Kesaktian Keris Emas Berbisa Peninggalan Arung Palakka

Liputan6.com, Bone – Arung Palakka, sultan dari Kerajaan Bone di Sulawesi Selatan yang menjabat dari tahun 1654 hingga 1696. Dia dikenal pemberani dan sakti hingga berhasil membawa nama suku Bugis menjadi salah salah satu suku yang paling ditakuti kekuatan maritimnya pada abad ke-17.

Berbicara mengenai kesaktian Arung Palakka ada banyak hal yang menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah benda-benda pusaka yang digunakan oleh raja ke-15 Kerajaan Bone.

Salah satu benda pusaka milik Arung Palakka yang paling terkenal adalah Keris La Makkawa. Keris yang memiliki nama lain Tappi Tatarapeng ini seluruh permukaanya dilapisi emas.

“Semua lapisannya emas, dari hulu dan sarungnya,” kata Andi Unru, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Bone, kepada Liputan6.com, Kamis, 28 Februari 2019.

Dalam sejarahnya, senjata pusaka keris ini dikenal sangat berbisa dan tajam, sekali musuh tergores oleh keris La Makkawa maka dalam sekejap dia akan mati. Semasa perang dahulu, Arung Palakka menggunakan keris La Makkawa dalam setiap pertempurannya.

“Itulah kenapa namanya La Makkawa, karena hanya dengan sekali goresan maka musuh akan langsung mati,” jelas Andi Unru.

Pusaka sakti lainnya adalah kelewang La Tea Riduni, pedang pendek ini juga berlapis emas dan dihiasi batu intan permata. Senjata pusaka peninggalan Arung Palakka ini juga disebut Alameng.

“Nama La Tea Riduni (yang tidak mau dikubur) itu berasal dari sejarah benda pusaka ini. Pusaka ini dulunya selalu dikebumikan bersama sang raja setiap kali ada raja Bone yang meninggal namun kelewang ini juga selalu muncul di pusara makam sang raja dan diliputi cahaya yang sangat terang,” Andi Unru berkisah.

Kedua benda pusaka itu kini disimpan di istana Kerajaan Bone, dan digunakan hanya dalam upacara pelantikan raja baru Kerajaan Bone.

Selain dua benda pusaka sakti itu ada pula benda peninggalan Arung Pallakka lainnya seperti salempang emas bernama Sembangengpulaweng, payung emas bernama Teddung Pulaweng, senjata adat sejenis kelewang yang bernama Alameng Tata Rapeng, dan beberapa tombak yang bernama La Salaga.

“Ada banyak benda pusaka, hanya saja yang terkenal kesaktiannya memang cuma dua itu,” Andi Unru memungkasi.


Saksikan video pilihan menarik berikut:

Di Balik Gestur Jokowi dan Prabowo Dalam Panasnya Debat

Jakarta – Gestur Joko Widodo dan Prabowo Subianto menjadi sorotan di debat capres kedua yang berlansung malam kemarin. Kedua capres tersebut dinilai ingin menghapus citra negatif masing-masing lewat gestur yang ditampilkannya di panggung debat.

Pakar eskpresi dan gestur, Handoko Gani, menilai Jokowi ingin menghilangkan citra negatif disetir dan cengengesan. Pilihan kata yang disampaikan oleh cawapres nomor urut 01 itu pun lebih banyak yang mengarah ke penghapusan citra tersebut.

“Kelihatan jelas arah pada debat kali ini, yaitu penghapusan image yang merugikan. Jokowi lebih kerap menyebut ‘rakyatku’, di image terakhir menyebut ‘tidak ada yang saya takutkan selain Allah SWT’,” kata Handoko Gani saat dihubungi detikcom, Senin (18/2/2019).

“Di sini image yang ingin dihapus adalah takut, disetir, cengengesan, plin-plan,” nilainya.

Dalam debat kedua ini, Jokowi juga dinilai lebih banyak memancing Prabowo. Salah satunya ketika Jokowi menyinggung ratusan ribu lahan milik Prabowo.

“Jokowi sebetulnya banyak mancing, sebaliknya Prabowo bukan orang yang bisa mancing. Prabowo tidak ada pernyataan atau pertanyaan yang memancing. Kok bisa? karena untuk bisa memancing umpannya harus jelas, ada kail yang kuat, tapi ini waktunya pendek jadi tidak bisa mancing,” ujar Handoko.

Gestur lain yang menjadi sorotan Handoko yakni ketika Jokowi lebih banyak melihat ke arah kanan atau kiri-kanan. Gerakan tersebut dimaknai sebagai ungkapan tidak nyaman dan tidak setuju Jokowi terhadap Prabowo.

Handoko juga menganalisis soal Jokowi lebih banyak melihat ke arah kanan atau kiri-kanan. Hal tersebut menandakan Jokowi tidak nyaman hingga tidak setuju dengan pernyataan Prabowo.

“Jokowi lebih banyak melihat ke arah kanan atau kiri-kanan, seperti nggak dengarkan. Arah liat ke kiri-kanan kalau nggak setuju dan nggak nyaman dengan pernyataan Prabowo. Tapi ada yang liat langsung ke kiri saat benar-benar nggak setuju dengan pernyataan Prabowo,” ungkap Handoko,” ujar Handoko.

Ekspresi Jokowi sempat melunak saat dipuji soal prestasi pemerintah. Namun kembali merasa tidak nyaman ketika disinggung soal kehidupan nelayan.

“Ekspresi sangat bold ketika pembicaraan tentang pesisir dan nelayan hidup susah. Ekspresinya mata ke kiri dan kanan, dan terbuka lebar saat benar-benar tidak setuju. Saat debat itu juga tidak punya kesempatan balas,” kata Handoko.

Sementara itu, Handoko menilai Prabowo ingin menghapus citra otoriter hingga warisan orde baru (orba). Prabowo ingin tampil sebagai pribadi yang tidak ditakuti.

“Prabowo lebih banyak menyebut sahabatku untuk menunjukkan kedekatan. ‘Kalian tidak perlu takut sama saya’,” kata Handoko.

Handoko melihat Prabowo lebih ‘lunak dibanding dengan debat capres perdana pada bulan Januari 2019. Mantan Danjen Kopassus itu lebih banyak menunjukkan sikap setuju dalam debat capres kedua.

“Prabowo lihatnya lebih banyak lurus atau ke kanan. Beliau juga lebih banyak manggut-manggut yang nggak kelihatan di debat pertama. Di debat kedua kita bisa liat dia setuju atau senang atau berekspresi sebaliknya terhadap pernyataan lain. Salah satu pernyataan yang diiringi ekspresi manggut-manggut adalah soal tambang di Kaltim,” papar Handoko.

Handoko juga menyoroti momen saat Jokowi menyinggung soal lahan yang ada di Aceh dan Kalimantan. Menurut dia, Prabowo tak terlalu terpancing dengan pernyataan Jokowi itu.

Menurut Handoko, momen Prabowo dianggap bisa menahan diri dan tak terpancing pancingan Jokowi adalah terkait luasan tanah di Aceh dan Kalimantan.

“Saat keluar pernyataan luasan tanah di Aceh dan Kalimantan ternyata tidak terlalu terpancing atau ekspresif. Dibandingkan dengan debat pertama yang sampai keluar ekspresi joget-joget, pijat-pijat,” ujar Handoko.

(knv/nvl)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sensasi Berbeda dalam Kolaborasi Johnnie Walker dan Game of Thrones

Liputan6.com, Jakarta – Scotch wiski ternama dunia, Johnnie Walker memberi sebuah kejutan istimewa bagi pecintanya. Mereka berkolaborasi dengan Game of Thrones (GoT) mempersembahkan edisi spesial yang terinspirasi dari tokoh paling misterius dan ditakuti dalam serial GoT yakni, the White Walkers.

Johnnie Walker menyuguhkan pengalaman unik bertajuk Step into the Frozen North dengan White Walker by Johnnie Walker di Ren & White Gandaria Citu. Para konsumen Johnnie Walker yang juga penggemar GoT dapat merasakan sensasi duduk di Iron Throne.

Tak hanya itu, ada pula sesi mencicipi White Walker by Johnnie Walker pada sesi mentoring imersif. Pengunjung diajak menelusuri kompleksitas rasa yang disuguhkan secara neat, cocktail khas Johnnie Walker the White Walker Highball juga Old Fashioned, serta racikan lainnya.

Perilisan edisi khusus ini adalah hasil penyulingan Single Malts dari daerah Cardhu dan Clynelish, tempat penyulingan paling utara di Skotlandia dan bertujuan untuk membawa pengunjung merasakan sensasi Frozen North.

Expert blenders Johnnie Walker wiski, George Harper dan tim, minuman ini menghadirkan cita rasa karamel dan vanila, merah segar dari buah-buahan orchard. Enak disajikan sangat dingin, efek membeku menciptakan permainan rasa di mulut.

“Wiski dari tempat penyulingan paling utara di Skotlandia, seperti Cardhu dan Clynelish, telah bertahan melewati musim dingin Skotlandia yang panjang. Serupa dengan periode panjangyang dilalui oleh para Night’s Watch (karakter dalam GoT) yang berkelana ke utara, jadi utara Skotlandia menjadi tempat sempurna untuk mulai menciptakan wiski unik ini,” kata George Harper melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Selain itu, desain botol berwarna putih es dan biru menampilkan Johnnie Walker Striding Man yang ikonik, kini memakai baju baja agar sepadan pada jajaran pasukan Night King’s icy army of the undead. White Walker by Johnnie Walker baik disajikan dingin. Saat didinginkan pada suhu 1,5 derajat celcius, minuman ini mengembangkan sifat kompleks.

Sementara, dengan memakai teknologi tinta yang sensitif suhu, para penggemar akan diingatkan Winter is Coming pada saat botol menampilkan efek es pecah saat gema mengerikan dari para White Walkers.

Anda dapat mencicipi sendiri sensasi White Walker by Johnnie Walker di Red & White, Gandaria City, Jakarta Selatan pada 12-17 Februari 2019. Minuman beralkohol hanya dijual pada peminum dewasa yakni 21 tahun keatas.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

13 Taruna Akpol Diberhentikan karena Kasus Penganiayaan Terhadap Junior

Jakarta – Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) memberhentikan 13 taruna bermasalah. Para taruna tersebut diberhentikan karena terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap taruna tingkat II atas nama Muhammad Adam pada 18 Mei 2017 lalu.

Keputusan ini merupakan salah satu terobosan berani Kalemdikpol Irjen Komjen Arief Sulistyanto. Komjen Arief ingin ada kepastian hukum bagi ke-13 taruna tersebut setelah terkatung-katung selama kira-kira 2 tahun dengan mendorong diadakannya sidang Dewan Akademik (Wanak) Akpol.

“Sidang Wanak memang harus segera memutuskan dengan seadil-adilnya berdasarkan peraturan yang ada karena permasalahan ini sudah berjalan lama,” kata Komjen Arief seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (12/2/2019).


“Keputusan harus cepat diambil demi masa depan Akpol dan juga demi masa depan para taruna yang bermasalah tersebut agar mereka dapat melanjutkan jenjang kareir lain saat keluar dari Akpol. Bersyukur akhirnya keputusan sudah dilakukan secepatnya untuk memberikan kepastian dan demi menjaga marwah Akpol sebagai pencetak Pemimpin Polri masa depan,” tuturnya.

Sidang Wanak dipimpin Gubernur Akpol Irjen Rycko Amelza Dahniel setelah sebelumnya ada putusan MA bahwa ke-13 taruna tersebut terbukti bersalah. Hadir pula dalam sidang adalah Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto, sejumlah PJU Akpol sebagai anggota tetap, termasuk anggota Kehormatan dari Itwasum, Divpropam, Lemdiklat, SSDM Polri, dan seluruh anggota tidak tetap Wanak.

Sidang digelar pada Senin (11/2) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB hingga 23.30 WIB bertempat di Gedung Paramarta komplek Akpol. Sanksi terberat diterapkan kepada 13 taruna bermasalah tersebut.

Sebanyak 13 taruna yang dikeluarkan tersebut antara lain Martinus Bentanone, GJN-GCM, RLW, JED, dan RAP. Lalu ada IZPR, PDS, AKHU, CAEW, RK, EP, dan HA.

“Sebenarnya ada 14 orang yang terjerat kasus ini tapi pelaku utama, Christian Admadibrata Sermunes, telah dikeluarkan pada Wanak yang lebih dulu digelar pada Juli 2018 silam,” ujar Arief.

Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) huruf g UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia berbunyi “untuk diangkat menjadi anggota Polri, seorang calon harus memenuhi syarat tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan.”

Artinya secara hukum ke 13 orang ini tidak memenuhi syarat sebagai anggota Polri. Juga ada pertimbangan hukum lain seperti berdasarkan Pasal 268 ayat (1) KUHAP permintaan peninjauan kembali atas suatu putusan tidak menangguhkan maupun menghentikan pelaksanaan dari putusan tersebut.

Disamping itu dalam Pasal 92 ayat (4) huruf b Peraturan Gubernur Akpol Nomor 4 Tahun 2016 tentang Kehidupan Taruna Akademi Kepolisian menyatakan : “melakukan perbuatan pelanggaran berat dan/atau tindak pidana yang didukung dengan alat bukti yang cukup berdasarkan hasil keputusan Sidang Wanak tidak dapat dipertahankan untuk tetap mengikuti pendidikan”

“Jangan memukul dan melakukan kekerasan sejak hari ini. Tradisi kekerasan senior terhadap junior adalah perilaku yang harus dihilangkan. Senior harusnya mengayomi dan membimbing, tanamkan budaya asih – asah-asuh dalam hubungan senior yunior. Jadilah senior yang disegani bukan senior yang ditakuti. Negara akan rugi kalau Akpol meluluskan perwira yang berkarakter pro kekerasan karena tidak sesuai dengan pola Democratic Policingm,” tegas Arief.

13 Taruna Akpol Diberhentikan karena Kasus PenganiayaanFoto: Dok. Humas Polri

(rna/fjp) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fadli Zon: Kami Akan Bela Slamet Ma’arif Habis-Habisan

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, pihaknya akan membela Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh Mapolresta Surakarta. Fadli menilai, pelanggaran hanya bersifat administratif saja.

“Saya kira kami akan bela habis-habisan tentu saja. Karena menurut saya ini tidak perlu. Kalau kita lihat apa yang terjadi ini kan bersifat administratif saja ya,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Fadli meminta agar kasus ini tidak dikriminalisasi. Pasalnya, banyak juga kasus pelanggaran kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 01 namun tidak ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Jangan dikriminalisasi. Banyak juga pelanggaran yang dilakukan paslon 01 tapi tidak ditindaklanjuti,” ungkap dia.

Dia juga menduga ada penargetan secara sengaja pada anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Hal itu kata dia terlihat dari beberapa kasus yang menimpa anggota BPN seperti Ahmad Dhani dan Slamet Ma’arif.

“Ini polanya makin hari mendekati pemilu makin banyak tokoh-tokoh yang merupakan bagian dari BPN seperti ditarget,” ujarnya.

Upaya penargetan itu diduga Fadli untuk menekan kritik ke pemerintah. Serta menghambat kinerja pemenangan Prabowo-Sandiaga.

“Sekaligus juga menghambat kerja BPN untuk memenangkan Prabowo-Sandi,” ucap dia.

2 dari 3 halaman

Soal Dukungan Muchdi PR

Selain itu, Fadli Zon juga enggan ambil pusing dengan langkah Wakil Ketua DPP Partai Berkarya Mayjend (Purn) Muchdi PR yang mengalihkan dukungan ke pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab, kata dia sudah banyak juga jenderal purnawirawan lain yang mendeklarasikan mendukung Prabowo-Sandi.

“Enggak ada masalah, itu hak pribadi. Kita sudah ratusan jenderal-jenderal hebat ikut bergabung dengan kita,” kata Fadli.

Dia menilai tidak perlu ada yang ditakuti dari peralihan dukungan Muchdi ke kubu Jokowi. Meskipun jenderal yang disebut-sebut itu ahli dibidang intelijen.

“Enggak, kita juga ahli (intelijen) kok. Kita juga ahli banyak yang ahli ya,” ungkap Fadli.

Dia juga menegaskan yang bersangkutan tidak pernah ada komunikasi dengan Partai Gerindra. Karena, Muchdi sudah lama hengkang dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

“Jarang ya karena kan Pak Muchdi ini kan sudah dua kali pindah partai. Dari Gerindra pindah ke PPP, PPP pindah ke Berkarya. Jadi udah pindah-pindag hak beliaulah,” ucap Fadli.


Reporter: Sania Mashabi

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Suku Dari Penjuru Dunia Ini Punya ‘Superpower’, Nomor 2 Ada di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Pernahkah Anda mendambakan memiliki kekuatan super? Jika iya, maka orang-orang tradisional ini mungkin akan membuat Anda iri.

Ada beberapa suku tradisional di dunia yang tampak seperti memiliki kemampuan manusia super yang hanya dapat kita impikan.

Kadang-kadang, orang-orang ini bahkan tidak menyadari bahwa mereka luar biasa hingga orang ‘normal’ lain kemudian menyadarkan mereka.

Suku-suku itu mendapatkan kekuatan super mereka karena berbagai faktor, termasuk makanan, iklim, dan gaya hidup mereka.

Dalam beberapa contoh, sumber kemampuan ini dapat dijelaskan, sedangkan pada kasus lain tidak demikian. Namun, kekuatan super ini memberi mereka keunggulan atas manusia lain dalam olahraga atau bidang lain.

Berikut, lima suku dari penjuru dunia yang punya ‘kekuatan super’, salah satunya bahkan dari Indonesia, seperti dikutip dari The List Verse, Sabtu (2/2/2019):


Simak video pilihan berikut:

2 dari 6 halaman

1. Kalenjin: Pelari Andal

Semua orang tahu bahwa Kenya memiliki pelari maraton terbaik di dunia. Apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa mayoritas pelari ini berasal dari suku yang sama: Kalenjin.

Beberapa ilmuwan, peneliti, dan analis olahraga telah mencoba menjelaskan mengapa suku ini mendominasi lari jarak jauh.

Ilmuwan mempertimbangkan faktor seperti makanan mereka yang kaya pati, lokasi tanah air mereka, dan faktor-faktor sosial dan ekonomi yang diraba sebagai alasan yang mungkin, tapi, tidak ada satupun yang sampai pada kesimpulan yang pasti.

Namun, kuat diduga ada hubungannya dengan genetika.

The Kalenjin memiliki pergelangan kaki dan betis kecil dan perawakan ramping, yang sempurna untuk lari maraton. Ukuran tubuh sangat penting dalam menentukan siapa yang akan memenangkan maraton karena orang-orang dengan pergelangan kaki dan betis yang lebih kecil menggunakan lebih sedikit energi daripada yang lain.

3 dari 6 halaman

2. Bajau: Penyelam Andal

Orang Bajau dari wilayah Indonesia, Filipina, Malaysia dan Brunei disebut pengembara laut atau gipsi laut karena kemampuan mereka untuk tetap di bawah air selama beberapa menit tanpa peralatan apa pun. Penyelam yang paling berpengalaman bisa tetap di bawah air selama 13 menit sebelum kembali ke permukaan untuk bernafas.

Namun orang Bajau, bisa melakukan lebih dari itu.

Para peneliti dari Universitas Cambridge menemukan bahwa orang Bajau dapat melakukan ini karena tubuh mereka beradaptasi dengan penyelaman, menyebabkan limpa mereka meningkat hingga 50 persen.

Sebelum penemuan itu, para peneliti selalu menduga ukuran limpa kita ada hubungannya dengan kemampuan kita untuk tetap di bawah air. Limpa yang lebih besar mengompres di bawah air, melepaskan darah yang kaya oksigen ke dalam tubuh.

Ini mengurangi penggunaan oksigen dan memungkinkan kita untuk tetap di bawah air lebih lama. Dalam kasus orang Bajau, mereka memiliki gen unik yang meningkatkan sekresi hormon tiroid T4, yang menyebabkan limpa lebih besar.

4 dari 6 halaman

3. Sherpa: Pendaki Everest Andal

Mendaki Everest akan menjadi tugas yang menakutkan bagi kebanyakan orang. Tetapi tidak untuk orang suku Sherpa.

Mereka adalah pendaki gunung ahli dengan kemampuan untuk mencari rute yang sebelumnya tidak diketahui. Hari ini, orang-orang yang mendaki Gunung Everest selalu pergi dengan pemandu Sherpa.

Penelitian mengungkapkan bahwa Sherpa adalah pendaki gunung yang sangat baik karena tubuh mereka mengelola oksigen lebih baik pada ketinggian lebih tinggi daripada orang kebanyakan.

Ini seharusnya tidak mengejutkan karena Sherpa telah hidup di Himalaya selama lebih dari 6.000 tahun, yang merupakan lebih dari cukup waktu bagi tubuh mereka untuk beradaptasi dengan suhu yang sangat dingin dan kadar oksigen rendah.

Sherpa juga kebal terhadap efek samping buruk dan kadang-kadang penyakit fatal yang mempengaruhi pendaki lainnya –biasa disebut mountain sickness.

Oksigen berkurang ketika kita naik lebih tinggi ke Gunung Everest. Sebagai tanggapan, tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk memberi makan otot-otot dengan oksigen yang dibutuhkan. Pada saat yang sama, sel-sel darah berlebih ini membuat darah lebih tebal, membuat jantung stres.

Para Sherpa juga mengalami hal yang sama tetapi pada tingkat yang jauh lebih rendah.

Dan hebatnya lagi, tubuh mereka juga mampu menghasilkan lebih banyak energi tanpa adanya oksigen.

5 dari 6 halaman

4. Moken: Melihat dalam Air

Sementara orang Bajau bisa menyelam lama dalam air, orang Moken dari Thailand dan Burma punya kemampuan tak kalah luar biasa: melihat di dalam air.

Tapi kemampuan itu terbatas pada orang Moken yang berusia anak-anak saja.

Pada tahun 1999, Anna Gislen, seorang peneliti dari Lund University, melakukan perjalanan ke Thailand untuk tinggal bersama orang-orang Moken dan mempelajari kekuatan super mereka.

Dia menyadari bahwa penglihatan anak-anak Moken di bawah air dua kali lebih baik daripada anak-anak Eropa. Menariknya, dia juga mengamati bahwa orang dewasa Moken tidak dapat melihat juga di bawah air.

Gislen awalnya curiga bahwa mata anak-anak telah berevolusi. Tapi itu tidak terjadi karena itu akan mempengaruhi penglihatan mereka di luar air.

Dengan pengamatan yang cermat, dia menyadari bahwa anak-anak Moken dapat mengerutkan pupil dan mengubah bentuk lensa mata mereka — dua faktor yang diperlukan untuk penglihatan di bawah air. Faktanya, ini adalah bagaimana mamalia air: anjing laut dan lumba-lumba melihat di bawah air.

Untuk mengonfirmasi teorinya, Gislen melatih beberapa anak Eropa di Thailand dan anak-anak Swedia di Swedia untuk mengendalikan murid dan lensa mereka di bawah air.

Sebulan kemudian, mereka bisa melihat juga di bawah air seperti anak-anak Moken. Anak-anak Eropa tidak merasa mudah.

Berbeda dengan anak-anak Moken, mata mereka selalu memerah karena air laut yang asin. Tetapi mereka akan beradaptasi dengan itu juga, jika pelatihan berlanjut.

Orang dewasa Moken tidak dapat melihat baik di bawah air karena lensa mereka sudah kaku, sama seperti orang dewasa di tempat lain.

Dari semua indikasi, kecil kemungkinan anak-anak Moken akan mempertahankan kekuatan super mereka dalam waktu lama. Seluruh suku dipindahkan jauh ke pedalaman setelah tsunami yang dipicu gempa bumi menghancurkan desa tepi laut mereka pada tahun 2004. Mereka tidak lagi memiliki akses mudah ke laut.

6 dari 6 halaman

5. Orang Okinawa: Berumur Panjang

Penduduk asli Okinawa, Jepang lebih mungkin mencapai usia 100 tahun daripada anggota suku lain mana pun di dunia.

Okinawa bangga memiliki konsentrasi centenarian (berumur panjang hingga mencapai atau melewati 100 tahun) terbesar di dunia.

Umur panjang di antara orang-orang Okinawa telah ditelusuri ke pola makan sehat mereka.

Mereka makan banyak biji-bijian, kedelai, tahu, sayuran, ubi, ikan, cumi-cumi, dan gurita.

Terlepas dari populasi besar mereka yang berusia seratus tahun, orang Okinawa telah menderita penurunan kesehatan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Ini disebabkan konsumsi makanan cepat saji dari gerai-gerai yang mengikuti pembukaan pangkalan AS di wilayah tersebut.

Dituduh Penyihir, Seorang Ibu dan 4 Anaknya Tewas Dibunuh

Liputan6.com, New Delhi – Enam orang dari negara bagian timur Orissa, India, ditangkap kepolisian setempat, atas kasus pembunuhan seorang wanita yang dianggap sebagai ‘penyihir‘.

Salah satu polisi senior, Kavita Jalan, mengatakan tersangka utama perburuan penyihir, mengaku sebagai dukun.

Dukun itu menuduh Munda dan anak-anaknya yang tinggal di Distrik Sundergarh memberikan mantra tertentu kepada masyarakat. Anak Munda sendiri masih berusia satu, empat, tujuh, dan 12 tahun.

Jenazah Mangri Munda dan empat orang anaknya ditemukan di sumur dekat rumah mereka, pada Sabtu 26 Januari 2019. Demikian sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (31/1/2019).

Pada Jumat tengah malam, 25 Januari 2019, sekelompok pria memaksa masuk rumah Munda yang diduga ‘penyihir‘ itu. Kala itu ia dan anak-anaknya tengah tertidur. Sekawanan pembunuh kemudian menyerang dengan tongkat dan senjata tajam.

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Perburuan Penyihir Umum

Di pedalaman India, perburuan penyihir memang cukup umum dilakukan. Biasanya tuduhan tersebut mengarah kepada perempuan, dan pada banyak kesempatan mereka berstatus janda.

“Sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran orang-orang di desa untuk menghentikan praktik (yang bersifat) takhayul tersebut,” kata Kavita Jalan.

Tahun lalu, sembilan orang dihukum mati atas perbuatannya membunuh tiga orang dalam satu keluarga dengan alasan yang sama, dengan apa yang menimpa Munda.

Kasus seperti ini telah terjadi sebanyak 99 kali di Orissa pada 2017, dimana pada 2016 hanya sebanyak 83 kasus.

Tidak hanya di Orissa, praktik ini juga terjadi di Assam dan Jharkhand.

Menurut ahli, takhayul yang berujung pembunuhan ini memang sangat sering menargetkan seorang janda dan anak-anaknya. Praktik itu, diduga dilakukan untuk menjarah tanah dan harta lain milik korban.

BPN ke PSI Soal Kubu Prabowo Takut Balita: Maling Teriak Maling

Jakarta – Politikus PSI Guntur Romli menuding kubu Prabowo panik dan takut pada balita karena mempersoalkan cucu Presiden Joko Widodo, Jan Ethes. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah.

“Bukan takut sama balita. Guntur Romli itu nggak baca pernyataannya Andi Wijayanto. Andi Widjajanto itu bicara ‘kita punya Jan Ethes, ini strategi kita’. Loh yang bicara siapa? Kan Andi Widjajanto, tim suksesnya Jokowi yang bicara,” kata Juru Bicara BPN Andre Rosiade di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019).

Andre menyatakan komentar yang dilontarkan kubunya karena merespon dan mempertanyakan pernyataan Ketua Tim Cakra 19 Andi Widjajanto soal Jan Ethes. Andre lalu menyebut Guntur Romli ‘maling teriak maling’ karena menuding tanpa dasar.

“Lalu kami ngomentari, loh kok untuk menang pilpres cucu dihalalkan sih, cucu dikapitalisasi, cucu dikomersilkan untuk kepentingan pilpres. Kan itu yang dikomentari. Nggak mungkin kami berkomentar kalau kubu Jokowi tidak mengakui pernyataannya Mas Andi Widjajanto itu. Jadi yang pernyataan Guntur Romli itu kayak ini, maling teriak maling gitu lho. Jadi dia tanya dulu sama Andi Widjajanto, baru komentar,” ujarnya.

Andre lalu meminta Bawaslu mengusut pernyataan Andi Widjajanto yang menyeret nama Jan Ethes. Pasalnya, Andre melihat dalam beberapa bulan terakhir, Jan Ethes memang kerap dimunculkan bersama Jokowi untuk membentuk persepsi publik.

“Diusut dong. Ya kita usulkan Bawaslu menginvestigasi pernyataan saudara Andi Widjajanto itu. Panggil Andi Widjajantonya, selidiki, kenapa dia mengatakan hal seperti itu. Kan kita lihat bagaimana dalam beberapa bulan terakhir ini memang Jan Ethes terlihat lebih banyak mendampingi Pak Jokowi. Terkesan ada narasi membangun persepsi publik ya, mulai dari berbagai acara, media televisi maupun wartawan ya, lalu foto-foto yang tersebar,” ungkap Andre.

“Kalau mendengar pernyataannya Andi Widjajanto, ya Bawaslu wajib dong menginvestigasi hal ini. Kenapa kok tiba-tiba Jan Ethes ini dikomersilkan atau dikapitalisasi untuk kepentingan pilpres, sesuai dengan pernyataan Andi Widjajanto. Jadi Guntur Romli, tanya dulu sama Andi Wijayanto, jangan maling teriak maling,” tegasnya.

Sebelumnya, PSI menyebut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) takut dengan balita karena mempersoalkan cucu Presiden Joko Widodo, Jan Ethes. PSI mengatakan Hidayat panik.

“Kubu Prabowo-Sandi sudah panik dan takut dalam taraf akut, kini balita pun ditakuti oleh mereka, Jan Ethes memang mempesona,” kata politikus PSI Guntur Romli kepada wartawan, Senin (28/1).

Selain itu, Guntur Romli menganggap tim Prabowo ‘sirik’. Sebab, lanjut dia, Jokowi mampu menunjukkan kehangatan dan keharmonisan keluarga.
(azr/idn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tim Prabowo Sembunyikan Nelayan Najib, TKN: Memangnya Zaman Orba?

Jakarta – Advokat Senopati 08, kelompok pengacara pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengakui menyembunyikan nelayan Nazibulloh, warga Pasirputih, Karawang karena ketakutan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menganggap cara itu tak menyelesaikan masalah

“Ini sama seperti yang dasampaikan pak Jokowi di debat, kalau memang ada permasalahan di laporkan, jangan disembunyikan. Kalau disembunyikan kapan selesai masalahnya,” kata kata jubir TKN Arya Sinulingga saat dihubungi, Selasa (22/1/2018) malam.

Arya meyakini tak ada tekanan yang dialami seperti yang dikatakan Advokat Senopati 08. Menurutnya tekanan dari aparat hanya ada di zaman Orde Baru.

“Ini kan negara hukum, apapun permasalahan tolong laporkan ke aparat. Jangan takut, apalagi kan sudah mencuat. Tidak mungkin ada tekanan seperti itu, memangnya kita zaman Orde Baru? Kalau Orde Baru boleh lah kita ngomong seperti itu. Kalau dibuat begitu ya tidak akan selesai masalahnya. Jadi jangan membuat sandiwara untuk hal-hal seperti itu, terbuka saja, santai. Tidak ada yang perlu ditakuti,” ujarnya.

Jubir TKN lainnya, Irma Chaniago, menilai cara yang dilakukan Advokat Senopati 08 itu aneh. Menurut Irma, harusnya Nazibulloh diberi pendampingan hukum.

“Kami tentu merasa ada sesuatu yang aneh dan ingin disembunyikan oleh pihak 02 terkait “menyembunyikan” Najib. Jika memang faktanya benar harusnya tim pengacara memberikan pendampingan, bukan justru membawa lari, pertanyaannya ada apa? kenapa begitu takut diklarifikasi?” ucap Irma.

Advokat Senopati 08, kelompok pengacara pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sebelumnya mengaku menyembunyikan Nazibulloh. Langkah tersebut dilakukan lantaran Nazibulloh alias Najib sedang ketakutan karena dicari aparat.

“Najib ada sama kami di suatu tempat rahasia. Kami bermaksud menenangkan Najib karena saat ini dia ketakutan,” kata Zaenal Abidin, kuasa hukum Najib dari Advokat Senopati 08, saat dihubungi detikcom, Senin (21/1/2019).
(abw/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Penyelam Perempuan Ini Berhadapan dengan Hiu Putih Terbesar di Dunia, Lalu…

Liputan6.com, Oahu – Seorang peneliti hiu bernama Ocean Ramsey tengah menjadi perbincangan saat ini, karena berhasil berhadapan langsung dengan seekor hiu putih terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.

Dia menjadikan pertemuan luar biasa langka itu sebagai upaya mendorong pemberlakuan undang-undang dalam melindungi populsi hiu di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat.

“Hiu putih ini sangat besar, di mana tinggi saya tidak sampai setengah panjang tubuhnya,” ujar Ramsey, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Sabtu (19/1/2019).

“Ini tidak untuk ditakuti, melainkan dilindungi,” lanjutnya merujuk pada risiko kepunahan yang mengincar populasi berbagai jenis hiu di seluruh dunia.

Ramsey, yang mengoperasikan One Ocean Diving and Research di Oahu, mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir, dia telah aktif mendorong pembentukan undang-undang yang melarang perburuan hiu dan pari di Hawaii, dan berharap temuannya bisa menjadi nilai tawar yang kuat.

Di lain pihak, rancangan undang-undang perlindungan hiu, yang disponsori oleh senator negara bagian Hawaii Mike Gabbard, direncanakan akan siap diperkenalkan pada tahun ini.

Kepada kantor berita Associated Press, Ramsey bercerita detail tentang bagaimana ia bertemu dengan hiu sepanjang 20 kaki (setara 6 meter) pada Selasa 15 Januari. Mamalia laut raksasa itu berenang di sekitar bangkai paus sperma yang tenggelam di perairan Oahu.

Foto dan rekaman video ketika Ramsey berinteraksi dengan hiu putih raksasa diunggah oleh tunangan sekaligus mitra bisnisnya, Juan Oliphant, ke media sosial, dan seketika viral.

Menurut Oliphant, belum diketahui pasti apakah hiu putih tersebut serupa dengan legenda Deep Blue, yakni hiu putih raksasa yang kemunculannya pernah diklaim oleh banyak orang pada Abad ke-20.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Hiu Belum Dilindungi di AS

Tidak seperti banyak mamalia laut lainnya, hiu bukan spesies yang dilindungi oleh pemerintah federal AS, meskipun ada hukum yang melarang penjualan sirip mereka.

“Tidak ada banyak simpati untuk hiu, terutama mereka bagaimana media menggambarkan mereka selama ini, yakni sebagai hewan laut yang menyeramkan,” kata Ramsey.

“Anda tidak bisa membenci mereka karena menjadi pemangsa. Kita membutuhkannya untuk ekosistem laut yang sehat,” lanjutnya mengingatkan.

Ramsey dan Oliphant ingin memastikan bahwa orang-orang menyadari bahwa gigitan hiu pada mannusia sangat jarang terjadi.

“Gagasan bahwa hiu memandang manusia sebagai sumber makanan adalah hal yang bodoh, dan pada akhirnya membuat kita abai pada risiko kematian mereka yang kian mengkhawatirkan,” sambung Oliphant.

Menurut Ramsey dan Oliphant, sangat mengesankan ketika mengetahui bahwa hiu putih besar itu selamat dari “perangkap manusia”, dan berenang bebas di lautan.

“Saya tidak tahu berapa usianya,” kata Ramsey. “Tapi melihatnya bertahan hidup dari begitu banyak ancaman di sektor perikanan, yang sering mengiranya sebagai monster laut ….. itu sangat istimewa,” ungkap Ramsey.