Hasil Liga Italia: Juventus Gilas Chievo

JakartaJuventus tanpa kesulitan berarti meraup poin penuh saat menjamu Chievo. Douglas Costa, Emre Can, dan Daniele Rugani membawa Bianconeri menang telak 3-0.

Menjamu Chievo di Allianz Stadium, Selasa (22/1/2019) dinihari WIB, Juventus lebih dulu terancam. Sepakan Riccardo Meggiorini dari sudut sempit mengarah ke gawang Juventus, tapi mampu diantisipasi oleh Mattia Perin.

Juventus membuka keunggulan di menit ke-13, kala tembakan Costa dari luar kotak penalti meluncur ke pojok kanan bawah tanpa bisa dihalau kiper.

Juventus dengan nyaman menguasai pertandingan. Sebuah sundulan dari Daniele Rugani menyambut umpan tendangan bebas Paulo Dybala masih melambung pada menit ke-30.

Empat menit kemudian, Cristiano Ronaldo mendapatkan ruang tembak dan melepaskan tendangan keras ke arah gawang Chievo. Stefano Sorrentino masih sigap menahan laju bola.

Giliran Federico Bernardeschi menguji Sorrentino di menit ke-36. Tembakannya dihalau dengan kaki.

Juventus menggandakan keunggulan tepat sebelum babak pertama berakhir, tepatnya di menit ke-45. Dybala menusuk dan sukses mengolongi Ivan Radovanovic untuk mengoper ke Emre Can.

Can dengan tenang mengarahkan bola ke pojok kanan bawah gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Juventus.

Juventus langsung menekan di awal babak kedua dan mendapatkan peluang. Umpan silang Costa dari kanan disambar sundulan Alex Sandro di depan gawang di tiang jauh. Sorrentino tampil gemilang menepis bola.

Juventus mendapatkan penalti di menit ke-51, setelah tendangan Costa mengenai tangan Mattia Bani. Ronaldo maju sebagai eksekutor dan mengarahkan bola ke pojok kanan, yang terbaca dan ditepis Sorrentino. Skor tak berubah.

Meggiorini membuang kesempatan kala tak terkawal menyambut umpan Emmanuele Giaccherini di menit ke-68. Tandukannya tepat mengarah ke Perin.

Dua menit kemudian, sepakan jarak jauh Luca Rossettini ditepis Perin.

Juventus merespons dengan percobaan dari Bernardeschi pada menit ke-80. Sorrentino menggagalkannya masuk ke gawang. Tapi empat menit kemudian, gol tercipta.

Bernardeschi mengangkat bola dari situasi tendangan bebas di sisi kiri. Rugani yang tak terkawal dengan baik oleh Chievo dengan mudah menyundulnya ke dalam gawang.

Sampai pertandingan berakhir, tak ada gol lain tercipta. Juventus memetik tiga poin dengan kemenangan 3-0.

Hasil ini menjaga keunggulan Juventus di puncak klasemen Serie A. Mengoleksi 56 poin dari 20 pekan, tim besutan Massimiliano Allegri ini unggul sembilan poin dari Napoli di posisi dua.

Sementara Chievo belum beranjak dari dasar klasemen. Mereka baru mengumpulkan delapan poin sejauh ini.

Susunan pemain:

Juventus: Perin; De Sciglio, Rugani, Chiellini, Alex Sandro (Kean 89); Bernardeschi (Spinazzola 86), Emre Can, Matuidi, Douglas Costa (Bentancur 75); Dybala, Cristiano Ronaldo

Chievo: Sorrentino; Tomovic, Bani, Rossettini, Depaoli (Jaroszynski 66); Kiyine, Radovanovic, Hetemaj (Vignato 61), Kiyine; Giaccherini; Meggiorini, Pellissier (Stepinski 64)
(raw/cas)


Neymar: PSG Vs Man United Laga Besar untuk Pencinta Sepakbola

ParisParis Saint-Germain akan menghadapi Manchester United di babak 16 besar Liga Champions. Neymar melabelinya sebagai laga besar.

Duel PSG dengan Man United akan berlangsung pada 13 Februari 2019 dan 7 Maret. Les Parisiens akan melawat ke Old Trafford lebih dulu.

Neymar antusias untuk menyambut melawan raksasa dari Liga Inggris itu.

“Kami menjelang pertandingan besar (melawan Manchester Unitd). Itu akan menjadi laga besar untuk para pencinta sepakbola, dan kami senang bisa menghadapi tim hebat,” kata Neymar di Canal+ yang dilansir oleh Mirror.

PSG mempunyai skuat yang mumpuni. Di lini depan, Neymar ditemani oleh Kylian Mbappe dan Edinson Cavani. Pada pos lainnya ada pemain seperti Angel Di Maria, Thiago Silva, belum lagi Gianluigi Buffon di bawah mistar.

Oleh karena itu, Neymar yakin bisa mewujudkan ambisi untuk memenangi Si Kuping Besar.

“Kami memenangi segalanya. Liga Champions merupakan impian semua pesepakbola,” kata Neymar.

“Kami sadar itu sulit, tapi tim kami bisa mewujudkannya. Kami mempunyai pemain dengan kualitas sangat tinggi. Kami bisa meraih target tinggi. Kami ada di jalur yang tepat,” dia menambahkan.

(cas/raw)


Derita Angela Skolastika Bocah Penderita Hidrosefalus di Kupang

Liputan6.com, Kupang- Perempuan cilik usia 8 tahun itu duduk pada sebuah kursi plastik berwarna hijau, bersandar dialasi sebuah bantal di belakangnya. Diapit ibu dan beberapa keluarga lainnya, dia sesekali tertawa dan mengulum jemarinya.

Dialah Angela Tekla Skolastika Mene (8) warga RT 15 RW 04, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT. Ia menderita Hidrosefalus sejak usia setahun lebih. Berbeda dengan bocah seusianya, Angela hanya bisa mendekam saja dalam rumahnya.

Angela berusaha duduk dengan posisi normal. Namun apa daya, harapan dan usaha itu tak jua berhasil. Derita Hidrosefalus membuat ukuran kepalanya membesar dan susah bergerak, bahkan hanya untuk makan pun dia masih disuapi.

Kini, posisi duduknya seperti setengah berbaring dengan sebuah bantal di belakangnya, sementara tatapannya pun tak bisa tenang, dan terlihat kosong.

Mengenakan baju ‘You Can See’ berwarna biru pudar dipadu celana pendek berwarna putih yang juga pudar, Angela hanya bisa sesekali tertawa dan menirukan ucapan dari orang-orang sekelilingnya.

Penyakit yang diderita hampir tujuh tahun itu membuatnya tak bisa berjalan, tak sanggup menyuapi dirinya sendiri, dan tak mampu berbicara lancar layaknya anak-anak seusianya.

Kondisi Angela ini tidak bisa dibilang baik-baik saja. Karena penyakit ini, maka niatnya untuk bersembahyang di gereja pun tak bisa terwujudkan.

“Kami berharap Bapak Gubernur bisa bantu Angela. Bisa belikan kursi roda untuknya. Supaya bisa ke gereja,” kata ibunya, Eriyana Abuk Bere (31) kepada Liputan6.com, Senin (21/1/2019).

Sebagaimana terlihat, cara duduk Angela yang tidak sempurna itu lantaran kaki dan tangannya yang kurus dan kaku.

Jika anak-anak seusianya dengan luwes menggerakkan tangannya tanpa ada hambatan berarti, maka hal itu tidak berlaku untuk Angela. Tangannya sedikit bengkok, begitupun kakinya, dan dia tidak bisa melipat persendiannya dengan luwes.

Untuk keseluruhan penampilannya, dari kaki, tangan, dada, hingga kepalanya, ada satu ciri yang mencolok yakni kepalanya tumbuh dan berkembang hingga terlihat lebih besar dari kepala anak-anak seusianya.

Dengan tatapan kosong, ibunya, Eriyana, mengisahkan awal mula anaknya terkena penyakit Hidrosefalus. Ia menuturkan pernah terjadi benturan keras pada kepala anaknya itu. Dari caranya berbicara, juga tatapannya, seolah ada kejadian yang membuatnya sedih dan merasa bersalah.

“Awalnya terjadi benturan agak keras di kepalanya. Habis itu dia kejang-kejang. Dan mulai sakit pelan-pelan,” ujar Eriyana sambil menangis.

2 dari 2 halaman

Benturan Keras

Perempuan usia 31 tahun itu mengaku, penyakit anaknya itu tidak dibawa sejak lahir. Angela masih tumbuh normal selama setahun lebih, sampai terjadi musibah yang menyedihkan itu.

“Setelah itu, dia mulai panas tinggi. Dan cairan pada kepalanya mulai banyak,” tuturnya.

Mengenai cairan pada kepala Angela, Eriyana mengatakan pada awalnya memang terasa lembek jika disentuh. Cairan itu membuat kepalanya terlihat membesar, menenggelamkan bola mata Angela sehingga terlihat mencekung. Dengan bertambahnya usia, cairan pada kepalanya mulai berkurang, namun kini malah mengeras.

Sambil memijit-mijit kepala anaknya, Eriyana mengatakan kondisi ini membuat mereka bimbang jika harus melakukan operasi. “Kalau dulu, karena cairan masih banyak, agak lembek kalau kita sentuh. Sekarang cairan sudah berkurang. Dan mengeras. Karena itu kami masih bimbang ketika ada orang datang dan tawarkan operasi,” ungkapnya.

Sebagai seorang ibu, sebagaimana pula orangtua-orangtua lainnya, Eriyana dan keluarga lainnya tak tinggal diam melihat kondisi Angela.

“Kami kontrol ke rumah sakit. Rawat jalan, kalau rawat inap tidak. Tapi katanya harus rujuk ke rumah sakit di Jakarta,” terangnya.

Usulan rujukan ini membuat Eriyana patah semangat. Ditambah lagi informasi simpang-siur yang mereka dapat dari orang-orang sekeliling.

“Kalau dulu sudah mau operasi. Tapi katanya tiap tahun harus ganti selang. Itu yang jadi kendala. Tiap tahun kita ganti selang uang dari mana? Kalau pakai selang, katanya lebih sengsara,” kata Eriyana.

Kini mereka pasrah mengharapkan mujizat dari Tuhan. Seiring waktu, simpati dan kunjungan dari pihak-pihak lain pun mulai berdatangan.

“Kami dapat kunjungan dari Dinas Sosial dan suster-suster. Baru-baru ini ada kunjungan juga dari JPKP NTT,” katanya.

Kunjungan bakti kasih ini merupakan sebuah aksi sosial yang dilaksanakan oleh jaringan untuk memberi dan membangun empati serta rasa solidaritas dalam mendukung upaya penyembuhan bocah penderita Hidrosefalus ini.

“Mereka datang, tanya mau operasi atau tidak. Tapi masih konsultasi, karena kami harus siapakan Kartu Keluarga dan kartu BPJS. Kalau mau operasi katanya di RS Siloam. Tapi mereka juga masih tanya dokter,” ujarnya.

Sampai saat ini, mereka masih mengharapkan dukungan dari orang-orang, supaya Angela bisa terbebas dari penyakit ini.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Di Balik Kontroversi Kampanye Budaya Beberes Restoran Cepat Saji

Liputan6.com, Jakarta – Kampanye budaya beberes sendiri yang dicanangkan KFC Indonesia belum lama ini ramai dibahas di media sosial. Sementara sebagian orang mendukung gagasan tersebut, sisanya tak segan mencibir dengan kata-kata cukup pedas.

Menanggapi kontroversi tersebut, Hendra Yuniarto GM Marketing PT. Fast Food Indonesia menjelaskan, kendati baru riuh belakangan, kampanye Budaya Beberes sebenarnya dimulai sejak Februari 2018.

“Sama seperti kampanye #NoStrawMovement yang lebih dulu berjalan di seluruh store KFC, kampanye #BudayaBeberes merupakan wujud kepedulian KFC Indonesia terhadap kelestarian lingkungan dengan cara mengajak konsumen peduli pentingnya upaya pemilahan sampah,” terangnya lewat pesan singkat pada Liputan6.comSenin, 21 November 2019.

Ia menyatakan, kampanye ini bermaksud mengajak dan mengedukasi konsumen akan pentingnya pemilahan sampah, yakni membereskan sendiri setelah bersantap, juga sama-sama membangun kesadaran bahwa setelah mereka selesai makan, konsumen lain yang akan duduk di tempat tersebut.

Hendra menambahkan, tata cara makan di restoran cepat saji sebenarnya konsumen bisa memesan langsung di counter kasir, membayar, dan mengambil pesanannya. Setelah itu, konsumen bisa bersantap langsung di areal ruang makan.

“Kami berterima kasih apabila setelah bersantap, konsumen dapat membereskan sendiri sisa makanan dan minumannya demi kenyamanan bersama,” ujarnya.

“Adanya kampanye #BudayaBeberes ini merupakan ajakan yang diharapkan mampu membangun kesadaran akan pentingnya pemilahan sampah untuk menjaga kelestarian lingkungan, juga agar konsumen mampu mengaplikasikannya sendiri di rumah,” tambah Hendra.

Kendati demikian, ditegaskan sebenarnya tak ada aturan tertulis mengenai budaya beberes setelah makan. “Tapi, sebenarnya budaya restoran fast food adalah self-service, dan KFC di sini posisinya mengajak konsumen untuk memilah sampah bagi kelestarian lingkungan,” tutur Retno, PR KFC Indonesia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Banggakan Jokowi, Ma’ruf: Tak Ada Presiden Bisa Bangun Tol Trans Jawa

Jakarta – Cawapres KH Ma’ruf Amin menyebut presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah banyak bekerja untuk membangun bangsa. Apalagi, capres petahana tersebut sudah membangun infrastruktur seperti jalan tol.

“Saya mau diajak beliau karena beliau sudah banyak berbuat, akan banyak berbuat untuk kepentingan bangsa dan negara. Beliau sudah banyak bangun prasarana dan sarana, membangun jalan tol dari Merak Banten sampai Pasuruan nyambung,” ujar Ma’ruf Amin dalam sambutan di acara Ngawi Bersholawat di Alun-alun Ngawi, Jawa Timur, Senin (21/1/2019).

Acara ini dihadiri ribuan peserta Mafia Sholawat yang dipimpin KH Ali Sodikin atau Gus Ali Gondrong. Hadir pula Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan para kiai.
Atas pembangunan tersebut, menurut Ma’ruf, tidak ada presiden yang bisa membangun Trans Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Namun mantan Rais Aam PBNU itu merasa heran pembangunan itu disebut sejumlah pihak tidak ada.

“Tidak ada presiden yang bisa bangun Trans Jawa, Trans Sumatera, Trans Kalimantan, Trans Sulawesi sampai Trans Papua yang dulu tidak pernah disentuh. Tapi ada yang bilang itu nggak ada,” kata dia.

Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla memang mencanangkan pembangunan infrastruktur. Dalam 5 tahun, pemerintah menargetkan jalan tol di Indonesia bertambah setidaknya 1.000 km.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR yang dirangkum detikcom pada akhir 2018, total panjang jalan tol yang sudah dioperasikan pada periode Oktober 2014-Oktober 2018 mencapai 423,17 km.

Kembali kepada Ma’ruf, Ketum MUI tersebut merasa heran terhadap pihak yang tidak mengakui ada pembangunan jalan tol tersebut. Pihak yang tidak mengakui disebut Ma’ruf sedang tertidur.

“Tapi ada yang bilang, itu nggak ada. Sudah jelas kayak begitu, berarti ente tidur. Bangun, jangan tidur supaya bisa melihat prestasi yang dilakukan Pak Jokowi,” tuturnya.
(fai/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Periksa 20 Napi Terkait Kebakaran Lapas Biaro Sumbar

Padang – Polisi memeriksa 20 orang narapidana terkait kebakaran yang terjadi di Lapas Kelas II Bukittinggi di Biaro, Kabuoaten Agam Sumatera Barat. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu penyebab peristiwa tersebut.

“Kita belum bisa masuk ke dalam, karena menunggu tim identifikasi dulu. Tapi kita sementara saksi-saksi dari narapidana 15 orang dari kamar yang 4 dan kamar 3 sebanyak 5 orang sudah kita tanya satu-satu,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Arly Jembar Jumhana kepada wartawan saat meninjau lokasi kebakaran, Senin (21/1/2019).

Menurut Arly, pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk mengetahui kronologi kejadian dan asal muasal api. Selanjutnya tim identifikasi akan melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Itu sebelum nanti identifikasi bergerak masuk, sampai saat ini kita belum boleh masuk untuk identifikasi. Karena masih banyak barang, kita menunggu,” katanya.
Lapas Kelas II Bukittinggi di Biaro Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terbakar Senin (21/1/2019) siang. Dugaan sementara, kobaran api terjadi akibat arus pendek di salah satu ruang tahanan, yakni di Blok D, yang sebagian besar diisi Narapidana kasus Narkoba.

Kebakaran menghanguskan empat dari delapan ruang tahanan. Pihak Lapas memastikan tidak ada napi yang menjadi korban kebakaran dan tidak satu pun napi yang melarikan diri.
(knv/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sinopsis Sinetron SCTV Orang Ketiga Episode Senin 21 Januari 2019: Yuni Amnesia?

Liputan6.com, Jakarta Episode Orang Ketiga malam ini menyajikan babak baru dalam kehidupan rumah tangga Rangga dan Afifah. Diceritakan mereka sedang berduaan di rumah sakit. Rangga suapi Afiah makan. Rangga sambil dengarkan rekaman dua detak jantung. Rangga masih nggak percaya Allah masih begitu baik pada mereka.

Afifah peluk Rangga dan minta maaf, dia kemarin nggak nurut sama suaminya itu. Rangga padahal sudah larang dia berangkat. Afifah janji akan jadi istri yang lebih mendengarkan kata kata suaminya. Rangga bilang nggak apa-apa. Afifah lakukan itu justru karena Afifah punya hati yang sangat baik dan tulus dan ingin membantu orang orang.

Masih di episode Orang Ketiga, Putra sedang jaga Yuni. Dan, Yuni tampak gerakkan  tangan dan kepalanya dalam keadaan nggak sadar. Detak jantung Yuni jadi nggak karuan. Putra kaget dan panik. Panggil dokter. Dokter dan perawat masuk dan minta Putra keluar dulu. Putra di luar cemas banget. Yuni akhirnya sadar. Dokter dan perawat lega banget.

Apa selanjutnya di Orang Ketiga?

2 dari 2 halaman

Kondisi Yuni

Aris dan Rossy masih di kantor. Saat Putra telepon Aris. Putra bilang Yuni udah sadar. Apa Aris bisa ke rumah sakit? Aris kaget dan bingung. Putra bilang dia akan jelaskan di sana. Aris dan Rossy akhirnya bergegas ke sana. Putra masih nunggu dengan cemas di koridor ruang tunggu.

Aris dan rossy datang. Putra jelasin kondisi Yuni. Jreng! Aris dan Rossy kaget. Putra minta Aris masuk. Karena dokter bilang penting untuk menghadirkan orang dari masa lalu Yuni untuk tahu di mana ingatan Yuni berhenti. Deg! Aris serba salah. 

Kisah Diaspora Indonesia Sukses Berbisnis Bumbu Rendang di Amerika Serikat

Jakarta – Dari coba-coba jadi serius, kalimat itu tepat menggambarkan usaha bisnis bumbu rendang di Amerika Serikat yang dijalankan Asnur Bahar, seorang diaspora Indonesia yang kelahiran Padang. Di samping kesibukannya bekerja di perusahaan minyak, ia menjalankan bisnis bumbu kemasan bernama Rendang and Co di Houston, AS.

Dilansir Antara, Asnur mengatakan pertama kali berbisnis diawali tak sengaja. Sebagai pekerja di perusahaan minyak Schlumberger, ia sering berkeliling dunia sebagai konsultan maupun pengajar, termasuk bolak-balik ke Jakarta dalam setahun.

Istrinya yang asal Semarang memberi ide agar saat mampir ke Jakarta, ia membawa serta bumbu masakan Padang dari Indonesia untuk dipasarkan ke AS. Saat itu, ia bertemu dengan temannya asal Palembang yang memasok bumbu-bumbu tersebut ke Restoran Pagi Sore.

Dari temannya itulah, Asnur memesan bumbu instan dalam jumlah kecil terlebih dulu. Tak disangka, pesanan makin membludak. Kini, rata-rata mencapai 130 kg bumbu masakan Padang dengan berbagai rasa yang dipesan setiap kali bolak-balik dari AS ke Jakarta.

Asnur dan istri lalu menjual bumbu berkemasan Rendang and Co secara online di AS. Ia juga berpromosi ke berbagai acara, terutama dalam kegiatan KJRI Houston.

Acara seperti itu rutin diselenggarakan Konjen RI setempat untuk mempromosikan produk Indonesia sekaligus memacu semangat kewirausahaan pada diaspora Indonesia di 12 States, wilayah kerja Konjen.

Rendang and Co tak hanya menjual bumbu rendang, tetapi juga sejumlah masakan Padang lainnya. Di antaranya adalah bumbu asam padeh, ayam gulai, ayam goreng, gulai ikan kuning, dan lontong anam. Dari laman rendangandco, harga satu kemasan bumbu dijual antara 5 hingga 7 dolar AS.

2 dari 2 halaman

Berkembang Jadi Restoran

Bisnis bumbu Rendang Asnur terus berkembang. Ia kini berencana membuka warung Padang “Rendang and Co” di Tulsa, Oklahoma.

“Awalnya saya hanya berjualan online bumbu masakan Padang saja, sekarang ingin menjajal buka warung Padang,” kata pria yang lulus dari Petroleum Engineering dari University of Tulsa (UOT) di Oklahoma State itu.

Asnur pun berencana mulai 1 Februari 2019 ini, bersama sang istri membuka restoran Indonesia dengan nama Rendang and Co di Tulsa, Oklahoma.

“Kami bukan hanya menjual Rendang yang sudah terkenal di seluruh dunia, tapi juga makanan Indonesia lain,” katanya.

Asnur Bahar membagikan kisah sukses merintis wirausaha di negeri orang pada acara kumpul-kumpul Diaspora Indonesia kepada yang berminat mengembangkan bisnis sebagai UKM untuk menjual produk Indonesia di KJRI Houston pada 18 Januari 2019.

Konjen Nana Yuliana pada kesempatan yang sama juga mengundang tiga pengusaha yang punya 10 bisnis, pejabat Port of Houston dan FDA (Food & Drug Adninistration) yang salah satunya untuk mempresentasikan tentang bagaimana berbisnis di Houston.

Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM Hermawan Kartajaya yang juga hadir dalam acara itu menyambut baik semangat kewirausahaan diaspora Indonesia sekaligus memberikan tips agar sukses berwirausaha. Hermawan yang juga pakar marketing itu berpesan kepada diaspora Indonesia agar pantang menyerah dan tetap mempromosikan Indonesia dengan brand-brand yang menarik.

Selain Asnur Bahar, diaspora Indonesia yang juga berbisnis di usaha kuliner yakni Fifi Manan bersama suaminya Robert Manan yang juga akan membuka Restoran WIND, singkatan Wonderful Indonesia di Atlanta, Giorgia.

Berformat Fine Dining, WIND akan melibatkan Chef Yono yang namanya sangat populer dan juga mempunyai usaha kuliner di Albany, New York. Bahkan, rencananya Dubes Indonesia untuk AS Budi Bowo Leksono dari Washington DC dan Konjen Nana Yuliana akan meresmikan rumah makan tersebut.

“Jadi marilah kita jadikan 1 Februari sebagai Hari Kebangkitan Kuliner Indonesia di Amerika,” kata Nana.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Persiapan Indonesia Masters 2019, Pemain Indonesia Jajal Istora

Jakarta – Menjelang Indonesia Masters 2019, tim bulu tangkis Indonesia menggelar persiapan dengan menjajal Istora Senayan, yang akan jadi venue ajang tersebut, Senin (21/1/2019). Mereka berlatih selama dua jam, dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. 

Para pemain menjajal empat lapangan pertandingan yang akan digunakan di ajang Indonesia Masters 2019. Turnamen berlabel Super 500 itu ini akan diselenggarakan pada 22-27 Januari 2019.

“Kalau begini kondisinya, menurut saya anginnya tidak terlalu kencang. Tiap lapangan kondisi anginnya berbeda-beda. Di lapangan satu dan lapangan empat anginnya lebih kencang. Kondisi pencahayaan juga beda-beda di tiap sisi lapangan, ada yang agak silau, tapi tidak terlalu jadi masalah,” jelas Melati Daeva Oktavianti, pemain ganda campuran yang berpasangan dengan Praveen Jordan, melalui rilis dari PBSI. 

Praveen/Melati akan berjibaku melawan ganda China di babak pertama Indonesia Masters 2019 yaitu He jiting/Du Yue. Jika lolos, Praveen/Melati kemungkinan akan ditantang unggulan pertama, juga dari China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Namun Siwei/Yaqiong terlebih dulu harus menghadapi rekan senegara, Ou Xuanyi/Liu Xuanxuan.

“Memang hasil undian kami agak kurang menguntungkan. Di babak pertama ketemu He/Du, kalau menang ketemu unggulan pertama, tapi kami mau menjalani satu-satu dulu. Kami pernah menang atas He/Du, tapi itu tidak mudah,” ujar Melati.

2 dari 2 halaman

Bukan Beban

Namun, menurut Melati, hal itu tidak mereka jadikan beban. “Lawan tidak bisa dianggap remeh. He pukulanya kencang, pertahanannya kuat. Namun mereka masih membuat kesalahan-kesalahan sendiri, beda dengan Zheng/Huang yang sudah lebih matang dan rapi permainannya,” tutur Melati yang dijumpai di Istora.

“Main sebagai tuan rumah pasti lebih semangat tapi sekaligus lebih tegang,” tambah Melati.

Selain Praveen/Melati, pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menjalani latihan di Istora. Turnamen ini menjadi turnamen resmi terakhir yang akan diikuti pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut. 

Sumber: Bola.com

Timnas Indonesia U-22 Terus Mantapkan Filosofi Permainan

Liputan6.com, Jakarta – Timnas Indonesia U-22 masih perlu memantapkan pemahaman mengenai filosofi bermain yang diinginkan sang pelatih Indra Sjafri. Hal itu terus dilakukan memasuki pekan ketiga atau menyisakan kurang lebih satu bulan lagi jelang Piala AFF U-22 2019.

Memasuki pekan ketiga pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22, tampak 35 pemain yang mendapatkan panggilan berlatih dengan penuh semangat di bawah asuhan Nova Arianto, yang merupakan asisten pelatih. Indra Sjafri saat ini sedang mengambil materi modul kelima lisensi kepelatihan Pro AFC hingga 25 Januari 2019 di Spanyol.

Setelah dua pekan menjalani latihan, saat ini Timnas Indonesia U-22 memasuki persiapan umum untuk bertanding di Piala AFF U-22 2019 yang akan dimulai pada 17 Februari 2019.

Namun, Nova Arianto mengakui masih ada yang sedang dikejar oleh tim pelatih agar pemain benar-benar siap tampil di turnamen yang sebenarnya.

“Pemahaman pemain mengenai filosofi bermain yang diinginkan oleh coach Indra, itu yang saya pikir masih belum benar-benar bisa diterapkan. Jadi, itu yang menjadi fokus kami berlatih,” ujar Nova Arianto seusai sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Senin (21/1/2019).

“Sebelum coach Indra datang, kami akan membentuk fisik pemain terlebih dulu. Jadi setelah itu kami bisa masuk ke taktik sehingga permainan yang sesuai dengan filosofi coach Indra bisa semakin dipahami oleh pemain,” lanjut mantan bek Timnas Indonesia itu.

Timnas Indonesia U-22 dalam persiapan menuju Piala AFF U-22 2019 yang digelar di Kamboja pada 17 Februari hingga 2 Maret 2019. Setelah itu, tim asuhan Indra Sjafri itu akan langsung melakukan persiapan untuk tampil di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020 yang digelar di Vietnam pada 22 hingga 26 Maret 2019.

Sumber: Bola.com