Warga Kampar Coblos 20 Surat Suara untuk 02, 4 Anggota KPPS Diperiksa

Kampar – Seorang warga di Kabupaten Kampar, Riau bisa mencoblos 20 surat suara pilpres untuk paslon 02. Kini, 4 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPSS) diperiksa Sentra Gakkumdu.

“Selain pelaku yang mencoblos 20 surat suara pilpres, kita juga memeriksa 4 anggota KPPS,” kata Kepala Divisi Data dan Informasi, Bawaslu Kampar, Edwar kepada detikcom, Kamis (18/4/2019).

Edwar menjelaskan peristiwa pencoblosan 20 surat suara pilpres oleh pelaku inisial M terjadi di TPS 04, Desa Sipungguk Kecamatan, Bangkinang, Kampar, Riau pada Rabu (17/4). Edwar mengatakan aneh jika anggota KPPS tidak mengetahui tentang satu pemilih mencoblos 20 surat suara.
“Tim Gakkumdu tengah memintai keterangan 4 anggota KPPS yang ada di TPS tersebut. Ini jelas aneh jika anggota KPPS tersebut tidak mengetahui hal itu. Makanya kita masih dalami,” kata Edwar.

Pemeriksaan terhadap 4 anggota KPSS ini, kata Edwar, sangat penting. Langkah ini untuk mengungkap bagaimana M bisa mendapatkan surat suara pilpres.

“Jadi memang pencoblosan itu hanya untuk kertas suara pilpres saja. Selebihnya untuk caleg tidak dilakukan,” kata Edwar.

Saat ini, satu pelaku dan 4 anggota KPPS tengah menjalani pemeriksaan. Barang bukti 20 surat suara dicoblos untuk 02 sudah diamankan pihak Sentra Gakkumdu Kampar.

Saksikan juga video ‘BPN Sebut Ada Surat Suara Tercoblos 01 di Sejumlah TPS’:

[Gambas:Video 20detik]

(cha/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketahuan Coblos 20 Surat Suara untuk 02, Warga Kampar Diperiksa Bawaslu

Kampar – Seorang warga Kabupaten Kampar, Riau, ketahuan mencoblos 20 surat suara Pilpres 2019. Tim Gakkumdu masih menyelidiki kasus ini.

“Iya benar ada warga inisial M yang kemarin ketahuan mencoblos 20 kertas suara pilpres,” kata Kepala Devisi Data dan Informasi, Bawaslu Kampar, Edwar kepada detikcom, Kamis (18/4/2019).

Edwar menjelaskan peristiwa tersebut tepatnya terjadi di TPS 04, Desa Sipungguk Kecamatan Bangkinang, Rabu (17/4). Kini, warga tersebut masih dilakukan pemeriksaan oleh tim Gakkumdu.
“Kita bersama Setra Gakkumdu sejak kemarin sudah memintai keterangan pelaku. Dan hari ini masih dilanjutkan pemeriksaannya,” kata Edwar.

Pelaku inisial M ini, kata Edwar, bisa membawa surat suara Pilpres sebanyak 20 lembar. Surat tersebut dicoblos di bilik suara untuk paslon 02.

“Ini lagi kita proses untuk mengetahui dari mana dia dapatkan surat suara tersebut,” kata Edwar.

Saat ditanya adakah pihak tertentu yang memesan pelaku untuk melakukan hal itu, Edwar menyebut pihaknya belum bisa memastikan.

“Ini lagi kita proses lebih lanjut, untuk mengetahui bagaimana kronologinya dia bisa mendapatkan 20 surat suara itu,” tutur Edwar.
(cha/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

FOTO: Lengkapi Berkas, Irvan Rivano Kembali Diperiksa KPK

1/6

Bupati nonaktif Cianjur Irvan Rivano Muchtar (tengah) usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4). Irvan diperiksa sebagai tersangka untuk melengkapi berkas dalam kasus dugaan suap anggaran pendidikan dari para kepala sekolah di kawasan Cianjur. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Lima Pria Saksi Mayat Dalam Koper Saat Diperiksa Bertingkah Gemulai

Blitar – Polda Jatim menyimpulkan motif hubungan tertentu terkait kasus mutilasi mayat dalam koper. Tapi mereka enggan menjabarkan hubungan semacam apa itu. Namun dari 14 saksi yang telah diperiksa, lima di antaranya lelaki yang bertingkah laku gemulai layaknya wanita.

Selain status mereka sebagai sahabat, para saksi yang hampir semuanya lelaki ini mengaku sebatas teman dan berkenalan dengan korban melalui media sosial. Kelima lelaki yang diminta keterangan pada hari pertama pascapenemuan mayat dalam koper, adalah teman korban sesama dancer.

“Iya memang gemulai. Mereka berlima ini lelaki tapi sesama dancer dengan korban,” Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela dikonfirmasi detikcom, Jumat (5/4/2019).

Selain itu dari 14 saksi, tiga di antaranya warga sekitar lokasi ditemukan mayat dalam koper. Ketiganya adalah warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Sedangkan 11 lainnya merupakan warga Kediri. Mereka di antaranya keluarga Budi Hartanto dan beberapa teman yang terakhir melihat atau berkomunikasi dengan korban.

Korban dugaan mutasi Budi Hartanto sendiri selain bekerja sebagai tenaga honorer administrasi di SD Banjarmlati II, juga dikenal sebagai penari (dancer). Pria yang ditemukan mayatnya dalam koper ini juga memiliki sanggar tari dan mengajar tari kepada anak usia SD, SMP, SMA, dan umum.

“Dia kan sarjana pendidikan, jadi dia bekerja di tenaga administrasi SD dan pengajar tari di sanggar untuk remaja,” kata paman korban, Nasukha.

Sanggar tari CK Dance milik Budi Hartanto (28) ada di kawasan GOR Joyoboyo kerap ramai oleh kehadiran murid-muridnya. Pun para lelaki yang bersikap gemulai layaknya wanita.

“Setiap harinya selalu ramai. Mulai anak-anak, hingga dewasa. Selasa sore terakhir masih ramai di sini, katanya persiapan lomba,” ungkap Lilik Fadriah (45), tetangga sanggar tarinya.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Saksi yang Diperiksa Terkait Mayat dalam Koper Seorang PNS di Nganjuk

Saksi yang Diperiksa Terkait Mayat dalam Koper Seorang PNS di Nganjuk Korban semasa hidup/Foto: Instagram

Surabaya – Satu per satu saksi mulai diperiksa kasus mutilasi mayat dalam koper, Budi Hartanto (28). Salah satunya diperiksa berinisial RG, PNS yang berdinas di lingkup Kabupaten Nganjuk.

“Yang dari Nganjuk itu adalah pegawai. Salah satu pegawai di lingkungan Kabupaten Nganjuk,” papar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (5/4/2019).

Barung menambahkan sementara status RG sebagai saksi. Sebelumnya, Barung menyebut RG merupakan teman dekat korban mayat dalam koper.

Namun kini pihaknya juga telah memulangkan RG usai diperiksa sebagai saksi di Mapolda Jatim sejak semalam.

“Iya saksi, dibawa ke Polda Jatim dan sudah dipulangkan. Iya dari semalam 14 saksi sudah,” lanjutnya.
(hil/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Suami Wanita Berjilbab yang Dibunuh Dosen UNM Diperiksa Polisi

Makassar – Polres Gowa hari memeriksa suami dari Zulaiha Djafar, korban pembunuhan dosen UNM. Polisi akan meminta keterangan lebih lanjut dari pejabat PNS Kabupaten Barru ini.

“Beberapa tahapan penyidikan yang masih kami harus lakukan adalah meminta keterangan suami korban,” kata Kapolres Gowa, Shinto Silitonga kepada detikcom, Rabu (27/3/2019).

Suami Zulaiha, Sukri hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan penyidik Polres Gowa untuk menggali keterangan lebih lanjut soal kasus pembunuhan ini.

Namun, Shinto enggan membeberkan soal isi pemeriksaan ini kepada publik dengan alasan pemeriksaan masih berlangsung.

“Pasca pemeriksaan kami akan sampaikan,” kata dia.

Sebelumnya, Dosen UNM, WJ diperiksa kondisi kejiwaannya oleh psikiater RS Bhayangkara Makassar setelah membunuh Zulaiha Djafar. WJ pun membeberkan alasan dirinya membunuh Zulaiha.

“Yang menarik bahwa tersangka mengakui melakukan perbuatannya karena emosi dan tersinggung harga dirinya,” kata Kepala RS Bhayangkara Makassar, Kombes Pol Farid Amansyah di Makassar, Selasa (26/3/2019).

“Emosinya memuncak ketika korban menamparnya, sejurus kemudian tersangka mencekik hingga korbannya tewas,” Imbuhnya.

Setelah membunuh Zulaiha, tersangka mengaku panik. Dia pin mengakui perbuatannya dengan merekayasa kejadian sesungguhnya.

“Namun akhirnya diakuinya kembali di depan penyidik tindakan tersebut. Jadi motifnya tersinggung dan harga diri,” tegas Farid.

Dia menjelaskan, dari pemeriksaan oleh psikiater, WJ disebut dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan runtut serta jelas. Tidak hanya itu, WJ disebut koperatif dengan tim pemeriksaan.

“Tim tidak dapat menjelaskan secara detail hasil pemeriksaan karena menyangkut ketentuan rahasia medis seseorang yang dijamin undang-undang kerahasiaannya kecuali atas permintaan hakim atau pro justisia dapat disampaikan detailnya,” terang dia.
(fiq/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Putra Wali Kota Risma Diperiksa Polisi Terkait Amblesnya Jalan Raya Gubeng

Liputan6.com, Surabaya – Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim memeriksa Fuad Benardi terkait kasus amblsenya jalan raya Gubeng beberapa waktu lalu. Fuad merupakan putra sulung Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, pemeriksaan Fuad Bernardi terkait perizinan proyek basement rumah sakit Siloam. Fuad diperiksa sebagai saksi.

“Diperiksa sebagai saksi. Sudah ada 37 saksi. Fuad ini sementara saksi. Yang berkaitan dengan perizinan itu, kan ada siapa mengeluarkan izin, siapa mengurus, siapa yang pintu keluar itu kita telusuri,” kata Barung, Selasa (26/3/2019).

Dia menegaskan, dalam penyelidikan, pihaknya tidak tebang pilih. Semua saksi yang diduga mengetahui prosesnya akan diperiksa. Namun dia menampik jika Fuad sudah tersangka. Terlebih jika dikaitkan dengan inisial F yang pernah disebutkan berpotensi menjadi tersangka.

“Bukan, (tersangka) itu F yang lain,” tegas Barung.

Sampai saat ini Polda Jatim telah menetapkan enam tersangka terkait amblesnya jalan raya Gubeng. Keenam tersangka itu semuanya dari perusahaan proyek.

“Kemarin kan ada enam tersangka dari perusahaan itu. Kita merambah kepada bagian perizinannya bagian yang memberikan izin, semua masuk ke situ,” ujar Barung.

Fuad mengaku diperiksa selama 3,5 jam sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB. “Dua puluh pertanyaan, dari jam 09.00 WIB,” kata Fuad sambil jalan menuju ke mobilnya.

Kepada penyidik, ia mengaku tidak tahu apa pun mengenai kasus tersebut. Fuad juga menyampaikan kalau dirinya tidak berperan apapun dalam kasus amblesnya jalan raya Gubeng.

“Gak tahu. Ndak ada kok peran saya yang ngurus perizinan? nggak. Perencanaan? Nggak ada, perencanaan itu apa ya,” ujar Fuad.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Polda Jatim sedang dalami lima undang-undang yang dilanggar dalam amblesnya Jalan Gubeng, Surabaya.