Diet dan Tradisi Ngapem Ala Keraton Kanoman Cirebon

Kue apem diyakini sebagai penolak bala atau sial selama bulan Safar di Cirebon. Pada akhir bulan Safar dalam kalender jawa, sebagian meyakini sebagai bulan yang penuh sial.

Biasanya, cobaan dan bencana alam datang pada setiap akhir Bulan Safar.

“Dipunahkannya dengan kue apem yang diyakini sebagai penolak bala,” kata Patih Keraton Kanoman Cirebon Pangeran Raja Moch Qodiran.

Kue apem yang dibuat keluarga keraton langsung dibagikan gratis kepada masyarakat yang datang. Dalam tradisi ngapem, keluarga keraton bersama warga berdoa bersama di bangsal Paseban Keraton Kanoman Cirebon.

Doa tersebut sebagai bagian dari upaya manusia memohon kepada pencipta agar tidak ada bencana.

“Bulan Safar biasanya banyak kejadian yang tidak mengenakan yang melibatkan tokoh Islam. Seperti tragedi cucunya Rasul kan di Karbala pada bulan Safar,” ujar dia.

Dia mengatakan, tradisi ngapem yang dirangkaikan dengan Tawurji hanya ada di Cirebon. Baik keraton maupun warga Cirebon pada umumnya membuat kue Apem untuk dibagikan gratis kepada masyarakat umum.

“Dulu ngapem dilakukan perorangan tiap akhir Safar orang mandi apem dan apemnya dikasih ke kucing atau binatng yang ada di sekeliling. Sekarang ngapem baren warga sekitar,” ucap dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tradisi tawurji yang digelar dengan cara sawer uang receh di Keraton Kanoman Ricuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *