Sempat Cedera, Kondisi Van Dijk Tak Perlu Dikhawatirkan

Liverpool – Juergen Kloppp meredam kekhawatiran soal kondisi Virgil van Dijk. Klopp menegaskan tak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi bek Liverpool itu.

Van Dijk mengalami masalah pada pergelangan kakinya saat Liverpool menang 2-1 atas Tottenham Hotspur akhir pekan kemarin. Dalam pertandingan di Anfield, Minggu (31/3/2019) malam WIB, Van Dijk cedera setelah menggagalkan sebuah serangan balik Tottenham.

Pada prosesnya, kaki Van Dijk berbenturan dengan Moussa Sissoko. Usai pertandingan, pergelangan kaki bek asal Belanda itu terlihat dikompres.

Kini Klopp memastikan bahwa kondisi Van Dijk baik-baik saja. Bek berusia 27 tahun itu sudah kembali berlatih seperti biasa.

“Virgil berlatih kemarin (Selasa) dan hari ini, dia sudah berlatih normal, dan saya dengar tidak ada yang berbeda,” ujar Klopp seperti dilansir AS.

“Semua terlihat baik-baik saja, cukup bagus,” katanya.

Ini jadi kabar bagus bagi Liverpool jelang lawatan ke markas Southampton. The Reds akan menghadapi Southampton di St Mary’s Stadium pada Sabtu (6/4/2019) dini hari WIB.

(nds/rin)

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

Heboh E-KTP WNA, Kemendagri: Tak Perlu Dikhawatirkan

Fokus, Cianjur – 17 warga negara asing atau WNA memiliki KTP elektronik dari Disdukcapil Cianjur yakni China, Rusia, Filipina, Afghanistan, Arab Saudi, India, dan Amerika.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (27/2/2019), Kemendagri menyatakan pemberian KTP sudah sesuai prosedur hukum yang berlaku Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Bahkan, ke-17 WNA yang didominasi warga asal China ini juga karena mereka sudah memiliki Keterangan Izin Tinggal Menetap atau Kitap selama 5 tahun. Kendati demikian, mereka tidak bisa memberikan hak pilihnya pada pemilu serentak 2019.

“Itu dibuat di Disdukcapil Cianjur tapi memang sudah benar karena yang bersangkutan sudah memiliki izin tinggal tetap, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, KTP WNA itu tidak boleh memilih,” ucap Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh.

Dengan adanya WNA ber-KTP elektronik ini terkesan ada prioritas bagi WNA daripada WNI sendiri, khususnya warga di sejumlah pelosok daerah yang hingga kini belum mendapatkan KTP elektronik, kendati mereka sudah beberapa bulan lalu melakukan perekaman di kecamatan. (Muhammad Gustirha Yunas)

Heboh TKA Punya e-KTP, TKN Jokowi Duga Ada yang Sengaja Bikin Gaduh

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin meminta masalah adanya tenaga kerja asing (TKA) yang memiliki e-KTP tak diperpanjang. Sebab, persoalan TKA yang memiliki e-KTP sudah ada aturannya dalam Undang-undang.

“Peraturan TKA dengan kondisi tertentu wajib memiliki e-KTP diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2013. Produk UU ini kan yang bikin pemerintah dan parlemen, artinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan kepemilikan kartu identitas tersebutkan?” kata Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago saat dihubungi detikcom, Selasa (26/2/2019).

Terlebih lagi, menurut Irma, e-KTP milik TKA itu tidak bisa digunakan untuk memilih saat pemilu karena tak terdaftar di DPT. Ia kemudian menduga ada pihak yang sengaja memframing buruk kabar adanya TKA yang memiliki e-KTP itu untuk menyerang pemerintah.
“Yang menggoreng-goreng berita ini pasti yang punya tujuan buruk, yaitu untuk membuat kegaduhan dan Image negatif pada pemerintah. Aduh, cukup dong bikin-bikin fitnah seperti ini,” kata Irma.

Ia pun berharap dalam kontestasi Pemilu ini seluruh kontestan mengedepankan kualitas program kerja. Ia juga meminta oknum yang sengaja memframing buruk itu menghentikan aksi kampanye hitamnya.

“Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab saya himbau cukup, tinggalkan black campaign seperti ini, memalukan ketahuan kalau tidak cerdas dan nggak ngerti regulasi atau sengaja bikin hoax,” sebutnya

KPU sebelumnya telah menjelaskan duduk perkara kemunculan NIK TKA China di Cianjur dalam DPT Pemilu 2019. NIK TKA China berinisial GC itu muncul di DPT ketika dimasukkan bersama nama WNI berinisial B.

Masalahnya ternyata ada pada perbedaan NIK Pak B (warga negara Indonesia) di e-KTP dengan DPT yang bersumber dari DP4 Pilkada 2018. Pak B tetap bisa mencoblos pada Pemilu 2019, sedangkan GC (warga negara China) tidak bisa mencoblos.

“Poin pentingnya adalah Bapak GC dengan NIK ini tidak ada di DPT Pemilu 2019. Poin pentingnya itu,” tegas ujar komisioner KPU Viryan Aziz.
(ibh/rna)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ayo Ramai-Ramai Menjaga Rinjani dari Ulah Setan Pembakar Lahan

Liputan6.com, Mataram – Ancaman kebakaran hutan selalu mengintai kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pada musim kemarau, kobaran api bisa tiba-tiba muncul menghanguskan sabana dan pepohonan di pegunungan yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

Hampir setiap tahun, api menghanguskan sebagian kawasan sabana dan pepohonan besar di atas gunug tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Pulau Sumatera dengan ketinggian 3.805 mdpl.

Meskipun demikian, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi NTB selama ini, termasuk di kawasan Gunung Rinjani, tidak separah di provinsi lainnya yang menyebabkan terjadinya kabut asap.

Data Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), ratusan hektare sabana hangus terbakar. Api membakar kawasan yang didominasi rumput ilalang pada 19 September 2015. Kejadian sejak siang hari tersebut berlangsung hingga beberapa hari lamanya, dilansir Antara.

Peristiwa serupa juga terjadi pada 9 Oktober 2017. Api membakar rumput ilalang dan pohon cemara saat panas tering matahari. Api begitu cepat menjalar ke segala penjuru kawasan TNGR. Total luas kawasan yang terbakar mencapai puluhan hektare.

Bahkan, kobaran api sempat mengarah ke pemukiman penduduk Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, yang posisinya berada di kaki Gunung Rinjani. Namun, petugas berhasil mencegahnya.

Perjuangan memadamkan api yang dilakukan petugas taman nasional bersama TNI-Polri dibantu warga lokal juga terjadi pada Juni 2018. Sekitar 20 hektare sabana hangus menjadi abu setelah terbakar api beberapa jam lamanya.

Menurut Kepala BTNGR Sudiyono, upaya memadamkan api di dalam kawasan Gunung Rinjani, relatif sulit. Pasalnya, lahan yang terbakar berada pada kemiringan yang sulit dijangkau oleh petugas.

Pemadaman api dilakukan dengan menyiramkan air menggunakan alat penyemprot sederhana (jet sutter). Pasokan air dibawa menggunakan mobil tangki ke dalam kawasan yang masih memungkinkan untuk masuk kendaraan roda empat.

BTNGR memiliki dua mobil tangki air untuk memadamkan api dan membantu penyiraman material longsor yang menutup badan jalan di sekitar lingkar Gunung Rinjani.

Namun, upaya pemadaman api menggunakan peralatan semprot terkadang menemui hambatan jika lokasi api jauh dari tempat parkir mobil tangki. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya sumber mata air di sekitar lokasi kebakaran.

Dalam kondisi demikian, upaya pemadaman dilakukan secara tradisional (gepyok) agar api tidak meluas. Petugas bersama warga memukul kobaran api yang membakar rerumputan dengan “gepyok” yang terbuat dari ranting pepohonan basah.

2 dari 3 halaman

Ulah Manusia

Setiap peristiwa kebakaran di dalam hutan Gunung Rinjani, selalu muncul dugaan terjadi akibat pembakaran lahan kebun di sekitar kawasan.

Ada juga dugaan disebabkan ulah manusia yang membuang puntung rokok ke areal sabana. Api akhirnya berkobar karena rerumputan yang kering mudah terbakar meskipun hanya terkena api dari puntung rokok.

Kebakaran seperti itu sering terjadi ketika musim pendakian. Rata-rata jumlah pendaki mencapai 2.000-an orang per hari. Namun, belum pernah ada warga yang diproses hukum. Pasalnya, pihak berwenang kesulitan mendapatkan bukti-bukti kuat, meskipun penyebab kebakaran diduga kuat karena perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.

Kebakaran Permukaan Menurut Sudiyono, kebakaran di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani masih tergolong kebakaran permukaan karena hanya membakar rerumputan kering.

Berbeda dengan di Kalimantan dan Sumatera tergolong kebakaran bawah karena menghanguskan lahan gambut.

Kebakaran permukaan memang tidak begitu berdampak besar terhadap habitat satwa. Pasalnya, hewan-hewan berukuran besar memiliki insting menyelamatkan diri ke kawasan yang ditumbuhi pepohonan besar ketika terjadi kebakaran padang rumput.

Namun, hal yang paling diantisipasi adalah kebakaran bawah menjadi kebakaran atas, yakni terbakarnya pepohonan hingga kobaran api menjulang tinggi.

Hal itu bisa terjadi jika api yang membakar padang rumput dibiarkan menjalar ke dalam kawasan hutan yang ditumbuhi pepohonan.

Apalagi, hal itu tidak ditangani serius. Kobaran api juga bisa merembet ke pemukiman padat penduduk yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani, khususnya desa-desa di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Aktivitas pendakian sudah ditutup sejak terjadinya rentetan gempa bumi dengan magnitudo 6-7 Skala Richter (SR) yang terjadi pada 29 Juli hingga sepanjang Agustus 2018. Untuk sementara, tidak ada manusia yang naik gunung hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Sepinya para pendaki tentu berpengaruh terhadap kecilnya potensi kebakaran akibat ulah pendaki yang membuang puntung rokok sembarangan di dalam kawasan sabana.

Namun, hal yang paling dikhawatirkan adalah pembakaran lahan kebun oleh warga tanpa memperhatikan bahaya yang bisa ditimbulkan. Jika aktivitas tersebut tidak dikontrol, api bisa merembet ke dalam kawasan taman nasional yang jaraknya dekat dengan lahan milik warga.

3 dari 3 halaman

Sosialisasi Bahaya Pembakaran Lahan

Untuk mencegah terjadinya kebakaran hebat, BTNGR terus menerus melakukan sosialisasi bahaya pembakaran lahan kepada masyarakat di 38 desa lingkar Gunung Rinjani.

Sosialisasi dilakukan oleh petugas yang tersebar di Resor Sembalun dan Joben, Kabupaten Lombok Timur, dan Resor Setiling di Kabupaten Lombok Tengah, serta Resor Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

Pihaknya juga terus mengaktifkan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka selalu siap siaga dan cepat melapor kepada pihak berwenang ketika terjadi kebakaran di dalam kawasan hutan.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II BTNGR, Benedictus Rio Wibawanto, menyebutkan jumlah anggota MPA 90 orang. Mereka tersebar di Resor Sembalun 30 orang, Resor Senaru 30 orang, dan gabungan Resor Setiling-Joben 30 orang.

Ada juga Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP). Mereka adalah kelompok masyarakat sekitar hutan yang membantu polisi hutan (polhut) dalam pelaksanaan perlindungan hutan di bawah koordinasi, pembinaan, dan pengawasan instansi pembina.

Anggota MMP lingkar Gunung Rinjani berjumlah 136 orang yang tersebar di empat resor di wilayah kerja BTNGR. Mereka berasal dari berbagai unsur, seperti kepala dusun, guru, dan ibu rumah tangga yang sukarela dan ikhlas membantu menjaga kelestarian kawasan hutan.

BTNGR sebagai instansi vertikal di bawah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) juga membentuk kader konservasi. Mereka berasal dari semua kalangan, seperti guru, pecinta alam, anggota pramuka, dan ibu rumah tangga.

Seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap upaya menjaga Gunung Rinjani sudah pernah mendapatkan pelatihan, khususnya tentang teknis pemadaman api.

Materi tersebut diberikan oleh petugas khusus yang ahli memadamkan kebakaran hutan maupun melakukan pencarian dan pertolongan.

BTNGR memiliki dua petugas khusus yang tergabung dalam Satuan Manggala Agni Reaksi Taktis (SMART). Wadah tersebut dibentuk oleh Kementerian LHK dalam rangka menurunkan angka titik panas secara nasional pada 2010.

Pada awal musim kemarau setiap tahun, para pihak terkait dan masyarakat berkumpul dalam suatu apel siaga kebakaran hutan bersama anggota TNI-Polri. Khusus untuk anggota MPA yang terlibat dalam upaya pemadaman api diberikan apresiasi, meskipun nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan tugas yang harus dijalankan.

Bahkan, mereka harus menahan haus dan bercucuran keringat karena terbatasnya air bersih untuk diminum ketika berhadapan dengan api.

Semua yang terlibat dalam proses pemadaman api di dalam kawasan Taman Nsional Gunung Rinjani ibaratnya “Pantang pulang sebelum api padam”.

Mereka rela berhari-hari di atas gunung mendirikan kemah pos, sampai api benar-benar tidak menyala lagi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Real Madrid Siap Kirim Bale Kembali ke Tottenham

Liputan6.com, Madrid – Real Madrid sudah tidak tertarik memakai jsa Gareth Bale musim depan. Winger Timnas Wales itu berpotensi dilepas kembali ke klub lamanya, Tottenham Hotspur.

Seperti dilansir Marca, rencana menjual Bale tak lain demi memberikan ruang kepada Eden Hazard. Bukan rahasia lagi, Hazard ingin meninggalkan Chelsea untuk berkostum Real Madrid musim depan.

Keputusan untuk menjual Bale sudah dipikirkan Los Blancos dengan matang. Manajemen klub ibu kota Spanyol ini frustrasi terhadap kinerja pemain berusia 29 tahun itu.

Bale dinilai gagal menutupi kekosongan yang ditinggalkan Cristiano Ronaldo di skuat Real Madrid. Padahal, setelah Ronaldo hijrah ke Juventus musim panas lalu, Bale seharusnya jadi tumpuan El Real.

Selain itu, Vinicius Junior, juga mulai membuktikan talentanya di tim utama Real Madrid. Pemain berusia 18 tahun itu beberapa kali mendapat kepercayaan dan tidak mengecewakan.

2 dari 3 halaman

Masalah Bahasa

Ini merupakan musim keenam Bale bersama Real Madrid. Namun, mantan pemain Southampton ini masih belum mempelajari bahasa Spanyol.

Hal itu dianggap jadi penyebab Bale tidak pernah benar-benar dominan di La Liga. Sementara masalah cederanya adalah alasan lain yang perlu dikhawatirkan Real Madrid.

3 dari 3 halaman

Ubah Pikiran

Namun, masih ada waktu bagi Bale untuk mengubah pikiran Real Madrid mengenai situasinya. Kabarnya, Bale ingin sekali bertahan di El Real.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Terbukti, 4 Hari Kerja dalam Seminggu Bikin Karyawan Lebih Produktif

Liputan6.com, Jakarta Bekerja menjadi sebuah kewajiban untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan seseorang. Setiap perusahaan tentunya memiliki aturan, kultur ataupun jam kerja yang berbeda.

Ada perusahaan yang menerapkan lima hari bekerja ataupun enam hari bekerja. Tetapi rupanya bekerja selama empat hari dalam seminggu mampu membuat karyawan lebih produktif lho. Mungkin bagi perusahaan bekerja empat hari dalam seminggu adalah waktu yang sedikit yang dikhawatirkan akan menghambat kinerja perusahaan.

Dilansir Liputan6.com dari laman Big Think, Kamis (21/2/2019) seorang Psikolog Adam Gran dan penulis Rutger Bregman mengungkapkan bekerja empat hari dalam seminggu mampu membuat karyawan lebih produktif.

Adam Grant seorang psikolog dari Wharton School di Pennsylvania melakukan eksperiman untuk mengurangi jam kerja pada sejumlah karyawan, dan hasilnya memuaskan.

2 dari 3 halaman

4 Hari Kerja Membuat Lebih Fokus

Seseorang yang bekerja empat hari kerja dalam seminggu nampak lebih fokus dan kreativitas yang dihasilkan pun lebih tinggi. Dengan mengurangi jari kerja, para pekerja memiliki waktu lebih untuk kehidupan mereka di luar pekerjaan, mereka pun juga lebih loyal pada perusahaan.

Adam Grant mengatakan, “Saya pikir kami memiliki beberapa eksperimen bagus yang menunjukkan bahwa jika Anda mengurangi jam kerja, orang-orang dapat memusatkan perhatian mereka secara lebih efektif. Mereka tetap memproduksi dengan jumlah yang sama dengan kualitas dan kreativitas yang lebih tinggi. Dan mereka juga lebih loyal kepada organisasi karena bersedia memberi mereka fleksibilitas untuk peduli dengan kehidupan mereka di luar pekerjaan.”

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ekonom dan sejarawan Rutger Bregman, penulis Utopia for Realists.

Ia setuju, dan menjelaskan bahwa jumlah hari kerja yang lebih singkat sebenarnya sudah dicoba pada beberapa pengusaha kapitalis besar pada zaman dulu dan terbukti hasilnya para pekerja lebih produktif.

Rutger mengatakan “Selama beberapa dekade, semua ekonom utama, filsuf, sosiolog, hingga pada tahun 1970-an, mereka semua percaya bahwa kita akan bekerja semakin sedikit,” katanya.

“Pada 1920-an dan 1930-an, sebenarnya ada pengusaha kapitalis besar menemukan bahwa jika Anda mempersingkat minggu kerja, karyawan menjadi lebih produktif. Henry Ford, misalnya, menemukan bahwa ia mengubah jam kerja dalam sepekan dari 60 jam menjadi 40 jam, karyawan akan menjadi lebih produktif, karena mereka tidak terlalu lelah di waktu luang mereka. ” imbuh Rutger.

3 dari 3 halaman

Berdasarkan hasil penelitian

Hal ini juga didukung oleh penelitian akademik. Berbagai studi menemukan bahwa hari kerja yang lebih pendek akan membuat orang lebih bahagia dan lebih produktif.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) juga menunjukkan bahwa negara-negara dengan budaya jam kerja yang panjang sering mendapat skor buruk untuk produktivitas dan PDB per jam bekerja.

Sementara itu, salah satu perusahaan di Selandia Baru melakukan uji coba bekerja selama empat hari per minggu. Tahun lalu mereka mengonfirmasi akan menerapkannya secara permanen.

Para akademisi yang melakukan uji coba juga melaporkan seorang pekerja memiliki tingkat stres yang lebih rendah, tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi, dan mengalami peningkatan keseimbangan kehidupan kerja. Secara kritis, mereka juga mengatakan pekerja 20% lebih produktif.

Serangan Burung Hantu ke Sarang Burung Walet di Sampit

Liputan6.com, Sampit – Serangan burung hantu ke bangunan-bangunan budidaya sarang burung walet, membuat resah sebagian pembudidaya sarang walet di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

“Burung hantu itu bisa memakan burung walet. Biasanya burung hantu menunggu di dekat lubang masuk. Jadi ketika ada burung walet masuk maka langsung diburu dan dimangsa,” kata Budi, salah satu pembudidaya sarang walet di Sampit, Rabu (20/2/2019).

Gangguan burung hantu memang menjadi ancaman bagi usaha budidaya sarang walet, selain ancaman serangan tikus. Bangunan budidaya sarang walet yang dimasuki burung hantu dikhawatirkan berdampak pada produksi sarang lantaran populasi burung walet bisa berkurang akibat dimangsa burung hantu.

Lebih parah, gangguan burung hantu dikhawatirkan membuat burung walet kabur dan tidak lagi bersarang di bangunan itu. Untuk itulah pembudidaya sangat khawatir bangunan budidaya sarang walet mereka dimasuki burung hantu.

“Kalau saya, untuk mengatasi itu saya pasangi lampu supaya burung hantunya pergi. Tapi ada juga orang yang memilih memburu burung hantu itu dengan cara ditembak menggunakan senapan angin,” ujar Budi dilansir Antara.

Saat ini gangguan burung hantu dikeluhkan pembudidaya sarang walet di kawasan Selatan. Banyaknya burung hantu diduga karena di kawasan pesisir itu masih banyak terdapat hutan sehingga populasi burung hantu diperkirakan masih banyak.

Noor Elman, seorang pengusaha walet di Desa Samuda Besar Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mengaku sangat kesal dengan keberadaan burung hantu karena berdampak terhadap usaha budidaya sarang walet miliknya. Sudah berbagai upaya untuk mengusirnya namun burung hantu tetap kembali masuk.

Sejak dibangun lima tahun lalu, sudah sering burung hantu masuk ke bangunan budidaya sarang walet. Berbagai cara seperti memburu menggunakan senapan angin, memperkecil lubang masuk, memasang racun dan upaya lainnya, belum membuahkan hasil.

“Kemudian kami coba memasang jaring di dekat lubang masuk saat siang hari karena saat itu burung walet keluar mencari makan, ternyata berhasil. Ada lima burung hantu yang tersangkut sehingga berhasil ditangkap,” ujar Elman.

Elman berharap cara ini akan terus ampuh untuk menangkap burung hantu yang sering mengganggu budidaya sarang walet. Dia berharap tidak ada lagi burung hantu datang sehingga produksi sarang walet kembali meningkat.

Sekadar diketahui, budidaya sarang walet masih menjadi favorit masyarakat Kotawaringin Timur karena hasilnya sangat menggiurkan. Harga sarang walet sangat tinggi yakni di atas Rp13 juta per kilogram.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Heboh Ledakan di Mal Taman Anggrek yang Telan Korban Luka

Jakarta – Ledakan yang terjadi di area food court Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat bikin heboh. Insiden tersebut menyebabkan tujuh orang terluka dan tiga di antaranya dirawat intensif karena mengalami luka bakar 20 persen.

Ledakan yang diduga berasal dari kebocoran pipa gas itu terjadi di lantai 4 mal sekitar pukul 10.30 WIB, Rabu (20/2/2019). Akibat ledakan itu, sejumlah tenant mengalami kerusakan. Serpihan kaca dan puing-puing bangunan tampak berserakan.

Pihak Manajemen Mal Taman Anggrek pun meminta maaf atas kejadian tersebut. Mereka lantas menjelaskan bahwa situasi selepas ledakan sudah terkendali.

“Mal Taman Anggrek saat ini beroperasi dengan normal. Manajemen Mal Taman Anggrek memohon maaf atas kejadian ini,” demikian pernyataan manajemen Mal Taman Anggrek yang dikutip detikcom.

Heboh Ledakan di Mal Taman Anggrek yang Telan Korban LukaFoto: dok.istimewa

Pengunjung juga sempat dievakuasi setelah terjadi ledakan tersebut. Lantai 3 dan lantai 4 pun sempat tidak bisa diakses karena proses penyelidikan masih berlangsung. Kini pengunjung sudah bisa mengakses seluruh lantai di mal kecuali lokasi yang terdampak dari ledakan.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi memastikan ledakan di mal berasal dari kebocoran gas. Polisi tidak menemukan bahan peledak di sekitar lokasi kejadian.

“Ada kebocoran gas, kebocorannya sudah diketahui. Kemudian masuk ke dalam ruangan sangat minim, kemudian disedot oleh blower, dan dimungkinkan ada percikan api, sehingga terjadi ledakan yang cukup besar ya. Kemudian tadi sudah dilakukan cek ya, apakah ada bahan peledak di sana, ternyata tidak ditemukan. Artinya, ini bukan bom,” kataHengki di Mal Taman Anggrek, Duren Sawit, Jakarta Barat.

Hengki mengatakan ledakan menyebabkan 12 konter dan 2 ruko rusak. Ledakan juga menyebabkan sejumlah orang terluka.

Dia juga menegaskan pihaknya akan mengusut unsur kelalaian dalam insiden ledakan tersebut. Polisi akan mencari tahu apakah selama ini pengelola gedung dan pihak-pihak terkait sudah menjalankan proses pemeliharaan sesuai dengan prosedur.

“Kita juga sedang selidiki bagaimana pemeliharaan gedung ini, perawatan, dan sebagainya. Tentunya kita lihat apakah ada kelalaian dan sebagainya, akan kita dalami lagi setelah penyelidikan baik induktif maupun deduktif, kita adakan pemeriksaan,” ujar Hengki.

Saat ini garis polisi sudah dipasang di lokasi kejadian. Polisi juga memeriksa pengelola mal hingga sekuriti.

“Empat, ya dari pengelola gedung, dari security,” kata Hengki.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki HaryadiKapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi Foto: Rolando/detikcom

Sementara itu, tujuh korban dilarikan ke RS Royal Trauma usai insiden ledakan gas di mal. Dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang.

Ada 3 korban lainnya yang dirawat khusus secara intensif. Perawatan intensif itu dilakukan karena luka bakar mengenai saluran napas. Dikhawatirkan, luka bakar tersebut menyebabkan pembengkakan yang berpotensi korban kesulitan bernapas.

“Kalau yang 3 orang karena sebenarnya kami masukkan ruang intensif karena trauma inhalasinya, ditakutkan ada pembengkakan di saluran pernapasan dan juga luka bakarnya lebih dari 20%. Jadi semua setelah dilihat dokter bedah kami, dilakukan assess, pengecekan dan menyarankan terapi-terapi dan tempat perawatannya,” ucap Kepala Divisi Pelayanan Medis Rumah Sakit Royal Taruma Dr Elfrida Rinawaty Manurung di RS Royal Taruma, Daan Mogot, Jakarta Barat.

(knv/mae)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ditangkap di Tanzania, Ratu Gading China Dipenjara 15 Tahun

Liputan6.com, Dar es Salaam – Otoritas Tanzania menangkap dan memenjarakan Yang Fenglan, seorang pengusaha asal China yang dijuluki “Ratu Gading”, atas penyelundupan ratusan gading gajah.

Fenglan dijatuhi hukuman penjara 15 tahun karena dituduh mengoperasikan salah satu lingkaran penyelundupan gading terbesar di Afrika, yang bertanggung jawab atas transaksi gelap senilai US$ 2,5 juta (setara Rp 35,1 miliar) dari sekitar 400 ekor gajah.

Dikutip dari BBC pada Rabu (20/2/2019), Fenglan dihukum karena tuduhan menyelundupkan sekitar 800 potong gading pada tahun 2000 dan 2014, dari Tanzania ke Asia Timur.

Selain itu, dua orang pria Tanzania juga turut dinyatakan bersalah terlibat dalam lingkaran penyeludupan terkait.

Pengadilan di Dar es Salaam, kota utama di pesisir Tanzania, turut memerintahkan penyitaan terhadap beberaoa properti yang berkaitan dengan praktik terlarang itu.

Perburuan gading dikatakan telah menyebabkan penurunan 20 persen populasi gajah Afrika dalam satu dekade terakhir.

Perkumpulan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), sebuah badan pemerhati lingkungan global, mengatakan populasi gajah Afrika telah turun menjadi 415 ribu ekor, atau turun sebanyak 110 ribu ekor selama 10 tahun terakhir, sebagai akibat perburuan liar.

Perdagangan gelap itu dipicu oleh permintaan dari China dan Asia Timur, tempat gading digunakan sebagai perhiasan dan ornamen.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Tersangka Berpengalaman di Tanzania

Yang Fenglan telah diselidiki lebih dari setahun ketika dia ditangkap pada 2015, menyusul aksi pengejara dengan mobil berkecepatan tinggi.

Pada saat penangkapannya, Fenglan adalah seorang pengusaha wanita terkemuka, yang mengoperasikan sebuah restoran China serta perusahaan investasi di Dar es Salaam.

Lancar berbahasa Swahili, Fenglan telah tinggal dan bekerja di Tanzania sejak 1970-an, dan pernah menjabat sebagai wakil presiden Dewan Bisnis China-Afrika di Tanzania.

Para pemerhati lingkungan menyambut antusias penangkapan tersebut karena dianggap memainkan peran penting dalam perdagangan gading ilegal.

Sebelumnya, sebagian besar penangkapan terkait cenderung melibatkan pemain kecil.