Berkas Belum Rampung, Polisi Tambah Masa Penahanan Artis VA

Liputan6.com, Surabaya – Penyidik Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengajukan permohonan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan untuk tersangka kasus dugaan pornografi prostitusi online, artis VA.

VA sebelumnya sudah menjalani masa penambahan selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolda Jawa Timur. Perpanjangan masa penahanan ini dikarenakan penyidik belum merampungkan berkas perkara VA.

“Pengajuan permohonan perpanjangan penahanan itu untuk mempersiapkan kelengkapan berkas perkara VA baik kekurangan secara formil ataupun secara materiil sesuai petunjuk Jaksa,” tutur Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim Jumat (22/2/2019). 

“Dan semoga Minggu depan diharapkan sudah mendapat petunjuk dari jaksa kekurangan berkas dimaksud dan diharapkan segera bisa dilengkapi,” sambung dia.

Mengenai penangguhan penahanan terhadap VA yang telah disampaikan oleh penasihat hukumnya kepada penyidik, Barung mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih mengkajinya.

“Masih dikaji dan belum dikabulkan, terbukti VA hingga saat ini masih berada dalam Rutan Polda Jatim,” ucap Barung.

2 dari 2 halaman

Artis VA Tersangka

Sebelumnya, Polda Jatim resmi menahan artis Film Televisi (FTV) berinisial VA terkait kasus dugaan prostitusi online di Surabaya yang sempat menghebohkan beberapa hari yang lalu.

“Oleh karena itu terhitung mulai tanggal 30 Januari 2019, VA resmi dijadikan tersangka dan ditahan di Polda Jatim,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Rabu 30 Januari 2019 lalu. 

Barung menegaskan bahwa sesuai surat perintah penahanan yang disampaikan Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan beberapa waktu yang lalu, penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES.

“VA terancam hukuman diatas lima tahun penjara,” ujar Barung.

Dalam perkara ini, VA dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Sidang Perdana Ratna Sarumpaet Kamis 28 Februari

Jakarta – Sidang perdana kasus hoax Ratna Sarumpaet akan digelar pada Kamis (28/2) pekan depan. Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Sidang ditetapkan Kamis 28 Februari,” kata Humas PN Jaksel, Achmad Guntur, saat dihubungi, Jumat (22/2/2019).

Persidangan diagendakan pukul 09.00 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan. Adapun tim JPU di antaranya Kasipidum Kejari Jaksel Arya Wicaksana, Sarwoto, Donny M Sany, Las Maria Siregar.
Diketahui sidang kasus hoax Ratna Sarumpaet akan dipimpin Ketua PN Jaksel Joni. Anggota majelis lainnya yaitu Krisnugroho dan Mery Taat Anggarasih.
Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melimpahkan berkas dakwaan hoax Ratna Sarumpaet ke PN Jakarta Selatan pada Kamis (13/1). Dengan dilimpahkannya berkas dakwaan, status tahanan Sarumpaet juga berpindah kewenangan ke PN Jaksel.

Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna dijerat dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.
(yld/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pencuri Barang Ekspor Ditangkap Polres Bandara Soekarno-Hatta

Liputan6.com, Tangerang – Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta menangkap jaringan bandit pencuri barang bermerk untuk diekspor ke Korea Selatan. Mereka adalah sopir dan kondektur yang akan mengantar barang-barang tersebut ke Terminal Kargo Bandara Soetta. 

Mereka yakni W, AS, YS, AF, dan S. Kelimanya kompak melakukan pencurian barang garmen ekspor milik PT Daedong Internasional.  

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan mengatakan, pencurian tersebut bermula dari PT Daedong Internasional yang hendak mengirim barang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta bekerjasama dengan PT Trans Utama Indokarya sebuah perusahaan forwarder.

“Perusahaan forwarder ini memang tidak memiliki kendaraan pengangkut, sehingga pihak perusahaan ini menghubungi AF untuk menyediakan kendaraan pengangkut,” ujarnya, Jum’at (22/2/2019). 

Saat diminta menyediakan kendaraan, AF pun menghubungi AS dan W selaku pemilik kendaraan. Atas perintah AS, S dan YS pun berperan menjadi sopir yang akan mengantarkan barang garmen tersebut dari Ciawi menuju Bandara Soekarno-Hatta

“Ditengah perjalanan, AS menghubungi S dan YS untuk membelokkan kendaraannya ke daerah Cilebut, Bogor,” ujarnya. 

2 dari 3 halaman

Keluarkan Barang

Di daerah Cilebut tersebut lah, para pelaku mengeluarkan barang garmen yang berada di dalam beberapa kardus sebanyak 993 pieces barang merk Asisc. Sementara sisanya, lanjut Victor, diantar ke Bandara Soetta. 

“Sesampainya dilakukan penimbangan, dan pada saat itu diketahui ada kekurangan, namun saat di Bandara Soetta belum ada kecurigaan. Barulah saat barang sampai di Korea, si penerima komplain, dan dilakukanlah pelaporan ke Polres Bandara,” ujar Togi. 

Saat melakukan penyelidikan, diketahui sopir yakni YS dan S melakukan pencurian berkomplot dengan ketiga pelaku lainnya. Dari pengakuan para pelaku diketahui barang tersebut dijual seharga Rp 45 juta.

“Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 7 Tahun penjara, sementara penadahnya masih DPO,” tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Telepon Remaja yang Bikin Heboh Indonesia-Amerika

Jakarta – Layanan pencegahan bunuh diri di AS menerima telepon dari AAP yang mengatakan akan mengakhiri hidupnya sebelum ulang tahun ke-17. Belakangan diketahui bahwa AAP ternyata berlokasi di Jakarta.

Cerita berawal saat layanan bunuh diri di AS menerima telepon dari AAP pada 19 Februari 2019 sekitar pukul 10.22 pagi waktu AS. Kemudian call center milik pemerintah AS langsung berkoordinasi dengan Atase Polri di KBRI Washington, DC, untuk mencegah remaja 17 tahun itu merealisasikan ancamannya.

Sehari berselang, pada 20 Januari 2019, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melacak nomor AAP dan berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur untuk memastikan kondisi AAP.
AAP ditemukan selamat. Dia diketahui merupakan pelajar SMK kelas XI jurusan IT.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan AAP tak benar-benar berniat mengakhiri hidupnya. Perbuatannya tersebut dilatarbelakangi kebutuhannya dalam mengerjakan tugas sekolah.

“Ditemukan dalam keadaan baik-baik, selamat. AAP, usia 17 tahun, tengah melaksanakan tugas sekolahnya yang berjudul ‘Pengaruh Kesehatan Mental dan Perilaku terhadap Remaja’. (AAP) Melakukan hal tersebut untuk mengetahui seberapa cepat aparat menindaklanjuti laporannya serta untuk menguji kemampuan bahasa Inggris-nya,” kata Brigjen Dedi, Kamis (21/2).

Dedi menambahkan APP juga menjelaskan perbuatannya terinspirasi serial remaja di website TV Amerika Serikat berjudul ’13 Reasons Why’. “Yang menceritakan tentang call center yang melayani keluh kesah masyarakat,” imbuh Dedi.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Albertus Rachmad Wibowo, menuturkan perbuatan AAP tersebut dapat dipidana.

“Harus diingatkan bahwa hal ini pidana. Kalau banyak yang melakukan hal seperti ini, mungkin kita pidanakan juga,” kata Brigjen Albertus kepada detikcom, Kamis (21/2).

“Kalau di AS, ini kejahatan. Namanya anak-anak, dulu zaman kecil pencet-pencet bel rumah orang, terus lari, sekarang call center yang dikerjai,” ujar Rachmad.

Menurut Rachmad, AAP dapat dijerat Pasal 220 KUHP tentang Memberi Laporan Palsu. Dalam pasal tersebut, diatur sanksi penjara maksimal 1 tahun 4 bulan bagi pelakunya.

“Barangsiapa memberitahukan atau mengadukan bahwa telah dilakukan suatu tindak pidana padahal mengetahui bahwa hal itu tidak dilakukan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan,” ucap Rachmad.
(rna/zak)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sebilah Celurit Melayang ke Teman Gara-Gara Sapi

Liputan6.com, Malang – SA, pria berusia 56 tahun ini tega membunuh SR warga Jalan Muharto, Kota Malang, Jawa Timur. Pangkal persoalan kedua teman baik ini adalah selisih paham soal ternak sapi yang mati karena racun.

SA menyerahkan diri ke Polsek Kedungkandang, Kota Malang, usai membacok temannya itu dengan sebilah celurit hingga tewas. Sedangkan jenazah temannya, ditinggalkan begitu saja di sebuah ladang di Jalan Mayjend Sungkono.

“Saya jengkel, ada orang yang bilang kalau korban itu yang meracun sapi milik saya,” kata SA di Polsek Kedungkandang Malang, Rabu, 20 Februari 2019.

Selain masih bertetangga, pelaku dan korban sama–sama bekerja di industri rumahan batu bata dan kayu bakar. Lokasi pembunuhan itu juga terletak di sekitar tempat keduanya bekerja. Pelaku meyakini jika korban merupakan orang yang meracuni sapinya.

Amarah pelaku bermula saat menemukan sapi miliknya mati dua pekan lalu. SA tahu jika hewan ternaknya diracun setelah mendapat keterangan dari dokter hewan. Dugaan sosok peracun sapi mengarah ke korban usai mendengar pengakuan beberapa tetangganya.

“Makanya begitu ketemu korban langsung saya bacok dari depan dan belakang setelah itu langsung menyerahkan diri ke polisi,” ujar SA.

Kapolsek Kendungkandang, Komisaris Polisi Suko Wahyudi mengatakan, ada barang bukti sebilah celurit sepanjang 50 sentimeter dari tangan pelaku. Korban tewas dengan luka bacok pada wajah dan punggungnya.

“Motifnya karena pelaku menduga sapi miliknya mati diracun korban. Karena itu saat ketemu langsung dibunuh di lokasi itu juga,” kata Suko.

Jenazah korban sendiri sudah dibawa ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Sementara pelaku bakal dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.


Simak video pilihan berikut ini:

Tuntutan Belum Siap, Sidang Narkoba Fariz RM Ditunda

Jakarta Fariz RM harus sedikit menahan sabar. Pasalnya, sidang kasus narkoba yang sedianya digelar, Kamis (21/2/2019) ini terpaksa ditunda.

Menurut keterangan salah satu petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara yang mendampingi tahanan, sidang ditunda karena rencana tuntutan (rentut) terhadap Fariz RM belum siap.

“Hari ini ditunda, rentutnya belum siap,” ujar Indra, petugas dari Kejari Jakarta Utara, Kamis (21/2).

Sayangnya, belum diketahui kepastian kapan akhirnya sidang tuntutan terhadap Fariz RM digelar. Sebab, masih menunggu rentut selesai dibuat.

“Belum tahu (ditunda) sampai kapan,” ujar Indra.

2 dari 3 halaman

Ditangkap

Diketahui, Fariz RM ditangkap di kediamannya di kawasan Pondok Aren, Tangerang oleh Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Utara pada 24 Agustus 2018. Fariz RM ditangkap dari hasil pengembangan lanjutan dari penyidik, yang sebelumnya mengamankan tersangka DN dan AH di kawasan Koja, Jakarta Utara.

3 dari 3 halaman

Mengamankan

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan dua paket narkotika jenis sabu dari kantong celana musisi gaek ini. Atas perbuatannya, Fariz RM dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 UU No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman lima tahun penjara.

Sumber: Jawapos.com

Pria di Jombang Jual Pil Koplo Dibayar Pakai Hubungan Seks

Liputan6.com, Jombang – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jombang berhasil meringkus satu pengedar pil koplo jenis Double L, yang biasa beroperasi di wilayah hukum Polres setempat.

Modus operandi pengedar yang diketahui berinisial Hm (20) ini tergolong unik, yakni menukar pil koplo yang dimiliki dengan tidur bersama wanita yang memesannya.

Kepala Satreskoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid mengatakan penangkapan pelaku saat hendak menuju sebuah tempat untuk bertindak asusila dengan pemesanannya.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, 17 butir pil koplo dalam kemasan yang sedianya dijual dengan harga 150 ribu rupiah, cukup ditukar dengan kesediaan wanita yang memesannya dengan tidur bersama,” tuturnya, Rabu (20/2/2019).

Pengakuan tersebut diperkuat dengan diamankanya barang bukti oleh anggota Polsek Peterongan dan Satreskoba berupa dua bungkus tisu ajaib serta barang bukti pil koplo dalam dua kemasan yang berjumlah 17 butir.

“Dari pengakuan pelaku modus operandi yang digunakan yakni menukar pil koplo dengan berhubungan badan sudah lima kali dilakukannya,” katanya.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa dua kemasan pil koplo yang berjumlah 17 butir serta dua bungkus tisu ajaib diamankan di Mapolres Jombang guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku dijerat dengan pasal 196 undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Dakwaan Rampung, Ratna Sarumpaet Segera Disidang

Jakarta – Dakwaan kasus hoax Ratna Sarumpaet sudah rampung. Surat dakwaan Ratna Sarumpaet segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk persidangan.

“Alhamdulillah sudah (selesai disusun dakwaan),” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jaksel Supardi, di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).

Surat dakwaan disusun tim jaksa gabungan dari Kejaksaan Agung serta Kejari Jaksel.

“Belum (dilimpah). Tanya kapan toh as soon as possible secepat cepatnya. Tunggu kalau enggak hari ini, besok, besok lusa,” ujarnya.

Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong alias hoax untuk membuat keonaran. Ratna dijerat dengan UU Peraturan Hukum Pidana dan UU ITE.

Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoax penganiayaan. Ratna Sarumpaet memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta penelusuran isu penganiayaan.
(yld/fdn)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua Fraksi PAN Mulfachri Dicecar Proses Penganggaran DAK Kebumen

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Mulfachri Harahap ditelisik soal proses penganggaran dana alokasi khusus (DAK) Kebumen oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua nonaktif DPR Taufik Kurniawan dalam kasus ini.

“KPK mengkonfirmasi pengetahuan saksi terkait proses penganggaran DAK dari sisi fraksi di DPR RI terkait kasus Suap DAK fisik pada perubahan APBN 2016 untuk alokasi APBD-P Kabupaten Kebumen 2016,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (20/2/2019).

Dalam kasus ini KPK tengah menelisik proses pembahasan dan penganggaran DAK Kebumen yang dilakukan para legislator Senayan. Beberapa anggota DPR RI sudah diperiksa penyidik lembaga antirasuah.

Mereka di antaranya Pimpinan Komisi III DPR RI Kahar Muzakir, anggota DPR dari Fraksi PAN Ahmad Riski Sadig, anggota DPR RI Fraksi PDIP Said Abdullah, Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid, dan anggota DPR Fraksi Demokrat Djoko Udjianto.

2 dari 3 halaman

Taufik Kurniawan Tersangka

Sebelumnya, KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima Rp 3,65 miliar yang merupakan bagian dari komitmen fee 5 persen atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen yang disahkan sebesar Rp 93,37 miliar.

Taufik menerima suap tersebut dari Bupati nonaktif Kebumen Muhammad Yahya Fuad (MYF). Yahya sebelumnya sudah dijerat KPK dalam kasus suap DAK bersama delapan orang lainnya.

KPK mengisyaratkan kemungkinan ada keterlibatan pihak lain selain Taufik dalam kasus dugaan suap pengurusan DAK Kabupaten Kebumen ini.

“Memang ada upaya dari kepala daerah, MYF waktu itu, untuk mendekati beberapa pimpinan DPR. Meskipun sejauh ini baru ada satu orang,” kata Febri beberapa waktu lalu.

Febri juga sempat menyatakan jika proses pembahasan dan pengurusan DAK Kebumen ini tak mungkin dilakukan hanya satu orang.

“Kalau memang tersangka ingin membuka peran pihak lain, silakan saja. Karena proses anggaran pembahasan ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang,” kata Febri.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

KPK Dalami Kasus Suap yang Jerat Taufik Kurniawan Lewat Ketua Fraksi PAN

Liputan6.com, Jakarta Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap. Pemeriksaan Mulfachri untuk mendalami kasus dugaan suap terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kebumen yang menjerat Wakil Ketua nonaktif DPR RI Taufik Kurniawan.

“Mulfachri Harahap diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka TK (Taufik Kurniawan),” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (20/2/2019).

Masih belum diketahui apa yang akan digali penyidik KPK terhadap Mulfachri. Namun belakangan ini lembaga antirasuah sudah memeriksa sejumlah anggota DPR terkait kasus yang menjerat Taufik Kurniawan ini.

Mereka di antaranya Pimpinan Komisi III DPR RI Kahar Muzakir, anggota DPR dari Fraksi PAN Ahmad Riski Sadig, anggota DPR RI Fraksi PDIP Said Abdullah, Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid, dan anggota DPR Fraksi Demokrat Djoko Udjianto.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima Rp 3,65 miliar yang merupakan bagian dari komitmen fee 5 persen atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen yang disahkan sebesar Rp 93,37 miliar.

Taufik menerima suap tersebut dari Bupati nonaktif Kebumen Muhammad Yahya Fuad (MYF). Yahya sebelumnya sudah dijerat KPK dalam kasus suap DAK bersama delapan orang lainnya.

KPK mengisyaratkan kemungkinan ada keterlibatan pihak lain selain Taufik dalam kasus dugaan suap pengurusan DAK Kabupaten Kebumen ini.

“Memang ada upaya dari kepala daerah, MYF waktu itu, untuk mendekati beberapa pimpinan DPR. Meskipun sejauh ini baru ada satu orang,” kata Febri beberapa waktu lalu.

2 dari 3 halaman

KPK Bidik Pihak Lain?

Febri juga sempat menyatakan jika proses pembahasan dan pengurusan DAK Kebumen ini tak mungkin dilakukan hanya satu orang.

“Kalau memang tersangka ingin membuka peran pihak lain, silakan saja. Karena proses anggaran pembahasan ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang,” kata Febri.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: