Pernah Jadi Eksperimen Dokter Nazi, Ini Kabar Si Kembar Eva dan Miriam

2 Tahun setelah kematian saudari kembarnya, Eva Mozes Kor mendirikan museum CANDLES yang didedikasikan untuk sejarah eksperimen Nazi pada anak-anak. Candles merupakan singkatan dari ‘Children of Auschwitz Nazi Deadly Lab Experiments Survivors’.

Saat ini, Eva aktif terlibat dalam kegiatan pendidikan, ceramah, dan tur panduan. Dirinya telah menerbitkan 2 buku otobiografi dan berakting di beberapa film dokumenter.

Pada tahun 2007, Eva Mozes Kor bekerja dengan anggota parlemen Indiana untuk mendapatkan undang-undang yang disahkan di mana memerlukan peninjauan Holocaust di sekolah menengah.

Pada April 2015, Eva pergi ke Jerman untuk memberikan kesaksian di persidangan mantan Nazi, Oskar Gröning. Selama persidangan, Eva menghampiri Gröning dan memeluknya.

Dia mengatakan bahwa dirinya merasa memiliki kekuatan untuk memaafkan dan dapat menggunakannya dengan cara apa pun yang dia inginkan. Pengampunan membuatnya lebih kuat, membantunya mencoret beberapa kenangan buruk, dan membebaskannya dari masa lalunya yang tragis.

Mengingat skala kejahatan Nazi, deklarasi Eva menimbulkan reaksi beragam. Dia menjawab kritik yang mengatakan bahwa dirinya telah diyakinkan sepanjang hidupnya bahwa tidak ada hal baik yang pernah datang dari kejahatan atau kekejaman. Itulah mengapa tindakan kebaikan menang atas kemarahan.

Pada tahun 2016, Eva Mozes Kor menjadi pahlawan utama dari film dokumenter Inggris berjudul The Girl Who Forgave the Nazis .

Kesaksian Dokter Tompi Membedah Kebohongan Ratna

Jakarta

Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Teuku Adifitrian atau Tompi membeberkan awal mula dirinya mengetahui kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet yang belakangan terungkap sebagai hoax. Tompi juga mengidentifikasi lebam di wajah Ratna yang diketahui akibat bedah operasi plastik.

“Sebenarnya kecurigaan pertama saya baca kronologi dari tweet Fadli Zon yang katanya di Bandung salah satu bandara oleh laki-laki kemudian dilempar ke pinggir jalan. Dari cerita itu, kebetulan saya sebagai dokter bedah plastik saya pernah pernah belajar forensik. Sedikit banyak bisa membayangkan luka seperti apa, makanya saya menawarkan sedikit bantuan minimal luka lecet atau gores,” ujar Tompi bersaksi dalam sidang lanjutan Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (23/4/2019).

Sebagai dokter bedah plastik, Tompi mudah mengidentifikasi kondisi wajah seusai operasi bedah plastik.


“Sayatan di kanan-kiri itu menunjukkan operasi bedah plastik beberapa hari setelah bedah plastik. Saya semakin yakin pada saat ada foto memperlihatkan rambut yang diikat semacam treatment kalau rambut diikat supaya nggak kotor,” ujar dia.
<!–

–>

Tompi Komentari Hanum Rais soal Ratna: Dia Dokter Gigi, Beda Ilmunya

Jakarta – Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Teuku Adifitrian atau Tompi ditanya soal video Hanum Rais yang merasa simpati dengan kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet. Tompi menilai Hanum tidak punya kapasitas untuk mengaku sudah memeriksa Ratna karena beliau dokter gigi.

“Di video itu digambarkan bagaimana mereka berjalan berdua keluar dari salah satu pendopo gitu belakangnya, kemudian Hanum Rais menceritakan sudah memeriksa yang bersangkutan dan yakin betul bahwasanya ini adalah korban pemukulan dan ini adalah contoh Cut Nyak Dien buat dia, di situ ya konyol aja buat saya gitu,” kata Tompi saat bersaksi dalam sidang lanjutan Ratna Sarumpaet di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Selasa (23/4/2019).

“Pertama kapasitas dia dokter gigi bukan dokter umum gitu, bukan spesialis bedah, tentu tidak punya kemampuan untuk mengevaluasi,” imbuhnya.

Tompi menyebut Hanum merupakan dokter gigi yang beda ilmu dengan dokter bedah estetika. Jenjang sekolah dokter gigi juga berbeda dengan sekolah kedokteran yang dimulai dari dokter umum.

“Beda ranah gitu satu dokter gigi beda ranah, ilmunya beda. Sekolahnya beda banget. Dokter gigi itu sendiri bukan dari dokter umum terus jadi dokter gigi. Kalau kapasitas dia sebagai dokter umum masih punya kapasitas untuk itu. Jadi banyak menurut saya yang ganjal,” sambung Tompi.

Tompi menyoroti pemeriksaan yang menurut Hanum sudah dilakukan terhadap Ratna. Dia menilai Hanum salah mendiagnosa.

“Kedua dia sudah mengaku memeriksa. Artinya kalau memeriksa sudah ada pertanggungjawaban ilmiahnya. Artinya kalau sudah memeriksa dan salah ada dua kesimpulannya satu tidak mampu kedua atau berbohong,” sambungnya.

Sementara itu Tompi menerangkan prosedur memeriksa yang dilakukan bedah plastik. Pertama dari interview, anamnesa hingga pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik itu dengan cara diraba.
(yld/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN: Dokter Minta Sandiaga Uno Istirahat Total

Liputan6.com, Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno dikabarkan tengah mengalami sakit lambung dan radang tenggorokan. Hal itu yang menjadi alasan Sandiaga tak muncul mendampingi Prabowo Subianto melakukan deklarasi kemenangan.

Wakil Sekertaris Jenderal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Chandra Tirtawijaya mengatakan, Sandiaga diketahui mengalami radang tenggorokan dan gangguan lambung usai diperiksa Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat, Dokter Kartariadi pada Jumat (19/4) siang.

“Jadi saya berkunjung ke sini untuk menjenguk Calon Wapres Pak Sandiaga Uno yang kebetulan sakit, sudah disuntik dua kali ya, lemes, tapi dia masih bisa bicara. Dia disuruh istirahat total,” kata Chandra usai menjenguk Sandiaga di kediaman Jalan Selong, Jakarta Selatan, Jumat (19/4).

Meski begitu, Sandiaga tetap mengawal proses rekapitulasi yang saat ini berada di tingkat kecamatan. Ia pun menitipkan pesan kepada para pendukung serta relawan seluruh partai koalisi untuk juga mengawal proses rekapitulasi.

“Ada beberapa pesan beliau yang harus disampaikan kepada semua partai-partai koalisi dan relawan-relawan. Intinya pertama perjuangan belum selesai, jadi kita harus tetap mengawal apa yang sudah terjadi 17 April yaitu Pilpres,” ujarnya.

“Terutama untuk Pilpres harus tetap kita jaga prosesnya, harus tetap semangat untuk mengikuti proses-proses penghitungan suara dari mulai TPS. Sekarang hari ini di kecamatan, kemudian kabupaten/kota sampai ke tingkat nasional,” sambung Sandiaga.

Cerita Dokter RSJ Kendari, Cegat Pasien Mencoblos yang Hendak Bakar Rumah

Liputan6.com, Kendari – Pasien di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota Kendari memiliki hak suara pada Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019). Tercatat, ada 6 orang pasien yang namanya masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTB) pada TPS 16 yang terletak di samping kompleks rumah sakit di Kelurahan Tobuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.

Dari jumlah sebanyak ini, terungkap hanya satu orang pasien saja yang diberi kesempatan memilih. Sementara, 6 orang lainnya batal mencoblos karena pertimbangan mendadak yang dikeluarkan pihak rumah sakit.

Tiba-tiba, sesaat sebelum pemilihan keenam pasien terlihat gelisah. Malah, salah seorang diantaranya mengatakan hendak membakar rumah.

Dokter Ahli Jiwa RSJ Kota Kendari, Junuda membenarkan hal itu. Dia menarik kembali rekomendasi karena keenamnya dirasakan berpotensi mengganggu jalannya pemilihan umum.

“Kita batalkan, hanya 1 yang dibolehkan. Sebenarnya lebih dari 7 yang memilih, tapi sebagian sudah dibolehkan pulang ke rumah,” ujar Junuda, Kamis (18/4/2019).

Dia menjelaskan, salah satu alasan dia membatalkan pasiennya memilih karena ada salah seorang pasien yang menyatakan akan membakar rumah sesaat sebelum masuk ke dalam tenda pemilihan. Sehingga, mereka dibolehkan jika ada surat keterangan dokter.

Pasien tersebut, masuk di rumah sakit karena memiliki riwayat membakar rumah miliknya. Tak ingin mengambil resiko, mereka kembali dimasukan di dalam ruangan RSJ.

“Pasien itu kuat-kuat. Mereka itu, jendela dan pintu besi saja mereka bisa kasi rusak, apalagi cuma tenda dan kardus,” ujarnya.

Prabowo Unggul di TPS RSJ Kendari

Pada TPS 04 yang berada di samping RSJ Kendari, pasangan Prabowo-Sandi jauh mengungguli pasangan Jokowi-Ma’ruf. Perhitungan suara selesai dilakukan pada Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 15.00 Wita.

Sejak awal pemilihan, beberapa pemilih malah secara terbuka di luar tenda TPS 04 di RSJ Kendari malah mengatakan hendak memilih pasangan Prabowo-Sandi. Terbukti, saat penghitungan suara, nama Prabowo terus disebut oleh panitia KPPS.

Hasil akhirnya, suara Prabowo Unggul 125 suara. Sementara, pasangan Jokowi-Ma’ruf hanya memperoleh 54 suara. Hanya ada satu suara batal karena tidak tercoblos.

Informasi dari KPU, tidak ada data pemilih yang berasal dari RSJ Kendari pada TPS 04 yang terletak di dalam kompleks rumah sakit. Enam orang pemilih dengan gangguan jiwa, terdaftar di TPS 16, yang berlokasi di samping rumah sakit.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Sidang ke-16 perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dihebohkan dengan keberadaan seorang wanita membawa senjata tajam jenis pisau sangkur.

Sandiaga: Saya Disarankan Dokter Cek Darah Besok

Liputan6.com, Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan, telah menjalani pemeriksaan kesehatan karena sakit. Karena sakitnya itu pula, dia tidak menghadiri acara syukuran klaim kemenangan bersama capres Prabowo Subianto.

Dalam postingan yang diunggah di akun instagramnya, Jumat (19/4/2019), Sandiaga mengaku disarankan dokter untuk beristirahat.

“Baru saja saya menjalani cek kesehatan oleh dengan Kartariadi Gandadinata, dan hasilnya saya masih harus istirahat dan disarankan untuk cek darah esok hari. Buat teman-teman yang biasanya ikut berlari pagi dan main basket di akhir pekan, saya terpaksa harus absen dulu hingga diperbolehkan oleh dokter,” kata Sandiaga dalam akun instagramnya, Jumat (19/4/2019).

“Selamat berakhir pekan semuanya. Sampaikan salam saya untuk seluruh keluarga dan kerabat. Tetap semangat!” imbuh Sandi.

Pada foto yang diunggah, Sandiaga terlihat menggunakan baju koko putih dan sedang diperiksa dokter. Postingannya tersebut pun mendapat beragam komentar dari warganet. Banyak di antaranya mendoakan kesembuhan Sandiaga.

Sementara itu, Anggota Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandi, Yuga Aden mengatakan, setelah diperiksa dokter, Sandiaga disebut mengalami gangguan lambung dan radang tenggorokan.

“Hasil pemeriksaan sore ini diketahui Sandiaga memiliki gangguan lambung dan radang tenggorokan,” kata Yuga Aden, Jumat petang.

Yuga menyampaikan, Sandiaga diperiksa dokter Kartariadi yang merupakan ahli penyakit dalam dari RS Awal Bros, Bekasi Barat. Dokter juga menyarankan Sandi mengecek darah dan kolesterol

“Saat diperiksa, Sandiaga sempat bertanya apakah boleh melakukan kegiatan olahraga. Tapi dokternya menyarankan bed rest,” pungkas Yuga.

Dokter di Papua Nugini Peringatkan Bahaya Suntikkan Minyak Kelapa ke Penis

Ahli urologi di Inggris Asif Muneer meminta agar orang-orang menjauhi suntik penis karena dikhawatirkan bisa menyebabkan komplikasi yang lebih parah. “Sering kali, kami harus membuka seluruh kulit batang penis dan menyusunnya kembali dengan kulit lain dari area tubuh lain,” kata Muneer.

Glen Mola, profesor kesehatan reproduksi, kebidanan, dan ginekologi dari sebuah universitas di Papua Nugini mengatakan bahwa masalah ini bukan hanya kasus yang terjadi di negara itu. Kejadian semacam itu harus menjadi perhatian bagi seluruh pria di dunia.

“Banyak pria yang ditipu dengan membayar sejumlah uang agar menjadi besar dan mengalami cedera yang serius,” kata Mola.

“Itu tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan bisa menyebabkan kerusakan parah. Dalam beberapa kasus, bisa diartikan Anda tidak bisa berhubungan seks lagi.”

Pria Bersenjata Culik 2 Dokter Kuba, 1 Polisi Tewas

Kenya – Dua dokter asal Kuba diculik di perbatasan Kenya dan Somalia. Pemerintah Kenya menduga penculikan itu dilakukan oleh kelompok teror Al-Shabaab. Dalam aksi penculikan itu, satu polisi tewas tertembak.

Dilansir CNN, Minggu (14/4/2019), penculikan terjadi pada Jumat (12/4) saat dua dokter tersebut dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat mereka bekerja, Mandera County Referral Hospital. Polisi Kenya mengatakan kedua dokter itu berangkat menggunakan mobil yang dikawal oleh dua orang polisi.

Namun tiba-tiba datang dua mobil memepet mereka di tengah perjalanan dekat perbatasan Somalia. Satu polisi tertembak dan pelaku berhasil menculik kedua dokter. Pelaku memasukkan kedua dokter ke dalam mobil mereka dan langsung tancap gas melintasi perbatasan tersebut. Saat ini, mobil yang membawa dua dokter tersebut sudah ditemukan dan si sopir diamankan untuk dimintai keterangan.

“Semua keamanan telah dimobilisasi untuk mengejar para penjahat dan menyelamatkan para korban. Kami berharap agar masyarakat tetap tenang dan menghindari spekulasi selama aparat keamanan mengejar para penjahat,” ujar pihak kepolisian nasional dalam sebuah keterangan.
Pemerintahan Kenya tidak menyiarkan identitas kedua dokter. Namun, Kementerian Kesehatan Kuba mengidentifikasi dua dokter itu sebagai seorang dokter spesialis umum bernama Assel Herrera Correa dan Landy dokter ahli bedah bernama Rodríguez Hernández. Mereka diketahui bekerja di daerah yang kekurangan tenaga dokter. Sebelumnya Kenya juga telah mengirimkan 50 dokter ke Kuba untuk mendapatkan pelatihan khusus tentang kesehatan keluarga.
Setelah adanya serangan itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi mengeluarkan peringatan agar warga tidak mendekati daerah dekat perbatasan Kenya-Somalia dan wilayah pantai. Warga diingatkan untuk berhati-hati teradap kejahatan, terorrisme dan penculikan.

Sebelumnya pada November 2018 pekerja asal Italia juga diculik di wilayah pantai Kenya oleh kelompok yang diduga memiliki keterkaitan dengan Al-Shabaab. Serangan ini terjadi secara signifikan sejak Maret 2017, ketika Presiden AS Donald Trump memberi wewenang kepada militer AS untuk melakukan serangan kepada kelompok Al-Shabaab.
(eva/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dokter Berbagi Fakta Tentang Bau Mulut

Liputan6.com, Jakarta – Bau mulut biasanya menjadi masalah umum yang dihadapi banyak orang. Dalam dunia medis, bau mulut dikenal dengan sebutan halitosis.

Halitosis adalah kondisi medis ketika tercium bau tidak sedap ketika mengembuskan napas. Dokter spesialis gigi Rizka Maqfira akan menerangkan apa saja penyebab terjadinya bau mulut tersebut.

Penyebab bau mulut bisa datang dari area dalam mulut ataupun faktor lainnya dari luar. Ternyata 90% penyebab bau mulut karena area dalam mulut yang tidak bersih.

Ingin tahu apa saja penyebab bau mulut? Simak selengkapnya di channel Aku Baper di Vidio.com berikut ini.

Bau mulut menjadi permasalahan yang kerap dihadapi banyak orang. Sebernarnya apa yang meyebabkan bau mulut?

Ayu ‘Poliandri’ Suntik Mertua, Dokter Ingatkan Tak Boleh Asal ‘Coblos’

Jakarta – Mertua Ayu dari suami kedua, Ni Wayan Sedana (60), mengaku sempat disuntik vitamin C oleh Ayu. Selain kepada Wayan, Ayu pernah menyuntik Arya dan anak pertama Arya. Total ada tiga orang yang pernah disuntik kolagen atau vitamin C.

“Pernah, saya bilang bawain vitamin, ‘ya nanti kalau pulang tak bawain vitamin’. Disuntiklah saya dua kali. Dia kok berani sekali ya. Tapi dia lemes nyuntiknya nggak kayak dokter-dokter lain, lama. Tapi saya nggak kepikiran, mungkin karena dokter baru,” akunya. Meski begitu, Ayu mengelak disebut melakukan praktik dokter abal-abal.

“Iya, itu nyuntik kolagen, kan saya sudah mengikuti semua (pelatihan) memasukkan infus, tapi itu hanya mencari vena yang untuk whitening. Kalau untuk yang lain saya nggak tahu, hehe,” kata Ayu di Rutan Negara, Jl Wijayakusuma, Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (2/4/2019).


Dihubungi melalui pesan singkat, dokter spesialis jantung, dr Vito A. Damay, SpJP(K), MKes, FIHA, FICA, menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai suntik menyuntik.

“Bahaya alat suntik yang harus diperhatikan adalah satu, sterilitas alat. Karena sumber penularan penyakit. Terutama Hepatitis dan juga HIV. Penyakit ini adalah penyakit menahun yang dapat berakibat komplikasi pada tubuh,” jelasnya.

Selain itu, penulis buku ‘Sebelum Anda ke Dokter Jantung’ ini juga menuturkan isi suntikan itu juga harus diperhatikan.

“Isi obat atau zat yang disuntik di rumah sakit ada prosedur double check untuk memastikan isi obat tidak tertukar dan disuntikkan pada pasien yang benar. Kalau asal suntik dikerjakan oleh orang yang bukan tenaga medis tentu kita harus bertanya isinya apa dan efeknya apa. Bahkan obat saja bisa menimbulkan reaksi alergi, apalagi kalau kita tidak tau isinya apa,” tegasnya.

(ask/up)