Driver Grabcar Dibunuh, Polisi Soroti Sistem Keamanan Angkutan Online

Jakarta – Polisi menyoroti sistem keamanan transportasi online terkait kasus pembunuhan sopir Grabcar Jap Son Tauw (68). Perusahaan angkutan online diminta membenahi pengamanan terhadap pengemudinya.

“Perusahaan online saya minta untuk sesegera mungkin melakukan konsolidasi, merumuskan sistem keamanan yang ada,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif di Polresta Tangerang, Sabtu (10/11/2018).

Sabilul menyinggung sistem pengamanan dengan menggunakan jaring pemisah antara penumpang dan driver. Pemasangan ini untuk mencegah tindak kejahatan dengan kekerasan.

“Ini yang penting yang harus diungkap, bukan hanya pengungkapan kasusnya, bukan. Tapi bagaimana agar hal ini tidak terjadi lagi. Di Kabupaten Tangerang ini sudah terjadi 4 kali. Pertama dirampok di tol, orangnya dibuang. Yang kedua juga sebelumnya hampir sama, yang ketiga ini kejadian di Soka, angkutan yang orangnya dibunuh, dan mobilnya juga tidak jauh ditemukan, dan ini yang terakhir,” paparnya.

Selain jaring pemisah, Sabilul menyebut kamera pengawas dan voice recorder untuk merekam percakapan dengan penumpang bisa digunakan untuk mencegah kejahatan.

“Polisi meminta sistem keamanan driver segera direalisasikan, ini belum lagi untuk pengamanan penumpang,” sambungnya.

Terkait kasus pembunuhan driver GrabCar Jap Son Tauw (68). Polisi masih memeriksa satu orang pelaku berinisial FF (17) dan memburu dua orang lainnya yang terlibat pembunuhan.

FF ditangkap di kawasan Sunter, Jakut. Sedangkan dua rekannya, REH dan RLP, masih dalam perburuan polisi.

“Jadi satu orang kita tangkep, kita datengi rumah satu lagi, lari ke atas genteng,” sambungnya.

Pembunuhan Jap Son Tauw terungkap dari penyelidikan temuan mayat di Sungai Cirarab, Tangerang. Jap Son Tauw sebelumnya tidak bisa dihubungi setelah menjemput penumpang di kawasan Jakarta Utara pada Senin (5/11).

Saat korban ditemukan, terdapat luka sayatan dan pemberat pada tubuh korban.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa mobil, dua buah celana dan baju yang digunakan tersangka, satu buah Grab Card milik korban, sebilah pisau, satu buah batu berukuran besar, serta selembar karung dan pakaian milik korban.
(fdn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *