Diundang Prabowo, Eks Panglima NATO Pernah Kritik Capres AS Seperti Ini

Jakarta – Mantan panglima NATO, Wesley Clark telah diundang capres Prabowo Subianto untuk menjadi pembicara di kuliah umum yang digelar di kediamannya di Hambang, Jawa Barat. Purnawirawan jenderal Amerika Serikat yang kemudian terjun ke politik itu, pernah menjadi tim sukses untuk capres AS, Hillary Clinton dan Barack Obama beberapa tahun silam.

Sewaktu berkampanye untuk pencalonan Obama sebagai capres dari Partai Demokrat, Wesley Clark pernah mengkritik capres Partai Republik, John McCain yang sama-sama memiliki background militer seperti dirinya. Saat itu, Clark menyebut pengabdian McCain di militer tidak otomatis membuatnya layak menjadi panglima tertinggi.

Clark mencetuskan, melakukan pengabdian militer yang heroik bukanlah pengganti untuk mendapatkan pengalaman sebagai pemimpin. McCain pernah menjadi tawanan perang saat perang Amerika Serikat di Vietnam.

“Dalam hal pembuatan kebijakan keamanan nasional, ini masalah tentang memahami risiko,” kata Clark dalam wawancara di CBS “Face the Nation” pada 2008 silam.

“Ini tentang mengukur lawan Anda dan ini tentang dimintai pertanggungjawaban. John McCain tidak pernah melakukan hal itu di posisi resminya. Saya tentu saja menghormati jasanya sebagai tawanan perang. Dia adalah pahlawan bagi saya dan ratusan ribu dan jutaan lainnya di angkatan bersenjata, sebagai tawanan perang,” tutur Clark seperti dilansir huffingtonpost.com.

“Dia telah menjadi suara di Komisi Layanan Bersenjata Senat dan dia telah melakukan perjalanan ke seluruh dunia, tetapi dia tidak memiliki tanggung jawab eksekutif,” kata Clark. “Skuadron besar di Angkatan Laut yang dia perintah — itu bukan skuadron masa perang,” cetusnya.

Saat itu, komentar Clark menuai kecaman keras dari kubu kampanye McCain dan bahkan Obama sendiri tidak mendukungnya. Kedua capres itu dan publik AS menyebut komentar Clark sebagai serangan terhadap pengabdian militer McCain.

Clark diundang Prabowo sebagai pembicara di kuliah umum yang digelar pada Jumat (22/2) kemarin di kediaman Prabowo di Hambalang. Selain Clark, eks Panglima AD Malaysia Azumi bin Muhamad juga diundang sebagai pembicara. Prabowo diketahui memiliki teater mini di Hambalang yang digunakan untuk berbagai acara. Dari undangan yang diperoleh, diketahui bahwa acara itu diadakan Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI).

Prabowo disebut merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia. Kuliah umum itu dihadiri mahasiswa UKRI. Koordinator juru bicara timses Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut kedatangan dua pembicara asing tersebut membuktikan pergaulan sang capres dalam skala internasional.
(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *