Ketika Owa Jinak Jadi Beringas Serang Bocah di Riau

Liputan6.com, Pekanbaru – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor owa ungko dari Desa Bindur Picak, Kecamatan Koto Kampar, karena menyerang bocah berumur dua tahun.

Satwa bernama latin Hylobates agilis itu sudah berada di kandang transit BBKSDA di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.

Kepala Humas BBKSDA Riau Dian Indriati menjelaskan, satwa berbulu hitam itu merupakan peliharaan seorang warga di desa tersebut. Dipelihara sejak kecil, owa ungko itu sudah dewasa dan kini berusia 9 tahun.

Meski dipelihara sejak kecil, ternyata sifat liar ungko ini tak hilang begitu saja. Dia merasa terganggu dengan kehadiran bocah tetangga lalu menyerangnya hingga mengalami luka di bagian tangan.

“Kelamin ungko ini jantan, untuk korban sendiri sudah dirawat di bagian lukanya,” kata Dian kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Penyerangan ini dilaporkan warga sekitar ke BBKSDA Resort Kampar. Sejumlah petugas atas perintah Kabid Wilayah II Heru Sutmantoro menuju desa itu dipimpin Kepala Resort Kampar, Salman Yasir.

“Evakuasi berlangsung beberapa jam pada Rabu, 6 Februari 2019, yang juga melibatkan perangkat desa dan warga sekitar,” kata Dian.

Dalam evakuasi, petugas dibantu warga berusaha menggiring ungko yang lepas dari kandangnya itu. Umpan dipersiapkan menuju kandang milik petugas dan ungko akhirnya masuk ke perangkap.

“Kemudian dibawa ke Pekanbaru untuk pemeriksaan medis. Ungko itu dinyatakan sehat dan akan mendiami kandang transit sebelum dilepasliarkan,” terang Dian.

Atas kejadian ini, Dian mengimbau masyarakat supaya tak memelihara satwa dilindungi. Menurut Dian, satwa liar kalau dipelihara sewaktu-waktu bisa menyerang jika merasa terancam.

“Kalau masih ada masyarakat yang memelihara sebaiknya diserahkan ke petugas,” imbau Dian.


Simak video pilihan berikut ini:

Benda Merayap Bergerak Terekam X-ray, Ternyata Anak Buaya

Liputan6.com, Jambi – BKIPM dan Avsec cargo Bandara Sultan Thaha Jambi menggagalkan pengiriman empat ekor anak buaya (Crocodylus porosus) dan satu ekor anak biawak (Varanus salvator) yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi menggunakan paket tujuan Makassar Sulsel dan Malang Jawa Timur.

Kepala Humas BKIPM Jambi Sukarni di Jambi, mengatakan dua jenis reptilia yang dilindungi tersebut berhasil digagalkan pengirimannya pada waktu yang berbeda. Satu ekor anak biawak akan dikirim ke Malang, Jawa Timur dan berhasil digagalkan pada 10 Januari lalu. Sedangkan, empat ekor anak buaya muara digagalkan pengirimannya pada Rabu 16 Januari lalu dengan tujuan ke Makassar.

Seperti dilansir Antara, Senin (21/1/2019), kedua jenis anak reptilia yang dilindungi tersebut saat ini diamankan BKIPM Jambi. Dalam waktu dekat akan diserahkan kepada BKSDA Jambi untuk dilepasliarkan ke habitatnya.

Pengungkapan kedua jenis anak reptilia tersebut berkat kerjasama antara petugas BKIPM Jambi dengan pihak Avsec cargo Bandara Sultan Thaha Jambi dan untuk empat ekor buaya yang tidak dilengkapi dokumen kesehatan ikan.

Sukarni mengatakan, upaya pengiriman anak buaya ini dikemas dalam sebuah kotak kardus dan dikirimkan menggunakan jasa pengriman ekspedisi, dengan keterangan pada resi kemasan tersebut adalah kain batik untuk identitas pengirim nama, alamat, dan nomor kontak tidak jelas. Paket kemasan tersebut akan dikirimkan dengan tujuan Sulawesi Selatan (Makassar) melalui kargo Bandara Sultan Thaha Jambi.

Terhadap barang kemasan tersebut saat ini telah dilakukan penahanan dengan dilengkapi Berita Acara Penahanan di BKIPM Jambi. Rencananya anakan buaya tersebut akan dikirim melalui cargo sekitar pukul 16.30 WIB dengan menggunakan pesawat, barang-barang kiriman tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan melalui X-ray oleh petugas Aviation Security (Avsec) cargo Bandara Sultan Thaha Jambi.

2 dari 2 halaman

Nasib Reptilia Selundupan

Pada saat pemeriksaan seluruh barang kiriman ekpedisi tersebut, ada satu buah kemasan yang isi barangnya terlihat menyerupai reptil dan bergerak yang tertera pada layar monitor X-ray, kemudian atas dasar kecurigaan tersebut petugas Avsec dan petugas karantina ikan yang sedang melaksanakan piket di kargo Bandara Sultan Thaha Jambi bersama-sama melihat isi barang kemasan tersebut melalui layar monitor X-ray.

Setelah dibuka isinya adalah empat ekor anak buaya muara (Crocodylus porosus) dengan berat rata-rata 146 gram, dan panjang 45 cm.

Sementara itu, untuk anak buaya yang akan dikirim ke Malang juga modusnya sama dan alamat yang dituju tidak jelas dan perbuatan itu telah melanggar UU Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan pasal 31 ayat (1) jo Pasal 6 huruf (a) dan (c) jo Pasal (1) angka (10).

Sebagai tindakan lebih lanjut pihak BKIPM Jambi, saat ini proses penangan kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan yang dilaksanakan oleh PPNS Stasiun BKIPM Jambi. Sementara, kata Sukarni, terhadap barang bukti tersebut nantinya akan diserahterimakan kepada pihak BKSDA Jambi yang selanjutnya akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Penyelundupan 4 Anak Buaya Digagalkan di Jambi

JambiPenyelundupan 4 anak buaya digagalkan petugas gabungan dari Jambi menuju Sulsel dan Jatim. Selain anak buaya, petugas juga menggagalkan pengiriman 1 anak biawak.

Humas BKIPM Jambi Sukarni di Jambi, Senin (21/1) mengatakan dua jenis reptil yang dilindungi tersebut berhasil digagalkan pengirimannya pada waktu yang berbeda. Anak biawak digagalkan pada 10 Januari dan anak buaya digagalkan pada 16 Januari.

Kedua jenis anak reptil yang dilindungi tersebut saat ini diamankan BKIPM Jambi dan dalam waktu dekat akan diserahkan kepada BKSDA Jambi untuk dilepas liarkan ke habitatnya.

Dilansir Antara, Senin (10/1/2019), Upaya pengiriman anak buaya ini dikemas dalam sebuah kotak kardus dan dikirimkan dengan menggunakan jasa pengriman ekspedisi. Untuk mengelabui petugasm pengrim menulis paket berupa kain batik. Identitas pengirim nama, alamat dan nomor kontak tidak jelas.

“Sebagai tindakan lebih lanjut pihak BKIPM Jambi, saat ini proses penangan kasus tersebut masih dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan yang dilaksanakan oleh PPNS Stasiun BKIPM Jambi dan terhadap barang bukti tersebut nantinya akan diserah terimakan kepada pihak BKSDA Jambi yang selanjutnya akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” kata Sukarni.

Paket kemasan tersebut akan dikirimkan dengan tujuan Sulawesi Selatan (Makassar) melalui kargo Bandara Sultan Thaha Jambi. Sedangkan pelaku dan penerima hingga masih dalam penyelidikan petugas.

(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>