubung desa, ada gunung, becek, bergelombang,” ungkapnya menambahkan.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Jantung Kobra hingga Otak Kera, 8 Makanan Paling Ekstrem di Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Gurih, pedas, manis, asam, asin ataupun perpaduan rasa yang ada pada sebuah makanan akan memuat kita terus dan terus melahapnya hingga kenyang dan puas akan kenikamatannya. 

Kenikmatan adalah suatu hal yang wajib, makan sesuai denga selera kita akan memuaskan. Namun bagaimana dengan bahan makanan yang tidak biasa pada makanan? Masihkah kamu berselera untuk memakannya atau kamu mau mencicipi makanan tersebut.

Dilansir dari EliteReaders.com, berikut adalah delapan makanan ekstrem di dunia :

1. Balut

Tak hanya dianggap lezat, makanan ini juga sangat populer di Filipina bahkan menjadi perhatian dunia. Bagaimana tidak menjadi perhatian, ini adalah makanan dari telur yang hampir menetas atau sebelum menatas telah diambil dan dimasak.

Jika kamu memakan ini, kamu akan merasakan sensasi embrio dalam mulutmu. Penikmat balut ini memiliki beragam tingkah, seperi sangat bisa menikmati, hingga bisa merasakan kenikmatannya namun tidak bisa melihatnya.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

2 dari 8 halaman

2. Tarantula Goreng

Beranikah kamu memakan tarantula goreng, dengan tekstur renyah dari tepung yang membalutnya dapatkan makanan Kamboja ini membuatmu tergiur.

Laba-laba beracun ini adalah suatu kenikmatan bagi waga negara Kamboja, mereka menggemari makanan lokal ini.

3 dari 8 halaman

3. Jantung Kobra

Hewan yang terkenal mematikan ini, dapat dijadikan menu makanan di Vietnam. Bukan dagingnya melainkan jantungnya dimakan bahkan bersamaan dengan darahnya.

4 dari 8 halaman

4. Century Egg

Sebuah telur dengan usia yang jauh melebihi usiamu ini adalah sebuah kelezatan yang dibawa dari negara Cina. Mereka nyebutnya dengan telur berumur ratusan tahun atau ribuan tahun.

5 dari 8 halaman

5. Anggur Ular

Minuman ini dipercaya sebagai obat kuat. Tak tanggung-tanggung, terdapat ular sungguhan di dalamnya.

6 dari 8 halaman

6. Casu Marzu

Siapa yang suka dengan keju? Bagaimana dengan keju busuk dan berbelatung? Apakah kamu masih berselera? Casu marzu adalah keju susu domba yang berasal dari Italia, namun mereka mengonsumsinya dengan keadaan yang telah berbelatung.

7 dari 8 halaman

7. Otak Kera

Ini adalah salah satu makanan ekstrem, di mana bukan otak sapi yang dimakan melainkan otak kera yang dijadikan sebuah bahan makanan. Ini adalah makanan yang berasal dari Tiongkok. Otak ini akan dimasak, namun bagi orang Tiongkok mereka bisa langsung melahap otak kera ini.

8 dari 8 halaman

8. Durian

Buah surga, banyak orang di Indonesia yang menggemarinya. Namun taukah kamu di berbagai belahan dunia, buah ini adalah suatu yang dilarang. Kenapa? Karena harumnya yang sangat menyengat dapat menggangu bahkan membuat orang-orang mual.

Wah sayang sekali ya, mereka tidak bisa merasakan kenikmatan buah berduri ini.


Reporter

Lea Citra Santi Baneza

Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta

‘Rambut Nenek’ Jadi Mesin Uang Hasilkan Ratusan Juta

Jakarta – Kejelian melihat peluang menjadi kunci kesuksesan dari Ryan Angkawijaya dalam mengembangkan bisnisnya. Dia membuktikan usaha yang sudah hampir punah saja seperti arum manis masih bisa dikembangkan dan menjadi mesin uang yang ampuh.

Kepada detikFinance, Ryan mengisahkan perjalanan bisnisnya. Awal mula dia menjalankan bisnis di bidang konveksi. Namun pada 2016 bisnisnya itu bangkrut lantaran kena tipu.

“Kalau dimaterikan kira-kira sampai ratusan juta saat itu. Dan memaksa saya harus menjual semua alat-alat konveksi saya pada saat itu untuk menutupi kerugiannya,” kenangnya.

Kondisi Ryan saat itu benar-benar terpuruk. Bisnis konveksinya hanya menyisakan uang Rp 3 juta. Dia pun hampir putus asa.

Namun ide bisnis bisa datang kapan saja. Suatu ketika Ryan bertemu dengan seorang temannya yang ternyata memiliki bisnis arum manis. Tapi temannya itu mengaku tidak mau lagi melanjutkan bisnisnya dan memilih untuk menjajal bisnis yang lain.

Pertemuan itu mengusik dirinya untuk mengetahui lebih dalam tentang produk yang dulu sering disebut ‘rambut nenek’. Benar saja, menurutnya saat ini memang banyak dari pedagang arum manis yang beralih berjualan panganan yang lebih kekinian seperti cilok, batagor dan jajanan lainnya.

Arum manis yang sudah hampir punah itu justru membuat Ryan penasaran untuk menggelutinya. Namun dia perlu melakukan validasi lebih lanjut sebelum memulai.

Sampai ketika Ryan bertemu dengan teman lamanya semasa sekolah di sebuah pesta pernikahan. Mereka sempat berbincang tentang produk arum manis. Temannya juga mengeluhkan tentang sulitnya menemukan produk arum manis. Akhirnya dia semakin mantap untuk menjajal bisnis tersebut.

'Rambut Nenek' Jadi Mesin Uang Hasilkan Ratusan JutaFoto: Dok. Snazzy Boom

Setelah melakukan riset, akhirnya pada 11 Januari 2017 Ryan resmi berjualan arum manis dengan nama produk Snazzy Boom. Visi dan misinya dia saat itu mempertahankan arum manis dari kepunahan dan membawanya ke pasar internasional.

Awal mula bisnisnya itu tidak semudah yang dia pikirkan. 3 sampai 4 bulan pertama merupakan bulan-bulan terberat baginya.

“Segala strategi dan hasil riset yg saya lakukan mengalami kegagalan. Setiap harinya Snazzy Boom hanya mampu menjual 5-10 pcs saja, bahkan lebih sering tidak laku sama sekali,” ujar Ryan.

Berbagai cara telah dilakukan oleh Ryan, mulai dari berjualan secara langsung di jalanan, masuk ke pasar-pasar, jual di mall sampai ditangkap petugas keamanan. Bahkan sempat ada yamg ketakutan lantaran dituding jualan narkoba.

Ryan akhirnya memutuskan untuk rehat sejenak selama 2 minggu. Di jenjang waktu itu dia dan timnya belajar dari kesalahan dan berpikir untuk melakukan re-branding dari berbagai aspek, mulai dari core value brand, packaging, target market, positioning, brand promise sampai pada channel marketingnya.

Strategi barunya pun berhasil. Snazzy Boom berhasil menjual hingga -lebih dari 1.000 pcs dan merekrut sekitar 300 reseller dalam waktu 1 minggu saja. “Betul-betul hal yang luar biasa bagi saya, karena sebelumnya menjual lebih dari 10 pcs saja setengah mati,” ujarnya.

Sayangnya cobaan kembali datang menghampiri. Pada awal 2018 partner bisnisnya memutuskan untuk keluar saat Snazzy Boom kembali jatuh. Karyawannya juga ikut berhenti sampai hanya menyisakan 1 karyawan yang dianggapnya paling setia dan berjasa dalam bisnisnya.

“Dari situ saya berjanji pada diri saya, akan mengangkat derajat karyawan saya satu ini entah bagaimana pun caranya, saya betul-betul menghargai dia meskipun dia hanyalah seorang lulusan SMP. Dan Alhamdulillah, saat ini sedikit demi sedikit berhasil saya buktikan, akhirnya dia bisa membeli rumah pertamanya di tahun ini,” tuturnya.

'Rambut Nenek' Jadi Mesin Uang Hasilkan Ratusan JutaFoto: Dok. Snazzy Boom

Tidak hanya itu saja, pada Agustus 2018 dia baru tahu bahwa dirinya ditipu oleh admin karyawannya. Penipuan itu sudah berlangsung sejak November 2017. Keadaan itu hampir membuatnya mengibarkan bendera putih. Tapi hati kecilnya terus menyemangatinya bahwa di setiap masalah pasti ada jalan.

“Singkat cerita, setelah kejadian itu saya rombak semua sistem di dalam Snazzy Boom, saya belajar dari masalah sebelumnya. Dari produksinya, dari team penjualannya, saya mulai buatkan sistem yang lebih tertata,” terang Ryan.

Setelah perombakan itu, bisnisnya kembali melejit. Penjualan Snazzy Boom melonjak hingga 3 kali lipat. Hingga saat ini total reseller yang dimiliki Snazzy Boom kurang lebih sekitar 3000 orang dan 30 distributor area dari masing-masing daerah di Indonesia.

Ryan juga mampu membuktikan bahwa bisnis recehan dan hampir punah itu mampu menjadi mesin uang yang ampuh. Omzet dari Snazzy Boom bisa mencapai Rp 250 jutaan per bulan.

Tak hanya itu, Ryan juga mampu berbagi kesuksesan dengan mitra-mitranya. Bahkan ada salah satu mitranya yang mampu menjual 3 ribuan pcs perbulannya.

Setiap mitranya bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 5 ribu per pcs. Saat ini Snazzy Boom ada 7 varian rasa yakni coklat, melon, durian, nanas, gummy, framebozen dan original

Atas keberhasilannya itu, Ryan beberapa kali menyabet penghargaan. Seperti di antaranya Juara 1 Wirausaha Muda Berprestasi tingkat Nasional kategori Industri Pangan dan Kuliner dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia, serta The Most Valuable Challenger dan Pemenang Hibah Modal dari kompetisi Wismilak Diplomat Success Challenge 2018.

“Perjuangan itu seperti arum manis, jika tekun menjalaninya akan terasa manis pada akhirnya,” bunyi quotes Snazzy Boom yang terpampang di kantornya.

'Rambut Nenek' Jadi Mesin Uang Hasilkan Ratusan JutaFoto: Dok. Snazzy Boom

(das/ang)

Top 3: Pengusaha Eka Tjipta Tutup Usia, Ini Pewaris Kerajaan Bisnisnya

Liputan6.com, Jakarta – Pengusaha Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada Sabtu malam 26 Januari 2019 di Jakarta pada usianya yang ke-98. Pria yang memulai bisnisnya di Makassar itu menorehkan sejarah besar di dunia bisnis sebagai pendiri Sinar Mas.

Berdasarkan perhitungan terakhir Forbes di penghujung tahun 2018, Eka Tjipa Widjaja adalah orang terkaya nomor tiga di Indonesia. Hartanya ditaksir mencapai USD 8,6 miliar atau Rp 121,1 triliun. Kekayaannya akan diwariskan ke 15 anak-anaknya berasal dari dua pernikahannya.

Para anak-anak Eka Tjipta Widjaja adalah Teguh, Oei Hong Leong, Franky, Indra, Frankle, Muktar, Jimmy, Fenny, Sukmawati, Ingrid, Nanny, Lanny, Inneke, Chenny, Meilay, dan Jetty. Semuanya membawa nama Widjaja.

Berawal dari bisnis makanan yang Eka Tjipta Widjaja rintis saat remaja, kini Sinar Mas bergerak di berbagai lini dan telah menjadi kerajaan bisnis. Di antaranya agribisnis, ritel, jasa keuangan, real estate, dan banyak lainnya.

Artikel  pengusaha Eka Tjipta meninggal dunia, ini pewaris kerajaan bisnisnya menyita perhatian pembaca di kanal bisnis.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di kanal bisnis? Berikut  tiga artikel terpopuler di kanal bisnis yang dirangkum pada Senin (28/1/2019):

1.Pengusaha Eka Tjipta Meninggal Dunia, Ini Pewaris Kerajaan Bisnisnya

Pengusaha Eka Tjipta Widjaja meningGal dunia pada Sabtu malam 26 Januari 2019 di Jakarta pada usianya yang ke-98. Pria yang memulai bisnisnya di Makassar itu menorehkan sejarah besar di dunia bisnis sebagai pendiri Sinar Mas.

Berdasarkan perhitungan terakhir Forbes di penghujung tahun 2018, Eka Tjipa Widjaja adalah orang terkaya nomor tiga di Indonesia. Hartanya ditaksir mencapai USD 8,6 miliar atau Rp 121,1 triliun. Kekayaannya akan diwariskan ke 15 anak-anaknya berasal dari dua pernikahannya.

Para anak-anak Eka Tjipta Widjaja adalah Teguh, Oei Hong Leong, Franky, Indra, Frankle, Muktar, Jimmy, Fenny, Sukmawati, Ingrid, Nanny, Lanny, Inneke, Chenny, Meilay, dan Jetty. Semuanya membawa nama Widjaja.

Berawal dari bisnis makanan yang Eka Tjipta Widjaja rintis saat remaja, kini Sinar Mas bergerak di berbagai lini dan telah menjadi kerajaan bisnis. Di antaranya agribisnis, ritel, jasa keuangan, real estate, dan banyak lainnya.

Berita selengkapnya baca di sini

2. Arab Saudi Borong Buah dan Sayuran RI Senilai Rp 77 Miliar

Perusahaan Arab Saudi Maula Al Dawilah Trading & Co membeli produk buah dan sayuran Indonesia sebesar USD 5,35 juta atau Rp 77 miliar selama satu tahun. 

“Impor buah dan sayuran khas Indonesia yang dilakukan importir Arab Saudi yaitu Maula Al Dawilah Trading & Co memudahkan masyarakat Indonesia yang tinggal di sana untuk mendapatkan produk-produk tersebut,” ujar Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan, seperti ditulis Minggu 27 Januari 2019.

Produk-produk yang diimpor itu merupakan hasil pertanian dan perkebunan dari Indonesia, antara lain buah naga, durian, pisang, mangga, pepaya, nangka, sirsak, rambutan.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Hanya Lulusan SD, 6 Filosopi Ini Bawa Eka Tjipta Widjaja Jadi Miliarder

Pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja tutup usia di umur 98 tahun pada Sabtu (26/1/2019) pukul 19.43 WIB. Selama masa hidupnya, orang terkaya ketiga Indonesia ini banyak dikenal sebagai konglomerat yang rendah hati serta peduli dengan lingkungan sekitar.

“Beliau itu orangnya sangat humble dan rendah hati, sesuai dengan ideologi beliau. Beliau itu menyebarkan ajaran bahwa orang harus peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, baik itu keluarga dan masyarakat sekeliling,” kata Juru Bicara Sinar Mas Gandi Sulistyanto di Rumah Duka Sentosa, Jakarta, Minggu 27 Januari 2019.

Gandi menyebutkan, ajaran tersebut turut Eka Tjipta Widjaja tuangkan dalam 6 filosofi yang hingga kini dipegang Sinar Mas, antara lain Integritas, Sikap Positif, Berkomitmen, Perbaikan Berkelanjutan, Inovatif, dan Loyal.

Berita selengkapnya baca di sini


Saksikan video pilihan di bawah ini: