Hari Pertama Disaksikan 160 Ribu Lebih Penonton, Film My Stupid Boss 2 Disanjung Jefri Nichol

Liputan6.com, Jakarta Film My Stupid Boss 2 kembali mendapatkan perhatian yang positif dari pecinta film Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan total jumlah penonton hari pertama sebanyak 160 ribu penonton. Perolehan penonton ini jauh di atas perolehan jumlah penonton hari pertama film My Stupid Boss pertama.

My Stupid Boss 2 yang masih berkisah soal Bossman yang menyebalkan bersama Kerani dan kawan-kawan ini, juga mendapatkan sanjungan dari aktor muda Jefri Nichol. Menurut pemeran tokoh Nathan dalam film Dear Nathan ini, karakter Bossman yang diperankan Reza Rahadian sangat habbit.

“Lucu habis filmnya. Karakter mas Reza si bossman itu pecah. Aku perhatiin sehabbit dia dan aku perhatiin hal-hal kecil dia seperti ketawanya dan segala macem, detail banget sih karakternya. Benar-benar nikmatin selama film. Gue suka banget, kalian harus nonton sekantor,” ujar Jefri Nichol mengomentari My Stupid Boss 2 dalam keterangannya kepada wartawan.

Jawab ‘Ancaman’ Novel Bamukmin, Komisioner KPU Ungkit Hoax 7 Kontainer

Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut masyarakat mengalami krisis kepercayaan dan menyebut akan membubarkan KPU jika tidak netral dalam pemilu. KPU mengatakan tudingan krisis kepercayaan tersebut tidak bijak.

“Tudingan krisis kepercayaan tidak bijak, karena hingga tingkat kepercayaan publik kepada penyelenggaraan pemilu terjaga,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz kepada detikcom, Jumat (1/3/2019).

Menurut Viryan, saat ini yang terjadi banyak pihak berupaya mendelegitimasi pemilu dengan berita hoax. Salah satunya dengan adanya hoax 7 kontainer surat suara tercoblos yang sempat terjadi.

“Yang ada justru hoax pemilu yang berupaya mendelegitimasi pemilu, terbukti dengan hoax pemilu 7 kontainer surat suara sudah tercoblos, masa hoax pemilu delegitimasi pemilu lantas membuat krisis kepercayaan. Maknanya upaya membuat kabar bohong mendelegitimasi KPU tidak berhasil dilakukan,” kata Viryan.

Dia juga mengatakan perhitungan hasil pemilu dilakukan secara manual, sehingga tidak dimungkinkan adanya kecurangan memalui manipulasi IT. Selain itu, menurutnya perhitungan ini juga dilakukan secara terbuka yang disaksikan pengawas pemilu.

“Pemilu sejak 1955 sampai sekarang dilakukan secara manual, tidak mungkin IT bisa memanipulasi hasil pemilu karena Indonesia tidak menyelenggarakan pemilu elektronik. Yang dilakukan hanya publikasi hasil pemilu di TPS, kecamatan, dan sebagainya,” kata Viryan.

“Hasil pemilu dihitung dalam rapat pleno terbuka, rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan sampai dengan pusat. Rapat pleno dilakukan secara terbuka, diikuti saksi dari peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau dan masyarakat,” sambungnya.

Terkait adanya potensi kecurangan memalu kotak suara bila disimpan di kantor kecamatan. Viryan juga mengatakan tempat penyimpanan ini telah dilakukan sejak 1955 dan tidak menimbulkan masalah.

“Penyimpanan kotak suara di kantor kecamatan dilakukan sejak pemilu 1955 sampai sekarang, termasuk juga di pilkada. Penggunaan kantor kecamatan sudah berlangsung dan tidak ada masalah selama ini,” kata Viryan.

Sebelumnya, Novel Bamukmin meminta KPU netral sebagai penyelenggara Pemilu 2019. Dia menyebut KPU wajib dibubarkan jika tidak netral.

“Kita mendatangi KPU, tak lain tidak bukan tuntut keadilan. Betul? Siap tegakkan keadilan? Siap tegakkan persatuan? Takbir!” kata Novel di atas mobil komando di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Novel juga mengklaim masyarakat saat ini sudah mengalami krisis kepercayaan. Oknum aparat, baik sipil maupun Polri, disebut Novel dipertanyakan netralitasnya.

(dwia/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Gelar Fashion Show, Menaker Hanif Ingin Populerkan Kain Sarung

Liputan6.com, Jakarta Suasana kantor Kementerian Ketenagakerjaan pada Jum’at (1/3/2091) pagi, tak seperti biasanya. Perayaan Hari Sarung Nasional yang bertema ” Sarung is My New Denim” berlangsung dengan meriah.

Menaker M Hanif Dhakiri, pejabat eselon I, II dan III Kemnaker secara bergiliran berlenggak-lenggok di halaman kantor Kemnaker dengan mengenakan kain sarung/kain khas Nusantara di atas karpet merah yang digelar

Disaksikan ratusan pegawai Kemnaker yang juga mengenakan kain sarung dan berdiri di sisi karpet merah, Hanif Dhakiri, Sekjen Khairul Anwar, Dirjen PHI Jamsos Haiyani Rumondang, Dirjen Pengawasan K3 Sugeng Priyanto, Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono secara bergiliran bagaikan peragawan/peragawati bergaya berjalan di atas catwalk.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif mengatakan pihaknya ingin mempopulerkan kain sarung sebagai salah satu busana nasional Indonesia. Semakin populer dan dikenalnya sarung serta diminatinya sarung oleh generasi milenial, maka akan menimbulkan dampak ekonomi dan lapangan kerja akan luar biasa.

“Hari ini kita sarungan bersama dalam acara bertema Sarung is My New Denim. Selama ini Denim identik dengan jeans. Hari ini kita berbagai macam ragam dari jenis kain. Indonesia kaya betul dengan berbagai macam kain sarung, berbagai macem jenis dan bentuk. Ini jadi potensi ekonomi dan budaya,” ujarnya.

Hanif menambahkan sejarah sarung sangat panjang. Tapi sekilas, sarung sejak dulu digunakan oleh kaum nasionalis dan santri. Tapi lambat-laun, hanya kaum santri saja yang mengenakan sarung dan tiba-tiba sarung dianggap kampungan atau Ndeso.

“Sarungan bukan ndeso atau kampungan. Sarungan itu keren. Kita harus keluarkan sarung dari citra negatif dan dianggap hanya mewakili kelompok tertentu. Sarungan ini untuk semua orang karena sarungan bagian dari budaya nasional,” ujarnya.

Menaker Hanif juga mengajak pegawai Kemnaker untuk mengenakan sarung setiap hari Jum’at. “Monggo di Kemnaker, tiap hari Jum’at pakai sarung, itu tak masalah. Saya tidak akan mewajibkan untuk bersarung tapi kalau hari Jum’at pakai sarung, kita kasih jempol,” kata Hanif seraya memperagakan jari jempolnya ke hadapan pegawai Kemnaker dan disambut applaus.

Hanif menjelaskan sarung bisa digunakan untuk berbagai macam jenis aktivitas. Misalnya untuk ibadah sholat dan aktivitas lain.

“Tapi intinya, kita ingin sarung ini kembali populer menjadi budaya nasional dan membantu penciptaan lapangan kerja di bidang produksi sarung. Mari kita harus bangga dengan jatidiri Indonesia,” katanya.


(*)

Bonaran Didakwa Tipu CPNS Tapteng Rp 1,2 M dan Pencucian Uang

Jakarta – Jaksa Penuntut Umum mendakwa Raja Bonaran Situmeang dalam kasus penipuaan terhadap CPNS di Kabupaten Tapteng tahun 2014. Bonaran juga melakukan tindak pidana pencucian uang (money laundering).

Mengutip antaranews Sumut, Dakwaan itu disampaikan JPU Syahrul Effendi Harahap dalam sidang perdana pembacaan dakwaan terhadap Bonaran Situemang di PN Sibolga, Senin (25/2/2019). Dalam dakwaan Jaksa, Bonaran dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Bukan itu saja Bonaran juga dijerat dengan UU RI Nomor 8 /2010 pasal 4 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Sebagaimana dalam dakwaan JPU, Raja Bonaran Situemang yang saat itu menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah menyuruh Heppy Rosnani Sinaga bersama dengan suaminya Efendi Marpaung mencari orang yang ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan ketentuan lulusan S-1 dengan membayar uang pengurusan sebesar Rp165 juta dan untuk lulusan D-3 Rp135 juta.

Atas informasi tersebut pelapor membawa 8 orang yang berminat menjadi CPNS Pemkab Tapteng dan menyerahkan uang sebanyak Rp1.240.000.000, yang pembayarannya dilakukan melaui empat tahap.

Tahap pertama pada tanggal 29 Januari 2014 sebesar Rp 570 juta yang diserahkan oleh pelapor Heppy Rosnani Sinaga bersama-sama dengan suaminya Efendi Marpaung. Uang tersebut diserahkan langsung kepada pelaku di rumah dinasnya di Sibolga. Akan tetapi, tidak ada dibuatkan kwitansi tanda terima, namun disaksikan oleh Serka Joko selaku ajudan terdakwa.

Tahap kedua tanggal 30 Januari 2014 sebesar Rp 120.000.000 dikirim pelapor melalui Bank Mandiri Cabang Jalan Gatot Subroto Medan ke nomor rekening 107-00-692-74-55 atas nama Farida Hutagalung.

Tahap ketiga tanggal 3 Februari 2014 sebesar Rp 500.000.000 yang dikirim dari Bank Mandiri Jalan Kirana Raya Medan Petisah ke nomor rekening: 107-00-692-74-55 atas nama Farida Hutagalung. Dan tahap ke empat tanggal 17 Agustus 2014 diserahkan sebesar Rp50.000.000 tanpa kwitansi.

Setelah menyetor sejumlah uang, ternyata 8 korban tak lulus menjadi PNS Tapteng. Padahal Bonaran sudah menjanjikan agar para korban diloloskan. Korban kemudian meminta agar uang yang sudah dikirim dikembalikan.

Namun, dalam persidangan JPU mengatakan, terdakwa hingga dilaporkan ke Poldasu pada Mei 2018 belum mengembalikan uang tersebut

Sesudah membacakan dakwaan, terdakwa Raja Bonaran bersama dengan penasihat hukumnya akan mengajukan eksepsi. Majelis Hakim memberikan waktu satu minggu kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk mempersiapkan bantahan tersebut.

“Kami memberikan waktu selama satu minggu kepada terdakwa dan kuasa hukumnya untuk mempersiapkan eksepsi. Sidang kembali akan digelar pada hari Senin 3 Maret 2019,” kata majelis hakim.

Sementara itu, usai persidangan, Raja Bonaran Situmeang mengatakan bahwa dirinya telah difitnah dan dizolimi.

“Teman-teman pers tadi mendengar dalam dakwaan yang dibacakan jaksa, bahwa tidak ada uang itu saya terima, melainkan Efendi Marpaung yang menerima. Dan yang anehnya, bahwa saya hadir di sini karena laporan dari Heppy Rosnani Sinaga. Sementara pelapor yang sudah inkrah kasusnya belum dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Sibolga. Kan aneh namanya ini, saya sudah ditahan sementara pelapor yang sudah ingkrah tidak ditahan Kejaksaan Negeri Sibolga. Dan saya juga meminta pelapor agar dihadirkan dalam persidangan sehingga tidak menjadi fitnah ini,” kata Bonaran usai persidangan.

Setelah sidang, Bonaran Situemang kembali dibawa ke Lapas Kelas IIA Sibolga dengan mobil tahanan Kejaksaan.
(idn/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Erick Thohir: Pasangan 01 Islamnya, Salatnya, Keluarganya Jelas

Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Erick Thohir bicara soal kelebihan pasangan 01 pada Pilpres 2019. Kelebihan itu antara lain rekam jejak yang baik hingga keluarga yang jelas.

“Saya berharap ibu-ibu mendukung paslon kita, dan ini pilihan yang tepat karena beliau figur pemersatu umat Islam, figur yang akan memenangkan umat Islam di kala hari ini penuh fitnah-fitnah. Kita sepakat Pemilu hanya 5 tahun sekali, tapi bangsa kita yang sudah diberikan amanah yang merupakan penduduk muslim bersatu. Kita harus menjaga Indonesia, persatuan bangsa kita. Jelas pasangan 01 sudah punya track record yang baik, Islamnya jelas, salatnya jelas, keluarganya jelas,” kata Erick di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2/2019).

Hal itu disampaikan Erick saat menyampaikan sambutan di acara deklarasi Arus Baru Muslimah Indonesia dukung Jokowi-Ma’ruf. Erick Erick pun bicara soal pentingnya peran Ma’ruf Amin dan menyampaikan optimismenya soal Indonesia bisa jadi kekuatan ekonomi besar dunia.
“Kita memiliki imam, imam untuk bangsa kita, imam untuk memberikan contoh untuk masyarakat kita yang gelisah. Kita juga memerlukan bapak bangsa yang bisa jadi contoh kita semua yang jauh dari kepentingan pribadi, jauh dari hal-hal negatif karena kita bersama-sama sudah menunjukan kita bangsa besar, bangsa optimis. Insyaallah kita jadi bangsa yang akan ekonominya ke-4 terbesar secara umat Islamnya di dunia,” jelas Erick.

“Oleh karena itu peran bapak Kiai Haji Ma’ruf Amin sangat penting,” sambungnya.

Erick kemudian mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Arus Baru Muslimah Indonesia. Dia menyebut dukungan yang diberikan itu sudah tepat.

“Dengan segala kerendahan hati saya harapkan ayo tundukkan kepala kita. Kita sudah berada di jalan yang benar,” tuturnya.

Sebelumnya, Ikatan Arus Baru Muslimah Indonesia mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Deklarasi itu disaksikan langsung oleh cawapres Ma’ruf Amin.

“Pak Jokowi Widodo dan KH Ma’ruf Amin memiliki visi dan misi yang sama dalam memajukan program keumatan. Hal ini terlihat sekali dalam langkah pemerintahan Presiden Jokowi melakukan pemberdayaan ekonomi keumatan melalui bank wakaf mikro,” kata Ketum Arus Baru Muslimah, Munifah Syanwani.
(haf/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sidang Kasus Bahar bin Smith Digelar di Bandung Pekan Depan

Liputan6.com, Bandung Sidang perkara dugaan penganiayaan terhadap remaja atas nama tersangka Bahar bin Smith akan digelar pekan depan. Sidang tersebut akan digelar di gedung Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Bandung.

“Jadi sudah kita jadwal ya, untuk minggu depan hari Kamis (28/2/2019) ada persidangan (Bahar bin Smith),” ujar Ketua PN Klas 1A Bandung Edison Muhamad di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (21/2/2019).

Edison mengatakan, sidang Bahar akan tetap berlangsung di gedung PN Bandung. Soal adanya opsi pemindahan lokasi gedung belum dilakukan dan akan melihat kondisi sidang perdana terlebih dahulu apakah mengundang khalayak ramai.

“Kita melihat apakah situasi memungkinkan di sini. Karena jadwal persidangan yang kita tentukan itu banyak. Jadi kalau misalnya mengganggu persidangan yang lain ada kemungkinan untuk kita pindahkan ke ruangan lain. Kalau misalnya dapat berjalan lancar, kita tetapkan di sini,” katanya.

Dalam persidangan nanti Edison akan memimpin jalannya persidangan sebagai ketua majelis. Ia bakal didampingi dua hakim yakni M. Razad dan Fuad Muahammadi.

“Perkaranya sebagai pidana murni. Jadi, tidak ada bedanya,” katanya.

Menurut Edison, sidang Bahar bersifat terbuka dan bisa disaksikan masyarakat. Ia mempersilakan bila ada pendukung Bahar yang ingin menyaksikan jalannya persidangan.

Ia juga meminta agar pendukung Bahar tertib selama jalannya persidangan.

“Saya kira kita menjaga bersama-sama supaya persidangan berjalan dengan baik dengan lancar. Untuk pengamanan kita tentu berkoordinasi dengan teman-teman petugas keamanan,” katanya.