KKP Lepas Dugong yang Dipelihara Warga Sorong

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas) Sorong didukung oleh instansi terkait dan Dewan Adat setempat melaksanakan pelepasliaran spesies dilindungi dugong di perairan Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Pelepasliaran satu ekor dugong berukuran panjang 51 cm dan lingkar badan 32 cm dilakukan untuk melindungi spesies yang sudah dikategorikan terancam punah dari penangkaran yang dilakukan oleh penduduk setempat, ungkap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (19/3/2019).

Upaya tersebut berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan kepada Pengawas Perikanan Satwas Sorong mengenai adanya penangkaran satu ekor dugong oleh penduduk. Atas informasi tersebut, Satwas Sorong segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan di lapangan dan diketahui bahwa terdapat satu ekor dugong yang dipelihara oleh penduduk Desa Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Dugong tersebut sebelumnya tertangkap secara tidak sengaja dengan alat tangkap gill net di perairan Tanjung Seget, Kabupaten Sorong, Papua Barat oleh nelayan setempat pada tanggal 1 Januari 2019.

Selanjutnya, Pengawas Perikanan bersama-sama dengan Instansi terkait dan Dewan Adat setempat melakukan pendekatan kepada penduduk yang memelihara dugong tersebut agar dapat dilepaskan ke alam. Setelah pendekatan dan musyawarah dilakukan dengan didukung oleh tokoh adat setempat, akhirnya dugong dilepasliarkan dengan sukalera.

“Proses pelepasliaran berjalan dengan baik atas dukungan tokoh adat, Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA), Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan (LPSPL) Sorong, Kepolisian dan TNI Sorong, serta Kepala Kampung setempat,” ujar Agus.

Grand Prix Ngepel di Uwa Rice Museum di Jepang, Mau Coba?

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu destinasi wisata di Prefektur Ehime adalah Uwa Rice Museum yang terletak di Uwa, Seiyo. Bangunan museum yang mengkhususkan diri di bidang perpadian ini dulunya merupakan bekas sekolah dasar.

Lokasi bangunan yang didirikan pada 1928 ini dipindah ke tempat lebih tinggi, tidak jauh dari sekolah. Karena bangunan tersebut ingin dipelihara, dan wilayah Uwa terkenal dengan padi, maka akhirnya bangunan tersebut dijadikan museum.

Museum ini dibuka pada pukul 09.00 dan ditutup pukul 17.00. Setiap hari Senin, museum ini tutup.

Uwa Rice Museum di Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Ada kegiatan yang menarik wisatawan di museum ini, yaitu lomba mengepel di koridor dengan lantai kayu sepanjang 109 meter. Kegiatan mengepel ini disebut dengan Zoukin Kake.

Petugas museum menjelaskan perlombaan mengepel (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Rekor waktu tercepat mengepel ini dipegang oleh seorang pria bernama Nakagawa yang berhasil menyelesaikan waktu 18.17 detik. Zoukin kake ini dimulai 20 tahun lalu.

Liputan6.com bersama dengan Japan Airlines menyambangi musim ini pekan lalu, pertengah Februari 2019. Sebelum memasuki ruangan utama museum, pengunjung akan diminta melepas sepatu. Kami pun mencoba lomba mengepel ini.

2 dari 3 halaman

Lomba Ngepel

Di dalam museum, petugas telah menyediakan sepatu warna putih dengan berbagai ukuran kaki, pelindung lutut, dan kain pel tebal dengan tulisan Grand Prix.

Seperti perlombaan pada umumnya, peserta akan dihitung berapa kecepatan waktu menempuh jarak 109 meter sambil mengepel lantai dengan gaya Jepang.

Kain lap dan pelindung lutut untuk lomba zoukin kake di Uwa Rice Museum di Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Lomba mengepel lantai dengan gaya Jepang ini cukup menguras energi. Maklum, sejak pagi kami sudah berkeliling tempat wisata di Ehime.

Selesai mengikuti lomba, peserta akan mendapat pin medali dan sertifikat. Pin lomba tersebut berwarna warni.

Dari mulai warna emas yaitu menempuh paling cepat hingga berikutnya ke warna perak, perunggu, ungu, merah, biru, hijau, hingga kuning sebagai peserta lomba yang memakan waktu paling lama dan bagi mereka yang tidak menyelesaikan lomba. 

Pin akan diberikan kepada peserta lomba mengepel atau zoukin kake di Uwa Rice Museum di Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Sayang, karena waktu hampir menunjukkan pukul 17.00, kami hanya mengikuti lomba ngepel dan memotret singkat alat-alat pertanian di museum ini.

Sejarah museum hanya diberikan kilat sebelum lomba mengepel dimulai.

Alat pertanian di Uwa Rice Museum di Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pura-Pura Hamil, Perempuan Hong Kong Ini Ternyata Selundupkan Anak Kucing

Liputan6.com, Taipei – Seorang tersangka pencuri kucing dari Hong Kong dilaporkan berusaha menyelundupkan dua anak kucing jenis Persia melalui bandara terbesar Taiwan. Tersangka menyembunyikan kedua binatang itu dalam bajunya agar tampak seperti sedang hamil, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (21/2/2019).

Upaya nekat itu membuat otoritas Bandara Taoyuan di Taiwan melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana caranya tersangka bisa lolos dari pemeriksaan keamanan tanpa diketahui sedang membawa dua kucing selundupan.

Menurut laporan tabloid Taiwan, polisi mendapat rekaman dari bandara yang memperlihatkan perempuan tersebut membawa tas putih.

Saat meninggalkan toilet umum sebelum melewati pemeriksaan keamanan, perempuan tersebut terlihat lebih berisi.

Chang Chin-yi, seorang peternak kucing, pemilik kedua anak kucing itu mengatakan, dua anak kucing yang bernama Anggi dan Da Lili, telah dicuri pada 5 Februari.

“Kejadiannya saat waktu makan. Saya masuk dengan semangkuk daging dan saat itu lah saya menyadari kucing-kucing itu sudah hilang,” katanya di apartemen miliknya di pinggiran New Taipei City. Chang memiliki 40 kucing persia yang dijual seharga US$ 3.300 atau Rp 46,34 juta per kucing.

Chang langsung teringat seorang perempuan Hong Kong yang berencana membeli Anggi dan pernah tinggal di rumahnya selama sebulan.

Chang urung menjual kucing itu karena khawatir perempuan tersebut sudah punya terlalu banyak kucing.

“(Dia) tiba-tiba histeris. Dia menangis dan berteriak-teriak melalui telepon ketika dia mendengar hal itu,” kata Chang.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Rekaman Kamera Pengawas

Rekaman kamera pengawas di luar apartemen Chang menunjukkan, perempuan itu meninggalkan gedung melalui pintu samping dengan menentang satu kucing di masing-masing lengan. Anak-anak kucing itu kemudian dimasukkan ke tas putih.

AFP menghubungi suami dari perempuan Hong Kong itu melalui telepon pada Selasa 19 Februari. Seorang pria, yang mengaku suami dari tersangka tersebut, menjawab telepon dan mengatakan tidak mengetahui rencana istrinya. Menurutnya, kedua anak kucing itu dipelihara oleh teman Chang yang tinggal di Hong Kong.

“Kami minta maaf atas kejadian itu,” kata suami tersangka kepada AFP.

Kepolisian New Taipei City membenarkan kasus itu ditangani sebagai kasus pencurian. Tapi polisi tak bisa banyak membantu karena tidak ada perjanjian ekstradisi antara Hong Kong dan Taiwan.

Bandara Taoyuan tidak membalas permintaan untuk komentar. Chang mengatakan dia akan terbang ke Hong Kong dalam beberapa hari mendatang untuk mencari solusi hukum.

Sementara masih belum jelas bagaimana nasib Anggi dan Da Lili.

Kucing-kucing yang tiba di Hong Kong tanpa surat-surat resmi harus dikarantina selama empat bulan atau berisiko dimatikan. Taiwan hanya menerima kucing-kucing dari Hong Kong yang dilengkapi sertifikat bebas rabies.

Kementerian PUPR Beri Contoh Kawasan Hijau di Kampus Ini

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) mengembangkan Kampus PUPR sebagai percontohan kawasan hijau atau Greenship Neighborhood yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).

Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap, diantaranya pembangunan Gedung Utama Kementerian PUPR yang rampung 2015 dan telah mendapatkan sertifikasi bangunan hijau dari GBCI.

Berdasarkan informasi Kementerian PUPR, pengembangan kawasan Kampus PUPR yang berada di Jalan Pattimura 20, Jakarta Selatan dilanjutkan dengan target mencapai kategori Greenship Neighborhood dengan standar tertinggi yakni Platinum. Pada 2017-2018, dilakukan pembangunan pengendali banjir, gedung parkir dan tampungan air bawah tanah (ground water tank).

Mengusung konsep ini, disamping ramah lingkungan dan hemat energi, manfaat lainnya meliputi kenyamanan dalam bekerja sehingga menstimulasi kreatifitas bagi ASN Kementerian PUPR dalam menjalankan tugasnya dalam pelayanan infrastruktur di Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran ruang terbuka hijau (RTH) bisa dimanfaatkan sebagai ruang untuk beristirahat diluar ruang, dan selain akses penghubung antar bangunan juga dapat dinikmati dari dalam ruang kerja.

“Dengan kawasan kerja yang nyaman akan mendukung kualitas kerja. Apa yang sudah dibangun harus dipelihara dan dijaga kebersihannya,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/2/2019).

Dalam pengembangan kawasan, Kampus PUPR juga menargetkan zero run off dengan melakukan rain water harvesting, recycling dan reuse. Air hujan turun di area resapan kemudian dialirkan masuk dalam drainase kawasan.

Pada saat terjadi curah hujan tinggi, kelebihan aliran air disalurkan ke dua tampungan air bawah tanah dengan kapasitas total 1.200 m3 yang kemudian didaur ulang sebagai air untuk menyiram tanaman, flushing urinoir dan air cooling tower.

Sementara untuk gedung parkir motor dibangun setinggi 5 lantai dengan kapasitas sekitar 1.250 motor. Sebelum ada gedung parkir, parkir motor mengambil area yang cukup luas dan tidak tertata rapi.

Di sisi lain, atap gedung dipasang panel surya dilengkapi teknologi PVROOF hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman, Balitbang Kementerian PUPR, sehingga dapat mengurangi penggunaan daya listrik PLN bagi operasional gedung parkir yang dilengkapi lift tersebut. Dengan pemakaian PVROOF maka biaya pemakaian listrik gedung parkir bisa dihemat 50 persen.

Komitmen ramah lingkungan juga ditunjukan dengan pembangunan jalan kawasan menggunakan aspal plastik.

Selain itu juga dilengkapi jalur pejalan kaki dilengkapi guiding blok untuk difabel, sculpture, taman sanita, taman abipraya, jalur sepeda, prototipe rumah adat papua yaitu rumah honai, area batu refleksi 1 x 3 meter, dan drinking water fountain.

Pekerjaan Kampus PUPR ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero), Konsultan Perencana PT Arkonin dan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Ciriajasa Cipta Mandiri.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Di sisi lain, atap gedung dipasang panel surya dilengkapi teknologi PVROOF hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman, Balitbang Kementerian PUPR, sehingga dapat mengurangi penggunaan daya listrik PLN bagi operasional gedung parkir yang dilengkapi lift tersebut.

Dengan pemakaian PVROOF maka biaya pemakaian listrik gedung parkir bisa dihemat 50 persen.

Komitmen ramah lingkungan juga ditunjukan dengan pembangunan jalan kawasan menggunakan aspal plastik.

Selain itu juga dilengkapi jalur pejalan kaki dilengkapi guiding blok untuk difabel, sculpture, taman sanita, taman abipraya, jalur sepeda, prototipe rumah adat papua yaitu rumah honai, area batu refleksi 1 x 3 meter, dan drinking water fountain.

Pekerjaan Kampus PUPR ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero), Konsultan Perencana PT Arkonin dan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Ciriajasa Cipta Mandiri.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Penggemar EXO Kesal pada Lucinta Luna, Kenapa?

JawaPos.com, Jakarta – Lucinta Luna memang kerap membuat sensasi di dunia hiburan Tanah Air. Kali ini, ia membuat EXO-L, sebutan penggemar EXO kesal.

Hal itu dipicu dari unggahan Lucinta Luna di Instagram Story, Sabtu (16/2/2019). Ia memperlihatkan foto dirinya bersama leader EXO, Suho.

Dalam foto tersebut, tampak Lucinta Luna berswafoto dengan Suho EXO. Keduanya begitu dekat.

Ternyata, foto tersebut hanyalah hasil editan semata. Dan itu membuat EXO-L marah. Mereka mengungkapkan kekecewaannya dengan membalas Instagram Story Lucinta Luna.

2 dari 3 halaman

Kata-Kata Kasar

Ada juga penggemar EXO memberikan emotikon menangis. “Tolong hentikan! Ini membuat para EXO-L marah,” ujarnya.

Ternyata, komentar mereka dibalas oleh Lucinta Luna dengan kata-kata yang cukup kasar kemudian diunggah ulang olehnya.

T***l, emang lo sodara dia? B**o dipelihara,” balas Lucinta Luna.

3 dari 3 halaman

Halu

Di media sosial lain, para penggemar juga mengungkapkan kekesalannya dengan apa yang telah dilakukan Lucinta Luna terhadap idolanya.

Astagfirullah,” tulis seorang penggemar yang menyertakan emotikon menangis.

Ya Allah, jauhkan idolaku dari kehaluan dia!” tulis penggemar yang juga menyertakan emotikon menangis.

Aduh, amit-amit! Kesal aku lihatnya! Halunya luar biasa,” tulis yang lain.

Sebelumnya, Lucinta Luna juga sempat membuat heboh para penggemar K-pop setelah mengaku bahwa dirinya mirip dengan Lisa dan Jennie Blackpink. (JawaPos.com)

Jangan Ganggu Aku Lagi, Kegiatan Unik di Kebun Binatang Texas

Liputan6.com, Texas – Kebun Binatang El Paso di negara bagian Texas, Amerika Serikat (AS), mengadakan kegiatan unik untuk menarik pengunjung.

Sejumlah kecoa dapat dinamai oleh pengunjung sesuai nama mantan atau orang yang dibenci, untuk kemudian diumpankan kepada hewan pemakan serangga yang ada di sana.

Kegiatan unik dalam suasana Valentine itu dinamakan “Jangan Ganggu Aku Lagi.” Nama dan kegiatan yang unik mendapatkan tanggapan yang luar biasa. Bahkan, penjaga kebun binatang harus membatasi waktu pendaftaran, sebagaimana diberitakan oleh VOA Indonesia pada Jumat (15/2/2019).

Pihak kebun binatang kemudian mengunggah foto kegiatan di Facebook.

Pada Halaman Facebook kebun binatang El Paso, terlihat lusinan grafik hati berwarna merah muda dengan kecoa hitam yang telah dinamai macam-macam nama orang, baik mantan kekasih ataupun orang yang dibenci oleh pengunjung.

Pada siang harinya, kecoa-kecoa itu dijadikan santapan siang bagi meerkat, monyet tamarin, monyet marmoset dan binatang-binatang lain.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kecoa Tanda Cinta?

Kecoa dipandang sebagai serangga yang hidup di tempat-tempat kotor dan gelap. Tak pernah terbayangkan untuk menghubung-hubungkan serangga itu ke dalam dunia percintaan.

Namun, seperti dikutip dari Huffington Post, Madagascar hissing cockroach atau kecoa berdesis dari Madagaskar secara sengaja dipelihara di kebun binatang Bronx di kota New York, sebagai media pembuktian cinta.

Selama 6 tahun berturut-turut, kebun binatang Bronx mengundang warga untuk membuktikan cinta sejati orang-orang melalui pemberian nama kekasih kepada kecoa-kecoa di sana. Dan promosi ini selalu mendapat sorotan dari media.

Tahun lalu, seorang penulis di situs berita Buzzfeed mengusulkan agar menuliskan nama mantan sebagai bentuk pembalasan. Kebun binatang San Francisco juga memiliki gagasan serupa dan memasarkan penamaan kecoa dan kalajengking Valentine sebagai cara menghapus kenangan terhadap mantan.

Nyatanya, gagasan kebun binatang Bronx lebih tepat. Penamaan kepada kecoa berdesis dari Madagaskar justru dipandang sebagai pujian, bukan hinaan. Berikut ini adalah sejumlah alasannya.

Orang yang pernah berusaha membasmi kecoa memahami betapa sulitnya membunuh serangga tersebut. Binatang itu ternyata dapat menahan nafas selama 5 hingga 7 menit, mengembangkan kekebalan terhadap pestisida secara cepat, dan tahan terhadap radiasi ganas yang dapat membinasakan manusia.

Tanpa ada kecoa jantan, jenis serangga tersebut di AS bahkan dapat bertelur. Demikian menurut University of Massachusetts.

Kecoa dianggap memainkan peranan penting dalam ekosistem.

“Mereka menyantap sayuran yang membusuk, hampir semua yang sedang membusuk. Dan kalau tidak ada mereka –rayap, kumbang, dan sejenisnya– maka dunia ini akan tertimbun dalam sampah. Mereka adalah makhluk pendaur ulang yang penting,” kata ahli serangga Nancy Greig kepada The Houston Chronicle. 

Dan setelah mereka mencerna makanannya, mereka mengembalikan ke tanah melalui nitrogen yang terdapat pada tinja yang sangat penting bagi kesehatan tanaman.

“Punahnya kecoa berdampak besar kepada kesehatan hutan dan dengan demikian — secara tidak langsung — kepada seluruh spesies yang hidup di dalamnya,” jelas profesor biologi Srini Kambhampati kepada Live Science.

“Bukan hanya itu, kecoa merupakan sumber makanan penting bagi mamalia kecil yang merupakan sumber utama bagi mamalia yang lebih besar,” timpal Kambhampati.

Ketika Owa Jinak Jadi Beringas Serang Bocah di Riau

Liputan6.com, Pekanbaru – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor owa ungko dari Desa Bindur Picak, Kecamatan Koto Kampar, karena menyerang bocah berumur dua tahun.

Satwa bernama latin Hylobates agilis itu sudah berada di kandang transit BBKSDA di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.

Kepala Humas BBKSDA Riau Dian Indriati menjelaskan, satwa berbulu hitam itu merupakan peliharaan seorang warga di desa tersebut. Dipelihara sejak kecil, owa ungko itu sudah dewasa dan kini berusia 9 tahun.

Meski dipelihara sejak kecil, ternyata sifat liar ungko ini tak hilang begitu saja. Dia merasa terganggu dengan kehadiran bocah tetangga lalu menyerangnya hingga mengalami luka di bagian tangan.

“Kelamin ungko ini jantan, untuk korban sendiri sudah dirawat di bagian lukanya,” kata Dian kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Penyerangan ini dilaporkan warga sekitar ke BBKSDA Resort Kampar. Sejumlah petugas atas perintah Kabid Wilayah II Heru Sutmantoro menuju desa itu dipimpin Kepala Resort Kampar, Salman Yasir.

“Evakuasi berlangsung beberapa jam pada Rabu, 6 Februari 2019, yang juga melibatkan perangkat desa dan warga sekitar,” kata Dian.

Dalam evakuasi, petugas dibantu warga berusaha menggiring ungko yang lepas dari kandangnya itu. Umpan dipersiapkan menuju kandang milik petugas dan ungko akhirnya masuk ke perangkap.

“Kemudian dibawa ke Pekanbaru untuk pemeriksaan medis. Ungko itu dinyatakan sehat dan akan mendiami kandang transit sebelum dilepasliarkan,” terang Dian.

Atas kejadian ini, Dian mengimbau masyarakat supaya tak memelihara satwa dilindungi. Menurut Dian, satwa liar kalau dipelihara sewaktu-waktu bisa menyerang jika merasa terancam.

“Kalau masih ada masyarakat yang memelihara sebaiknya diserahkan ke petugas,” imbau Dian.


Simak video pilihan berikut ini:

Cegah Intoleransi, Ciptakan Pemilu Bebas Golput

Liputan6.com, Tasikmalaya – Jemaah Ahmadiyah bersama Forum Bhinneka Tunggal Ika Tasikmalaya menyelenggarakan Diskusi Publik “Politik dan Ancaman Intoleransi”, bertempat di Balai Pertemuan Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Latar belakang diselenggarakannya diskusi ini adalah politik identitas sering sekali digunakan dalam kontestasi politik elektoral beberapa tahun terakhir, dan berpotensi akan semakin masif jika tak ditangani sejak dini.

Politisasi agama maupun identitas etnik harus diperangi bersama demi menjaga kekayaan keberagaman yang selama ini dimiliki Indonesia.

Menjelang pesta demokrasi di Indonesia, ruang publik sudah dipenuhi oleh kebencian, caci maki yang berhubungan erat dengan rasisme, perbedaan agama, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa diminta agar terus menjaga kekayaan keberagaman.

Ketua GP Ansor Jawa Barat, Deni Ahmad Haidar dalam paparannya menyampaikan, puncak politik tertinggi di Indonesia adalah terbentuknya NKRI. “Indonesia harus dipelihara dengan baik,” kata Deni dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Minggu (10/2/2019).

Menurutnya, Indonesia kini dibagi menjadi dua, yakni dunia nyata dan dunia maya. “Keributan dalam kontestasi politik ujian bagi kita dan PR kita untuk semakin memperkokoh NKRI. Kontestasi politik harus dihadapi dengan riang gembira, lebih rasional”, ujarnya.

Sementara itu, juru bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana mengajak bangsa Indonesia untuk mencapai standar tertinggi terhadap kecintaan dan kesetiaan terhadap NKRI. “Sebuah keharusan untuk mencintai bangsanya sendiri. Seorang Muslim sejati mana mungkin akan mengkhianati Tanah Airnya,” dia menuturkan.

Yendra mengungkapkan, Ahmadiyah secara organisasi tidak berpolitik praktis, tetapi dalam hal pemilu, Ahmadiyah tidak mengenal sistem golput.

“Ahmadiyah tetap setia pada demokrasi dan pemerintahan. Marilah jadi warga negara yang taat hukum, dan mari sukseskan pemilu 2019 dengan tidak golput,” dia menandaskan.

2 dari 2 halaman

Faktor-Faktor Penyebab Intoleransi

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amin Mudzakir menerangkan tentang faktor munculnya intoleransi, yaitu adanya perasaan terancam mengenai isu orang lain, fanatisme keagamaan, dan faktor media sosial.

“Daerah-daerah yang secara historis berbasis ingatan Islam politik mudah sekali terpapar berita hoaks, mimpi negara Islam, politik digunakan sebagai kepentingan mereka. Kita harus melakukan politik untuk menangkal itu semua. Golput bukan solusi, partisipasi politik itu penting,” dia menjelaskan.

Ketua PERADI Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi mempertanyakan posisi fatwa MUI. Namun, keadaannya sangat sentral, dan kadang fatwa-fatwanya menjadi ancaman kebebasan untuk beragama dan berkeyakinan. Seperti fatwa sesat terhadap Wahidiyah dan Ahmadiyah.

“Fatwa MUI menjadi sangat sentral bahkan mengesampingkan aturan tertinggi UU. Peran dan fungsi partai politik, parpol seharusnya memberikan pendidikan politik sehingga masyarakat menjadi terbuka. Parpol seharusnya menyosialisasikan mengenai ideologi bangsa”, katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Bhinneka Tunggal Ika Tasikmalaya, Asep Rijal, berpendapat, intoleransi difasilitasi oleh pemerintah daerah, fatwa MUI, dan kebijakan-kebijakan politik yang berpihak kepada berbagai kelompok.

“Wakil rakyat seharusnya menjadi garda terdepan untuk dapat berdiskusi, ruang-ruang kebersamaan itu harus tetap terjaga. Satu bangsa, satu bahasa, tapi tidak satu agama,” dia menandaskan.


Simak video pilihan berikut ini:

1.200 Lampu Tenaga Surya Terangi Jalan 4 Kabupaten di Jawa Timur

Liputan6.com, Surabaya – Jalan raya di empat Kabupaten Jawa Timur yakni Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro semakin terang usai hadirnya 1.200 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Penyerahan unit tersebut dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto pada Sabtu, 9 Februari 2019 kemarin.

Dia menjelaskan, PJU-TS merupakan lampu penerangan jalan yang mengandalkan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya.

“Ini bisa menjadi menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLN maupun pada daerah-daerah yang telah terlistriki PLN tapi ingin mengurangi konsumsi listrik daerahnya,” terang dia di Gresik, seperti dikutip Minggu (10/2/2019).

Sebagai informasi, lampu yang digunakan untuk penerangan tenaga surya ini adalah jenis LED, sehingga lebih hemat energi dan memiliki masa pakai yang lebih panjang dengan dipasangi panel surya bermuatan 40 watt. Secara daya tahan, lampu otomatis akan menyala pada sore hari hingga menjelang pagi.

Dalam pemberian PJU-TS kali ini, Kementerian ESDM menaruh sebanyak 150 unit di Kabupaten Gresik, 450 unit di Kabupaten Tuban, serta masing-masing 300 unit untuk Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro.

Dwi mengungkapan kehadiran PJU -TS merupakan wujud implementasi transformasi kebijakan energi dari penggunaan energi konvensional menuju energi baru terbarukan.

Pemerintah pusat disebutkannya berpesan kepada Pemerintah Daerah supaya menjaga fasilitas PJU-TS yang telah diberikan. “Nanti akan dikelola dan dipelihara oleh Pemda, saya harap menjaga sebaik mungkin,” imbuhnya.

Adapun pada pada 2018 lalu wilayah Jawa Timur telah mendapatkan alokasi penerang jalan tenaga surya sebanyak 3.288 titik oleh Kementerian ESDM. Secara keselurahan, pada tahun kemarin program ini ditargetkan mampu menerangi jalan raya di 26 Provinsi.

“Kami sudah menggarkan dana sekitar Rp 416 miliar dengan jumlah PJU-TS sebanyak 21.864 titik,” pungkas Dwi.

2 dari 2 halaman

Tarif Listrik Tidak Naik, PLN Jamin Tetap Untung

Beralih ke tarif listrik, Pemerintah tidak menaikkan tarif seluruh golongan pada tahun ini. Tidak adanya kenaikan tak membuat PT PLN (Persero) khawatir mengalami kerugian.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, PLN akan tetap untung meski tarif listrik tidak naik sepanjang 2019. Pada 2018 pun tarif listrik tidak mengalami perubahan. “Nggak rugi, dijamin untung,” kata Sofyan, di Jakarta, ‎Kamis (7/2/2019). 

Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman mengatakan,‎ kerugian perusahaan atas penerapan tarif listrik yang tidak naik bisa dihindari. Ini karena pemerintah telah memberikan insentif berupa harga patokan tertinggi batu bara ‎untuk sektor kelistrikan sebesar USD 70 per ton.

Selain itu PLN juga telah melakukan penyederhanaan zonasi sumber energi primernya. Sehingga dapat memangkas biaya transportasi pengadaan energi. Di sisi lain perusahaan juga akan melakukan efisiensi. “Dukungan batu bara pemerintah, penyederhanaan zonasi buat ngangkut batu bara, efisien,” ‎jelas dia. 

‎Berikut besaran tarif tenaga listrik pada kuartal I 2019:

– Golongan pelanggan tegangan tinggi, yaitu I-4 Industri besar dengan daya 30 MVA ke atas Rp 997 per kWh

– Golongan pelanggan tegangan menengah, yaitu B-3 Bisnis besar, dengan daya di atas 200 kVA dan P2 Kantor Pemerintah, dengan daya di atas 200 kVA Rp 1.115 per kWh

– Golongan pelanggan tegangan rendah, yaitu R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, R-1 Rumah Tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA, R-1 Rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, B-2 Bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan Penerangan Jalan Umum Rp1.467 per kWh

– Pelanggan Layanan Khusus, Rp1.645 per kWh untuk

– Golongan rumah tangga daya 900 VA (R-1 900 VA-rumah tangga tidak mampu (belum diterapkan tariff adjustment) Rp 1.352 per kWh

Saran Dokter agar Anak Tak Mudah Sakit

Liputan6.com, Jakarta Sekitar 2 dari 10 anak Indonesia mengalami kekurangan berat badan. Hal ini membuat anak tersebut lebih rentan sakit karena kekurangan sel darah merah seperti disampaikan ahli gizi Saptawati Bardosono.

Sel darah merah, kata Saptawati, dibutuhkan untuk membawa oksigen mengalirkan zat yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Kekurangan sel darah merah juga akan menyebabkan anak menjadi pendek.

“Terbukti bahwa 4 dari 10 anak itu sering mengalami infeksi saluran napas, batuk pilek panas secara berulang. Selain itu ada sekitar 1 dari 10 anak mengalami diare yang menghambat penyerapan makanan,” kata Saptawati dalam gerakan ‘1 Juta Iya Boleh” dari Dancow di Jakarta beberapa saat lalu. 

Ancaman terkena berbagai infeksi bisa terjadi ketika anak berada di luar rumah. Anak-anak yang bermain di luar rumah, katanya, 2-3 kali akan lebih tinggi terserang infeksi.

Infeksi yang berulang akan mengakibatkan tubuh membutuhkan lebih banyak zat gizi untuk bisa memerangi infeksi dan untuk tumbuh kembangnya.

2 dari 2 halaman

Nutrisi itu pondasi lawan infeksi

Nutrisi berupa serat pangan yang bersifat prebiotik akan membuat bakteri baik di usus melindungi saluran pencernaan. Sehingga bisa menurunkan infeksi di saluran cerna dan pernapasan.

“Sistem pencernaan kita yaitu usus merupakan organ kekebalan tubuh terbesar, karena itu kita harus memodali anak dengan bakteri yang baik pada usus,” kata dosen Departeman Nutrisi FKUI-RSCM Jakarta ini.

“Bakteri baik perlu dipelihara agar hidup terus, karena bakteri itu akan melindungi saluran cerna sehingga bisa menurunkan infeksi di saluran cerna dan saluran pernafasan. Selain itu bakteri yang baik di dalam usus akan meningkatkan daya tahan tubuh anak supaya tidak mudah sakit,” katanya.

Selain itu, anak juga membutuhkan kalsium dan protein untuk pertumbuhan fisik mereka. Pertumbuhan fisik dapat ditandai dengan pertumbuhan otot dan tulang.

“Protein dan kalsium bisa didapatkan dari makanan, tidak perlu dengan suplemen. Biasanya orang tua akan memberikan susu pada anaknya sebagai makanan selingan di antara waktu makan,” katanya.


Saksikan juga video menarik berikut