7 Rempah Khas Indonesia Ini Diekspor dengan Harga Selangit

Liputan6.com, Jakarta Sejak zaman dulu kala, Indonesia terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya. Inilah yang menyebabkan Indonesia pada akhirnya dijajah oleh negara lain karena memiliki rempah-rempah yang banyak dan juga melimpah.

Rempah-rempah Indonesia banyak digunakan untuk produk obat tradisional, produk kecantikan atau kosmetik, farmasi, bumbu masak, parfum, sabun, dan masih banyak lagi. Indonesia yang beriklim tropis menjadikannya sebagai daerah yang memiliki berbagai tanaman rempah-rempah dan juga menjadi tempat yang mudah membudidayakan rempah-rempah.

Indonesia juga dipercaya oleh negara-negara lain sebagai produsen tanaman rempah dengan kualitas terbaik. Negara-negara seperti dari kawasan Timur Tengah, dan Eropa adalah negara yang sering mengekspor rempah-rempah dari Indonesia seperti, cengkeh, pala, merica, kayu manis, dan masih banyak lagi.

Selain itu masih banyak lagi rempah-rempah Indonesia yang juga terkenal hingga luar negeri dan sering diekspor keluar negeri. Bahkan harga rempah-rempah ini tidak tanggung-tanggung alias malah ketika di-ekspor ke luar negeri.

Berikut ini Liputan6.com rangkum dari beberapa sumber, Kamis (18/4/2019) beberapa informasi mengenai rempah-rempah Indonesia yang dikirim atau di-ekspor ke luar negeri dengan harga yang cukup mahal.

Mobil DFSK Produksi Cikande Mulai Diekspor Tahun Ini

Liputan6.com, Jakarta – PT Sokonindo Automobile (DFSK) Indonesia mulai menargetkan penjualan yang cukup tinggi di Indonesia. Tidak main-main, pabrikan asal Cina ini berharap mampu menjual 12 ribu unit kendaraannya tahun ini, dengan mengandalkan berbagai model andalannya, seperti Glory 580 dan Glory 560.

Dijelaskan Managing Director of Sales Centre of PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, target tersebut cukup realistis dengan ditunjang pertumbuhan pasar otomotif per tahunnya yang berada di kisaran lima persen.

“Sejumlah langkah sudah dipersiapkan untuk mencapai target tersebut, mulai dari menghadirkan kendaraan-kendaraan berkualitas yang andal, jaringan yang luas mencakup diberbagai daerah seluruh Indonesia, sampai ekspor ke Asia,” jelas Franz Wang melalui keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Senin (15/4/2019).

Selain penjualan di dalam negeri, tahun ini DFSK juga sudah mempersiapkan unttuk menjual kendaraan ke pasar Asia lainnya.

Mengingat pabrik yang berada di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten memiliki kapasitas produksi maksimal 50 ribu unit per tahun.

Fasilitas ini sedari awal memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan produksi di dalam negeri, dan menjadi basis produksi untuk pasar Asia.

Banyuwangi Kolaborasi dengan Du’anyam untuk Perkuat Pengrajin Lokal

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melakukan berbagai upaya untu terus memperkuat pengrajin lokal mereka. Salah satu caranya adalah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pemberdayaan lokal.

Terbaru, Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan perusahaan bisnis sosial, Du’anyam. Perusahaan ini merupakan pemegang lisensi sekaligus produsen suvenir Asian Games 2018. Produk-produk kerajinannya juga telah diekspor ke berbagai negara.

“Kita memang harus kolaborasi untuk terus memperkuat para pengrajin lokal. Ini Du’anyam digerakkan anak-anak muda hebat yang punya perspektif pasar dan kewirausahaan sosial bagus. Jadi kita ingin melibatkan untuk memberdayakan pengrajin lokal,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, seperti dikutip dari merdeka.com (28/2/2019).

Ia bertemu langsung dengan dua pendiri Du’anyam, yakni Hanna Keraf dan Azalea Ayuningtyas. Keduanya berkeliling di Banyuwangi beberapa hari untuk bertemu dan memetakan potensi kerajinan karya UMKM-UMKM lokal.

“Nanti berkala dibikin workshop. Dalam rangkaian Festival Bamboo pada Juni mendatang. Du’anyam akan memberi perspektif pasar dan ekosistem bisnis ke para pengrajin lokal. Membakar kembali semangat komunitas lokal agar lebih berdaya,” ucap Anas.

Founder dan CEO Du’anyam, Azalea Ayuningtyas, mengatakan bahwa pihaknya akan berkeliling mengunjungi sejumlah pengrajin di Banyuwangi untuk mencari potensi dan menjajaki kerja sama dengan para pengrajin di Banyuwangi. Du’Anyam juga akan memberikan pendampingan kepada para pengrajin Banyuwangi. 

“Pendampingannya meliputi standardisasi kualitas, quality control, packaging, hingga pengiriman. Kami lebih mencari komunitas pengrajin yang belum mandiri, sehingga ada proses pemberdayaan nantinya,” kata dia.

Azalea menambahkan, selama di Banyuwangi pihaknya tidak melewatkan kesempatan mengunjungi sejumlah sentra pengrajin, seperti pusat kerajinan bambu di Desa Gintangan. Desa Gintangan sendiri dikenal sebagai basis pengrajin bambu. Desa tersebut memasok kerajinan bambu untuk berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, hasil olahannya sudah diekspor ke sejumlah negara, seperti Jepang, Brunei Darussalam, Thailand, dan Maldives.



(*)

Diduga Dikirim untuk Kim Jong-un, 90.000 Botol Vodka Disita Bea Cukai Belanda

Liputan6.com, Den Haag – Pejabat pabean Belanda di pelabuhan Rotterdam telah menyita 90.000 botol vodka yang diyakini akan dikirimkan untuk pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan para kepala pasukannya.

Pembeslahan itu dilakukan setelah pemerintah Negeri Kincir Angin mencurigai rute pengiriman paketan minuman keras itu dari catatan kapal kontainer milik China: Nebula.

Vodka buatan Rusia itu, yang dikemas dalam 3.000 kotak, telah diperhatikan dengan seksama oleh petugas Bea dan Cukai Belanda karena akan dibongkar di Tiongkok, melalui pelabuhan Hamburg dan Rotterdam.

Ketika otoritas berusaha untuk memeriksa kontainer yang ditempatkan di lambung kapal, kardus-kardus vodka tersebut ditemukan tersembunyi dan diletakkan di dalam sebuah pesawat terbang yang juga akan diekspor ke China.

Kementarian urusan ekspor-impor Belanda pun memerintahkan untuk menurunkan seluruh peti kemas itu. Berdasarkan investigasi awal, pihak berwenang curiga bahwa pengangkutan itu akan dibawa ke Pyongyang, Korea Utara.

Seorang petugas bea cukai Belanda menampilkan sebuah kontainer berisi 90.000 botol vodka. (Robin Utrecht / AFP)

Arno Kooij, petugas Bea Cukai yang bertanggung jawab atas penyitaan tersebut, menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut kepada wartawan yang meliput.

“Kami tidak ingin membuat orang lain menjadi lebih bijaksana daripada yang seharusnya,” katanya kepada surat kabar Belanda, Algemeen Dagblad.

“Apa yang bisa saya katakan, berdasarkan informasi yang kami miliki, kami menduga bahwa paket ini akan jatuh ke tangan Kim Jong-un. Kami curiga vodka ini tidak akan dikirim ke China, tetapi ke Korea Utara,” imbuhnya, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (27/2/2019).

Menteri Perdagangan Belanda, Sigrid Kaag, yang memerintahkan penyitaan itu, mengatakan, “Dewan Keamanan PBB telah menjatuhkan sanksi yang tegas kepada Korea Utara, jadi kami pun harus menjunjung tinggi keputusan tersebut, dengan menegakkan sanksi-sanksi yang dimaksud. Sanksi tersebut juga berkaitan dengan impor barang-barang mewah dan oleh karena itu, Bea Cukai benar-benar diberikan kuasa penuh untuk membongkar kontainer ini.”

Kim Jong-un, yang dikabarkan pernah mengenyam pendidikan di Swiss, dikenal memiliki gaya hidup yang berkelas. Tahun lalu, ia diklaim telah menghabiskan lebih dari US$ 4 miliar untuk mengimpor produk-produk mewah dari China, sejak mengambil alih kekuasaan pada tahun 2011.

Sedangkan keluarganya dilaporkan telah mengimpor sebuah pesawat amfibi, alat-alat musik, jam tangan dan bulu, dengan total sumbangan impor terhadap Korea Utara –dari China– sebesar 17,8%.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Beredar Rekaman Kim Jong-un Merokok Saat Rehat di China Menuju Vietnam

Selain gemar mengonsumsi minuman beralkohol, Kim Jong-un juga disinyalir tak bisa lepas dari rokok. Secara mengejutkan, sebuah cuplikan tayangan televisi asal Jepang, TBS TV, memperlihatkan pemimpin Korea Utara ini tengah merokok saat singgah di salah satu stasiun kereta di China pada Selasa dini hari, 26 Februari, waktu setempat.

Momen tersebut terekam oleh kamera dari jarak jauh menjelang matahari terbit, dalam persinggahan terakhir menuju Kota Don Dang di perbatasan utara Vietnam, demikian sebagaimana dikutip dari Associated Press pada Selasa.

Video itu memperlihatkan Kim Jong-un tengah mengepulkan asap rokok dan berbicara dengan pejabat Korea Utara di stasiun kereta Nanning, China.

Seorang wanita yang kemungkinan adalah saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong, terlihat memegang asbak kristal di dekatnya.

Meski mendorong kampanye anti-rokok nasional di Korea Utara, Kim Jong-un kerap terlihat memegang batang rokok di tangannya.

Pada 2017, lembaga penyiaran negara Korea Utara tanpa sengaja menunjukkan Kim Jong-untengah merokok di depan salah satu misil balistik antarbenua berbahan bakar cair, ketika sedang menjalani persiapan untuk peluncuran uji coba.

Kim Jong-un tiba di Vietnam pada Selasa pagi, sekitar pukul 08.15 waktu setempat, setelah melakukan perjalanan hampir 70 jam dari Pyongyang, menggunakan rangkaian kereta lapis baja.

Dia melanjutkan perjalanan ke Hanoi dengan sedan Mercedes Benz, yang diiringi oleh lapisan keamanan tingkat tinggi.

Kedatangannya ke Vietnam adalah untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, guna membahas kebuntuan dalam kerja sama dalam menuju denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea.

Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) melaporkan keberangkatan Kim Jong-um didampingi oleh negosiator utama dalam pembicaraan nuklir Kim Yong-chol, saudara perempuannya Kim Yo-jong, dan berbagai pejabat tinggi lainnya.

Namun, istrinya, Ri Sol-ju, tidak disebutkan ikut dalam rombongan tersebut.

Belasan Ribu Motor Honda Produksi Indonesia Laku di Negeri Orang

Liputan6.com, Jakarta – Ekspor motor dalam kondisi utuh (CBU/Completely Built Up) yang dilakukan yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM) di bulan pertama 2019 melonjak 175 persen dibanding Januari 2018.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), ekspor sepeda motor secara nasional pada Januari 2019 mencapai 67.016 unit atau meningkat 76,3 persen dibanding ekspor nasional pada Januari 2018 yang hanya mencatatkan angka penjualan 38.021 unit.

AHM pada bulan pertama tahun ini, berhasil mengekspor 17.300 unit motor atau berkontribusi sebesar 25 persen terhadap kinerja ekspor sepeda motor nasional. Pada bulan yang sama tahun lalu ekspor CBU AHM hanya tercatat 6.281 unit.

Dilihat dari tipe motor yang diekspor, sumbangsih ekspor sepeda motor Honda terbesar berasal dari jenis skutik yaitu sebanyak 16.412 unit, diikuti oleh tipe sport sebanyak 728 unit, dan motor bebek 160 unit.

“Lonjakan pertumbuhan ekspor ini tidak dapat dipisahkan dari daya saing produk yang diproduksi anak bangsa di pasar ekspor. Kami yakin motor Honda produksi AHM ini akan semakin disukai tidak hanya di pasar domestik tapi juga di pasar ekspor di masa-masa mendatang,” ujar General Manager Overseas Business Division AHM, Kurniawati Slamet.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Ekspor motor CBU AHM di bulan pertama tahun ini paling banyak untuk memenuhi permintaan pasar motor di negara Bangladesh dan Filipina.

Dengan pencapaian positif di awal tahun ini, AHM memperkirakan ekspor motor CBU sepanjang tahun ini akan tumbuh dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018.

“Kami optimis dengan indikasi positif pada awal tahun ini akan mengantarkan ekspor sepeda motor Honda tahun ini tumbuh sekitar 40 persen – 50 persen hingga akhir tahun 2019,” lanjut Kurniawati.

Selain melakukan pengiriman secara CBU, AHM juga melakukan pengiriman sepeda motor secara terurai (CKD/Completely Knocked Down) dengan negara tujuan Vietnam, Malaysia, Jepang, Thailand, dan Kamboja.

Pada Januari 2019, tercatat ekspor CKD AHM sebanyak 18.700 set atau mengalami peningkatan sebanyak 28 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018 yang tercatat 14.640 unit.

Dari sisi model sepeda motor yang dipasarkan ke luar negeri baik secara CBU atau CKD antara lain Honda Vario Series, Honda BeAT series, Honda Supra GTR150, Honda Blade, Honda Sonic 150, Honda CRF150, Honda CBR series, dan Honda CB150R Streetfire.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Holding BUMN Perkebunan Siap Dukung Implementasi B100

Liputan6.com, Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara berkomitmen berperan aktif dalam mendorong ketahanan energi melalui program green diesel B20 – B100 dengan maksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi.

Langkah ini dilakukan dengan memaksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN Holding), Dolly P. Pulungan menuturkan, pihaknya saat ini fokus pada pengembangan komoditas perkebunan strategis nasional yaitu kelapa sawit, karet, gula, teh, kopi dan kakao. 

“Terutama mengembangkan industri hilir yang berbasis komoditi utama serta untuk menjawab kebutuhan nasional terutama biofuel/green diesel melalui kerja sama dengan Pertamina dengan menyediakan bahan baku CPO 1,2 juta ton sedangkan sisanya 1,1 juta ton akan diekspor untuk menambah devisa Negara,” ungkap dia, seperti ditulis Minggu (24/2/2019).

Ia mengatakan, saat ini perseroan menjalankan proses transformasi untuk menjadi perusahaan perkebunan nasional yang berkontribusi bagi negara. Ini sesuai rencana jangka panjang pada 2022 ditargetkan memberikan kontribusi GDP sebesar Rp 80 triliun.

Proses transformasi yang akan dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara melalui penerapan teknologi pengembangan Research & Development (R&D) serta inovasi guna meningkatkan produktivitas serta untuk menghadapi tantangan industri 4.0 di operasional perusahaan.

“Kami yakin akan menghasilkan kinerja keuangan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan karyawan dan perekonomian masyarakat disekitar perkebunan,” pungkas dia.

2 dari 2 halaman

Realisasi B20 Capai 92 Persen

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana menyampaikan bahwa realisasi penyaluran Biodiesel 20 persen atau B20 sudah hampir mendekati 100 persen. Hingga per hari ini realiasi B20 telah mencapai 92 persen.

“Tapi catatan kita sih 92 persen (realiasi penyaluran B20) per 7 Febuari 2018. (Kalau) per Januari itu 89 persen,” kata Rida saat ditemui di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis 7 Februari 2019.

Rida menyebut, untuk mencapai realisasi 100 persen memang tidak mudah. Sebab, masih ada beberapa persoalan seperti yang terjadi pada floating storage crude oil (penyimpanan minyak) di Balikpapan dan Tuban.

“Ternyata ya Balikpapan belum selesai Tuban belum selesai. Ya soalnya kan ada kendala ranjau yah. Kita survei dulu terus sama temen-temen TNI AL nanti dibuat time frame. Minggu depan baru dibicarakan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan masih mengkaji mengenai floating storage crude oil (penyimpanan minyak) di Balikpapan dan Tuban. Tujuannya, agar titik pencampuran solar dan minyak sawit tidak terlalu banyak.

“Perlu floating storage di Balikpapan dan Tuban per 1 Januari agar titik campuran tidak terlalu banyak. Kalau terlalu banyak, kapalnya perlu banyak. Kalau kapalnya banyak, sering tidak cukup. Karena kapal itu tidak semua kapal harus pakai sertifikat,” ujarnya.

Meski demikian, Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, khusus untuk Balikpapan pemerintah akan menyewa kapal. Jika permasalahan di Balikpapan dan Tuban selesai, maka penyaluran B20 di seluruh Indonesia dipastikan mampu terserap 100 persen.

“Minggu ini selesai kelihatannya Tuban belum karena bukan tidak ada kapal, tempat masih harus di ini dulu oleh lembaga yang mengurusi. Pokoknya masih banyak yang harus dipelajari tentang macam-macam harus dipelajari perlu waktu dikit. Sehingga kalau itu sudah selesai maka, kalau dua-duanya selesai kita akan mendekati realisasi B20, 100 persen,” tandasnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pencuri Barang Ekspor Ditangkap Polres Bandara Soekarno-Hatta

Liputan6.com, Tangerang – Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta menangkap jaringan bandit pencuri barang bermerk untuk diekspor ke Korea Selatan. Mereka adalah sopir dan kondektur yang akan mengantar barang-barang tersebut ke Terminal Kargo Bandara Soetta. 

Mereka yakni W, AS, YS, AF, dan S. Kelimanya kompak melakukan pencurian barang garmen ekspor milik PT Daedong Internasional.  

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Victor Togi Tambunan mengatakan, pencurian tersebut bermula dari PT Daedong Internasional yang hendak mengirim barang menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta bekerjasama dengan PT Trans Utama Indokarya sebuah perusahaan forwarder.

“Perusahaan forwarder ini memang tidak memiliki kendaraan pengangkut, sehingga pihak perusahaan ini menghubungi AF untuk menyediakan kendaraan pengangkut,” ujarnya, Jum’at (22/2/2019). 

Saat diminta menyediakan kendaraan, AF pun menghubungi AS dan W selaku pemilik kendaraan. Atas perintah AS, S dan YS pun berperan menjadi sopir yang akan mengantarkan barang garmen tersebut dari Ciawi menuju Bandara Soekarno-Hatta

“Ditengah perjalanan, AS menghubungi S dan YS untuk membelokkan kendaraannya ke daerah Cilebut, Bogor,” ujarnya. 

2 dari 3 halaman

Keluarkan Barang

Di daerah Cilebut tersebut lah, para pelaku mengeluarkan barang garmen yang berada di dalam beberapa kardus sebanyak 993 pieces barang merk Asisc. Sementara sisanya, lanjut Victor, diantar ke Bandara Soetta. 

“Sesampainya dilakukan penimbangan, dan pada saat itu diketahui ada kekurangan, namun saat di Bandara Soetta belum ada kecurigaan. Barulah saat barang sampai di Korea, si penerima komplain, dan dilakukanlah pelaporan ke Polres Bandara,” ujar Togi. 

Saat melakukan penyelidikan, diketahui sopir yakni YS dan S melakukan pencurian berkomplot dengan ketiga pelaku lainnya. Dari pengakuan para pelaku diketahui barang tersebut dijual seharga Rp 45 juta.

“Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 7 Tahun penjara, sementara penadahnya masih DPO,” tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Cocok di Negara Kepulauan, RI Terus Kembangkan Terminal Mini Gas Alam

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah mendorong pembangunan terminal mini gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) di berbagai wilayah di Indonesia. Infrastruktur ini dinilai tepat dipakai untuk menunjang pemenuhan kebutuhan gas di negara kepulauan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto menyebutkan, terminal mini LNG pertama telah digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Sambera, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

LNG pembangkit ini berasal dari Bontang yang berjarak 80 kilo meter (km) dan diangkut dengan menggunakan truk. Setiap hari, sebanyak 24 truk bergantian mengisi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).‎

Terminal mini LNG juga akan dibangun di Ternate, Nabire, Jayapura, Kendari dan Flores.

“Ini (pembangunan terminal mini LNG) akan terus dikembangkan karena negara kita negara kepulauan. Potensi Small scale LNG cukup bagus dan di daerah (Indonesia) Timur akan dibangun oleh PGN,” kata Djoko, dikutip dari situs resmi Ditjen Migas, di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Pembangunan terminal mini LNG merupakan salah satu capaian Kementerian ESDM yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Dengan masuknya LNG, biaya energi primer yang dihemat sebesar Rp 70 miliar per tahun.

“Penggunaan LNG juga dapat menurunkan biaya pokok produksi (BPP) pembangkit sebesar 38 persen,” tuturnya.

Selama ini lantaran keterbatasan infrastruktur, sebagian besar produksi LNG Indonesia diekspor.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemanfaatan LNG untuk domestik baru sekitar 405,2 BBTUD. Sementara LNG yang diekspor mencapai 1.907,8 BBTUD.

“Dengan adanya terminal mini LNG, pemanfaatan LNG untuk domestik dapat ditingkatkan‎,” tandasnya.

Mentan Lepas Ekspor Manggis dan Beri Bantuan untuk 10 Ribu Petani Milenial

Liputan6.com, Sukabumi Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan dalam acara Apresiasi Kementerian Pertanian Terhadap Kinerja Ketahanan Pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/2/2019).

Amran menjelaskan, Indonesia merupakan negara eksportir manggis dan menempati peringkat ke-lima dunia sebagai negara produsen manggis, setelah India, China, Kenya, dan Thailand. Sekitar 25 persen produksi manggis diekspor ke beberapa negara, seperti ke China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, dan Belanda.

Melansir data BPS, volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton atau naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton. Sementara itu, nilai ekspor 2018 mencapai Rp 474 miliar, naik 778 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 54 miliar.

“Ini merupakan peningkatan yang sangat besar. Karena kami membuat akses langsung pasar dari Indonesia ke China, Hongkong, dan berbagai negara tujuan lainnya. Dulu transit dulu ke Malaysia, baru ke negara tujuan eksopor. Itu poin pentingnya. Artinya apa? Kesejahteraan petani meningkatkan karena added value dinikmati petani,” ucap Amran, saat melepas ekspor manggis sebanyak 92 ton yang nilainya mencapai Rp 2,76 miliar.

Menilik data BPS, imbuhnya, hasil kerja keras Kementan dalam mengurus ekspor komoditas pertanian secara keseluruhan dari 2016 hingga 2018 naik 29 persen. Nilai ekspor 2016 sebesar Rp 384,9 triliun, sedangkan pada 2018 angkanya naik menjadi Rp 499,3 triliun.

“Kemudian ada yang menarik jarang terekspor, yakni kurun waktu empat tahun terakhir, Produk Domestik Bruto sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Tahun 2014 sebesar Rp 906,1 Triliun dan di 2018 meningkat menjadi Rp 1.460 triliun, sehingga naik kurang lebih Rp 470 sampai Rp 500 triliun,” kata Amran.

Menurutnya, akumulai kenaikan PDB sektor pertanian 2014 hingga 2018 adalah Rp 1.370 triliun, lebih dari separuh APBN per tahun. Dengan demikian, terjadi kenaikan PDB sektor pertanian yang sangat tajam selama pemerintahan Jokowi-JK.

“Ini kenaikan yang luar baisa, kenaikan yang sangat tajam yang dilakukan pemerintah terhadap petani. Ini yang harus diketahui publik. Jangan dipersepsikan bahwa pertanian itu cuma beras, jagung. Di situ persoalannya. Padahal ada 460 komoditas pertanian,” ujar Amran.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan bahwa pada 2018, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor buah manggis sebanyak 16.271 ton atau senilai Rp 448,127 milyar. Dari jumlah itu, ekspor manggis yang berasal dari kabupaten Sukabumi mencapai 2.211 ton atau senilai Rp 66,327 milyar.

“Kontribusi kabupaten Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama tahun 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok,” ucapnya.

Dalam acara sama, Anggota DPR RI, Dewi Asmara mengakui keberhasilan pembangunan sektor pertanian di pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, dari capaian produksi dan ekspor, kinerja pertanian semakin membaik.

“Kinerja pertanian di Sukabumi pun semakin lama semakin baik. Ini yang harus kita syukuri. Petani Sukabumi pada sejahtera,” kata dia.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, mengaku optimis terhadap ekspor hortikultura, khususnya manggis. Sesuai arahan Amran untuk mendorong ekspor, upaya yang dilakukan adalah mendorong kawasan sentra manggis terbesar, yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Banten untuk meningkatkan kualitas mutu manggis dan registrasi kebun. Bantuan bibit manggis 2019 ada sekitar 211 ribu batang.

“Dan bersama Badan Ketahanan Pangan membina packaging house, sehingga memenuhi standar ekspor. Bibit manggis pun sudah disiapkan dalam jumlah besar,” ujarnya.

Suwandi melanjutkan, pengurusan dokumen ekspor benih hortikultura sudah cepat.

“Ini dokumen ekspor benih hortikultura pun tidak lagi berhari-hari atau berbulan bulan, sangat cepat, hanya 3 jam bila dokumennya clear and clean. Ini terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot ekspor dan investasi,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, Amran juga menyalurkan bantuan kepada petani dan santri milenial berupa bantuan domba untuk 40 kelompok ternak, masing-masing 25 ekor. Juga 4.00 ekor bibit ayam berikut pakan 8 ton, obat-obatan dan vitamin untuk Kelompok Usaha Bersama santri milenial Pondok Pesantren Nurul Huda. Selanjutnya, bibit ayam 567.950 ekor untuk 11.359 rumah tangga miskin (RTM), bantuan berupa mangga, durian dan manggis 500 pohon, aneka benih sayuran dan 150 unit pengemasan untuk pengembangan kawasan fasilitasi pasca panen dan pengolahan, serta benih pala dan kelapa. Diberikan pula bantuan berupa traktor roda dua, cultivator, dan pompa air.

Acara ini dihadiri Anggota DPR RI Dewi Asmara, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, serta lebih dari 10.000 petani dan santri tani milenial.



(*)


Fokus Pasar Lokal, All New Nissan Livina Belum Akan Diekspor

Liputan6.com, Jakarta – PT Nissan Motor Indonesia (NMI) resmi meluncurkan LMPV terbarunya, all new Nissan Livina. Model ini merupakan proyek pertama aliansi Nissan-Mitsubishi-Renault di Indonesia, dengan menggunakan platform dan mesin yang sama milik Mitsubsihi Xpander.

Namun, berbeda dengan Mitsubishi yang sudah mulai ekspor Xpander ke berbagai daerah, Nissan sendiri masih ingin fokus jualan di pasar otomotif nasional, dan belum berencana untuk mengirim all new Nissan Livina ini ke luar negeri.

“kami ingin fokus ke pasar Indonesia, jadi langkah pertama kami memenuhi permintaan konsumen Livina yang sudah mengenal Livina selama bertahun-tahun,” jelas Isao Sekiguchi, Presiden Direktur PT NMI, saat berbincang dengan wartawan di bilangan Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Lanjut Isao, memang pihaknya masih memprioritaskan untuk memenuhi permintaan di Indonesia.

“Sejujurnya, semakin banyak (jualan) semakin bagus, tapi kami harus liat permintaan yang bisa kami ciptakan di sini (ekspor),” tegasnya.

Sementara itu, dijelaskan Yutaka Sanada, Regional Senior Vice President Nissan Asia & Oceania, memang pihaknya ingin fokus ke pasar Indonesia, Namun, untuk ekspor memang bakal dicoba secara paralel.

“Banyak negara tetangga yang ingin mobil ini, kami sedang mempelajari potensinya,” pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Sudah Ada Xpander, Seberapa Laris Nissan Livina 2019 di Indonesia?

Setelah beberapa waktu tidak memiliki model yang benar-benar baru, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akhirnya meluncurkan senjata anyarnya, all new Nissan Livina. Mobil ini hadir tidak hanya membawa platform serta mesin yang sama dari Mitsubishi Xpander, tapi juga bayang-bayang kesuksesan sang model kembaran yang sudah terlebih dahulu hadir di Tanah Air.

Bahkan, ketika ditanya target jualan dari all new Nissan Livina ini, pabrikan asal Jepang tersebut seperti tidak gamblang menyebutkan angka penjualan yang hendak dicapai. Padahal, ketika Mitsubishi Xpander hadir, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), secara optimis menargetkan penjualan sebesar 3.000 sampai 4.000 unit per bulan untuk small MPV-nya tersebut.

“Kita lihat nanti,” ujar Isao Sekiguchi, Presiden Direktur PT NMI saat ditanya target penjualan all new Nissan Livina, dan dihubungkan dengan penjualan Mitsubishi Xpander yang sudah sekitar 5.000-an unit per bulan.

Lanjut Isao, jika berbicara penjualan, pihaknya tetap optimistis. Namun, Nissan di Indonesia masih terus membangun tradisi baru, yaitu mengampanyekan Nissan Intelligent Mobility.

“Seperti yang sudah kami luncurkan, dua mobil sekaligus, dimana hal itu bukan yang biasa bagi Nissan. Kami akan terus meneruskan tradisi seperti ini, dan kami juga mengeksplor segalanya, termasuk mobil listrik dan e-power di Indonesia,” tegas Isao.