Sidang Kasus Bahar bin Smith Digelar di Bandung Pekan Depan

Liputan6.com, Bandung Sidang perkara dugaan penganiayaan terhadap remaja atas nama tersangka Bahar bin Smith akan digelar pekan depan. Sidang tersebut akan digelar di gedung Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Bandung.

“Jadi sudah kita jadwal ya, untuk minggu depan hari Kamis (28/2/2019) ada persidangan (Bahar bin Smith),” ujar Ketua PN Klas 1A Bandung Edison Muhamad di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (21/2/2019).

Edison mengatakan, sidang Bahar akan tetap berlangsung di gedung PN Bandung. Soal adanya opsi pemindahan lokasi gedung belum dilakukan dan akan melihat kondisi sidang perdana terlebih dahulu apakah mengundang khalayak ramai.

“Kita melihat apakah situasi memungkinkan di sini. Karena jadwal persidangan yang kita tentukan itu banyak. Jadi kalau misalnya mengganggu persidangan yang lain ada kemungkinan untuk kita pindahkan ke ruangan lain. Kalau misalnya dapat berjalan lancar, kita tetapkan di sini,” katanya.

Dalam persidangan nanti Edison akan memimpin jalannya persidangan sebagai ketua majelis. Ia bakal didampingi dua hakim yakni M. Razad dan Fuad Muahammadi.

“Perkaranya sebagai pidana murni. Jadi, tidak ada bedanya,” katanya.

Menurut Edison, sidang Bahar bersifat terbuka dan bisa disaksikan masyarakat. Ia mempersilakan bila ada pendukung Bahar yang ingin menyaksikan jalannya persidangan.

Ia juga meminta agar pendukung Bahar tertib selama jalannya persidangan.

“Saya kira kita menjaga bersama-sama supaya persidangan berjalan dengan baik dengan lancar. Untuk pengamanan kita tentu berkoordinasi dengan teman-teman petugas keamanan,” katanya.

Berkunjung ke Makassar, Ma’ruf Amin Diberi Gelar Karaeng

Makassar – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin melakukan lawatan politik ke Makassar, Sulawesi Selatan. Pada lawatannya ini, Ma’ruf diberi gelar Karaeng Manaba.

Pemberian gelar ini diberikan oleh Kerajaan Galesong, H Mallarangan Abdullah Karaeng Gassing di Kabupaten Takalar. “Ini merupakan penghargaan diberi gelar Karaeng Manaba,” kata Ma’ruf usai prosesi penyematan gelar ini, Rabu (20/2/2019).

Karaeng Manaba dalam arti Bahasa Indonesia adalah pemimpin yang bijaksana. Diharapkan, dengan pemberian gelar ini maka Ma’ruf diharapkan menjadi pemimpin Indonesia yang baik dan amanah di masa akan datang.

“Gelar ini memberikan motivasi, dorongan dan juga semangat untuk saya mudah-mudahan jadi pemimpin yang bijaksana. Pemimpin yang membawa kemajuan, kesejahteraan dan keamanan kepada seluruh rakyat Indonesia,” kata Kiai Ma’ruf.

Di lokasi yang sama, Ketua Lembaga Adat Karaeng Galengsong Roem mengatakan sosok Kiai Ma’ruf sangat cocok menyandang gelar itu.

“Ke depan insyaallah bilamana beliau yang terpiliih akan kembali membangun memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. Itulah makna Karaeng Manaba ini,” kata Roem.

Penyerahan gelar Karaeng ini disaksikan oleh warga Takalar yang hadir di sekitar bangunan Balla Lompoa ini. Mereka juga ikut mendengarkan pidato kebangsaan tokoh Nahdlatul Ulama ini.
(tfq/dhn)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Soroti Data Impor Jagung, Fadli Zon: Jokowi Harus Minta Maaf

Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai data yang disampaikan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) di debat kedua Pilpres 2019 merupakan data ‘bodong’ dan ngawur. Fadli ingin Jokowi minta maaf.

“Setahu saya memang data-data yang disampaikan Pak Jokowi itu banyak data yang bodong dan banyak data yang ngawur, begitu juga argumentasinya, dan ini menurut saya bermasalah. Karena kebetulan paslon nomor 01 ini sekaligus petahana,” ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

“Kalau seorang paslon yang juga petahana mengeluarkan data bodong dan juga data yang salah, bagaimana kita tidak kaget kebijakan-kebijakannya itu banyak yang salah dan banyak yang ngawur. Ini yang perlu kita teliti,” imbuhnya.


Fadli pun menilai kekeliruan data yang disampaikan Jokowi sebagai bentuk kebohongan publik. Ia meminta Jokowi meminta maaf karena salah data.

“Saya kira Pak Jokowi harus minta maaf dengan data itu, karena ini kan disaksikan seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai kebohongan itu menjadi sebuah kebiasaan di dalam berbangsa dan bernegara. Ini kan sebuah forum terhormat, forum terhormat dalam sebuah perdebatan tertinggi. Rakyat butuh tahu apa itu kebenaran. Nah, kecuali misalnya dia mempertahankan argumennya. Kalau data yang disampaikan itu adalah data benar, tolong argumentasinya dikeluarkan dong,” ucapnya.

Menurut Fadli, tidak wajar jika data yang disampaikan meleset jauh dari yang sebenarnya. Data yang meleset jauh ini disebutnya sebagai pembohongan publik dan kebohongan.

“Kalau angkanya melesetnya cuma sedikit, saya kira wajarlah kita manusia. Tapi kalau melesetnya ratusan ribu itu bagaimana? Saya kira tidak wajar. Misalnya impor jagung, saya 180 ribu, padahal 700-an ribu, itu meleset berapa ratus persen. Itu bukan meleset, itu namanya bohong,” tegasnya.

“Kalau meleset itu, kalau orang meleset itu ada air sedikit itu kepeleset. Kalau ini bukan, ini kebohongan, jadi menurut saya, dia harus minta maaf. Ini kebohongan publik,” lanjut Fadli.

Lebih lanjut, Fadli berpendapat kesalahan data ini bisa saja dilaporkan kepada Bawaslu. Ia menilai hal ini sebagai penipuan kepada rakyat.

“Sebenarnya bisa (dilaporkan ke Bawaslu). Karena ini kesalahan data yang diungkap pada publik, ini kan misleading. Dan yang misleading ini bahaya, artinya menipu rakyat. Maka harus ada tindakan. Kalau meleset boleh, kemudian orang minta maaf. Saya kira harusnya ada dong permintaan maaf kalau data itu salah,” sebut dia.

Sebelumnya, data impor jagung yang dipaparkan capres 01 Joko Widodo (Jokowi) menuai kritik. Jokowi menyebut impor jagung bisa ditekan menjadi 180.000 ton pada 2018, namun data Badan Pusat Statistik (BPS) justru berbeda. Menurut data BPS impor jagung sepanjang tahun 2018 mencapai 737,22 ribu ton dengan nilai US$ 150,54 juta.

Jokowi sendiri sudah buka suara soal data impor jagung. Jokowi menegaskan apa yang disampaikannya merupakan data kementerian.

“Ya sekali lagi, kita dari kementerian dan lembaga, misalnya yang berkaitan dengan impor jagung. Ya memang 2018 saya tanya konfirmasi lagi ke Mentan 180.000 (ton), Mendag juga 180.000 dan justru ada ekspor 380 ribu (ton), di debat lupa disebutkan. Data-data dari kementerian,” ujar Jokowi saat ditanya wartawan di Lapangan Tegal Papak, Pandeglang, Banten, Senin (18/2).
(azr/gbr)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Serial Komedi Indonesia yang Bakal Bikin Kamu Ngakak

Liputan6.com, Jakarta Dari zaman Si Doel hingga Keluarga Badak, Indonesia tak pernah berhenti menghadirkan serial komedi terbaik. Kisah-kisah lucu mereka ampuh ‘menggelitik’ perut dan menghibur hati para penontonnya. Hal ini menjadikan serial komedi teman setia penonton Indonesia di segala suasana.

Bahkan, tak jarang para tokohnya terasa begitu dekat dengan hati penonton. Misalnya saja, sosok Dono, Kasino, dan Indro yang rasanya masih terus terkenang di benak masyarakat hingga kini. Begitu juga dengan Doel, Sarah, dan Zaenab yang mampu membuat orang ikut ‘gregetan’ dengan kisah cinta mereka.

Masa Warkop dan Si Doel memang sudah lewat, tetapi sekarang telah bermunculan serial-serial baru yang tak kalah lucu. Kelakuan lucu para tokohnya pun siap membuat kamu ngakak. Serial apa sajakah itu?

1. Dunia Terbalik

Umumnya, peran seorang suami dan istri di Indonesia sudah terbagi jelas. Suami berperan sebagai kepala rumah tangga yang siap mencari nafkah bagi keluarga, sedangkan sang istri yang juga seorang ibu berperan mengurus rumah dan merawat anak. Namun, bagaimana kalau yang terjadi sebaliknya?

Nah, keunikan tersebut yang coba diangkat oleh sutradara Jonggi Sihombing dalam kisah serial Dunia Terbalik. Kisah tentang tokoh Akum, Aceng, Idoy, dan Dadang yang ditinggal oleh istri mereka untuk bekerja di luar negeri. Mereka pun harus mengerjakan urusan rumah tangga dan mengurus anak. Tentunya dengan banyak peristiwa lucu yang menyertainya.

Beberapa aktor yang bermain dalam Dunia Terbalik pun sudah lama berkecimpung di dunia komedi Indonesia, antara lain Mieke Amalia, Indra Birowo, dan Agus Kuncoro. Jadi, sudah terbayang kan betapa lucunya mereka?

2. Cek Toko Sebelah The Series

Setelah meraih sukses besar di layar lebar, Cek Toko Sebelah dibuat versi serialnya. Kisahnya fokus pada Erwin (Ernest Prakarsa) yang sudah mengambil alih usaha toko milik ayahnya agar lebih modern dan efisien. Namun, ide Erwin tidak ditanggapi dengan serius oleh sang ayah dan para pegawai toko.

Walaupun terkesan serius, tetapi Cek Toko Sebelah The Series tetap mengusung unsur komedi. Hal ini disampaikan langsung oleh sang sutradara, Ernest.

“Ini fokusnya di komedi di toko, sehingga memodernisasi tokonya. Setelah tahu unsur modernisasi, kita bikin plot di setiap episode seperti film. Lalu, ada sub-plot yang wajar terjadi di serial komedi,” ujar Ernest, seperti dikutip fimela.com (20/12/2018).

Ternyata, versi serial Cek Toko Sebelah tak kalah sukses dengan filmnya. Di IMDb, serial ini mendapat skor 8.6 lho.

3. Keluarga Badak

Salah satu keluarga yang sedang cukup populer akhir-akhir ini adalah Keluarga Badak. Sesuai namanya, anggota keluarga ini berbadan besar semua. Keluarga ini terdiri dari Babeh Bachrudin (Reza Chandika), Mamak Dakhlia (Gita Bhebhita), dan Ucok (Frans) sebagai anak babeh dan mamak. Tak ketinggalan, ada Pak RT (Hifdzi Khoir), Baba (Andre Bailing), dan Rohaye (Faragandi) yang ikut mewarnai kisah mereka.

Ciri khas dari keluarga tersebut adalah kehebohannya! Suara dan gerakannya enggak pernah kalem deh pokoknya. Kehebohan mereka ini yang selalu ampuh bikin penonton gemas dan ngakak.

Kehebohan kisah mereka di Season 1 tercakup di dalam 20 episode. Keseluruhan episodenya dapat disaksikan di aplikasi atau situs web HOOQ, atau laman HOOQ yang ada di dalam aplikasi Grab. Begitu juga dengan seluruh episode Dunia Terbalik dan Cek Toko Sebelah The Series.

Sebagai informasi, Online-to-Offline (O2O) mobile platform terkemuka di Asia Tenggara, Grab, berkolaborasi dengan layanan on-demand pertama dan terbesar di Asia, HOOQ, memberikan hiburan berkualitas bagi jutaan pengguna di Asia Tenggara. HOOQ akan terintegrasi dengan aplikasi Grab untuk menghadirkan layanan dan pengalaman menonton video streaming tanpa hambatan. Pelanggan dapat menikmati layanan video streaming dengan berbagai genre lewat segmen “Video” yang ada di dalam aplikasi Grab. Kemitraan ini menjadi salah satu langkah Grab dalam mewujudkan visi sebagai everyday superapp terkemuka di kawasan Asia.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengatakan bahwa pihaknya memastikan semua konten yang ada di HOOQ tersedia pula di aplikasi Grab. Di dalam aplikasi Grab, akan ada menu Video yang akan langsung mengarah ke daftar konten HOOQ.

“Lebih spesial lagi, hari ini kita menyediakan rewards untuk pelanggan setia kami atau Platinum users. Mereka adalah pelanggan beruntung yang bisa mengakses layanan Video mulai hari ini dan dapat program khusus, yaitu gratis tiga bulan. Itu tidak kurang dari 10.000 jam (waktu) menonton,” ujarnya, di Empirica, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Bagi Anda yang belum menjadi member Platinum, tak usah khawatir. Nantinya, layanan tersebut dapat diakses oleh semua pengguna Grab.

Selamat menonton dan tertawa terbahak-bahak!



(Adv)

Wali Kota Bitung Optimis Distribusi Kertas Suara Pemilu 2019 Sesuai Rencana

Liputan6.com, Jakarta Kertas suara pemilu 2019 yang berasal dari percetakan di Makasar telah didistribusikan ke Terminal Petikemas Bitung pada Senin, 18 Februari 2019. KPU Provinsi Sulut dan dan KPUD Kabupaten Kota Se-Sulut, mengecek langsung surat suara tiap daerah yang dikemas dalam petikemas ini

Pendistribusian surat suara ini turut disaksikan langsung Wali Kota Bitung, Max J Lomban dan Kapolda Sulut, Irjen Pol Remigius Sigit Triharjanto. Dalam kesempatan ini, Lomban mengapresiasi kinerja KPU Sulut serta KPUD Se-Provinsi Sulut.

“Kami optimis kertas suara yang didistribusikan ke tiap daerah tiba sesuai rencana karena dijaga ketat aparat kepolisian,” ujar Lomban.

Hadir juga dalam distribusi tersebut, Ardiles Mewoh, Kapolres Bitung, Dandim 1310 Bitung serta jajaran Bawaslu Se-Sulut.

Dalam pemilu serentak 2019 nanti terdapat kertas suara dengan lima warna yang berbeda. Surat suara warna kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD provinsi, hijau untuk DPRD kabupaten/kota, dan warna abu-abu untuk presiden dan wakil presiden. 

Pemilihan warna ini berdasarkan Keputusan KPU Republik Indonesia nomor 1944/PL.02.Kpt/01/KPU/XII/2018, tentang desain surat suara dan desain alat bantu coblos (template) bagi pemilih tunanetra pada Pemilu Tahun 2019.




(*)