Remaja Palestina Tewas Ditembak Israel di Gaza

Gaza City – Seorang remaja asal Palestina tewas tertembak pihak Israel dalam bentrokan di perbatasan Gaza. Yussef al-Daya (14) tertembak di bagian dada.

Dilansir dari AFP, Sabtu (23/2/2019), peristiwa ini juga mengakibatkan 30 warga Palestina lainnya terluka ditembak Israel. Dalam laporan yang disampaikan tentara Israel, ada sekitar 8.000 warga Palestina yang berdemonstrasi di sepanjang titik perbatasan Gaza.

Para pengunjuk rasa membakar ban dan melemparkan granat, alat pembakar dan batu ke arah tentara Israel, kata seorang juru bicara militer kepada AFP. Pasukan Israel “merespons dengan cara anti huru hara dan menembak sesuai dengan prosedur operasional,”.
Setidaknya 251 warga Palestina tewas tertembak Israel sejak Maret 2018, mayoritas ditembak selama protes perbatasan mingguan dan yang lainnya terkena tembakan tank atau serangan udara. Dua tentara Israel tewas dalam periode yang sama.
Israel telah berperang tiga kali dengan penguasa Islamis Gaza, Hamas sejak 2008 dan daerah kantong itu berada di bawah blokade yang melumpuhkan selama lebih dari satu dekade.
(dkp/dkp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Serangan Burung Hantu ke Sarang Burung Walet di Sampit

Liputan6.com, Sampit – Serangan burung hantu ke bangunan-bangunan budidaya sarang burung walet, membuat resah sebagian pembudidaya sarang walet di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

“Burung hantu itu bisa memakan burung walet. Biasanya burung hantu menunggu di dekat lubang masuk. Jadi ketika ada burung walet masuk maka langsung diburu dan dimangsa,” kata Budi, salah satu pembudidaya sarang walet di Sampit, Rabu (20/2/2019).

Gangguan burung hantu memang menjadi ancaman bagi usaha budidaya sarang walet, selain ancaman serangan tikus. Bangunan budidaya sarang walet yang dimasuki burung hantu dikhawatirkan berdampak pada produksi sarang lantaran populasi burung walet bisa berkurang akibat dimangsa burung hantu.

Lebih parah, gangguan burung hantu dikhawatirkan membuat burung walet kabur dan tidak lagi bersarang di bangunan itu. Untuk itulah pembudidaya sangat khawatir bangunan budidaya sarang walet mereka dimasuki burung hantu.

“Kalau saya, untuk mengatasi itu saya pasangi lampu supaya burung hantunya pergi. Tapi ada juga orang yang memilih memburu burung hantu itu dengan cara ditembak menggunakan senapan angin,” ujar Budi dilansir Antara.

Saat ini gangguan burung hantu dikeluhkan pembudidaya sarang walet di kawasan Selatan. Banyaknya burung hantu diduga karena di kawasan pesisir itu masih banyak terdapat hutan sehingga populasi burung hantu diperkirakan masih banyak.

Noor Elman, seorang pengusaha walet di Desa Samuda Besar Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mengaku sangat kesal dengan keberadaan burung hantu karena berdampak terhadap usaha budidaya sarang walet miliknya. Sudah berbagai upaya untuk mengusirnya namun burung hantu tetap kembali masuk.

Sejak dibangun lima tahun lalu, sudah sering burung hantu masuk ke bangunan budidaya sarang walet. Berbagai cara seperti memburu menggunakan senapan angin, memperkecil lubang masuk, memasang racun dan upaya lainnya, belum membuahkan hasil.

“Kemudian kami coba memasang jaring di dekat lubang masuk saat siang hari karena saat itu burung walet keluar mencari makan, ternyata berhasil. Ada lima burung hantu yang tersangkut sehingga berhasil ditangkap,” ujar Elman.

Elman berharap cara ini akan terus ampuh untuk menangkap burung hantu yang sering mengganggu budidaya sarang walet. Dia berharap tidak ada lagi burung hantu datang sehingga produksi sarang walet kembali meningkat.

Sekadar diketahui, budidaya sarang walet masih menjadi favorit masyarakat Kotawaringin Timur karena hasilnya sangat menggiurkan. Harga sarang walet sangat tinggi yakni di atas Rp13 juta per kilogram.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Kesulitan KPU Solok Selatan Sosialisasi Pemilu 2019 ke Suku Anak Dalam

Liputan6.com, Padang Aro – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat melakukan sosialisasi Pemilu 2019 kepada Suku Anak Dalam.

“Ada Suku Anak Dalam yang tinggal di Nagari Padang Limau Sundai dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sudah memberikan sosialisasi terkait Pemilu pada mereka, tetapi tidak bisa didata sebagai pemilih karena belum memiliki identitas diri seperti KTP elektronik maupun KK,” ujar Komisioner Divisi Hukum KPU Solok Selatan Dedi Fitriadi di Padang Aro, seperti dikutip dari Antara, Rabu (20/2/2019).

Dia mengatakan, sebaran Suku Anak Dalam di Solok Selatan ada di tiga Kecamatan yaitu Sangir Jujuan, Sangir Batang Hari, dan Sangir Balai Janggo.

“Untuk melakukan pendataan terhadap Suku Anak Dalam, KPU kesulitan karena mereka selalu berpindah-pindah serta tidak ada identitas,” jelas Dedi.

Sementara itu, anggota PPK Sangir Jujuan, Alexander Arianto mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada Suku Anak Dalam setelah mendapat laporan dari pihak Nagari tentang keberadaan mereka.

“Sosialisasi Pemilu kepada Suku Anak Dalam kami didampingi oleh warga sekitar yang sudah mengerti dengan bahasa mereka kalau tidak maka akan sulit melakukannya,” ucap Alexander.

Saat sosialisasi, kata dia, KPU melakukan pendataan, tetapi tidak satu orang pun yang memiliki identitas diri, sehingga sesuai aturan tidak bisa masuk DPT.

“PPK sudah berkoordinasi dengan pihak Nagari terkait identitas Suku Anak Dalam ini. Saat sosialisasi ada lima Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 10 orang yang sudah memiliki hak pilih tetapi tidak ada identitas diri,” papar Alexander.

2 dari 3 halaman

Sempat Lihat Suku Anak Dalam

Kemudian, Ketua PPK Sangir Balai Janggo, Riko mengatakan, selama tahapan Pemilu pihaknya pernah melihat keberadaan suku anak dalam dua kali di Sungai Kunyit tetapi hanya lewat.

“Biasanya mereka pindah dari hutan ke hutan sehingga sulit untuk melakukan pendataan,” jelas Riko.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Polisi Montenegro Tangkap 9 Orang Terkait Penyerangan Jurnalis

Jakarta – Kepolisian Montenegro menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap jurnalis investigasi Olivera Lakic. Sembilan orang ini diyakini bagian dari kelompok kriminal.

“Sembilan orang itu, yang ditangkap di Montenegro dan di luar negeri, diyakini sebagai bagian dari kelompok kriminal,” kata kepala polisi Podgorica Milovan Pavicevic, seperti dilansir AFP, Rabu (20/2/2019).

Dia mengatakan kelompok ini dicurigai telah mempersiapkan penyerangan dengan melepaskan tembakan kebagian kaki Lakic. Lakic ditembak di depan rumahnya pada Mei lalu, di Podgorica, Ibu kota Montenegro.

Polisi juga mengatakan telah menyita beberapa barang bukti di rumah para terduga penyerangan itu. Barang bukti tersebut berupa senjata hingga alat peledak.

“Polisi juga menyita sejumlah besar senjata, alat peledak dan peralatan penyamaran di rumah para tersangka,” kata Pavicevic.

Tercatat sejak 2004, puluhan wartawan menjadi korban serangan dan pembunuhan di Montenegro. Namun, tidak satu pun dari kasus tersebut yang pernah diselesaikan.
(dwia/haf)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Puluhan Monyet Liar Turun Gunung Curi Makanan Warga Lumajang

Liputan6.com, Lumajang – Puluhan ekor monyet liar di Gunung Tambu, Desa Condro, Kecamatan Pasirian Lumajang turun gunung. Monyet berwarna cokelat dengan ekor panjang ini kerap menaiki atap dan masuk ke rumah warga. Bahkan, tak jarang tanaman buah di lahan pertanian habis disantapnya.

Menurut salah seorang warga, monyet berekor panjang atau Macaca fascicularis ini sudah dua pekan terakhir turun ke permukiman warga, terutama saat pagi dan sore hari.

“Kalau pagi banyak, cari makan di tempat sampah bahkan kadang masuk ke dapur,” tutur Lilis Supari saat ditanya Liputan6.com, Senin (18/2/2019).

Monyet yang diduga berjumlah lebih dari 1.000 ekor ini memang sudah lama menghuni hutan di Gunung Tambu, di kawasan Perum Perhutani Kecamatan Pasirian. Namun, yang turun ke permukiman hanya puluhan ekor saja.

“Kalau jumlahnya mungkin lebih dari 1.000, tapi yang ke rumah warga enggak banyak, sekitar puluhan lah,” jelas Supirno, Kepala Desa Condro kepada Liputan6.com.

Turunnya komplotan monyet liar ini membuat aparat kepolisian setempat melakukan pengecekan dan imbauan pada warga agar tak mengganggu habitat monyet.

“Kita tahu sebelumnya di wilayah Klakah ada kera yang masuk rumah dan menggigit anak kecil, maka hari ini saya datang untuk melihat langsung dan mengimbau agar warga tak mengganggu habitat kera ini,” kata Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Meski sudah biasa, tetapi kali ini turunnya monyet liar ini menjadi perhatian sejumlah pihak, termasuk aparat keamanan. Pasalnya sebelumnya, di wilayah kecamatan Klakah, komplotan monyet liar juga turun ke permukiman, bahkan sampai melukai empat balita.


Simak video pilihan berikut ini:

PM Netanyahu Tahan Uang Pajak Palestina Rp 1,9 Triliun

Tel Aviv – Pemerintah Israel memutuskan untuk menahan uang pajak Palestina sebesar US$ 138 juta (Rp 1,9 triliun). Penahanan uang pajak ini dilakukan karena otoritas Palestina terus memberikan bayaran khusus untuk warganya yang dipenjara karena menyerang warga Israel.

Diketahui bahwa sesuai kesepakatan perdamaian sementara, Israel selalu mengumpulkan pajak atas nama Palestina, untuk kemudian ditransfer ke otoritas Palestina. Jumlahnya disebut mencapai angka US$ 222 juta per bulan. Dengan upaya perundingan antara Israel dan Palestina mengalami kebuntuan sejak tahun 2014, Israel seringkali menahan transfer uang pajak untuk otoritas Palestina itu sebagai bentuk proses juga tekanan.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (18/2/2019), kantor PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Minggu (17/2) waktu setempat, uang pajak sebesar US$ 138 juta yang ditahan itu sama besar dengan jumlah dana yang dibayarkan Otoritas Palestina tahun lalu kepada ‘para teroris yang dipenjara di Israel, kepada keluarga mereka dan para tahanan yang telah dibebaskan’.
“Hari ini, saya akan meminta persetujuan kabinet untuk (aturan legislasi) mengurangi gaji teroris dari dana Otoritas Palestina,” ujar PM Netanyahu dalam pernyataannya pada Minggu (17/2) waktu setempat.

“Para pejabat keamanan akan memberikan penjelasan kepada kabinet soal cakupan dana itu. Ini merupakan aturan hukum penting yang telah kita ajukan dan hari ini akan kita loloskan seperti yang saya janjikan,” imbuhnya.

Laporan media-media lokal menyebut penahanan uang pajak US$ 138 juta itu kemungkinan akan dikurangkan secara bertahap dari pembayaran uang pajak bulanan kepada Palestina, untuk periode 12 bulan ke depan.

“Abu Mazen (Presiden Palestina Mahmud Abbas) terus membayarkan gaji gemuk setiap bulannya kepada para pembunuh yang ada di dalam penjara. Kita harus mencari cara untuk menghentikan aliran dana,” cetus Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked.

Israel menyebut pembayaran itu sama saja mendorong tindak kekerasan lebih lanjut. Terlebih diketahui bahwa banyak warga Palestina yang menganggap para tahanan dan pelaku serangan terhadap warga Israel yang ditembak mati sebagai ‘pahlawan’ dalam konflik dengan Israel. Para pemimpin Palestina juga kerap memuji para pelaku serangan yang tewas sebagai martir.

Dalam keterangannya, Otoritas Palestina menyangkal pembayaran itu mendorong tindak kekerasan dan menyebutnya sebagai bentuk uang kesejahteraan untuk keluarga-keluarga yang kehilangan tulang punggung keluarga.

Pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Ahmed Majdalani, menuduh Israel dan Amerika Serikat (AS) — yang juga memotong ratusan juta dolar AS dana bantuan Palestina — telah melakukan upaya pemerasan. “Pemerintahan pendudukan berupaya menghancurkan kewenangan nasional dalam kemitraan dengan pemerintahan AS yang dipimpin Donald Trump,” sebut Majdalani dalam pernyataannya.

“Ini adalah upaya untuk menekan dan memeras kami,” timpal pejabat senior PLO lainnya, Wasel Abu Youssef. “Bahkan dengan hanya satu dolar tersisa, kami akan membayarkannya kepada keluarga para martir, para tahanan dan korban luka,” tegasnya.

(nvc/ita)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Terlibat Pembunuhan Polisi, Anggota KKB di Aceh Tewas Ditembak

Liputan6.com, Aceh – Seorang terduga anggota kriminal bersenjata api di Aceh tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah ditembak ketika tim gabungan Polda Aceh hendak menangkapnya.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono mengatakan, anggota kriminal bersenjata api tersebut berinisial ML alias AR, warga Peureulak Timur, Aceh Timur.

“ML alias AR merupakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi dalam kasus pembunuhan anggota Polres Aceh Utara Bripka (Anumerta) Faisal pada Agustus 2018,” kata Ery, Minggu (17/2/2019).

Tersangka ML alias AR ditembak saat ditangkap di rumahnya pada Minggu (17/2) sekitar pukul 04:00 WIB. Saat hendak ditangkap, ML berusaha melarikan diri dengan cara melompat melalui jendela kamarnya.

“Tersangka ML tidak mengindahkan peringatan petugas. Malah, tersangka mengarahkan senjata api kepada petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Kepala Bidang Humas Polda Aceh dilansir Antara.

Setelah melumpuhkan tersangka, petugas membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zubir Mahmud, Idi Rayeuk, Aceh Timur, untuk tindakan medis lebih lanjut.

Namun, karena peralatan rumah sakit tersebut kurang memadai, tersangka ML dirujuk ke rumah sakit di Langsa. Tersangka ML meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit di Langsa.

Kombes Ery Apriyono menyebutkan, operasi penangkapan tersangka ML, tim gabungan Polda Aceh mengamankan barang bukti berupa sepucuk senjata api laras pendek jenis FN beserta sebuah magasin, dan empat amunisi 9 mm.

Petugas juga mengamankan sebuah parang, empat sebu atau penutup wajah, sebuah martil, permen, rokok, kertas pembalut ganja, telepon genggam, korek api, dan pipet.

“Selain itu diamankan pisau, dua kotak peluru senapan angin, tas kecil pinggang, plastik isi ganja, uang Rp1.450.000, kartu ATM beberapa bank, serta surat kendaraan bermotor dan surat izin mengemudi,” kata Ery.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tewaskan 5 Orang, Pelaku Penembakan di Illinois Baru Saja Dipecat

Illinois – Pelaku yang menewaskan lima orang dalam penembakan di kawasan industri Illinois, Amerika Serikat (AS) ternyata baru saja dipecat dari pekerjaannya. Penembakan itu dilakukan di kantor tempatnya bekerja dan para korban merupakan rekan kerjanya sendiri.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (16/2/2019), penembakan brutal itu terjadi di kompleks perusahaan bernama Henry Pratt Company yang ada di wilayah Aurora, sekitar 65 kilometer sebelah barat kota Chicago, Illinois, pada Jumat (15/2) waktu setempat.

Henry Pratt Company merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang membuat katup untuk pipa air berukuran besar. Perusahaan ini memiliki sekitar 200 pegawai dan memiliki kantor seluas 2.600 meter persegi di distrik kelas pekerja di Aurora, kota terbesar kedua di negara bagian Illinois.

Dituturkan Kepala Kepolisian Aurora, Kristen Ziman, bahwa pelaku yang diidentifikasi bernama Gary Martin (45) itu diketahui bekerja di Henry Pratt Company selama 15 tahun sebelum penembakan terjadi. Martin ditembak mati polisi usai melepas tembakan brutal di dalam kompleks kantornya sendiri.
Dalam konferensi pers, Ziman menyatakan masih belum diketahui secara jelas apakah pelaku, yang bersenjatakan pistol tangan Smith & Wesson itu membawa senjata api saat dia dipecat atau dia ‘pergi untuk mengambil senjata’ sebelum melakukan aksinya.

Seorang saksi mata dan rekan kerja pelaku, menuturkan kepada CNN, bahwa dirinya melakukan pelaku berlari di dalam gedung perusahaan itu sambil membawa pistol yang dipasangi sinar laser.

Ditambahkan Ziman bahwa hingga kini, kepolisian masih belum bisa memastikan apakah penembakan ini telah direncanakan sebelumnya oleh pelaku.

“Informasi yang kami miliki mengindikasikan pelaku dipecat hari ini (Jumat-red),” ucap Ziman. Alasan pemecatan tidak diketahui lebih lanjut.

Penembakan yang dilakukan Martin itu menewaskan lima orang rekan kerjanya dan melukai lima personel kepolisian setempat serta satu orang lainnya. Ziman menyatakan para korban luka yang kini dirawat di rumah sakit setempat, diperkirakan akan selamat.

Kepolisian setempat masih menyelidiki hubungan antara pelaku dengan para korbannya, yang semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Soal catatan kejahatan pelaku, Ziman mengaku pihaknya masih melakukan pemeriksaan. Namun catatan publik menunjukkan Martin pernah dinyatakan bersalah atas kasus penyerangan di Mississippi tahun 1995 lalu. Bagi orang yang pernah terjerat pidana, biasanya dilarang memiliki senjata api.

(nvc/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ribuan Anjing Dibantai, Rabies di Dompu Masih Mengintai

Jakarta – Sebanyak 619 orang warga Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), digigit anjing. Enam orang di antaranya meninggal dunia.

Merespons atas virus rabies yang masih mengintai, Pemda Dompu menembak mati seribuan anjing. Pemda Dompu sebelumnya juga sudah menyatakan kasus rabies atau anjing gila jadi kejadian luar biasa (KLB).

Data korban tersebut dihimpun sejak Oktober 2018 lalu. Hingga kini, virus rabies telah menyebar ke delapan kecamatan. Korban tertinggi terdapat di Kecamatan Kempo yang lima orang meninggal dan satu orang lainnya di Kecamatan Menggelewa.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Dompu mengambil langkah jangka pendek dengan mengeliminasi anjing-anjing yang diduga terjangkit rabies. Pemda dan warga mengambil langkah serius, yaitu membunuh ribuan anjing liar, baik dengan ditembak maupun diberi racun. Sementara langkah jangka panjang dilakukan dengan melakukan vaksinasi.

“Sampai saat ini jumlah anjing yang telah dieliminasi sebanyak 1.078 ekor yang tak bertuan yang kita duga mengandung rabies. Itu jumlah yang dicampur oleh laporan mandiri dari masyarakat. Jadi masyarakat juga mengeliminasi anjing liar,” ujar Kepala Disnakeswan Dompu, Zaenal Arifin, kepada detikcom, Selasa (11/2/2019).

Vaksinasi rabies di Dompu, NTB.Vaksinasi rabies di Dompu, NTB. (Foto: Kementerian Pertanian/FAO)

Masyarakat khawatir virus mematikan ini terus meningkat. Dinakeswan Dompu mencatat populasi anjing peliharaan dan anjing liar mencapai 1.078 ekor.

Warga was-was keluar rumah saat hari mulai gelap. Sebab, anjing yang terjangkit rabies takut pada cahaya dan tak bisa mendengar.

“Untuk salat subuh saja di masjid saya selalu khawatir karena takut kalau seketika diserang oleh anjing,” ungkap warga Dompu, Muhammad Amin, pada detikcom Rabu (13/2/2019).

Warga ingin ancaman rabies ini segera diakhiri. Sebab rabies juga menular pada hewan lainnya seperti kera, monyet, kucing juga sapi dan kerbau yang kalau digigit oleh anjing.

Diskeswan mencatat populasi anjing di Dompu ada seribuanDiskeswan mencatat populasi anjing di Dompu ada seribuan (Foto: Kementerian Pertanian/FAO)

Virus ini ditakutkan menyebar hingga ke Pulau Lombok. Sebab, dari hasil pelacakan yang dilakukan Disnakeswan di beberapa titik wilayah yang ada di Lombok, ditemukan juga warga yang kena gigitan anjing. “Untuk Lombok ada yang digigit tapi hasil uji lab, negatif. Namun harus kami tingkatkan kewaspadaan di Pulau Lombok,” ungkapnya.

Adanya indikasi wabah rabies masuk ke Pulau Lombok, maka upaya antisipasi yang dilakukan pihak Disnakeswan NTB adalah menjaga lalu lintas persebaran hewan yang berpotensi membawa virus yang mematikan tersebut. Upaya lainnya, yakni dengan cara vaksinasi.

“Menjaga lalu lintas di pelabuhan, itu ranahnya Karantina, pengendalian populasi hewan pembawa rabies dan vaksinasi anjing yang bertuan,” ujar Kadisnakeswan Provinsi NTB Budi Septiani melalui sambungan WhatsApp, Rabu (13/2/2019).
(jbr/bag)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

3 Perampok Bersenjata Api di Tangerang Dibekuk Polisi

Liputan6.com, Tangerang Sat Reskrim Polres Kota Tangerang membekuk komplotan perampok yang kerap menggunakan senjata api jenis revolver dalam aksinya.  

Polisi meringkus tiga orang berinisial HSN (39), IRV (20), dan HY (24). Sementara, dua tersangka yakni HSN dan IRV terpaksa ditembak petugas di bagian kakinya, karena berusaha melawan dan melarikan diri. 

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, peristiwa perampokan itu terjadi di sebuah kontrakan di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada 23 Januari 2019, sekitar pukul 4 dini hari. Korban bernama Tarkhim kemudian melaporkan peristiwa itu ke petugas. 

“Dari peristiwa itu para tersangka membawa lari sepeda motor korban setelah membongkar kunci kendaraan dengan kunci letter T,” kata Sabilulz di Mapolresta Tangerang, Rabu (13/2/19). 

Lalu, polisi langsung melakukan penyelidikan atas pelaporan peristiwa itu. Saat masih dalam proses penyelidikan, tutur Sabilul, polisi kembali menerima laporan warga bernama Sukardi warga Desa Talaga, Kecamatan Cikupa.  

Kepada polisi, Sukardi mengaku kehilangan sepeda motor pada 6 Februari 2019 sekitar pukul 2 dini hari. 

“Dua laporan itu setelah didalami mengindikasikan para pelakunya merupakan orang atau kelompok yang sama,” kata Sabilul. 

Polisi kemudian makin mengintensifkan penyelidikan, hingga berhasil membekuk HSN di Kampung Pondok, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang pada 6 Februari 2019. Saat akan ditangkap inilah, HSN berusaha melawan dengan mengeluarkan senjata api.  

Petugas pun melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan tersangka di bagian kaki. 

Dari penangkapan HSN, polisi kemudian berhasil meringkus IRV di Kampung Cihideung, Kecamatan Cikupa. Seperti halnya HSN, IRV pun berusaha melawan dan melarikan diri saat akan dibekuk.  

Polisi juga berhasil menemukan HY yang bersembunyi di belakang pabrik di Kampung Cihideung, Kecamatan Cikupa. Saat semua pelaku berhasil dibekuk, baru diketahui modus operandi mereka.  

“Modus operandi para tersangka adalah dengan merusak kunci kontak dengan memakai kunci leter T,” ujar Sabilul. 

2 dari 3 halaman

Barang Bukti

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 unit motor, 2 buah kunci leter T, 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver, serta 4 butir peluru kaliber 9 mm. Para tersangka mengaku menggunakan senjata api untuk melumpuhkan para korban.

“Jadi, bila korbannya berusaha melawan, mereka tidak segan menggunakan senjata api itu,” tutur Sabilul.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, para tersangka kini mendekam di sel Mapolresta Tangerang. Para tersangka dijerat Pasal 363 ayat (3) dan (4) atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: