Sepele, Tapi Inilah yang Diinginkan Pria Saat Seks

Liputan6.com, Jakarta Keinginan tentang seks memang masih terasa begitu tabu untuk dibahas bersama pasangan. Meski selalu dianggap sebagai sosok yang paling ahli dalam urusan seks, nyatanya pria juga selalu memendam keinginan tersembunyi dari wanitanya saat sedang bercinta.

Takut dihakimi, dianggap aneh atau memiliki gangguan seks menjadi beberapa alasannya.

Rasa takut inilah yang sering membuat mereka bungkam, pria sangat takut jika dirinya dianggap memiliki selera ‘rendahan’ oleh pasangannya. Tapi tak ada salahnya jika Anda mengetahui apa keinginan terpendam pasangan, siapa tahu Anda bisa mewujudkannya malam ini.

Lingerie

Meski bercinta dilakukan tanpa busana, tak ada salahnya jika Anda menggunakan lingerie seksi untuk menggodanya. Pria akan senang melihat istri dengan pakaian seksi ini setidaknya sekali, ketimbang baju tidur atau daster.

Lingerie akan membuat bagian tubuh Anda semakin menonjol, terutama di payudara dan bokong. Ini akan membuat pria mudah bergairah. Tak sulit bukan untuk memuwujudkan keinginannya?

Membuka pakaian perlahan

Apa Anda tipe orang yang langsung pada inti utama, membuka seluruh pakaian saat bercinta? Keinginan terpendam pria selanjutnya adalah menikmati seks secara perlahan.

Jangan tanggalkan pakaian secara langsung, mainkan foreplay dengan busana. Ada kesenangan bagi pria ketika ia membuka pakaian pasangannya secara perlahan.

ISIS: Perempuan dan Anak-anak yang Tak Diinginkan Siapapun

JakartaSeorang anakBBC

Kamp al-Hol di timur laut Suriah menjadi wadah bagi aliran deras amarah dan berbagai pertanyaan yang tak memiliki jawaban. Di dalamnya hidup para perempuan dan anak-anak kelompok ISIS yang telah kalah, dicampakkan para suami, diabaikan khalifah dan pemerintah mereka.

Beberapa di antaranya berkukuh pada ideologi mereka yang disulut kebencian: “Kami tidak terkalahkan!” teriak mereka lantang. Lainnya memohon jalan keluar – jalan untuk kembali pulang.

Sementara negara-negara Barat bicara berbelit-belit, anak-anak mereka mati.

Umm Usma, perempuan Belgia keturunan Maroko, berkukuh pada fantasinya bahwa ia telah menolong para perempuan dan anak-anak Suriah sepanjang keberadaannya di sana selama enam tahun, sebagian besarnya bersama ISIS.

Mantan perawat itu merengkuh cadarnya dengan tangan yang terbungkus sarung tangan hitam, “Ini pilihan saya,” ujarnya. “Di Belgia, saya tidak bisa mengenakan cadar – ini pilihan saya.”

“Setiap agama melakukan suatu kesalahan,” tuturnya. “Tunjukkan kami sisi baiknya.”

Ketika ia berteriak dengan sekelompok wanita berpakaian hitam lainnya, seorang anak yang terbakar parah didorong dalam kereta bayinya di atas lumpur oleh sang ibu. “Lihat apa yang mereka perbuat,” teriak ibunya, merujuk pada pasukan yang didukung AS.

Al-Hol seperti sebuah mimpi buruk, sebuah kamp dengan jumlah pengungsi yang terus meningkat, dari 11.000 orang hingga sekarang lebih dari 70.000 orang. Ia terus membengkak seiring buntut runtuhnya sebuah kekhalifahan semu. Ia siap meledak.

Kamp Al-Hol Getty Images

Umm Usma mengaku tak perlu meminta maaf atas serangan ISIS tahun 2016 lalu di Brussels yang menewaskan – tidak termasuk aktor pemboman – 32 orang.

Dalam benaknya, serangan melawan negara asalnya oleh kelompok yang ia ikuti tak perlu dijawab. Ia menenggalamkan dirinya dalam peran sebagai korban. Ia percaya bahwa negara-negara Barat dan serangan udara mereka terhadap markas pertahanan terakhir ISIS di Baghouz patut dipersalahkan atas penderitaan yang mereka alami. Kebencian dan kekerasan yang dilakukan oleh ISIS ia lupakan.

Inilah permainan pikiran para teroris, ingatan selektif yang menghapus kesalahan apa pun.

“Saya tidak akan membicarakan apa yang telah dilakukan suami saya, saya tidak tahu apa yang ia perbuat,” klaim Umm Usma. Ia telah hidup di bawah sistem demokrasi dan di bawah kekuasaan ISIS. Ia mengatakan kepada saya bahwa ia tahu yang mana yang lebih baik.

“Pikiran Anda tertutup,” ujarnya sambil berbalik badan dan meninggalkan saya.

Ini baru dua pekan sejak Baghouz, daerah kekuasaan ISIS yang terakhir, jatuh ke tangan pasukan Kurdi. Mereka mengulur waktu, melakukan gencatan senjata demi gencatan senjata agar para perempuan, anak-anak, dan mereka yang terluka dapat keluar dari daerah tersebut.

Pesawat tempur pasukan koalisi yang menghabisi nyawa penduduk sipil di Mosul dan Raqqa, dua ibu kota ISIS yang telah direbut kembali, bertindak lebih berhati-hati di Baghouz.

Balita yang menjadi korban

ISIS menjadikan keluarga kelompok mereka sebagai barisan pertahanan terakhir.

“Dalam satu hari, setidaknya 2.000 orang tewas,” ujar seorang bocah laki-laki asal Irak yang selamat dari berbagai serangan kepada saya. “ISIS memarkirkan kendaraan di antara tenda-tenda keluarga. Kami tahu bahwa kendaraan menjadi sasaran serangan, maka kami bilang kepada mereka untuk memindahkan kendaraan-kendaraan itu. Tapi mereka tidak melakukannya, dan semua kendaraan itu meledak.”

Ketika pertempuran usai, kawasan Baghouz dibersihkan dari mayat-mayat yang tercecer sebelum awak media tiba.

‘Warga’ ISIS bukan hanya para prajurit di medan perang. Mereka membawa serta perempuan, anak-anak, hingga sanak saudara bersama mereka.

Nour al-IslamBBC

Nour adalah korban dari kekacauan itu. Ia terbaring di tempat tidur di klinik Red Crescent di kamp tersebut. Bocah berusia enam tahun itu tertembak di bagian wajah.

Hal itu terjadi 15 hari lalu, dan sejak itu ia baru menerima pengobatan ringan. Pipinya membengkak dan giginya rontok. Rasa sakit tampaknya menjadi hal yang sudah biasa ia alami, karena ia hanya menjerit saat tubuhnya dipindahkan.

Rentetan tembakan penembak jitu yang menembus tendanya di Baghouz. Ia tengah bersembunyi bersama keluarganya, bagian dari pasukan garis keras yang bertahan dengan ISIS hingga akhir.

Di Al-Hol, banyak di antara mereka yang terluka adalah anak-anak. Ibunda Nour, yang berasal dari dari Turkmenistan, terlalu sakit untuk bisa berdiri. Ia meringkuk di sisinya, di samping Nour, tertatih-tatih di tepi tempat tidur. Suaminya yang petempur ISIS telah tewas.

Kondisi Nour memerlukan penanganan segera dan ia pun lantas dibawa ke rumah sakit di kota Hassakeh. Kini, tempat tidur klinik itu kosong dan seorang pasien lain di tempat di atas lapisan kulit hitamnya.

Asma MohamedBBC

Kehadiran Asma, sang pasien baru, hampir tidak terasa sama sekali: ia sangat lemah, hampir transparan. Terlalu lemah untuk menangis, ia tampak baru berumur beberapa hari.

Nyatanya, ia sudah berusia enam bulan. Saudari perempuannya, berdiri menatap ke bawah, ke arahnya. Sementara pasukan ISIS bertempur hingga titik darah penghabisan, keluarganya pun menderita kelaparan.

Kekhalifahan yang terlunta-lunta

Sekitar 169 anak meninggal dunia sejak melarikan diri dari Baghouz – anak-anak tanpa dosa. Mereka yang masih bertahan terancam berbagai penyakit. Dan masih ada bahaya besar yang tampaknya terabaikan negara-negara Barat. Mereka masih berada di bawah pengasuhan orang tua mereka yang notabene ekstrimis, sementara paham kebencian yang tertanam di diri mereka tidak dibersihkan atau dididik ulang – itu semua dibiarkan membusuk.

Mereka yang selamat dari ISIS dibawa dalam truk-truk ternak terbuka, melintasi gurun dalam jumlah puluhan ribu ke kamp al-Hol. Desa di dekat kamp tersebut adalah desa di mana dulunya ISIS menjual perempuan Yazidi sebagai budak. Tak jauh dari sini, ratusan pasukan Kurdi terbunuh dalam satu serangan ISIS.

Sekolah dua lantai di desa itu masih dilapisi cat bergambar bendera ISIS. Basahnya hujan musim semi dan teriknya matahari musim panas tak memudarkan gambar itu.

Lokasi kamp itu berada di tepi desa: negara mini, sebuah kekhalifahan yang terlunta-lunta, suatu bahaya yang terus berkembang dan kini lebih besar dari desa itu sendiri.

Yang tersisa di dalamnya, tak diinginkan siapa pun. Hanya sedikit negara yang menerima mereka kembali: Rusia, Arab Saudi, dan Maroko.

Amerika Serikat telah menerima kembali seorang perempuan. Inggris tak berencana merepatriasi prajurit maupun keluarga mereka. Al-Hol adalah kamp di mana Shamima Begum, remaja asal London, pertama kali ditahan dan di mana ia mengetahui bahwa kewarganegaraan Inggrisnya dicabut. Perancis telah menerima banyak anak yatim piatu yang orangtuanya tewas dalam pertempuran demi ISIS.

Ada sejumlah tingkat radikalisasi, dan akibat langsung dari suatu perang adalah tak adanya tempat untuk menentukan siapa yang bisa diperbaiki, siapa yang bisa diselamatkan.

Ideologi Beracun

Para perempuan dari negara asing ditempatkan secara terpisah, di bawah pengawasan pasukan bersenjata. Di sini ideologi yang ada bersifat paling beracun. Di sinilah tempat para penganut ISIS sejati ditempatkan. Seorang penjaga di luar menunjuk ke arah kepalanya yang terluka. “Mereka melempari kami dengan batu kemarin,” ungkapnya.

Di dekat pintu masuk, sekantong potongan ayam mentah tergeletak di tanah. Para perempuan berdesakan di pagar berantai, menuntut dibebaskan. Mereka berasal dari banyak negara: Brazil, Jerman, Prancis, Maroko, Somalia, dan masih banyak lagi.

Para perempuan yang berasal dari negara Barat khawatir berbicara di dalam. Mereka takut diserang oleh perempuan lain yang lebih radikal di dalam kamp, jika ketahuan berbicara kepada lelaki. Jika mereka melepaskan kerudung, mereka diserang oleh sebagian perempuan lainnya. Sejumlah tenda pernah dibakar habis sebagai balasannya.

“Perempuan Tunisia dan Rusia yang paling parah,” ungkap Leonora Messing, gadis berusia 19 tahun asal Jerman. Ia menunjuk ke dua tenda besar. “Mereka paling terakhir keluar dari Baghouz.”

Messing bergabung dengan ISIS saat berusia 15 tahun, sebulan setelah gadis berusia 15 tahun lainnya, Shamima Begum, dan teman-temannya meninggalkan Inggris ke Suriah. Meesing menjadi istri ketiga seorang ekstrimis asal Jerman yang kini menjadi tawanan pasukan Kurdi.

Perempuan asal Jerman itu sangat menyesal, bukan hanya karena keadaan yang ada sekarang, tetapi penyesalan yang diakuinya telah ada jauh sebelum kekalahan ISIS.

“Saya baru setengah tahun di ISIS dan saya bertanya kepada ayah saya apakah ia bisa membantu mengirimkan seorang penyelundup untuk membawa saya keluar dari sana. Mereka mengirimkan seorang penyelundup, namun pasukan keamanan ISIS, membunuhnya. Lantas mereka juga menangkap saya karena mereka menemukan foto-foto saya di telepon genggamnya. Lalu saya pertama kali dipenjara (di Raqqa) dan kedua kalinya di (desa) Shaafa,” jelasnya.

Di tangannya, ia menimang seorang bayi keriput berusia dua bulan, anak keduanya, lahir di Baghouz ketika pertempuran memanas di sekelilingnya.

“Saya melahirkan sendirian. Tak ada dokter, tak ada perawat,” ujarnya, “Saya meminta suami saya mencari mereka. Saya menyuruhnya. Saya menangis. Kau tahu bagaimana seorang perempuan meyakini sesuatu. Saya bilang kamu cari. Ia bilang tak ada siapa pun. Saya bilang CARI.”

Leonora MessingBBC

Ia masih mencintai suaminya yang seorang ekstrimis dan berkata bahwa ia akan menantinya jika ia dikirim kembali ke Jerman untuk menjalani masa hukuman penjara.

Ia berbicara tentang kematian anak lelaki Shamima Begum, yang lahir di dalam kamp, dan meninggal hanya 20 hari kemudian. Kedua anaknya juga pernah sakit, tetapi ia mengatakan bahwa ia punya alasan untuk percaya bahwa mereka akan baik-baik saja.

Pertemuan kedua kami hanya sebentar. Sebuah konvoi kendaraan berperisai, dikawal pasukan bersenjata, tiba dengan beberapa orang Barat di dalamnya. “Pemerintah Jerman ingin memeriksa anak-anak saya,” ujar Messing.

Seberapa dibelas kasihi?

Menteri luar negeri Inggris telah menyatakan bahwa terlalu berbahaya bagi diplomat Inggris untuk pergi ke Suriah, tempat di mana, seperti Jerman, Inggris tidak memiliki konsulat atau kedutaan. Tetapi belum ada rencana untuk merepatriasi perempuan dan anak-anak yang suaminya telah terbunuh atau dicabut kewarganegaraannya.

Ketika awan mendung menggulung dan menebal di langit, dua perempuan kurus berjalan beriringan melintasi lapangan berlumpur, menuju ke arah saya dan rekan saya yang berasal dari Suriah. Kamp itu beraroma busuk, tak ada sistem sanitasi yang baik dan hujan pun tak membantu baunya hilang. Salah satu di antara mereka, dengan ganjil, membawa tas tangan kulit asli dengan jepitan berbentuk kristal. Melalui kerudung mereka saya melihat apa yang tampak seperti mata gadis remaja.

“Di mana suami-suami kami? Kapan mereka akan dibebaskan?” tuntut mereka tanpa ancaman apa-apa. Saat rekan saya mengangkat bahunya, salah satu dari mereka berkata, “tanya dia,” menunjuk saya dengan tangan bersarung hitamnya. Tawa geli muncul dari balik pakaian serba hitam mereka.

Mereka mungkin akan mendapatkan jawabannya dalam waktu dekat, karena Irak juga berencana menerima kembali warga mereka. Tahanan berisiko tinggi akan diberangkatkan lebih dulu dan hampir pasti akan dieksekusi, sementara para perempuan dan anak-anak akan menyusul ke Irak. Sebuah kamp tengah disiapkan, tak begitu jauh dari al-Hol, di sisi perbatasan Irak.

Hal itu akan mengurangi tekanan di kamp, tetapi tak akan menjawab pertanyaan abadi yang al-Hol berikan ke dunia Barat: berapa banyak belas kasihan yang patut diberikan kepada musuh yang tak memberikan apa pun? Dan, apa yang akan terjadi kepada para perempuan dan anak-anak mereka sekarang setelah ISIS hilang?


(imk/imk)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Aaron Wan-Bissaka Diinginkan MU, Manajer Crystal Palace Panik

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) sudah lama disebut-sebut mengincar bintang muda Crystal Palace, Aaron Wan-Bissaka. Bek kanan berusia 21 tahun itu dikabarkan telah disiapkan MU untuk menggantikan Antonio Valencia.

Manajemen MU bahkan dikabarkan telah menyodorkan penawaran kepada Palace untuk memboyong produk akademi mereka itu. Kabar ini ternyata membuat manajer Palace, Roy Hodgson, panik.

“Saya tidak percaya MU sudah menyodorkan tawaran. Saya kiri berita itu hanya spekulasi,” ujar Hodgson, usai Palace menang1-0 atas Newcastle United, Sabtu (6/4), seperti dikutip Express.

Namun begitu, Hodgson mengaku sebenarnya tak kaget jika banyak klub yang kemudian menginginkan Wan-Bissaka, seperti MU . “Musim ini, dia memang bermain sangat baik. Saya kira dia punya masa depan yang cerah,” Hodgson menambahkan.

Musim ini, Wan-Bissaka memang tampil gemilang bersama Palace. Dari total 33 pertandingan di Liga Inggris, 30 kali dia dimainkan Hodgson.

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

Ulang Tahun ke-29, Sogo Bawa Suasana Jepang Lewat Hana Matsuri

Liputan6.com, Jakarta – Pada 1 Maret 2019, Sogo Indonesia tepat berusia 29 tahun. Menyambut ulang tahunnya, toko ritel dengan 18 cabang di seluruh Indonesia menggelar Japan Fair dengan mengangkat tema Hana Matsuri.

Sogo yang merupakan brand dari Jepang menjadi inspirasi utama tema perayaan tahun ini. Hana Matsuri merupakan ungkapan suka cita menyambut musim semi yang biasanya ditandai dengan menikmati bunga sakura yang sedang mekar.

Beragam aktivitas bertema tradisi Jepang bakal digelar selama Maret 2019. Bekerja sama dengan Japan Foundation, akan diadakan perangkaian bunga bersama Ikebana Ikenobo Indonesia, upacara minum teh atau cha-do, kaligrafi dan juga travel fair.

Khusus dalam program anniversary ini, pelanggan Sogo berkesempatan memenangkan 29 tiket perjalanan ke Jepang. Ada pula promo ‘All About 29’ yang pelanggan bisa membeli sejumlah produk dengan harga Rp 290 ribu.

“Kita sediakan semua barang sehingga customer tidak perlu ke Bangkok atau Singapura untuk membeli barang yang diinginkan. Kita juga berharap pemerintah bisa naikkan batas tax refund, seperti di Singapura jadi 100 dolar, Jepang 5.000 yen, atau London 50 poundsterling. Mudah-mudahan Indonesia jadi Rp 5 juta,” kata Presiden Direktur Sogo Indonesia, Handaka Santosa, Kamis (28/2/2019).

Tidak hanya program untuk para pelanggan, Sogo juga menggelar kerja sosial dengan menggelar donor darah hingga mengumpulkan donasi bagi Yayasan Tangan Harapan sebesar Rp 2,1 miliar. Donasi itu untuk mendukung Projet Pembangunan Rumah Belajar di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahja Widayanti berharap ritel bisa tetap berinovasi dengan menawarkan layanan belanja offline tetapi harga online. Kehadiran ritel penting untuk menyerap tenaga kerja karena 25 meter persegi bisa merekrut satu orang.

“Kita tahu teknologi informasi pengaruhi pola berbelanja masyarakat. Tetapi walau ada perkembangan teknologi, tapi konsumen perlu lihat kondisi barang itu sendiri,” ujarnya.

Dalam peluncuran Hana Matsuri ini, Sogo juga memberikan apresiasi kepada supplier maupun individu yang dinilai mampu mengembangkan produk Indonesia hingga dapat bersaing dengan produk internasional, melalui Sogo Kreatif Award.

Pada tahun ini, penghargaan itu dianugerahkan kepada Luire, brand karya Raden Sirait. Dalam 10 tahun bermitra dengan Sogo, penjualan Luire mencapai angka lebih dari Rp 11 miliar pada 2018, dari hanya Rp 50 juta saat penjualan perdana.

Koleksi Luire terdiri dari ladies wear dan moslem wear. Brand ini menggabungkan desain yang cantik dengan kain khas nusantara, seperti batik, tenun, dan songket.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Romelu Lukaku Siap Bermain di Posisi Apa Pun demi MU

Liputan6.com, Manchester – Romelo Lukaku makin cinta kepada Manchester United (MU) . Penyerang asal Belgia itu bahkan mengaku siap dimainkan di posisi manapun yang dibutuhkan Setan Merah.

Dalam dua bulan terakhir, Lukaku memang jarang dimainkan sebagai penyerang tengah oleh manajer Ole Gunnar Solskjaer. Ia kalah bersaing dengan sosok Marcus Rashford, sehingga ia kebanyakan bermain di sisi kanan serangan MU dalam satu bulan terakhir.

Dini hari tadi, Solskjaer memasang Lukaku sebagai penyerang tengah sebagai pengganti Rashford yang mengalami cedera. Sang striker menuntaskan tugasnya dengan baik, di mana ia membuat dua gol ke gawang tuan rumah sehingga MU menang dengan skor 3-1 di Selhurst Park.

Lukaku juga menyebut bahwa ia senang akhirnya kembali dipercaya tampil sebagai ujung tombak MU. “Saya hanya berharap saya bisa mendapatkan kesempatan untuk bermain sebagai penyerang tengah,” buka Lukaku kepada MUTV.

2 dari 3 halaman

Siap Berikan Segalanya 

Meski lebih senang bermain sebagai penyerang tengah, Lukaku menegaskan bahwa dirinya selalu siap untuk bermain di posisi manapun yang diinginkan sang pelatih.

“Hari ini pelatih memberikan saya kesempatan untuk bermain sebagai penyerang tengah dan saya senang bisa membantu tim ini memenangkan pertandingan.”

“Saya tidak terlalu mempedulikan saya bermain di sisi kiri, kanan atau di tengah. Saya selalu memberikan yang terbaik untuk tim ini. Selama tim ini menang dan saya bisa memberikan kontribusi atas kemenangan ini, maka saya akan bahagia.”

3 dari 3 halaman

Rekor Apik 

Kemenangan di Selhurst Park tadi menjadi milestone baru bagi MU. Pasalnya ini pertama kalinya Setan Merah meraih delapan kemenangan tandang beruntun sejak tim ini didirikan lebih dari satu abad yang lalu.

Lukaku sendiri merasa senang timnya bisa mencatatkan rekor yang sangat baik itu kali ini.

“Itu [delapan kali menang tandang beruntun] merupakan sebuah pencapaian yang sangat bagus terlebih jika anda melihat tim mana yang harus kami hadapi. Semua orang terus meragukan kami namun kami merespon keraguan itu dengan cara Manchester United, yaitu menang dan mendominasi pertandingan.” tandasnya.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Langkah Cermat Mengelola Sampah Plastik Fleksibel

Liputan6.com, Jakarta – Sampah yang terus menggunung setiap harinya tak dapat dipungkiri menimbulkan beragam dampak seperti mengancam kehidupan makhluk hidup dan lingkungan. Melihat fenomena ini, pengelolaan sampah pun jadi satu cara cermat yang sudah sepatutnya dilaksanakan.

Berbicara mengelola sampah, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap 21 Februari serta program Unilever Sustainable Living Plan (USLP), Unilever hadir dengan wujud nyata dari komitmen mereka.

Adalah dengan meluncurkan penambahan delapan titik kumpul flexible plastics (FP) atau kemasan multilayer seperti kemasan sachet. Tujuan dari program di atas adalah bagaimana agar kemasan dapat digunakan ulang, daur ulang, atau kompos.

Ada pun ke delapan titik kumpul (dropping points) sampah berjenis FP atau kemasan multilayer di 8 kota di Indonesia meliputi Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Denpasar, Sidoarjo, Balikpapan, Medan, dan Makassar.

Selama ini sampah FP dianggap bermasalah karena tak ada solusi pengolahannya hingga menjadi residu dan berakhir di TPA. Pendekatan ekonomi sirkuler dilakukan oleh Unilever untuk memanfaatkan materi tersebut sebagai bahan baku yang mempunyai nilai dan digunakan kembali.

“Ini upaya kami untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang pesat tetapi bersama-sama mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ungkap Sinta Kaniawati, Head of Sustainable Business dan Yayasan Unilever Indonesia di Bank Sampah Induk Gesit, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Titik Kumpul Sampah Flexible Plastic

Sinta menambahkan aksi nyata itu tampak dari terbentuknya Bank Sampah sekitar 2.800 yang tersebar di 19 kota di Indonesia, termasuk Bank Sampah Induk Gesit. Bank sampah ini dipilih karena jadi pusat pengelolaan sampah di Jakarta Selatan.

“Bank sampah menyediakan fasilitas pengumpulan bagi vendor sampah terkumpul dan bisa didaur ulang. Komitmen lanjutan Bank Sampah Induk Gesit bisa menjadi sarana mengumpulkan titik kumpul dari kemasan plastik fleksibel seperti produk sachet atau pouch isi ulang,” tambahnya.

Terkait soal pengelolaan sampah, Sinta menekankan dapat dimulai dari langkah kecil. Lalu, langkah selanjutnya adalah dengan memilah sampah dan memberikannya pada Bank Sampah.

“Mulai dengan langkah kecil, bagaimana setiap rumah tangga dilingkup RT dan RW memilah sampahnya dan dapat diberikan ke Bank Sampah Induk Gesit. Apa yang kita lakukan bisa ditingkatkan meski partisipasi masih belum sesuai yang diinginkan,” ungkap Sinta.

Memanfaatkan kembali sampah dapat diolah untuk menjadi kemasan baru. Perusahaan ini juga telah menunjukkan keseriusannya dalam pengelolaan sampah dengan membangun pabrik di Jawa Timur.

“Membangun pabrik di Sidoarjo, Jawa Timur khusus untuk mengolah kemasan plastik menjadi pallet plastik lagi yang dapat digunakan kembali Unilever dan industri lain,” jelas Sinta.

Isi Lengkap Surat Mandat SBY: AHY Pimpin Pemenangan, Ibas Keseimbangan PD

Jakarta – Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi mandat kepada putra sulungnya yang juga komandan Kogasma PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin pemenangan pemilu partai berlambang mercy itu. Kabar tersebut disampaikan SBY ke para kadernya lewat sebuah surat.

Surat SBY tersebut dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Pandjaitan, di Kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). SBY tidak bisa fokus dalam pemenangan PD di Pemilu 2014 karena harus mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan melawan penyakit kanker darah di Singapura.

“Secara nasional komandan Kogasma saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY dalam suratnya.


Berikut isi surat SBY untuk para kader Demokrat yang berisi soal mandat kepada AHY dalam pemenangan Pemilu:

Surat ini adalah tentang surat keputusan dewan pimpinan pusat Partai Demokrat tentang peningkatan intensitas dan efektivitas kampanye pemenangan Pemilihan Umum tahun 2019 yang sekarang sedang berjalan.

1. Kampanye nasional dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh melibatkan seluruh komponen partai yang meliputi Komando Tugas Bersama (Kogasma) yang sudah kami bentuk sejak 2017 lalu, Komisi Pemenangan Pemilu, jajaran organisasi partai dari pusat hingga daerah dan para caleg. Jadi semuanya satu kesatuan, menyeluruh.

2. Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019.

3. Dalam pelaksanaan tugasnya, Komandan Kogasma dibantu oleh koordinator kampanye wilayah timur, saudara Soekarwo, anggota majelis tinggi Partai Demokrat dan koordinator kampanye wilayah barat, saudara Nachrawi Ramli, anggota majelis tinggi Partai Demokrat.

4. Di samping membantu komandan Kogasma, para koordinator wilayah kampanye mengkoordinasikan kampanye yang dilakukan oleh jajaran dewan pimpinan daerah partai di wilayah tugasnya.

5. Wilayah timur kampanye Partai Demokrat meliputi provinsi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sedangkan wilayah barat yang menjadi wilayahnya Pak Nachrawi Ramli meliputi provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

6. Selama kampanye tugas-tugas harian DPP Partai Demokrat dilaksanakan oleh Sekjen Partai Demokrat.

7. Ketua fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari Partai Demokrat, karena 61 anggota DPR RI partai saat ini adalah incumbent yang hampir semuanya adalah Caleg.

8. Setelah kampanye pemilu dilaksanakan seluruh jajaran partai tetap melakukan pengawalan dan pengamanan suara yang diperoleh, baik suara partai maupun suara caleg agar Partai Demokrat tak dirugikan pihak manapun.

9. Susunan kepengurusan resmi DPP Demokrat tidak ada perubahan, dan semua tetap memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Ini perlu saya ulangi, susunan tidak ada perubahan.

10. Surat ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, Rabu 27 Februari 2019.

Selain surat kepada kadernya, SBY juga mengirimkan surat khusus kepada Hinca. Dalam suratnya, SBY meminta Hinca menjelaskan kepada kader dan media massa soal posisinya saat ini. Berikut isinya:

Surat ini ditujukan kepada Saudara Hinca.

Pak Hinca menyertai penjelasan Pak Hinca kepada media massa tentang peningkatan intensitas dan kapasitas kampanye Partai Demokrat 2019 ini tolong sampaikan hal hal berikut kepada para kader Demokrat di seluruh tanah air.

Pertama dengan tidak dapatnya saya berjuang secara fisik bersama caleg dan kader Demokrat dalam kampanye lanjutan Pemilu 2019 ini saya harap semangat para caleg Demokrat tidak berkurang. Pada hakikatnya hati saya tetap bersama kader dan caleg Demokrat dalam perjuangan maha penting ini.

Saya pribadi juga Ibu Ani yang tengah menjalani pengobatan dan perawatan kesehatan tetap berdoa kepada Allah SWT semoga perjuangan mulia para kader dan caleg Partai Demokrat berhasil dengan baik. Saya tahu 2 bulan ini saat saat yang paling menentukan untuk partai dan caleg Demokrat. Seperti yang saya lakukan bersama Ibu Ani sebenarnya saya sangat ingin secara fisik berada di lapangan. Namun Allah tidak mengizinkan karena saya harus mendampingi pengobatan dan perawatan kesehatan Ibu Ani yang dilakukan intensif saat ini.

Pesan dan harapan saya terus berjuang secara gigih dan lakukan perjuangan itu dengan cara baik, cerdas dan tepat. Dengarkan harapan dan aspirasi rakyat kemudian perjuangkan dalam Pemilu 2019 ini. Jika kelak para caleg terpilih untuk DPR RI, DPRD dan DPD Kab/Kota, wujudkanlah dan buktikan semua yang dikampanyekan itu Insyallah saudara sekalian berhasil.

Meskipun secara fisik saya tidak bisa aktif dalam kampanye di lapangan, saya percaya Partai Demokrtat tetap memiliki, berpeluang besar untuk mencapai suara. Saya yakin instruksi yang saya keluarkan kepada jajaran partai untuk meningkatkan intensitas dan kapasitas akan dapat dijalankan dengan baik.

Komandan Kogasma AHY dan para koordinator wilayah kampanye saudara Soekarwo dan Nachrawi adalah pemimpin dan kader Demokrat yang tangguh, berkualitas, dan memiliki kemampuan tinggi untuk melaksanakan kampanye di tanah air. Di samping berjuang untuk calegnya di dapil masing-masing, yang lain memperjuangkan juga membantu penuh Kogasma secara nasional.

Saya juga yakin dengan strategi dan taktik pemenangan pemilu yang telah dibekalkan para caleg sukses akan dapat diraih. Di samping itu 14 prioritas sebagai program unggulan yang ditawarkan kepada rakyat akan diperjuangkan Partai Demokrat beserta pemerintah yang dipilihnya adalah jawaban yang diinginkan rakyat.

Saudara Hinca karenanya saya yakin Partai Demokrat bukan hanya siap memenangkan pemilu tapi atas izin Allah yang maha kuasa, Partai Demokrat akan sukses dengan gemilang, Demokrat tidak hanya pandai berjanji tapi pernah memberi bukti pada pemerintahan. Ke depan jajaran Partai Demokrat akan sukses karena semua kebijakan dan program merupakan aspirasi dari rakyat kita juga jawaban dan solusi dari permasalahan.

Ketiga atau terakhir, saya mengamati kontestasi pemilih 2019 ini utamanya pilpres lebih keras dibandingkan dengan pilpres era reformasi sebelumnya. Polarisasi nampak lebih tajam, disertai hubungan antar identitas semakin berjarak. Jika situasi ini berkembang lebih jauh dan melewati batasannya, saya kuatir kerukunan dan keutuhan kita sebagai bangsa akan retak. Ini yang harus kita cegah untuk tidak terjadi pada negeri ini. Untuk itu saya berpesan pada Partai Demokrat untuk turun agar pemilu berjalan damai, demokratis, jujur, dan adil.

Pemilu memang keras tapi tidak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi. Diperlukan tanggung jawab dan jiwa kita semua, utamanya elit dan pemimpin bangsa. Semoga praktik berdemokrasi dengan baik dapat dijaga dan dilaksanakan kembali dalam Pemilu 2019 ini. Demikian.

Sampaikan salam hangat saya dan Ibu Ani kepada seluruh kader dan caleg Demokrat. Sampaikan pula salam sayang saya kepada saudara saya rakyat Indonesia Tercinta.

Singapura, 27 Februari 2019
SBY


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.

(elz/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cara Merajut Tas Sederhana, Cocok Buat Kamu yang Masih Pemula

Liputan6.com, Jakarta Merajut merupakan metode untuk membuat baju, tas atau pernak-pernik lainnya yang terbuat dari benang yang dirajut. Merajut berbeda dari menenun atau menjahit. Merajut biasanya menggunakan benang yang agak tebal dengan berbagai warna dan menggunakan jarum khusus untuk merajut.

Kegiatan merajut telah ada sejak lama di Indonesia. Merajut dibedakan menjadi dua cara merajut yaitu crochet dan knitting. Perbedaan yang mencolok dari kedua cara merajut tersebut adalah dalam penggunaan jarumnya. Crochet menggunakan satu jarum tunggal sedangkan untuk Knitting menggunakan dua jarum rajut.

Jarum tunggal pada Chorchet disebut hook atau hakpen. Jarum ganda yang digunakan untuk Knitting disebut jarum knit atau knitting needle. Benang yang digunakan untuk merajut juga bermacam. Ada benang wol kenari, nylon, benang panda, benang polyester, benang katun orchid, benang jala, benang rayon, benang Athena dan lain-lain.

Jika kamu tertarik untuk membuat sebuah karya rajut, kamu bisa mencari cara merajut yang sederhana agar kamu bisa menirunya. Bagi kamu yang ingin mencoba membuat tas rajut, kamu perlu mengetahui langkah-langkah awal sebelum mencoba membuatnya.

2 dari 4 halaman

Alat dan bahan bisa yang harus disiapkan

Dalam merajut terdapat istilah-istilah yang harus kamu ketahui agar mempermudah kamu merajut. Istilah-istilah tersebut seperti Lp (loop) untuk lingkaran benang pada hakpen, Turn, Sp untuk spasi, St untuk stich, Mc untuk main color, Ws untuk tampak belakang, Rs untuk tampak depan dan Magic ring.

Cara memegang jarum rajut atau hakpen juga ada dua cara yaitu seperti memegang pisau yang biasanya dilakukan bagi para pemula dan seperti memegang pena.

Dilansir Liputan6.com, Kamis (28/2/2019) dari berbagai sumber, berikut cara merajut tas yang bisa kamu coba sendiri sebagai pemula. Sebelum kamu mengetahui cara merajut tas, ada baiknya kamu mengetahui bahan dan alat apa saja yang perlu dipersiapkan.

Sebagai contoh dalam artikel ini akan membantumu merajut tas dengan langkah-langkah yang perlu menyiapkan bahan dan alat sebagai berikut.

1. Gunting

2. Hakpen dengan ukuran 1/0

3. Benang nylon

Setelah menyiapkan bahan dan alat diatas, simak langkah-langkah cara merajut untuk membuat tas.

3 dari 4 halaman

Membuat simpul awal dan simpul rantai

1. Buat simpul awal

– Lingkarkan benang pada hakpen dengan menyisakan benang. Letakkan sisa benang di tengah lingkaran

– Masukkan hakpen dari bawah ke tengah lingkaran

– Kemudian tarik benang yang panjang

Jika kamu sudah membuat simpul awal, cara merajut selanjutnya adalah membuat simpul rantai.

– Kaitkan hakpen pada benang

– Tarik benangnya hingga keluar dari hakpen

– Ulangi cara tersebut sampai kamu mendapatkan panjang yang diinginkan

2. Buat simpul rantai

Setelah kamu membuat simpul awal dan mengetahui cara membuat simpul rantai, cara merajut selanjutnya adalah membuat pola untuk tas rajutan itu.

– Buat tusuk rantai sebanyak empat rantai

– Kaitkan hakpen pada benang

– Masukkan hakpen pada lubang kelima kemudian kaitkan hakpen pada benang dan tarik benangnya hingga melewati lubang kelima

– Hakpen yang dikaitkan benang tersebut tarik melewati satu buah lubang yang ada

– Kemudian ulangi lagi dengan melewati dua lubang

– Lalu kaitan benang pada hakpen tarik melewati dua lubang terakhir

– Lalukan secara berulang dengan terus memutari hingga simpul rantai yang kemudian putar sisi sebaliknya

– Buat hingga tiga baris

4 dari 4 halaman

Dilanjutkan dengan simpul keriting

1. Buat simpul rantai keriting

– Buat tusuk rantai sebanyak 7 rantai

– Masukkan hakpen pada lubang ketiga yang kemudian kaitkan pada benang lalu tarikhingga melewati lubang ketika tersebut

– Kaitkan lagi benang lalu tarik hingga melewati dua lubang

– Ulangi terus hingga hingga ujung kemudian putar sampai keduanya terkait

– Buat sampai dua baris


2. Buat kembali pola simpul rantai

3. Lalu ulangi lagi membuat simpul keriting

4. Ulangi terus hingga membentuk badan tas sesuai dengan seleramu

5. Buat juga untuk pegangan tasmu dengan tusuk rantai

6. Selesai

Bagi pemula yang ingin belajar merajut memang harus sering-sering berlatih dengan tekun. Merajut memang rumit sesuai dengan apa yang ingin dibuat. Namun banyak cara merajut yang sederhana yang bisa kamu jadikan bahan belajar seperti cara merajut di atas.

Jika kamu menekuni untuk merajut, hasil karya merajutmu bisa menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Hasil karya merajut memiliki nilai jual yang tinggi apalagi jika kamu membuat tas atau baju rajut dengan tangan. Teknik merajut ada dua cara yaitu dengan cara manual (tangan) dan menggunakan mesin.

Demikian bahasan tentang cara merajut tas dengan teknik yang sederhana. Masih banyak lagi cara merajut yang lebih rumit. Salah satu cara agar mahir merajut adalah terus belajar dengan tekun dan mencoba membuat pola-pola lain agar lebih terbiasa.

7 Kalimat yang Tunjukkan Pasangan Tulus Mencintai Anda

Liputan6.com, Jakarta Cinta yang tulus memang diperlihatkan dari perbuatan. Namun, kata-kata yang terucap pada pasangan, jika benar-benar diperhatikan, bisa menunjukkan seberapa besar perasaan itu pada Anda.

Mengutip Bustle pada Rabu (27/2/2019), pakar mengungkapkan tujuh kalimat yang akan diucapkan seseorang pada pasangannya, jika dia benar-benar tulis mencintainya.

1. “Dengan senang hati”

Pasangan yang benar-benar mencintai Anda akan menanggapi sebuah permintaan dengan cara yang positif. Hal ini bisa terlihat dari kata-kata yang mereka lontarkan.

“Dengan senang hati saya melakukannya,” kata pakar relasi Rosalind Sedacca memberikan contoh.

“Ini bukan tentang keharusan, kewajiban, atau aturan untuk menjadi pasangan. Ini tentang ingin melakukan sesuatu untuk Anda karena mereka mencintai Anda dan senang melihat Anda bahagia,” tambah Sedacca.

2 dari 5 halaman

Apresiasi

2. “Terima kasih”

Ucapan terima kasih sangatlah sederhana tetapi maknanya sangatlah penting. Bahkan, tidak hanya bagi pasangan.

Konselor dan pakar hubungan Michelle Terry mengatakan, ketika pasangan mengucapkan terima kasih, itu adalah ungkapan bahwa mereka menghargai kontribusi Anda pada hubungan.

3. Berbagai kata pujian

“Ketika Anda menyukai cara Anda mendapatkan apa yang pantas diucapkan, Anda akan merasa percaya diri tentang diri sendiri,” kata Terry.

Ini mungkin juga disebabkan oleh pasangan. Maka dari itu, sebuah pujian akan keluar dari mulutnya.

3 dari 5 halaman

Memikirkan pasangan

4. “Aku memikirkanmu”

Menurut pakar Melissa Snow, ada berbagai hal kecil yang penting bagi hubungan seseorang. Ungkapan bahwa dia memikirkan Anda ketika kalian berdua tidak bersama, mungkin menunjukkan bahwa pasangan masih memiliki semangat yang sama di awal hubungan.

5. “Bagaimana harimu?”

Ketika seseorang menjalin hubungan dan benar-benar mencintai Anda, dia akan ingin lebih banyak tahu tentang diri Anda. Snow mengatakan, hal tersebut mungkin akan lebih mudah seiring berjalannya hubungan.

“Apakah mereka sadar atau tidak, kedua pasangan ini tahu apakah mereka masih penting,” tambah Snow.

4 dari 5 halaman

Motivasi dan kesungguhan cinta

6. Kata-kata dorongan

Snow mengatakan, hidup ini memang penuh dengan kesulitan. Akan sangat penting jika pasangan memberikan dorongan untuk melewati berbagai tantangan dalam hidup. Jika dia melakukan ini, dia pasti benar-benar mencintai Anda.

7. “Aku mencintaimu”

Ungkapan ini klise. Namun, jika dilakukan dengan tulus, maknanya akan sangat mendalam.

“Kita semua harus berusaha memastikan orang yang penting bagi kita, tahu bagaimana perasaan kita tentang mereka setiap hari,” kata Snow.

Yang pasti, selain kata-kata, apa yang pasangan lakukan tentu sangat berpengaruh. Tidak harus sesuatu yang mewah, tapi sederhana dan penuh makna. Kebersamaan itulah yang membuat pasangan akan selalu merasa dihargai, diinginkan, dan dicintai.

5 dari 5 halaman

Saksikan juga video menarik berikut ini: