Patrich Wanggai Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan

Jakarta – Pemain Kalteng Putra Patrich Wanggai dilaporkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta atas dugaan penganiayaan. Itu setelah dia terlibat keributan di sebuah bar.

“Kami melaporkan Patrich Wanggai atas dugaan penganiayaan pada 11 April 2019,” kata kuasa hukum korban, Alam Dikorama, Sabtu (20/4/2019).

Alam menjelaskan, kliennya bernama Lalu Dhimas Ajie Dwiatmaja (32), warga Kota Yogya, menjadi korban penganiayaan oleh Patrich. Padahal saat itu kliennya hendak melerai rekannya dan Patrich yang terlibat ribut-ribut.

Insiden terjadi di depan sebuah bar di kawasan Demangan, Depok pada Kamis (11/4) sekitar pukul 03.00. Akibatnya, Dhimas mengalami luka di bagian wajahnya hingga harus dilarikan ke RS Bethesda dan dirawat selama tiga hari.

“Korban padahal tidak tahu apa-apa, hanya berusaha melerai keributan antara temannya dan Patrich. Tapi dia malah dipukul wajahnya hingga sempat pingsan, kemudian Patrich kabur,” jelas Alam.

Setelah itu Patrich sempat mendatangi rumah sakit dan meminta maaf kepada korban. Patrich juga menyampaikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

“Jika ingin damai ya silakan saja, tapi laporan sudah masuk ke kepolisian. Kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” imbuh Alam.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto membenarkan adanya laporan terhadap Patrich Wanggai. Saat ini laporan tersebut masih dilakukan pendalaman.

“Benar, laporan sudah masuk. Saat ini masih didalami anggota (Direktorat) Krimum,” jelasnya.

Patrich saat ini di Yogya dalam rangka mengikuti training camp Kalteng Putra untuk menyambut Liga 1 2019.

Patrich Wanggai Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan PenganiayaanFoto: Ristu Hanafi/detikSport

(raw/raw)

Bawaslu Temukan Dugaan Pelanggaran Terbanyak pada Surat Suara Tertukar

Secara terpisah Ketua KPU Arief Budiman, menyampaikan perkembangan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Rabu kemarin. Berdasarkan laporan dari daerah, sebanyak 2.249 TPS tidak melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada Rabu.

“Jumlah TPS yang tidak dapat melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara pada tanggal 17 April 2019 adalah 2.249 dari total keseluruhan jumlah TPS yang dibentuk oleh kPU 810.193,” ujar Arief Budiman di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis dini hari.

Menurut Arief, jumlah tersebut hanya 0,28 persen dari jumlah total TPS di seluruh Indonesia. TPS-TPS tersebut tersebar di 18 kabupaten/kota. Arief mengakui tidak menutup kemungkinan jumlah TPS yang tidak melaksanakan pemungutan suara bertambah.

“Saya perlu ditegaskan laporan tadi sampai dengan Pukul 23.00 WIB Rabu malam,  jadi laporan ini bisa saja terus berkembang, bisa saja dikoreksi, apakah mungkin ada laporan yang kurang tepat, nanti kalau ada koreksi kita sampaikan lagi,” jelas dia.

Penyebab pemungutan dan penghitungan suara di TPS-tersebut tidak dilaksanakan karena keterlambatan distribusi logistik sehingga pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

“Kemudian, ada yang karena bencana alam misalnya banjir jadi di Kota Jambi sehingga pemungutan suara tidak dapat dilaksanakan,” pungkas dia.

Adapun TPS yang tidak ikut melaksanakan pemungutan suara pada 17 April: 

Kota Jayapura: 702 TPS

Kabupaten Jayapura:  1  TPS

Kabupaten Keerom: 6 TPS

Kabupaten waropen: 11 TPS

Kabupaten Intan Jaya: 288 TPS

Kabupaten Tolikara: 24 TPS

Kabupaten Pegunungan Bintang :1 TPS Yahukimo: 155 TPS

Jayawijaya: 3 TPS

Nias Selatan: 113 TPS

Kutai Barat: 20 TPS

Banggai: 391 TPS

Jambi: 24 TPS

Kabupaten Bintan: 2 TPS

Kabupaten Banyuasin: 445 TPS

Kabupaten mahakam Ulu: 4 TPS

Kutai Kartanegara: 8 TPS

Berau: 11 TPS

Total: 2249 TPS.

Reporter: Yunita Amalia

Bawaslu Selidiki Dugaan Kecurangan di 15 TPS di Sumbar

Padang – Bawaslu Sumbar menemukan indikasi pelanggaran saat pencoblosan Pemilu 2019 di 15 TPS. Jika terbukti, maka Bawaslu akan merekomendasikan pencoblosan ulang pada 15 TPS tersebut.

“Kita sedang mendalami temuan ini. Indikasinya ada. Kalau terbukti kita rekomendasikan pemungutan suara ulang pada 15 TPS tersebut,” kata Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efrimen, di Padang, yang dikutip dari Antara, Kamis (18/4/2019).

Temuan pelanggaran di 15 TPS itu tersebar pada lima kabupaten/kota di antaranya Solok Selatan, Pasaman, Bukittinggi, Sijunjung, Lima Puluh Kota.

Indikasi pelanggaran itu sebagian besar adalah adanya warga luar Sumbar yang mencoblos di TPS padahal tidak terdaftar dalam DPT, DPTb atau memiliki surat pindah memilih (A5). Ia menyebut memang ada mekanisme bagi yang memiliki KTP elektronik untuk memilih meski tidak masuk dalam daftar, tetapi syaratnya adalah mencoblos di TPS sesuai alamatnya.

“Mereka masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) tetapi ada syarat yang harus dipenuhi. Temuan kita, syarat itu tidak terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris KPU Sumbar, Firman mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima rekomendasi apapun dari Bawaslu.

“Jika nanti rekomendasi itu diberikan, KPU akan memproses sesuai dengan aturan,” kata Firman.
(rvk/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polri Tunggu PDRM Soal Penyelidikan Dugaan Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Sebelumnya, beredar luas video berdurasi singkat yang menampilkan masyarakat setempat menggerebek sebuah ruko kosong yang disebutkan berada di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia.

Di dalam ruko itu ditemukan sejumlah kantong berisi surat suara yang diduga sudah dicoblos untuk pemilihan presiden pasangan tertentu.

Tidak hanya itu ditemukan juga surat suara yang tercoblos untuk beberapa nama calon anggota legislatif dari partai politik tertentu.

Polisi Dalami Dugaan Seks Menyimpang Belasan Bocah di Garut

Liputan6.com, Garut – Sebanyak 19 anak di bawah umur di Garut, Jawa Barat, diduga melakukan aktivitas seks menyimpang. Dugaan itu diungkapkan SH (35), salah satu Ketua RW setempat, Jumat (12/4/2019).

SH menyebut, kuat dugaan belasan anak itu telah kumpul kebo lantaran ketagihan bermain seks usai melihat tayangan video porno lewat handphone.

“Kalau ke saya anak-anak terbuka, pengakuannya memang begitu (melakukan kegiatan seks menyimpang), dan itu sudah lama seperti itu,” ujar SH.

Menurutnya, aktivitas seks belasan anak itu berlangsung di salah satu rumah di Kampung Cipeuteuy, Margawati, Kecamatan Garut Kota.

Saat itu para pelaku dan korban yang rata-rata masih berusia sekitar 12 tahunan itu baru selesai bermain bola.

“Jadi selepas bermain bola ada salah satu anak yang bawa hp android, kemudian nonton bersama,” ujarnya.

Salah satu anak perempuan di antara mereka terlihat menangis yang akhirnya menimbulkan kecurigaan. Salah satu orang tua dari belasan anak di bawah umur itu melaporkan kejadian yang dialami anak perempuannya, hingga akhirnya memutuskan melapor ke polisi.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengakui adanya informasi mengenai dugaan asusila di bawah umur tersebut.

“Kebetulan kami belum menerima laporan ya. Yang pasti, saya sudah meminta tim bergerak dan kasus ini sedang kami dalami,” ujarnya kepada wartawan.

Untuk mengungkap persoalan itu, lembaganya telah menunjuk Saturan Reskrim dan membuka informasi selebarnya, bagi para orang tua yang akan menyampaikan keluhannya.

“Kami tugaskan mereka untuk mendalami seluruh kasus itu,” ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Allison Mack mengaku bersalah atas kasus pemerasan dan dugaan membantu perekrutan budak seks dalam sebuah organisasi. Allison adalah aktris

Dugaan Penyebab Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak Lakukan Kekerasan

Pertama, kemungkinan karena mereka berada di lingkungan yang biasa dengan kekerasan. Termasuk, para pelaku ini biasa mendapatkan kekerasan.

“Bisa jadi hal itu dilakukan karena kekerasan itu sudah jadi mindset mereka, seperti memukul orang yang lemah atau melakukan balas dendam itu hal biasa,” kata Astrid.

Bisa juga tindakan kekerasan dilakukan karena pelaku memiliki sifat sulit untuk melihat sudut pandang dari sisi yang lain.

Kemungkinan lainnya, mungkin salah satu dari 12 orang yang mengeroyok siswi Au memiliki bawaan agresi yang tinggi. “Mungkin, yang lain tidak seperti itu,” kata Astrid.

Bawaslu Proses Dugaan Kampanye Terselubung Menristekdikti

Nasir sebelumnya membantah tudingan dirinya melakukan kampanye terselubung saat memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya (UB) Malang, 27 Maret lalu.

“Hanya hanya menyampaikan capaian kerja Presiden Jokowi, dalam hal ini capaian kinerja empat tahun, itu saja. Itu jadi tugas pemerintah, jadi bukan urusan kampanye. Kami tidak ada urusan,” ujar Nasir kepada Surya usai menyampaikan kuliah umum di Universitas Jember (Unej), Minggu (7/4/2019).

Dia menegaskan kalau dirinya menjelaskan capaian pembangunan di era kepemimpinan Jokowi – Jusuf Kalla selama empat tahun terakhir.Meskipun dilaporkan oleh BEM UB ke Bawaslu Kota Malang, dirinya tidak pernah dipanggil Bawaslu.

“Tidak ada, ngapain wong tidak ada kampanye,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika kampus harus bersikap netral dalam selama proses Pemilu. Tentang netralitas kampus atau perguruan tinggi ini beberapa kali dia lontarkan, termasuk saat mengunjungi Unej.

 

Reporter: Sania Mashabi

Marquez: Start Lorenzo Lebih Sulit dari Dugaan Honda

Sao PauloJorge Lorenzo belum kompetitif bersama Honda Repsol. Rekan setimnya, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa start Lorenzo lebih sulit dari yang diduga Honda.

Mengingat reputasinya sebagai juara dunia lima kali, Lorenzo diharapkan bisa langsung bersaing sedari awal. Namun, faktanya pebalap Spanyol cuma finis ke-13 di balapan debut di MotoGP Qatar dan finis ke-12 di Argentina, pada akhir pekan lalu.

Lorenzo masih menderita cedera yang dialami usai jatuh di Losail dan mengaku tidak akan mengambil risiko mengalami kecelakaan di Rio Hondo untuk tetap fit di balapan-balapan berikutnya.


Start lambat Lorenzo itu mirip dengan awal kariernya di Ducati. Sekalipun saat ini Lorenzo mengoleksi lebih banyak angka [7 poin] daripada di dua balapan pertamanya pada 2017 [5 poin] dan 2018 [1 poin].

Bagaimanapun, Lorenzo sudah membuktikan bahwa dia bisa kencang bersama Ducati saat memenangi tiga balapan pada tahun lalu. Marquez percaya dengan kemampuan Lorenzo, hanya saja tidak bisa memprediksi kapan rekannya itu akan mampu unjuk gigi.

“Aku tidak tahu,” jawab Marquez dilansir Autosport. “Yang jelas adalah Jorge itu seorang pebalap yang tidak biasa. Dia sangat cermat, selalu teliti dengan detail-detail. Dia suka apabila segala sesuatunya berada di tempat yang tepat, dan ketika hal ini terjadi dia bisa sangat kencang.”

“Dia sudah membuktikan bahwa dia kencang. Kalau dia bisa kencang di setiap sirkuit untuk bertarung demi gelar juara, maka akan lebih sulit. Tapi aku yakin kalau dia akan kencang.”

“Kapan ini akan terjadi? Aku tidak tahu. Kupikir secara fisik dia sudah sangat kuat sekarang. Namun, saat ini proses belajar dia lebih sulit dari dugaan Honda,” Marquez mengungkapkan.

(rin/nds)

Polisi Tangkap Ustaz Bukhori Muslim Atas Dugaan Penipuan Ongkos Haji

Liputan6.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menangkap Ustaz Bukhori Muslim atas dugaan penipuan. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo.

“Iya (telah diamankan),” kata Argo kepada Merdeka, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Atas hal ini, pengacara Kapitra Ampera berkunjung ke Mapolda Metro Jaya untuk menemui Ustaz Bukhori Muslim dan memastikan kabar tersebut.

“Kasus dugaannya kasus penipuan, penggelapan lah,” kata Kapitra di Mapolda Metro Jaya, Kamis.

“Saya memastikan karena keluarga sudah menghubungi saya, saya memastikan kalau memang dia ditahan di situ, dia lagi diperiksa,” sambung Kapitra.

Caleg PDIP ini mengatakan, Ustaz Bukhori pagi tadi meneleponnya sebanyak dua kali. Bukhori mengabarkan, jika tengah ditangkap dan ditahan oleh Polda Metro Jaya.

“Jadi menurut beliau, ini kejadiaannya sudah April tahun lalu dilaporkan. Karena ini ada jamaah yang mau haji tapi enggak jadi berangkat,” kata Kapitra.

Ini Dugaan Motif Pelaku Kasus Mutilasi Mayat dalam Koper

Surabaya – Polisi menduga motif pelaku yang tega mutilasi Budi Hartanto (28) dan membuang mayatnya dalam koper tanpa kepala, bentuk pelampiasan kemarahan.

Hingga saat ini kepala korban belum ditemukan. Polisi baru menemukan beberapa luka bekas bacokan di tangan korban. Luka tersebut diduga akibat korban menangkis bacokan yang dilancarkan pelaku.

Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela mengatakan, dari pemeriksaan luka tangkisan di tangan korban bisa disimpulkan dugaan motif pelaku. Menurutnya, pelaku ingin melampiaskan kemarahan atau dendam. Dugaan tersebut diperkuat dengan kepala korban yang dimutilasi.


“Kalau biasanya kasus mutilasi itu kan pelaku melampiaskan kemarahan atau dendamnya yang begitu membabi buta. Makanya dilakukan mutilasi,” kata Leo kepada detikcom di Surabaya, Kamis (4/4/2019).

Leo menambahkan, kasus pembunuhan dengan cara mutilasi yang sering terjadi karena pelaku ingin melampiaskan kemarahannya. “Makanya motif-motif pelaku seperti itu,” imbuh Leo.

Namun saat ditanya apa motif sebenarnya, Leo mengatakan pihaknya masih menggabungkan beberapa hasil pemeriksaan. Entah motifnya karena asmara atau yang lain, Leo mengaku masih mencari-cari beberapa bukti tambahan.

“Tapi dia kenapa ini, masih dicari. Bisa juga asmara, bisa juga faktor lain kan kita masih cari,” lanjut Leo.

Mayat dalam koper merupakan warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kediri korban mutilasi. Mayatnya ditemukan di Blitar. Dalam koper tersebut, jasad Budi tak lagi utuh atau tanpa kepala.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>