Buntut Teror Christchurch, Muslim Australia Diminta Waspada

Christchurch

Para ulama Islam di Australia mengutuk serangan penembakan terhadap jamaah di dua masjid Christchurch sebagai “aksi teror” yang terinspirasi oleh paham Islamofobia.

Poin Utama Muslim Australia
Poin utama:

• Badan tertinggi dewan Islam di Australia menggambarkan penembakan itu sebagai “aksi teror”

• Ulama Rateb Jneid mengatakan politisi harus menyadari konsekuensi dari suasana “kebencian dan perpecahan”

• Masjid dan jamaah Muslim di seluruh Australia didesak untuk “ekstra waspada”

Pihak berwenang Selandia Baru yakin bahwa 40 orang tewas setelah penembakan massal di dua masjid Christchurch, yang disebut Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, sebagai “salah satu hari terkelam di Selandia Baru”.

Federasi Dewan Islam Australia (AFIC) mengutuk serangan itu dan mendesak pemerintah di Australia di semua level untuk memberi perhatian ekstra pada sentimen anti-Muslim dan ekstremisme.

Presiden AFIC, Rateb Jneid, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para korban dan keluarga mereka berada dalam doanya.

“Dengan kesedihan yang mendalam kita mengetahui serangan teroris hari ini yang dilakukan terhadap jamaah yang tidak bersalah di sebuah Masjid di Christchurch, Selandia Baru,” kata Dr Jneid.

“Kami menyampaikan doa dan simpati kami kepada para korban dan penyintas, keluarga mereka dan masyarakat Selandia Baru selama masa yang mengerikan ini,” katanya.

“Tindakan teror terhadap para jamaah yang tidak bersalah ini adalah kekejaman dan kami berduka bersama para korban dan keluarga mereka.”

Peringatan akan adanya suasana kebencian

Senator perempuan Muslim pertama Australia, Mehreen Faruqi, mengutuk sentimen anti-Islam di Australia, terutama “politisi sayap kanan seperti Pauline Hanson dan Fraser Anning”.

“Ada darah di tangan para politisi yang menghasut kebencian. Bagi saya, ada hubungan yang jelas antara politik kebencian mereka dan kekerasan yang memalukan dan tidak masuk akal di Christchurch ini,” unggahnya di Twitter.

Presiden AFIC mengatakan penembakan itu adalah 'produk dari meningkatnya Islamofobia dan marjinalisasi Muslim &rsquo.
Presiden AFIC mengatakan penembakan itu adalah ‘produk dari meningkatnya Islamofobia dan marjinalisasi Muslim &rsquo. (AP: Mark Baker)

“Muslim telah menjadi sasaran selama sholat Jum’at, ini bukan peristiwa terisolasi dengan penyebab misterius. Ini bukan peristiwa acak. Ini adalah konsekuensi dari kebencian Islamofobia dan rasis yang telah dinormalisasi dan dilegitimasi oleh beberapa politisi dan media. “

“Menghadiri sholat Jum’at adalah ritual keluarga bagi jutaan umat Islam. Hati saya hancur untuk semua orang yang kehilangan keluarga dan teman-teman hari ini, dan Muslim di seluruh dunia yang khawatir akan keselamatan mereka setiap hari.”

“Mari kita sebut ini apa adanya. Serangan teroris terencana yang menargetkan kaum Muslim.”

Dr Jneid mengatakan dalam pernyataannya bahwa umat Islam di Australia perlu mewaspadai keselamatan mereka, terutama di sekitar masjid.

“Kami mendorong semua Masjid dan tempat ibadah di Australia untuk lebih waspada dan bagi anggota komunitas Muslim untuk secara khusus memperhatikan keselamatan mereka dalam beberapa hari mendatang,” katanya.

Ia juga mendesak pemerintah Australia untuk mewaspadai “konsekuensi mengerikan” yang bisa timbul dari ujaran kebencian.

“Pembantaian hari ini adalah produk dari Islamofobia yang semakin meningkat dan marjinalisasi umat Islam dan merupakan pengingat bagi semua pihak, termasuk para pemimpin politik dan komentator media, tentang konsekuensi mengerikan yang bisa ditimbulkan oleh suasana kebencian dan perpecahan,” katanya.

“Tidak ada negara atau komunitas yang kebal terhadap kekejaman seperti itu.”

“Kami mendesak pemerintah di Australia, baik di tingkat Federal dan Negara Bagian, untuk memberikan perhatian ekstra pada munculnya sentimen anti-Muslim dan ekstremisme dan memastikan bahwa keprihatinan komunitas Muslim didengar dan ditanggapi dengan tulus.”

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin Diminta ‘Lepas Jaket Ulama’ Saat Debat Ketiga

Jakarta – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin akan berhadapan dengan Sandiaga Uno sebagai cawapres nomor urut 02 dalam gelaran debat ketiga Pemilu 2019 akhir pekan ini. Ma’ruf diminta untuk menanggalkan atribut ulama pada saat berhadapan dengan Sandiaga.

“Kiai Ma’ruf masih menggunakan ‘jaket ulama’, dia masih jadi Ketua MUI. Kalau sepengetahuan saya itu, ulama nggak boleh didebat. Ulama ini levelnya di atas kita. Ini guru kita,” ujar pengamat politik, Hendri Satrio, dalam diskusi ‘Siapa Berani Mendebat Ulama’ yang digelar Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) di Restoran Ajag Ijig, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).

Hendri menyebut bila ‘jaket ulama’ Ma’ruf akan menyulitkan Sandiaga. Untuk itu Hendri menyarankan agar Ma’ruf menegaskan diri sebagai cawapres.

“Dia harus katakan bahwa saya Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden 01. Itu fair,” kata Hendri.

“Kalau kompetisinya antara sosok ulama dengan Bang Sandi, apapun yang dilakukan Bang Sandi itu akan salah. Kalau Sandi mendesak, ‘Wah, Sandiaga Uno mendesak ulama’. Kalau Sandi menyampaikan pertanyaan yang berat, ‘Sandiaga Uno berniat untuk mempermalukan ulama’,” imbuh Hendri.

Di tempat yang sama, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, tidak sependapat dengan Hendri. Andre menyebut Ma’ruf sudah menjadi seorang politikus sejak 1971.

“Dari tahun ’71, beliau (Ma’ruf) sudah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari utusan golongan. Lalu, ’73-’77 menjadi anggota DPR RI dari PPP, 1977-1982 beliau menjadi anggota DPRD DKI dari PPP. Tahun 1997-1999 anggota MPR RI (dari) PKB. Lalu 1999-2004 beliau adalah anggota DPR RI dari PKB. Terakhir beliau menjadi anggota Wantimpres 2007-2014,” kata Andre.

Andre pun menyebut Ma’ruf sebagai politikus senior, yang mana debat kelak disebutnya akan menjadi ajang sawala antara politikus senior melawan politikus muda yaitu Sandiaga. Andre mengatakan bila debat ketiga nanti bukanlah tentang ‘siapa yang berani mendebat ulama’ seperti tajuk diskusi tersebut.

“Beliau politisi ulung. Kalau beliau bukan politisi ulung, tidak mungkin beliau jadi wakil presiden Pak Jokowi. Jadi menurut saya, besok itu bukan siapa yang berani mendebat ulama, tapi politisi senior Ma’ruf Amin melawan politisi muda Sandiaga Uno,” ucapnya.

Sementara itu Masinton Pasaribu yang turut hadir dalam diskusi itu menekankan bila debat ketiga akan fokus pada substansi. Masinton yang merupakan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin itu enggan berbicara tentang anggapan yang berdasar ‘katanya’, bukan fakta dan data.

“Kalau melihat dari apakah nanti berani mendebat ulama, tentu kapasitasnya sebagai cawapres. Tentu Pak Kiai Ma’ruf Amin menyampaikan substansi dan materi yang disampaikan berdasarkan fakta dan data, bukan yang katanya-katanya tadi,” ucap Masinton.

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(dhn/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Instagram, Facebook, dan WhatsApp Down, Warganet Diminta untuk Tak Telepon Polisi

Liputan6.com, Jakarta – Facebook, Instagram, dan WhatsApp down di seluruh dunia sejak beberapa jam lalu. Pengguna mengeluhkan tak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya di ketiga platform media sosial tersebut.

Facebook pun menyebut, masalah ini terjadi karena bukan karena ada serangan siber terhadap sistem mereka.

“Kami sadar sejumlah pengguna mengalami masalah saat mengakses aplikasi keluarga Facebook. Kami bekerja keras untuk menangani masalah ini secepatnya,” kata Facebook.

Keluhan pengguna yang tidak bisa menjelajah Facebook, Instagram, dan WhatsApp pun membanjiri Twitter.

Namun ada hal yang cukup menggelikan terjadi di linimasa Twitter. Pasalnya, kepolisian wilayah Canterbury, Selandia Baru, meminta kepada warga untuk tidak menghubungi 111 (kontak kepolisian) untuk melaporkan masalah yang terjadi pada Facebook dan Instagram.

“Sayangnya kami tidak bisa melakukan apapun terkait masalah ini, karena kamu tahu, mereka bermarkas di Amerika dan kami adalah polisi. Jadi tolong jangan menghubungi kami,” cuit kepolisian Canterbury di akun Twitternya, dikutip dari iStuff, Kamis (14/3/2019).

Tidak hanya kepolisian, uniknya Parlemen Selandia Baru juga membatalkan rencana penayangan rapat mereka secara live streaming di kedua platform milik Facebook itu.

“Pertemuan terbuka akan direkam dan diunggah di page Facebook kami selanjutnya,” kata pihak parlemen.

Sebelumnya, Instagram mengunggah cuitan di akun Twitter resminya. Instagram menyatakan pihaknya sadar ada masalah yang membuat pengguna kesulitan mengakses platfomnya.

“Kami tahu ini situasi yang menyebalkan dan tim kami tengah bekerja keras menyelesaikan secepatnya,” kata Instagram.

Instagram sendiri dipakai oleh lebih dari 1 miliar pengguna aktif per bulannya.

Sementara per 31 Desember 2018, Facebook menyebut punya lebih dari 2,32 miliar pengguna aktif bulanan.

Enggan Kasus Orang Utan Hope Terulang, Polisi Diminta Tertibkan Senapan Angin

Banda Aceh – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh meminta Polda Aceh untuk menertibkan penggunaan senapan angin. Permintaan itu menyusul ditemukannya puluhan peluru senapan angin pada tubuh orang utan Hope.

“Kami sudah menyurati Kapolda Aceh untuk meminta kepolisian menertibkan penggunaan senapan angin, sehingga tidak digunakan untuk menembak satwa dilindungi seperti orang utan,” kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo, di Banda Aceh, dilansir Antara, Kamis (14/3/2019).

Sapto mengatakan, ditemukannya peluru di tubuh Hope membuktikan bahwa senapan angin digunakan menembak orang utan. Padahal, orang utan merupakan satwa yang harus dilindungi.
“Karena itu, kami meminta Kapolda Aceh menertibkan penggunaan senapan angin agar menghindari penggunaannya untuk menembak satwa dilindungi seperti orang utan,” katanya.
Seperti diketahui, sebelumnya BKSDA Aceh bersama mitra telah mengevakuasi dua orang utan, induk dan anaknya, di sebuah kebun warga di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Satwa dilindungi tersebut diberondong 74 butir peluru dan bayinya mati karena kelaparan.

BKSDA Aceh telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK, melalui Balai Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera, untuk mengusut tuntas kasus kematian bayi orangutan sumatera dan penganiayaan induknya, di Subulussalam.

“BKSDA Aceh mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya orang utan sumatera (Pongo abelii) di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam,” kata Sapto Aji Prabowo kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (14/3).
(mae/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dua Personel Blackpink Sempat Diminta Waspada dengan Seungri

Sunmi mengungkapkan dirinya pernah diminta waspada soal Seungri oleh para senior. Meski begitu, tentunya sang solois tidak mengungkap alasannya.

“Aku sudah jutaan kali diingatkan, ‘Pastikan kamu selalu waspada pada Seungri’. Khususnya, oleh banyak senior wanita,” ungkapnya.

Sementara Naeun Apink justru mengaku sama sekali tidak berniat untuk bertemu dengan Seungri Big Bang.

“Kalau bertemu dengannya… Hmm, lebih baik jangan sampai,” ucap Naeun.

Kemenhub Diminta Tegas Larang Terbang MAX 8 di Indonesia, Setuju Tidak?

Jakarta – Pesawat 737 MAX 8 yang digunakan maskapai Ethiopian Airlines jatuh di Addis Ababa, Ethiopia, beberapa menit sejak lepas landas. Sebanyak 157 orang atau semua orang di dalam pesawat, kehilangan nyawanya.

Sebelumnya, sekitar 5 bulan, 737 MAX 8 yang merupakan besutan perusahaan penerbangan Amerika Serikat, Boeing, jatuh di Laut Jawa, Indonesia. Korban tewas mencapai 189 orang.

Artinya, dalam kurun Oktober 2018-Maret 2019, sebanyak 346 orang kehilangan nyawanya dalam sebuah kecelakaan yang melibatkan pesawat MAX 8 tersebut.


Anggota Ombudsman bidang Transportasi Alvin Lie meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tak ragu untuk melarang terbang pesawat serupa yang dimiliki maskapai Indonesia.

“Kemenhub perlu mencermati kecelakaan ini dan tidak ragu larang terbang sementara semua B737 Max 8 di Indonesia, demi mencegah terjadinya kecelakaan lagi,” kata Alvin Lie, Minggu (10/3).

Alvin menyebut kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines itu mirip dengan jatuhnya Lion Air PK-LQP pada Oktober 2018 lalu. Dia mengatakan pesawat itu menukik tajam pada ketinggian 8.000 kaki atau 2.400 meter.

“Pesawat tersebut jatuh atau menukik tajam pada menit ke-6 pada ketinggian 8.000 kaki. Mirip kecelakaan B737 Max 8 Lion Air,” ujarnya.

Boeing kirim tim investigasi

Boeing tak angkat tangan begitu saja, perusahaan yang berpusat di Sheattle itu pun mengirimkan tim ke lokasi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

“Boeing sangat sedih mengetahui kematian penumpang dan awak di Ethiopian Airlines Penerbangan 302, sebuah pesawat 737 MAX 8. Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan awak di atas kapal dan siap untuk mendukung tim Ethiopian Airlines,” tulis Boeing dalam sebuah keterangan tertulis di websitenya maupun melalui Twitternya @BoeingAirplanes, Minggu (10/3).

“Tim teknis Boeing akan melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuan teknis di bawah arahan Biro Investigasi Kecelakaan Ethiopia dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS,” jelasnya.

Jadi, apakah Anda setuju dengan usulan Alvin Lie tersebut atau tidak?
(rna/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diminta Tunjukkan Surat Izin Konser, Panitia Malah Beri Surat Izin Kampanye

Surabaya

Polisi menegaskan konser solidaritas Ahmad Dhani ‘Hadapi Dengan Senyuman’ tidak bisa digelar karena pihak penyelenggara masih terganjal izin pelaksanaan konser. Penegasan itu sudah polisi sampaikan ke panitia penyelenggara.

“Untuk hari ini tidak bisa dilaksanakan,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan saat berdiskusi dengan sejumlah panitia di Grand City, Minggu (10/3/2019).

Dalam diskusi itu, polisi sempat meminta surat izin penyelenggaraan konser. Panitia memang memberikan sebuah surat izin. Tetapi surat izin itu bukan surat izin penyelenggaraan konser, namun surat izin kampanye dari bawaslu.

“Kampanye sama konser itu beda. Kalau kampanye ke Bawaslu. Kalau kampanye itu kan nggak boleh menarik duit, iya to,” kata Rudi

Rudi tak ingin pihaknya disalahkan karena tidak memberikan izin konser dengan alasan kampanye. Karena dua hal itu (konser dan kampanye) adalah sesuatu yang berbeda.

“Ini harus kita luruskan, jangan sampai orang memanfaatkan. Dia buat konser, tapi dia juga buat kampanye. Kalau kampanye benar, kita ke sana (lokasi) mengamankan dari (izin) Bawaslu,” jelas Rudi.

Sementara Siti Rafika, salah satu sahabat Ahmad Dhani menyebutkan, sebelumnya pihak Event Organizer (EO) telah mengatakan kepada dirinya bahwa izin sudah dikantongi.

“Mereka mengatakan izin sudah dikantongi,” tambahnya.

Konser solidaritas ini sedianya akan mendatangkan Cawapres Sandiaga Uno sebagai guest star. Namun karena kesibukan kampanye di beberapa tempat, Sandi tidak bisa hadir.


(iwd/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diminta Tunjukkan Surat Izin Konser, Panitia Malah Beri Izin Kampanye

Surabaya

Polisi menegaskan konser solidaritas Ahmad Dhani ‘Hadapi Dengan Senyuman’ tidak bisa digelar karena pihak penyelenggara masih terganjal izin pelaksanaan konser. Penegasan itu sudah polisi sampaikan ke panitia penyelenggara.

“Untuk hari ini tidak bisa dilaksanakan,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan saat berdiskusi dengan sejumlah panitia di Grand City, Minggu (10/3/2019).

Dalam diskusi itu, polisi sempat meminta surat izin penyelenggaraan konser. Panitia memang memberikan sebuah surat izin. Tetapi surat izin itu bukan surat izin penyelenggaraan konser, namun surat izin kampanye dari bawaslu.

“Kampanye sama konser itu beda. Kalau kampanye ke Bawaslu. Kalau kampanye itu kan nggak boleh menarik duit, iya to,” kata Rudi

Rudi tak ingin pihaknya disalahkan karena tidak memberikan izin konser dengan alasan kampanye. Karena dua hal itu (konser dan kampanye) adalah sesuatu yang berbeda.

“Ini harus kita luruskan, jangan sampai orang memanfaatkan. Dia buat konser, tapi dia juga buat kampanye. Kalau kampanye benar, kita ke sana (lokasi) mengamankan dari (izin) Bawaslu,” jelas Rudi.

Sementara Siti Rafika, salah satu sahabat Ahmad Dhani menyebutkan, sebelumnya pihak Event Organizer (EO) telah mengatakan kepada dirinya bahwa izin sudah dikantongi.

“Mereka mengatakan izin sudah dikantongi,” tambahnya.

Konser solidaritas ini sedianya akan mendatangkan Cawapres Sandiaga Uno sebagai guest star. Namun karena kesibukan kampanye di beberapa tempat, Sandi tidak bisa hadir.


(iwd/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Soal Prabowo Buka Kostum di Subang: Bajunya Diminta Warga

Jakarta – Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto sempat membuka kemeja safarinya saat menyapa pendukungnya di Subang dalam suasana hujan. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar mengatakan warga di subang sempat meminta kemeja yang dikenakan Prabowo.

“Massa itu bilang pak bajunya, bajunya, teriak. Dia pengen karena seneng dengan baju Pak Prabowo itu bajunya diminta ya artinya Pak Prabowo buka saja. Buka kemudian beliau lemparkan, itu spontan saja,” ujar Koordinator Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar, di Swiss Belresidence, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Dahnil melanjutkan, aksi spontan Prabowo itu juga pernah dilakukan Prabowo saat masih menjadi prajurit TNI.

“Ya pak Prabowo senang saja. Pak Prabowo kan mantan prajurit ya jadi ekspresi ekspresi spontan itu muncul,” ujarnya.
Diketahui, Aksi Prabowo membuka baju dan melemparkannya ke arah pendukung dilakukannya dari atas mobil dan direkam dalam video yang diunggah oleh beberapa akun di media sosial. Dalam video itu, Prabowo awalnya tampak menyapa pendukungnya dari atas mobil.

Prabowo terlihat mengenakan kemeja safarinya berwarna cokelat. Prabowo tampak beberapa kali mengacungkan salam dua jari khas Prabowo-Sandiaga Uno. Saat video itu diambil, cuaca sedang hujan. Prabowo terus menyapa pendukungnya sebelum dia membuka kemeja itu dan melemparkannya ke pendukung.
(yld/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bantah Sekamar dengan Andi Arief, Livy Andriany Diminta Polisi Melapor

Liputan6.com, Jakarta – Polri memastikan wanita berinisial L dalam kasus penyalahgunaan narkoba politikus Partai Demokrat Andi Arief belum tentu Livy Andriany. Polisi pun mempersilakan wanita yang merupakan caleg dari Partai Nasdem itu melapor jika merasa dirugikan. 

“Silakan saja kalau merasa dirugikan, lapor. Kan ada mekanismenya,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2019).

Iqbal menuturkan, L yang ada bersama Andi Arief dalam kasus penyalahgunaan itu belum tentu Livy. L merupakan sahabat Andi yang tidak memiliki latar belakang sebagai politikus. 

“Inisialnya L tapi tidak ada kaitannya dengan yang beredar itu, ada (isu) yang sampaikan bahwa itu caleg, politikus, tapi tidak ada kaitannya sama sekali,” ucap Iqbal. 

L tidak diamankan saat penggerebekan di kamar yang dihuni Andi Arief berlangsung. Namun Iqbal tidak mengungkapkan di mana wanita tersebut diamankan. Iqbal juga tak membeberkan di mana L berada saat penggerebekan berlangsung. 

“Sedang didalami. Kita akan sampaikan berikutnya,” kata Iqbal. 

2 dari 2 halaman

Bantahan Livy Andriany

Sebelumnya, Livy membantah dirinya sebagai sosok wanita yang disebut-sebut bersama Andi Arief saat digerebek menggunakan sabu di sebuah hotel di Jakarta.

Livy menegaskan, dirinya tengah bersama keluarga menikmati akhir pekan saat penggerebekan Andi Arief berlangsung.

Dia pun menyesalkan beredarnya foto dan narasi yang menyebut dirinya sebagai wanita yang bersama Andi Arief saat ditangkap polisi. Livy mengultimatum pihak-pihak agar tidak mengaitkan dirinya dengan kasus narkoba yang menimpa Andi Arief. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: