Profesor Jepang Sebut Kebakaran Gambut Picu Kematian Dini 100 Ribu Warga

Dia menjelaskan, pengelolaan ekosistem gambut terbilang kompleks. Ada beberapa elemen yang harus dipertimbangkan, mulai dari tinggi muka air, status nutrisi tanah dan air gambut serta ketersediaan oksigen. Selama ini, pertumbuhan tanaman terhambat jika tinggi muka air dinaikkan sehingga pasokan oksigen berkurang dan berakibat kurangnya nutrisi.

“Oleh karena itu perlu terobosan baru sebagai solusi dan diharapkan sistem AeroHydro Culture bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG),” katanya.

Penerapan sistem ini sudah diekaperimentasikan Osaki dan BRG di Kabupaten Siak serta Palangkaraya. Program ini baru akan dijalankan pada Juni nanti dan mungkin baru setahun lagi bisa dilihat hasilnya.

“Saya optimis sistem ini mampu menjaga ekosistem gambut dan meningkatkan produktivitas tanaman di atasnya,” ujar Osaki.

Dia menyatakan, menjaga lahan gambut bagi kelangsungan hidup manusia sangat penting untuk memerangi perubahan iklim. Perlindungan serta pemulihan gambut sangat penting dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon dan sirkuler.

Menurutnya, gambut yang sehat akan menyerap dan menyimpan karbon. Namun saat terdegradasi, karbon dilepaskan hingga berakhir di atmosfer sebagai karbon dioksida. Sejauh ini, gambut rusak berkontribusi sekitar 10 persen emisi gas rumah kaca dari sektor penggunaan lahan.

“Emisi CO2 dari lahan gambut yang dikeringkan diperkirakan memproduksi 1,3 gigaton CO2 setiap tahun. Ini setara dengan 5,6 persen dari emisi CO2 antropogenik global. Makanya perlu diterapkan sistem Aerohydro Culture untuk mengelola gambut,” tegasnya.

Dini Hari, Massa Tolak Tambang Ubah Kantor Gubernur Aceh Bak Pasar Malam

Banda Aceh – Hingga pukul 02.00 WIB, mahasiswa yang menggelar aksi menolak izin usaha pertambangan masih bertahan di kantor Gubernur Aceh. Suasana di lokasi berubah bak pasar malam dan menjadi tempat wisata dadakan pengguna jalan di Banda Aceh.

Pantauan detikcom, para pengguna jalan mayoritas kendaraan roda dua memarkir motor mereka di pinggir jalan di depan kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Kamis (11/4/2019) dini hari. Mereka masuk ke halaman kantor dan berbaur dengan mahasiswa.

Lokasi lapangan upacara di kantor gubernur jadi tempat mahasiswa menyalurkan bakat. Di sana, mereka membaca puisi, bermain gitar, dan saling bercerita.

Foto: Agus Setyadi/detikcom

Para mahasiswa ini duduk berkelompok-kelompok. Namun yang menarik perhatian adalah kehadiran sejumlah bangunan hasil kreativitas mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh.

Mereka mencopot paving block di lapangan upacara dan membuat berbagai jenis bangunan. Selain itu, di lokasi dibikin beberapa bingkai ‘makam’ beragam ukuran.

Mahasiswa juga membuat sebuah cerobong asap yang disebut milik perusahaan tambang yang mereka tolak. Mereka menyalakan api di bawahnya sehingga asapnya keluar di bagian atas.

Foto: Agus Setyadi/detikcom

“Singgah… singgah…, Bang. Ini tempat wisata gratis, boleh foto juga, gratis,” kata seorang mahasiswa sambil menyalakan api.

Selain itu, beberapa mahasiswa menyusun paving block menjadi tempat duduk dan tidur. Suasana kantor gubernur pun malam ini berubah bak pasar malam.

“Untuk beberapa bangunan yang dibikin dari paving block, itu kreativitas dan ide mereka masing-masing. Mereka sudah bikin kelompok masing-masing dan ide masing-masing kelompok,” jelas Pembina Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) Wahidul Qahar kepada detikcom saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, aksi mahasiswa ini bakal berlangsung hingga tuntutan mereka didengar Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Untuk bertahan di lokasi, para mahasiswa ini mendapat pasokan logistik dari berbagai kalangan masyarakat.

Massa mencabut paving block di halaman kantor Gubernur Aceh, kemudian dibentuk segala bangunanMassa mencabut paving block di halaman kantor Gubernur Aceh, kemudian dibentuk segala bangunan. (Agus Setyadi/detikcom)

“Warga hadir di sini terkait kepedulian dan kepekaan mereka terhadap massa yang menggelar aksi. Aksi kita menarik simpati masyarakat,” jelas Wahidul.

“Kita akan terus bertahan di sini dan kita akan mengawal pembacaan putusan gugatan PT EMM yang digelar hari ini,” ungkapnya.
(agse/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Aplikasi Bacaan Terbaik di Android untuk Anak, Kampanye Baca Sejak Dini

FarFaria akan membantu anak untuk hobi membaca. Bagaimana tidak, banyak sekali cerita cerita anak yang disediakan di FarFaria ini.

Cerita cerita seperti Rapunzel, Cinderella, Frankenstein, Putri Salju, Peter Pan dan lain sebagainya, dapat kamu baca di aplikasi ini.

Namun, tentu saja layaknya aplikasi aplikasi berkualitas lainnya, untuk mengakses aplikasi ini secara lengkap, diwajibkan untuk berlangganan terlebih dahulu.

Liga Inggris: Kapten Huddersfield Frustrasi Degradasi Lebih Dini

Liputan6.com, London – Huddersfield Town kecewa berat harus degradasi dari Liga Inggris musim ini. Namun mereka bertekad untuk mengakhiri musim dengan semangat tinggi.

Kekalahan melawan Crystal Palace 0-2, Sabtu (30/3/2019) memastikan Huddersfield tak bisa lepas dari jeratan degradasi. Apalagi di saat bersamaan, Burnley dan Southampton meraih kemenangan.

Enam laga tersisa tak cukup membuat Huddersfield aman dari zona merah. Maklum hingga pekan ke-32 Liga Inggris, mereka baru mengoleksi 14 poin.

“Sungguh degradasi lagi membuat kami sangat frustrasi. Saya sulit mencari kata yang tepat untuk menggambarkannya,” kata kapten Christopher Schindler seperti dilansir Metro.

“Jika melihat perjalanan musim ini, permainan kami memang tidak cukup bagus. Apalagi Liga Inggris kompetisi paling ketat di dunia,” katanya menambahkan.

Riset: Kecerdasan Buatan Ini Bisa Prediksi Kematian Dini pada Manusia

Liputan6.com, Jakarta – Peneliti medis telah membuka kemampuan yang inovatif pada kecerdasan buatan (AI), yakni: memprediksi kematian dini seseorang.

Para ilmuwan baru-baru ini melatih sistem AI untuk mengevaluasi satu dekade data kesehatan umum yang diajukan oleh lebih dari setengah juta orang di Inggris.

Kemudian, mereka menugaskan kecerdasan buatan untuk memprediksi apakah individu berisiko meninggal sebelum waktunya – dengan kata lain, lebih cepat dari harapan hidup rata-rata – akibat penyakit kronis, para peneliti melaporkan dalam sebuah studi baru.

Prediksi kematian dini yang dibuat oleh algoritma AI “secara signifikan lebih akurat” daripada prediksi yang disampaikan oleh model yang tidak menggunakan mesin kecerdasan buatan, penulis studi utama Dr. Stephen Weng, asisten profesor epidemiologi dan ilmu data di University of Nottingham di Inggris, mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Live Science, Minggu (31/3/2019).

Untuk mengevaluasi kemungkinan kematian dini subjek, para peneliti menguji dua jenis AI: “pembelajaran yang mendalam”, di mana jaringan pemrosesan informasi berlapis membantu komputer untuk belajar dari contoh; dan “studi acak,” jenis analisis menggunakan AI yang lebih sederhana yang menggabungkan banyak model untuk mempertimbangkan kemungkinan hasil.

Kemudian, mereka membandingkan kesimpulan model AI dengan hasil dari algoritma standar, yang dikenal sebagai “model Cox”.

Dengan menggunakan ketiga model ini, para ilmuwan mengevaluasi data di UK Biobank – bank data akses terbuka berisi data genetik, fisik dan kesehatan – yang diajukan oleh lebih dari 500.000 orang antara 2006 dan 2016. Selama waktu itu, hampir 14.500 peserta meninggal, terutama akibat kanker, penyakit jantung dan penyakit pernapasan.

Ketiga model menentukan bahwa faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, riwayat merokok dan diagnosis kanker sebelumnya adalah variabel teratas untuk menilai kemungkinan kematian dini seseorang. Tetapi model-model itu juga dengan faktor-faktor kunci lainnya, menurut temuan para peneliti.

“Model Cox” sangat bergantung pada etnis dan aktivitas fisik, sedangkan model “pembelajaran yang mendalam” tidak.

Sebagai perbandingan, model “studi acak” lebih menekankan pada persentase lemak tubuh, lingkar pinggang, jumlah buah dan sayuran yang dimakan orang, dan warna kulit, menurut penelitian. Untuk model “pembelajaran yang mendalam”, faktor-faktor utama mencakup paparan terhadap bahaya terkait pekerjaan dan polusi udara, asupan alkohol dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Ketika semua angka-angka telah dilakukan, algoritma AI “pembelajaran yang mendalam” memberikan prediksi yang paling akurat, mengidentifikasi 76 persen subjek yang meninggal selama periode penelitian dengan benar. Sebagai perbandingan, model hutan acak memprediksi dengan benar sekitar 64 persen kematian dini, sedangkan “model Cox” hanya mengidentifikasi sekitar 44 persen.

Dalam studi baru, para ilmuwan menunjukkan, dengan penyetelan hati-hati, algoritma AI “pembelajaran yang mendalam” dapat digunakan untuk memprediksi hasil kematian dari waktu ke waktu, kata rekan penulis studi Joe Kai, profesor perawatan primer University of Nottingham, dalam pernyataannya.

Meski menggunakan kecerdasan buatan (AI) dengan cara ini mungkin asing bagi banyak profesional perawatan kesehatan, namun, menghadirkan metode yang digunakan dalam penelitian ini “dapat membantu dengan verifikasi ilmiah dan pengembangan masa depan pada bidang yang menarik ini,” kata Kai.

Temuan ini diterbitkan online pada 27 Maret 2019 di jurnal PLOS One (peer-reviewed open access scientific journal).

Simak video pilihan berikut:

Konferensi Kecerdasan Buatan menampilkan sejumlah robot pintar yang bisa menemani dan memudahkan manusia dalam keseharian.

7 Manfaat Buah Naga Bagi Tubuh dan Kecantikan, Bisa Menunda Penuaan Dini

1. Cemilan sehat untuk yang diet

Bagi yang sedang menjalani program diet atau menurunkan berat badan, kamu perlu untuk mengonsumsi buah naga. Jika kamu mengonsumsi secara teratur dan rutin, maka manfaat buah naga untuk diet bisa didapatkan. Hal ini karena buah naga memiliki kalori yang cukup rendah dan kaya akan serat.

Jadi kamu bisa merasakan kenyang saat mengonsumsi buah naga tanpa perlu takut naiknya angka berat badan. Manfaat buah naga lain sebagai cemilan sehat ialah untuk membantumu melancarkan pencernaan. Hal ini dikarenakan buah naga sendiri memiliki kandungan air yang cukup banyak.

2. Mencegah hipertensi dan serangan jantung

Rutin mengonsumsi buah naga bisa bantu kamu untuk mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi dan juga serangan jantung. Tentu manfaat buah naga ini sangat baik bagi kesehatanmu.

Selain itu, siapa yang menyangka bahwa biji pada buah naga pun memiliki lemak omega 3 dan omega 6 yang cukup banyak. Omega 3 dan omega 6 ini yang mampu membantu untuk meringankan gangguan kardiovaskular. Sehingga tekanan darah tinggi yang kamu alami dapat terkontrol dengan baik.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kaya akan kandungan nutrisi dan juga gizinya, tak heran jika salah satu manfaat buah naga itu untuk bantu sistem kekebalan tubuh. Bukan hanya itu saja, bila kamu memiliki luka pada tubuhmu baik itu luka luar ataupun dalam, dengan rutin mengonsumsi buah naga, maka luka tersebut pun bisa cepat sembuh.

Penyakit Kanker Serviks, Penyebab dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Selain dengan memberikan vaksin HPV, ada beberapa cara untuk mencegah penyakit kanker serviks ini. Berikut cara mencegah kanker serviks yang perlu kamu ketahui:

1. Hindari Merokok

Kamu bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker serviks dengan tidak merokok. Ya, dengan tidak merokok kamu bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks. Pasalnya, racun rokok bersifat oksidatif sehingga bisa memicu sel kanker muncul dan bertambah ganas.

2. Rutin Melakukan Pemeriksaan Pap Smear

Pap Smear merupakan salah satu cara terbaik sebagai bentuk pertahanan pertama untuk mencegah kanker serviks. Metode screening ini berfungsi untuk mendeteksi sel-sel dalam leher rahim yang berpotensi menjadi kanker nantinya.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, menyarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear pertama kali di usia 21 tahun. Walaupun belum melakukan hubungan seks sekalipun, kamu perlu memeriksakannya segera. Walaupun usia kamu sudah melewati 21 tahun dan belum memeriksakannya, namun belum terlambat untuk melakukan pemeriksaan.

3. Menjaga Kebersihan Vagina

Selain melakukan pap smear, untuk mencegah kanker serviks kamu juga harus menjaga kebersihan vagina terutama saat menstruasi dan keputihan. Menggunakan cairan antiseptik kewanitaan yang mengandung povidone iodine mungkin bisa kamu lakukan untuk menjaga kebersihan vagina, terutama saat menstruasi.

4. Seks yang Aman

Lebih dari 90 persen penderita kanker serviks disebabkan karena terinfeksi virus HPV. Penyebaran virus ini terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman. Namun selain itu, risiko tertular HPV juga meningkat apabila sering bergantian pasangan seksual. Perempuan yang hanya memiliki satu pasangan pun bisa terinfeksi virus ini jika psangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.

Ditangkap Rabu Dini Hari, Robertus Robet Masih Jalani Pemeriksaan

Liputan6.com, Jakarta – Polisi menangkap aktivis Robertus Robet karena diduga melakukan penghinaan terhadap institusi TNI. Saat ini, tersangka masih masih menjalani pemeriksaan intensif di Mabes Polri.

“Yang bersangkutan masih dimintai keterangan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam pesan singkatnya, Kamis (7/3/2019).

Dedi mengatakan, kemungkinan tersangka Robertus Robet tidak ditahan karena ancaman hukumannya hanya 2 tahun penjara.

“Sepertinya gitu. Saya belum dapat update-nya lagi,” ucap dia.

Aktivis Robertus Robet ditangkap di rumahnya Rabu, 6 Maret 2019 sekira pukul 00.30 WIB. Dia disangkakan melanggar Pasal 45 A ayat (2) Jo 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pernikahan Dini Terjadi Lagi, KPAI Tantang Capres-Caleg Cari Solusi

Jakarta – Pernikahan anak usia 16 tahun dengan perempuan usia 14 tahun di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan menuai kontroversi. KPAI menyayangkan pernikahan usia anak kembali terjadi, KPAI menilai pemerintah belum serius untuk mencegah adanya pernikahan dini.

“Negara tidak berdaya dengan berulangnya kejadian pernikahan usia anak. Belum terlihat upaya serius pemerintah baik daerah maupun pusat untuk mencegah terjadinya pernikahan usia anak. Terutama mengandalkan orang tua sebagai garda terdepan untuk melakukan pencegahan pernikahan usia anak, ternyata dengan berbagai alasan dan persoalan tidak mampu menghindari pernikahan usia anak,” kata Komisioner KPAI, Jasra Putra, dalam keterangannya, Selasa (5/3/2019).

KPAI meminta semua pihak terutama pemerintah daerah, tokoh agama, masyarakat dan orang tua melakukan pencegahan terjadinya pernikahan anak. KPAI berpendapat jika tidak dilakukan upaya pencegahan akan membahayakan kualitas masa depan anak bangsa.
Berdasarkan penelitian dampak pernikahan anak 80% menjadi putus sekolah, memperburuk dan meningkatkan angka kematian ibu melahirkan. Bagi keluarga kurang mampu justru memperburuk ekonomi keluarga, bahkan ada kecenderungan menambah beban serta mewariskan kemiskinan keluarga, karena pasangan mempelai tidak memiliki pendidikan yang baik, maka sulit bekerja di sektor-sektor formal.

Selanjutnya, dampak pernikahan usia anak dipastikan secara emosional tidak matang, kehidupan keluarga tidak harmonis dan bahkan beresiko bercerai. Selain itu, fungsi-fungsi keluarga bagi anak yang melakukan pernikahan usia anak tidak dapat berjalan baik.

“Oleh sebab itu, meminta pemerintah, masyarakat, dan keluarga terus bersinergi untuk melindungi anak-anak dari pernikahan usia anak. Pelamin bukan tempat yang layak untuk anak. Maka mari kita setop pernikahan usia anak dengan berbagai upaya, negara tidak boleh kalah dan membiarkan generasinya tidak memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik,” kata Jasra.

KPAI sedang melakukan kajian dengan para pihak pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait menaikkan usia menikah dalam UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Jasra mengatakan, hasil kajian komprehensif tersebut akan diserahkan ke DPR sebagai lembaga yang diamanahkan untuk melakukan revisi UU tersebut.

“Momen Pemilu 2019 para calon Presiden dan Wakil Presiden, calon legislatif khususnya dapil Sulawesi Selatan ditantang untuk merespon persoalan pernikahan usia anak di propinsi tersebut. Bahkan bagi Capres dan Cawapres perlu memikirkan dan mencari solusi jitu terkait pernikahan usia anak di Indonesia yang cukup tinggi. Hampir 300 ribu setiap tahunnya pernikahan usia anak berlangsung,” imbuhnya.

Diketahui, pernikahan anak usia 16 tahun dengan perempuan usia 14 tahun di Kabupaten Sidrap menuai kontroversi. Kepala KUA Bacukiki, Kota Parepare, Amir Said, menyayangkan pernikahan dini keduanya.

“Untuk buku nikah agak berat. Sistem Informasi Managemen Nikah (Simkah) persyaratannya luar biasa. Kalau ada persyaratan yang tidak terpenuhi, Simkah tidak bisa terbit. Kedua mempelai di bawah umur, sementara di Simkah ada aturan terkait itu,” jelas dia, Senin (4/3).
(yld/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kenali Penyebab Leukemia, Gejala serta Cara Mencegahnya Sejak Dini

Liputan6.com, Jakarta Kanker masih menjadi salah satu penyakit terganas di dunia. Di Indonesia pun, penyakit ini banyak merenggut nyawa karena penanganan yang terlambat, maupun karena faktor lainnya. Kanker sendiri terdiri atas berbagai jenis. Dan salah satunya adalah kanker darah yang banyak terjadi di Tanah Air.

Salah satu tipe kanker darah yang paling ganas adalah leukemia. Penyakit ini dapat menyerang siapa pun tanpa terkecuali. Anak-anak hingga dewasa memiliki peluang terserang penyakit yang merusak fungsi darah ini.

Namun, kanker ini kebanyakan diderita oleh anak-anak. Menurut Institut Kanker Nasional Amerika Serikat, definisi Leukemia merupakan kanker yang terjadi pada sumsum tulang dan menyebabkan peningkatan sel darah putih yang abnormal di dalam darah.

Padahal, sel darah putih merupakan sel yang dibutuhkan tubuh untuk imunitas. Sementara itu, sumsum tulang merupakan organ tubuh yang membentuk sel-sel darah yang dibutuhkan tubuh, seperti sel darah putih, sel darah merah, dan platelet. Alhasil, sel kanker mempengaruhi organ pembentuk sel-sel darah sehingga mengalami kelebihan produksi.

Leukemia memiliki klasifikasi yang menggambarkan seberapa pesat kanker darah berkembang. Klasifikasi tersebut terdiri atas dua tipe yaitu Acute Leukemia dan Chronic Leukemia. Acute Leukemia terjadi ketika sel darah abnormal terus menerus berkembang biak sehingga memperburuk kondisi penderitanya.

Sementara itu, Chronic Leukemia terjadi karena beberapa faktor, yakni karena sumsum tulang memproduksi terlalu banyak sel atau bahkan terlalu sedikit sel. Jika Acute Leukemia berkaitan dengan sel darah yang belum matang, Chronic Leukemia justru berkaitan dengan sel darah yang matang.

2 dari 4 halaman

Penyebab Leukemia

Penyebab Leukemia atau kanker darah putih tidak semata-mata berasal dari diri penderita. Leukemia secara umum terjadi karena beberapa faktor. Selengkapnya, berikut adalah faktor penyebab Leukemia yang dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (5/3/2019).

1. Perawatan Kanker

Seseorang yang sebelumnya pernah menjalani kemoterapi dan terapi radiasi yang disebabkan oleh kanker jenis lain, dinilai menjadi salah satu penyebab Leukemia. Kemungkinan untuk terserang Leukemia meningkat karena pernah menjalani perawatan kanker.

2. Faktor Genetik

Kelainan yang bersifat turunan, misalnya Down Syndrome punya dampak negatif sebagai penyebab leukemia. Penderita Down Syndrome membuat peluang resiko terkena Leukemia bertambah besar.

Lebih lanjut, seseorang yang memiliki keluarga, orangtua atau saudara kandung yang mengidap leukemia, mengalami peningkatan risiko dua sampai empat kali kali lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Risiko tersebut lebih tinggi lagi jika leukemia tersebut dialami oleh saudara kembar. Jika si A didiagnosis dengan kanker darah, kembarannya pun berisiko tinggi terkena Leukemia (1 dari 5 anak kembar), terlebih jika penyakit tersebut dialami dalam tahun pertama kehidupan.

3. Faktor Lingkungan

Penyebab Leukemia selanjutnya adalah faktor lingkungan. Paparan radiasi atau bahan kimia tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Leukemia. Misalnya, paparan radiasi tinggi pada korban selamat bom atom Jepang, mengalami peningkatan risiko mengidap Leukemia jenis AML enam sampai delapan tahun setelah terpapar.

Kandungan bensol dalam bensin dan industri kimia juga memiliki kaitan terhadap meningkatnya resiko terkena beberapa jenis kanker darah. Bahkan, janin yang masih dalam kandungan pun dapat terserang penyakit ganas ini.

4. Gaya hidup

Faktor-faktor yang terkait gaya hidup kayak merokok, obesitas, terlalu sering konsumsi alkohol, dan tinggi paparan sinar matahari merupakan salah satu penyebab Leukemia.

Beberapa studi juga menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi alkohol berlebihan saat hamil, dapat mengalami peningkatan risiko memiliki bayi yang mengidap Leukemia. Diet tinggi antioksidan seperti buah dan sayuran dapat membantu mencegah kerusakan DNA akibat radikal bebas (polusi, asap rokok, dan sinar matahari).

3 dari 4 halaman

Gejala Leukemia

Gejala yang ditunjukkan penderita Leukemia memang tidak begitu jelas dan sulit dikenali karena hampir sama dengan gejala penyakit lain. Namun, beberapa gejala umum kerap terjadi. Meski tiap gejala bergantung pada jenis kanker darah, berikut adalah gejalanya:

1. Demam atau menggigil;

2. Rasa lelah dan lemah yang berkepanjangan;

3. Infeksi sering terjadi dan bahkan parah;

4. Berat badan turun meski tidak sedang diet;

5. Pembengkakan kelenjar getah bening, pembengkakan hati atau empedu;

6. Mudah berdarah atau memar;

7. Mimisan yang berulang;

8. Muncul bintik-bintik merah pada kulit;

9. Keringat berlebih, khususnya pada malam hari

10. Nyeri tulang

4 dari 4 halaman

5 Sayur untuk Mencegah Ganasnya Leukemia

Brokoli

Brokoli dikenal untuk mencegah serangan kanker dari dalam tubuh, termasuk kanker darah. Sebabnya, brokoli mengandung senyawa alami yang disebut sebagai sulforaphane yang bekerja dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membunuh semua senyawa karsinogen penyebab kanker.

Kembang kol

Kembang kol yang memiliki satu marga dengan brokoli ini juga dikenal efektif untuk cegah kanker. Sama seperti brokoli, kembang kol berfungsi mencegah leukemia karena kandungan sulforphane di dalamnya.

Tomat

Mengonsumsi tomat secara rutin sangat bermanfaat untuk mencegah kanker. Sebab tomat mengandung likopen yang mampu mengurangi penyerapan senyawa karsinogen di dalam tubuh.

Lobak

Banyak orang yang tidak terlalu suka makan lobak karena rasanya yang pahit. Nyatanya lobak memiliki khasiat besar untuk cegah kanker darah karena lobak juga mengandung sulforaphane.

Kubis merah

Kubis merah saat ini mulai banyak dikonsumsi. Selain rasanya yang unik, kubis merah juga mengandung sulforaphane yang lebih tinggi dari sayuran lain sehingga tentu saja bermanfaat untuk cegah kanker.