Dihantam Angin, Gedung SDN Kutanagara Ambruk

Dayu mengatakan, sebelum ambruk kegiatan belajar mengajar juga sudah tidak maksimal. Setiap hari, siswa kelas 1 hingga kelas 6 belajar secara bergantian. Setidaknya ada 80 siswa terdaftar di sekolah tersebut.

Kini Dayu mengaku bingung untuk memilih tempat yang nyaman bagi siswa untuk belajar karena untuk ke sekolah induk jaraknya sekitar 5 kilometer satu kali jalan. Gedung sekolah yang ambruk merupakan kelas jauh SDN Kutanagara.

“Masih bingung hingga mencari tempat untuk belajar sementara. Kalau di sekolah induk jarak tempuh sekitar 5 kilometer lagi jalannya,” imbuhnya.

Pihak guru berharap kepada Pemeritah daerah untuk segera mencari solusi demi kelancaran dan kenyamanan proses belajar mengajar bagi masa depan anak didiknya. Selain itu ada tiga guru yang statusnya honorer.

“Berharap Pemerintah daerah segera memberikan solusi buat proses belajar para siswa,” katanya.

Sebelum ambruk gedung sekolah tersebut juga dalam kondisi rusak, dinding bangunan mengalami retak serta sempat membuat guru dan siswa tiap menjalankan proses belajar mengajar. Itu terjadi karena kondisinya yang termakan usia serta tidak pernah mendapat perbaikan. Pengajuan renovasi sering diajukan ke Dinas Pendidikan maupun Pemkab Karawang, namun hasilnya nihil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *