Rahasia Keperkasaan Raja-Raja Jawa di Ranjang

Liputan6.com, Yogyakarta – Raja bagi masyarakat Jawa dahulu dianggap setara dewa atau titisannya. Raja dengan kekuasaannya menentukan nasib negeri.

“Dalam kekuasaan tidak ada persaingan, tidak terkotak-kotak atau tidak terbagi-bagi dan bersifat menyeluruh. Kekuasaan raja seperti kekuasaan dewa, yang agung dan binathara,” begitu G. Moedjanto menulis dalam bukunya, ‘Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram’ (Yogyakarta, 1987).

Raja-raja juga identik dengan banyaknya selir. Masing-masing raja jumlah selirnya bisa sampai belasan, bahkan puluhan. Selir-selir itu juga jadi semacam simbol bagi kuasanya sang raja kala memerintah kerajaannya.

Selir itu bisa dikatakan perempuan-perempuan yang terikat hubungan dengan raja tanpa status pernikahan. Karena keterikatan itu, selir juga harus melayani raja dalam segala hal yang menyenangkan, termasuk urusan di atas ranjang.

Soal urusan di atas ranjang, tentu banyak yang heran bagaimana para raja Jawa dulu mampu perkasa dalam urusan bercinta dengan selir-selir yang sampai berjumlah puluhan.

Misalnya Raja Kasunanan Surakarta (Solo), Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono X. Raja Kasunan Surakarta yang memerintah tahun 1893-1939 itu konon memiliki 40 sampai 45 orang selir.

Sejumlah literatur menyebutkan, Sinuhun Pakubuwono X mampu mengatur waktu ketika berhubungan intim dengan para selirnya itu.

Rahasia keperkasan ala raja Jawa di atas ranjang salah satunya pada ramuan khusus. Ramuan itu yang digunakan para raja Jawa untuk menggauli para selirnya yang sampai puluhan orang tersebut.

Ramuan itu merupakan minuman yang harus diminum secara rutin setiap hari. Ramuan itu campuran dari 40 butir merica, 40 lembar daun sirih, dan 40 bawang lanang yang dihaluskan bersama menggunakan layah dari batu.

Usai dihaluskan, lalu direbus dan disaring. Selanjutnya air hasil penyaringan itu diembunkan semalaman. Pagi harinya air itu diminum. Begitu terus setiap hari.

Selain ramuan, para raja Jawa juga memegang ilmu Asmaragama sebagai pedoman dalam bercinta. Aji Asmaragama itu dibeberkan oleh Dhamar Sasangka dalam bukunya ‘Gatholoco, Rahasia Ilmu Sejati dan Asmaragama’ (Jakarta, 2013).

Tak cuma soal gaya bercinta, dalam Amaragama juga terdapat sejumlah ajaran cinta yang memiliki filosofi Jawa. Pertama, Asmaratantra. Ajaran ini mengajarkan pada pasangan suami istri, saat mau bercinta harus ada perasaan berbeda saat saling bersentuhan.

Saat itu, pasangan suami istri harus ada getaran di hati masing-masing, misalnya saat berciuman. Getaran itu harus tetap ada dan dipertahankan.

Lalu Asmaraturida. Asmarturida mengajarkan pasangan suami istri tidak boleh kaku, sesekali satu sama lain harus mengeluarkan guyonan lucu yang mengundang tawa hingga bisa mencairkan suasana. Tak jarang guyonan bisa berakhir di ranjang.

Selanjutnya Asmaranala. Ajaran ini mengajarkan tentang saling memberi dan saling menerima, disenangkan, dan menyenangkan. Harus ada pengertian. Wujud keterikatan batin bisa terbangun dari sini.

Kemudian ada Asmaradana yang mengajarkan kepada setiap pasangan agar mampu saling menyentuh hati pasangannya. Sentuhan untuk hati tak sebatas kata-kata manis, tapi juga bisa hal lain, misalnya memberi bunga dan hadiah kecil.

Terakhir, Asmaratura. Ajaran ini mengajarkan puji dan rayu satu sama lain dari pasangan suami istri. Pujian dan rayuan di sini sangat penting untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Adapun sebelum melakukan hubungan seks, raja-raja Jawa harus melakukan semedi dan membersihkan diri. Ritual itu dilakukan raja sebagai bentuk persiapan sebelum bercinta, baik dengan permaisuri maupun selirnya.

Selagi raja bersemedi, permaisuri maupun selir juga mempersiapkan diri, mulai dari mandi, dandan, dan memakai wewangian. Hal itu harus dilakukan, sebab dalam Asmaragama, kedua pihak, baik suami maupun istri, harus saling menjaga kebersihan diri.

Saksikan video pilihan berikut ini:

13 Taruna Akpol Diberhentikan karena Kasus Penganiayaan Terhadap Junior

Jakarta – Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) memberhentikan 13 taruna bermasalah. Para taruna tersebut diberhentikan karena terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap taruna tingkat II atas nama Muhammad Adam pada 18 Mei 2017 lalu.

Keputusan ini merupakan salah satu terobosan berani Kalemdikpol Irjen Komjen Arief Sulistyanto. Komjen Arief ingin ada kepastian hukum bagi ke-13 taruna tersebut setelah terkatung-katung selama kira-kira 2 tahun dengan mendorong diadakannya sidang Dewan Akademik (Wanak) Akpol.

“Sidang Wanak memang harus segera memutuskan dengan seadil-adilnya berdasarkan peraturan yang ada karena permasalahan ini sudah berjalan lama,” kata Komjen Arief seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (12/2/2019).


“Keputusan harus cepat diambil demi masa depan Akpol dan juga demi masa depan para taruna yang bermasalah tersebut agar mereka dapat melanjutkan jenjang kareir lain saat keluar dari Akpol. Bersyukur akhirnya keputusan sudah dilakukan secepatnya untuk memberikan kepastian dan demi menjaga marwah Akpol sebagai pencetak Pemimpin Polri masa depan,” tuturnya.

Sidang Wanak dipimpin Gubernur Akpol Irjen Rycko Amelza Dahniel setelah sebelumnya ada putusan MA bahwa ke-13 taruna tersebut terbukti bersalah. Hadir pula dalam sidang adalah Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto, sejumlah PJU Akpol sebagai anggota tetap, termasuk anggota Kehormatan dari Itwasum, Divpropam, Lemdiklat, SSDM Polri, dan seluruh anggota tidak tetap Wanak.

Sidang digelar pada Senin (11/2) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB hingga 23.30 WIB bertempat di Gedung Paramarta komplek Akpol. Sanksi terberat diterapkan kepada 13 taruna bermasalah tersebut.

Sebanyak 13 taruna yang dikeluarkan tersebut antara lain Martinus Bentanone, GJN-GCM, RLW, JED, dan RAP. Lalu ada IZPR, PDS, AKHU, CAEW, RK, EP, dan HA.

“Sebenarnya ada 14 orang yang terjerat kasus ini tapi pelaku utama, Christian Admadibrata Sermunes, telah dikeluarkan pada Wanak yang lebih dulu digelar pada Juli 2018 silam,” ujar Arief.

Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) huruf g UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia berbunyi “untuk diangkat menjadi anggota Polri, seorang calon harus memenuhi syarat tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan.”

Artinya secara hukum ke 13 orang ini tidak memenuhi syarat sebagai anggota Polri. Juga ada pertimbangan hukum lain seperti berdasarkan Pasal 268 ayat (1) KUHAP permintaan peninjauan kembali atas suatu putusan tidak menangguhkan maupun menghentikan pelaksanaan dari putusan tersebut.

Disamping itu dalam Pasal 92 ayat (4) huruf b Peraturan Gubernur Akpol Nomor 4 Tahun 2016 tentang Kehidupan Taruna Akademi Kepolisian menyatakan : “melakukan perbuatan pelanggaran berat dan/atau tindak pidana yang didukung dengan alat bukti yang cukup berdasarkan hasil keputusan Sidang Wanak tidak dapat dipertahankan untuk tetap mengikuti pendidikan”

“Jangan memukul dan melakukan kekerasan sejak hari ini. Tradisi kekerasan senior terhadap junior adalah perilaku yang harus dihilangkan. Senior harusnya mengayomi dan membimbing, tanamkan budaya asih – asah-asuh dalam hubungan senior yunior. Jadilah senior yang disegani bukan senior yang ditakuti. Negara akan rugi kalau Akpol meluluskan perwira yang berkarakter pro kekerasan karena tidak sesuai dengan pola Democratic Policingm,” tegas Arief.

13 Taruna Akpol Diberhentikan karena Kasus PenganiayaanFoto: Dok. Humas Polri

(rna/fjp) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ikut Sukseskan Pariwisata Indonesia, Menpar Apresiasi PHRI

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Umum Program Visit Wonderful Indonesia Haryadi B. Sukamdani. Apresiasi tersebut disampaikan karena berpartisipasi aktif menyukseskan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara.

“Hal ini perlu dipertahankan oleh PHRI, untuk memberikan pelayanan standar maksimal kepada para konsumen yaitu wisatawan,” ujar Arief Yahya saat Rakernas PHRI IV di Jakarta, Senin (11/2/2019), seperti dilansir Antara.

Menurut Arief, wisatawan mancanegara cenderung akan kembali ke sebuah destinasi jika mendapatkan pelayanan akomodasi yang baik. Aplaagi, jika ditunjang pengalamana berwisata yang berkesan.

Arief berharap PHRI terus mendukung pemerintah, sedangkan pemerintah akan terus bekerja melakukan promosi dan branding destinasi wisata di Tanah Air.

“Pemerintah akan bergerak sesuai ruang tugas pokok dan fungsi sekaligus ketentuan yang berlaku. Dan yang terpenting adalah industry lead government dan bukan sebaliknya,” kata Arief.

Dalam kesempatan itu, Hariyadi Sukamdani mengatakan sepanjang 2018 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sekitar 15,8 juta orang dan pergerakan wisatawan Nusantara sebanyak 265 juta. Target 20 juta wisman pada 2019, lanjut Hariyadi, harus disukseskan dengan strategi yang tepat.

“Tahun ini, kami mendukung pemerinth dengan membuat program-program untuk meningkatkan okupansi di bidang hotel atau restoran. Tidak hanya itu, kami juga membuat strategi untuk produk hot deals yang belum maksimal. Di samping kerja sama businss to business dengan maskapai dan travel online besar. Kami meyakin itu menjadi strategi yang ampuh untuk menggapai target 20 juta wisman,” harap Hariyadi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Hari Pers Nasional dan Bayang-Bayang Ancaman Hoaks

Liputan6.com, Jakarta – Hari Pers Nasional (HPN) 2019 disambut suka cita oleh sejumlah insan pers dan berbagai kalangan. Mulai dari wartawan tingkat pemula, redaktur, pimpinan media, hingga Presiden Jokowi turut menyambutnya.

Dalam puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Grand City Mall, Surabaya, Jawa Timur, Presiden Jokowi, yang turut menyampaikan pidatonya menyampaikan ungkapan terima kasih kepada insan pers nasional yang bisa menjadi media arus utama dalam memberitahukan informasi tepat kepada para pembacanya, di tengah maraknya informasi yang berseliweran di media sosial online.

“Saat ini yang vital di media sosial biasa jadi rujukan bagi masyarakat luas. Tak jarang juga itu jadi rujukan media konvensional atau media nasional arus utama. Saya bangga kepada insan pers yang bisa memberikan informasi tepat, dan selamat Hari Pers Nasional 2019,” ungkap Jokowi, Sabtu (9/2/2019).

Lebih lanjut, dia juga turut mengingatkan kepada wartawan atau para pelaku pers agar tak terseret pemberitaan hoax yang kerap dibunyikan di media sosial.

Hari Pers Nasional 2019, OSO harap Pers Nasional pertahankan kualitas dan hancurkan hoax. (foto: dok. MPR)

“Di tengah suasana seperti ini, media arus utama dibutuhkan untuk rumah penjernih informasi. Keberadaan mereka dibutuhkan sebagai media communication of hoax,” imbuh Jokowi.

Jokowi pun mengucapkan selamat kepada insan media yang tetap dipercaya masyarakat sebagai penyampai informasi faktual dibanding media sosial.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengutip hasil penelitian Edelman Trust Barometer 2018 bahwa di tahun 2016, tingkat kepercayaan masyarakat kepada media konvensional sebesar 59 persen dibanding 45 persen media sosial. Lalu di 2017, 58 persen dibanding 42 persen, dan pada 2018, angkat tersebut melesat sebesar 63 persen dibanding 40 persen.

“Semakin ke sini masyarakat semakin tidak percaya pada media sosial. Saya sangat bergembira, selamat kepada insan pers atas kepercayaan masyarakat yang terus meningkat,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

Presiden mengatakan, era digital yang diikuti perkembangan masif media sosial, membuat masyarakat disajikan berlimpahnya infromasi. Setiap orang bisa menjadi wartawan. Kadang juga menebar kegaduhan, ketakutan dan rasa pesimisme.

“Di era seperti ini, justru media arus utama dibutuhkan sebagai rumah penjernih informasi, dibutuhkan untuk menyajikan informasi terverifikasi, dibutuhkan untuk menjalankan peran sebagai communication of hoax, dan dibutuhkan untuk bisa memberikan harapan- harapan besar untuk bangsa Indonesia,” ujar dia.

Jokowi berharap media bisa menjadi amplifier atas informasi tentang pembangunan dan kekurangan yang harus terus dibenahi bersama.

“Pemerintah juga menjamin prinsip kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat. Kebebasan yang beretika dan bertata krama. Saya sampaikan kepada seluruh insan pera di seluruh tanah air selamat hari pers nasional 2019,” kata Jokowi.

Di Hari Pers Nasional ini, Jokowi juga menyampaikan bahwa dia telah mencabut remisi I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Susrama sebelumnya mendapatkan remisi berupa pengurangan hukuman dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. Atas desakan banyak pihak, Jokowi mencabut remisi tersebut. “(Surat pencabutan remisi) sudah-sudah saya tanda tangani,” ucap Jokowi.

Cabut Remisi Pembunuh Prabangsa

Dikesempatan yang berbeda, Jokowi mengatakan keputusan tersebut diambil setelah menerima masukan dari berbagai kelompok masyarakat.

“Ini setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, dari kelompok-kelompok masyarakat, juga dari jurnalis, saya perintahkan kepada Dirjen Lapas Kemenkum HAM untuk menelaah dan mengkaji mengenai pemberian remisi itu,” ujar Jokowi di Hall Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (9/2/2019).

Jokowi lalu memutuskan agar remisi tersebut dibatalkan. Menurutnya, pembatalan remisi itu menyangkut rasa keadilan.

“Sudah sangat jelas sekali sehingga sudah diputuskan sudah saya tanda tangani untuk dibatalkan. Karena ini menyangkut mengenai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Kasus pembunuhan sadis itu terjadi pada 2009. Susrama membunuh wartawan Radar Bali, Prabangsa. Jurnalis senior itu kerap menulis dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan.

Jenazah Prabangsa ditemukan di laut Padangbai, Klungkung, pada 16 Februari 2009, dalam kondisi mengenaskan. Susrama lalu ditangkap dan disidang dengan vonis penjara seumur hidup.

2 dari 2 halaman

Ancaman Hoaks

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan Kemenrdekaan Indonesia tak lepas dari peran pers. Selain itu, pers juga berperan dalam membangun kemajuan bangsa.

“Pers sangat berperan dalam kemerdekaan Republik Indonesia dari para jajahan Belanda,” kata Mahfud saat menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/2/2019).

Mahfud berpandangan, keberadaan pers saat ini terusik adanya media sosial dengan kondisi era digital. Media massa pun harus mampu mengimbangi hal tersebut.

“Contohnya, ada gugatan, media dicampurkan dengan media sosial yang tidak bertuan. Dunia pers terancam jati dirinya, karena banyaknya berita hoaks,” sebut Mahfud.

Dia juga menuturkan, media konvensional saat ini terdesak dan harus pintar-pintar menjaga jati diri, dan berperan untuk tetap berbakti kepada bangsa serta negara.

“Oleh karena itu, semua wartawan sangat memberikan sumbangan kepada kemerdekaan Indonesia,” Mahfud menandaskan.

Harapan akan terwujudnya pers nasional yang bernilai juga disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Osman Sapta Odang (OSO). Menurut dia, pers nasional saat ini kian berwibawa dan bermartabat, serta dihargai oleh berbagai elemen masyarakat di Indonesia.

Hal ini disebabkan insan pers mampu menunjukkan nilai-nilai etik jurnalis yang berkualitas.

“Nilai-nilai itu harus dipertahankan, terutama melawan kabar-kabar hoax yang luar biasa menyebarkan nuansa negatif di tengah kehidupan masyarakat. Hoax memang harus dilawan bersama, salah satunya dengan produk jurnalis yang berkualitas dan bernilai,” ucapnya.

Saat ini, lanjut OSO, upaya-upaya masyarakat, termasuk pers nasional melawan hoax sudah terlihat dampaknya. Presiden Joko Widodo sendiri mengatakan bahwa walaupun hoax secara kuantitas meningkat tapi makin hari makin tidak dipercaya masyarakat.

“Pers Nasional harus menyadari bahwa hoax adalah tantangan untuk terus menghasilkan produk yang dipercaya masyarakat hingga ke desa-desa, sehingga lama kelamaan tidak percaya lagi sama sekali kepada hoax-hoax,” kata dia.

Menurut OSO, pada tahun politik seperti sekarang, selalu ada pihak yang pro dan pihak yang menumbuhsuburkan hoax-hoax. Namun, OSO percaya pers nasional sudah bisa memandang hal tersebut secara obyektif dan selalu mengedepankan produk pers yang berkualitas, bermarwah, dan bermartabat.

“Memang tidak mudah, tapi pers nasional harus memahami bahwa hoax adalah ‘korsleting’ di tubuh pers nasional yang harus segera dibenahi. Karena jika tidak, maka akan semakin merusak nama pers nasional,” tandasnya.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam sejarah perjuangan Indonesia,  pers terlibat dalam perjuangan pembebasan bangsa Indonesia dari penjajahan, dan penindasan.

Hasto bercerita, Bung Karno menegaskan pers melahirkan kekuatan terang peradaban. Hal itu disampaikan dalam diplomasi internasional di Amerika Serikat dalam perjuangan pembebasan Irian Barat.

Sang proklamator mengutip pernyataan Mark Twain bahwa di dunia ada kekuatan yang bisa memberikan terang.

“Pertama adalah Matahari sebagai Ciptaan Allah SWT, dan kedua dalah pers. Karena itulah pers tidak hanya menjadi pilar keempat demokrasi, namun juga penjaga peradaban demokrasi dan sekaligus penjaga kemanusiaan itu sendiri,” kata Hasto.

“Dirgahayu Pers Indonesia. Kobarkan semangat juang, perkuat jalan demokrasi kerakyatan, keadilan, dan kemanusiaan, perkuat kedaulatan dan kebebasan pers Indonesia,” tandas Hasto mengucapkan selamat Hari Pers Nasional.

Ahok Gabung PDIP, Maruarar: Semoga Belajar dari Jokowi

Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok bergabung ke PDI Perjuangan. Politikus PDIP Maruarar Sirait, yang juga merupakan sahabat Ahok, berharap eks Gubernur DKI Jakarta itu bisa kembali berkontribusi bagi masyarakat.

“Semoga beliau tetap semangat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara. Apalagi beliau kan sudah banyak belajar mungkin dari peristiwa lalu, jadi semoga bisa memperbaiki apa yang kurang,” kata Maruarar kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Maruarar menyebut bergabungnya Ahok ke PDIP sebagai dukungan luar biasa untuk Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia pun berharap Ahok bisa belajar dari sosok Jokowi.

“Ahok bisa mungkin belajar dari Jokowi. Kan Jokowi merakyat, kerja nyata, santun, bisa menghargai orang. Semoga Ahok bisa belajar. Intinya, apa yang sudah bagus dipertahankan, yang belum baik diperbaiki. Saya lihat sih beberapa waktu lalu saat ketemu Ahok, dia kelihatan punya tekad membawa perubahan-perubahan. Seperti lebih sabar dan mendengar,” ujarnya.

Lantas, apakah Ahok akan ikut mengampanyekan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019? Maruarar tak menjawab gamblang.
“Pak Jokowi kan pendukungnya banyak ya. Dulu Hary Tanoe (Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo) nggak dukung, sekarang dukung. Ngabalin (Ali Ngabalin) juga sekarang dukung, juga ada Yusril (Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra). Akhirnya memang orang banyak tahu bahwa Pak Jokowi bekerja dengan baik untuk Indonesia, bersih, santun. Jadi Jokowi ini mendapatkan tambahan dukungan yang luar biasa di 2019 ini, baik dari rakyat maupun tokoh,” ucap Maruarar.
Ahok terdaftar sebagai kader PDIP sejak 26 Januari 2019. Namun, kabar itu baru diumumkan pada Jumat (8/2) saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Bali. Sekitar dua jam berada di kantor DPD Bali, Ahok memberikan kejutan dengan keluar memakai jaket PDIP.

“Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya,” kata Ahok ketika ditanya soal alasannya bergabung dengan PDIP.

Dia juga mengaku sudah mantap bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih itu. Ahok mengatakan tertarik kembali berpolitik untuk membagikan pengalamannya.

“Supaya bisa membagikan ilmu saya yang didapat mungkin bisa bermanfaat,” tuturnya.
(tsa/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bantu Pogba Keluarkan Penampilan Terbaik, MU Wajib Pertahankan Pemain Ini

Liputan6.com, Manchester – Legenda Manchester United (MU) Bryan Robson menekankan pentingnya klub memperpanjang kontrak Ander Herrera. Dia menilai gelandang asal Spanyol itu memiliki kualitas istimewa yang tidak dimiliki pemain lain.

Kontrak Herrera dengan MU berakhir musim panas nanti. Dengan Aturan Bosman, dia bebas bernegosiasi dengan klub asing sejak 1 Januari lalu. The Red Devils pun berpotensi kehilangannya secara cuma-cuma.

Robson menilai MU tidak boleh mengambil risiko tersebut. “Herrera layak dipertahankan,” tegasnya.

“Bukan kebetulan ketika (Anthony) Martial, (Marcus) Rashford, atau (Paul) Pogba bermain gemilang ketika Herrera tampil. Dia jadi alasan mengapa rekan-rekannya bersinar,” sambung kapten MU terlama sepanjang sejarah itu.

Pengaruh Herrera lebih terlihat ketika Ole Gunnar Solskjaer menggantikan Jose Mourinho pada pertengahan Desember. Dia turut berperan membantu MU meraih delapan kemenangan beruntun dan tidak terkalahkan dalam 10 laga.

2 dari 3 halaman

Kualitas Lain

Robson juga menyebut kualitas lain dalam Herrera. “Dia bekerja sangat keras untuk tim. Herrera merupakan gelandang pintar. Dia membantu melindungi lini belakang dan jarang membuang bola,” ungkapnya.

“Herrera juga piawai dalam melepas umpan. Tidak ketinggalan dia bisa menyumbang gol,” sambung Robson.

Herrera membantu MU memenangkan Liga Europa dan Piala Liga Inggris pada kampanye debut Mourinho. Dia kemudian keluar masuk tim utama dalam satu setengah musim kemudian.

“Ander selalu tampil ketika kita menjuarai Liga Europa dan Piala Liga Inggris. Maka ketika dia jadi pemain reguler lagi, saya tidak terkejut MU kembali meraih hasil positif,” pungkas Robson.

3 dari 3 halaman

Tawaran Pulang Kampung

Manchester Evening News melaporkan, Herrera sudah mendapat tawaran dari Athletic Bilbao untuk pulang kampung. Namun, pengoleksi dua caps bersama Timnas Spanyol itu memilih terus menetap di Old Trafford.

Wayne Rooney Masih Berharap Kembali ke Premier League

Wayne Rooney mengaku masih sanggup bersaing di Premier League. Pemain DC United itu tak menutup kemungkinan untuk kembali ke Inggris.

“Jika saya boleh jujur, saya masih merasa bisa bermain di Premier League,” ujar Rooney.

“Saya tahu itu. Saya selalu percaya dengan kemampuan diri saya sendiri. Jadi, saya selalu memiliki ekspektasi yang tinggi.”

“Tentu saja, saya pindah ke Amerika Serikat untuk mealkukan hal yang positif. Ada beberapa kejutan di sini, namun saya tidak pernah ragu dengan kemampuan saya,” ungkap Rooney.

Sebelum hijrah ke Amerika Serikat, Wayne Rooney, membela Everton selama satu musim. Rooney diharapkan masih bisa bersinar setelah memperkuat Manchester United selama 13 musim.

Rooney mencatatkan 40 penampilan dan menyumbang 11 gol pada musim 2017-18 untuk Everton. Namun, catatan tersebut tak cukup untuk membuatnya dipertahankan.

Wayne Rooney menemukan permainan apiknya kembali di Amerika Serikat. Ia mengantarkan klub tersebut ke babak play-off dan menjadi pemain terbaik MLS pada Oktober 2018.

Striker berusia 33 tahun itu mengakhiri musim perdananya di Amerika Serikat dengan mencatatkan 12 gol dari 21 pertandingan.

Sumber:  Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

AKBP Pandra, Inisiator Festival ‘Perang Air’ saat Imlek di Meranti

Jakarta – Masyarakat Kepulauan Meranti, Riau, merayakan Tahun Baru Cina atau Imlek dengan festival ‘perang air’. Festival, yang diberi nama Cian Cui, ini ternyata lahir dari ide seorang polisi bernama AKBP Zahwani Pandra Arsyad. Pandra menuturkan, bagi warga Tionghoa, air melambangkan berkat melimpah.

Pandra mencetuskan ide tersebut pada 2014, saat dirinya menjabat sebagai kapolres pertama di Meranti. Dia mengatakan sebelum resmi menjadi festival, tradisi menyiram air di hari Imlek menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga dia berfikir perlu adanya penertiban tanpa melunturkan tradisi.

“Saat itu masih banyak terjadi gangguan kamtibmas maupun kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, di mana tidak semua warga Selatpanjang, akan menerima apabila disiram air saat melintas di jalan,” kata Pandra kepada detikcom, Rabu (6/2/2019).


Pandra pada saat itu mengadakan diskusi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Meranti dan 10 paguyuban perkumpulan tokoh masyarakat untuk membenahi tradisi yang berpotensi menimbulkan keributan. Hasilnya, para pihak setuju mengeluarkan aturan terkait tradisi menyiram air saat Imlek.

“Kegiatan berlangsung setelah salat asar dan berakhir sebelum salat maghrib. Saat kegiatan siram air berlangsung tidak diperbolehkan menggunakan botol plastik dan tidak menggunakan perhiasan atau barang-barang berharga. Kemudian diumumkan kepada warga melalui media maupun imbauan dari bhabinkamtibmas agar dapat dipatuhi semua pihak,” ujar Pandra.

Pandra menambahkan, aturan lain dari festival ini adalah mengelilingi kota Selatpanjang dengan menggunkan becak motor khas Meranti. Setiap masyarakat yang akan mengikuti Festival Cian Cui harus menyewa becak motor milik masyarakat, sehingga menambah penghasilan pengemudi becak motor.

Setelah resmi dijadikan satu kegiatan perayaan Imlek, sambung Pandra, ternyata antusiasme warga tinggi pada tradisi ini. Perwira menengah, yang saat ini berdinas di Divisi Humas Polri, ini menuturkan festival ‘perang air’ juga menarik perhatian turis lokal dan mancanegara. Akhirnya festival perang air itu diberi nama cian cui, yang artinya perang air.

“Uji coba tahun 2014 sampai 2015 berjalan aman lancar dan kondusif. Pada 2016 festival ‘perang air’ ini digunakan untuk menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada 2016, kami bersama Stakeholder bidang pariwisata sepakat memberi nama tradisi siram air menjadi Festival Cian Cui, yang artinya perang air. Festival ini berlangsung selama tujuh hari sejak perayaan Imlek hari pertama,” jelas dia.

Pandra berharap festival ini dijaga dan dipertahankan oleh seluruh warga Meranti dan menjadi ikon Kota Selatpanjang. Pemerintah Kabupaten Meranti pun memberi penghargaan ‘The Man Behind The Scene of Cian Cui‘ kepada Pandra.

“Walaupun Kabupaten Kepulauan Meranti ini kabupaten termuda di Riau dan Polres Kepulauan Meranti baru berdiri 2013, namun sudah mampu menjadi destinasi pariwisata,” tutup dia.

(aud/nvl) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Waspadai Bahaya Kebiasaan Tidur dengan Rambut Masih Basah

Liputan6.com, Jakarta – Lelah setelah beraktivitas seharian penuh, Anda mungkin ingin memanjakan diri dengan bebersih sekaligus keramas di malam hari. Maksudnya, mungkin ingin membuat tidur lebih nyenyak dengan kondisi rambut bersih dan tidak lepek.

Namun, pastikan dulu kondisi rambut tidak lagi basah saat hendak tidur. Pasalnya, membiarkan rambut tetap basah saat terlelap nyatanya punya sejumlah dampak buruk. Apa saja itu? Berikut rangkuman Fimela.com.

Sakit kepala

Lembab karena rambut yang basah dapat membuat sakit kepala. Membungkus rambut dengan handuk bisa membuatnya makin parah karena kelembaban dipertahankan untuk jangka waktu lebih lama. Hal ini mempengaruhi sirkulasi darah di kulit kepala.

Infeksi kulit kepala

Membiarkan rambut basah saat tidur dapat meningkatkan risiko infeksi kulit kepala karena mikroorganisme memiliki lingkungan ideal untuk bereproduksi. Kehangatan tempat tidur makin memperparah kemungkinan jamur dan bakteri untuk tumbuh.

Alergi dan pilek

Perubahan suhu tubuh yang terjadi saat tidur, sementara rambut basah, bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memicu kondisi seperti alergi dan pilek. Kelembapan yang dipertahankan selama beberapa jam dapat menyebabkan mekanisme pertahanan tubuh melemah, sehingga virus dan bakteri lebih mudah menyerang.

Nyeri otot

Perubahan suhu yang dihasilkan tubuh tidak hanya dapat menyebabkan masalah peredaran darah, tapi juga meningkatkan kejang dan ketegangan pada otot. Tidak heran kalau nantinya Anda merasakan nyeri otot ketika bangun.

Rambut rusak

Kondisi basah ketika tidur dapat mendorong melemahnya helaian [rambut](rambut “”) seiring waktu. Kalau sudah begini, rambut Anda nantinya jadi rentan rusak, bahkan mudah rontok. (Anisha Saktian Putri/Fimela.com)


Saksikan video pilihan di bawah ini:

RUU Pemusikan Tuai Polemik, Anang Hermansyah: Akan Dikaji Ulang

Liputan6.com, Jakarta – Polemik Rancangan Undang-Undang atau RUU Permusikan tengah ramai diperbincangkan. Pro-kontra lahir dari sejumlah musisi lantaran terikat langsung dengan rancangan tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus musikus Anang Hermansyah mengungkapkan, RUU permusikan masih menjadi kajian di parlemen. Bersama anggota dewan di DPR, dia menunggu berbagai pendapat dari semua orang yang terlibat di industri musik Tanah Air.

“Akan dikaji ulang (RUU permusikkan). Masukan ini kan akan berjalan terus dari teman-teman di sini. Masukan itu yang hadir di sosial media maupun di mana-mana, kita akan duduk dan membahas bersama sama, apakah memang ini akan diteruskan atau tidak. Itu pun teman-teman yang punya maksud, punya keinginan,” katanya di Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Pihaknya bersama perwakilan dari pemusik juga sudah melakukan mediasi terkait hal ini. Langkah itu dilakukan agar pembahasan RUU terjalin dua arah, sehingga regulasi yang tercipta bisa disetujui seluruh pihak.

“Memang di kursi DPR ada masukan. Hari ini dari teman-teman kayak Glenn Fredly itu sudah berapa kali ke parlemen, berapa kali berdiskusi dengan saya dan tim yang ada di parlemen. Kita memiliki keinginan yang sama dengan yang mas Glenn dan teman-teman yang sekarang ada. Saya juga bagian dari panggung musik indonesia,” katanya menandasi.

Namun, Anang tak menampik kehadiran RUU Permusikan sebagai upaya posiftif guna menyejahterakan para pemusik. Ada beberapa poin yang menurutnya bagus agar bisa dipertahankan. Karena itu, dia mengajak seluruh pihak untuk bermediasi guna terciptanya suatu regulasi yang kokoh.

“Dibutuhkan duduk bersama dengan kepala dingin, memberikan masukan. Kalau engga setuju, bilang, ‘ini loh aku enggak setuju’. kalau setuju ‘ini loh aku setuju’. Kalau diperbaikkin, harusnya apa? Parlemen masih menunggu,” lanjut dia.

Terkait dengan Pasal 5 dalam RUU Permusikan, Anang menegaskan tidak menyetujuinya saat duduk bersama di parlemen. Menurutnya, sejumlah regulasi yang terdapat di dalamnya bisa menimbulkan perdebatan yang bisa memecah belah musisi.

“Saya bilang, saya tidak setuju dengan Pasal 5 itu, di Papri pernah membahas itu. Saya waktu terima bahwa akan disanksi (untuk pelanngar pasal 5), saya langsung diskusi. Ini pasal 5 akan menimbulkan kontroversi karena saya sendiri pun gak mau seperti itu. Papri bicara untuk mendrop RUU atau pasal itu, atau diubah redaksionalnya,” lanjut dia.

2 dari 3 halaman

Menyambut Positif

Kendati demikian, Anang tetap menyambut positif RUU ini. Dalam pandangannya yang lain, pemusik bisa mendapat sertifikasi resmi dari negara sehingga profesi ini akan diakui dunia internasional.

Dia menyoroti pemusik lokal yang tidak diterima kehadirannya di luar negeri, “Kayak ada teman cerita bahwa salah satu seniman kita di luar negeri tapi nggak punya sertifikasi ditolak, ikut konser ditolak. Itu bagaimana?”, ujarnya.


Reporter: Rifqi Aufal Sutisna

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: