Anggota DPR yang Bolos Lapor LHKPN Tak Usah Dipilih Lagi!

Jakarta – Tingkat kepatuhan anggota DPR tercatat rendah dalam melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) menyebut hal ini membuat citra DPR terus memburuk.

“Banyaknya anggota DPR yang belum melaporkan LHKPN sampai deadline pelaporan hari Minggu ini, membuat citra DPR terus memburuk,” Peneliti Formappi Lucius Karus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/3/2019).

Lucius mengatakan, tidak taat hukum membuat DPR juga dinilai mendelegitimasi undang-undang. Serta menurutnya, hal ini dapat membuat DPR menjadi contoh buruk.

“Mengingkari perintah Undang-undang bagi DPR tak saja hanya akan dinilai sebagai sikap tidak taat hukum, tetapi juga mendelegitimasi UU atau peraturan yang dibuat lembaga itu. Sebagai pembuat UU, ketidakpatuhan DPR itu menjadi contoh buruk sekaligus mendelegitimasi apa yang mereka sendiri hasilkan melalui UU. Kalau DPR yang membuat UU saja tak patuh, lalu apa alasan DPR merepotkan pihak lain yang ingkar pada peraturan yang dibuat?,” ujar Lucius.

“Mendelegitimasi aturan yang dibuat sendiri membuat DPR sebagai lembaga terhormat nampak hanya jargon untuk menutupi kenyataan akan kekerdilan anggota yang tak patuh pada hukum. DPR menjadi tak berwibawa karena citra sebagai lembaga terhormat gagal dibuktikan melalui kesetiaan pelaporan LHKPN salah satunya,” sambungnya.

Selain itu menurut Lucius, ketidakpatuhan ini juga mengkonfirmasi adanya korupsi di DPR. Anggota DPR dinilai ketakutan untuk memperlihatkan harta yang tidak memiliki asal-usul yang jelas.

“Ke tak patuhan melaporkan LHKPN juga mengkonfirmasi masih suburnya korupsi di DPR. Ini terkonfirmasi dengan OTT yang masih terus terjadi. Dengan terus munculnya kasus korupsi, maka nampaknya ke tak patuhan melaporkan LHKPN bukan sesuatu yang sekedar khilaf, atau alpa. Ini sangat mungkin berkorelasi dengan perilaku koruptif yang terjadi. Rupanya bukan malas atau sibuk yang jadi alasan, tetapi justru cenderung karena ketakutan memperlihatkan harta yang asal-usulnya tak jelas,” kata Lucius.

Lucius mengatakan anggota DPR harus mempertanggung jawabkan apa yang telah diperoleh dari negara, dengan cara melaporkan LHKPN. Dia menyebut anggota DPR yang tidak melapor, tidak pantas untuk kembali dipilih dalam Pemilu 2019.

“Anggota DPR sudah seharusnya mempertanggungjawabkan apa yang diperolehnya dari negara, ini merupakan bentuk penghormatan DPR pada rakyat yang telah memberikannya mandat pada pemilu sebelumnya. Akan tetapi jika itu tidak dilakukan, artinya anggota DPR bersangkutan tak punya legitimasi untuk meminta rakyat kembali memilihnya. Oleh karena itu mestinya mereka yang tak melaporkan LHKPN tak layak dipilih kembali jika mencalonkan diri sebagai caleg di Pemilu 2019,” tuturnya.

Diketahui, kepatuhan anggota DPR dalam memberikan LHKPN masih terendah dibandingkan kategori lainnya. Kepatuhan khusus anggota DPR disebut baru mencapai 49,1 persen.

“Dari sekitar 300-an ribu Wajib Lapor LHKPN baru melaporkan sekitar 69,36 persen,” ucap Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN Isnaini di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (31/3/2019).
(dwia/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin Yakin Dipilih Milenial, BPN: Mimpi dan Berkhayal

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menyakini lebih dipilih oleh kaum milenial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menilai Ma’ruf Amin sedang bermimpi dan berkhayal.

“Kalau Kiai Ma’ruf mimpi kan boleh saja, namanya orang mimpi dan mengkhayalkan boleh saja, itu hak beliau,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu (30/3/2019).

Andre mengaku optimis bahwa kaum milenial lebi memilih pasangan Prabowo-Sandi. Apalagi Sandiaga memiliki daya tarik bagi kaum milenial.

“Kami optimisme akan milenial akan pilih Pak Prabowo dan Bang Sandi. Bang Sandi inspirasi banyak orang anak milenial, siapa yang nggak kenal bang Sandi merintis dari nol sampai akhirnya bisa konglomerat, istri solehah dan anak, itu kan impian anak muda,” jelas dia.

Selain itu, Andre mengatakan, Sandiaga juga berpenampilan milenial serta memiliki komunikasi yang nyambung dengan milenial. Usia Sandiaga masih muda yang mempunyai daya tarik bagi milenial daripada maaf Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf,” ucap dia.

“Cara menggaet milenial, kita komunikasi harus nyambung, juru bicara BPN juga punya komunikasi yang nyambung dengan milenial, lalu influencer yang nyambung milenial dan punya program untuk milenial,” tutur dia.

Ma’ruf sebelumnya yakin lebih dipilih oleh kaum milenial. Keyakinan itu muncul sebab Ma’ruf merasa menawarkan masa depan yang lebih baik untuk masa depan Indonesia.

“Milenial ini menjadi rebutan. Ternyata Pak Jokowi dengan saya itu bisa lebih dipilih oleh mereka (kalangan milenial). Karena apa, karena punya harapan lebih untuk masa depan kepada bangsa ini,” kata Ma’ruf setelah menerima dukungan dari Deklarasi Brigade Mahasiswa Jokowi-Ma’ruf Amin (JKMA) di Golden Sriwijaya Building, Palembang, Jumat (29/3/2019). Ribuan orang hadir dalam kegiatan tersebut.

(fai/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Antara Jokowi dan SBY, Siapa yang Dipilih JK?

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kepada calon presiden Joko Widodo atau Jokowi agar tetap merakyat jika terpilih kembali dalam Pilpres 2019. Hal itu dikatakan JK saat menjadi pembicara sebagai sahabat kerja Jokowi selama 4,5 tahun dalam acara Jokowi di Mata Sahabat yang digelar relawan #PejuangkerjaJokowi.

“Kalau terpilih lagi tentu salah satu pesan agar meneruskan gaya merakyat Beliau,” kata JK saat menjawab pertanyaan di Kantor Kerja Hub 86, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019) malam.

Dia pun menjelaskan alasan mengapa yakin memilih Jokowi kembali. Salah satunya yaitu mantan Gubernur DKI tersebut tidak memiliki jiwa demokratis dan tidak otoriter.

“Beliau tidak akan merusak bangsa dengan otoriter dan nepotisme,” ungkap JK.

Pada kesempatan itu JK menjelaskan perbedaan cara memimpin Presiden Susilo Bambang Yudhono dan Presiden Jokowi. Dia menceritakan sosok Ketua Umun Partai Demokrat yang mengedepankan kesempurnaan.

“Ini yang susah etikanya. Masing-masing punya cara pandang memimpin. SBY selalu ingin perfect, sempurna. Pak Jokowi selalu ingin detailnya,” kata JK.

Kemudian, ketika diminta memilih antara keduanya. Kalla menjawab Jokowi. Sebab saat ini, JK sedang mendukung Jokowi untuk kembali menjadi Presiden periode 2019-2024.

“Jokowi hahahaha, karena sekarang kita dukung Jokowi. Kalau SBY tidak disebut kan dia tidak marah lagi,” kata JK sambil tertawa.

JK juga terkesan dengan kinerja Jokowi. Bisa menggelar pertemuan bersamanya serta kabinet kerja hingga ratusan kali dalam setahun.

“Tahun 2017 ada 240 kali rapat. Jadi 200 kali ketemu, bertemu berdua. Ya saya kira tiga ratus kalilah setahun,” ungkap JK.

Partai Apa yang Dipilih Milenial Ibu Kota? Survei Median Membuktikan…

Jakarta – Lembaga survei Median merilis hasil survei elektabilitas parpol di DKI Jakarta. Ada hasil survei per kelompok umur. Apa pilihan partai para milenial?

Survei digelar pada pekan ke-4 Februari hingga pekan pertama Maret 2019 dengan melibatkan 1.000 responden. Sampel dipilih dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi kodya dan gender. Margin of error survei ini plus minus 3,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Pertanyaan survei adalah: “Jika pemilu legislatif dilakukan saat ini, partai apakah yang akan Anda pilih?”
Berikut elektabilitas partai hasil survei Median:

PDIP 28,1%
Gerindra 22,9%
Demokrat 6,9%
PKS 6,8%
PAN 4,7%
Golkar 4,6%
PKB 2,2%
Perindo 2,1%
NasDem 2,0%
PPP 1,8%
PSI 1,3%
Hanura 1,1%
PBB 0,2%
Berkarya 0,2%
Undecided 15,2%

Jika ditilik lebih detail dari segi kelompok usia, porsi terbesar suara PDIP datang dari pemilih yang berusia kurang dari 20 tahun. Sementara Gerindra banyak dipilih pemilih kelompok usia 30-39 tahun.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun.Direktur Eksekutif Median Rico Marbun. Foto: Ari Saputra

Dari segi pendidikan pemilih, Gerindra unggul di pemilih tidak tamat SD. Sementara PDIP unggul di pemilih tamat SD hingga tamat perguruan tinggi.

Alasan dominan warga ibu kota memilih PDIP karena faktor kinerja Jokowi. Sementara alasan warga ibu kota memilih Gerindra karena suka dengan Prabowo. Alasan memilih Demokrat karena suka SBY, sementara PKS dipilih karena sangat identik dengan partai Islam. PAN dipilih karena dinilai amanah, sementara Golkar dipilih karena alasan ikut keluarga.
(tor/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hak Politik Eni Saragih Dicabut Hakim Selama 3 Tahun

Jakarta – Majelis hakim menjatuhkan hukuman tambahan bagi Eni Maulani Saragih yaitu pencabutan hak politik selama 3 tahun. Mantan anggota DPR itu sebelumnya divonis hukuman pidana penjara tahun selama 6 tahun karena terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi.

“Menjatuhkan hukuman tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun, yang dihitung sejak terdakwa selesai menjalani pokok pidana,” kata hakim ketua Yanto saat amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Eni Saragih divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Eni Saragih bersalah menerima uang suap Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Uang suap dimaksudkan agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU Riau-1 di PLN. Proyek itu sedianya ditangani PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Ltd (BNR) dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC Ltd). Kotjo merupakan pemilik BNR yang mengajak perusahaan asal China, yaitu CHEC Ltd, untuk menggarap proyek itu.

Uang suap yang diterima Eni untuk kepentingan Partai Golkar melaksanakan munaslub. Ketika itu, Eni diminta Plt Ketum Idrus Marham meminta uang USD 2,5 juta dari Kotjo. Novanto selaku Ketum Golkar sekaligus Ketua DPR saat itu terjerat kasus proyek e-KTP dan digantikan Idrus Marham selaku Sekjen Golkar.

Eni juga menerima uang Rp 2 miliar dan Rp 500 juta dari Kotjo untuk keperluan Pilkada Temanggung yang diikuti oleh suami terdakwa, yaitu M Al Khadziq.

Selain itu, jaksa menyakini Eni bersalah menerima gratifikasi sebesar Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu. Uang itu diterima Eni dari sejumlah direktur dan pemilik perusahaan di bidang minyak dan gas.

Seluruh uang gratifikasi yang diterima Eni digunakan membiayai kegiatan pilkada suami terdakwa, yaitu M Al Khadziq, serta untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

Dalam Pilkada Kabupaten Temanggung itu, Khadziq berpasangan dengan Heri Wibowo sebagai calon wakil bupati yang diusung Partai Golkar. Pada akhirnya, mereka memenangi pilkada dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Temanggung.
(fai/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pendaftaran UTBK 2019 Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Persyaratan Lengkapnya

Liputan6.com, Jakarta – Mulai 2019 ini, persyaratan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 adalah wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dan mulai hari ini, Jumat (1/3/2019), pendaftaran UTBK dibuka.

Dilansir dari laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT www.ltmpt.ac.id, pendaftaran ujian UTBK sebagai syarat mengikuti SBMPTN 2019 ini akan dibuka hingga 1 April 2019.

Namun, dibagi menjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama 1–24 Maret 2019 dan gelombang kedua 25 Maret–1 April 2019.

UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C 2017, 2018, dan 2019.

Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal dua kali, dengan ketentuan, UTBK kelompok sains dan tekhnologi (saintek) satu kali dan kelompok sosial dan hukum (soshum) satu kali, atau kelompok saintek dua kali, atau kelompok soshum dua kali.

Kemudian, peserta yang ingin mengikuti tes satu kali dapat mendaftar pada gelombang pertama atau gelombang kedua.

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama 13 April–4 Mei 2019 dan gelombang kedua 11–26 Mei 2019.

Peserta yang ingin mengikuti tes UTBK dua kali, harus mendaftarkan diri pada gelombang pertama dan gelombang kedua. Sehingga, peserta yang mendaftar pada gelombang kedua, hanya dapat mengikuti satu kali tes pada 11–26 Mei 2019.

Persyaratan mengikuti UTBK ada tiga yaitu, siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada 2019 atau peserta didik Paket C 2019, lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat 2017 dan 2018 atau lulusan Paket C 2017 dan 2018, serta membayar biaya UTBK.

Biaya pendaftaran UTBK sebesar Rp 200.000 setiap mengikuti tesnya dan dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN.

Apabila sudah membayar, maka uang tersebut tidak dapat ditarik kembali oleh peserta ujian UTBK dengan alasan apapun. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan lolos persyaratan tidak dipungut biaya.

2 dari 4 halaman

Tahapan dan Waktu Tes UNBK

Tahapan UNBK ini yang pertama adalah peserta wajib mendaftar melalui laman https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id menggunakan NISN dan NPSN untuk mendapatkan username dan password.

Kedua, mengunggah pas foto berwarna terbaru, mengisi data, memilih jenis dan sesi ujian, serta lokasi Pusat UTBK PTN untuk mendapatkan slip pembayaran UTBK.

Ketiga, peserta membayar di Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN menggunakan slip pembayaran paling lambat 1×24 jam, kecuali bagi pendaftar Bidikmisi.

Keempat, peserta melakukan login ke laman pendaftaran di https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id untuk mencetak kartu peserta UTBK.

Terakhir, peserta mengikuti UTBK sesuai dengan hari, tanggal, sesi, dan lokasi Pusat UTBK PTN yang dipilih.

Untuk jadwal UTBK 2019 akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu sebanyak 10 kali atau setiap hari terdapat dua sesi tes, yaitu pagi dan siang sebanyak 20 sesi (kecuali hari libur nasional).

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama 13 April–4 Mei 2019, khusus Tuna Netra 4 Mei 2019 pukul 07.30-11.45 WIB dan gelombang kedua 11–26 Mei 2019, khusus Tuna Netra 25 Mei 2019 pukul 07.30-11.45 WIB.

Pengumuman hasil UTBK adalah paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

3 dari 4 halaman

Jenis Tes dan Kelompok Ujian UTKB

UTBK terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesuai dengan kelompok ujian setiap peserta ujian.

TPS digunakan mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Kemudian TKA digunakan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan seseorang agar dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi.

TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Sedangkan kelompok ujian UTBK terbagi menjadi dua, yaitu sains dan tekhnologi atau saintek serta sosial dan humaniora atau soshum.

Kelompok ujian saintek dengan materi ujian TPS dan TKA saintek, yaitu Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi. Kemudian, kelompok ujian soshum dengan materi ujian TPS dan TKA soshum, yaitu Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Wiranto: Pilih Pemimpin Harus yang Punya Pengalaman

Liputan6.com, Batam – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan perbedaan pilihan dalam pemilu jangan sampai merusak persatuan.

“Pilihan boleh beda tetapi persatuan harus terjaga. Kalau pilihan beda tidak ada pemilu, sistem suatu negara demokrasi harus pemilu,” kata Wiranto di Batam, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, perbedaan dalam sistem demokrasi dipaksa oleh satu kontitusi. Hal itu berbeda dengan sistem monarki atau kerajaan. Untuk itu, tidak patut jika pesta demokrasi diwarnai dengan konflik, memfitnah mencela menjelek-jelekkan.

“Pemilu itu memilih pemimpin. Pemimpin inilah yang kemudian harus bertanggung jawab terhadap Rakyatnya,” ujar dia.

Menurut dia, pemimpin dipilih rakyat tentunya punya akuntibilitas dalam mempertanggungjawabkan kepada rakyat.

“Maka pemimpin harus pandai, akrab (dengan Rakyat), punya pengalaman, track recordnya jelas,” imbuh Wiranto.

Ia menambahkan bahwa pemilu menentukan negara selama 5 tahun ke depan. Selain itu Wiranto juga mengimbau agar pemilu berjalan dengan damai. Dia mengingatkan agar tidak saling mencela hingga membuat informasi hoax.

Wiranto meminta pihak-pihak tertentu dalam proses penyelenggaraan pemilu (Kompanye) tidak menggunakan politik identitas, agama dan suku karena dapat berdampak buruk terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Unik! Minuman Ini Tersaji di Dalam Gelas Labu 3 Liter

Jakarta – Gerai minuman ini punya gelas saji yang unik. Mereka menyajikan ragam minuman ringan beralkohol semi beku ke dalam gelas labu ukuran super jumbo!

Siapa yang tidak tergoda dengan minuman bersoda yang didinginkan hingga ‘slushy’. Dulu, minuman ini mudah didapat di salah satu jaringan convenience store asal Amerika Serikat.

Unik! Minuman Ini Tersaji di Dalam Gelas Labu 3 LiterFoto: Instagram

Tersedia dalam beragam rasa dan warna yang cerah, minuman tersebut sering dibeli berbagai golongan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sayangnya, semenjak convenience store tersebut tutup, tak banyak gerai lain yang sediakan menu serupa.

Tapi di salah satu gerai minuman di Las Vegas, minuman dingin itu tersaji di tempat berbentuk unik. Bentuknya menyerupai tabung panjang dengan bagian ujung bawah berbentuk bulat.

Baca juga: Keren! Foto-foto Makanan dan Minuman yang Dibuat Melayang di Udara

Unik! Minuman Ini Tersaji di Dalam Gelas Labu 3 LiterFoto: Instagram

Bisa dibilang mirip seperti labu destilasi hanya tabungnya lebih panjang dan tak memiliki cabang. Tentunya bentuk penyajian unik tersebut mencuri perhatian netizen.

Apalagi warna minuman semi bekunya beragam dan warna warni. Minuman unik itu bisa didapat di Fat Tuesday, Las Vegas. Dilihat dari akun instagram resminya, ada beberapa ukuran tabung gelas yang bisa dipilih pengunjung.

Rasa dari minuman yang ada juga cukup beragam dan tak hanya mencakup minuman berkarbonasi biasa. Sebab ada yang sengaja dicampur dengan minuman beralkohol. Pilihannya tersedia dari rasa stroberi, margarita, apple banana banshee, rum runner hingga mango tango.

Unik! Minuman Ini Tersaji di Dalam Gelas Labu 3 LiterFoto: Instagram

Gelas tabung paling panjang mampu memuat sebesar 100 oz atau sekitar 2957 ml minuman. Dilihat dari Yelp, seporsi 100 oz Mug milik Fat Tuesday dibanderol seharga $36 atau sekitar Rp 506 ribu. Jika ingin merefilnya, cukup berikan uang sebesar $25 atau sekitar Rp 351 ribu.

Rekaman aksi saat seorang pelayan menyiapkan menu unik itu berhasil jadi bahan omongan netizen. Para netizen justru makin ingin mencicip minuman tersebut. Bagaimana dengan Anda?

Baca juga: Nyess! Minuman Bersoda dengan Rasa Unik dari Belut Panggang Hingga Kari (dwa/odi)

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham Kekecewaannya

Jakarta – La Nyalla Mattalitti memandang perilaku Prabowo Subianto di salah satu Ponpes di Sumenep, Madura, membuatnya tak layak dipilih pada Pilpres 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi santai serangan La Nyalla itu.

Juru debat BPN, Ahmad Riza Patria menyebut Prabowo bukan tipikal pemarah, tak seperti deskripsi dalam video yang beredar yang menyebut Prabowo marah-marah di depan ulama. Narasi Prabowo marah di depan kiai sudah dibantah BPN maupun Kiai Yazid yang berasal dari Ponpes Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura yang hadir dalam acara itu. Bagi Riza, serangan La Nyalla lebih ke faktor sakit hati.

“Terkait La Nyalla, kita memahamilah, memahami kekecewaan La Nyalla sampai saat ini kan belum selesai, kekecewaan tidak mendapat rekomendasi sebagai cagub. Padahal semua orang tahu, La Nyalla tahu, Gerindra sudah memberikan rekomendasi kepada La Nyalla untuk mencari teman koalisi cagub, bahkan, tapi kan praktiknya La Nyalla yang menjanjikan bisa dapat rekom dari Demokrat, menghadirkan Pakde Karwo, menjanjikan bisa menghadirkan Kiai sendiri, bisa menjanjikan dapat rekom dari PAN, kan nggak dapet,” kata Riza, Jumat (1/3/2019).

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaFoto: Ahmad Riza Patria (Lamhot Aritonang)

Riza mengatakan Gerindra dan Prabowo sudah siap memberi rekomendasi cagub Jawa Timur ke La Nyalla dengan memintanya mencari dukungan dari Partai Demokrat dan PAN. Namun, Riza menyebut La Nyalla gagal mendapatkannya.

Karena itu, dia mengaku heran mengapa La Nyalla masih terus menyerang Prabowo.

“Kalau tidak bisa mendapatkan partai lain, kenapa harus Partai Gerindra atau Pak Prabowo yang jadi sasaran terus?” sebut Riza.

Sementara itu, juru bicara BPN Jansen Sitindaon mengatakan Prabowo sama sekali tidak marah-marah ke ulama seperti yang dituduhkan. Bagi Jansen, tuduhan tersebut tak sesuai fakta.

“Pertama, tidak benar itu tuduhan La Nyalla kalau Pak Prabowo marah ke kiai. La Nyalla harus mencabut ucapannya itu karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” kata Jansen.

Jansen menyebut banyak warga di Madura yang mengagumi Prabowo. Jansen mengatakan mungkin La Nyalla sedang tertekan melihat fenomena itu.

“Walau kami menyadari, melihat ramai dan padatnya orang yang menyambut dan mengelu-elukan Pak Prabowo kemarin di Madura, mungkin La Nyalla sekarang sedang stres berat. Karena tanda-tanda La Nyalla akan potong leher sesuai janjinya jika Prabowo menang di Madura semakin dekat. Jadi baiknya La Nyalla baiknya fokus aja memenuhi janjinya itu jika nanti terbukti Prabowo menang di Madura,” imbuh dia.

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaFoto: Jansen Sitindaon (Dok Pribadi)

Soal kejadian di Sumenep, Madura yang disinggung La Nyalla, Jansen menyebut Prabowo sama sekali tidak marah. Prabowo hanya memperingatkan dan itu menurutnya masih dalam batas normal.

“Jelas di video itu Pak Prabowo bukan marah tapi menegur. Itu pun tegurannya masih dalam batas normal. Karena ada relawan yang jadi audiens bicara dengan keras ketika Pak Prabowo pidato. Itu hal yang wajarlah,” katanya.

Sebelumnya, La Nyalla melihat perilaku Prabowo di Madura cukup mencederai para ulama dan juga santri. Tetapi, lanjut La Nyalla, Prabowo memang memiliki watak yang terkadang melukai orang lain.

“Memang begitulah Pak Prabowo kalau marah-marah, nggak usah kaget biasa saja. Dan tidak perlu dipilih kalau gitu,” kata La Nyalla usai bertatap muka dengan buruh rokok di PR Gandum Jalan Raya Bandulan, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/2).
(gbr/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Langkah Cermat Mengelola Sampah Plastik Fleksibel

Liputan6.com, Jakarta – Sampah yang terus menggunung setiap harinya tak dapat dipungkiri menimbulkan beragam dampak seperti mengancam kehidupan makhluk hidup dan lingkungan. Melihat fenomena ini, pengelolaan sampah pun jadi satu cara cermat yang sudah sepatutnya dilaksanakan.

Berbicara mengelola sampah, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap 21 Februari serta program Unilever Sustainable Living Plan (USLP), Unilever hadir dengan wujud nyata dari komitmen mereka.

Adalah dengan meluncurkan penambahan delapan titik kumpul flexible plastics (FP) atau kemasan multilayer seperti kemasan sachet. Tujuan dari program di atas adalah bagaimana agar kemasan dapat digunakan ulang, daur ulang, atau kompos.

Ada pun ke delapan titik kumpul (dropping points) sampah berjenis FP atau kemasan multilayer di 8 kota di Indonesia meliputi Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Sidoarjo, Balikpapan, Medan, dan Makassar.

Selama ini sampah FP dianggap bermasalah karena tak ada solusi pengolahannya hingga menjadi residu dan berakhir di TPA. Pendekatan ekonomi sirkuler dilakukan oleh Unilever untuk memanfaatkan materi tersebut sebagai bahan baku yang mempunyai nilai dan digunakan kembali.

“Ini upaya kami untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang pesat tetapi bersama-sama mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ungkap Sinta Kaniawati, Head of Sustainable Business dan Yayasan Unilever Indonesia di Bank Sampah Induk Gesit, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Titik Kumpul Sampah Flexible Plastic

Sinta menambahkan aksi nyata itu tampak dari terbentuknya Bank Sampah sekitar 2.800 yang tersebar di 19 kota di Indonesia, termasuk Bank Sampah Induk Gesit. Bank sampah ini dipilih karena jadi pusat pengelolaan sampah di Jakarta Selatan.

“Bank sampah menyediakan fasilitas pengumpulan bagi vendor sampah terkumpul dan bisa didaur ulang. Komitmen lanjutan Bank Sampah Induk Gesit bisa menjadi sarana mengumpulkan titik kumpul dari kemasan plastik fleksibel seperti produk sachet atau pouch isi ulang,” tambahnya.

Terkait soal pengelolaan sampah, Sinta menekankan dapat dimulai dari langkah kecil. Lalu, langkah selanjutnya adalah dengan memilah sampah dan memberikannya pada Bank Sampah.

“Mulai dengan langkah kecil, bagaimana setiap rumah tangga dilingkup RT dan RW memilah sampahnya dan dapat diberikan ke Bank Sampah Induk Gesit. Apa yang kita lakukan bisa ditingkatkan meski partisipasi masih belum sesuai yang diinginkan,” ungkap Sinta.

Memanfaatkan kembali sampah dapat diolah untuk menjadi kemasan baru. Perusahaan ini juga telah menunjukkan keseriusannya dalam pengelolaan sampah dengan membangun pabrik di Jawa Timur.

“Membangun pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur khusus untuk mengolah kemasan plastik menjadi pallet plastik lagi yang dapat digunakan kembali Unilever dan industri lain,” jelas Sinta.