Pria yang Terjun di Mal Pondok Indah Dinyatakan Meninggal Dunia

Pengunjung mal di Pondok Indah, Jakarta Selatan, digegerkan seorang pria yang melompat dari atas gedung pusat pembelanjaan tersebut. Pria yang hingga kini belum diketahui identitas diduga melakukan bunuh diri.

“Iya benar. Kita lagi dalami dulu seperti apanya dan lainnya lagi dalam,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat dihubungi merdeka.com, Senin 11 Maret 2019.

“Itu jenis kelamin kayanya pria,” sambung dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pengunjung Mall Pondok Indah, Jakarta Selatan geger seorang pria melompat dari atas tempat pembelanjaan tersebut. Pria yang hingga kini belum diketahui identitas diduga melakukan bunuh diri.

3 Hal Usai Siti Aisyah Dinyatakan Bebas

Liputan6.com, Jakarta – Siti Aisyah telah kembali ke Indonesia. Ia sebelumnya menjadi terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Malaysia.

Pada Senin, 11 Maret 2019 pagi, Siti Aisyah dinyatakan bebas oleh pengadilan Malaysia. Atas permintaan jaksa, tuntutan terhadap perempuan berusia 27 tahun itu resmi dihentikan oleh pengadilan Negeri Jiran.

Senyum pun merekah di wajahnya. Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaan usai menjadi tahanan di Malaysia sejak 2017 lalu.

Kepolisian Malaysia sebelumnya menyatakan, Kim Jong-nam tewas setelah diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 lalu akibat cairan yang diduga racun saraf VX yang diusapkan ke wajahnya.

Siti Aisyah pun sempat didakwa akan mendapatkan hukuman mati. Ia dijerat dakwaan sesuai Pasal 302 KUHP tentang pembunuhan. Namun, pemerintah Indonesia tak pernah berhenti berjuang agar Siti Aisyah dibebaskan.

Kini, perjuangan itu berbuah hasil. Siti Aisyah bisa kembali ke Tanah Air dan berkumpul dengan keluarganya. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.

Berikut hal-hal yang terjadi usai Siti Aisyah dinyatakan bebas dihimpun Liputan6.com:

Siti Aisyah Dinyatakan Bebas, Doan Thi Huong Menangis Terisak-isak

Kuala LumpurSiti Aisyah langsung memeluk Doan Thi Huong, terdakwa asal Vietnam dalam kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, usai hakim menyatakan dia dibebaskan. Mengetahui Aisyah bebas, Doan pun tak kuasa menahan air mata.

Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, Senin (11/3) pagi waktu setempat, hakim Azmin Ariffin memutuskan Aisyah dibebaskan atau ‘discharged’ setelah dia mengabulkan permohonan jaksa yang mencabut dakwaan pembunuhan yang sebelumnya dijeratkan terhadap Aisyah.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (11/3/2019), Aisyah (26) langsung memeluk Doan (30) setelah hakim Azmin menyatakan dia bebas dan boleh meninggalkan pengadilan. Keduanya kemudian bersama-sama menangis. Bahkan dilaporkan Doan sampai menangis terisak.


Dalam kasus ini, Aisyah dan Doan terancam hukuman mati atas dakwaan pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un. Keduanya didakwa mengusapkan racun gas saraf VX yang mematikan ke wajah Kim Jong-Nam di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada Februari 2017.

Kedua terdakwa telah menyangkal dakwaan pembunuhan yang dijeratkan terhadap mereka. Keduanya sama-sama meyakini bahwa mereka terlibat dalam sebuah acara prank (lelucon) dan ditipu oleh sejumlah agen intelijen Korut, dalang utama kasus ini yang telah kabur ke negaranya.

Persidangan kasus ini dimulai sejak Oktober 2017 dan berjalan lambat dengan sejumlah penundaan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Senin (11/3) ini, persidangan dilanjutkan dengan agenda penyampaian pembelaan oleh Doan.

Namun pada awal persidangan, jaksa Iskandar Ahmad mengajukan permohonan agar dakwaan pembunuhan terhadap Aisyah dicabut dan agar dia dibebaskan atau discharge. Jaksa Iskandar tidak menyebut lebih lanjut alasan pencabutan dakwaan itu.

Hakim Azmin mengabulkan permohonan jaksa itu. “Siti Aisyah dibebaskan. Dia bisa pergi sekarang,” ucap hakim Azmin dalam putusannya.

Putusan hakim itu tergolong mengejutkan karena sebelumnya dinyatakan pengadilan bahwa ada bukti cukup dan dasar argumen kuat (prima facie) untuk melanjutkan kasus ini.

Menyikapi pembebasan Aisyah, pengacara Doan lantas meminta pengadilan untuk menangguhkan persidangan klien mereka. Belum diketahui lebih jelas soal kelanjutan persidangan Doan.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bom Bunuh Diri di Ibu Kota Somalia, 5 Orang Tewas

Liputan6.com, Mogadishu – Bom bunuh diri terjadi di Ibu Kota Somalia, Mogadishu pada Kamis, 28 Februari 2019 waktu setempat. Setidaknya lima orang dinyatakan tewas dalam kejadian tersebut.

Bom bunuh diri yang terjadi di pusat kota tersebut juga menghancurkan beberapa gedung di Maka Al Mukaram, jalan tersibuk di Ibu Kota Somalia. Hal ini disampaikan oleh Mayor Mohamed Hussein, salah seorang pejabat kepolisian seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (1/3/2019).

“Ledakan terjadi di sentra bisnis yang penuh dengan hotel, pameran, pusat perbelanjaan, dan restoran,” kata Hussein.

“Banyak mobil terbakar,” lanjut Hussein. “Kami mengetahui setidaknya lima orang tewas dan jumlah korban diprediksi akan meningkat.”

Menurut saksi mata, ledakan terjadi menyusul sebuah tembakan yang diperkirakan bersumber dari rumah seorang pimpinan hakim pengadilan banding Somalia.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah mobil terbakar, tiga gedung –termasuk sebuah hotel– rusak berat. Selain korban tewas, saksi mata mengatakan bahwa terdapat belasan korban luka-luka.

Sejauh ini belum ada entitas yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan ini. Meskipun demikian, kelompok militan bernama Al-Shahab telah melancarkan beberapa kali serangan serupa di masa lalu.

Kelompok Al-Shahab sendiri memiliki motif serangan dalam rangka menghilangkan pemerintahan ala Barat, dan menggantikannya dengan “syariat Islam” yang diinterpretasi dengan ketat.


Simak pula video pilihan berikut

2 dari 2 halaman

Bom Mobil Meledak Bulan Lalu di Somalia

Sementara itu, sebuah bom meledak di tengah pusat perbelanjaan yang ramai di ibu kota Somalia, Mogadishu, pada pekan pertama Februari 2019.  Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya sepuluh orang, dan melukai puluhan lainnya, lapor polisi dan saksi mata.

Kapten Farah Osman, seorang perwira polisi Somalia di tempat kejadian, mengonfirmasi bahwa ledakan itu merusak sebuah mal yang berlokasi di distrik Hamarweyne, yang merupakan pusat bisnis di Mogadishu.

Dikutip dari CNN pada Selasa 5 Februari 2019, korban tewas kemungkinan bertambah, mengingat polisi masih melakukan pencarian, dan beberapa korban luka dalam kondisi kritis.

Ibrahim Jama, seorang saksi mata, mengatakan ledakan bom mobil itu mengguncang jendela beberapa bangunan bisnis di dekatnya.

Di tempat terpisah, kelompok teroris Al-Shabaab mengaku bertanggungjawab atas serangan di ibu kota Somalia itu.

Kelompok teror yang berafiliasi dengan Al-Qaeda itu juga bertanggung jawab atas tiga bom mobil pada November lalu, yang menewaskan sedikitnya 52 orang dan sekitar 100 lainnya terluka.

Bom-bom itu diledakkan di dekat sebuah hotel yang populer di kalangan warga asing di Mogadishu.

Pendaftaran UTBK 2019 Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Persyaratan Lengkapnya

Liputan6.com, Jakarta – Mulai 2019 ini, persyaratan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 adalah wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Dan mulai hari ini, Jumat (1/3/2019), pendaftaran UTBK dibuka.

Dilansir dari laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi atau LTMPT www.ltmpt.ac.id, pendaftaran ujian UTBK sebagai syarat mengikuti SBMPTN 2019 ini akan dibuka hingga 1 April 2019.

Namun, dibagi menjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama 1–24 Maret 2019 dan gelombang kedua 25 Maret–1 April 2019.

UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C 2017, 2018, dan 2019.

Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal dua kali, dengan ketentuan, UTBK kelompok sains dan tekhnologi (saintek) satu kali dan kelompok sosial dan hukum (soshum) satu kali, atau kelompok saintek dua kali, atau kelompok soshum dua kali.

Kemudian, peserta yang ingin mengikuti tes satu kali dapat mendaftar pada gelombang pertama atau gelombang kedua.

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama 13 April–4 Mei 2019 dan gelombang kedua 11–26 Mei 2019.

Peserta yang ingin mengikuti tes UTBK dua kali, harus mendaftarkan diri pada gelombang pertama dan gelombang kedua. Sehingga, peserta yang mendaftar pada gelombang kedua, hanya dapat mengikuti satu kali tes pada 11–26 Mei 2019.

Persyaratan mengikuti UTBK ada tiga yaitu, siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada 2019 atau peserta didik Paket C 2019, lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat 2017 dan 2018 atau lulusan Paket C 2017 dan 2018, serta membayar biaya UTBK.

Biaya pendaftaran UTBK sebesar Rp 200.000 setiap mengikuti tesnya dan dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN.

Apabila sudah membayar, maka uang tersebut tidak dapat ditarik kembali oleh peserta ujian UTBK dengan alasan apapun. Calon peserta Bidikmisi yang dinyatakan lolos persyaratan tidak dipungut biaya.

2 dari 4 halaman

Tahapan dan Waktu Tes UNBK

Tahapan UNBK ini yang pertama adalah peserta wajib mendaftar melalui laman https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id menggunakan NISN dan NPSN untuk mendapatkan username dan password.

Kedua, mengunggah pas foto berwarna terbaru, mengisi data, memilih jenis dan sesi ujian, serta lokasi Pusat UTBK PTN untuk mendapatkan slip pembayaran UTBK.

Ketiga, peserta membayar di Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN menggunakan slip pembayaran paling lambat 1×24 jam, kecuali bagi pendaftar Bidikmisi.

Keempat, peserta melakukan login ke laman pendaftaran di https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id untuk mencetak kartu peserta UTBK.

Terakhir, peserta mengikuti UTBK sesuai dengan hari, tanggal, sesi, dan lokasi Pusat UTBK PTN yang dipilih.

Untuk jadwal UTBK 2019 akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu sebanyak 10 kali atau setiap hari terdapat dua sesi tes, yaitu pagi dan siang sebanyak 20 sesi (kecuali hari libur nasional).

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama 13 April–4 Mei 2019, khusus Tuna Netra 4 Mei 2019 pukul 07.30-11.45 WIB dan gelombang kedua 11–26 Mei 2019, khusus Tuna Netra 25 Mei 2019 pukul 07.30-11.45 WIB.

Pengumuman hasil UTBK adalah paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

3 dari 4 halaman

Jenis Tes dan Kelompok Ujian UTKB

UTBK terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesuai dengan kelompok ujian setiap peserta ujian.

TPS digunakan mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Kemudian TKA digunakan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan seseorang agar dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi.

TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Sedangkan kelompok ujian UTBK terbagi menjadi dua, yaitu sains dan tekhnologi atau saintek serta sosial dan humaniora atau soshum.

Kelompok ujian saintek dengan materi ujian TPS dan TKA saintek, yaitu Matematika Saintek, Fisika, Kimia, dan Biologi. Kemudian, kelompok ujian soshum dengan materi ujian TPS dan TKA soshum, yaitu Matematika Soshum, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Polisi Serahkan Tersangka Kasus Penyebaran Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos ke Kejaksaan

Liputan6.com, Jakarta – Penyidik Cyber Crime Direskrimsus Polda Metro Jaya hari ini mengirim tersangka dan juga barang bukti kasus penyebaran hoaks atas adanya 7 kontainer kotak suara yang telah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tersangka berinisial MIK ini akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Jadi MIK ini adalah tersangka yang melakukan pemberitaan bohong hoaks diupload sekitar tgl 2 Januari, berita adanya 7 kontainer di Tanjung Priok,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 28 Februari 2019.

“Jadi hari ini kita akan mengirim sebagai tanggungjawab penyidik mengirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” sambungnya.

Kata Argo, berkas tersebut dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan pada Rabu, 27 Februari 2019 kemarin. Artinya, lanjutnya, polisi menyerahkan seluruh tanggungjawabnya kepada Kejaksaan.

“Sebagai tanggungjawab penyidik untuk hari ini menyerahkan tugas dan tanggungjawabnya, menyerahkan tersangka dan barbuk ya. Isinya postingan atau capture yang dilakukan oleh tersangka dan juga handphone,” pungkas Argo.

2 dari 3 halaman

Seorang Guru

Sebelumnya, seorang oknum guru berinisial MIK diciduk usai menyebarkan berita bohong alias hoaks, di Lingkungan Metro Cendana, Kota Cilegon, Banten sekira pukul 22.30 WIB, pada Minggu (6/1/2019). Pria berusia 38 tahun itu diamankan usai posting berita tentang adanya 7 kontainer kotak suara yang telah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, MIK merupakan seorang guru yang sehari-hari mengajar di salah satu Sekolah Menangah Pertama di Cilegon. Dari pemeriksaan MIK mengaku jika dirinya merupakan salah satu pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Bahwa dari hasil riksa tersangka, yang bersangkutan adalah seorang guru di daerah Cilegon sana. Dari riksa yang bersangkutan bahwa membuat narasi kalimat postingan di akun itu dibuat sendiri dengan maksud memberitahukan kepada para tim pendukung paslon 02 tentang info tersebut. Mengaku sebagai tim pendukung paslon 02,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019).

“Tulisan ada @dahnilanzar, ‘Harap ditindaklanjuti, informasi berikut: di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah di coblos. Hayo Pada merapat pasti dari Tionglok tuh’ ,” sambung Argo membacakan tulisan pelaku.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pembuat Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Segera Disidang

Liputan6.com, Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melimpahkan Bagus Bawana Putra alias BBP ke Kejaksaan. Dengan begitu, tersangka pembuat sekaligus penyebar hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos segera diadili di persidangan.

Penyerahan tersangka berikut barang bukti atau pelimpahan tahap II dilakukan di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (28/2/2019) siang tadi. Tahap II dilakukan setelah berkas perkara penyidikan untuk BBP dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan.

Kasubdit 1 Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Dani Kustoni mengatakan, tersangka BBP ditangkap dalam pelariannya di wilayah Sragen, Jawa Tengah pada 7 Januari 2019 lalu. Kepada penyidik, BBP mengaku sebagai pencipta hoaks yang menghebohkan publik pada awal 2019 itu.

“Bagus Bawana mengaku pemilik ide, membuat, mengunggah, hingga menyebarkan konten hoaks surat suara Pemilu 2019 sudah dicoblos dalam 7 kontainer di Tanjung Priok,” ucap Dani.

BBP mengunggah konten hoaks tersebut melalui akun Twitter miliknya dengan me-mention beberapa akun tokoh publik. Bukan itu saja, dia juga membuat rekaman suara untuk menguatkan informasi adanya 7 kontainer surat suara tercoblos seolah-olah benar terjadi.

Setelah kabar hoaks yang diciptakan viral dan menjadi sorotan publik, BBP lantas menghapus akun Twitternya sebagai upaya menghilangkan jejak digital. Dia juga membuang ponselnya. Namun polisi berhasil meringkus BBP di tempat pelariannya.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Vonis 1,5 Tahun Richard Muljadi Plus Rehabilitasi, Ini Maksudnya

Jakarta – Majelis hakim menghukum Richard Muljadi 1,5 tahun penjara karena terbukti mengkonsumsi kokain. Hakim memerintahkan pidana lebih dulu dilakukan dengan rehabilitasi. Apa maksudnya?

“Maksudnya dia dihukum selama 1 tahun 6 bulan. Diperintahkan untuk menjalani rehabilitasi sampai sembuh. Berapa lama dia sembuh, dokter yang tahu,” ujar pejabat humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel) Achmad Guntur kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Bila Richard Muljadi dinyatakan RSKO sembuh dari ketergantungan narkotika sebelum masa pidana selesai, Richard tetap harus menjalani hukuman penjara.

“Nanti kalau dia dinyatakan sembuh oleh dokter (tapi) masih ada sisa hukuman yang belum dijalani, dia harus menjalani hukuman tersebut. Masa rehabilitasi dihitung seperti masa menjalani tahanan,” terang Guntur.

Richard Muljadi ditangkap saat berada di toilet Restoran Vong, SCBD, Jaksel, pada 22 Agustus 2018. Polisi saat itu menyita ponsel yang di layarnya terdapat serbuk putih diduga narkotika jenis kokain sisa pakai dengan berat neto 0,03854 gram.

Majelis hakim menyatakan perbuatan Richard Muljadi terbukti sebagai tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, jaksa menuntut Richard Muljadi 1 tahun penjara namun menjalani sisa pidana dengan rehabilitasi di RSKO Cibubur, Jakarta Timur.
(fdn/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tambang Emas Longsor, Kaki Korban Tergencet Batu dan Harus Diamputasi

Manado – Proses evakuasi korban pada tragedi longsornya tambang emas rakyat di Bolaang Mongondow, Sulut terus dilakukan. Salah satu korban harus diamputasi bagian kakinya untuk dapat diselamatkan dari reruntuhan.

“Salah satu korban ditemukan hidup tertimpa batu batu di sekitar terowongan,” kata Humas Basarnas Manado Ferry Arianto saat berbincang dengan detikcom, Kamis (28/2/2019).

Ferry mengatakan pihaknya terus merupaya melakukan evakuasi terhadap korban yang selamat ini.

Sementara itu, Koordinator Tim Basarnas Kotamobagu, Rusmidi mengatakan kondisi korban yang terjepit diantara batu-batu tambang masih hidup. Namun sebagian tubuhnya telah tertindih reruntuhan terowongan.

“Ini sementara masih evakuasi. Rencananya mau diamputasi kakinya,” ungkap Rusmidi.

Alasan amputsi dilakuian karena kehawatiran tim evakuasi soal terjadinya longsor baru jika batu batu yang menimpa korban diangkat.

“Jadi tim kami yang akan mengamputasi. Nanti saya jelaskan lagi,” kata dia.

Hingga kini, korban yang berhasil ditemukan berjumlah 26 oramg. 6 Orang, kata Rusmadi dinyatakan meninggal.

(fiq/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Bolaang Mongondow Bicara soal Izin Tambang

Liputan6.com, Bolaang Mongondow – Longsornya lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, Selasa (26/02/2019) malam, mendapat perhatian dari Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow.

Yasti mendatangi lokasi tambang yang ambruk untuk melihat langsung kondisi tambang itu dan proses evakuasi korban yang masih tertimbun. Dia mengatakan, Pemkab Bolmong telah bekerja sama dengan pihak terkait untuk proses evakuasi korban yang tertimbun.

“Pemkab sudah bekerja sama dengan pihak terkait yakni Polres, Basarnas, TNI, dan menyediakan tenaga kesehatan untuk proses evakuasi,” ujar Yasti, Rabu (27/2/2019).

Bupati mengatakan, terkait perizinan pertambangan sudah bukan kewenangan Pemkab Bolmong, karena sesuai aturan, izin itu menjadi kewenangan Pemprov Sulut. “Perizinan pertambangan, termasuk penutupan adalah kewenangan Pemprov Sulut,” ujar bupati.

Dalam kunjungan itu, bupati meminta agar masyarakat tetap bersabar dan mempercayakan pada tim untuk melakukan proses evakuasi.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan mengatakan, hingga saat ini korban sudah berjumlah 16 orang, dua di antaranya meninggal dunia.

Ada 60 anggota Polres ditambah 30 pasukan Brimob langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Aparat kepolisian bergabung bersama tim dari TNI, Basarnas, PMI, dan warga sekitar.


Simak video pilihan berikut ini: