Persija Vs Bali United, Duel Penuh Nostalgia

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco menyayangkan bentrok dengan mantan timnya itu terjadi di babak delapan besar Piala Indonesia. Padahal, arsitek asal Brasil itu ingin bertemu dengan Persija Jakarta pada partai puncak.

“Ya, kami tahu Persija tim bagus. Untuk materi pemain mereka tidak terlalu banyak berubah dari musim lalu. Saya pribadi sebenarnya berharap bisa bertemu Persija di final, tapi ternyata harus lebih awal. Kami tentu siap menghadapi mereka,” ujar Teco disadur dari laman Bali United.

“Tentu akan menjadi hal yang bagus untuk saya bisa bertemu lagi dengan suporter Persija. Sampai saat ini dan seterusnya saya akan selalu menaruh rasa hormat kepada The Jak dan juga Persija. Tapi sekarang saya bekerja untuk Bali United dan saya akan memberikan 100 persen untuk tim saya sekarang,” kata Teco.

Senada dengan Teco, bek Bali United, Gunawan Dwi Cahyo bersemangat menghadapi tim yang dibawanya menjuarai Liga 1 musim lalu itu. Pemain berusia 29 tahun itu berambisi untuk mempermalukan Persija Jakarta.

“Melawan Persija tentu akan menjadi pertandingan yang tidak mudah bagi kami. Tapi bila kami nantinya bisa mengalahkan salah satu tim kuat, tentu akan bagus untuk kami untuk terus melanjutkan perjalanan di Piala Indonesia,” tutur Gunawan.

 “Saya rasa persiapan Persija lebih lama karena mereka juga bermain di Piala AFC 2018. Tim mereka saat ini bisa dibilang sudah matang. Tapi tim kami juga sudah menjalani latihan rutin dan juga beberapa kali uji coba. Semoga dengan kerja keras, kami bisa mengalahkan Persija,” imbuhnya.

Duel Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo di Final Liga Champions Urung Terjadi, Ini Reaksi Pelatih Barcelona

Liputan6.com, Jakarta – Ekspektasi publik menyaksikan duel Lionel Messi dengan Cristiano Ronaldo pada final Liga Champions musim ini gagal terpenuhi. Pasalnya, langkah Ronaldo bersama Juventus terhenti di perempat final.

La Vecchia Signora gagal mencapai semifinal usai kalah agregat 3-2 atas Ajax Amsterdam. Ini adalah kali pertama Cristiano Ronaldo gagal mencapai 4 besar Liga Champions sejak 2009/2010.

Sementara, Messi dan Barcelona masih akan berlaga ke babak semifinal. Lewat dua gol Messi, Barcelona sukses menyingkirkan Manchester United. Klub asal Catalonia tersebut unggul agregat 4-0 atas Setan Merah.

Menurut pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, kegagalan Ronaldo melaju ke semifinal, yang juga berarti gagalnya skenario Ronaldo vs Messi di final, tidak menarik atensinya sama sekali. Baginya, tidak ada duel individu yang lebih penting dibanding duel tim.

Daripada memikirkan tersingkirnya Cristiano Ronaldo dari Liga Champions, Valverde lebih fokus melihat kiprah gemilang Ajax.

“Saya tidak melihat pemain tertentu, saya hanya melihat tim. Juventus sudah tak ada lagi di sana, tapi Ajax yang tetap berada di sana. Saya tidak tahu, apakah itu keuntungan atau tidak,” ucap Ernesto Valverde dikutip dari Goal International.

“Tentu saja, kita harus melihat apa yang dilakukan oleh Ajax. Yang jelas, tidak ada yang memprediksi sebelumnya, tidak ada yang memperkirakan ini terjadi. Tapi, apa pun bisa terjadi,” imbuh pelatih berusia 54 tahun tersebut.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

MotoGP Austin: Marquez Terjatuh, Rins Juara Usai Duel dengan Rossi

1. Alex Rins (Suzuki Ecstar) 41 menit 45,499 detik

2. Valentino Rossi (Monster Yamaha) 41 menit 45,961 detik

3. Jack Miller (Pramac Ducati) 41 menit 53,953 detik

4. Andrea Dovizioso (Ducati) 41 menit 54,919 detik

5. Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) 42 menit 3,520 detik

6. Danilo Petrucci (Mission Winnow Ducati) 42 menit 6,975 detik

7. Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT)  42 menit 11,610 detik

8. Pol Espargaro (Red Bull KTM) 42 menit 15,242 detik

9. Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) 42 menit 16,107 detik

10. Takaaki Nakagami (LCR Honda) 42 menit 16,510 detik

11. Maverick Viñales (Monster Yamaha) 42 menit 19,576 detik

12. Andrea Iannone (Factory Aprilia Gresini) 42 menit 20,278 detik

13. Johann Zarco (KTM) 42 menit 27,957 detik

14. Miguel Oliveira (Red Bull KTM Tech3)  42 menit 29,771 detik

15. Tito Rabat (Reale Avintia Ducati)  42 menit 30,122 detik

16. Karel Abraham (Reale Avintia Ducati) 42 menit 30,239 detik

17. Joan Mir SPA (Suzuki Ecstar) 42 menit 33,562 detik

18. Hafizh Syahrin (Red Bull KTM Tech3)  42 menit  53,182 detik 

Akhir Duel di Kelas: Guru Pembanting Diskors 3 Bulan, Siswa Dilindungi

Akhir Duel di Kelas: Guru Pembanting Diskors 3 Bulan, Siswa Dilindungi Foto: Tangkapan layar video

Bojonegoro – Peristiwa seorang guru yang membanting siswanya di ruang kelas diakhiri dengan sanksi untuk guru. Tenaga honorer itu tidak boleh mengajar selama tiga bulan sedangkan siswa yang dibanting dilindungi sampai lulus.

Selasa (9/4/2019) kemarin, sebuah video berdurasi 27 detik menjadi viral di jejaring media sosial internet. Isinya adalah rekaman perisitwa pembantingan di dalam kelas itu. Usut punya usut, peristiwa yang terekam itu terjadi di SMU Negeri 1 Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur pada 29 Maret 2019.

“Kejadian itu dilakukan oleh oknum guru GTT (guru tidak tetap) yang mengajar Bimbingan Kesiswaan (BK),” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro Adi Prayitno kepada detikcom, Selasa (9/4/2019).

Guru itu berinisial AS yang telah mengajar selama setahun. Konteks peristiwa itu adalah siswa yang sering tidak mengikuti kegiatan Pramuka, padahal kegiatan itu adalah ekstra kurikuler yang wajib. Selain itu, Adi menyebut, siswa itu berambut gondrong. Maka dinasihatilah siswa itu di depan kelas oleh si guru.

“Jadi anaknya itu dipanggil ke depan terus duduk di kursi guru. Ya memang anaknya rada dablek. Tapi yang namanya anak ya tetap anak” kata Adi.

Akhir Duel di Kelas: Guru Pembanting Diskors 3 Bulan, Siswa DilindungiFoto: Tangkapan layar video

Siswa mendebat guru yang menasihati itu, namun sikap siswa itu membuat guru emosi dan mencekik leher siswa. Siswa tidak terima, dan akhirnya terjadi duel berujung bantingan yang dilakukan guru terhadap siswa. Siswa-siswa lain yang melihat duel itu kemudian melerai.
Dikatakan Adi, peristiwa itu sudah diselesaikannya. Guru divonis bersalah oleh pihak institusi pendidikan yang menaunginya. Guru diberi sanksi skorsing, tidak boleh mengajar selama tiga bulan. Surat skorsing diproses. Guru itu akan diberi pembinaan supaya kepribadiannya berubah.

“Sudah kami selesaikan secara kedinasan. Sudah kami beri sanksi gurunya. Sudah saya skorsing ini. Apapun yang dilakukan oleh guru tersebut salah sebagai seorang pendidik.” kata Adi.

Sedangkan si siswa yang dibanting guru itu tidak mendapat sanksi. Siswa yang terlibat kejadian itu tetap dilindungi agar tetap bersekolah dan belajar hingga lulus.

“Untuk siswanya kami lindungi agar sekolah sampai lulus,” kata Adi.

(dnu/azr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gattuso Anggap Duel AC Milan vs Lazio Bak Final

Liputan6.com, Milan – Gennaro Gattuso menganggap duel melawan AC Milan kontra Lazio di San Siro, Sabtu (13/4/2019) atau Minggu dini hari WIB, layaknya final. Dia tak mau AC Milan kalah di laga ini.

Bagi Gattuso laga ini sangat penting untuk AC Milan mengamankan tempat di Liga Champions. Saat ini AC Milan berada di posisi keempat dengan raihan 52 poin, unggul head to head dari Atalanta.

AC Milan juga hanya unggul satu poin dari AS Roma yang berada di peringkat keenam. Sementara Lucas Paqueta dan kawan-kawan memimpin tiga poin dengan Lazio.

“Lazio akan menjadi pertandingan final bagi kami. Jika AC Milan ingin lolos ke Liga Champions, kami tidak bisa kehilangan poin di pertandingan ini,” kata Gattuso.

“Tiga poin di pertandingan ini menjadi sebuah keharusan jika kita ingin meraih target. Kami harus fokus terhadap permainan sendiri,” ujar pelatih AC Milan berusia 41 tahun itu menambahkan.

MotoGP Argentina: Kalah Duel dengan Rossi, Begini Perasaan Dovizioso

Jakarta Perasaan pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, campur aduk setelah finis ketiga balapan MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Senin (1/4/2019) dini hari WIB. Dovi mengaku senang sekaligus kecewa. 

Naik podium di MotoGP Argentina sebenarnya sesuai dengan target awalnya. Namun, yang bikin Dovi kecewa karena gagal memenangi duel kontra pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, untuk memperebutkan posisi kedua. Menurut dia, faktor ban yang memicu kegagalannya finis kedua. 

Kekalahan Dovi juga sangat menyesakkan. Rossi menyalipnya pada Tikungan 7 lap terakhir. Setelah disalip Rossi, Dovi tak mampu merespons sehingga terpaksa merelakan posisi runner up melayang. 

“Saya senang naik podium, karena ketika datang ke sini itu memang target kami,” kata Dovizioso setelah balapan, seperti dilansir Motorsport

“Namun, saya tak senang dengan cara kerja ban sepanjang balapan dan saya harus berusaha menjaga ban. Pada akhirnya Valentino mampu mengajari saya. Saya tak bisa bertahan melaju di belakang, karena saya memang kesulitan. Mungkin ini bukan strategi terbaik,” imbuh pembalap Italia tersebut. 

Kehilangan kans naik podium kedua di MotoGP Argentina sangat merugikan Dovi. Posisinya di puncak klasemen sementara MotoGP 2019 kini diambil alih Marquez. Dovi mengantongi 41 poin dari dua balapan, Marquez mengoleksi 45 angka. 

Berita video hasil balapan MotoGP Argentina 2019 di mana Marc Marquez menjadi juara pada seri ini dan Valentino Rossi memenangi duel dengan Andrea Dovizioso.

Hasegawa Sebut ONE: A New Era Duel Terpenting Kariernya

Liputan6.com, Tokyo – Ken Hasegawa pernah merasakan sengatan mematikan dari Aung La N Sang. Juni 2018, Hasegawa harus menyerah TKO saat duel lawan Aung La di ajang ONE Championship di Myanmar.

Meski begitu, ketika itu, petarung asal Jepang ini tampil cukup merepotkan Aung La. Tak heran duel mereka saat itu, sering disebut-sebut sebagai “epic battle” di arena ONE Championship.

Kini, kesempatan untuk membalas kekalahan itu datang kepada Hasegawa. Minggu (31/3), dia akan kembali menantang Aung La, yang bergelar juara dunia ONE Championship kelas middleweight di ONE: A New Era, yang akan digelar “rumah” Hasegawa, di Ryogoku Kokugikan, Tokyo, Jepang.

Artinya, jika bisa mengalahkan Aung La, Hasegawa, 32 tahun, tidak hanya akan bisa membalaskan dendamnya. Melainkan juga akan bergelar juara dunia baru untuk kelas middleweight ONE Championship.

Wajar, Hasegawa pun sangat antusias menyambut duel ini. “Pertarungan ulang ini sangat penting untuk karier saya. Saya akan melakukan segalanya untuk jadi yang terbaik di duel ini,” Hasegawa, yang punya rekor 15 kemenangan dari 19 duel itu menegaskan.

Engelen Siap Kibarkan Merah Putih di One: A New Era

2.500 Aparat Amankan Duel Persija Jakarta vs Kalteng Putra

Haen pun menegaskan jika Persija selaku tuan rumah sudah siap untuk menggelar laga krusial tersebut. Puluhan ribu tiket juga sudah dijual beberapa hari lalu melalui situs online di www.loketpersija.com dan www. gotix.id.

“Pada dasarnya pihak keamanan siap melaksanakan pertandingan. Tiket pertandingan di cetak 23.000,” imbuhnya.

Pertandingan tersebut diprediksi akan dihadiri ribuan The Jakmania untuk memberikan dukungan. Mereka ingin membantu tim kesayangan lolos ke semifinal sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar Piala Presiden.

Sumber: Bola.net

Van Dijk: Duel Liverpool dengan City Berjalan Sampai Akhir Musim

Intinya, Van Dijk ingin Liverpool tetap dianggap sebagai tim yang kuat dan telah memberikan salah satu permainan terbaik di Liga Inggris musim ini. Sebab itu, jika pada akhirnya mereka gagal menjadi juara, Van DIjk ingin skuat Liverpool tetap berjalan dengan kepala tegak.

“Jika tidak [juara] maka kami harus tetap menegakkan kepala kami dan mencoba lagi, tetapi saat ini itu bukanlah fokus kami.”

“Kami telah tampil di liga dengan fantastis. Itu bagus untuk dilihat pecinta sepak bola. Saya merasa duel ini akan melaju terus sampai akhir. Kami akan memberikan segalanya, juga mereka [Man City],” tutup dia.

Sumber: Bola.net

Usai Menang ‘Duel’, Crazy Rich India Bantu Adiknya yang Bangkrut

Jakarta – Pertarungan kakak beradik orang terkaya di India mereda. Sang kakak, Mukesh Ambani akhirnya memberi bantuan kepada adiknya Anil Ambani yang jatuh bangkrut.

Anil Ambani, melalui perusahaannya Reliance Communication sebenarnya merupakan salah satu pemain besar bisnis telekomunikasi di India. Namun, bisnisnya hancur, tak lain disebabkan oleh kakaknya sendiri Mukesh Ambani yang diduga melakukan perang harga secara tidak sehat.

Pada tahun 2016 lalu, Mukesh meluncurkan Reliance Jio yang menawarkan paket internet 4G gratis selama 6 bulan. Lalu, banting harga dari 206 rupee menjadi 12 rupee di tahun 2018.

Mengutip CNN, Senin (20/3/2019), bulan lalu pengadilan tinggi India memerintahkan Anil Ambani dan perusahaannya Reliance Communications untuk membayar utang sebesar 5,5 miliar rupee atau setara US$ 80 juta kepada perusahaan ponsel asal Swedia, Ericsson pada Rabu atau ia menghadapi 3 bulan masa tahanan.
Sampai Senin mendekati waktu pembayaran, utang masih belum lunas. Kemudian, dikabarkan Mukesh sang kakak dengan kekayaan lebih dari US$ 50 miliar masuk membantu.

Reliance Communications dalam sebuah pernyataan menyebut, Senin malam telah membayar penuh utang kepada Ericsson. Anil Ambani pun berterima kasih pada kakak serta iparnya.

“Terima kasih saya yang tulis dan sepenuh hati kepada kakak lelaki saya yang terhormat, Mukesh dan Nita, karena telah mendampingi saya selama masa-masa sulit ini. Dan menunjukkan pentingnya tetap setiap pada nilai-nilai keluarga kita yang kuat,” ujarnya.

Saham Reliance Communication melesat 10% pada perdagangan Selasa usai berita tersebut.

Juru bicara perusahaan Mukesh Ambani enggan berkomentar berapa besar bantuan yang diberikan ke Anil. Tapi, media lokal menyebut sekitar 4,8 miliar rupee atau sekitar US$ 70 juta.

(fdl/fdl)