Peminat Politeknik Negeri Meningkat, 16.666 Siswa Diterima Tahun Ini

Peminat Politeknik Negeri Meningkat, 16.666 Siswa Diterima Tahun Ini M Nasir (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)

Semarang – Hasil Penelusuran Minat dan Krmampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) diumumkan hari ini. Tercatat pendaftar yang diterima tahun ini meningkat dari tahun lalu.

Pengumuman PMDK-PN 2019 bisa dilihat hari ini lewat laman http://pmdk.politeknik.or.id mulai pukul 14.00 WIB.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan tahun ini ada 16.666 siswa politeknik yang diterima di seluruh Indonesia.

“Peserta yang dinyatakan lulus seleksi 42 politeknik negeri tahun ini 16.666 siswa dari 206.852 siswa yang mendaftar,” kata Nasir saat konfrensi pers pengumuman hasil PMDK-PN 2019 di Politeknik Negeri Semarang, Selasa (16/4/2019).
Angka pendaftaran tahun ini naik sebesar 13 persen dari tahun lalu yaitu pada tahun lalu 183.827 siswa dan saat ini 206.852 siswa yang mendaftar. Sedangkan penerimaan juga meningkat.

“Masyarakat sudah mulai teredukasi dengan baik tentang politeknik. Politeknik bukan lagi pilihan kedua. Kemenristekdikti juga telah menyiapkan beasiswa Bidik Misi bagi 10.000 calon mahasiswa politeknik yang lolos seleksi melalui jalur PMDK-PN dan UMPN,” jelasnya.

Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri, Rachmad Imbang, menambahkan para calon siswa bisa melihat hasil pengumuman lewat website dengan memasukkan nomor pendaftaran.

“Peserta dapat melihat hasil pengumuman dengan cara memasukkan nomor pendaftaran. Akan ada informasi bahwa yang bersangkutan diterima, menjadi cadangan, atau belum lolos,” jelas Rachmad.

Menteri Nasir juga menegaskan, pihaknya ingin menjadikan Politeknik menjadi Universitas Terapan. Karena Politeknik saat ini menjadi tempat menyiapkan tenaga kerja profesional.

“Saya tidak ingin politeknik jadi kelas dua karena politeknik negeri itu tempat tenaga kerja profesional,” tegasnya.

Selain itu, saat ini sedang disiapkan upaya pendaftaran politeknik akan digabung dengan SNMPTN, sehingga bersamaan dengan universitas negeri.

“Kami ingin single input, mau universitas, institut, dan politeknik. Kalau tidak salah belum bisa karena singkronisasi,” tandas Nasir.
(alg/mbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bikin Bangga, Siswa SMA Ini Diterima oleh 9 Universitas Terkemuka di AS

Liputan6.com, Jakarta – Sejarah yang membanggakan Indonesia dicetak oleh salah satu putera bangsanya, Moses Mayer. Siswa kelas 12 di Jakarta Intercultural School ini berhasil diterima di 5 universitas yang masuk dalam jajaran “Ivy League” di Amerika Serikat: Harvard University, Princeton University, Yale University, Cornell University dan University of Pennsylvania.

Ivy League adalah sebuah asosiasi yang terdiri dari 9 universitas terkemuka di Negeri Paman Sam, yakni Brown University, Columbia University, Cornell University, Dartmouth College, Harvard University, Princeton University, University of Pennsylvania, dan Yale University.

Istilah “Ivy League” sendiri mempunyai konotasi kesempurnaan akademis dan elitisme akademis. Bagi sebagian besar murid, bukanlah hal mudah untuk dapat diterima di kampus-kampus “Ivy League”, mengingat persentase penerimaan yang sangat rendah dan kompetitif.

Seorang siswa dituntut untuk memiliki kemampuan lengkap. Bukan hanya akademik, tetapi juga keseluruhan holistik dan prestasi di luar akademik.

Selain diterima di 5 Ivy League, Moses juga diterima oleh universitas-universitas bergengsi lainnya di Amerika Serikat, yaitu M.E.T UC Berkeley, UCLA, University of Michigan dan Carnegie Melon University.

Menurut Liwan, ibunda Moses, anak pertamanya ini sudah berprestasi sejak masih di Sekolah Dasar (SD) hingga saat ini duduk di bangku SMA. Bahkan ia sudah mengausai bahasa Inggris sejak kecil, sebab komunikasi sehari-hari di sekolahnya dilakukan dalam bahasa asing itu.

“Moses telah memenangkan banyak olimpiade atau kompetisi matematika maupun informatika (computer science) di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Liwan saat dihubungi Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Senin (8/4/2019).

Ia berhasil menyabet medali emas OSN, medali emas National Olympiad in Informatics di Singapura, medali perunggu Internasional Olympiad of Metropolises di Moscow, medali perunggu di Junior Balkan Mathematics Olympiad di Romania, hingga medali-medali dan penghargaan-penghargaan di bidang matematika maupun bidang informatika di negara-negata seperti China, Kazakhstan, Hong Kong dan lain-lain.

Namun, meski demikian, remaja kelahiran 24 Februari 2002 ini belum memutuskan untuk memilih satu dari kesembilan universitas yang ‘menyambut’ dirinya itu.

“Belum kepikiran, masih dipertimbangkan. Mereka (pihak kampus) juga kasih waktu sampai 1 Mei,” aku Moses lewat telepon.

Sedangkan jurusan yang akan ia geluti, Moses memilih antara ekonomi, ilmu komputer atau matematika karena ketiga bidang ini sudah disukai olehnya sejak lama. Sedangkan Amerika Serikat adalah negara yang amat ingin disinggahinya untuk menuntut ilmu di perkuliahan.

Selain itu, melalui ketiga fokus tersebut, Moses yang bercita-cita ingin jadi social enterpreneur berharap bisa membantu perekonomian masyarakat kurang mampu dan berkontribusi besar bagi Tanah Air.

Dengan pengetahuan yang dia dapatkan ketika mengenyam pendidikan S1 di AS, Moses berkeinginan untuk kembali ke Indonesia dengan menyalurkan apa yang sudah dia peroleh ke masyarakat, secara langsung, selama berada di negara adidaya.

Kisah Aoki Lee Simmons, Putri Mantan Model yang Diterima Harvard di Usia 16 Tahun

Aoki kini tinggal dengan ayah tirinya, Tim Leissner, yang juga tak pernah lelah mendukungnya. Hubungan kedua ayahnya pun cukup menarik perhatian publik.

Pasalnya, bersamaan dengan kabar diterimanya Aoki di Harvard, Russell Simmons pun tak mau ketinggalan merayakannya melalui akun Instagram @unclerush.

“Sangat bersyukur Aoki berhasil masuk Harvard. Kimora, aku atau Tim tidak perlu melakukan tindakan curang dengan menyuap seseorang untuk memasukkan Aoki ke Harvard. Dia meraihnya dengan nilai akademiknya sendiri.” tulis Russell yang dilanjutkan dengan ucapan rasa bangga.

Kecerdasan Aoki lantas tak hanya membanggakan orangtuanya, namun juga membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya memiliki masa depan cerah dengan hasil jerih payahnya sendiri.

Siswa Jatim Terbanyak Diterima Melalui SNMPTN, Ini Reaksi Khofifah

Sebelumnya, 10 besar kampus yang menerima mahasiswa melalui SNMPTN adalah Universitas Brawijaya sebanyak 3.957 orang), Universitas Negeri Padang (2.591), Universitas Sumatera Utara (2.508), Universitas Pendidikan Indonesia (2.493), Universitas Jember (2.215).

Kemudian Universitas Andalas (2.154), Universitas Diponegoro (2.146), Universitas Negeri Semarang (2.115), Universitas Halu Oleo (2.070) dan Universitas Syiah Kuala (2.039).

Sementara itu, 10 Besar kampus yang menerima mahasiswa dari jalur SNMPTN dan berpotensi mendapatkan beasiswa Bidikmisi yaitu; Universitas Negeri Padang (1.390), Universitas Halu Oleo (1.097), Universitas Syiah Kuala (1.063), Universitas Andalas (832), UPI Bandung (825), Universitas Jember (678), Universitas Sebelas Maret (654), USU (650), Universitas Mataram (616) dan Universitas Tadulako (611).

 

Reporter: Moch. Andriansyah

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:  

Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Dardak disambut meriah warga Surabaya usai dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

3.874 Siswa Diterima SNMPTN Sumatera Utara

Liputan6.com, Medan – Sebanyak 3.874 siswa di Sumatera Utara (Sumut) dinyatakan lulus oleh ‎Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019.

Jumlah 3.874 siswa yang lulus SNMPTN itu terbagi menjadi 2.508 di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) sebanyak 1.366 siswa.

Kepada para siswa yang dinyatakan lulus tersebut agar segera melakukan daftar ulang dan melihat informasi lanjut di laman resmi SNMPTN http://pengumuman.snmptn.ac.id‎.

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengatakan, pihaknya sangat senang siswa yang lulus telah menjadi bagian dari keluarga besar Unimed, karena sudah bergabung menjadi warga Unimed.

“Peserta SNMPTN yang belum lulus masih punya kesempatan untuk bersaing kembali di jalur SBMPTN dan Seleksi Mandiri. Dua jalur masuk di PTN ini, akan segera dibuka pada tahun ini,” ujar Syawal, Jumat (22/3/2019).

Dia mengingatkan, bagi yang telah dinyatakan lulus agar segera mempersiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk daftar ulang dan melihat jadwal-jadwal penting.

Hal ini, kata Syawal, untuk melakukan daftar ulang agar tidak terlambat.

“Percayalah, jika saudara yang belum lulus SNMPTN yakin dan tetap berusaha, serta serius dalam belajar, mudah-mudahan dapat lulus di dua jalur tersebut (Seleksi Mandiri dan SBMPTN),” pungkas Syawal.

Suap Rp 1,2 M untuk Taufik Kurniawan Diterima di Rumah Ketua PAN Jateng

Semarang – Wakil Ketua DPR nonaktif Taufik Kurniawan didakwa menerima suap dari Bupati Kebumen, Yahya Fuad dan Bupati Purbalingga, Tasdi. Jaksa mengungkap suap Rp 1,2 miliar dari Tasdi untuk Taufik diterima di rumah Ketua PAN Jateng, Wahyu Kristianto.

“(Taufik menerima suap dari Bupati Tasdi) melalui Wahyu Kristianto sejumlah Rp 1,2 miliar,” ujar Jaksa dari KPK, Eva Yustisiana dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/3/2019).

Jaksa menyebutkan bahwa uang Rp 1,2 miliar itu diberikan Tasdi kepada Taufik melalui Wahyu pada Agustus 2017.


“Sebagai tindak lanjut atas perintah Tasdi, pada sekira pertengahan bulan Agustus 2017, Samsurijal Hadi alias Hadi Gajut menyerahkannya kepada terdakwa melalui Wahyu Kristianti di rumah Wahyu di Jalan Mandiraja Wetan, Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara,” lanjut Eva.
Selanjutnya, Wahyu menemui Taufik di Hotel Asrilia Bandung untuk menyerahkan uang tersebut. Diberitakan sebelumnya, Taufik menerima suap dengan janji akan memperjuangkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2016 Purbalingga. Selain dari Bupati Purbalingga, Taufik juga didakwa menerima suap dari Bupati Kebumen sebesar Rp 3,65 mliar.
(alg/sip)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wapres: Hanya 5 Persen alumni LPDP yang Bisa Diterima Kerja di Pemerintahan

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta kepada seluruh alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar tidak terlalu berharap bekerja di sektor pemerintahaan. Sebab, menurut JK masih banyak sektor lain yang dibutuhkan di luar pemerintahan.

“Kita butuh apa? kita butuh kemampuan di segala bidang. (Anda) jangan mengharap banyak bekerja di pemerintahan,” kata Jusuf Kalla dalam acara Sarasehan LPDP 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Jusuf Kalla menyampaikan, paling tidak hanya 5 persen dari alumni LPDP yang dipekerjakan di pemerintahan. Sebab, saat ini birokrasi tidak telalu membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Yang paling penting pertama di pikiran Anda jangan harap banyak pada bekerja di pemerintahan dulu. Mungkin diterima di bawah 5 persen tapi berpikir bagaimana bisa mempekerjakan orang, lebih produktif,” paparnya.

Jusuf Kalla mengatakan, peluang yang paling terbuka untuk para lulusan LPDP adalah di sektor kewirausahaan atau profesionalisme. Sebab dia memandang, kebutuhan itulah yang menjadi kebutuhan ke depan.

Oleh karena itu, Jusuf Kalla juga menginginkan agar mereka yang telah menempuh pendidikan lewat jalur LPDP bisa memberi sumbangsih lebih kepada negara.

“Itu tentu alasan kenapa Anda diberikan kesempatan oleh negara untuk mendapatkan pendidikan yang baik di dalam dan luar negeri dengan biaya negara agar sumbangan SDM lebih baik,” pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Banding Diterima, Vonis Ahmad Dhani Disunat

Jakarta – Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengabulkan permohonan banding Ahmad Dhani. PT Jakarta mengurangi masa hukuman terdakwa kasus ujaran kebencian itu, dari 1,5 tahun penjara menjadi 1 tahun penjara.

“Merubah Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 370/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Sel tanggal 28 Januari 2019 yang dimintakan banding tersebut, sepanjang lamanya pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa sebagaimana amar di bawah ini. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun,” ujar majelis banding sebagaimana dilansir website PT Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Meski lamanya hukuman disunat, tapi Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani tetap dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, menyuruh lakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

“Menyatakan Terdakwa tetap dalam tahanan,” ujar majelis yang diketuai Ester Siregar dengan anggota Muhammad Yusuf dan Hidayat.


Dhani dinilai bersalah karena menyebarkan kebencian di akun Twitternya. Cuitan pertama berbunyi ‘Yang menistakan agama si Ahok…yang diadili KH Ma’ruf Amin.’ Cuitan kedua berbunyi ‘Siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya – ADP.’ Cuitan ketiga berbunyi ‘Kalimat sila pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS??? – ADP.’

Ahmad Dhani sebelumnya dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa.
(asp/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wuling Motors Merasa Telah Diterima Pasar Indonesia

Liputan6.com, Bandung – Dalam kurun waktu relatif singkat, Wuling Motors merangsek ke posisi enam besar sebagai pabrikan dengan penjualan mobil penumpang tertinggi secara nasional. Atas pencapaian ini, pabrikan asal Tiongkok tersebut optimistis menatap masa depan.

“Tujuan jangka panjang kami ingin menjadi pemain penting di pasar Indonesia. Dateng ke sini kami pasti punya mimpi. Tapi untuk tahun sekarang dengan capaian sekarang itu sudah cukup puas,” terang Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani di sela acara test drive Wuling Almaz di Bandung, Jawa Barat.

Ya, usia Wuling Motors di Indonesia belum genap dua tahun namun telah meraup cukup banyak penjualan. Tercatat, sejak 2017 konsumen Wuling telah mencapai 22 ribu.

“Jadi buat kami cukup bangga. Jadi kami sebenarnya sudah mendapat respons positif dari Indonesia sebagai pemain baru,” ujar Dian

Pabrikan berlambang lima berlian tersebut melihat Indonesia merupakan salah satu pasar yang penting. Karenanya, prinsipal Wuling mau investasi besar di Indonesia.

“Dari sisi rasio kepemilikan mobil masih rendah, kemudian kami lihat juga potensi dan perkembangan industri otomotif cukup menarik. Setelah itu kelas medium middle meningkat. Makanya dari prinsipal memutuskan investasi,” jelasnya.

Untuk menjaga torehan positif ini, Wuling memiliki cara sendiri untuk menggapainya. “Bagaimana mempertahankannya, kami akan tingkatkan layanan aftersales dan dengan strategi produk yang lebih oke. Salah satunya seperti Almaz ini,” tutup Dian.

Dua Nama Cawagub Diterima, Sekda DKI: Tunggu Arahan Gubernur

JakartaSekda DKI Jakarta Saefullah sudah menerima dua nama cawagub pengganti Sandiaga Uno. Saefullah mengatakan masih menunggu arahan Gubernur DKI Anies Baswedan.

“Surat sudah diterima. Tapi masih tertutup, belum dibuka, tunggu arahan/desposisi Pak Gubernur,” kata Saefullah saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (2/3/2019).

Saefullah menuturkan, administrasi dua nama cawagub itu sudah berada di bagian Tata Usaha (TU) Pemprov DKI. Dia menyebut dua nama cawagub DKI itu akan diberikan ke DPRD setelah Anies memberikan arahan.

“Surat (sudah) di TU. Ya (tunggu arahan Anies, setelah itu diserahkan ke DPRD),” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo mengaku sudah menyerahkan surat terkait dua nama cawagub DKI ke Anies. Surat tersebut diserahkan melalui Saefullah.

“Pemberkasan sudah selesai semua, Alhamdulillah, dan sudah diterima Sekda Pak Saefullah,” kata Syakir, Jumat (1/3).

Adapun dua nama yang diajukan adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Kedua nama ini nantinya akan diserahkan ke DPRD DKI untuk dirapatkan melalui paripurna.

(zak/dwia)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>