Sandiaga: Kalau Pengangguran Jangan Digaji, Tapi Dikasih Pelatihan

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno berdialog dengan para peserta pelatihan OK OCE yang dihadiri para pelaku UMKM Ciamis di GOR Panjalu, Cikijing, Sabtu 9 Maret 2019.

Sandi menyatakan OK OCE adalah solusi dalam menekan jumlah pengangguran. Menurut Sandi, pengangguran tak punya harga diri bila sekadar digaji.

“Kalau orang nganggur, anak-anak muda yang semangat, terima gaji enggak ngapa-ngapain, ada harga dirinya enggak? Anak-anak muda jangan digaji kalau jadi pengangguran, tapi dikasih pelatihan. Kalau enggak bisa cari kerja, kita ciptakan lapangan kerja,” ucap Sandi.

Menurut Sandi, OK OCE sudah berjalan hampir dua tahun dan sudah menunjukkan hasil saat diterapkan di DKI Jakarta. Dia mengatakan, lebih dari 60 ribu sudah mendaftar OK OCE dan pengangguran bisa turun 30 ribu.

“Sekarang kita bawa ke nasional juga ke Ciamis. Insya Allah, pengangguran di nasionalnya juga akan turun. Lima tahun kedepan ini adalah kebangkitan kita,” kata Sandi.

Dapat Kenaikan Pangkat, Sani Rizki Tak Lupakan Rekan di Timnas U-22

Liputan6.com, Jakarta Anggota Brimob Polda Metro Jaya dan Anggota Timnas U-22 Indonesia, Sani Rizki Fauzi mendapatkan kenaikan pangkat. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi Polda Metro Jaya dengan prestasi Sani Rizki yang membawa Timnas U-22 juara di Piala AFF 2019 lalu.

Kabid Humas Polda Metro, Argo Yuwono menyampaikan pihaknya dan para pimpinan Polri bangga akan keberhasilan Sani bersama Timnas U-22.Berkat prestasinya, Sani pun akan mendapatkan kenaikan pangkat.

“Informasi dari manajer akan diberikan kenaikan pangkat luar biasa,” ujar Argo di Mako Brimob Kwitang, Jakarta, Jum’at (1/3/2019).

Mendengar hal tersebut, Sani yang juga hadir di Mako Brimob Kwitang sempat meneteskan air matanya karena terharu. Ia mengatakan, kemenangan ini juga berkat kerjasama dari seluruh temannya di Timnas U-22.

“Kami selalu bertekad satu sama lain, untuk selalu memotivasi rekan-rekan satu tim semua agar bisa memberikan hasil yang maksimal, dan alhamdulilah di pertandingan final kemarin kami berjuang keras dan hasilnya pun maksimal,” ujar Sani.

Ayah Sani, Edi Riyadi (49) yang ikut menemani Sani pun menyampaikan rasa syukurnya akan kenaikan pangkat yang akan diterima anaknya itu.

“Ya mudah-mudahan saya harapkan dari anak saya ada rizki lebih saya bisa punya rumah sendiri, itu cita-cita saya. Dan mudah-mudahan anak saya dikasih rizki yang banyak, umur yang panjang, dan mudah-mudahan tambah lagi semangat di bidang olahraganya, apalagi dalam masa tugasnya itu,”ujarnya.

2 dari 3 halaman

Pilihan Tepat

Manajer Timnas U-22, Sumardji menambahkan, sejak awal ia memang ingin mengorbitkan bintang sepakbola berlatarbelakang Polri. Ia menanggap, dirinya tidak salah pilih untuk melatih Sani.

“Alhamdullilah saya berikan kepercayaan penuh kepada Sani ketika dia berlatih dengan disiplin, terlebih ketika dia secara khusus bersama-sama dengan ofisial saya berikan tanggung jawab penuh kepada Sani untuk debut pertamanya ketika lawan Kamboja,” ucap Sumardji.

Sani Rizki menyumbang satu gol saat Timnas U-22 menang 2-1 atas Thailand di final Piala AFF. Sedangkan satu gol kemenangan Timnas U-22 lainnya dicetak oleh Osvaldo Haay.

3 dari 3 halaman

Seleksi 2016

Pemain Bhayangkara FC itu mengikuti seleksi kepolisian pada 2016 saat Polri dan TNI memberikan kesempatan kepada pemuda berprestasi yang memiliki talenta di berbagai bidang, salah satunya olahraga untuk bergabung di institusinya.

“Jadi bukan hanya Sani saja. Ada banyak (anggota Polri berprestasi) di bidang sepakbola, bola voli, judo, sepak takraw, dan di cabor lain juga diberikan peluang besar, ini bentuk reward dari Polri kepada pemuda-pemudi yang berprestasi di bidang olahraga, maupun di bidang lainnya,” ucap Dedi.

Sani Rizki menjadi salah satu pemain kunci pada laga final Piala AFF U-22 yang digelar di Olympic Stadion, Phnom Penh, Kamboja, Selasa malam lalu. Dia menjadi pencetak gol pertama untuk tim Garuda Muda U-22.

Gol Sani pun membawa Timnas Indonesia U-22 mengimbangi Timnas Thailand yang unggul lebih dulu di babak kedua. Timnas Indonesia membalikkan keunggulan lewat gol sundulan Osvaldo Haay di menit 63. Skor 2-1 bertahan hingga menit akhir sekaligus memastikan kemenangan untuk tim Garuda Muda Indonesia.

Eha Pedagang Starling Nyaleg Diketawain Teman-temannya

Cilegon – Pencalegan Eha Soleha (44) sempat dianggap sinting oleh para pedagang di pasar induk Kranggot, Cilegon. Ia dianggap nekat dan membuat orang tak percaya karena dianggap tak punya modal.

“Oh, caleg kentir (sinting). Banyak yang bilang gitu orang pasar, ledek-ledekan. Biasa caleg kentir. Saya nggak tersinggung biasa aja,” kata Eha saat berbincang dengan detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Pedagang kopi keliling alias Starbuck Keliling (Starling) mengakui bahwa memang sebelumnya ia tidak punya pengalaman di dunia politik. Namun, karena diajak seorang anggota partai PPP menjadi caleg untuk DPRD Cilegon, ia tertarik dan mau bergabung. Apalagi, waktu itu ia tidak diminta sepeser pun untuk mendaftar di dapil 1 kecamatan Cibeber-Cilegon nomor urut 6.

Begitu pedagang di pasar tahu bahwa ia jadi caleg, Eha bahkan diminta datang ke dukun atau orang pintar. Eha dianggap tak mungkin menang kecuali ada keajaiban.

“Pergi sana ke orang pinter biar disulap. Ya saya menghormati saja orang pasar,” kata Eha yang juga pernah mengenyam pendidikan D3 di Akademi Bahasa Asing di Jakarta.

Sahriah, sesama pedagang di pasar Kranggot awalnya berpikir pengakuan pencalegan Eha sebagai guyonan. Namun, begitu temannya itu menyebarkan striker sampai kartu nama ke pedagang-pedagang, mereka baru yakin dan malah memuji keberaniannya.

“Saya pikir bercanda. Kaget begitu bener. Hebat lah saya dukung aja,” kata Sahriah.

Sesama pedagang yang lain pun terkejut. Apalagi, di stiker Eha terlihat cantik karena make up.

“Kaget banget, apalagi pas lihat fotonya cantik. Dikasih stiker dikira muka camat, ternyata bener baru percaya. Semoga menang namanya juga pedagang sering becanda,” kata sesama pedagang bernama Musdalifah menimpali.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kabar Putus dengan Hilda Vitria, Begini Penjelasan Billy Syahputra

Liputan6.com, Jakarta Billy Syahputra dan Hilda Vitria dikabarkan telah mengakhiri kisah asmara mereka. Padahal keduanya menjalin hubungan dalam kurun waktu cukup lama. Bahkan Billy dan Hilda juga sering berlibur bersama ke luar negeri.

Masa-masa pacaran mereka juga dihiasi dengan kasus di masa lalu yang terus membayangi. Ya, persoalan antara Hilda Vitria dengan Kriss Hatta ikut merepotkan Billy Syahputra. Bahkan permasalahan tersebut sampai berujung ke ranah hukum.

Banyak lika-liku dalam kisah perjalanan mereka. Apakah Billy Syahputra dan Hilda Vitria kini telah sepakat untuk mengakhiri? Benarkah mereka sudah putus?

2 dari 3 halaman

Gosip

Billy Syahputra pun akhirnya berikan klarifikasi. Menurutnya, semua kabar yang beredar adalah gosip semata. Tak adanya perpisahan yang terjadi antara Hilda dan Billy.

“Itu kan hanya gosip aja. Memang kan orang Indonesia ini banyak banget orang-orang pintar, mempunyai kepintaran lebih, ada juga beberapa orang-orang bisa dibilang punya six sense tapi juga ada beberapa oknum-oknum, orang-orang bisa membaca kehidupan seseorang di masa depan yang pada sok tahu dan si itu mah zonk, hoak,” ungkap Billy Syahputra saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

3 dari 3 halaman

Ada Masalah

Meski menyanggah mereka putus, apakah keduanya sedang ada masalah? Hal ini karena mereka berdua jarang terlihat bersama. Namun Billy pun tak mau berkomentar banyak.

“Cukup aku, Hilda dan Tuhan yang tahu,” ucap Billy.

“No comment lah itu intinya doain aja semoga Bang Billy, Hilda, siapapun yang lagi digosipin sama lo nih ya dikasih yang terbaik, dikasih kesuksesan dan kelancaran,” tandasnya.

Sumber: kapanlagi.com

Bila Jadi Presiden, Prabowo akan Potong Anggaran Pejabat ke Luar Negeri

JakartaPrabowo Subianto akan mengurangi atau memotong anggaran untuk biaya ke luar negeri para pejabat bila terpilih sebagai presiden. Prabowo menilai cara itu dapat meminimalisir pengeluaran keuangan negara.

“Kita harus kurangi pemborosan, saya sudah umumkan di mana-mana, Insyaallah kalau saya dapat mandat dari rakyat, maaf, saya akan kurangi anggaran-anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri, akan saya kurangi,” kata Prabowo dalam sambutan penutupnya saat menghadiri pertemuan dengan komunitas tenaga kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Prabowo menyebut aturan pembatasan ke luar negeri itu sudah diterapkan bagi anggota dewan dari Fraksi Gerindra. Meski begitu, dia mengakui aturan itu sulit dilakukan secara maksimal.


“Satu saat ini saya cerita saya bikin peraturan di Gerindra, anggota legislatif Gerindra tidak boleh ke luar negeri harus ke kabupaten harus ke kecamatan dan desa-desa. Itu saya bikin peraturan tapi yang namanya bangsa Indonesia kadang-kadang sulit juga,” ujar Prabowo.

Ketua Umum Gerindra itu lalu bercerita bahwa pernah ada dua anggota DPRD dari Gerindra yang mendatangi rumahnya. Dua orang itu, kata Prabowo, minta izin untuk melakukan studi banding ke Hongkong.

Saat itu Prabowo sempat heran kenapa dua anggota legislatif itu menjadikan Hongkong sebagai tujuan. Padahal di daerah mereka banyak nelayan dan petani.

“Datang ke rumah saya, ‘minta maaf pak saya dari kabupaten ini, kami dari DPRD berencana mau ngirim studi banding ke Hongkong’, Kabupaten itu ya mayoritas hidup dari pertanian dari nelayan kok ke Hongkong ya studi banding?” ucap Capres nomor urut 02 itu.

Namun akhirnya Prabowo memberikan dispensasi kepada dua anggota DPRD tersebut. Alasannya Prabowo merasa kasihan karena dua orang tersebut mengaku belum pernah ke luar negeri.

“Pemimpin indonesia kadang-kadang terlalu kasihan, sudah dikasih kebijakan tapi bagaimana, kasihan juga,” sebut Prabowo.

Simak Juga ‘Detik-detik Kericuhan yang Picu Tembakan di Kampanye Prabowo’:

[Gambas:Video 20detik]

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(abw/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bocah Meninggal Akibat Suara Sound System Juga Perokok Berat

Blitar – Ada fakta mengejutkan seorang bocah di Blitar ditemukan meninggal di depan sound system. Rupanya, korban yang berusia 9 tahun perokok akut.

Dari hasil visum luar yang dilakukan polisi, diduga korban yang masih sekolah mengalami serangan jantung dan penyakit dalam. Di sekolah pun korban dikenal sebagai anak yang hiperaktif.

“Saya kaget pas keluarganya bilang kalau korban ini perokok akut. Sekalinya merokok bisa langsung habis satu kotak itu,” ungkap Kapolsek Garum AKP Rusmin dikonfirmasi detikcom, Selasa (26/2/2019).


KI ditemukan telah meninggal di depan sound system yang menyala, Senin (25/2/2019) pukul 15.35 wib. Tubuh bocah itu posisinya tertelungkup di depan sound system. Diduga, korban kaget saat sound system tiba-tiba menyala dengan suara keras.

Dalam kesehariannya, KI dikenal tidak bisa diam. Pelajar kelas 2 SD ini juga kerap berbuat tidak menyenangkan pada teman-temannya. Kenakalan KI juga diceritakan sang ibu jika dia menolak memberi uang rokok pada anak keduanya itu.

“Ibunya juga cerita, kalau sering minta uang buat beli rokok. Kalau tidak dikasih, dia pukuli ibunya sampai dikasih,” beber kapolsek.

Namun Rusmin belum meminta keterangan dari pihak sekolah. Apakah kebiasaan KI sebagai perokok akut ini tah diketahui pihak sekolahnya.
(fat/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ironi Guru Agama Cabuli Anak Didiknya

Jakarta – Bak petir di siang bolong, orang tua sejumlah siswi di sebuah SD negeri di Kota Bangun, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, terkejut mendengar laporan anak-anak mereka yang mengaku telah dicabuli. Pelakunya lebih mengejutkan lagi, guru agama di sekolah tersebut. Semua pun kompak membawa kasus ini ke polisi.

Kasus ini bisa terungkap berkat adanya salah seorang siswi yang melapor kepada orang tuanya. Orang tua siswi tersebut kemudian memberi tahu ke orang tua murid lainnya apakah anak mereka pernah dicabuli pelaku. Sejumlah siswi pun mengamini. Para orang tua ini kemudian mendatangi rumah kepala sekolah dan meminta hal ini diusut.

Kepala sekolah setelah melakukan pemanggilan mengatakan, guru berinisial BS (57) ini tidak mengakui perbuatannya. Tidak terima, para orang tua lalu melapor ke Polsek Kota Bangun.


Polisi kemudian mendatangi rumah dan menangkap BS. Sejumlah barang bukti disita dari pelaku dan korban. Saat diperiksa, BS akhirnya mengakui perbuatannya mencabuli pelaku. BS pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Ilustrasi pencabulan anakIlustrasi pencabulan anak Foto: Andhika Akbarayansyah

“Dia mengakui perbuatannya saat diamankan,” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (25/2/2019).
AKP Damus menceritakan, BS melakukan perbuatan cabulnya ini di dalam kelas. BS memangku siswi, dan di saat bersamaan tangannya meraba tubuh dan kemaluan korban. Parahnya, BS juga memperlihatkan film porno.

“Kalau dari keterangan anak-anak, kita sampaikan beberapa orang dikasih lihat film-film telanjang. Cuma kita cari di HP-nya belum ketemu,” ucapnya.

Para korban yang rata-rata berusia 8-9 tahun tidak kuasa melawan saat dicabuli BS. Menurut AKP Damus, para korbannya diancam oleh tersangka agar tidak memberitahukan perbuatan tersebut kepada siapapun.

“Korban diancam kalau menolak atau ngasih tahu ke orang tua nggak dikasih nilai agama,” ujar AKP Damus.

Dikabarkan ada lebih dari 10 siswi yang jadi korban kebiadaban BS. Namun menurut AKP Damus, sejauh ini ada 9 orang siswi yang mengakui pernah dicabuli BS.

Ironi Guru Agama Cabuli Anak DidiknyaFoto: Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa (ist)

“Ada 6 orang yang diraba-raba alat vitalnya. Pahanya, dadanya, sambil dipangku. Ada 3 orang juga yang sempat kemaluannya dimasuki pakai jari tersangka,” ujar AKP Damus.

AKP Damus menegaskan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Polisi masih mendalami apakah ada siswi lainnya yang jadi korban. Tersangka juga masih didalami keterangannya soal motifnya melakukan perbuatan biadab tersebut.

“Sementara sih pengakuannya sekadar iseng saja,” ucapnya.

BS saat ini mendekam di ruang tahanan Polres Kukar. Dia dijerat pasal 287 KUHP dan pasal 76e juncto pasal 82 ayat 2 UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Kita juga nantinya mau undang psikiater untuk memeriksa apakah dia ada gangguan jiwa. Tersangka ini sudah berumur juga,” ujar AKP Damus.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah merespons adanya kasus ini. Dia mengatakan perbuatan BS tidak bisa ditoleransi.

“Sangat sangat tidak ditoleransi itu,” ujar Muhadjir kepada wartawan di SMAN 15 Kota Bekasi, Ciketing Udik, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/2).

Muhadjir mengaku belum membaca berita terkait kasus pencabulan guru agama tersebut kepada 9 orang siswi ini. Namun, menurut Muhadjir, pelanggaran yang dilakukan oleh guru agama tersebut mesti ditelaah lebih dalam.

“Pokoknya guru itu kalau melakukan pelanggaran, pertama harus dicek apakah dia pelanggaran etik atau pelanggaran pidana. Kalau pelanggaran etik, itu urusannya dengan dewan etik, kalau itu di daerah biasanya akan ditangani dengan kepala dinas, dan tim yang dibentuk untuk mengecek dia,” jelas Muhadjir.

“Kalau ditemukan ada pelanggaran pidana, ya itu urusannya polisi dan harus ditindak secara hukum,” sambungnya menegaskan.
(hri/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polemik Pidato Jokowi dan Prabowo di Hari Minggu

Jakarta – Dua kandidat capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subainto melakukan kampanye pada hari Minggu 24 Februari 2019. Pidato keduanya menuai polemik.

Jokowi yang berpidato di acara Konvensi Rakyat di Sentul, Jawa Barat, memamerkan sejumlah program kerja. Dia menjelaskan 3 program teranyar yakni Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah, dan Kartu Pra-Kerja.

“Saya ingin melakukan lebih banyak lagi untuk kesejahteraan rakyat. Nanti akan ada Kartu Sembako Murah yang seperti ini,” kata Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Minggu (24/2/2019).

Jokowi lalu beranjak mengenalkan kartu baru yang disebutnya KIP Kuliah. Kartu ini merupakan program lebih lanjut dari KIP. “Artinya Kartu Indonesia Pintar, KIP Kuliah ini, akan dapat membantu biaya pendidikan hingga tingkat kuliah. Membantu biaya pendidikan dari anak usia dini hingga sampai kuliah, sampai kuliah… dengan kartu ini,” katanya.

Setelah itu, Jokowi mengenalkan satu kartu lainnya, yaitu Kartu Pra-Kerja. Kartu Pra-Kerja ini dijanjikan berfungsi menfasilitasi pelatihan kerja bagi para pencari kerja. Tiga program itulah yang kemudian menuai kritik dari kubu penantang.

Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief memberi nilai C pada pidato Jokowi tersebut. Bagi Andi, pidato Jokowi masih kurang. “Saya tidak mendengar proses penguatan dan konsolidasi demokrasi serta menjawab jalan keluar situasi yang mengarah pada injustice. Pidato Jokowi malam ini saya beri nilai C,” jelasnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali menyoroti akses lapangan pekerjaan yang menurutnya tidak tersedia. Karena itu dia memandang program Kartu Pra-kerja hanya seperti obat pereda nyeri.

“Makanya, program darurat yang seperti panadol cuma menghilangkan rasa nyerinya dikasih Prakerja, Kartu Prakerja. Yang diperlukan bukan Kartu Prakerja, yang dibutuhkan pekerjaan yang itu gagal untuk disediakan,” sebut Mardani.

Juru bicara BPN, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyebut kartu-kartu tersebut tak diperlukan andai negara sudah sepenuhnya hadir untuk kepentingan rakyat. Rahayu atau akrab disapa Sara mengatakan pelaksanaan dari program-program dalam bentuk kartu itu harus jelas. Dia meminta transparansi dari pemerintah.

Pidato Jokowi yang menyinggung soal konsesi tanah juga dikritik. Ekonom Rizal Ramli bahkan ‘mengkerdilkan’ pidato capres petahana itu.
“Saya mohon maaf dari pidato itu menunjukkan bahwa (pemikiran) Presiden Jokowi kerdil karena pemilik tanah yang paling besar ada di sekitarnya,” ujar Rizal Ramli.

Rizal menyarankan Jokowi untuk mengambil semua lahan dengan konsesi yang besar itu secara adil. Karena menurutnya, kebanyakan pemilik lahan tersebut merupakan pendukung Jokowi.

Pada hari yang sama, Capres Prabowo Subianto juga menyampaikan pidato di Mojokerto, Jawa Timur. Pidato Prabowo pun menuai polemik. Ketika, Eks Danjen Kopassus itu menyebut para elite di Jakarta akan membagi-bagikan uang menjelang Pilpres 17 April 2019.

“Saya selalu katakan elite yang ada di Jakarta itu sudah kehilangan akal sehat. Yang ada di mereka adalah keinginan mengakal-akali rakyatnya sendiri. Mereka memandang rakyat Indonesia bodoh, bisa dibohongi. Nanti menjelang tanggal 17, mereka sudah punya niat bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako, bagi-bagi ini, bagi-bagi itu. Saudara-saudara sekalian, itu uang rakyat Indonedia sendiri,” kata Prabowo dalam pidatonya di GOR Kesenian Majapahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, bagi-bagi uang itu hanya akan membuat senang rakyat Indonesia selama 1-3 hari. Dia menilai, bagi-bagi uang itu justru akan menghancurkan masa depan generasi Bangsa Indonesia.

Timses pasangan nomor urut 02, menjelaskan maksud pernyataan Prabowo. “Praktik money politics itu merupakan fakta hukum tersendiri. Itu kan merupakan bagian dari fakta, Pak Prabowo khawatir hal itu akan terjadi karena merusak demokrasi dan merusak pilpres, jangan seperti itu. Oleh karena itu, BPN punya rencana khusus dalam hal monitoring dan pengawasan agar tak terjadi money politics,” kata juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Viva Yoga Mauladi.

Pernyataan Prabowo itu disambut oleh Timses Jokowi-Ma’ruf. Wakil Direktur Kampanye TKN Daniel Johan mempertanyakan elite yang dimaksud Prabowo. Dia meminta Prabowo sebut nama siapa elite di Jakarta yang mau bagi-bagi duit di hari pencoblosan. “Elite siapa yang akan bagi-bagi duit?” kata Daniel.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Arsul Sani tak merasa tersindir dengan pernyataan Prabowo tersebut. Dia justru menyebut Prabowo selalu berprasangka buruk. “Kami juga yang tidak bisa memahami dari Pak Prabowo, statement itu selalu mulai dari prasangka, suuzan. Seringkali karena yang berstatement Pak Prabowo kemudian mengalir ke bawah. Kemudian kalau sudah ke bawah pasti ditambah-tambahi, dikreasi sendiri, narasi lebih seram daripada itu. Kalau seperti ini terus memang pemilu kita tidak jadi kondusif,” ujar Arsul.

Bawaslu juga ikut bersuara terkait pernyataan Prabowo yang menduga akan ada money politik di Pilpres 2019. Bawaslu berharap capres Prabowo melaporkan dugaan ada elite bakal bagi-bagi duit jelang Pilpres 17 April. Pelaporan diminta disertai bukti pendukung.

“Ya kan kalau memang itu ada, maksudnya memiliki data akurat kemudian bisa jadi petunjuk bahwa apa yang disampaikan itu berpotensi terjadi, ya kami berharap ada informasi ke Bawaslu,” ujar anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo.
(idn/aan)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fakta-fakta Kebiadaban Guru Agama Cabuli Siswi SD di Kelas

Jakarta – Bejat nian kelakukan BS, guru agama di sebuah SD negeri di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, ini. Pria berusia 57 tahun itu tega mencabuli 9 siswinya di dalam kelas. BS mengaku iseng semata.

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa mengungkapkan BS melancarkan aksi bejatnya sejak tahun 2018. Ada sekira 9 siswi yang menjadi korban kedurjanaannya.

“Sudah ditahan, sudah tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa saat dihubungi detikcom lewat telepon pada Senin 25 Februari 2019.

Saat diperiksa, menurut polisi BS mengancam para siswinya agar mau mengikuti keinginannya. BS juga mengaku sekadar iseng mencabuli siswinya itu.

BS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat pasal 287 KUHP dan pasal 76e junto pasal 82 ayat 2 UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Berikut fakta-fakta kebiadaban guru agama cabul itu:

Cabuli Siswi di Kelas

AKP Damus mengatakan kasus ini terungkap berkat adanya salah seorang siswi yang melaporkan perbuatan BS kepada orang tuanya. Orang tua siswi ini kemudian menelusuri ke para siswi lain dan ternyata ada beberapa yang mengaku juga dicabuli tersangka di dalam kelas.

“Awalnya sih dia takut cerita. Anak itu melaporkan ke orang tuanya bahwasanya dia diraba-raba bagian kemaluannya oleh guru agamanya. Orang tuanya kroscek ke anak-anak yang lain, ternyata juga mereka mengakui ada juga beberapa yang diperlakukan demikian,” ujar AKP Damus.

Sejumlah orang tua yang anaknya jadi korban pun mengadu ke kepala sekolah. Setelah itu mereka melaporkan kasus ini ke Polsek Kota Bangun. Polisi kemudian bergerak ke rumah BS dan melakukan penangkapan.

“Dia mengakui perbuatannya saat diamankan,” kata AKP Damus.

Diperlihatkan Film Porno

BS melancarkan aksi bejatnya di dalam kelas. Sambil memangku siswinya, BS juga memperlihatkan film porno.

“Kalau dari keterangan anak-anak, kita sampaikan beberapa orang dikasih lihat film-film telanjang. Cuma kita cari di HP-nya belum ketemu,” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (25/2/2019).

AKP Damus menceritakan BS memangku siswi, lalu memperlihatkan film porno. Di saat bersamaan, tangan BS meraba tubuh dan kemaluan korban yang rata-rata berusia 8-9 tahun.

Ancam Tak Beri Nilai

BS mengancam para siswi saat menjalankan aksinya.

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa menjelaskan, BS melakukan perbuatan cabulnya di dalam kelas saat jam pelajaran. Para siswi dia panggil ke kursinya lalu dipangku.

Menurut AKP Damus, BS memperlihatkan film porno kepada siswi yang dia pangku. Lalu siswi ini diraba-raba tubuhnya, bahkan kemaluannya oleh BS.

Para korban yang rata-rata berusia 8-9 tahun tidak kuasa melawan saat dicabuli BS. Menurut AKP Damus, para korbannya diancam oleh tersangka agar tidak memberitahukan perbuatan tersebut kepada siapapun.

Baca juga: Biadab! Guru Agama SD di Kukar Cabuli Siswinya di Kelas

“Korban diancam kalau menolak atau ngasih tahu ke orang tua nggak dikasih nilai agama,” ujar AKP Damus.

Cuma Iseng

BS mengaku hanya iseng karena mencabuli sejumlah siswinya di dalam kelas.

“Sementara sih pengakuannya sekadar iseng saja,” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (25/2/2019).

BS diduga telah melakukan perbuatan bejatnya ini sejak 2018 lalu. Modusnya, para siswi dia panggil ke depan kelas saat jam pelajaran dan kemudian dia pangku. BS kemudian berbuat cabul terhadap korban.

“Kalau dari keterangan anak-anak beberapa orang dikasih lihat film-film telanjang,” ujarnya.

(aan/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>