Menang Telak, Musica Trinity Jumpa Djarum Kudus di Final Superliga Badminton

Liputan6.com, Bandung Tim putra PB Musica Trinity melaju ke final Djarum Superliga Badminton 2019. Musica Trinity dipastikan lolos ke final setelah menang 3-0 atas PB Jaya Raya Jakarta di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jumat (22/2/2019).

Anthony Sinisuka Ginting yang tampil di partai pertama babak semifinal Superliga Badminton menang atas Tommy Sugiarto dengan skor 21-14 dan 21-16. Pada partai kedua, Musica yang menurunkan Fajar Alfian / Vladirmir Ivanov memberi kejutan dengan mengalahkan pasangan Hendra Setiawan / Marcus Fernaldi Gideon dengan skor 22-20 dan 22-20.

Jonatan Christie menjadi penentu kemenangan Musica Trinity di partai ketiga lewat kemenangan dua game langsung atas Tien Minh Nguyen dengan skor 21-10 dan 21-15. Tampil lebih percaya diri, Jonatan mengambil alih kendali permainan tanpa sedikitpun memberi celah untuk lawan mengembangkan permainan.

“Saat kedudukan unggul 2-0 saya jadi lebih enjoy saat memulai pertandingan. Selain itu, saya juga sudah tahu betul permainan lawan seperti apa. Dan dari awal pertandingan saya langsung mengambil alih kendali dan mengatur tempo permainan,” kata Jojo, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Manajer tim PB Musica Trinity, Effendy Widjaja justru mengaku tidak menyangka bila anak asuhannya bisa menang dengan telak tanpa balas. “Kita malah tidak menduga bisa menang 3-0. Karena kalau dilihat secara ranking, pemain ganda kita berada di bawah tim lawan. Tapi, justru kita bisa menang dengan begitu cepat dan sempurna,” kata Effendy usai laga semifinal Superliga Badminton.

Menurutnya, kejutan justru hadir dari Fajar / Vladimir. Pasangan ini merupakan bagian dari strategi baru PB Musica. “Sebelumnya kita tidak menyangka kalau mereka bisa mengalahkan Hendra/Marcus. Tapi ternyata mereka bisa tampil maksimal dan memenangkan pertandingan,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Tak Gentar Hadapi PB Djarum Kudus

Di laga final, PB Musica akan kembali menghadapi PB Djarum Kudus untuk ketiga kalinya secara beruntun. PB Djarum Kudus mengalahkan Berkat Abadi 3-0 di semifinal.

Peraih empat gelar juara superliga secara berturut-turut ini menyatakan siap merebut tahta kelima kalinya. “Kita harus mengakui PB Djarum Kudus unggul di sektor ganda. Tapi, kita punya peluang di sektor tunggal,” kata Effendy.

“Untuk pertandingan besok kuncinya ada di partai pertama. Kalau kita kalah di partai pertama, pasti partai selanjutnya akan lebih berat. Semua masih punya peluang yang sama untuk juara superliga tahun ini,” tutup Effendy.

Laga final tim putra akan berlangsung pada Minggu (24/20/2019) pukul 13.00 WIB.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Bawaslu Periksa 15 Camat di Makassar yang Dukung Jokowi

Makassar

Sebanyak 15 camat di Makassar, Sulawesi Selatan, diperiksa Bawaslu terkait laporan video dukungan terhadap capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Bawaslu akan mengkaji keterangan para camat itu untuk memutuskan ada-tidaknya unsur pelanggaran untuk ditindaklanjuti.

“Saat ini kami sedang melakukan registrasi, ada 15 pihak yang kami undang, (tapi) tidak secara bersamaan, (melainkan) berangsur-angsur karena tim klarifikasi kami tentunya terbatas,” ujar Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf, Jumat (22/2/2019).

Bawaslu, ditegaskan Azry, menerima tiga laporan terkait video dukungan camat terhadap Jokowi-Amin. Bawaslu, berdasarkan ketentuan, wajib menindaklanjuti laporan tersebut.

Azry menyebut Bawaslu punya waktu 14 hari melakukan penanganan laporan. Keterangan para terperiksa juga akan diplenokan.

“Berkaitan dengan rekomendasi kami ke KemenPAN-RB dan Komisi Aparatur Sipil Negara, itu sudah menjadi standar bagi kami untuk meneruskan itu terkait dengan pelanggaran hukum lainnya. Kami akan melakukan kajian dan kami akan menentukan seperti apa faktanya dan seperti apa rekomendasi,” ujar Azry.

Sebelumnya, beredar video yang berisi deklarasi dukungan kepada calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi). Video berdurasi 1 menit itu diawali perkenalan diri seseorang bernama Syahrul Yasin Limpo. Dia adalah mantan Gubernur Sulsel.

“Saya, Syahrul Yasim Limpo, beserta seluruh camat se-Kota Makassar,” kata Syahrul di awal video seperti dilihat detikcom, Kamis (21/2). Ucapan Syahrul lalu diikuti beberapa orang yang mengaku sebagai camat di Makassar. Dalam video itu, Syahrul menyatakan dukungan dan tekad mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Mendukung calon presiden nomor 01 Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin satu periode lagi menjadi presiden. Mari sama-sama berjuang dan berjihad untuk nomor…,” kata Syahrul. Rekaman video terputus pada menit pertama.


(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Begini Alur dan Skor Seleksi Kompetensi di PPPK

Liputan6.com, Jakarta – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I akan digelar pada 23 hingga 24 Februari 2019. Peserta PPPK akan melalui tahap Computer Assisted Test (CAT) terlebih dahulu untuk menyelesaikan tes kompetensi.

Berdasarkan rilis resmi BKN, peserta akan mendapat waktu 100 menit untuk menyelesaikan 40 soal Kompetensi Teknis, 40 soal Kompetensi Manajerial, dan 20 soal kompetensi sosio kultural.

Ada pula wawancara berbasis komputer selama 20 menit yang terdiri atas 10 soal.

Berikut metode penilaian masing-masing subtes yang harus dikerjakan pelamar PPPK:

1. Kompetensi teknik: nilai 3 jika jawaban benar dan 0 jika salah atau kosong.

2. Kompetensi manajerial: nilai 1 jika jawaban benar dan 0 jika salah atau kosong.

3. Kompetensi sosio kultural: nilai 2 jika benar dan 0 jika jawaban salah atau kosong.

4. Wawancara berbasis komputer: nilai 3 atau 2 atau 1 untuk jawaban yang diberikan dan jika kosong atau tak menjawab nilainya 0

Pada peserta yang lolos seleksi administrasi PPPK bisa mengikuti tahap tes ini. Pengumuman seleksi administrasi dilakukan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat atau via situs resmi SSCASN. Sejauh ini, terdapat 73.393 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi. 

Sekadar informasi, rekrutmen PPPK Tahap 1 ini dikhususkan untuk Tenaga Harian Lepas (THL) Penyuluh, Dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Baru, serta eks Tenaga Honorer Kategori II untuk jabatan Guru (termasuk Guru Kemenag), Tenaga Kesehatan, Penyuluh Pertanian dari yang ada dalam database BKN tahun 2013, dan memenuhi persyaratan Peraturan Perundang-Undangan.

2 dari 5 halaman

95.290 Orang Daftar PPPK Tahap 1, Daerah Mana yang Paling Diburu?

Masa pendaftaran rekruitmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) Tahap 1 melalui laman sscasn.bkn.go.id, resmi ditutup pada 17 Februari 2019 pukul 24.00 WIB.

Rekrutmen PPPK Tahap 1 ini dikhususkan untuk Tenaga Harian Lepas (THL) Penyuluh, Dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Baru, serta eks Tenaga Honorer Kategori II untuk jabatan Guru (termasuk Guru Kemenag), Tenaga Kesehatan, Penyuluh Pertanian dari yang ada dalam database BKN tahun 2013, dan memenuhi persyaratan Peraturan Perundang-Undangan.

Data pada situs Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) menyebutkan per 18 Februari 2019 pukul 00.01 WIB akun pelamar seleksi PPPK berjumlah 95.290 dan akun yang berhasil mendaftarkan atau submit dokumen pada web SSCASN sebanyak 87.561.

Dalam data yang dilaporkan oleh Tim Publikasi SSCASN di akun Facebook BKN, status submit dokumen pada Kementerian Agama sebesar 9.642 dan Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebesar 3.031.

Sementara itu, dalam data tersebut juga dapat dilihat bahwa terdapat Wilayah Kerja Kantor Regional (Wilker Kanreg) yang paling banyak diburu. Kira-kira Wilker Kanreg BKN mana saja? Berikut uraiannya: 

3 dari 5 halaman

Daftarnya

Wilker Kanreg BKN Yogyakarta

1. Kab Brebes: 906

2. Kab Jepara: 697

3. Kab Demak: 691

Wilker Kanreg BKN Surabaya

1. Kab Jember: 1.332

2. Kab Bangkalan: 1.035

3. Kab Sumenep: 973

Wilker Kanreg BKN Bandung

1. Kab Cianjur: 2.159

2. Kab Garut: 1.743

3. Kab Bogor: 1.701

Wilker Kanreg BKN Makassar

1. Kab Bone: 1.184

2. Kab Luwu: 474

3. Kab Luwu Utara: 463

4 dari 5 halaman

Berikutnya

Wiker Kanreg BKN Jakarta

1. Kab Lampung Tengah: 485

2. Kab Lampung Utara: 427

3. Kab Lampung Timur: 371

Wilker Kanreg BKN Medan

1. Kab Simalungun: 293

2. Kab Serdang Bedagai: 279

3. Kab Deli Serdang: 222

Wilker Kanreg BKN Palembang

1. Kab OKI: 372

2. Kab Banyuasin: 365

3. Kab Musi Rawas: 241

Wilker Kanreg BKN Banjarmasin

1. Kab Tabalong: 177

2. Kota Samarinda: 141

3. Kab Banjar: 137

5 dari 5 halaman

Selanjutnya

Wilker Kanreg BKN Denpasar

1. Kab Bima: 1.232

2. Kab Lombok Tengah: 752

3. Kab Sumbawa: 634

Wilker Kanreg BKN Manado

1. Kab Gorontalo: 184

2. Kab Bone Bolango: 111

3. Kab Minahasa Selatan: 77

Wilker Kanreg BKN Pekanbaru

1. Kab Kampar: 502

2. Kab Pasaman Barat: 429

3. Kab Pesisir Selatan: 423

Wilker Kanreg BKN Banda Aceh

1. Kab Aceh Timur: 281

2. Kab Aceh Tengah: 231

3. Kab Aceh Tamiang: 164


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Camat di Makassar Dukung Jokowi, TKN: Setiap WNI Punya Hak Memilih

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mempersilakan pihak-pihak yang mau melaporkan video dukungan camat di Makassar untuk capres petahana andai menganggap ada aturan yang dilanggar. Meski demikian, TKN mengingatkan bahwa setiap warga negara Indonesia punya hak memilih.

“Kalau dinilai melanggar aturan tentu silakan aja untuk dilaporkan ke pihak yang berwenang yang terkait proses tersebut, tapi kita harus tahu bahwa di dalam proses politik itu setiap warga negara memiliki hak individual untuk memilih,” kata jubir TKN, Ace Hasan Syadzily, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Ace menilai selama tak melanggar aturan, apa yang dilakukan para camat di Makassar tak seharusnya dipersoalkan. Menurutnya, video yang beredar bukanlah ajakan untuk memilih paslon tertentu, melainkan bentuk sikap politik saja.
“Selagi itu tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku maka saya kira kenapa kita mesti persoalkan. Misalnya upaya itu dilakukan dengan mengajak masyarakatnya untuk memilih. Ya saya kira kalau bentuknya bukan ajakan, tetapi menunjukkan sikap politik kenapa harus dipersoalkan,” ujar Ace.

Ia menilai Bawaslu dan KPU akan bersikap netral dalam menangani viralnya video camat se-Makassar dukung paslon 01. Ace mengaku pihaknya tidak bisa mengintervensi proses hukum.

“Saya kira Bawaslu dan KPU memiliki independensi untuk mengambil langkah-langkah yang memang dinilai melanggar hukum. Kami tidak bisa mengintervensi. Dan kalau memang dinilai berat sebelah ya tanyakan ke KPU. Kami sendiri sering mendapatkan teguran dari KPU dan Bawaslu. Jadi itu sesuatu yang biasa saja,” ungkap Ace.

Sebelumnya, beredar video yang berisi deklarasi dukungan untuk capres petahana Jokowi. Video berdurasi 1 menit itu diawali perkenalan diri Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Sulsel.

“Saya, Syahrul Yasin Limpo, beserta seluruh camat se-Kota Makassar,” kata Syahrul di awal video seperti dilihat detikcom, Kamis (21/2). Ucapan Syahrul lalu diikuti beberapa orang yang mengaku sebagai camat di Makassar. Dalam video itu, Syahrul menyatakan dukungan dan tekad mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Mendukung calon presiden nomor 01 Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin satu periode lagi menjadi presiden. Mari sama-sama berjuang dan berjihad untuk nomor…,” kata Syahrul. Rekaman video terputus pada menit pertama.

(yld/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tepis THR PNS Politis, Inas Sebut Kebijakan Jokowi Memihak Rakyat

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menepis tuduhan politisasi di balik kebijakan pemberian THR 2019 dan Gaji ke-13 untuk PNS atau ASN. Kebijakan ini dinilai TKN harus disikapi sebagai pemenuhan kebutuhan PNS.

“Semoga kita semua punya hati nurani dalam menyikapi kebijakan pemerintah ini yang begitu memihak kepada rakyat kecil serta menghargai kerja keras PNS dan ASN selama setahun belakangan ini yang beritu hiruk pikuk dan melelahkan akibat tahun elektoral ini,” ujar anggota TKN Nasrullah Zubir pada wartawan, Jumat (22/2/2019).

“(Kebijakan tersebut) harus dilihat sebagai kebutuhan PNS dan ASN dalam mempersiapkan pendidikan lanjutan bagi putra dan putrinya,” imbuh Inas.

Selain itu, dia menyebut gaji ke-13 sudah dianggarkan ke APBN. Gaji ke-13 dan THR disebut Inas sebagai hak dari PNS yang harus dipenuhi pemerintah.

“Jadi tidak ada masalah untuk dibagikan sesuai peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah dan tentunya menjadi kabar gembira bagi PNS dan ASN terutama yang putra dan putrinya sedang sibuk mendaftar ke perguruan tinggi,” sebutnya.

Perihal kebijakan itu sebelumnya dikomentari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi sebagai calon presiden (capres) dituding BPN tengah ‘kejar tayang’ demi perolehan suara pada 17 April 2019.

“Saya kira ini kebijakan bernuansa politis ya. Kebijakan ini kejar tayang biar Pak Jokowi terlihat punya jasa di mata ASN,” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga bidang ekonomi, M Kholid, kepada wartawan, Jumat (22/2).

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(yld/dhn)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pelajar RI ‘Kerjai’ Layanan AS, KPAI Ingatkan Konten Negatif Film

Jakarta – Pelajar SMK berinisial AAP (17) ‘mengerjai’ layanan pencegahan bunuh diri Amerika Serikat (AS) dengan alasan menyelesaikan tugasnya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan perbuatan AAP.

“Meski niatnya baik untuk menguji kualitas layanan publik, sebaiknya tidak dilakukan,” kata Ketua KPAI Sutanto saat dihubungi, Kamis (21/2/2019).

Menurut Sutanto, alasan untuk tugas sekolah juga tidak bisa sepenuhnya dibenarkan. Dia berpendapat tindakan tersebut harus dipikirkan akibatnya.

Terkait tindakan ini, AAP diketahui terinspirasi serial remaja di website TV Amerika Serikat berjudul ’13 Reasons Why’. KPAI memandang orang tua perlu mengawasi tontonan setiap anak.

“Tak sedikit film menginspirasi anak mempraktikkan apa yg dilihat dalam film. Maka peran orangtua dalam hal ini sangat diperlukan untuk memberikan literasi pada anak agar konten negatif dalam film tidak dipraktikkan dalam dunia nyata. Orangtua harus memilihkan film-film yang edukatif buat anak agar stimulasi tumbuh kembang anak positif,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, layanan pencegahan bunuh diri di AS menerima telepon dari AAP, yang diketahui berada di Indonesia, pada Selasa, 19 Februari 2019 pukul 10.22 pagi waktu AS. Call center milik Amerika Serikat itu langsung berkoordinasi dengan Atase Polri di KBRI Washington, DC, untuk mencegah AAP merealisasi ancamannya.

Keesokan harinya, Rabu (20/2), Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melacak nomor AAP dan berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur untuk memastikan kondisi AAP. AAP ditemukan selamat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan APP ingin mengetahui seberapa cepat respons aparat terhadap informasi yang dia berikan. Dia pun ingin menguji kemampuan bahasanya.

“Melakukan hal tersebut untuk mengetahui seberapa cepat aparat menindaklanjuti laporannya serta untuk menguji kemampuan bahasa Inggris-nya,” ujar Dedi.
(abw/zak)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pergi Liburan, Ahok Berkeliling Pulau Dewata Pakai Volkswagen Safari

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang hobi menyetir mobil. Bahkan, pria yang kini lebih senang dipanggil BTP ini, tidak lepas dari hobinya mengendarai roda empat, bahkan saat ia pergi liburan ke Bali.

Dilihat dari vlog terbarunya, pria yang kini menjadi kader partai PDI Perjuangan ini berkeliling pulau Dewata menggunakan salah satu mobil klasik legendaris, Volkswagen (VW) Safari. Bahkan, Ahok begitu mengetahui sejarah mobil asal Jerman ini.

“VW Safari, jaman dulu sih masih suka kebakaran di belakang karena mesinnya berbedakatan dengan bensin. Saya masih ingat sekali itu, tahun 70-an, saya masih 10 tahun” ujar Ahok saat membuka kap mesin VW Safari yang berada di belakang.

Setelah melihat-lihat VW Safari berkelir merah, dan bertanya terkait mobil klasik tersebut kepada sang pemilik atau komunitas, Ahok langsung berkendara dan menyetir sendiri.

“Aduh sudah lama saya tidak bawa mobil manual,” tambah Ahok saat menyoba mobil klasik beratap terbuka ini berkeliling Bali.

Saat mengendarai VW Safari klasik ini, Ahok terlihat sangat santai. terlebih, saat menyetir berbarengan dengan mendengarkan musik. Namun, saat masuk ke jalan raya, Ahok hanya jadi penumpang, karena sepertinya ia masih belum mengurus SIM-nya yang sudah mati.

2 dari 3 halaman

Ahok Mau Perpanjang SIM

Selama perjalanan di dalam mobil, obrolan santai antar ayah dan anak terjadi. Selain takjub dengan perubahan Jakarta. Ia juga akan membuat SIM baru, karena masa berlakunya sudah lewat sejak Juni 2018.

“Harusnya gue yang menyetir. SIM belum ada. SIM papa sudah lewat. Ini SIM B1. Ternyata udah lewat Juni 2018. Kita bikinnya 2013,” kata Ahok dalam vlog-nya. Selain itu, Ahok memegaskan kembali keinginannya tersebut merupakan salah satu yang akan ia lakukan setelah keluar dari penjara pada akhir video. Hal itu dikarenakan keinginan Ahok untuk melakukan touring tol Jakarta-Surabaya.

“Yang paling mau saya lakukan mau bikin SIM, karena SIM saya sudah  lewat, udah berakhir pas ulang tahun kemarin. Mau nyetir saya. Mau touring. Sebenarnya saya mau touring tol Jawa,” ujar Ahok.

Terlihat juga dalam vlog, Ahok sangat antusias saat melewati jalan Simpang Susun Semanggi. Pengakuannya, itu merupakan kali pertama ia menjajal proyek yang dibuatnya saat masih menjabat sebagai Gubernur.

“Emang belum pernah? Enggak pernahlah. Waktu resmi kan papa sudah ditahan, sudah dikurung. Waktu belum jadi aja gua naik sini iya, enggak? Waktu mau nyambung papa naik. Sekarang kita lihat,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Cerita Lagu Boneka Abdi Mendadak Populer sebagai Pemanggil Arwah

Liputan6.com, Bandung – Mendengarkan lagu bagi sebagian orang adalah cara menghibur diri atau menghilangkan bosan. Di sisi lain, lagu yang sudah familiar di telinga ternyata ada beberapa yang dikaitkan dengan kejadian aneh atau misterius.

Bagi yang bermukim di daerah Jawa Barat, tentu hafal dengan lagu “Boneka Abdi”. Mengingat lagu “Boneka Abdi” sudah ada sejak lama, hingga saat ini lagu tersebut masih kerap dinyanyikan oleh banyak orang, terutama anak-anak.

“Boneka Abdi” dibawakan dengan bahasa Sunda. Liriknya sebagai berikut: “Abdi teh ayeuna gaduh hiji boneka. Teu kinten saena sareng lucuna. Ku abdi di erokan, erokna sae pisan. Cing mangga tingali boneka abdi”.


Jika diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya begini: Saya sekarang punya sebuah boneka. Tak terkira bagus dan lucu. Saya pakaikan rok, roknya pun bagus. Ayo silakan lihat boneka saya.

Sekilas tak ada yang mengerikan dari lagu anak-anak tersebut. Bahkan, nyaris tidak ada hal yang menyeramkan yang dikandung dari lirik lagunya. Makna lagunya pun cenderung riang dan gembira.

Lalu, dari mana unsur kemistikan lagu “Boneka Abdi” berasal?

Pada awalnya, lagu ini mulai jadi lagu menyeramkan kala muncul dalam film Jelangkung (2011) sebagai latar kedatangan hantu suster ngesot. Lagu tersebut semakin populer setelah dijadikan soundtrack dalam film horor berjudul Danur (2017).

Seperti diungkapkan penyanyi dan penulis Risa Saraswati saat membuat lagu Story of Peter yang bercerita tentang sahabat hantu. Untuk diketahui, Story of Peter merupakan sebuah album musik perdana milik Sarasvati yang merupakan sebuah projek solo Risa yang dirilis pada tahun 2011.

“Bukan berniat menakuti, tapi pada masanya lagu ini konon memang digemari oleh anak-anak Belanda yang dulu pernah tinggal di Hindia Belanda atau sekarang bernama Indonesia,” kata Risa dalam blog-nya.

Selain itu, Risa sendiri mengaku ia pernah membawakan “Boneka Abdi” di atas sebuah panggung di Bandung bersama band Sarasvati. Menurut dia, pengunjung ketakutan mendengar lagu tersebut.

Kepopuleran lagu “Boneka Abdi” semakin meningkat seiring rilisnya film horor berjudul Danur yang disutradarai oleh Awi Suryadi di tahun 2017. Ceritanya pun diangkat dari sebuah novel misteri karangan dari Risa dengan judul Gerbang Dialog Danur.

Film ini mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Risa yang mempunyai kemampuan indigo. Dari situ, ia bisa melihat hal-hal gaib yang tidak bisa dilihat orang lain. Risa sendiri bersahabat dengan lima hantu anak anak Hindia Belanda yang meninggal saat pendudukan Jepang. Kelimanya, yaitu Peter, Hans, Hendrick, William, dan Johnsen.

Barangkali setelah dijadikan soundtrack film Danur, lagu ini berubah menjadi cukup mencekam jika dinyanyikan sendiri. Hal itu mengingat dalam film tersebut dijadikan lagu pemanggil hantu atau arwah.

2 dari 3 halaman

Lagunya Berasal dari Eropa

Terlepas dari ada atau tidaknya unsur mistik, lagu “Boneka Abdi” memang memiliki sejarah sebab lagu tersebut berasal dari Jerman.

Judul lagu aslinya adalah “Hanschen Klein”, sebuah lagu rakyat tradisional Jerman dan lagu anak-anak yang berasal dari periode Biedermeier dari abad ke-19. Bahkan, saking populernya, lagu tersebut akhirnya dibuat versi bahasa Inggris sebagai “Little Hans”.

Beberapa sumber menyebutkan, lagu yang satu ini sering dinyanyikan oleh para penjajah Hindia Belanda saat berada di Indonesia.

Singkat cerita, para penduduk pribumi terutama kaum ibu sering menyanyikannya untuk menghibur anak-anak mereka dengan lagu tersebut karena mereka sering mendengar dari majikannya.

Dalam versi bahasa Jerman, lagu ini mengisahkan tentang seorang anak laki-laki bernama Hans yang berpetulang mengelilingi dunia. Berbeda dengan versi bahasa Sunda yang malah menceritakan tentang sebuah boneka lucu.

Kemiripan dari kedua lagu tersebut hanyalah dalam nadanya. Sedangkan, lirik dan judulnya sangat berbeda. Berikut lirik dari judul “Hanschen Klein”.

Habschen klein ging allein, in die weite Welt hinein

Stock und Hut stehn ihm gut, ist gar wohlgemut

Doch die Mutter weinet sehr, hat ja nun kein Hanschen mehr

Da besinnt sich das Kind kehrt nach Haus geschwin.

Sedangkan dalam versi bahasa Inggris yaitu:

Little Hans went alone, out into the wide world

Staff and hat suit him well, he is in good spirits

But his mother cries so much, for she no longer has little Hans

Look! the child changes his mind, and returns quickly home.

3 dari 3 halaman

Cerita Rakyat

Retty Isnendes dari Departemen Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, lagu “Boneka Abdi” merupakan produk Kakawihan. Kakawihan merupakan salah satu bentuk folklor lisan hasil kebudayaan lama masyarakat Sunda.

Kakawihan ini sering dikaitkan dengan kaulinan barudak urang Sunda, artinya bahwa kakawihan tidak terlepas dari sebuah nyanyian yang sering dibawakan pada permainan anak-anak masyarakat Sunda.

“Faktanya, lagu “Boneka Abdi” ini sudah ada sejak saya masih anak-anak usia lima tahun dan sering dinyanyikan oleh orangtua kepada anak-anaknya,” kata Retty sambil menambahkan lagu tersebut bermaksud untuk menghibur anak-anak.

Lebih jauh Retty mengungkapkan, lagu “Boneka Abdi” pernah diteliti asal muasalnya. Jika dilihat dari kalimat yang dipakai dalam lagu tersebut, sangat besar kemungkinan pengarang lirik lagu ini berasal dari Priangan.

“Dapat disimpulkan lagu tersebut diciptakan seniman Priangan. Karena liriknya menggunakan undak-usuk (tingkatan bahasa Sunda) yang halus,” ucapnya.

Meski lagu aslinya berasal dari Jerman, lagu “Boneka Abdi” sudah menjadi folklor di masyarakat. Hal itu diperkuat dengan keberadaan lagu tersebut yang sudah dinyanyikan lebih dari satu generasi.

“Kemungkinan ada produk budaya yang dibawa dari luar jika diketahui pembawanya. Untuk pembawanya siapa memang belum ada penelitiannya. Akan tetapi sudah kadung populer dan sampai ke tanah Sunda,” kata Retty.


Simak video pilihan berikut ini:

Tuan dan Puan dari Melayu O atau Melayu E?

Liputan6.com, Pekanbaru – Bahasa menjadi pembeda meski masyarakat berada dalam wadah sama bernama negara. Bahasa menjadi ciri kebudayaan dan identitas bagi penuturnya sebagai petunjuk dari daerah mana dia berasal.

Di Indonesia, tentu sudah tidak asing lagi dengan Melayu dan kebudayaannya. Melayu kemudian kian lekat dengan sebagian besar masyarakat yang tinggal di Sumatera, misalnya Riau, dan beberapa provinsi tetangga seperti Jambi, Sumatera Selatan, hingga Bangka Belitung.

Bagi masyarakat Melayu Riau, bahasa ini tentu saja menjadi bahasa ibu atau pertama kali diperoleh, dipelajari dari orangtua, lalu dituturkan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun perlu diketahui, pengucapan dalam Melayu itu beragam tergantung dari kabupaten mana penuturnya berasal.

Di Riau sendiri, penuturan bahasa Melayu juga beragam dilihat dari pengucapan atau dialek huruf vokal berakhiran A menjadi O dan E dengan pengucapan ringan. Makanya, ketika seseorang mengaku Melayu, akan ditanya apakah Melayu O atau E.

Sebagai contoh pengucapan “kata”, ada yang menuturkan menjadi “kate” atau “kato”, kata “ke mana” biasanya diucapkan jadi “ke mane” atau “ke mano”.

Kemudian ada juga menggugurkan pemakaian huruf R lalu diganti dengan O, baik yang ada di tengah ataupun akhir kata. Misalnya telur menjadi “telo”, tidur menjadi “tido”, pergi menjadi “pegi”, berjalan menjadi “bejalan”.

Secara umum, perbedaan dialek O dan E karena geografis wilayah. Biasanya, dialek O sangat identik dengan masyarakat Melayu daratan sementara E bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.

Daerah pesisir sebut saja Bengkalis, Meranti, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir, sebagian Pelalawan. Kemudian daratan misalnya Kampar, Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, sebagian Pelalawan.

Terkadang, ada juga masyarakat Melayu pesisir yang dialeknya lebih banyak kepada O. Biasanya terjadi karena akulturasi budaya dengan wilayah daratan.

2 dari 2 halaman

Saling Menjaga Bahasa Ibu

Menurut Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau, Al Azhar, perbedaan dialek itu sampai sekarang masih terjaga. Setiap daerah masih menjaga bahasa ibu sebagai cara berkomunikasi yang pertama kali diperoleh.

“Hanya saja ketika diajak berbahasa Indonesia, masyarakat langsung mengerti. Bahasa Indonesia dianggap sebagai bahasa Melayu baku, tapi tetap saja berbeda dengan bahasa ibu (Melayu asli),” sebut Al Azhar di Pekanbaru, Rabu, 20 Februari 2019.

Al Azhar menjelaskan, perbedaan itu tidak menjadi penghalang komunikasi ketika dua ‘penganut’ dialek itu bertemu. Satu dengan lainnya akan saling menghargai dengan menjaga bahasa ibu masing-masing.

“Ketika orang Indragiri berbicara, orang Siak paham, begitu pula sebaliknya tanpa berbahasa Indonesia. Misalnya ketika di LAM ini rapat, kan datuknya dari berbagai daerah, terkadang pakai bahasa masing-masing,” jelasnya.

Kata pria 58 tahun ini, terpeliharanya bahasa ibu karena masyarakat Melayu menjunjung tinggi kekerabatan dan rasa berkaum. Tak jarang ada yang melebur jika tahu lawan bicaranya memakai dialek lain.

“Misalnya orang Siak ngomong, terkadang orang Bengkalis mengikuti karena perbedaannya tipis sekali. Dan rasa kekerabatan inilah yang membuat bahasa ibu tetap bertahan,” ucap Al Azhar.

Lebih jauh, Al Azhar menerangkan, di Indonesia terdata 700 bahasa daerah. Sebagian bahasa daerah sudah tidak digunakan lagi karena kecenderungan masyarakatnya memilih memakai bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia penting karena sebagai pemersatu, tapi bahasa ibu tak boleh dilupakan karena itu yang menjadi ciri khas Indonesia,” sebut Al Azhar.


Simak video pilihan berikut ini:

Adira Finance Akan Lunasi Cicilan Kredit Nasabah, Ini Syaratnya

Liputan6.com, Denpasar – Adira Finance membuat gebrakan spektakuler. Lembaga pembiayaan ternama di Indonesia itu membuat program yang diberi nama Harcilnas alias harinya cicilan lunas. Head of Regional SSD Area Bali-Nusa Tenggara Adira Finance, Surya Almada Syahlani menjelaskan, program ini diluncurkan sebagai bentuk komitmennya terhadap nasabah yang berperan penting dalam pertumbuhan bisnis peruhasaannya.

“Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk selalu berinovasi menghadirkan program yang memberikan pengalaman menguntungkan bagi customer,” katanya di Sanur, Denpasar, Kamis (21/2/2019).

Program ini, ia melanjutkan, berlaku secara nasional. Program ini akan menjangkau seribu nasabah. Dari jumlah itu, sebanyak 250 nasabah akan dilunasi cicilannya oleh Adira Finance. Sementara sisanya sebanyak 750 nasabah akan dibayarkan satu bulan angsuran oleh Adira Finance.

“Artinya, jika nasabah katakanlah mengambil mobil baru berjalan tujuh kali angsuran dan memenangkan program ini, sisa tenor angsurannya kami yang akan melunasi. Itu untuk 250 orang yang beruntung. Sementara untuk 750 orang yang beruntung satu bulan angsurannya kami yang akan bayarkan,” ujarnya.

Program ini berlaku mulai 1 Februari 2019 hingga 31 Oktober 2019. Program ini akan diundi tiap bulan pada tanggal 17 selama program berjalan. Sementara untuk syarat pemenang undian tetap berbasis kepada point yang didapat para nasabah. Head of Branch SSD Denpasar 1 Adira Finance, Anugerah Nurprebawa menjelaskan, point-point itu didapat dari beberapa hal.

Nasabah baru yang pembiayaannya telah disetujui oleh Adira Finance akan mendapatkan 50 poin. Sementara nasabah lama yang telah memiliki pembiayaan berjalan dan mengajukan pembiayaan baru, akan mendapat 60 point. Terhadap hal ini, kedua pembiayaan bisa saja mendapat kesempatan untuk memenangkan hadiah yang ditawarkan dalam program Harcilnas ini.

“Lalu setiap membayar angsuran akan mendapatkan satu point. Program ini juga mengharuskan nasabah mendownload aplikasi kami yaitu Akses Adira Finance yang bisa diunduh di Play Store. Pengunduhan dan registrasi mendapatkan lima point,” ujarnya.

Nantinya, segala informasi pemenang program Harcilnas juga bisa dilihat di aplikasi tersebut. “Karena diumumkan setiap tanggal 17 mulai bulan Maret, maka setiap bulannya akan ada sekitar seratus pemenang yang beruntung. Program ini berlaku bagi tiga juta customer aktif kami di seluruh Indonesia. Pengumpulan point dimulai sejak 1 Februari hingga 1 Oktober,” ujar dia.

 Program ini bisa diikuti seluruh customer mulai dari mereka yang menggunakan jasa Adira Finance untuk pembiayaan otomotif, maupun lainnya.