Dilaporkan ke DKPP soal Reuni 212, Ini Tanggapan Komisioner Bawaslu Ratna Dewi

Kemudian dia menjelaskan apa yang disampaikan saat itu kepada awak media sudah jelas. Dan berdasarkan pantaun lewat saluran televisi. Sebab dia mengklaim fokus pada calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto yang diundang pada acara tersebut.

“Jangan sampai hal itu digunakan untuk menyampaikan pesan memilih dirinya. Nah itu yang saya lakukan dan berdasarkan hasil penglihatan dan pendengaran saya, Pak Prabowo itu tidak menyampaikan visi misi dan program. Dan itu fakta yang didapatkan. Jadi menurut saya tidak ada kesimpulan yang tergesa-tegesa,” papar Dewi.

Sebelumnya Presidium Nasional Jaringan Advokat Penjaga NKRI (Japri) Abdul Fakhridz Al Donggowi melaporkan Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo danAnggota Bawaslu DKI Jakarta, Puadi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemiliu (DKPP) di Bawaslu, Jakarta Pusat. Dalam laporannya, Abdul menjelaskan adanya pelanggaran pemilu yang dilakukan Dewi dan Puadi.

“Perbuatan yang kami laporkan itu adalah terkait dengan reuni 212. Setelah aksi itu berlangsung, muncul pernyataan Bapak Puadi maupun Ibu Ratna yang menyampaikan bahwa dalam aksi 212 tidak ada pelanggaran pemilu,” kata Abdul di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu 5 Desember 2108.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com.

Saksikan video menarik berikut ini:

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir turut larut dalam lantunan zikir dan doa bersama ribuan umat muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *