Ditanya Pesan untuk Ibunya, Aris Pembunuh Mayat dalam Koper Pejamkan Mata

Surabaya – Isak tangis Aris Sugianto (34) tak dapat lagi dibendung saat di hadapan wartawan. Terlebih saat ditanya alasannya membunuh kekasihnya, Budi Hartanto (28).

Sambil sesenggukan, Aris menyesali perbuatan bejatnya. Dia juga meminta maaf kepada keluarga Budi dan mendoakan arwah kekasihnya agar diterima di sisi Tuhan. Aris mengaku hingga kini masih mengingat Budi, mayat dalam koper.

“Iya masih teringat-ingat,” kata Aris saat ditanya di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019).

Meski sambil menangis, Aris masih berupaya menjawab satu per satu pertanyaan awak media. Namun, berbeda saat ditanya apakah dia memiliki pesan khusus ke ibundanya.

Saat ditanya, Aris pun menunduk sembari diam terpatung, matanya langsung terpejam dan terdengar lirih sesenggukan. Aris terus diam sambil menangis tersedu.

Ibunda Aris berinisial NG ini diperiksa di Mapolresta Blitar. Saat ditemui usai diperiksa pada Jumat (12/4/2019) lalu, air muka NG nampak murung. Wajah wanita berkerudung itu kuyu dan lelah menghadapu semua yang dirasakan.

NG yang menjalani pemeriksaan di kantor polisi soal mayat dalam koper ini tak percaya atas perbuatan anaknya. Sambil menuju tempat duduk di depan ruangan tersebut, warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, itu sempat lirih berguman. “Kok jahat banget anakku,” ucapnya.

Saat itu, detikcom sempat bertanya siapa yang dimaksud jahat, wanita berusia sekitar 55 tahun itu langsung menjawab.

“Anakku lho mbak. Kok jahat banget seperti itu. Masa sampean tidak tahu, anakku itu yang bunuh mayat terus dibuang pakai koper itu,” ujarnya sambil membuka nasi kotak untuk makan siang.

Aris juga sempat memukul-mukul dan menggebrak-gebrak di depan ibunya. Namun anak pertama dari 3 bersaudara itupun langsung pergi meninggalkan ibunya.

Mayat dalam koper itu ditemukan Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB di Blitar. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu. Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa kepala.

Selang 9 hari kemudian, dua pemutilasi ditangkap. Dari penangkapan ini, kepala korban mayat dalam koper ditemukan. Keduanya, warga Kediri dan Blitar langsung dibawa ke Polda Jatim. Mereka terancam hukuman seumur hidup.
(hil/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *