Jokowi dan Ketum Parpol Koalisi Bahas Debat Pilpres Perdana

Jakarta

Rapat capres petahana Joko Widodo (Jokowi) bersama ketum partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) masih berlangsung hingga saat ini. Pertemuan berlangsung tertutup.

Rapat berlangsung di Resto Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019). Pengamanan juga masih dilakukan di lokasi.

Pertemuan dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy), Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), Ketum PKPI Diaz Hendropriyono, hingga Ketua PSI Grace Natalie.

“Pertemuan masih berjalan. Kita membahas sejumlah persoalan bangsa, terutama upaya untuk lebih mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat. Persiapan debat pertama juga dibahas,” ujar Rommy dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).

Jokowi dan Ketum Parpol Bahas Debat Pilpres PerdanaJokowi bertemu dengan pimpinan partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Kerja (Instagram Romahurmuziy)

Sementara itu, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut rapat tersebut awalnya dikoordinasikan Seskab Pramono Anung. Rapat ini awalnya direncanakan pada Jumat (11/1/2019).

“Tapi ada tiga ketum yang tidak bisa hadir, termasuk Grace Natalie Ketum PSI, yang menghadiri Festival 11 di Bandung. Alhamdulillah hari ini bisa ketemu semua,” kata Toni.

(nvl/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alasan Dokter Jebolan UI Dukung Jokowi 2 Periode

Liputan6.com, Jakarta – Alumni Universitas Indonesia mendeklarasikan terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 12 Januari 2019 lalu.

Seorang alumni UI, dokter Ayesa mengungkap alasan ikut deklarasi dukung Jokowi. Perempuan lulusan Fakultas Kedokteran UI ini kagum dengan sosok Jokowi.

Baginya, Jokowi layak didukung lagi untuk menjadi Presiden, dikarenakan dianggap berhasil membangun Indonesia berkat kerja nyata.

“Pak Jokowi baik, terus kerjanya terbukti. Pokoknya Jokowi lagi,” ujar Ayesa.

Sementara itu, Ketua Bidang Milenial Alumni Universitas Indonesia Muhammad Pradana Indraputra mengatakan, alumni UI memiliki alasan kuat mendukung calon presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 2019.

“Jokowi bukan tipikal orang yang omong doang, rencana doang. Jokowi itu man of action. Jokowi melakukan semuanya. Sesimpel itu alasan kami,” kata Pradana, Minggu (13/1/2019).

2 dari 2 halaman

Jokowi Tegas

Pradana mengatakan, yang membedakan Jokowi dengan yang lain adalah capres petahana itu merupakan pemimpin yang tegas dan berani.

Dia mencontohkan, hal itu tergambar dalam keberhasilan pemerintah dalam mengakuisisi PT Freeport dan menyelesaikan proyek MRT.

“MRT yang sudah terencana dari tahun 90-an, enggak pernah tereksekusi. Baru tereksekusi sama Jokowi. Freeport sejak dulu katanya divestasi, tapi enggak pernah kejadian. Baru zaman Jokowi bisa terjadi,” jelas Pradana.

Selain dihadiri dari alumni UI, ratusan alumni dari Perguruan Tinggi di Indonesia hadir di acara tersebut. Mereka menyatakan mendukung Jokowi sebagai Presiden lagi untuk periode 2019-2024. 

Reporter: Randy Ferdi Firdaus

Saksikan Video Pillihan Berikut Ini: 

SBY dan Ketua Partai Koalisi Hadiri Pidato Kebangsaan Prabowo

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan pidato kebangsaannya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019). Rangkaian acara pidato dimulai pada 19.15 WIB.

Pantauan merdeka.com, Prabowo beserta wakilnya Sandiaga Uno hadir pukul 19.15 WIB. Kehadiran mereka disambut riuh para kader dan relawan pendukung Prabowo-Sandi.

Acara itu juga dihadiri oleh pimpinan partai koalisi. Mulai dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufry dan Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman.

Kemudian Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Lalu hadir pula petinggi Partai Berkarya Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto

Acara diawali dengan pemberian sambutan oleh Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. Kemudian disusul pidato Prabowo sekitar pukul 19.30 WIB.



Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Prabowo Siapkan Kejutan, SBY-AHY akan Hadir di Pidato Kebangsaan ‘Indonesia Menang’

JakartaPrabowo Subianto akan memberi pidato kebangsaan ‘Indonesia Menang’ malam nanti. Prabowo disebut akan memberi kejutan dalam pidato.

“Pak Prabowo akan menyampaikan materi dan kejutan. Apa yang akan lakukan Pak Prabowo-Sandi setelah nanti tanggal 20 Oktober dilantik jadi presiden dan wapres. Amin. InsyaAllah pasti dilantik,” ujar Kepala Media Center Prabowo-Sandi, Ariseno Ridhwan, dalam Pojok Jubir ‘Silaturahmi Akbar Menuju Indonesia Menang’, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Ariseno mengatakan acara ini digelar lantaran KPU tidak memfasilitasi penyampaian visi misi capres-cawapres. Dia menyebut masyarakat butuh tahu apa visi misi calon pemimpin mereka.
“Karena bagi kami, tim Prabowo-Sandi, yang berhak menyampaikan visi-misi adalah paslon itu sendiri. Karena kedua paslonlah yang akan dipilih oleh rakyat. Sementara, timses sebelah, paslon 01 inginnya timses (yang menyampaikan visi-misi). Setelah itu KPU mempersilakan timses menyelenggarakan sendiri,” ujar Ariseno.
Rencananya, acara pidato kebangsaan akan dimulai pada pukul 19.20 WIB. Pimpinan parpol koalisi, PAN, PKS, Demokrat, dan Gerindra, tokoh nasional, hingga dubes negara sahabat juga akan hadir dalam acara ini.

“Tokoh besar, seperti Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua MPR Zulkifli Hasan, Pak Amien Rais, dan beberapa dubes dari negara sahabat akan hadir, yang sudah konfirmasi 11-12 dubes. Dubes Belanda, Konjen AS, dan beberapa,” kata Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said.

“Seluruh pimpinan parpol, pengamat politik, pengamat ekonomi, yang bisa memberikan ulasan nantinya,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh relawan, simpatisan dan kader-kader parpol koalisi. Diperkirakan ada sekitar 4.000 orang yang akan hadir.

“Kalau nggak muat nanti nonton bareng di luar,” sebut Sudirman.

SBY dan AHY Akan Hadiri Pidato ‘Indonesia Menang’ Prabowo

Jajaran pengurus Partai Demokrat, termasuk sang Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menghadiri pidato kebangsaan Prabowo. Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga akan hadir.

“Malam ini Ketum Partai Demokrat SBY dan jajaran lengkapnya termasuk Dankogasma AHY akan menghadiri pidato kebangsaan capres Prabowo di JCC,” kata Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief dalam keterangannya, Senin (14/1).

Dari agenda resmi Prabowo-Sandi Media Center, Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato kebangsaan ‘Indonesia Menang’ di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019). Pidato tersebut diagendakan berlangsung mulai dari pukul 19.00 WIB.

‘Indonesia Menang’ merupakan tagline visi misi Prabowo-Sandiaga yang baru, yang dinyatakan untuk rakyat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan akan memakai konsep town hall meeting saat jagoannya memaparkan visi misi.

Kembali ke Andi Arief, dia menyebut hanya satu tujuan SBY menonton dan mendengarkan langsung pidato kebangsaan Prabowo. SBY disebut Andi ingin tahu visi dan misi yang diusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Ingin mendengarkan langsung visi dan misi capres yang diusung bersama Demokrat, Gerindra, PKS dan PAN,” tutur Andi.
(mae/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PPDI Tegaskan Pertemuan dengan Jokowi Tak Terkait Pilpres

Jakarta – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) hari ini menggelar silaturahmi nasional dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). PPDI menyatakan pertemuan hari ini tak terkait dengan dukungan mereka dalam Pilpres 2019.

“Tidak ada. Kami hari ini datang karena beliau presiden, saya perangkat desa. Jadi tidak ada bahasa ‘Pak Jokowi, saya mendukung’, tidak ada,” kata Ketua Umum PPDI Mujito di Istora Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyanggupi akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait dengan penghasilan perangkat desa yang setara dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan II a. Menurut Mujito, Jokowi tak menyampaikan hal lain selain tentang desa.
“Dia menyampaikan tentang keberhasilan dia terkait dari awal dia menjabat sampai hari ini, utamanya tentang DD (dana desa) yang setiap tahun terus bertambah, itu yang beliau sampaikan. Tidak menyampaikan terkait hal yang lain,” ujar Mujito.

“Murni itu aja. Dan kami mengucapkan terima kasih karena kesejahteraan kami udah terangkat sedikit, sudah terangkat gitu,” imbuhnya.

Senada dengan Mujito, Bendahara Umum PPDI Nuryanto juga menyampaikan pesan Jokowi agar dana desa hanya berputar di desa dan dimanfaatkan untuk pertumbuhan ekonomi desa.

“Tadi pesannya Pak Presiden agar dana desa itu berputar di desa. Uang 200 sekian triliun untuk dana desa itu tidak boleh kembali lagi ke kota, apalagi ke Jakarta. Jadi untuk pertumbuhan ekonominya ini biar di desa. Tadi pesannya begitu,” ucap Nuryanto.

Sebelumnya, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) hari ini menggelar silaturahmi dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyanggupi akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait penghasilan perangkat desa.

“Jadi Pak Presiden dalam 2 minggu dari sekarang, maksimal, itu akan menerbitkan PP terkait dengan regulasi penghasilan tetap perangkat desa,” kata Ketua Umum PPDI Mujito saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Senin (14/1).

Acara silaturahmi PPDI ini yang digelar di Istora Senayan hari dihadiri sekitar 40 ribu perangkat desa dari seluruh Indonesia. Mujito menyampaikan tuntutan perangkat desa yang meminta penghasilan mereka setara dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan II a.
(azr/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

JK Bilang Biaya Pembangunan LRT Kemahalan, Ini Jawaban Adhi Karya

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengkritik pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang menelan biaya sampai Rp 500 miliar per kilometernya (km). Menurutnya, pembangunan LRT dengan skema elevated tersebut dinilai kurang efektif.

Sebagai kontraktor, PT Adhi Karya (Persero) Tbk merespons bahwa pembangunan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) sudah melalui proses pertimbangan yang masak oleh perusahaan. Itu salah satunya seperti pertimbangan biaya operasional (operational cost).

“Jadi bahwa pemilihan konstruksi elevated atau underground harus meninjau kondisi yang ada. Dalam desain pembangunan infrastruktur ada tiga pertimbangan, pertama at grade di atas tanah biasa, kedua elevated dan ketiga underground. Kami sudah lakukan kajian, ini yang paling optimal yang bisa kita berikan,” ucap Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk Pundjung Setya Brata di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Dia menambahkan, nominal sejumlah Rp 500 miliar per km tersebut sudah mencakup seluruh nilai operasi dengan panjang rel LRT yang mencapai 44,43 kilometer. Termasuk didalamnya pembangunan depo hingga stasiun.

“Jadi LRT ini berbeda dengan jalan tol, kami bukan hanya membangun jalan tapi juga membangun sistem, juga membangun workshop untuk menyimpan perbaikan maintenance depo. Depo ada cost-nya ini yang Rp 500 miliar, termasuk biaya depo yang sesuai dengan panjang tadi,” ujarnya.

Dia pun menegaskan, pembangunan LRT ini telah sesuai dengan pertimbangan Perseroan. Perusahaan telah mensurvei secara detail terkait pembangunan LRT dengan skema elevated itu.

“Kami sudah berusaha memikirkan semuanya supaya lebih optimum. Jadi kalau mau kita compare, atau bolehlah dicek pembangunan di luar negeri ya. Supaya bisa clear perbandinganya,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

JK Kritik Pembangunan LRT Habiskan Rp 500 Miliar per KM

Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat bertemu Gubernur DKI Jakarta, Anies Beswedan di rumah dinasnya, Jumat (11/1/2019) pagi.

Dalam pertemuan itu JK berbicara banyak hal, salah satunya terkait efisiensi transportasi di Jakarta.


“Saya baru tadi pagi berbicara dengan Gubernur DKI tentang efisiensi transportasi di Jakarta. Diuraikan bagaimana penggunaan teknologi di dalam sistem transportasi di Jakarta,” kata JK saat memberikan sambutan di hadapan para peserta INKINDO di Istana Wapres, Merdeka Selatan, Jumat (11/1/2019).

Sebab itu, para konsultan harus terus memahami teknologi. JK mencontohkan pembangunan LRT Jabodetabek dengan elevated yang hanya berada di samping jalan tol. Menurut JK, model pembangunan seperti itu tidak efisien. 

“Saya kasih contoh, membangun LRT ke arah bogor dengan elevated (jalur layang). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?,” ucap JK.

Menurutnya, di sejumlah negara, pembangunan LRT tidak di bangun bersebelahan dengan jalan tol. Pembangunan jalur layang justru akan membuat biaya semakin membengkak.

“Biasanya light train itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah. Tapi bangunnya gitu. Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya 500 miliar per kilometer,” kata JK.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Kabar Gatot Nurmantyo Kini, Fotonya Terpampang di Posko BPN Prabowo-Sandi

Liputan6.com, Jakarta Setelah fotonya terpampang pada baliho di Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Solo, hari Minggu lalu (13/1/2019), mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo lewat akun Instagram pribadinya melayangkan protes terhadap baliho tersebut. Ia mengaku tidak pernah menerima permintaan apalagi untuk memberi persetujuan terkait fotonya tersebut.

Adapun dalam baliho yang menampilkan foto Gatot itu terdapat tulisan selamat dan sukses atas peresmian kantor pusat BPN Prabowo-Sandiaga. Menanggapi baliho tersebut, Gatot memang tidak pernah secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap salah satu pasangan calon. Hal itu berdasarkan pernyataannya pertengahan tahun lalu bahwa ia akan menentukan sikap politiknya di dalam bilik suara.

Sementara itu, melalui Kepala Divisi Advokasi Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyampaikan permintaan maaf kepada Gatot Nurmantyo atas insiden tersebut. Ferdinand membenarkan bahwa foto Gatot Nurmantyo yang terpampang adalah ulah salah seorang relawan kubu Prabowo-Sandi, tanpa mendapatkan izin dari Gatot Nurmantyo sendiri.

Meskipun demikian, hal itu dilakukan atas rasa kagum relawan terhadap sosok Gatot Nurmantyo yang lekat dengan jiwa besarnya dalam melawan ketidakadilan dan membela negara.

Lalu, seperti apa sosok Gatot Nurmantyo setelah purna dari jabatannya sebagai Panglima TNI? Selengkapnya akan diulas Liputan6.com, Senin (14/1/2019).

2 dari 4 halaman

Aktif menyuarakan pendapat melalui akun Instagram pribadinya

View this post on Instagram

Untuk seluruh pahlawan yang telah gugur demi bangsa ini, yang pernah tegak berdiri, sepenuh hati merebut dan menjaga kemerdekaan negeri. Terima kasih banyak atas perjuanganmu untuk kami, untuk bangsa ini. Kami tak akan pernah lupa kepadamu wahai pahlawan, kusuma negara yang berjuang dan gugur demi bangsa. Engkau bukanlah cuma tulang-tulang yang berserakan. Kami akan selalu mengenangmu, memberi arti atas pengorbananmu. Kami masih mendengar deru-mu, terbayang derap tegap langkahmu. Kini kami yang akan meneruskan perjuangan itu. Mewujudkan harapan dan cita-citamu. Menjaga kekayaan bangsa ini, melindungi keutuhan persatuan dan kesatuan negeri. Membentengi ibu pertiwi dengan merengkuh pluralisme, mengikis radikalisme, melawan korupsi, memberantas narkoba, memerangi kemiskinan, menghapus kebodohan, mewujudkan masyarakat berderajat kesehatan yg tinggi, mempertajam ilmu pengetahuan, dan mempertebal kearifan. Menyebarkan informasi yang benar, bukan hoax. Menyebarkan kebaikan, bukan kebencian. Saling mengingatkan, bukan saling menjatuhkan. Serta mengukuhkan jati diri menuju kejayaan negeri yang telah engkau tinggalkan pada kami. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mengokohkan hati ini, hati kita semua. Satukan hati untuk Indonesia. Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2018. Gatot Nurmantyo #haripahlawan #gatotnurmantyo #satukanhatiuntukindonesia #jagaindonesia #selamatharipahlawan

A post shared by Gatot Nurmantyo (@nurmantyo_gatot) on Nov 9, 2018 at 6:06pm PST

Pria kelahiran 13 Maret 1960 ini menjabat sebagai Jenderal TNI sejak 8 Juli 2015 hingga resmi melepas jabatannya pada akhir bulan Maret tahun 2018 silam. Setelah purna, Gatot Nurmantyo aktif dalam kegiatan kesehariannya yang terlihat dalam akun Instagram pribadinya yang terverifikasi, yaitu @nurmantyo_gatot.

Gatot Nurmantyo kerap menyuarakan pendapatnya terkait kejadian-kejadian yang terjadi di tanah air. Dalam unggahannya November 2018 lalu, Ia ikut serta dalam perayaan hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November itu. Dalam unggahannya, Gatot menulis “Menyebarkan informasi yang benar, bukan hoax. Menyebarkan kebaikan, bukan kebencian. Saling mengingatkan, bukan saling menjatuhkan. Serta mengukuhkan jati diri menuju kejayaan negeri yang telah engkau tinggalkan pada kami.”

Meskipun sudah purna dari pengabdiannya sebagai Jenderal TNI, namun Gatot tetap memperlihatkan kepeduliannya terhadap negaranya dengan selalu up to date mengenai isu-isu sosial tanah air.

Selain itu, Gatot Nurmantyo juga mengikuti informasi terbaru seputar TNI AD, dimana dalam unggahannya Ia memberikan ucapan selamat serta harapan terhadap Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa yang baru saja dilantik November lalu.Tak hanya itu, Gatot juga mengucapkan selamat atas pelantikan Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen Suhartono yang resmi menjabat pada 27 Desember 2018.

Pada unggahannya tanggal 22 Desember, Gatot Nurmantyo berziarah ke makam orangtua serta mertuanya dalam rangka agenda mendatangnya yaitu ibadah umroh yang dilakukannya pada 24 Desember lalu.

3 dari 4 halaman

Sosoknya sempat dikabarkan akan maju ke Pilpres 2019

Dilansir Liputan6.com dari merdeka.com, tahun lalu beredar kabar bahwa Gatot Nurmantyo siap mengajukan diri untuk maju dalam Pilpres 2019. Namun, kabar tersebut terjawab pada momen pendaftaran capres-cawapres oleh KPU yang menunjukan absennya nama mantan Panglima TNI Jenderal tersebut.Banyak sekali relawan dan simpatisan yang muncul untuk mendeklarasikan dukungannya terhadap Gatot. Mulai dari Generasi Muda Milenial Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GMM GNR), Pro Gatot Nurmantyo atau Progo hingga relawan Selendang Putih.

Ditambah, PAN dan PKS sempat berminat memberikan tiket maju Pilpres kepada Gatot. Bahkan PAN sempat membuka opsi kombinasi Zulkifli Hasan dan Gatot sebagai pasangan capres-cawapres. Selain itu, Gatot secara terbuka menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden serta akan selalu bersiap untuk mengabdikan kembali jiwa raganya untuk bangsa.

Setelah resmi melepas jabatannya pada akhir bulan Maret tahun lalu, Gatot yang mengabdi selama 36 tahun sebagai prajurit TNI mengatakan bahwa Ia siap menjadi presiden jika rakyat memang menghendaki. Gatot menambahkan bahwa Ia memiliki hak yang sama, yaitu hak dipilih dan hak memilih.

4 dari 4 halaman

Hadir di acara tablig akbar Majelis Rasulullah

Pada penghujung tahun 2018 lalu, Gatot Nurmantyo terlihat hadir dalam acara tablig akbar Majelis Rasulullah yang juga dihadiri Sandiaga Uno, salah satu wakil pasangan calon Presiden RI 2019. Terkait kehadirannya tersebut, Fadli Zon selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra berujar bahwa ia optimis Gatot mendukung pasangan calon nomor 2 tersebut di Pilpres tahun 2019.

Namun, Fadli menambahkan jika dia masih belum bisa memastikan ke mana pilihan politik Gatot Nurmantyo akan berlabuh. “Tapi nanti kan tergantung kepada beliau untuk menentukan sikapnya. Ya pokoknya pada waktunya nanti,” ungkapnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Kehadirannya pada acara tablig akbar yang digelar Oktober 2018 silam diakui Gatot tidak ada hubungannya dengan agenda pilpres 2019. Ia juga mengaku tak membicarakan soal Pilpres 2019 dengan pasangan calon nomor 2 tersebut. Namun demikian, ia mengatakan tetap menjalin komunikasi baik dengan kubu Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Reporter: Yunisda Dwi Saputri

Saling Pamer Dukungan ke Capres-Cawapres

Liputan6.com, Jakarta – Sejumlah perkumpulan dan komunitas mulai menunjukan dukungan politiknya. Mereka ramai-ramai menggelar deklarasi mendukung pasangan capres-cawapres.

Peristiwa ini mulai ramai dan semakin diperbincangkan, terutama saat mendekati Pilpres, April 2019 mendatang.

Misalnya saja seperti yang dilakukan oleh Alumni Universitas Indonesia (UI). Mereka menggelar deklarasi mendukung Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu 12 Januari 2019.

Ketua Bidang Milenial Alumni Universitas Indonesia Muhammad Pradana Indraputra mengatakan, alumni UI memiliki alasan kuat mendukung pasangan calon nomor urut 01 ini di Pilpres 2019.

“Jokowi bukan tipikal orang yang omong doang, rencana doang. Jokowi itu man of action. Jokowi melakukan semuanya. Sesimpel itu alasan kami,” kata Pradana, Minggu 13 Januari 2019.

Dia mengatakan, yang membedakan Jokowi dengan yang lain adalah capres petahana itu merupakan pemimpin yang tegas dan berani. Dia mencontohkan, hal itu tergambar dalam keberhasilan pemerintah dalam mengakuisisi PT Freeport dan menyelesaikan proyek MRT.

“MRT yang sudah terencana dari tahun 90-an, enggak pernah tereksekusi. Baru tereksekusi sama Jokowi. Freeport sejak dulu katanya divestasi, tapi enggak pernah kejadian. Baru zaman Jokowi bisa terjadi,” jelas Pradana yang juga menjabat Ketua Bidang Milenial Masyarakat Cinta Masjid (MCM) ini.

Menurut dia, pemilih milenial cenderung akan lebih memilih capres yang telah membuktikan kinerjanya.

“Visi Jokowi cocok banget dengan anak muda. Dia mendukung start up, ekonomi kreatif dan transportasi publik, kebersihan dan tata kota. Beliau juga tipikal orang enerjik dan berjiwa muda,” tutur Pradana.

Tak hanya Alumni UI saja, sejumlah komunitas lain juga turut meramaikan deklarasi dukung Jokowi di GBK. Mereka adalah Masyarakat Cinta Masjid (MCM).

“Kader MCM punya hak pilih, sebagian besar kader MCM ingin Jokowi melanjutkan pemerintahannya di periode kedua,” kata Ketua Umum MCM Wishnu Dewanto.

Wishnu menyatakan, pemerintahan Jokowi telah membuktikan kinerjanya yang pro rakyat pada periode pertama pemerintahannya sehingga mantan Gubernur DKI Jakarta ini pantas untuk diberi kesempatan menyelesaikan program-programnya di periode kedua kepemimpinannya.

“Infrastruktur yang masif. Keamanan stabil. BBM satu harga. Perusahaan yang dulu dikuasai asing sudah dapat dikuasai bangsa Indonesia. Kami rasa dia pantas dua periode,” tambah dia.

Tak mau ketinggalan, ratusan orang yang tergabung dalam Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) juga mendeklarasikan dukungan terhadap capres cawapres nomor urut 01 itu.

Acara deklarasi ini digelar di SCBD, Jakarta Selatan, Minggu siang. Acara tersebut digelar sekaligus dalam rangka mendeklarasikan berdirinya PPPI sebagai organisasi yang menampung aspirasi masyarakat penerbangan.

“Pastikan dukungan untuk Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin, bismillahirrahmanirrahim,” ujar Ketua PPPI Rizki Budimansyah saat deklarasi, Minggu (13/1/2019).

Tak tanggung-tanggung, acara ini ternyata dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Hadir pula penyanyi Vina Panduwinata.

Dalam kesempatan itu, Budi mengapresiasi dukungan yang diberikan para awak kabin terhadap pemerintahan saat ini. Dia juga mengapresiasi dukungan terhadap Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia pada periode berikutnya.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan, amanah yang disampaikan oleh rekan-rekan pilot dan pramugari itu akan saya sampaikan kepada Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin, dan bisa mendukung keterpilihan Pak Jokowi dan Ma’ruf,” ujar Budi.

Selain para pilot, Jokowi-Ma’ruf juga mendapat dukungan dari para pengusaha yang tergabung dalam Galang Kemajuan (GK) Jokowi.

Pengalaman di pemerintahan menjadi alasan mereka mendukung Jokowi untuk memimpin Indonesia pada 2019-2024.

“Beliau adalah muslim dan naik haji. Lalu Beliau sudah berpengalaman di pemerintahan dari wali kota, gubernur, dan Presiden. Kemudian, Beliau mempunyai program yang jelas. Jadi jangan sampai negara ini dipimpin oleh orang yang tidak berpengalaman,” kata Ketua GK Pengusaha Jokowi, Trisya Suherman di Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

Trisya mengatakan, relawan GK Jokowi akan memberikan dukungan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu selama masa kampanye. Salah satu caranya dengan mendatangi warga dari kampung ke kampung, perumahan hingga ke tempat keramaian.

“Saya mengimbau kepada relawan GK beritahukan ke masyarakat tentang sosok Jokowi dan keberhasilannya memimpin pemerintah,” ucap dia.

2 dari 2 halaman

Dukungan ke Prabowo-Sandi

Sementara pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga mendapat dukungan dari komunitas warga.

Seperti yang dilakukan puluhan anggota Kerabat 85 yang berasal dari para alumni lintas SMA. Mereka mendeklarasikan dukungannya untuk Prabowo-Sandi. Deklarasi dilakukan di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

“Kami mendeklarasikan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno untuk jadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,” kata Ketua Kerabat 85, Armansyah diikuti puluhan anggota lainnya.

“Kami akan memperjuangkan baik di media sosial maupun melalui pengerahan jaringan relawan kami di setiap lokasi kami tinggal masing-masing,” sambungnya.

Kerabat 85, ungkapnya, beranggotakan alumni SMA di Jakarta dan ada juga mantan relawan Jokowi. Armansyah mengatakan anggota Kerabat 85 juga meluas ke berbagai kota seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan Medan.

Usai deklarasi, Kerabat 85 menyerahkan sejumlah uang kepada pengurus Seknas. Armansyah mengatakan pihaknya juga akan membuat baliho secara swadaya untuk mendukung pencalonan Prabowo-Sandi.

Target dari kampanye yang akan dilakukan ialah untuk semua kalangan dan akan menggencarkan kampanye melalui media sosial. Armansyah juga mengajak para anggota Kerabat 85 untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandi di lingkungan masing-masing.

Armansyah mengatakan, pihaknya mendukung pasangan yang diusung Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat itu karena menginginkan perubahan. Menurutnya Prabowo-Sandi bisa membawa Indonesia sampai pada cita-cita bangsa sesuai dengan pembukaan UUD 1945.

“Kami memang serius ingin, berharap banyak bisa memenangkan Pak Prabowo dan Bang Sandi karena kami ingin perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Timses: Jangan Sepelekan Kepemimpinan Prabowo di Militer

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menyayangkan pernyataan Capres nomor urut 01 Jokowi soal memilih pemimpin yang  berpengalaman.

Menurut Priyo, pernyataan Jokowi itu secara tidak langsung menyindir lawannya di pilpres 2019. Dia pun menuding, Jokowi sengaja membuat pernyataan itu untuk menyerang Prabowo.

“Seolah-olah Pak Jokowi ingin men-downgrade Pak Prabowo. Seolah-olah hanya mereka  yang berpengalaman,” kata Priyo di Markas DPP PKS, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2019).

Priyo membantah kalau Prabowo tidak mempunyai pengalaman dalam memimpin. Menurut dia, Ketua umu Partai Gerindra itu sudah teruji di pemerintahan lewat pengabdiannya selama di militer.

Karenanya, Priyo meminta publik untuk tidak meragukan kapabilitas Prabowo sebagai calon presiden. 

“Pak Prabowo telah menyerahkan seluruh kehidupannya termasuk ketika dia masih di tentara. Tentu dari segi pengalaman, siapa lagi yang mempertanyakan Pak Prabowo?” jelas Priyo.

Sebaliknya, Priyo balik bertanya apakah Jokowi sudah sedemikian berpengalaman sehingga sangat percaya diri menyatakan hal itu.

2 dari 2 halaman

Jokowi : Pemimpin Harus Berpengalaman

Mantan Politikus Partai Golkar itu justru melempar kritik apakah satu periode kepemimpinannya sudah menyejahterakan rakyat.

“Jangan sepelekan Pak Prabowo kurang pengalaman. Pak Jokowi kalau berpengalaman sebagai presiden satu periode, tapi hasil dan prestasinya masih biasa saja?,” Priyo menandasi.

Seperti diketahui, Jokowi menyinggung soal pemimpin berpengalaman kala menghadiri deklarasi dukungan alumni sejumlah kampus negeri.

Capres nomor urut 01 ini mengatakan, seorang hendak memimpin negara adalah sosok  yang harus berpengalaman.

“Demi menjadi pemimpin, butuh pengalaman. Diperlukan pengalaman dalam memerintah. Apalagi sebuah negara yang besar seperti Indonesia ini. Ya jangan coba-coba dong,” kata Jokowi, di Senayan, Jakarta, Sabtu 12 Januari 2019.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Putra Arifin Ilham Ikut Doa Bersama di Istiqlal untuk Kesembuhan Ayah

Jakarta – Anak kedua Ustaz Arifin Ilham, Muhammad Amer Adzikro menghadiri acara zikir dan doa bersama di Masjid Istiqlal. Amer berterima kasih atas doa-doa yang diberikan untuk kesembuhan ayahnya.

“Saya Muhammad Amer Adzikro selaku putra kedua KH Arifin Ilham, Amer mewakili abang saya dan mewakili seluruh keluarga besar Az Zikra mengucapkan sangat terima kasih kepada para ulama, habaib, jemaah, dan penyelenggara acara ini. Semoga Allah SWT mendengarkan doa kita,” kata Amer dalam sambutannya di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Dia berharap sang ayah lekas sembuh. Selain keluarga, Amer mengatakan masih banyak orang membutuhkan kehadiran dan bimbingan dari Arifin.


“(Ustaz Arifin Ilham) abi adalah ulama yang sangat istiqomah. Oleh karena itu tak heran abi jadi teladan keluarga kami. Maka dari itu keberadaan abi Arifin masih sangat dibutuhkan, masih banyak yang memerlukan nasihat abi, bimbingan abi.

Pantauan detikcom hingga pukul 21.50 WIB acara zikir dan doa bersama untuk kesembuhan Ustaz Arifin Ilham masih berlangsung. Amer ikut berzikir bersama jemaah untuk kesembuhan ayahnya itu.

Suasana doa dan zikir bersama di IstiqlalSuasana doa dan zikir bersama di Istiqlal (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Amer terlihat berada di saf paling depan. Ia terlihat ikut berzikir dan ikut mengangkat tangan saat berdoa bersama jemaah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Asep Saepudin mengaku kenal dekat dengan Ustaz Arifin Ilham. Ia menyebut sudah banyak masyarakat yang mendoakan sang ustaz itu di Masjid Istiqlal ini.

“Sejak saya tahu beliau sakit kita berdoa secara khusus di setiap malam. Tadi pagi di sini ada kegiatan dihadiri 10 ribu jemaah sudah mendoakan juga untuk Bapak KH Arifin Ilham. Dengan doa tadi pagi ditambah doa sekarang dan doa seluruh umat insyaallah dikabulkan Allah SWT,” kata Asep.

Acara zikir dan doa itu berlangsung setelah salat isya berjemaah. Acara itu diikuti oleh jemaah laki-laki maupun perempuan.

Seperti diketahui, Pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra itu sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia. Arifin Ilham dirujuk ke rumah sakit di Penang, Malaysia setelah dirawat beberapa hari di RSCM Kencana, Jakarta Pusat.
(jbr/jbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>