Ini Tampang Caleg Sumbar yang Diduga Cabuli Anak Kandungnya

Padang detikNews – Caleg AH akhirnya ditangkap polisi setelah sempat kabur dari Sumatera Barat ke Jabodetabek. AH yang diduga mencabuli anak kandungnya dijerat pasal berlapis.

AH awalnya dilaporkan istri dan anaknya ke polisi sejak 7 Maret 2019. AH diduga melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.  (ist)

Romahurmuziy Diduga Tak Kooperatif saat OTT, Lalu Dikejar KPK

JakartaKetum PPP Romahurmuziy (Rommy) menjadi tersangka suap dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Rommy sebelumnya diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan timnya sudah memantau Rommy berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat. OTT digelar setelah KPK mendapat informasi bakal dilakukannya penyerahan uang ke Romahurmuziy di Hotel Bumi Surabaya, sekitar pukul 07.00 WIB, Jumat (15/3).

“Saya perlu jelaskan tim KPK sebenarnya sangat berhati-hati. Untuk menyampaikan melalui temannya beliau (Rommy) agar tidak menimbulkan kegaduhan di restoran, ruang makan, beliau (Rommy) untuk diminta keluar (dari) tempat itu karena ingin bertemu,” ujar Syarif di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Namun Rommy, sambung Syarif pergi ke tempat lain saat diminta keluar dari hotel. Tim KPK yang berada di belakang Rommy berhasil membuntutinya.

“Tapi memang beliau pergi (ke) tempat lain, bukan datang menemui (tim KPK). Itu juga salah satu bukti KPK tidak menjebak yang bersangkutan, yang akhirnya bisa diikuti,” kata Syarif.

Sebelumnya, saksi mata di lokasi hotel itu mengatakan melihat seorang pria keluar dari pintu keluar Hotel Bumi Surabaya pada Jumat (15/3). Pria itu lalu diikuti beberapa orang lainnya yang mengejar.

“Jam 8-an lihat orang lari keluar dari situ. Saya posisi di sini (di seberang hotel). Ada yang ngejar, sekitar 5 orang-an,” kata seorang petugas Linmas Surabaya yang sedang menjaga JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) di seberang Hotel Bumi, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jumat (15/3).

Petugas Linmas wanita yang enggan disebutkan namanya tersebut juga mendengar ada keributan di lokasi. Dia juga mendengar ada suara ramai orang-orang yang berteriak hendak menangkap.

“Iya rame gitu, denger teriakan juga,” lanjutnya.

Romahurmuziy menjadi tersangka suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Selain Rommy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin juga menjadi tersangka suap perkara tersebut.

Muafaq diduga memberi duit Rp 50 juta pada Jumat (15/3) ke Rommy, sedangkan Haris diduga menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy pada 6 Februari 2019.

“Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut,” kata Syarif.

Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
(fai/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diduga Atur Seleksi Pejabat Kemenag, Romahurmuziy Terima Rp 300 Juta

JakartaKetum PPP Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Diduga Romahurmuziy menerima duit total Rp 300 juta untuk membantu meloloskan seleksi.

“Dalam perkara ini diduga RMY (Romahurmuziy) bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemang yaitu kepala kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan kepala kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu *(16/3/2019).

Selain Romahurmuziy, dua orang lainnya yang menjadi tersangka yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Kedua orang ini yang diduga sebagai pemberi suap ke Romahurmuziy.

Syarif mengatakan, kasus ini bermula ketika Kementerian Agama Jatim membuka lelang pada jabatan pada tahun 2018. Muafaq Wirahadi disebutkan mendaftar posisi untuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan Haris Hasanuddin mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Agama provinsi Jawa Timur.

Dalam kasus tersebut, Muafaq dan Haris diduga menemui Rommy dan pihak lain untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan. Namun pada Februari 2019, Haris justru tak tercantum untuk diusulkan ke Menag.

“Diduga terjadi kerjasama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut,” terang Syarif.

Pemberian uang kepada Romahurmuziy menurut KPK pertama kali terjadi saat Haris datang ke kediaman Rommy pada 6 Februari 2019.

“HRS diduga mendatangi rumah RMY untuk menyerahkan uang Rp 250 juta terkait seleksi jabatan untuk HRS sesuai komitmen sebelumnya,” sebut Syarif.

Penerimaan kedua yakni uang dari Haris dan Muafaq total Rp 50 juta yang diserahkan pada Jumat (15/3). Uang ini disita dari asisten Romahurmuziy, Amin Nuryadin (ANY) .

“Uang Rp 50 juta untuk (mengurus) MFQ (Muafaq) dan yang Rp 250 juta untuk mengurus HRS (Haris),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Romahurmuziy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pembeantasan Tindak Pidana Korupsi.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Haris yang Diduga Ikut Di-OTT KPK Baru 10 Hari Jabat Kakanwil Kemenag Jatim

Surabaya – Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin diduga ikut diamankan dalam OTT KPK bersama dengan Ketum PPP Romahirmuzy di Surabaya. Saat diamankan KPK, ternyata Haris baru 10 hari menjabat sebagai Kakanwil.

Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama, Markus saat dikonfirmasi terkait status Haris Hasanudin sebagai Kakanwil mengatakan, jika Haris menjabat secara denitif sejak 5 Maret 2019 lalu.

“Sudah definitif tanggal 5 Maret lalu, 10 hari berarti sampai sekarang. Pjnya mulai Oktober 2018,” kata Markus, Jumat (5/3/2019).
Saat ditanya apakah sudah mengetahui tentang penangkapan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin oleh KPK, Makrus mengaku jika pihaknya masih menunggu keterangan resmi KPK.

Haris yang Diduga Ikut Di-OTT KPK Baru 10 Hari Jabat Kakanwil Kemenag JatimKakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin (pakao masker)/Foto: Istimewa

“Ada informasi resmi dari KPK. Nah secara kelembagaan, tapi kami belum bisa membuktikan apakah beliau betul ditangkap atau tidak. KPK sudah menyampaikan atau tidak, kami masih belum tahu. Nanti kan ada surat resmi ke kita,” ungkap Markus.

Sebelum ditangkap oleh KPK, Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin menurut Markus terlihat mengikuti acara olahraga dan kerja bakti di Kantor Kanwil Kemenag Jatim Jalan Raya Juanda Lama Sidoarjo.

“Pagi tadi kegiatannya mengikuti olahraga di Kanwil Kemenag Jatim. Setelah itu saya tidak tahu, terakhir jam 11 tidak bisa dihubungi. Makanya kita sedang mencari informasi,” kata Markus.

Markus juga mengakui, jika pihaknya sudah mencoba menghubungi Haris Hasanudin menjelang sore hari sebelum dikabarkan dibawa oleh penyidik KPK.

“Tadi pukul 14.30 WIB saya kontak sudah lost telponnya,” tandas Markus.

Sementara, dari informasi yang dihimpun, Selain Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, ada 5 orang lainnya ikut diamankan KPK. Dari 5 orang yang diamankan KPK, dua orang yakni Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudi dan Kepala Kemenag Kabupaten Gresik Muh Muafaq Wirahadi
(bdh/bdh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kakanwil Kemenag Jatim Diduga Ikut Diamankan KPK, Keluarga Putus Kontak

Surabaya – Kakanwil Kemenag Jatim diduga ikut diamankan KPK bersama Ketum PPP Romahurmuziy. Hingga kini keluarganya belum bisa menghubungi Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin.

Mertua Haris yang juga merupakan Ketua Jaringan Kiai Santi Nasional (JKSN) untuk Jokowi-Ma’ruf, M Roziqi mengatakan hingga kini belum bisa menghubungi menantunya.

“Oh iya kalau itu menantu saya. Saya sendiri sampai sekarang kan komunikasi belum bisa,” kata Roziqi saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (15/3/2019).


Roziqi yang sempat menjadi Ketua Tim Pemenangan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini menambahkan dirinya tak mengetahui informasi terkait tertangkapnya Haris. Karena sejauh ini belum ada informasi dari KPK.

“Salah tanya kalau sama saya, saya kan ndak tahu apa-apa,” imbuhnya.

Saat ditanya terkait kapan terakhir berkomunikasi dengan Haris, Roziqi menambahkan dirinya memang jarang berkomunikasi.

“Komunikasi kapan ya? Saya jarang komunikasi kan sudah berkeluarga sendiri,” pungkasnya.
(hil/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Caleg Diduga Cabuli Anak Sendiri Lari ke Mana?

JakartaCaleg PKS berinisial ‘AH’ di Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang dilaporkan ke polisi karena diduga mencabuli anak kandungnya kabur. AH lari ke mana?

Kasus ini berawal dari laporan keluarga yang mendengar cerita langsung dari korban, CA. CA sebelumnya menceritakan perbuatan AH kepada sang nenek yang lantas meneruskan laporan ke polisi sebelum pihak berwajib meningkatkan status kasus caleg AH.

“Sudah ada alat bukti permulaan yang cukup, pengakuan korban dan hasil visum. Sekarang kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan. Sudah tersangka sejak kemarin dan ditetapkan sebagai DPO,” ujar Kapolres Pasaman Barat, Sumbar, AKBP Iman Pribadi Santoso, Kamis (14/3/2019).


AH diduga kabur dari Sumatera Barat sehingga belum diperiksa terkait dugaan pencabulan anak kandungnya. Caleg PKS untuk DPRD Pasaman Barat itu sebelumnya dilaporkan pada 7 Maret. AH dilaporkan atas dugaan mencabuli anaknya sejak beberapa tahun lalu.

“Kita masukkan dalam DPO karena diketahui telah kabur meninggalkan Sumatera Barat,” jelas Iman.

Lalu, ke mana AH? Polisi mendeteksi AH berada di Bandung, Jawa Barat. Si caleg sudah berstatus sebagai tersangka setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti.

“Posisi terakhir dari hasil penyelidikan kita, (AH) bukan lagi di Jakarta, tapi sudah ke Bandung,” kata AKBP Iman Pribadi Santoso kepada detikcom.

Iman mengaku sudah berkoordinasi dengan polres-polres yang ada di Jawa Barat untuk mencari yang bersangkutan. Penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus ini. Polisi juga melibatkan psikolog setempat.

Dalam pemeriksaan awal terungkap pencabulan berlangsung sejak korban CA berusia 10 tahun atau kelas III SD hingga berusia 17 tahun sekarang.

“Sudah lima saksi yang kita periksa. Selain korban, penyidik meminta keterangan kepada ibu dan neneknya serta dua orang bidan dari rumah sakit,” kata Iman.

“Jadi bukan sejak usia 3 tahun. Bukan. Tapi sejak kelas III SD,” katanya meluruskan.

PKS menegaskan Iman bukan caleg internal, melainkan dari eksternal. PKS juga membantah anggapan mereka tak selektif dalam memilih caleg.

“Beliau adalah tokoh masyarakat. Dikenal baik. Itu yang menyebabkan kita tertarik untuk membawanya sebagai caleg. Yang bersangkutan bukan kader internal, tapi eksternal,” kata Ketua DPD PKS Kabupaten Pasaman Barat Fajri Yustian kepada detikcom.

“Kami sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Sebab, kami sudah sangat selektif dalam perekrutan seluruh caleg. Sepengetahuan kami terlapor juga akhlaknya terkenal baik dan memiliki rekam jejak yang baik di masyarakat,” kata Fajri.

Sementara itu, anggota Advokasi Hukum DPP PKS Zainudin Paru menyatakan akan berkoordinasi dengan KPU terkait kasus itu. PKS meminta KPU mencoret caleg tersebut dari Daftar Calon Tetap (DCT).

“PKS melalui DPD/DPW Sumbar akan sampaikan surat resmi ke KPU. Minta caleg tersebut dicoret dari DCT,” kata Paru, Rabu (13/3).
(gbr/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diduga Terlibat Prostitusi Online, 8 Wanita Diamankan dari Apartemen Kebagusan City

Liputan6.com, Jakarta – Pengelola Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, melakulan operasi penggerebekan prostitusi online. Dibantu pihak Kelurahan Kebagusan, Babinkamtibnas, dan Polsek Pasar Minggu, tim menangkap 8 pelaku.

Pantauan Liputan6.com, Kamis (14/3/2019), tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 19.00 WIB. Kamar pertama disasar dan diamankan dua perempuan dengan satu pria.

Setelah dibawa ke posko, tim kemudian bergerak ke kamar berikutnya dan mengamankan tiga perempuan dan satu pria yang diduga muncikari.

Satu wanita lagi ditangkap sedang melayani pelanggan di kamar lantai 10 Tower C. Dia mengaku berasal dari Solo dan sudah tujuh bulan menyewa satu unit apartemen tersebut.

Seluruh pelaku prostitusi online itu menawarkan jasa esek-esek lewat aplikasi Wechat dan Twitter. Mereka mematok tarif hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu jam.

Kepala Keamaman Apartemen Kebagusan City, Bernard menyampaikan, pihaknya memang rutin melakukan operasi antinarkoba dan prostitusi online. Melalui kamera pengawas atau CCTV, mereka mencatat penghuni dengan gerak-gerik mencurigakan.

“Mereka memperdagangkan sendiri dirinya dengan tarif variatif. Mereka banyak nggak ngaku berapa kalinya tapi dari CCTV, semalam bisa empat kali naikkan laki-laki (ke kamar),” tutur Bernard di lokasi.

Lurah Kebagusan Leo Yudhantara menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah pengelola Apartemen Kebagusan City yang peduli dengan bahayanya narkoba dan prostitusi online.

“Yang dilakukan pengelola luar biasa. Tahu kemajuan perubahan yang tidak online menjadi online. Menjebak melalui sebagai konsumen. Barbuk sudah cukup jelas dan kita akan serahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan,” kata Leo.

Densus 88 Ringkus Penjual Makaroni Diduga Teroris di Riau

Liputan6.com, Jakarta – Densus 88 Antiteror Polri meringkus terduga teroris di Kelurahan Bagan Kota, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pagi tadi. Pria berinisial RG alias Riky alias Abu Riky itu sehari-harinya berprofesi sebagai penjual makaroni.

“Telah ditangkap satu terduga teroris di Rokan Hilir, Riau pada sekitar pukul 08.25 WIB tadi oleh tim Densus 88 AT Polri di-back up Brimob Polda Riau dan Polres Rohil. Pekerjaan yang bersangkutan wiraswasta atau penjual makaroni,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Penangkapan dilakukan saat terduga teroris berusia 25 tahun itu hendak membeli sarapan di Jalan Utama Kelurahan Bagan Kota. Selanjutnya, aparat menggeledah rumah Riky di Jalan Pratomo, Kelurahan Bagan Kota untuk mencari barang bukti.

Dalam operasi itu, kepolisian menyita barang bukti berupa 8 anak panah, busur panah, face target, 2 ponsel, stunt gun, jaket dan topi tactical, buku rekening, charger ponsel dan laptop, serta tas warna hitam.

Selanjutnya, terduga pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Situasi selama kegiatan (penangkapan dan penggeledahan) berlangsung aman,” ucap Dedi soal penangkapan terduga teroris di Riau.

Diduga Kayu Sudah Lapuk, 3 Atap Kelas SMP di Gresik Ambruk

Liputan6.com, Gresik – Atap tiga ruang kelas SMPN 1 Menganti, Gresik, Jawa Timur ambruk. Ambruknya atap diduga karena kerangka yang terbuat dari kayu sudah lapuk dimakan usia. 

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (13/3/2019), demi keselamatan para siswa, pihak sekolah melarang mereka mendekati puing-puing bangunan kelas yang ambruk.

Saat ini proses belajar mengajar 96 siswa dari tiga kelas sudah dipindahkan ke ruang aula dan laboratorium fisika, agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan.  (Muhammad Gustirha Yunas)

Istri Terduga Teroris Sibolga Diduga Meledakkan Diri dengan Bom Lontong

Sibolga – Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah diduga meledakkan diri dengan bom rakitan ‘bom lontong’ di Sibolga, Sumut. Istri Abu Hamzah meledakkan diri dini hari tadi setelah menolak menyerahkan diri.

“Sementara dugaan kita dia menggunakan bom rakitan bom lontong. Kita masih menunggui perkembangan lebih lanjut dari lapangan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Medan sebagaimana dilansir Antara, Rabu (13/3/2019).


Bom lontong di Sibolga tersebut merupakan bom rakitan dari pipa paralon yang berisikan berbagai bahan berbahaya. Di antaranya potasium, paku, baut, dan pecahan kaca.

Bom jenis yang sama sebelumnya juga ditemukan dari terduga teroris di Lampung, R alias P, yang berhasil diamankan pekan lalu.

“Jadi di Lampung kita juga menemukan jenis bom yang sama, cuma bom yang di Lampung tidak sebanyak yang kita temukan di sini. Di Sibolga cukup banyak, baik yang sudah terakit maupun yang belum terakit,” katanya.

Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah diduga meledakkan diri pada Rabu (13/3) dini hari pukul 01.20 WIB.

“Belum dipastikan berapa sebenarnya jumlah korban karena tim juga masih belum bisa masuk ke lokasi demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada petugas,” kata Dedi.

Saksikan juga video ‘Bom Meledak saat Polisi Tangkap Terduga Teroris di Sibolga Sumut’:

[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>