HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kiper Real Madrid Senang Liga Champions Pakai VAR

Liputan6.com, Jakarta Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois menilai VAR sangat penting dalam sepak bola modern ini. Courtois menyukai VAR karena dia percaya teknologi itu bisa membuat sepak bola jadi lebih adil. Dia sudah merasakannya di Piala Dunia 2018.

Liga Champions dan Liga Europa juga sudah mulai menggunakan VAR di fase gugur musim ini. Artinya, ketika Real Madrid melawat ke markas Ajax Amsterdam dalam leg pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (13/2) dini hari WIB nanti, pertandingan akan dibantu oleh VAR. 

Courtois mengaku optimistis dengan penerapan VAR di LIga Champions. Meski VAR masih beberapa kali disalahpahami, dia percaya seiring waktu berjalan VAR akan jadi elemen penting pertandingan.

Satu hal yang paling dia sukai adalah VAR bisa membuat pertandingan berjalan lebih adil.

Menurut Courtois, pengalaman penggunaan VAR di Piala Dunia 2018/19 lalu telah menjawab semua keraguan. VAR ternyata bisa bekerja dengan baik, sepak bola berjalan lebih adil. Semua tim yang terlibat juga menyuukai VAR.

“Saya menyukai VAR. Pengalaman di Piala Dunia sangatlah bagus dan semua negara sudah mengatakan hal yang sama. Di Piala Dunia, semuanya berjalan dengan sangat baik,” tegas Courtois di laman resmi Real Madrid.

“Terkadang terdapat kurangnya pengetahuan soal peraturannya, VAR boleh mengintervensi ketika ada kesalahan yang jelas, tapi orang-orang tidak selalu menyadari itu. VAR harus digunakan untuk membantu permainan.”

2 dari 2 halaman

Hal Bagus

Lebih lanjut, Courtois tahu terkadang VAR bisa merugikan tim mereka sendiri. Namun, baginya yang terpenting adalah menciptakan sepak bola yang adil. VAR telah menyeimbangkan sepak bola.

“Terkadang itu merugikan anda ketika offside yang diberikan padahal itu bukan offside, dan terkadang anda yang diuntungkan, lalu pada kesempatan lain sebaliknya akan terjadi.”

“VAR adalah hal bagus ketika membahas soal membuat pertandingan jadi lebih adil,” tutup Courtois.

Sumber Bola.net

Temui Ma’ruf Amin, Tanri Abeng Sodorkan Konsep Badan Usaha Milik Rakyat

Jakarta – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin pagi ini menerima sejumlah tamu di rumahnya. Di antaranya yang sudah terlihat hadir adalah Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng dan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Pertemuan berlangsung di rumah Kiai Ma’ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019). Ma’ruf menyatakan pertemuan dengan Tanri hanya silaturahmi biasa.

“Beliau bersilaturahmi, saya kira semua orang sudah tahu seorang ahli manajemen pendiri BUMN ahli ekonomi. Berbincang tentang bagaimana masa depan ekonomi Indonesia dan apa yang sudah kita miliki, bagaimana memaksimalkan potensi. Kemudian beliau ini sangat paham betul,” kata Ma’ruf kepada wartawan.


“Saya berterima kasih beliau ini sudah bersedia untuk bersilaturrahim dan membicarakan hal-hal masa depan bangsa,” sambungnya.

Tanri Abeng Temui Kiai Ma'ruf AminTanri Abeng Temui Kiai Ma’ruf Amin Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Tanri mengatakan hal senada. Eks Menteri BUMN ini mengaku berdiskusi banyak hal dengan Kiai Ma’ruf soal bagaimana memajukan perekonomian bangsa.

“Saya melihat bahwa kita ini sudah maju sebagai negara. Tapi kan tidak bisa berhenti di sini. Kemajuan pembangunan harus dimajukan. Itu yang saya namakan suntainability daripada pembangunan. Kebetulan peranan daripada BUMN sebagai pelaku ekonomi negara itu luar biasa yang kebetulan saya yang mendirikan 21 tahun yang lalu pada saat krisis,” ujarnya.

“Sekarang BUMN kita sudah menjadi betul-betul pendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh sektor. Tapi kan kita juga harus melihat bagaimana kita perlu untuk membangun ekonomi yang bisa merata. Sehingga tidak terjadi kesenjangan yang melebar,” sambung Tanri.

Kepada Kiai Ma’ruf Tanri kemudian memaparkan konsep Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) yang sudah dia rancang sejak 5 tahun lalu. Dia meyakini jika konsep ini dijalankan, maka kesenjangan ekonomi bisa ditekan.

“Ini adalah sebenarnya korporatisasi dari usaha-usaha kecil menegah dan koperasi sehingga berskala. Dan di dalam pengembangannya itu dia bisa bekerja sama dengan usaha besar. Nah salah satu usaha besar itu BUMN itu sendiri. Kalau dia berkolaborasi dan bekerja sama maka dua-duanya diuntungkan. Usaha besar mendapat bahan baku yang lebih murah dan berkualitas dan usah kecil menengah memperoleh pasar dan dorongan dari industri yang besar,” jelasnya.

Dalam perbincangan itu, lanjut Tanri, Kiai Ma’ruf juga memaparkan bagaimana konsep ekonomi berkeadilan. Dia merasa itu sejalan dengan konsep BUMR.

“Inilah yang sebenarnya kita harus dorong pertumbuhan yang berkeadilan itu. Ternyata dengan Pak Kiai ini beliau pemikirannya sama. Mungkin saya lebih mendetail karena saya orang manajemen. Jadi saya bisa terjemahkan dalam struktur manajemen dan operasionalisasinya dalam struktur manajemen pula. Karena saya percaya bahwa nilai tambah itu akan tercipta melalui good managemen. Beliau sepakat tadi nilai tambah ini harus terjadi,” jelasnya.

Kiai Ma’ruf menimpali, dia memiliki satu konsep yang disebut arus baru ekonomi Indonesia. Dia berharap ke depan BUMN bisa bersinergi dengan usaha milik rakyat agar saling menguntungkan.

“Kalau saya menamakan ini namanya arus baru ekonomi Indonesia, ini supaya menghilangkan disparitas-disparitas mengkolaborasi yang kecil dan besar. jadi memang ide ini sudah pas betul dan kita harapkan ini menjadi program pemerintah ke depan. Siapapun yang berkuasa di negeri ini. Tapi saya dan Pak Tanri punya pikiran yang sama, cuma beliau punya kemampuan manajemen karena beliau punya keahlian bagaimana itu langkah langkah usaha rakyat itu dikoorporasikan dan dikelola supaya lebih diefesiensikan dan ini bisa menimbulkan perubahan besar di negara ini,” papar Ma’ruf.
(hri/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tuchel Pesimistis PSG Bisa Menang di Old Trafford

ManchesterParis Saint-Germain datang ke markas Manchester United dengan kondisi pincang. Pelatih Thomas Tuchel pun pesimistis timnya bisa menang di Old Trafford.

MU akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu di Old Trafford pada duel pertama kedua tim di 16 besar Liga Champions, Rabu (13/2/2019). Setan Merah sedang dalam tren apik sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer. Paul Pogba dkk mampu meraih 10 kemenangan dan satu kali imbang di semua kompetisi.

Ole sendiri mengatakan timnya menghadapi PSG di momen dan waktu yang tepat. Di sisi lain, Tuchel pesimistis Les Parisiens bisa mendapat hasil maksimal di Old Trafford terutama karena badai cedera yang menghantam lini serangnya, Neymar dan Edinson Cavani jadi korbannya.

“Peluangnya adalah 50-50 selama 180 menit. Tapi jika dihitung besok saja, tim kandang (diuntungkan). Saya tidak terlalu yakin (akan laga di Old Trafford). Tapi jika dibandingkan selama 180 menit, leg kedua di Paris, kami sangat kuat di Parc des Princes,” ungkap Tuchel pada konferensi pers yang dilansir Manchester Evening News.

“Namun sekali lagi peluangnya 50-50. Laga akan ditentukan hal detail. Anda mendapat kartu kuning atau merah, semua bisa berubah. Laga akan ketat,” lanjut Tuchel.

Tuchel tahu benar MU tampil dan ini akan menjadi ujian berat buat PSG yang selama ini kerap dianggap jago kandang. Maka itu Tuchel meminta para pemainnya untuk bisa tampil semaksimal mungkin.

“Kondisi benar-benar berbeda (sekarang). Mereka bermain dengan kepercayaan diri tinggi, mencetak banyak gol, dan kerap unggul banyak dalam waktu cepat,” kata Tuchel.

“Itu adalah rentetan hasil impresif dan bermain di Old Trafford melawan MU pada momen ini menjadi salah satu tantangan terberat yang bisa Anda hadapi. Tapi, kami berada dalam kondisi bagus ketika mengakhiri fase grup. Kemudian ada undian dan semua berubah dengan cepat.”

“Saya sempat berkata ‘mari bicarakan ini di bulan Februari karena akan jadi tantangan berat, karena skuat (MU) sedang bagus-bagusnya. Besok bakal jadi tantangan luar biasa,” tutup mantan pelatih Borussia Dortmund itu.

(mrp/mrp)

Survei Caleg DKI-1: Imam Nahrawi-Eko Patrio-Habiburokhman Masuk DPR

Jakarta – Lembaga survei Charta Politika merilis hasil surveinya tentang tingkat pengenalan calon anggota DPR di daerah pemilihan DKI Jakarta 1. Hasilnya, Imam Nahrawi menjadi caleg yang paling banyak dikenal.

“Jadi di DKI 1 yang paling dikenal, yang paling tinggi tingkat pengenalannya, itu ada Imam Nahrawi 51,8 persen. Kemudian nomor 2 ada Habiburokhman (31,7 persen),” kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Imam Nahrawi.Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)

Survei dilaksanakan pada 18-25 Januari 2019. Survei dilaksanakan dengan wawancara tatap muka kepada total 2.400 responden atau 800 responden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang-lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.
Selain tingkat pengenalan caleg, Charta Politika melakukan survei elektabilitas calon anggota DPR RI dari dapil DKI 1. Responden diberi pertanyaan ‘di antara nama-nama tokoh di bawah ini, siapakah yang Bapak/Ibu/Saudara pilih jika pemilihan umum legislatif dari dapil DKI Jakarta 1 dilaksanakan hari ini?’. Hasilnya, Imam Nahrawi masih menduduki posisi puncak.

“Jadi, begitu kita sebutkan beberapa nama, terutama urutan 1-2, kita sebutkan nama-nama caleg di dapil DKI 1, 15,1 persen yang akan memilih Imam Nahrawi. Kemudian Mas Eko (Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio) 3,8 persen. Mas Eko memang tingkat pengenalan hanya 20,2 persen. Begitu diuji, elektabilitasnya sangat signifikan, yaitu langsung naik 3,8 persen,” ungkap Muslimin.

Eko Patrio.Eko Patrio (Noel/detikFoto)

Responden juga diberi simulasi kertas suara. Di dapil DKI 1, pengaruh partai politik disebut lebih kuat karena banyak responden yang mencoblos gambar partai dibanding nama caleg.

“Kalau kita lihat dari beberapa nama memang nama-nama yang populer itu pada akhirnya cukup banyak yang kemudian orang mencoblos. Kemudian yang kedua, untuk khususnya di Gerindra dan PDIP, kalau kita lihat jauh lebih banyak yang mencoblos gambar partainya dibanding calegnya. Artinya adalah dapil 1 ini partai politiknya jauh lebih kuat dibanding caleg-calegnya, terutama di Gerindra dan PDIP,” jelasnya.

Untuk perolehan kursi, hasil survei Charta Politika menunjukkan akan ada beberapa partai yang kehilangan kursi dari DKI 1. Namun, ada juga partai yang justru menambah jumlah kursinya.

“Kursi itu akan hilang di dapil 1, kemudian PPP dan Demokrat kalau menggunakan simulasi yang sekarang. Walaupun kemudian Gerindra yang cukup signifikan karena dari 1 kursi di 2014, sekarang dari simulasi kita, Gerindra akan mendapatkan 2 kursi untuk di dapil 1,” tuturnya.

“Sisanya ada PKB, karena tadi didongkrak oleh suara Imam Nahrawi, kemudian Golkar masih bertahan dengan 1 kursi dan PDIP 1 kursi. Kemudian PKS juga hilang ya, walaupun sebenarnya masih ada sekitar 30 persenan yang tidak mencoblos kertas suara,” imbuh Muslimin.

Fenomena PKB, yang mendapatkan dongkrak suara dari Imam Nahrawi, disebut Muslimin juga terjadi di beberapa dapil. Selain itu, PKB diuntungkan karena memiliki nomor urut 1.

“Jadi peningkatan PKB cukup signifikan di survei kita karena tadi di beberapa survei kita coattail effect ya dapat karena ada Ma’ruf Amin yang tetap diasosiasikan PKB. Ada juga keberuntungan di PKB itu karena mereka nomor 1. Angka 1 cukup berpengaruh di beberapa level. Karena kita uji terbuka beberapa pemilih, tapi pas tertutup pada memilih PKB. Jadi ketika nomor 1 PKB dan calegnya nomor 1, itu punya potensi ternyata walaupun tidak populer,” papar Muslimin.

“Terutama bagi pemilih yang sampai bilik suara hanya memilih paslon 01 atau 02 saja, ketika dia membuka kertas besar, sudah pilih nomor 1 saja. Ketika tingkat pengetahuan masyarakat rendah terhadap caleg-caleg, maka bisa diuntungkan di situ,” ucapnya.

Berikut ini 10 besar tingkat pengenalan calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 51,8 persen
Habiburokhman 31,7 persen
Putra Nababan 26,7 persen
Wanda Hamidah 26,3 persen
Asril Hamzah Tanjung 24,4 persen
Chica Koeswoyo 23,7 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 23,5 persen
M Yusuf Mujenih 22,9 persen
Mardani Ali Sera 22,7 persen
Sb. Wiryanti Sukamdanu 21,3 persen

Berikut ini 10 besar elektabilitas calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 15,1 persen
Habiburokhman 6,8 persen
Eko Hendro Purnomo 3,8 persen
Putra Nababan 3,6 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 3,5 persen
M Yusuf Mujenih 3,5 persen
Chica Koeswoyo 3,3 persen
Wanda Hamidah 2,3 persen
Mardani Ali Sera 2,1 persen
Asril Hamzah Tanjung 2,0 persen

Berikut ini perolehan kursi partai politik dapil DKI Jakarta 1:
PKB 1 kursi
Gerindra 2 kursi
PDIP 1 kursi
Golkar 1 kursi
NasDem 0 kursi
Garuda 0 kursi
Berkarya 0 kursi
PKS 0 kursi
Perindo 0 kursi
PPP 0 kursi
PSI 0 kursi
PAN 1 kursi
Hanura 0 kursi
Demokrat 0 kursi
PBB 0 kursi
PKPI 0 kursi
(azr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leasing Ini Siap Aplikasikan DP Nol Persen, tapi..

Liputan6.com, Jakarta – Kredit kendaraan bermotor tanpa mengeluarkan down payment (DP) atau uang muka sudah bisa dinikmati konsumen saat ini. Hal itu dikarenakan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK yang mengeluarkan peraturan mengenai penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan atau leasing memungkinkan menerapkan kredit kendaraan bermotor dengan DP 0 (nol) persen.

Perusahaan pembiayaan Adira Finance mengaku pihaknya menyambut baik kebijakan DP nol persen. Ia menilai adanya perarturan ini bisa memudahkan konsumen mendapatkan kendaraan yang diinginkan.

“Jelas regulasi pemerintah itu melonggarkan, jadi ruang bermain lebih besar. Saat ini belum jalan karena masih mencari pola yang tepat. Saat ini juga sudah ada DP murah untuk motor, diangka Rp500 ribu,” kata Direktur Penjualan, Servis dan Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan, Kamis (7/2/2019).

Meski demikian, Niko mengaku harus lebih hati-hati menerapkan sistem DP nol persen. Ia menegaskan tidak semua konsumen bisa menikmati sistem ini.

“Mengenai DP nol persen udah dirilis sama OJK, terus terang kita senang. Tapi kita akan menerapkannya dengan hati-hati. Karena kita akan lihat profil customer, management kita juga akan hitung, jadi enggak semua orang bisa kita kasih,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Sebagai informasi, peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan Pasal 20, konsumen dapat membeli mobil atau motor baru tanpa DP.

Pihak yang diuntungkan berikutnya adalah produsen otomotif. Peluang untuk menjual lebih banyak produknya bisa terbantu dengan aturan baru tersebut.

Aturan menyebutkan, perusahaan pembiayaan yang memiliki tingkat kesehatan keuangan dengan kondisi minimum, dan memiliki nilai rasio non performing financing (NPF) netto untuk pembiayaan kendaraan bermotor lebih rendah, atau sama dengan satu persen dapat menerapkan DP (down payment) nol persen untuk semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Pulang ke Desa, Alumni UI Ini Sukses Sulap Eceng Gondok Jadi Rupiah

Semarang – Ramadhan 2017 menjadi titik awal keresahan Firman Setyaji (28) untuk kembali ke desa kelahirannya. Ia mulai resah melihat para pencari eceng gondok yang dihargai murah hasil kerjanya.

“Mencari eceng itu harus ke tengah rawa, risikonya tinggi, tetapi hanya dihargai Rp 5.000 per kilo untuk harga kering. Padahal sehari hanya bisa mencari 40 kilogram eceng basah, yang kalau kering hanya jadi 6 kilo. Jadi kerja sehari hanya mendapat upah Rp. 30.000,” jelas Aji.

Hingga pada tahun 2019, keinginan Aji untuk menetap di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, membuncah. Alumni Jurusan Kriminologi UI ini, mulai membagi ide dengan M Shofi untuk mengolah eceng gondok menjadi berbagai karya kreatif.

“Mas Shofi ini orang kreatif, pandai membuat rancang bangun benda. Dicoba satu dua kali pasti langsung ketemu cara membuat sekaligus bentuk yang diidamkan,” jelas Aji kepada detikFinance, Senin (4/2/2019).

Selain itu, guna menambah harga beli bahan eceng di petani, Aji mengajak petani untuk mengolah lagi eceng sebelum dijual. Sehingga, eceng tak lagi dijual sebagai bahan mentah, tetapi menjadi bahan siap pakai.

“Saya minta mereka sekalian membersihkan bagian dalam eceng, agar bisa langsung saya gunakan. Dari situ, saya beli eceng 15 sampai 20 ribu per kilo,” ujar Aji.

Upaya mengolah eceng gondok, berbuah manis. Kini Aji dan Shofi mampu membuat gantungan kunci, mini memo, songkok, buku, sandal, tas, vas bunga dan serbaneka keranjang berbagai ukuran yang berbahan eceng gondok.

“Harga mulai Rp 10.000 seperti gantungan kunci dan mini memo. Sedangkan tas, songkok, keranjang dan yang lain, variatif sih mas, mulai dari 50.000 hingga 100.000,” jelas Aji yang mengaku selama ini hanya mendistribusikan karya lewat akun instagram @bengokcraft .

Pulang ke Desa, Alumni UI Ini Sukses Sulap Eceng Gondok Jadi RupiahFoto: Aji Kusuma

Pemilihan nama bengok craft karena bengok adalah nama lokal eceng gondok bagi masyarakat setempat. Dalam pembagian tugas, Aji bertanggung jawab pada urusan manajerial dan inovasi, sedangkan Shofi mengelola urusan kreatif.

Tak ada sedikitpun keraguan di hati Aji untuk berdikari di kampung halamannya. Bagi pemuda yang sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta ternama di Jakarta ini, hidup di desa adalah cara yang tepat untuk menikmati hidup.

“Saya harus berani memilih, dan saya yakini ini pilihan tepat. Saat ini memang belum begitu terlihat, tetapi pertumbuhan kami sangat pesat, lagian ritmenya santai di sini,” ujar Aji sembari menyeruput kopi yang menemani wawancara dengan Detikcom siang itu.

Pada pertengahan Maret 2019 nanti, Bengok Craft berkesempatan pamer karya di Singapura pada ajang Indonesia Fest 2019. Oleh sebab itu, Aji dan Shofi mulai kejar tayang memproduksi karya yang akan dipamerkan di Singapura nanti.

“Indonesia Fest itu ajang promosi wisata, craft, dan kuliner Indonesia di Singapura. Kami diajak untuk turut serta karena beberapa kawan yang sudah sering pameran disana tertarik pada karya kami,” jelas Aji.

Pulang ke Desa, Alumni UI Ini Sukses Sulap Eceng Gondok Jadi RupiahFoto: Aji Kusuma

Shofi yang sedang merangkai pengait buku, mulai bercerita, ia mengaku senang dengan kepulangan Aji. Ia merasa mendapat kawan untuk berkarya dan mengembangkan usaha bersama.

“Yang jelas sama-sama berusaha, biar bisa merasakan keberhasilan yang sama. Dengan begini, para pencari eceng gondok di rawa pening diuntungkan dan masyarakat yang ingin belajar bersama, pintu Bengok Craft selalu terbuka,” tandas Shofi. (dna/dna)

Luksemburg Akan Gratiskan Transportasi Umum, Tapi Masalah Timbul

Luxembourg City

Luksemburg berencana menggratiskan transportasi umum di seluruh negeri. Tapi banyak masalah dan kritik muncul dari rencana itu.

Anda dapat berkendara melintasi Luksemburg dalam dua jam, menikmati kebun anggur di tepi sungai Moselle di timur, lembah berliku Ardennes di utara dan desa-desa menawan yang dipenuhi kastil dan rumah pertanian tua di tengahnya.

Tetapi Anda juga dapat menghabiskan dua jam hanya untuk pulang-pergi dari dan ke kantor di ibukota, Luxembourg City, karena kemacetan lalu lintas adalah masalah utama.

Akhir tahun lalu, Luksemburg menjadi berita utama ketika mengumumkan akan menggratiskan semua angkutan umum. Mulai 1 Maret 2020, tidak ada biaya yang harus dibayar untuk menggunakan kereta, trem dan bus yang melintasi surga pajak kecil yang diapit antara Jerman, Prancis, dan Belgia ini.

Langkah ini akan menguntungkan 602.000 penduduk Grand Duchy dan 175.000 pekerja lintas batas, serta sekitar 1,2 juta turis tahunan. Tapi apa yang ada di balik langkah ini dan apa yang akan dicapai?

Langkah sosial

Selama empat dekade terakhir, populasi Luksemburg telah meningkat hampir 240.000 orang. Angkatan kerja telah tumbuh dari 161.000 pada tahun 1998 menjadi 427.000 orang pada tahun 2018, sebagian didorong oleh kenaikan jumlah pekerja lintas batas hingga 168%.

Saat ini, Luxembourg memiliki jumlah mobil per penduduk tertinggi di UE (termasuk mobil perusahaan yang digunakan oleh pekerja lintas batas yang bukan penduduk). Lebih dari 60% penumpang menggunakan mobil mereka untuk pergi bekerja, dan hanya 19% yang menggunakan transportasi umum.

Namun mengurai kemacetan dan memperbaiki lingkungan bukanlah penggerak utama prakarsa transportasi umum gratis, menurut menteri mobilitas dan pekerjaan umum Franois Bausch.

“Ini terutama merupakan langkah sosial,” katanya.

“Tujuannya adalah untuk menghentikan kesenjangan yang semakin dalam antara kaya dan miskin. Bagi orang-orang dengan upah rendah, biaya transportasi itu berpengaruh. Karena itu lebih mudah untuk membuatnya jadi gratis untuk semua orang.”

Luksemburg secara umum dipandang sebagai negara kaya pekerja di negara ini memiliki gaji tahunan rata-rata tertinggi dari semua negara OECD. Tetapi kemiskinan meningkat: 10% warga terbawah hidup dengan rata-rata 1.011 euro (Rp 16,4 juta) per bulan, menurut kantor statistik Luxembourg. Tiga belas persen pekerja dan hampir 10% pensiunan berisiko mengalami kemiskinan.

Angkutan umum gratis adalah salah satu dari beberapa beleid sosial yang ingin digolkan pada 2019 oleh pemerintah terpilih. Selain itu mereka juga ingin menaikkan upah minimum, penyesuaian pensiun dan bantuan keuangan untuk pendidikan tinggi.

‘Ide luar biasa’

“Transportasi gratis adalah ide yang luar biasa,” kata M’Barek Rabii. Dia bekerja di La Provenale, pasar grosir nasional.

Bercerai, dan punya seorang anak berusia 12 tahun, ia mendapat upah minimum sesuai aturan yang berlaku. Gaji bulanan setelah pajaknya sebesar 1.770 euro (Rp 28,6 juta), sekitar 900 euro (Rp 14,5 juta) dipakai untuk membayar sewa dan 50 euro (Rp 800 ribu) untuk transportasi umum setiap bulan, karena dia tidak mampu membeli tiket langganan Rp 8 juta.

“Dibarengi dengan kenaikan upah minimum, itu akan membantu orang-orang dengan gaji rendah seperti saya untuk lebih memenuhi kebutuhan,” kata dia.

Tetapi membujuk para pengemudi mobil untuk naik kereta dan bus gratis mungkin menjadi hal yang sulit, mengingat banyak orang melihat sistem transportasi umum sebagai hal yang tidak nyaman.

Fatima Braga membersihkan rumah di siang hari dan kantor di malam hari demi mendapatkan upah minimum. Selama istirahat di antara pekerjaan, dia pulang untuk merawat anjingnya.

“Transportasi gratis akan membantu saya menghemat banyak uang yang selama ini saya keluarkan untuk mobil,” katanya. “Namun, ketika saya melakukan perjalanan bolak-balik dari rumah ke tempat lain, saya akan menghabiskan setidaknya 1,5 jam setiap hari di bus, dibanding 50 menit dengan mobil.”

Untuk mereka yang berada dalam kelompok pendapatan yang lebih tinggi, beralih tampaknya bahkan lebih tidak mungkin. Anne Klein mengajar bahasa Jerman di sebuah sekolah menengah di Lamadeleine, 30 km di selatan rumahnya di Luxembourg City. Pada pagi hari, perjalanannya memakan waktu 30 menit karena dia melawan arus lalu lintas jam sibuk.

Saat kembali ke sekolah pada sore hari, saat jam sibuk, waktu perjalanannya jadi dua kali lipat. Meski demikian ia tidak tergoda untuk beralih.

“Butuh satu jam untuk pergi bekerja dengan kereta api. Dan saya perlu pindah ke kereta lain, yang membuat saya tiba di sekolah terlalu cepat atau terlalu lambat,” kata dia.

Ditambah lagi, dia harus membawa tas-tas buku yang berat. “Meskipun lebih mahal, mobil tetap menjadi alternatif transportasi yang paling nyaman bagi saya,” kata dia.

Pemerintah berencana untuk berinvestasi dalam infrastruktur transportasi dan strategi mobilitas barunya, Modu 2.0. Modu 2.0 mencanangkan jaringan transportasi umum yang bisa dinaiki 20% orang lagi pada tahun 2025, sehingga mengurangi kemacetan jam sibuk.

Rencana tersebut mencakup modernisasi jaringan kereta api, koneksi perbatasan yang lebih baik dan pusat perpindahan baru antar kereta-trem-bus (serta inisiatif terkait jalan), dengan investasi negara sebesar 2,2 miliar euro pada tahun 2023.

Kesepakatan tarif?

Kedengarannya mahal – terutama ketika pendapatan dari tiket akan hilang.

Namun angkutan umum memang sudah sangat disubsidi tiket dua jam berharga 2 euro dan tiket kelas dua sepanjang hari harganya 4 euro. Banyak orang sudah mendapatkannya secara gratis, misalnya usia di bawah 20, siswa di bawah 30, dan orang dengan penghasilan minimum.

Pendapatan tahunan dari tiket – sebesar 41 juta euro hanya menutupi kurang dari 10% biaya operasional, yaitu 491 juta euro. Bausch mengatakan bahwa meskipun transportasi gratis tidak akan menambah penghematan, tapi biaya penerapannya “minimal”.

Secara bersamaan, pemerintah berencana meninjau aturan yang selama ini mengizinkan pekerja untuk mengurangi biaya perjalanan dari tagihan pajak tahunan mereka. Langkah ini bisa membantu mengisi kembali kas negara dan mendatangkan hingga 115 juta euro per tahun, meskipun rinciannya belum jelas.

Fred Tine berkendara dari Prancis ke kantornya di Luxembourg, perjalanan yang membutuhkan waktu 26 menit dengan mobil tetapi hingga dua jam dengan kereta api

Fred Tine, pegawai bank yang pulang balik dari Mondorff di Prancis ke Luksemburg, bisa jadi salah satu dari mereka yang akan dirugikan. Saat ini biaya perjalanannya 2.079, yang dikurangkan dari deklarasi pajak tahunan untuk perjalanan harian sejauh 45 km yang ditempuh dalam 26 menit.

“Jika saya menggunakan transportasi umum setiap hari, saya akan menghemat sekitar 2.000 euro per tahun,” katanya. “Tapi saya butuh 1,5 hingga dua jam, dengan bus atau kereta yang berangkat setiap jam. Jika saya ketinggalan bus jam 19:35, saya tidak punya alternatif selain naik taksi ke rumah. Jaringan transportasi Luksemburg benar-benar perlu ditingkatkan. “

Namun, penumpang lintas batas dengan kereta api akan diuntungkan. Bausch mengatakan, tarif kereta dan bus akan disesuaikan “setelah berdiskusi dengan jaringan transportasi tetangga”. Untuk mereka yang suka bepergian dengan bergaya, opsi untuk membeli tiket kelas satu akan tetap 660 euro per tahun, atau 75 euro per bulan.

Masalahnya bukan hanya biaya

Rencana transportasi gratis ini telah menarik banyak perhatian internasional. “Kalau negara itu meluncurkan kampanye promosi, biayanya bisa jutaan,” kata ekonom Michel-Edouard Ruben. “Dengan pengumuman ini, Luksemburg mendapat kampanye iklan gratis di seluruh dunia.”

Tapi dia merasa rencana ini terlalu berlagak, melebihi substansinya. “Transportasi gratis adalah ide modis yang keliru,” katanya. Dia merasa uang itu akan lebih baik dihabiskan untuk subsidi sewa atau perumahan sosial.

Constance Carr, seorang peneliti senior paskadoktoral di Universitas Luxembourg, menyuarakan pandangan yang sama. Dia mengatakan: “Transportasi umum gratis adalah masalah yang kompleks, dan masalahnya bukan di biaya.”

Dia menyoroti perumahan mahal sebagai masalah sosial utama, di mana kenaikan biaya mendorong orang keluar dari kota ke daerah perbatasan. Menyediakan lebih banyak lahan untuk perumahan akan menjadi salah satu solusi potensial, katanya, tetapi apakah pemilik tanah akan mendukung, itu “adalah pertanyaan besar”.

Serikat transportasi nasional menentang rencana tersebut. “Membuat transportasi gratis dapat mengarah pada peningkatan vandalisme,” kata Mylne Bianchy, presiden serikat kereta api Syprolux. “Orang-orang jadi kurang menghargai, dan vandalisme meningkat.”

Serikat pekerja juga khawatir skema ini akan menyebabkan pemecatan staf. Tapi Bausch mengatakan tidak ada yang akan diberhentikan. “Petugas pemeriksa tiket dan staf meja akan tetap berada di papan dan di stasiun, dan akan diarahkan ke tugas-tugas informasi dan keamanan.”

Apakah ini akan berhasil?

Luksemburg bukan negara pertama yang mencoba ini: ibukota Estonia Tallinn memperkenalkan transportasi umum gratis pada Januari 2013, dengan tujuan mengatasi kemacetan dan membantu orang berpenghasilan rendah.

Warga membayar 2 euro untuk kartu hijau untuk perjalanan ke seluruh kota, sementara orang yang bukan penduduk dan turis masih harus membayar. Kota Dunkirk Perancis juga memperkenalkan bus gratis pada bulan September 2018 untuk 200.000 penduduknya.

Satu bulan kemudian, walikota Dunkirk Patrice Vergriete mengatakan jumlah penumpang naik 50% di beberapa rute dan sebanyak 85% di rute lain, dan orang-orang tampaknya lebih menghargai layanan bus daripada ketika mereka membayarnya.

Satu kelemahan tak terduga muncul dalam studi tentang perubahan itu di Tallinn. Panjang perjalanan rata-rata turun 10%, menunjukkan bahwa orang menggunakan transportasi umum untuk mengganti perjalanan yang mungkin ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda daripada menggunakan mobil.

Jumlah penumpang naik 3% di pusat kota, dan lebih dari 10% di satu distrik dengan tingkat pengangguran tinggi. Laporan berikutnya menemukan ada “bukti beragam” mengenai apakah perubahan ini meningkatkan mobilitas bagi penduduk berpenghasilan rendah dan pengangguran.

Ada lebih banyak perjalanan, tetapi tidak ada indikasi bahwa “peluang kerja meningkat sebagai akibat dari kebijakan ini”, kata laporan itu.

Untuk saat ini, penduduk Luksemburg tampak lebih tertarik pada agenda legislasi sosial lain dari pemerintah, dan perubahan transportasi tidak terlalu mendominasi pembicaraan.

Sedikit yang tampaknya rela meninggalkan mobil mereka untuk perjalanan gratis. “Pendidikan diperlukan untuk mengatasi kecanduan ini,” kata Carr. “Tetapi kebijakan yang bertujuan mengurangi penggunaan mobil tetap tidak populer dan tabu secara politis.”

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di The cost of Luxembourgs free public transport plan di laman BBC Capital


(ita/ita) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Home United vs Persija: Macan Kemayoran Menuju Kasta Tertinggi Asia

Liputan6.com, Kallang – Persija Jakarta akan menghadapi Home United di Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura, Selasa (5/2/2019) pada babak play off Liga Champions Asia. Kemenangan menjadi target utama Marko Simic dan kawan-kawan.

Macan Kemayoran, julukan Persija, ingin tampil di kasta tertinggi sepak bola Asia. Untuk meraih kemenangan, pelatih Persija, Ivan Kolev mempelajari Home United dari rekaman video.

“Saya yakin besok bakal menjadi laga yang sulit untuk kami, karena saya sudah melihat satu laga persahabatan dari Home United dan saya melihat mereka adalah tim yang sangat bagus; organisasi yang bagus, pemain-pemain yang bagus, tentu untuk kami akan sangat sulit,” ujar Kolev saat konferensi pers jelang laga, Senin (4/1/2019).

Namun demikian, Kolev menegaskan, anak asuhnya sudah siap menghadapi Home United. Dia melihat pasukan Macan Kemayoran sangat siap bermain di rumput sintetis.

“Setelah melakukan latihan saya yakin pemain saya akan memberikan yang terbaik di lapangan, karena jika tidak, maka tidak mungkin kami bisa menang,” kata pelatih Persija berkebangsaan Bulgaria tersebut.

2 dari 3 halaman

Minus Rezaldi

Dalam laga nanti, Macan Kemayoran tak bisa memainkan Rezaldi Hehanusa. Bek sayap Persija itu mengalami cedera kambuhan di tumit kanannya.

“Meski situasinya seperti ini, kami tetap akan memberikan yang terbaik di lapangan. Untuk saya yang terpenting adalah bagaimana kami bermain, hasil dari pertandingan adalah hasil dari bagaimana kami bermain, dengan bagaimana sikap kami di lapangan,” ucap Kolev.

Beruntung bagi Persija karena Madura United mau meminjamkan Jaimerson Xavier dan Alberto Goncalves. Keduanya dipinjamkan ke Persija hanya untuk kompetisi Liga Champions Asia.

3 dari 3 halaman

Performa Buruk Home United

Tak hanya itu, Persija juga diuntungkan dengan catatan buruk Home United. Dalam empat pertandingan terakhirnya, klub asal Singapura itu belum meraih kemenangan.

Home United menelan tiga kekalahan dan sekali hasil imbang. Bahkan, gawang Home United telah kebobolan enam gol.

Saksikan video pilihan berikut ini:

UNHCR Harap Indonesia Izinkan Pencari Suaka Bekerja

Jakarta – Karena tak boleh bekerja menghasilkan uang, para pengungsi dari luar negeri menghabiskan hari-harinya menunggu santunan di Kalideres, Jakarta. UNHCR (Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi) berharap Indonesia memberikan mereka izin untuk bekerja supaya bisa hidup lebih layak.

“Kami berharap agar ke depannya pengungsi di Indonesia dapat dilibatkan dalam ‘livelihood opportunities’ dengan masyarakat, dalam arti dapat memperoleh kesempatan untuk membantu bisnis kecil penduduk sehingga mereka dapat membawa pulang sedikit imbalan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarga mereka,” kata Associate External Relations/Public Information Officer UNHCR, Mitra Salima Suyono, kepada detikcom, Minggu (3/2/2019).

Larangan bekerja bagi pengungsi tercantum dalam ‘Surat Pernyataan Pengungsi’ yang harus ditandatangani pengungsi bersertifikat UNHCR, sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010 tanggal 17 September 2010. Berdasarkan keterangan yang didapat detikcom dari para pengungsi, mereka juga menyadari bahwa mereka tidak boleh bekerja di Indonesia.

UNHCR Harap Indonesia Izinkan Pencari Suaka BekerjaPara pengungsi dari Afghanistan, di Kalideres. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

“Pengungsi adalah orang-orang yang sama seperti kita semua, mereka memiliki keahlian, ketrampilan dan kelebihan yang ingin mereka sumbangkan kepada Indonesia,” kata Mitra.
Mitra menjelaskan, para pencari suaka yang berada di pinggir jalan kehabisan bekal untuk bertahan hidup. Mereka kini sangat tergantung dengan adanya donasi karena tak punya hak untuk bekerja. Bila mereka diperbolehkan bekerja, maka mereka bisa membantu masyarakat Indonesia juga.

“Misalnya, apabila seorang Indonesia memiliki bisnis kecil pembuatan roti, banyak sekali pengungsi yang ahli memasak dan membuat roti sehingga apabila mereka diperbolehkan untuk membantu, bisnis orang tersebut dapat diuntungkan dan pengungsi yang bersangkutan, diharapkan mendapatkan imbalan yang mungkin jumlahnya tidak besar, namun dapat sedikit mengurangi beban hidup mereka selama di Indonesia,” kata Mitra.

Saat ini, UNHCR bekerja sama dengan lembaga lain untuk menangani kebutuhan pengungsi, lembaga-lembaga itu antara lain IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi), Dompet Dhuafa, CRS (Catholic Relief Services), CWS (Church World Service), PMI (Palang Merah Indonesia), dan lainnya.

Saat ini, jumlah pengungsi sudah berkurang bila dibandingkan dengan awal-awal menumpuknya mereka di area Kalideres, pada Agustus 2017 hingga 2018. Mitra memperkirakan jumlah mereka saat ini sekitar 100 orang. “Sementara jumlah pengungsi di Indonesia sekitar 14.000 orang,” kata dia.

Sebelumnya, detikcom telah menemui pengungsi dari Afganistan dan Sudan yang bertahan di Jl Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, yakni di sekitar Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim). Mereka menggelar tikar atau kardus untuk duduk sepanjang hari di atas trotoar. Mereka berharap bantuan. Menurut para pengungsi, selalu ada orang yang memberikan makanan dan minuman untuk pengungsi.

UNHCR Harap Indonesia Izinkan Pencari Suaka BekerjaFoto: Pengungsi dari Sudan di Kalideres (Adhi Indra Prasetya/detikcom)

Mereka tidak bisa bekerja dan ingin segera diberangkatkan ke negara tujuan, yakni negara-negara yang meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol Pengungsi 1967, di antaranya adalah Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Kanada. Mereka sadar, Indonesia hanyalah negara transit yang tidak bisa mereka tempati selamanya. Indonesia belum meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol Pengungsi 1967.

Kini, negara-negara maju semakin mengetatkan kebijakan untuk menerima pengungsi. Kemungkinan mereka untuk diberangkatkan ke ‘negara-negara pihak ketiga’ bukannya sepenuhnya tertutup, melainkan kecil.

“Kemungkinan penempatan ke negara ketiga (resettlement) masih ada meskipun jumlahnya sangat terbatas. Namun resettlement bukanlah satu-satunya solusi yang ada. UNHCR sangat mendukung program private sponsorship, yaitu apabila ada pengungsi yang memiliki sanak keluarga di negara ketiga yang bersedia mensponsori keberangkatan dan keberadaan mereka di negara ketiga tersebut,” kata Mitra.

UNHCR tidak bisa memengaruhi keputusan negara pihak ketiga yang diinginkan pengungsi menjadi negara tempat berlabuhnya, namun UNHCR hanya memfasilitasi proses pemukiman kembali (resettlement). Penerimaan pengungsi lewat skema sponsor privat seperti di atas sepenuhnya berada di tangan pengambil keputusan negara penerima yang bersangkutan.

Kenapa Indonesia perlu izinkan pengungsi bekerja?

Indonesia dinilai perlu mengizinkan para pengungsi bekerja, karena itu adalah hak ekonomi setiap manusia. Soalnya, Indonesia sudah meratifikasi Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya lewat sidang Paripurna DPR pada 30 September 2005.

“Itu sesuai Konvenan Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya yang disahkan PBB tahun 1966,” kata Ketua SUAKA, Febionesta. SUAKA adalah jaringan masyarakat sipil yang bekerja melindungi hak-hak pencari suaka.

Terlebih lagi, para pengungsi yang dibiarkan tidak bekerja berisiko melakukan hal-hal yang tidak baik bagi keamanan masyarakat. Maka lebih baik pemerintah membuka aktivitas ekonomi bagi mereka. Bila ada kekhawatiran mereka mengambil lapangan kerja Warga Negara Indonesia (WNI), maka mereka bisa diberi izin bekerja di sektor kewirausahaan.

“Mereka banyak yang punya jiwa wirausaha. Justru mereka bisa menciptakan lapangan kerja,” kata Febionesta.

Di kancah pengungsi dunia, pengungsi yang menunggu di Indonesia berisiko mendapat nilai buruk karena minimnya perhatian. Dia melihat perlu ada pelatihan kerja bagi para pengungsi supaya mereka bisa lebih mudah diterima oleh negara-negara yang bakal menampungnya nanti.

“Posisi tawar pengungsi yang ada di Indonesia sangat rendah di skena pengungsian internasional, karena tidak punya skill,” kata dia.

Simak berita-berita tentang balada pencari suaka di detikcom.

(dnu/imk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>