Gaya Capres Cawapres Nomor Urut 2 Saat Nyoblos, Prabowo Didampingi Fadli Zon

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 ini sepertinya menunjukkan kekompakan dengan menggunakan pakaian yang sama saat melakukan pencoblosan. Meski terpisah jauh, kekompakan pasangan calon presiden dan wakil presiden ini tidak pernah diragukan lagi ya. Mereka berdua menggunakan kemeja putih dengan peci hitam yang menutupi kepala. 

Hal yang menarik lagi, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga menggunakan dua jari yaitu jempol dan telunjuk untuk dicelupkan ke tinta sebagai bukti sudah melakukan pencoblosan. Setelah mereka selesai mencoblos, tidak mau ketinggalan juga mereka berpose khas dua jari di depan para awak media dan masyarakat yang ada di sana.

Entah janjian atau tidak, mereka berdua terlihat kompak meskipun berada di daerah yang jauh, atau berada di TPS yang berbeda-beda.

Setelah melakukan pencoblosan Prabowo Subianto kemudian kembali ke kediamannya di Hambalang dan rencana akan kembali ke kediamannya di Jakarta. Sama halnya dengan Sandiaga Uno, ia kemudian juga kembali ke kediamannya juga.

Didampingi TGB, Ma’ruf Amin Salam Jempol Sapa Pendukung di Lombok NTB

Lombok – Calon presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menghadiri kampanye terbuka di Nusa Tenggara Barat. Ma’ruf disambut dengan teriakan massa yang menyerukan nama pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Jokowi-Amin, menang, menang, menang,” teriak massa di di Lapangan Nasional Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/4/2019).

Ma’ruf tiba di lokasi didampingi oleh istrinya, Nyai Wury Estu Handayani. Ia didampingi oleh Ketua Tim Kampanye Derah (TKD) Jokowi-Ma’ruf NTB, Ramat Hidayat, mantan gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) serta Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faisal.

Didampingi TGB, Ma'ruf Amin Salam Jempol Sapa Pendukung di Lombok NTBFoto: Ma’ruf Amin kampanye bareng TGB di Lombok. (Dok TKN Jokowi-Ma’ruf).

Di atas panggung, Ma’ruf Amin didampingi oleh TGB. Pembawa acara memberikan kesempatan kepada awak media untuk merekam dan mengabadikan momen itu. Selanjutnya Ma’ruf Amin ditemani TGB berdiri di atas panggung lalu melambaikan tangan kepada pendukung yang hadir. Keduanya juga tampak salam jempol khas Jokowi-Ma’ruf.
Tampak pendukung mengenakan baju bergambar Jokowi-Ma’ruf Amin. Ada juga bendera partai pengusung Koalisi Indonesia Kerja. Sebelum acara kampanye dimulai, pembawa acara meminta semua peserta kampanye untuk berdiri.

“Untuk membuka kampanye kita hari ini. Marilah kita menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hadirin dimohon untuk berdiri,” ujar pembawa acara.
(elz/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Didampingi KPK, 57 Anggota DPRD DKI Jakarta Lapor LHKPN

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI Jakarta, Muhammad Yuliadi menjelaskan, saat ini sudah ada 57 anggota DPRD DKI Jakarta yang menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Data yang ada tanggal 27 (Maret), 37 dewan (melaporkan). Tanggal 28 (Maret), 20 orang. Jadi jumlah 57 (anggota) dengan sebelumnya 9,” tutur Yuliadi di Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019.

Meski begitu, masih banyak dari anggota DPRD DKI lainnya yang belum melaporkan harta mereka. Yuliadi menilai, hal ini dikarenakan para anggota masih membutuhkan penjelasan lebih rinci terkait pengisian data LHKPN.

“Mereka perlu penjelasan rinci soal pengisian. Kemarin KPK yang arahkan,” jelasnya.

KPK sendiri juga melakukan pendampingan kepada anggota dewan untuk melaporkan LHKPN sampai tanggal 31 Maret 2019. Setelahnya, anggota Dewan harus pergi ke KPK untuk mendapat pendampingan.

“Kita lihat nih dari KPK kan sibuk urus daerah lain. Sepintas kemarin kalau lewat 31 (Maret) mereka nggak ada lagi di situ (DPRD), maka dipersilahkan ke KPK,” ujar Yuliadi.

Mulai Musim Panen, Harga Beras Turun

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan harga gabah dan beras. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 4,46 persen sedangkan harga beras medium di penggilingan turun 1,04 persen.

Selama Februari 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 5.114 per kg sedangkan untuk beras, harga rata-rata di tingkat penggilingan Rp 10.008 per kg, semua turun dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti berkata, penurunan ini terjadi karena biasanya petani mengalami puncak panen pada bulan Maret.

“Biasanya Januari itu belum panen. Februari sudah mulai, puncaknya di Maret dan April. Itu transisinya begitu. Makanya nanti bulan depan mungkin naik lagi,” ungkap Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (01/03/2019).

Penurunan harga gabah dan beras menjadi andil dalam penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional. Tercatat NTP turun sebesar 0,37 persen menjadi 102,94 dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dipengaruhi oleh 2 dari 5 subsektor pertanian yang juga alami penurunan NTP, yaitu Subsektor Tanaman Pangan (0,80 persen) dan Subsektor Tanaman Hortikultura (1,47 persen).

2 dari 3 halaman

Indonesia Kembali Lakukan Penjajakan Ekspor Beras Ke Malaysia

Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali jajaki peluang ekspor beras ke Malaysia. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP),Kementan, Agung Hendriadi bersama Judith J Dipodiputro, Direktur Komersil Perum BULOG dan KBRI Kuala Lumpur saat melakukan pertemuan dengan BERNAS, Kamis (21-2-2019) di Kuala Lumpur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini, Agung diterima oleh CEO BERNAS, Ismail Mohamed Yusoff dan Chairman BERNAS, Megat Joha yang didampingi pejabat tinggi BERNAS.


BERNAS merupakan satu-satunya institusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah Malaysia untuk menangani import beras ke Malaysia. Ismail Mohamed Yusoff menyatakan market share beras di Malaysia sebesar 60% dipenuhi dari produksi domestik dan 40% dari impor.

Melalui pertemuan ini, BERNAS menyetujui untuk melakukan kerjasama dengan Perum BULOG untuk impor beras dari Indonesia. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat BERNAS akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan identifikasi, observasi dan pembahasan lebih lanjut dengan BULOG terkait rencana eksport ke Malaysia. Mendengar respon dari BERNAS, Agung dan rombongan merasa senang dan optimis ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia bisa dilakukan.

“Sehubungan adanya peluang kerjasama ekspor beras ke Malaysia, Perum Bulog diharapkan perlu lebih proaktif dalam melakukan round table meeting antara distributor ke dua belah pihak, sehingga ekspor bisa segera direalisasikan,” ujar Agung.

Sebelumnya dalam rapat kerja jajaran Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI (21/1/2019) dan BULOG, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan bahwa Bulog menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Target ini diprediksi akan berlangsung seusai panen raya pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei 2019.

“Makanya kita targetkan bulan januari sampai april itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta,” kata Buwas saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, beberapa waktu lalu (21/1).

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah berhasil meyakinkan negara Malaysia dan Brunai untuk memasok padi adan sebagai bahan kebutuhan mereka. Ekspor ke dua negara ini jumlahnya bahkan mencapai puluhan ton. Setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras adan secara periodik selalu di expor ke Negara Malaysia dan Brunei.

Padi Adan merupakan salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara dan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

4 Kebijakan Anies Usai Ditinggal Sandi hingga yang Menuai Kontroversi

Liputan6.com, Jakarta – Memimpin Jakarta sendirian, itulah yang dilakukan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI sepeninggal Sandiaga Uno yang memilih mendampingi Prabowo sebagai cawapresnya di Pilpres 2019.

Kurang lebih 7 bulan sudah, terhitung dari Agustus 2018, Anies menata Ibu Kota tanpa seorang wakil gubernur. Satu harapannya untuk sosok yang akan menemaninya memimpin DKI Jakarta, kerja keras dan all out.

“Kemudian kalau (di) Jakarta harus mau kerja keras, jadi jangan tanggung. Harus all out, tuntas,” kata Anies.

Sempat diwarnai tarik ulur antara Gerindra dan PKS selaku partai pengusung, kini dua nama telah dipastikan akan memperebutkan posisi orang nomor 2 di DKI Jakarta sebagai pendamping Anies Baswdean. Mereka adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaiku. Fit and proper test juga sudah dilakukan.

Sejak ditinggal Sandi sejak Agustus 2018, tak sedikit kebijakan penting telah diwujudkan untuk mengubah wajah Jakarta oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Tidak hanya perubahan drastis dari sisi pembangunan di perkotaan maupun birokrasi, kebijakannya dengan merotasi ribuan pejabat di lingkungan Pemprov DKI belakangan ini masih jadi sorotan. Bahkan ada yang menilainya kebijakan tersebut berbau politis.

Berikut sejumlah kebijakan Anies Baswedan selama memimpin Jakarta sendiran dalam hal menata Ibu Kota sekaligus yang tuai kritikan:

2 dari 6 halaman

1. Rotasi Ribuan Pejabat DKI

Tercatat ada sekitar 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI yang dirotasi, Senin, 25 Februari kemarin di halaman Balai Kota. Terdiri dari 15 pimpinan tinggi pratama atau eselon II (setingkat kepala dinas), 274 administrator atau eselon III (setingkat camat) dan 836 pengawas atau eselon IV (setingkat lurah).

Banyak pihak yang menilai kebijakan tersebut sangat kental aroma politis. Salah satunya diungkap oleh Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi.

Pras menduga pencopotan pejabat DKI yang dilakukan Anies karena faktor like and dislike.

“Ini aneh ini buat saya dan tempat-tempat itu kok berbaunya politis sekali,” ujar Prasetio di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa, 26 Februari 2019.

Perombakan jabatan di level kepala dinas memang menjadi hak diskresi gubernur. Namun, lanjut Pras, pencopotan pejabat eselon III seperti camat dan eselon IV dinilai tidak bijak.

Terkait tudingan tersebut, Anies pun angkat bicara. Di sisi lain Anies mengatakan, dirinya tak bisa melarang siapapun untuk mengemukakan pendapat. Namun, perihal rotasi serta mutasi yang dilakukannya terhadap jajarannya didasarkan atas evaluasi kinerja, bukan personal.

“Ini adalah semua soal kinerja selama satu setengah tahun ini. Dan imajinasi orang boleh-boleh saja ya,” ungkap Anies Baswedan.

3 dari 6 halaman

2. Copot Pejabat DKI Terlibat Jual Beli Jabatan

Selain rotasi jabatan, mantan Menteri Pendidikan era Presiden Jokowi ini belum lama ini menyatakan akan mencopot pejabat Pemprov DKI Jakarta bila terbukti terlibat dalam jual beli jabatan lurah dan camat.

Dia menyebut itu bentuk penyuapan jika pejabat memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan kedudukan.

“Kalau dia tidak lapor dan kemudian hari ketahuan, langsung saya copot. Karena berarti itu penyuapan,” kata Anies di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (28/2/2019).

Akan tetapi, Anies menyebut itu pemerasan bila terdapat pejabat dipaksa untuk memberikan kepada oknum ketika proses rotasi.

4 dari 6 halaman

3. Serahkan 500 Sertifikat Tanah

Bertempat di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan 500 sertifat tanah kepada warga Cipayung dan Makasar. Penyerahan sertifikat berdasarkan arahan dari program pemerintah pusat.

Selain itu, lanjut Anies, sertifikat tersebut merupakan bentuk kepastian hukum, sehingga tidak mudah untuk diakui oleh pihak lain.

“Jangan sampai Bapak Ibu terima sertifikat, habis itu ada yang datang dengan iming-iming, malah langsung dijual. Malah langsung laku, langsung gak punya tanah lagi nanti,” kata Anies Baswedan, Kamis (18/2/2019).

5 dari 6 halaman

4. Resmikan 3 JPO Senilai Rp 53 M

JPO Gelora Bung Karno dan JPO Bundaran Senayan, dua jembatan yang kini telah direvitalisasi oleh Anies Baswesdan. Selain untk menghadirkan fasilitas untuk masyarakat, Anies menyebut JPO dapat menjadi salah satu ikon Ibu Kota.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, JPO Bundaran Senanya, JPO GBK dan JPO Polda Metro secara resmi dibuka,” ucap Anies di Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Tak seperti JPO pada umumnya, dua jembatan yang baru saja diresmikan ini memiliki sejumlah kelebihan. Di antaranya memiliki lampu LED dan lampu sorot warna warni RGB, CCTV 24 jam, tong sampah, dan disertai lift yang ramah wanita hamil dan penyandang disabilitas.

“Saya selalu menggarisbawahi (JPO) dirancang untuk bisa ramah bagi disabilitas. Kesataraan fasilitas bagi semua warga ibu kota, kususnya penyandang disabilitas,” ujar dia.

6 dari 6 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jaksa Ungkap Kebohongan Ratna Sarumpaet kepada Nanik Deyang Cs

Liputan6.com, Jakarta – Ratna Sarumpaet didakwa menyebarkan berita bohong. Salah seorang yang terpapar virus kebohongan Ratna, Nanik Sudaryati selaku Waketum BPN Prabowo-Sandi dan Ketua Yayasan Merah Putih (YMP).

Hal itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Jaksa mengatakan, Ratna Sarumpaet hendak bertemu Nanik Sudaryati di kediaman Prabowo, lapangan Polo Nusantara Hambalang, Bogor Jawa Barat, Selasa tanggal 2 Oktober 2018 sekira pukul 14.00 WIB.

Saat itu, terdakwa hendak menemui Prabowo Subianto untuk menyampaikan keluhan atas penganiayaan yang dialaminya. Namun di sana, terdakwa terlebih dahulu bertemu Nanik.

Terdakwa pun mengaku kepada Nanik telah dianiaya orang. “Terdakwa meminta saksi Nanik Sudaryati meraba pipinya yang lebam dan bengkak dibalut perban serta mengatakan giginya lepas,” ucap jaksa membacakan dakwaan.

Terdakwa juga menceritakan kronologinya. Kepada Nanik, Ratna Sarumpaet mengatakan penganiayaan terjadi di Bandung seusai mengikuti acara lokakarya penulis naskah di Bandung.

“Ketika terdakwa bersama dua teman penulis dari Malaysia dan Srilanka menuju Bandara Husein Sastranegara dengan menggunakan taksi di area parkir bandara terdakwa dipukuli oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal,” kata Jaksa.

2 dari 2 halaman

Nanik Ceritakan ke yang Lain

Kemudian, Nanik Sudaryati menceritakan kembali kronologi penganiayaan yang dialami terdakwa kepada Prabowo Subianto, Muhammad Amien Rais, Said Iqbal, Fadli Zon dan Sugiono tatkala mengelar pertemuan sekitar pukul 15.00 WIB.

“Atas cerita saksi Nanik Sudaryati tersebut, terdakwa diam tidak memberikan tanggapan,” ujar dia.

Selain menceritakan, Nanik Sudaryati membagikan foto dan cerita kronologi ke akun facebook dengan akun Nanik S Deyang.

Berikut isi dari tulisan Nanik yang diunggah ke facebooknya, yang dibacakan jaksa.

Mbak Ratna Sarumpet sebagai salah satu anggota tim badan pemenangan nasional Prabowo Sandi sore ini setelah agak pulih ia melaporkan kepada Pak PS kejadian yang menimpanya. Pak PS didampingi Pak Amien Rais dan Pak Fadli Zon.

Mbak Ratna dihajar habis 3 orang 21 September di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung. Ceritanya malam itu seusai acara konferensi dengan beserta beberapa negara asing di sebuah hotel, Mbak Ratna naik taksi dengan peserta dari Srilanka dan Malaysia akan naik ke Soetta.

Sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian saat 2 temannya dari luar negeri turun berjalan menuju bandara. Mbak Ratna ditarik 3 orang ke tempat gelap dan dihajar habis oleh 3 orang dan diinjak perutnya. Setelah dihajar Mbak Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal sehingga bagian samping kepalanya robek.

Menurut Mbak Ratna kejadian sangat cepat sehingga Mbak Ratna sulit mengingat bagaimana urutan-urutan kejadian karena semua begitu cepat dan Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibawa pulang sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi oleh sopir taksi Mbak Ratna di turunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi.

Dengan sisa tenaga tertatih-tatih, Mbak Ratna mencari kendaraan untuk ke RS di Cimahi lalu Mbak Ratna menelepon temannya seorang dokter bedah akhirnya Mbak Ratna ditangani kawannya di sebuah RS Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari.


Saksikan video pilihan berikut ini:

4 Fakta Pertemuan Timnas U-22 dengan Jokowi di Istana Merdeka

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima skuat pemain sepakbola Timnas U-22 dan pelatih Indra Sjafri di beranda Istana Merdeka Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Seperti diketahui, Timnas U-22 berhasil menjadi pemenang AFF U-22 2019 dengan mengalahkan Thailand 2-1 di laga final.

Rombongan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.15 WIB. Mereka tampak kompak mengenakam seragam timnas berwarna merah. Jokowi lalu menyambut mereka di beranda Istana Merdeka Jakarta.

Pertemuan itu pun berlangsung hangat. Tak lupa, sang Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan rasa bangganya kepada Timnas U-22 yang berhasil meraih kemenangan.

Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri kemudian menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas apresiasi yang diberikan kepada para pemainnya.

Berikut fakta-fakta pertemuan Timnas U-22 dengan Presiden Jokowi dihimpun Liputan6.com:

2 dari 6 halaman

1. Sampaikan Rasa Bangga

Presiden Jokowi mengungkapkan rasa bangganya kepada para pemain yang berhasil membawa pulang trofi AFF U-22.

“Saya dan seluruh rakyat Indonesia merasa bangga sekali atas prestasi dari ini generasi baru sepakbola Indonesia yang kita harapkan kebangkitan sepakbola Indonesia dimulai dari titik ini,” ucap Jokowi.

Dalam kesempatan ini, para pemain Timnas U-22 ditemani oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, dan Sesmenpora Gatot S Dewa Broto. Sementara Itu, Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

3 dari 6 halaman

2. Berikan Bonus

Presiden Jokowi kemudian memberikan bonus Rp 200 juta untuk para pemain Timnas U-22 yang telah memenangi AFF U-22 2019.

Selain dari Jokowi, para pemain asuhan Indra Sjafri ini juga telah mendapat bonus dari Menteri Pemuda dan Olaharaga (Menpora) Imam Nahrawi senilai Rp 65 juta.

“Terakhir kemarin Menpora memberi bonus berapa? Masing-masing pemain Rp 65 juta. (Bonus) dari saya masing-masing 200 (juta), sudah,” kata Jokowi di depan para pemain Timnas U-22 di Halaman Istana Merdeka Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Selain para pemain, Jokowi juga memberikan bonus Rp 200 juta untuk pelatih Timnas U-22 Indra Sjarif dan asisten pelatih.

“Pelatih dan asisten pelatih juga dapat (bonus) semua. Dokternya juga dapat,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

4 dari 6 halaman

3. Pelatih Sampaikan Komitmen Timnas U-22

Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri mengatakan ada dua event perhelatan sepak bola yang akan diikuti yaitu, AFC dan Sea Games.

Kepada Jokowi, dia pun berkomitmen membawa skuat asuhannya. Timnas U-22 menjadi juara di AFC dan Sea Games. Menurut Indra, apabila anak asuhnya berhasil membawa pulang piala AFC, Indonesia berpeluang mengikuti Olimpiade 2020.

“Ada dua event penting yang diberikan tugas kepada kami Pak, AFC dan Sea Games. AFC itu kalau nanti kita lolos, juga akan menentukan kita untuk kualifikasi olimpiade. Setelah itu Sea Games. Ini dari tahun 1991 kita belum pernah dapat medali emas, izin Allah nanti kita akan wujudkan Pak,” kata Indra di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Indra menyebut prestasi yang diraih Timnas U-22 saat ini tak lepas dari dukungan yang diberikan Jokowi melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Dia berharap agar Inpers ini segera disosialisasikan ke klub dan masyarakat.

“Mungkin itu dan juga terima kasih Inpers bapak mungkin ini sosialisasinya yang belum sampai ke klub-klub, ke masyarakat. Dan saya teman-teman sepak bola mengucapkan terima kasih,” kata Indra.

5 dari 6 halaman

4. Permintaan Pemain Timnas U-22

Kapten Timnas U-22, Bagas Adi Nugraha menyampaikan permintaan khusus kepada Jokowi.

“Di sini saya menyampaikan, ada yang berharap ingin jadi PNS, Polisi, TNI. Dari saya sendiri, dari teman saya, mereka ada yang anggota polisi. Diangkat naik pangkat Pak. Mungkin untuk TNI mohon kejelasannya, Pak,” kata Bagas.

Para pemain pun sontak bersorak dan bertepuk tangan. Jokowi pun berjanji menindaklanjuti permintaan bek Bhayangkara FC itu.

“Saya urus nanti yang TNI dan polisi,” ucap Jokowi.

Tak hanya Bagas, pemain sayap Osvaldo pun menyampaikan harapannya agar teman-teman dalam satu Timnas U-22 bisa menjadi anggota Polri atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saya sendiri kuliah, mungkin rekomendasikan karena sudah tinggalkan kuliah lama. Kalau bisa ya PNS, itu aja, Pak,” kata Osvaldo.

“Ini menggunakan kesempatan namanya,” timpal Jokowi.

Setelah itu, Marinus yang berasal dari Sarmi, Papua. Dia tidak meminta persoalan pribadi kepada Jokowi, namun Marinus berharap agar pemerintah memperbaiki jalan di kampung halamannya.

“Di sana sekarang transportasi, jalan-jalannya masih jelek, pembangunan belum bagus, mudah-mudahan lebih bagus dari tempat lain,” tutur Marinus sembari malu-malu.

Mendengar itu, Jokowi merasa heran lantaran Marinus bukan meminta sesuatu berkaitan dengan sepakbola.

“Bukan urusan sepakbola, urusan jalan,” ucap Jokowi disambut tawa.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Kisah Pilu Ayah Gantikan Wisuda Almarhumah Anak: Dia 3 Kali Gagal Sidang

Jakarta – Kisah seorang ayah menggantikan almarhumah putrinya yang wisuda di UIN Ar-Raniry, Aceh viral dan membuat haru. Sang ayah, Bukhari, dengan tegar mengambil ijazah Rina Muharrami. Bukhari menuturkan momen itu.

Bukhari berkisah, pada saat wisuda digelar pada Rabu (27/2/2019) kemarin, dirinya pagi-pagi dihubungi seorang dosen. Dia diminta datang ke kampus lebih cepat karena tidak ada undangan layaknya orang tua lain.

Tiba di UIN Ar-Raniry, Bukhari bertemu sang dosen. Dia ditemani masuk ke tempat wisuda dan bergabung bersama tamu undangan lain.

“Waktu itu bapak dosen itu sudah bilang agar saya mengambil ijazah Rina. Menurut beliau sayang kan ijazah tidak diambil,” kata Bukhari dengan mata berkaca-kaca saat ditemui rumah duka di Desa Cut Rumpun, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Kamis (28/2).

Jelang prosesi wisuda digelar, Bukhari kembali diberi tahu tata caranya. Saat mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Tarbiyah dipanggil, Bukhari ikut maju.

Pria berusia 59 tahun itu ikut berbaris bersama wisudawan lainnya untuk naik ke panggung. Saat wisudawan lainnya bertoga, Bukhari memakai kemeja lengan panjang dan peci. Dia lalu menerima ijazah Rina lalu bersalaman dengan rektor dan dekan di atas panggung. Bukhari juga dipeluk lalu mendekap erat ijazah putrinya itu dan turun dari panggung.

“Saat bersalaman itu, pak Rektor bilang ‘sabar pak, sabar’. Itu yang membuat saya haru sampai keluar air mata,” jelas pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan tersebut.

Usai menerima ijazah, air mata Bukhari tak terbendung terlebih kala melihat semua orang menangis. Bukhari sempat minta langsung pulang, tapi dicegah.

Kisah Pilu Ayah Gantikan Wisuda Almarhumah Anak: Dia 3 Kali Gagal SidangFoto: Ayah gantikan almarhumah anak saat wisuda (Dok. UIN Ar-Raniry)

Menurut Bukhari, putrinya Rina mulai mengalami sakit beberapa hari menjelang sidang. Putri sulungnya dibawa ke rumah sakit oleh teman-teman kampusnya karena tiba-tiba demam.

Beberapa jam di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, dia dibolehkan pulang. Esok harinya, Rina kembali kuliah seperti biasa.

“Rina tiga kali gagal sidang karena sakit dan akhirnya dia sidang pada tanggal 24 Januari. Dua hari usai sidang, dia kembali sakit dirawat di Puskesmas Blang Bintang karena kembali demam,” ungkap Bukhari.

Empat malam dirawat di rumah Puskesmas, dokter membolehkannya pulang. Namun tiba di rumah, kondisi Rina agak berlainan. Malam itu, dia sudah tidak tidur.

Pihak keluarga membawa Rina ke Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh. Usai diinfus, Rina koma selama tiga hari sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 5 Februari pagi.

“Hasil diagnosa dokter dia menderita tipes. Tapi menurut dokter penyakitnya diperparah karena Rina beban sehingga menyerang otaknya,” beber Bukhari.

“Selama hidup, dia anak cerdas dan tidak pernah membebankan orang tua. Dia gak pernah mengeluh,” ungkap Bukhari didampingi istrinya Nur Bayani (48).
(agse/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Daftar Infrastruktur yang Dibangun Bung Karno hingga Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Infrastruktur merupakan karya pemerintah yang dapat terus dinikmati lama setelah presiden itu berhenti menjabat. Kinerja sang presiden pun dapat terus dikenang berkat infrastruktur yang dibangun di zamannya.

Sejak republik ini berdiri, infrastruktur untuk menggairahkan ekonomi rakyat mulai dibangun, mulai dari jembatan, bandara, bendungan. Dan sampai sekarang pun pembangunan masih berlanjut. 

Penasaran apa saja infrastruktur yang dibangun para presiden sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia? Berikut Liputan6.com kumpulkan daftarnya yang dikutip dari berbagai sumber, Kamis (28/2/2019):

2 dari 9 halaman

1. Era Presiden Soekarno

a. Jembatan besar

Jembatan Ampera di Palembang, Sumatera Selatan. Berada di atas SUngai Musi.

b. Bendungan

– Bendungan Ir. H. Juanda (Jatiluhur) di Jatiluhur, Purwakarta. Irigasi, pertanian, penyeimbang ekosistem, PLTA dan pasokan air serta wisata air di DKI Jakarta

c. Bandara

– Bandara Juanda di Sedati, Sidoarjo. Penerbangan domestik dan internasional

d. Rumah Sakit

– RSUP Sanglah di Bali

– RS Dr. Soetomo di Surabaya, Jawa Barat

– RS Kebon Jati di Bandung, Jawa Barat

– RS H. Yuliddin Away Tapaktuan di Aceh Selatan

e. Jaringan Telekomunikasi

– RRI (Radio Republik Indonesia) di Jakarta

– PN Postel di Jakarta

3 dari 9 halaman

2. Era Presiden Soeharto

a. Jalan Nasional, Tol, dan Jalan Layang

– Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi). Menghubungkan Jakarta-Bogor-Ciawi.

– Tol Prof Sedyatmo di Jakarta-Tangerang. Menghubungkan DKI Jakarta dengan Bandara Soekarno-Hatta

– Tol Cawang – Tomang (dalam kota) di Jakarta. Menghubungkan wilayah timur Jakarta hingga Pluit

– Tol Semarang. Bagian dari tol Trans Jawa

– Tol Jakarta – Tangerang

– Tol Surabaya – Gempol. Menghubungkan Gempol, Sidoarjo, dan Surabaya, Jawa Timur

– Tol Jakarta – Cikampek

– Tol Belawan – Medan – Tanjung Morawa (Belmera)

– Tol Purbaleunyi (Purwakarta – Bandung – Cileunyi)

– Tol Palikanci (Palimanan – Kanci) di Cirebon. Bagian dari tol Trans Jawa

b. Jembatan Besar

– Jembatan Barito di Kalimantan Selatan. Melintang di atas sungai Barito menghubungkan trans Kalimantan, Tengah, dan Selatan.

– Jembantan Rantau Berangin di Riau. Penghubunga Sumatera Barat – Pekanbaru.

– Jembatan Siak I di Pekanbaru, Riau). Menghubungkan jalan Yos Sudarso dengan Pekanbaru.

c. Bendungan

– Bendungan Sigura-gura di Asahan, Sumatera Utara

– Waduk Gajah Mungkir di Wonogiri, Jawa Tengah. Juga untuk PLTA dan pengendalian banjir.

– Bendungan Ir. Sutami (Karangkates) di Malang, Jawa Timur. Juga untuk wisata air dan PLTA.

– Bendungan Riam Kanan di Banjar, Kalimantan Selatan

– Bendungan Batujai di Lombok Tengah, NTB. Bendungan ini juga untuk mengatasi kekeringan serta membantu irigasi desa dan menyediakan air minum.

d. Bandara

– Soekarno-Hatta

– Ngurah Rai di Tuban, Bali

– Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan

– Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, Kalimantan Timur

– Hang Nadim, Batam, Kep. Riau

– Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimatan Selatan

– Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat

– Adisumarno di Boyolali, Jawa Tengah

– Radin Inten II di Bandar Lampung, Sumatera Selatan

– Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat

– Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur

e. Stasiun/Terminal

– Stasiun Gambir di Jakarta

– Terminal Purabaya (Bungurasih) di Sidoarjo, Jawa Timur

4 dari 9 halaman

Selanjutnya

f. Pembangkit Listrik

– PLTA Sigura Gura di Toba Samosir, Sumatera Utara. Memasok ke PT Inalum.

– PLTA Tangga di Toba Samosir, Sumatera Utara. Memasok ke PT Inalum.

– PLTA Maninjau di Agam, Sumatera Barat

– PLTA Singkarak di Padang Pariaman

– PLTA Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah. Penanggulangan banjir, lokasi wisata, irigasi, dan perikanan warga.

– PLTA Wadaslintang di Wonosobo dan Kebumen, Jawa Tengah

– PLTA Saguling di Bandung Barat, Jawa Barat

– PLTA Cirata di Purawakarta dan Cianjur, Jawa Barat

– PLTA Kedung Ombo di Grobo. termasuk irigasi dan pariwisata.

– PLTA Selorejo di Malang, Jawa Timur

– PLTA Karangates (Sutami) di Malang, Jawa Timur

– PLTA Larona di Sulawesi Selatan

– PLTA Balambano di Sulawesi Selatan

g. Rumah Sakit

– RSUD Purbalingga (dr. R. Goeteng Taroenadibrata) di Purbalingga, Jawa Tengah

– RS Kanker Dharmais di Jakarta

– RSUD Hadji Boejasin di Pelaihiari, Kalimantan Selatan

h. Jaringan Telekomunikasi

– Satelit Palapa A1 di Tanjung Canareval, Amerika Serikat

– Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Parepare di Parepare, Sulawesi Selatan

– TVRI di Jakarta

– Jaringan internet

5 dari 9 halaman

3. Era Presiden B. J. Habibie

a. Jembatan Besar

– Jembatan Barelang (Batam, Rempang, dan Galang)

6 dari 9 halaman

4. Era Presiden Gus Dur

a. Bendungan

– Bendungan Wonorejo di Tulungagung, Jawa Timur

– Bendungan Bilibili di Gowa, Sulawesi Selatan

b. Bandara

– Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau

7 dari 9 halaman

5. Era Presiden Megawati Soekarnoputri

a. Jembatan Besar

– Jembatan Kahayan di Kalimantan Tengah. Menghubungkan kota Palangkaraya dengan berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

b. Bendungan

– Bendungan Batutegi di Tanggamus, Lampung. Juga untuk wisata air, irigasi, dan PLTA.

– Bendungan Tilong di Kupang Tengah, NTT. Juga untuk menampung air hujan dan irigasi.

c. Pembangkit Listrik

– PLTA Sipansihaporas di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

– PLTP Geo Dipa Unit Dieng di Jawa Tengah

8 dari 9 halaman

Era Presiden SBY

a.Proyek Jalan Nasional, Tol dan Jalan Layang

– Tol Sadang-Cikamuning. SBY meresmikan proyek tol ini pada 2005. Ruas tol Sadang-Cikamuning ini merupakan bagian dari Jalan Tol Cipularang

b. Jembatan Besar

– Jembatan Tukad Bangkung di Desa Plaga, Badung, Bali. Jembatan ini menghubungkan tiga kabupaten di Bali yaitu Badung, Bangli dan Buleleng.

– Jembatan Pasupati (Jalan terusan Pasteur dan Jalan Surapati) di Bandung, Jawa Barat. Jembatan ini menghubungkan bagian utara dan timur kota Bandung, melewati lembah Cikapundung.

– Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura, Jawa Timur.

c. Bandara

– Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Achmad Yani di Semarang, Jawa Tengah. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

– Bandara Raja Haji Fisabillah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

d. Stasiun/Terminal

– Stasiun Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Stasiun ini melayani perjalanan KA bandara dari dan ke Stasiun Medan.

– Stasiun Medan Kota, Medan Sumatera Utara. Melayani perjalanan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara.

– Terminal Bandar Raya Payung Sekaki, di Pekanbaru, Riau. Terminal ini melayani trayek dari Riau, menuju Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Jawa.

– Terminal Mengwi di Badung, Bali. Terminal ini melayani trayek antar kota antar provinsi dan dalam provinsi.

– Terminal Bulupitu di Purwokerto, Jawa Tengah. Terminal ini melayani trayek antar kota antar provinsi dan dalam provinsi.

e. Pembangkit Listrik

– PLTA Asahan I di Sungai Asahan, Toba Samosir, Sumatera Utara. PLTA ini memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera Utara serta mendukung kelistrikan di Sumatera

– PLTA Karebe di Sulawesi Selatan. PLTA ini untuk penghasil daya listrik.

– PLTU 2 Jawa Tengah (Karangjandri) yang berada di Cilacap, Jawa Tengah. Pembangkit ini memasok jaringan 500 Kv Jawa-Bali melalui gardu induk tegangan tinggi (Gitet) Adipala dan diteruskan ke Gitet Kesugihan.

9 dari 9 halaman

Era Presiden Jokowi

a. Jalan Nasional, Tol, dan Layang

– Tol Trans Jawa di Pulau Jawa

b. Bendungan

Hingga 2018 sudah membangun 43 bendungan, beberapa di antaranya:

– Bendungan Titab, Sidan, dan Tablang di Bali

– Bendungan Raknamo, Rotiklod, Napun Gete, Temef, Mbay, Manikin, dan Kolhua di NTT

– Bendungan Tanju, Mila, Bintang Bano, Beringin Sila, dan Meninting

– Bendungan Digoel di Papua

– Bendungan Jatigede di Jawa Barat

c. Bandara

– Bandara Sultan Thaha di Jambi

– Bandara Kertajati di Kertajati, Jawa Barat

– Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya, Jawa Barat

– Bandara Syukuran Aminuddin Amir di Banggai, Sulawesi Tengah

– Bandara Baru Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah

– Bandara APT Pranoto di Samarinda, Kalimatan Timur

– Bandara Tebelian di Kalimantan Barat

– Bandara Werur di Werur, Papua Barat

– Bandara Maratua di Pulau Maratua, Kalimantan Timur

– Bandara Koroway Batu di Kabupaten Boven Digoel, Papua

– Bandara Morowali, Sulawesi Tengah

– Bandara Letung di Kepulautan Anambas, Kepulauan Riau

– Bandara Namniwel di Maluku

– Bandara Miangas di Kepulauan Talau, Sulawesi Utara

d. Stasiun/Terminal

– Terminal Tirtonadi di Surakarta, Jawa Tengah

– Terminal Pulo Gebang di Cakung, DKI Jakarta

e. Pembangkit Listrik

– PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan

– PLTB Tolo I di Jeneponto, Sulawesi Selatan

– PLTU Punagaya di Jeneponto, Sulawesi Selatan

– PLTU Legon Bajak di Karimunjawa, Jawa Tengah

– PLTGU Jawa 2 di Tanjung Priok, Jakarta

f. Jaringan Telekomunikasi

– Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur – Nusantara


Saksikan video pilihan di bawah ini: