HEADLINE: MRT Jakarta, Ikon Baru yang Terwujud Setelah Penantian 34 Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK tampak semringah. Tiba di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu 20 Februari 2019 pukul 10.30 WIB, JK dan rombongan langsung naik kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta menuju Stasiun Lebak Bulus. Sepanjang perjalanan, JK tampak menikmati moda transportasi baru Ibu Kota ini.

Didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, JK tak hanya menjajal rasanya jadi penumpang. JK yang mengenakan batik panjang dan bertopi hitam itu juga duduk di kursi masinis saat kereta kembali menuju Stasiun Bundaran HI.

“Sistem ini cocok kalau untuk Jakarta, (karena) penduduknya 10 juta. Pokoknya 10 tahun minimum 200 kilometer harus jadi, baru Jakarta akan bersaing sebagai kota metropolitan,” ujar JK usai mencoba moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Ratangga atau MRT Jakarta memang belum beroperasi secara reguler, namun terus melakukan uji coba setiap harinya hingga diresmikan pada akhir Maret mendatang. Uji coba itu pun belum bisa mengikutkan warga Ibu Kota.

“MRT baru beroperasi penuh antara tanggal 24 Maret dan 31 Maret. Minggu depan uji coba penuh (full trial run), tapi masih belum bisa melibatkan publik. Publik baru bisa mencoba tanggal 12 Maret dan harus mendaftar melalui website MRT,” terang Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamalludin kepada Liputan6.com, Jumat (22/2/2019).

Usai melakukan pendaftaran, nantinya masyarakat akan mendapatkan quick response (QR) code atau bukti pendaftaran yang perlu dicetak. Bukti itu nantinya perlu dibawa pada saat mau menjajal naik MRT. Masyarakat yang ingin naik Ratangga secara gratis itu pun tak dibatasi oleh kuota.

Selama masa uji coba tersebut, lanjut dia, masyarakat yang akan menggunakan MRT tidak akan dipungut biaya sama sekali alias gratis. Di sisi lain, jumlah kereta yang disediakan masih dibatasi karena belum diluncurkan secara resmi.

“Nanti prosedurnya masih kita susun, dan batas (jumlah masyarakat) masih kita tentuin, kemudian aksesnya dari stasiun mana dulu. Ini juga belum langsung serempak 13 stasiun langsung full pelayanan, kan masih belum bayar, masih gratis, makanya kita atur dulu,” jelas Muhammad Kamalludin.

Pada Fase I ini, MRT Jakarta memiliki 13 stasiun. Tujuh di antaranya adalah stasiun layang yang berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sedangkan stasiun bawah tanah berada di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Jika sudah beroperasi penuh dan semua stasiun telah dibuka untuk melayani jalur perjalanan sepanjang 15,7 kilometer, pihaknya meyakini Ratangga bisa membawa 130 ribu penumpang setiap harinya. Namun, bukan hanya jumlah penumpang yang menjadi perhatian PT MRT Jakarta, melainkan adanya perubahan budaya warga Ibu Kota.

“Kita tentunya ingin mengembangkan budaya mengantre dengan tertib dan teratur, untuk kemudian beralih ke moda lain seperti bus umum dan kendaran pribadi maupun online di tempat yang sudah ditentukan secara disiplin,” ujar Muhammad Kamalludin.

Hanya saja, dia belum mengetahui tarif atau ongkos yang akan dikenakan bagi penumpang Ratangga nantinya. “Tarif akan diumumkan Pemprov DKI,” pungkas dia.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya sedang melakukan kajian final untuk menghitung tarif MRT Jakarta. Dia menyebutkan, kajian tarif MRT Jakarta bakal dihitung berdasarkan jarak per kilometer.

“Tinggal diumumkan, sebelum data lengkap saya tidak akan umumkan (angkanya),” kata Anies saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

Oktober 2018 lalu, PT MRT Jakarta mengajukan tarif jarak terjauh, Stasiun Lebak Bulus-Hotel Indonesia sebesar Rp 13 ribu. Usulan tarif ini sudah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk diputuskan.

Angka tersebut berasal dari kajian tentang kesanggupan masyarakat membayar ongkos perjalanan MRT. Hasilnya, masyarakat akan membayar Rp 8.500 untuk 10 kilometer pertama. Sedangkan untuk rute selanjutnya, formulasi biaya yang dibebankan adalah Rp 700 per kilometer.

Sementara pada peninjauan November tahun lalu, Presiden Jokowi memperkirakan tarif perjalanan menggunakan Ratangga paling tinggi Rp 9.000.

“Tarifnya Rp 8.000 sampai Rp 9.000,” kata Jokowi di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

2 dari 3 halaman

Melayang Bisa, Masuk Terowongan Ayo

Mimpi buruk warga Jakarta akan kemacetan yang setiap hari terpampang di depan mata agaknya bakal segera berkurang. Mulai Maret mendatang, Jakarta akan memiliki sistem transportasi mass rapid transit (MRT) yang diharapkan pemerintah menjadi langkah pertama menghapus kemacetan di Ibu Kota.

Sarana transportasi yang kini juga populer dengan istilah Moda Raya Terpadu itu diyakini bakal membuat warga pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan MRT Jakarta. Alasannya, moda ini bebas macet, cepat dan modern.

“Inilah saatnya untuk mengubah Jakarta. Inilah saatnya untuk menjadikan Jakarta lebih baik dan bebas dari kemacetan,” kata Direktur MRT Jakarta William Sabandar, beberapa waktu lalu.

Ucapan William tak main-main. Ada tiga moda transportasi berbasis rel yang akan mengepung Jakarta di masa depan. Yakni kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT) dan MRT. Ketiga moda transportasi dengan sarana kereta tersebut diharapkan mampu melayani mobilitas warga Ibu Kota dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus memangkas kemacetan.

Meski terkesan sama, ketiga moda ini punya beberapa perbedaan baik dari perlintasan, kapasitas penumpang, dan rangkaiannya. LRT atau kereta api ringan, misalnya, mengacu pada beban ringan dan bergerak cepat. Meskipun MRT dan KRL memiliki daya angkut lebih besar, LRT dapat memindahkan penumpang melalui operasi rute yang lebih banyak.

Selain itu, kelebihan dari moda transportasi LRT ini, sistem perlintasannya dibuat melayang sehingga tidak memiliki konflik sebidang yang sering ditemukan di lintasan KRL. Karenanya, headway atau jarak antarkereta dapat dipastikan waktunya.

Sedangkan commuter line atau KRL yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1925 merupakan kereta rel yang menggunakan sistem propulsi motor listrik sebagai penggerak keretanya. KRL yang melayani rute Jabodetabek ini seringkali mengalami konflik sebidang dengan penyeberangan jalur kendaraan mobil dan motor. Hal ini yang kerap menimbulkan kemacetan serta kecelakaan.

Kemudian MRT yang merupakan transportasi dengan transit cepat dan memiliki daya angkut yang lebih besar dari LRT. Perlintasannya dibuat melayang dan bawah tanah, sehingga meminimalisir pertemuan dengan konflik sebidang sama halnya dengan LRT.

Ketika tahap pertama mulai beroperasi pada Maret mendatang, 14 rangkaian kereta MRT akan digunakan untuk layanan harian mulai pukul 05.00 pagi hingga tengah malam. Sementara dua lainnya tetap disiagakan jika terjadi keadaan darurat. Rute ini membentang sejauh 15,7 kilometer antara Lebak Bulus di pinggiran selatan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Lebak Bulus adalah lingkungan perumahan yang padat penduduk. Dengan transportasi umum lainnya, dibutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk menempuh perjalanan menuju Bundaran HI. Tetapi, dengan MRT waktu perjalanan akan menjadi satu jam lebih pendek atau hanya sekitar 30 menit.

“Kita bersama-sama mencoba MRT dari Bunderan HI sampai di Lebak Bulus sepanjang 16 KM. Ini uji coba terus dan saat tadi kita naik dengan kecepatan 60 km per jam, suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya, tidak terdengar, menurut saya sangat bagus sekali,” puji Presiden Jokowi usai menjajal MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga memaparkan spesifikasi teknis moda yang diberi nama Ratangga ini. Dia mengatakan, kereta MRT Jakarta dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo asal Jepang. Posisi kemudi masinis berada di sisi sebelah kanan karena disesuaikan dengan arah jalur perjalanan kereta.

Seluruh kereta MRT Jakarta dibuat dari material stainless steel. Satu rangkaian kereta MRT Jakarta dapat menampung sebanyak 1.200 penumpang dan jika sangat padat dapat mencapai 1.950 penumpang. Satu unit kereta atau gerbong memiliki 2 unit penyejuk ruangan.

Satu rangkaian kereta nantinya terdiri dari 6 kereta. Pada kereta 1 dan 6 yang merupakan kereta dengan kabin masinis merupakan kereta tanpa motor penggerak atau disebut juga trailer car. Untuk kereta 2 hingga 5 yang merupakan kereta tanpa kabin masinis memiliki masing-masing 1 pantograf tipe single arm dengan motor penggerak atau disebut juga motor.

Dengan semua keunggulan itu, MRT ternyata tak hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta. Paling tidak menurut Presiden Jokowi, moda transportasi jenis ini akan terus digeber di kota-kota lain yang memiliki problem serupa dengan Ibu Kota.

“Memang harus berani memulai seperti di sini. Jakarta sudah memulai. Palembang memulai. Nanti Bandung mulai, Surabaya mulai, Medan mulai. Saya kira memang transportasi massal ini adalah masa depan transportasi kita untuk menghindari kemacetan di kota mana pun,” ujar Jokowi.

Pertanyaan sekarang, apakah proses pembangunan moda MRT di kota-kota lain juga akan memakan waktu yang lama seperti di Jakarta?

3 dari 3 halaman

Mimpi Habibie yang Terwujud di Era Jokowi

Keinginan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang modern, khususnya dari sisi moda transportasi, sudah tercetus sejak lama. Puluhan tahun lalu, banyak sudah studi yang mempelajari pengembangan sarana transportasi modern di Ibu Kota.

Bahkan, sejak 1980 lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan membangun sistem mass rapid transit (MRT) di Jakarta. Sementara dari sisi pemikiran, ide awal transportasi massal ini sudah dicetuskan sejak 1985 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie yang ketika itu menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Tak sekadar mencetuskan gagasan, Habibie juga mendalami berbagai studi dan penelitian tentang MRT. Namun, semua gagasan itu tak kunjung terwujud. Salah satu alasan utama yang membuat rencana itu tertunda adalah krisis ekonomi dan politik pada 1997-1999.

Selepas krisis, Jakarta yang ketika itu dipimpin Gubernur Sutiyoso melanjutkan studi sebelumnya. Selama 10 tahun pemerintahan Sutiyoso (1997-2007), setidaknya ada dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Pada 2004, Sutiyoso mengeluarkan keputusan gubernur tentang pola transportasi makro untuk mendukung skenario penyediaan transportasi massal, salah satunya angkutan cepat terpadu yang akan digarap pada 2010.

Dilanjutkan Agustus 2005, sub Komite MRT dibentuk untuk mendirikan perusahaan operator MRT. Pada 18 Oktober 2006, dasar persetujuan pinjaman dengan Japan Bank for International Coorporation dibuat.

Perlu dua tahun kemudian atau setahun setelah Fauzi Bowo menggantikan posisi Sutiyoso menghuni Balai Kota Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada 17 Juni 2008. Berbentuk badan hukum perseroan terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta 99.98% dan PD Pasar Jaya 0.02%)​.

Dikutip dari laman www.jakartamrt.co.id, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta depo dan kawasan sekitarnya.

Pada tahun yang sama, perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi ditandatangani, termasuk pula studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 31 Maret 2009, perjanjian kredit pertama dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Japan International Corporation Agency (JICA) di Tokyo, Jepang. Secara keseluruhan, paket pinjaman dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total ¥ 120 miliar Yen.

Namun, semua itu tak membuat pembangunan MRT dimulai yang berarti janji Fauzi Bowo di masa kampanyenya Pilgub 2007 tak bisa dipenuhi. Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, dia berjanji lagi bakal mengembangkan dan mengerjakan MRT jika kembali terpilih. Namun, dia kalah dari Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian memimpin Ibu Kota.

Pengerjaan desain dasar untuk tahap pertama proyek MRT yang dibuat pada akhir 2010 dilanjutkan. Proses tender berlangsung pada akhir 2012 ketika gubernur baru Jakarta itu tiba-tiba mengatakan ingin meninjau kembali proyek MRT Jakarta. Jokowi juga mengumumkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan sebagai salah prioritas dalam anggaran tahun 2013.

Butuh waktu setahun bagi Jokowi memutuskan pembangunan proyek MRT akan mulai dikerjakan. Pembahasan ini juga sempat alot ketika Jokowi rapat dengan warga Fatmawati yang terkena imbas proyek. Pada 28 November 2012, sang gubernur bahkan sempat keluar ruangan lantaran ada kericuhan dan protes warga yang menolak proyek MRT.

Namun, mimpi itu akhirnya mulai diwujudkan. Pada Kamis 10 Oktober 2013, pengerjaan proyek ini resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di atas lahan yang rencananya berdiri Stasiun MRT Dukuh Atas, salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat.

“(Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Lebih dari lima tahun setelah proyek ini mulai dikerjakan, MRT yang kini juga disebut dengan Moda Raya Terpadu itu akan segera diresmikan untuk beroperasi secara penuh. Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI direncanakan meresmikan moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur Anies Baswedan itu pada Maret mendatang.

Namun, Ratangga dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI bukanlah akhir mimpi Jokowi. Dia juga sudah meminta agar tahun ini juga pembangunan MRT Jakarta tahap kedua, yakni rute Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan (Ancol) segera dimulai. Demikian pula pembangunan MRT koridor East-West.

“Kita harapkan nanti pada tahapan kedua, HI sampai ke Ancol. Tahun depan plus kita harapkan yang East-West,” kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Selasa 6 November 2018.

Jadi, selamat datang Ratangga dan Jakarta yang makin modern.

3 Orang Penting Broadway Gembleng 70 Finalis Indonesia Menuju New York

Liputan6.com, Jakarta – Program beasiswa bagi seniman-seniman muda, Indonesia Menuju Broadway memasuki babak baru. Sebanyak 70 peserta terpilih hasil audisi kini menjalani program intensif bersama para StudentsLive – Passport to Broadway. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 20-24 Februari 2019 di Balai Resital Kertanegara, Jakarta.

Ke-70 peserta terpilih berkesempatan untuk berkolaborasi bersama tim Broadway papan atas yang terdiri dari sutradara, direktur musik, koreografer, dan tim pendukung produksi dan panggung Broadway. Mereka di antaranya Direktur Artistik Amy Weinstein, Direktur Musik Seth Weinstein, dan konsultan koreografer Stephen Brotebeck.

Dalam pelatihan intensif ini, para peserta akan memainkan karya-karya musikal Broadway ciptaan penulis dan komposer terbaik dari Amerika Serikat. Dari pelatihan ini akan dipilih 10 orang untuk diberangkatkan ke New York oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.

Mereka akan mendapatkan pelatihan di broadway dari para spesialis teater musikal terbaik selama 5 hari pada Juli 2019. Peserta terpilih ini akan melihat langsung pertunjukan Broadway, mengikuti tur backstage, melihat proses produksi di belakang panggung, dan mendapatkan akses untuk bertemu langsung dengan para artis Broadway.

Indonesia Menuju Broadway merupakan bagian dari Program Ruang Kreatif. Program telah dibuka dari dari 10-28 Januari 2019 dan diikuti 672 peserta. Kemudian, terpilih sekitar 243 peserta yang telah mengikuti proses audisi bersama tim dewan juri yang mengikuti proses audisi bersama tim dewan juri yang terdiri dari Garin Nugroho, Andrea Miranda, dan Ufa Sofura. (Indah Permata Niska)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mesin Unik Suzuki Dipatenkan

Liputan6.com, Jakarta – Suzuki dikabarkan mematenkan mesin baru yang tengah dikembangkan. Spesifikasi lengkapnya masih dirahasiakan, namun dari gambar tersebut nampak konfigurasi mesin tersebut keliatan unik.

Mengutip dari Morebike.co.uk, dapur pacu tersebut dibuat terbalik dengan blok mesin yang nyaris horizontal berada di atas dan gearbox di bawahnya. Lubang header knalpot pun menghadap ke bawah.

Konfigurasi ini bisa dibilang benar-benar baru di dunia sepeda motor. Kemungkinan, manfaatnya adalah membuat jarak antar sumbu rodanya menjadi lebih pendek untuk menyempurnakan handling dan memanjangkan swingarm guna meningkatkan kestabilannya.

Meski demikian, ada beberapa aspek yang harus dikorbankan, yaitu ruang penyimpanan. Dengan blok silinder di atas, tangki bahan bakar dibuat lebih ke belakang dan sistem elektronik dipindah ke depan.

Pasalnya, ruang yang biasanya digunakan untuk tangki bahan bakar kini dialihkan sebagai lokasi airbox. Selain itu, penempatan radiatornya juga masih belum jelas.

Sampai saat ini, pihak Suzuki juga belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait desain ini. Yang jelas, pabrikan asal Jepang tersebut ingin berinovasi untuk menyempurnakan berbagai produknya.

Sumber: Otosia.com

TKN: Percepatan Pemberian THR PNS Bukan untuk Kepentingan Elektoral Jokowi

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah akan mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Mei 2019. Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Bahlil Lahadalia menepis kebijakan itu untuk kepentingan politik Pilpres 2019.

“Begini, kita harus menghargai niat baik pemerintah kalau itu berpihak kepada rakyat kenapa harus dikait-kaitkan dengan politik. Harus mikirnya yang jernih. Kalau saya sebagai karyawan di kasih gaji dan tunjangan lebih awal jauh lebih baik dong, kenapa harus dibuat politik,” kata Bahlil di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2).

Menurutnya, jika dianggap politik, pemerintah memang mempunyai kewenangan membuat aturan politik untuk kesejahteraan rakyat. Tapi hal tersebut adalah konteks politik untuk negara bukan Pilpres.

“Itu politik buat negara, tapi tidak dalam konteks pilpres ya tapi kalau ada pandangan seperti itu kita juga tidak bisa melarang pikiran itu. Tapi saya pikir bahwa ini semata-mata bentuk perhatian kebijakan pemerintah untuk percepatan pemberian gaji 13 dan THR,” tuturnya.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam sebuah surat menyatakan, pemberian uang Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) akan cair pada Mei 2019.

“Waktu pembayaran THR tahun 2019 efektif dibayar pada bulan Mei 2019,” seperti ditulis dalam surat tertanggal 22 Januari 2019 tersebut.

Selain itu, di dalam surat pun disebutkan, Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pemberian THR dan gaji ke-13 PNS ini bisa ditetapkan sebelum memasuki masa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengkonfirmasi, penyusunan PP tersebut sudah hampir rampung, sehingga pemberian THR bisa dilakukan Mei nanti.

“(Penyusunan PP) sudah tahap akhir. Insya Allah (THR cair Mei 2019),” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Mudzakir, Jumat (22/2).

Adapun dalam surat yang diterbitkan, Kementerian Keuangan mengimbau Kementerian PANRB selaku instansi pemrakarsa penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang mengatur tentang pemberian THR dan gaji ke-13, untuk dapat melakukan percepatan penyusunan PP dimaksud.

Merespons permintaan itu, Mudzakir berharap, PP itu bisa segera terbit, meski belum bisa menyebutkan secara rinci kapan target waktunya. “Secepatnya ya, semoga tidak lama lagi,” pungkasnya.

Tengah beredar surat pemberitahuan mengenai percepatan penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) pemberian THR tahun 2019 dan gaji ke-13. Pada surat tersebut salah satunya meminta penyusunan PP dapat ditetapkan sebelum pemilihan presiden pada 17 April 2019. 


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Perkebunan Sawit Swasta Pastikan Patuh Aturan Membangun Plasma

Liputan6.com, Jakarta Perkebunan sawit besar swasta (PBS) memastikan untuk menaati semua aturan yang berlaku di Indonesia, termasuk soal kewajiban membangun atau bermitra dengan petani plasma. Hubungan keduanya berasaskan saling menguntungkan.

“Keduanya telah terjadi simbiosis mutualisme. Bahkan untuk petani plasma mendapatkan keistimewaan berupa harga tandan buah segar (TBS) yang lebih tinggi jika dibandingkan petani mandiri,” ujar Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Achmad Mangga Barani dalam keterangannya, Jum’at (22/2/2019).

Bagi PBS, lanjut Mangga Barani, keuntungan yang didapat salah satunya ada kepastian pasokan TBS dari kebun plasma ke pabrik kelapa sawit (PKS) yang dimilikinya.

Ini seperti tertuang dalam Permentan Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Poin penting dari permentan tersebut yakni kewajiban bagi PBS dan Perkebunan Besar Negara (PBN) untuk membangun kebun plasma sekitar 20 persen dari total konsesi yang dimilikinya.

Semangat dari regulasi ini agar rakyat juga menikmati keuntungan dari budidaya perkebunan sawit.

“Tapi perlu dicatat bahwa, kebun plasma yang dibangun PBS dan PBN tersebut tidak berasal dari HGU (hak guna usaha) yang dimiliki PBS maupun PBN. Artinya, kebun plasma itu, tanahnya milik masyarakat yang ada di sekitar kebun PBS maupun PBN,” jelas dia.

Dia menuturkan jika kewajiban PBS dan PBN membangun kebun plasma seluas 20 persen dari total konsesi itu ada sejak terbitnya permentan tersebut, yakni pada 2007. 

Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan menyebutkan, hingga akhir 2018 total kebun sawit di Indonesia mencapai 14.309.256 hektare (ha).

Kepemilikan kebun sawit tersebut terdiri atas perkebunan rakyat seluas 5.807.514 ha, PBN seluas 713.121 ha, dan PBS seluas 7.788.621 ha. Perkebunan rakyat ini terbagi menjadi dua, yakni kebun milik petani mandiri dan petani plasma yang luasnya sekitar 617.000 ha.

Sepintas, kata Mangga Barani, perkebunan swasta tidak taat aturan karena kebun plasma hanya 8 persen dari total kebun swasta. Namun perlu diingat bahwa budidaya perkebunan kelapa sawit itu ada sejak penjajahan Belanda.

Sementara itu, kewajiban membangun dan bermitra dengan plasma itu ada sejak tahun 2007 seiring dengan terbitnya Permentan No 26/2007.

Permentan tersebut diperkuat dengan UU No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan yang juga mengamanatkan PBS maupun PBN membangun plasma sebesar 20% dari luas konsesi.

“Jadi swasta yang membangun kebun sebelum tahun 2007 itu tidak wajib membangun kebun plasma, karena memang tidak ada aturan yang mewajibkannya. Apalagi Permentan No 26/2007 tersebut tidak berlaku surut,” tandas dia.

Terkait dengan regulasi budi daya sawit di Indonesia hingga saat ini dinilai juga masih ada celah hukum terkait dengan kewajiban PBS dan PBN membangun kebun plasma. UU Perkebunan yang telah diundangkan sejak 2014 hingga saat ini belum memiliki Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan pelaksanaannya. 

Sementara Permentan No 26/2007 posisinya sangat lemah karena terbit sebelum ada UU Perkebunan.

Dia pun meminta untuk memberikan kepastian hukum terhadap fasilitasi pembangunan kebun masyarakat (kebun plasma), perlu segera dibuat peraturan pelaksanaan dari UU Perkebunan dalam bentuk PP.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan bahwa perusahaan kelapa sawit selalu patuh dengan regulasi yang diterapkan pemerintah Indonesia. Dia mengatakan bahwa kewajiban pembangunan kebun plasma itu ada sejak tahun 2007 seiring dengan terbitnya Permentan No 26/2007.

Menurutnya, pembangunan kebun plasma itu membutuhkan lahan. Sementara sejak 20 Mei 2011 pemerintah melakukan moratorium pemberian izin baru untuk pembukaan lahan. Beleid ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 10/2011 tentang penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut.

Jadi, sejak 20 Mei 2011 tidak ada izin baru yang dikeluarkan pemerintah untuk perusahaan swasta, sehingga bisa dipastikan tidak ada pembangunan kebun plasma baru. “Pembangunan kebun plasma baru itu bisa dilakukan jika ada izin baru. Jadi di sini pemerintah perlu menyediakan lahan untuk pembangunan kebun plasma baru,” kata Joko Supriyono.

Jaga Sektor Maritim, Menko Luhut Ingin Alutsista RI Baru dan Buatan Dalam Negeri

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam menjaga kawasan laut Indonesia membutuhkan pertahanan yang kuat. Salah satunya meningkatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berkualitas.

“Perlu peningkatan kuantitas dan kualitas alutsista (kita) enggak mau bekas, maunya baru dan bahkan kalau bisa dibuat di dalam negeri cukup dari dalam negeri saja,” kata dia dalam seri kuliah Diplomasi Maritim Indonesia, di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Selain peningkatan alutsista, kualitas sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan. Jadi bonus demografi yang akan datang dapat berdampak baik pada penguatan pertahanan dan ekonomi Indonesia. 

“Kualitas sumber daya manusia itu juga jadi hal yang sangat penting,” kata dia.

Sementara itu, terkait dengan pesawat berteknologi tinggi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui Indonesia masih membutuhkan kerja sama dengan negara luar.  Misalkan pembuatan pesawat jet misalnya, Indonesia masih menggandeng Korea Selatan.

“Pesawat Jet itu sedang kerja sama dengan Korea Selatan, itu sedang dikembangkan sehingga nanti ke depan kita bisa bikin sendiri. Kalau kapal laut, saya kira kita sudah bisa buat, waktu itu saya lihat di Surabaya ada yang buat,” kata dia.


Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Pemerintah Tambah Anggaran Alutsista Jadi Rp 75 Triliun

Sebelumnya, Pemerintah berjanji akan memperkuat sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu caranya dengan menambah anggaran untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang selama ini terbilang rendah.

Ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis  25 Oktober 2018.

“Anggaran alutsista tahun 2015 ada Rp 40 triliun, tahun 2019 akan jadi Rp 75 triliun,” kata Wiranto.

Menurut mantan Ketua Umum Partai Hanura ini, penambahan anggaran untuk penguatan alutsista sangat penting. Sebab, alutsista merupakan alat pertahanan kedaulatan negara dari serangan luar.

Apalagi, lanjut dia, belakangan ini ancaman dari luar mulai terjadi.

“Ini penting, bargaining position. Kalau gertak-gertakan, kita jangan kalah gertak,” ujar dia.

Selain menambah anggaran alutsista, pemerintah berencana menambah Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Saat ini, tercatat baru ada 7 PLBN di sejumlah titik di Tanah Air.

“Tahun depan ditambah 11 PLBN. Ini perkuat pertahanan,” tandasnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2015 anggaran yang dialokasikan untuk TNI sebesar Rp 106 triliun. Namun, hanya Rp 40 triliun saja yang dianggarkan untuk pengadaan alutsista.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tiga Wahana Falcon 9 Meluncur ke Antariksa, Salah Satunya Milik Indonesia

Liputan6.com, Florida – SpaceX, sebuah perusahaan dirgantara swasta Amerika, meluncurkan roket raksasa bernama Falcon 9. Roket tersebut diluncurkan dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Florida pada Kamis malam, 21 Februari 2019 waktu setempat.

Terdapat tiga wahana antariksa yang dibawa oleh Falcon 9, yakni milik Indonesia, Israel, dan Amerika Serikat (AS) sebagaimana dikutip dari CNBC pada Jumat (22/2/2019).

Muatan utama roket raksasa Falcon 9 adalah Satelit Nusantara Satu (PSN VI).

Satelit Nusantara Satu merupakan satelit komunikasi geostasioner (GEO) Indonesia. Wahana antariksa itu dibuat oleh SSL, salah satu anak perusahaan Maxar Technologies, dikutip dari situs web Pasifik Satelit Nusantara (PSN).

Dibekali dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS), Satelit Nusantara Satu adalah satelit canggih jenis broadband pertama Indonesia. Wahana antariksa ditempatkan oleh Falcon 9 pada posisi di atas garis khatulistiwa, tepatnya pada 146 BT dan bergerak bersamaan dengan rotasi bumi.

Satelit canggih Indonesia itu, akan berfungsi untuk telekomunikasi. Termasuk di antaranya adalah komunikasi suara, konektivitas internet, dan distribusi video.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Turut Diluncurkan Wahana Antariksa Israel dan AS

Tidak hanya mengangkut satelit Indonesia, Falcon 9 juga membawa wahana antariksa milik Israel dan AS.

Israel meluncurkan wahana antariksanya bernama Baresheet yang berstatus milik lembaga SpaceIL, Israel. Baresheet akan berusaha mendarat di bulan. Apabila berhasil, Israel akan menjadi negara keempat yang mendarat di bulan setelah AS, Rusia, dan China.

Baresheet berencana akan mengumpulkan data dari satelit alami bumi, serta mengirimkan kapsul waktu.

Dalam kapsul waktu yang di bawa oleh Baresheet, terdapat gambar tangan anak-anak, Alkitab, serta teks deklarasi kemerdekaan Israel.

Untuk misi besar tersebut, Israel menggelontorkan dana US$ 100 juta (sekira Rp 1,4 triliun).

Proyek Baresheet termanifestasi berkat dukungan dari donor swasta serta Israel Aerospace Industries milik negara yang terlibat sebagai mitra.

Adapun muatan terakhir Falcon 9 adalah pesawat eksperimental kecil milik Laboratorium Penelitian Angkasa Udara AS, disebut sebagai S5.

Pesawat S5 akan melakukan misinya selama lima tahun.

Peluncuran Falcon9 adalah misi kedua dari SpaceX. Pada Desember lalu, perusahaan ini pertama kali menerbangkan roket bernama Falcon 9 Block 5. Roket itu disebut-sebut sebagai versi paling canggih dari roket yang memiliki misi berat.

Temani Konser di Indonesia, Putri Siti Nurhaliza Tampil Menggemaskan

Liputan6.com, Jakarta – Siti Nurhaliza tampil menawan mengawali Konser Tiga Negara bertajuk “Dato’ Sri Siti Nurhaliza On Tour” di Istora Senayan Jakarta Pusat, Kamis malam, 21 Februari 2019. Tembang demi tembang pengobat rindu akan penampilan diva asal Malaysia ini terlantun syahdu.

Tak heran kalau penonton sampai dibuat hanyut dan tak henti ikut melagukan lagu berganti lagu. Penampilan memesona perempuan 40 tahun tersebut kiranya tak lepas dari dukungan yang didapat di belakang panggung.

Lewat sebuah video yang diunggah d akun Instagram-nya, @ctdk, baru-baru ini, Siti memperlihatkan momen di mana ia menggendong putri semata wayangnya, Siti Aafiyah Khalid, sebelum naik panggung.

Sementara, Siti Nurhaliza terlihat cantik memakai busana hitam dengan sentuhan hijau emerald dan aksen glitter, serta tak lupa aksesori, termasuk mahkota dengan deail tear drop, Aafiyah tampak menggemaskan.

Bocah 11 bulan tersebut tampak memakai gaun putih dilengkapi sentuhan detail merah muda di bagian dada. Wajah lucu nan polosnya makin menjadi dengan pemakaian bandana selaras warna gaun yang dipakai.

“Anak ibu sayang #sitinurhalizaontour,” tulis Siti di keterangan foto yang dimaksud. Kemunculan Aafiyah mengundang komentar tak sedikit orang. Kebanyakan melontarkan pujian betapa keduanya tampak cantik.

Siti Nurhaliza sendiri masih akan meneruskan gelaran Konser Tiga Negara. Setelah Indonesia, pelantun lagu Purnama Merindu itu akan melangsungkan show serupa di Singapura dan rumahnya sendiri, Malaysia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Top 3: Cara Perpanjang SIM Online Tanpa Antre

Liputan6.com, Jakarta – Saat ini, bila Anda ingin membuat atau perpanjang SIM (Surat Izin Mengemudi) bisa dilakukan secara online, lho. Layanan ini diresmikan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sejak akhir tahun 2015.

Layanan ini dibuat sebagai inovasi baru guna mempermudah masyarakat dalam proses perpanjang SIM online, sehingga masyarakat tidak perlu lagi repot-repot mengantre.

Anda tahu tidak? Layanan ini dibuat bukan hanya untuk melayani perpanjang masa berlaku SIM saja. Untuk Anda yang ingin membuat SIM baru, Anda bisa membuat secara online.

Dengan adanya layanan pembuatan atau perpanjang sim secara online ini, jelas sangat membantu masyarakat dengan cepat, praktis, dan tentunya lebih efisien. Sehingga, untuk Anda yang tidak punya waktu untuk datang ke Samsat. Anda sudah bisa melakukannya secara online.

Cara membuat sim online menjadi artikel yang paling bikin penasaran pembaca. Lengkapnya, berikut 3 berita terpopuler di kanal Bisnis Liputan6.com:

1. Begini Cara Perpanjang SIM Online Tanpa Antre dan Tak Pakai Ribet

Untuk Anda yang ingin membuat SIM baru, Anda bisa membuat secara online. Meski terbilang mudah, tapi masih banyak yang belum tahu bagaimana cara untuk membuat atau perpanjang SIM online ini.

Mau tahu cara memperpanjang sim online dengan mudah dan cepat? Selengkapnya baca di sini!

2 dari 3 halaman

Mau Kerja di Bank? Cek Lowongan Kerja BTN di Sini!

Tertarik berkarier di salah satu bank besar dan ternama di Indonesia, yakni Bank Tabungan Negara (BTN)? Buruan persiapkan diri terbaik Anda karena BTN kembali membuka lowongan kerja terbaru.

Baca Juga



Kali ini, BTN membuka lowongan bagi kalian yang memiliki pengalaman bekerja (experienced hire) pada bidang Fixed Income Dealer & Forex Dealer. Pendaftaran lowongan kerja dibuka hingga 28 Februari 2019.


Mau tahu kualifikasi bagi para pelamar dan tata cara pendaftaran lowongan kerja tersebut?
  Simak selengkapnya di sini

3 dari 3 halaman

Kronologi Kepemilikan Prabowo atas Lahan 220 Ribu Hektare di Kalimantan

Lahan calon presiden Prabowo Subianto menjadi kontroversial setelah diungkit Presiden Joko Widodo di panggung debat. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun angkat bicara karena ternyata ia terlibat.

“Itu ada Undang-undangnya, ada izinnya, tidak ada yang salah sebenarnya. Bahwa Pak Prabowo memang menguasai tapi sesuai UU, sesuai aturan, apa yang salah? Kebetulan waktu itu saya yang kasih itu,” kata wapres, Selasa, 19 Februari 2019.

JK menyebut, ia mau memberikan lahan ke Prabowo agar asing tidak masuk menguasai, dan syaratnya Prabowo harus membayar pembelian lahan, milik PT Kiani Kertas, secara kontan.



Isu belum padam, sebab diketahui JP Morgan asal Amerika Serikat (AS) terlibat dengan PT Kiani yang memiliki lahan 220 ribu hektare di Tanjung Redeb, Kalimantan Timur. Seperti apa ceritanya?

Simak selengkapnya di sini!

Diluncurkan 2015, Apa Kabar Al Quran Terjemahan Bahasa Ngapak?

Liputan6.com, Banyumas – Siapa tak kenal Ahmad Tohari, budayawan cum sastrawan yang kondang di delapan penjuru angin. Penulis Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ini adalah pendiri Majalah Ancas, majalah yang terbit dengan bahasa Banyumas alias panginyongan, atau ada pula yang menyebutnya bahasa ngapak.

Tak usah bertanya pengetahuannya soal bahasa ibu. Lahir dan tumbuh di lingkungan Banyumas tempo dulu membuatnya menguasai kekayaan kosakata orisinal Banyumas yang kini jarang digunakan oleh anak muda, meski di tempat asalnya.

Namun, kali ini pria asal Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang ini dibuat pusing tujuh keliling. Ia didapuk menjadi penanggung jawab bahasa dalam tim penerjemah Al Quran ke bahasa Banyumasan.

Penyusunan terjemahan Al Quran terjemahan Ngapak ini tak selalu berjalan mulus. Padahal, tim penerjemah terdiri dari 11 orang yang secara keilmuan mumpuni, terdiri dari kalangan perguruan tinggi, pondok pesantren, dan tokoh budaya.

Seandainya 11 orang itu adalah pemain sepak bola, maka boleh lah dibilang, 11 orang itu adalah tim impian atau the dream team. Mereka, menguasai beragam disiplin keilmuan, mulai ahli tafsir, ahli bahasa arab, antropolog, dan ahli bahasa Banyumas.

Untuk menyelesaikan tahap alih bahasa ini, tim penerjemah membuat tim kecil yang terdiri dari ahli bahasa Banyumas, antropolog, dan budayawan lokal. Dalam tim ini, Tohari mengaku hanya sebagai editor bahasa Banyumas.

Dia pun mengakui, alih bahasa dari bahasa Arab ke Bahasa Banyumas sangat sulit. Musababnya, konteks budaya Arab dengan Banyumas sangat berbeda. Tim penerjemah kerap berhadapan dengan kosakata yang dalam bahasa Banyumas tidak ada padanan katanya.

Salah satu kosakata sulit yang dicari padanannya ialah ketika menerjemahkan teks Quran yang menceritakan tentang umat Nabi Luth. Bahasa ngapak tak menemukan padanan kata untuk sebutan homo dan lesbian. Setelah ditelusuri, ia memadankan kata Njambu untuk homo dan Gerus Lumpang untuk lesbian.

2 dari 3 halaman

Al Quran Terjemahan Basa Banyumas untuk Kaum Pinggiran

“Padahal mereka itu sudah saya kasih kamus (bahasa Banyumas) para penerjemah itu. Saya utak-atik kemampuan bahasa arabnya. Saya gugat betul makanya mereka bingung itu,” ucapnya, Mei 2015.

Jibaku tim penerjemah bukan tanpa alasan. Quran terjemahan basa Ngapak itu memang diproyeksikan bukan hanya untuk pajangan semata.

Penerjemahan ke dalam bahasa Banyumas akan mendekatkan Quran ke kelompok-kelompok pinggiran. Kuli bangunan, petani miskin, orang pedesaan, komunitas abangan hingga pekerja seks komersial (PSK) menurut Tohari adalah kaum yang mesti dikenalkan dengan bahasa yang lebih dekat.

Maklum, sebagian dari mereka berpendidikan rendah dan tak cukup cakap mengerti bahasa Indonesia. Bahasa ibu, akan mendekatkan Quran ke relung-relung yang paling dalam sekali pun.

“Penerjemahan yang kayak gini ini bukan untuk NU bukan Muhammadiyah, ini untuk petani, ini untuk kuli, ini untuk pelacur, begitu lho. Terjemahan ini sangat populer dan merakyat. Muhammadiyah dan NU itu sudah tidak butuh yang kaya gini. Yang sugih (kaya) juga sudah jamak. Ini menyangkut bahasa dan pengertiannya juga sederhana,” dia menegaskan, saat itu.

Akhirnya, usai proses kurang lebih dua tahun, Al Quran terjemahan basa panginyongan ini resmi diliuncurkan oleh Menteri Agama, di Jakarta, Desember 2015. Quran terjemahan Banyumas dicetak dengan jumlah terbatas. Quran dibagikan ke perguruan tinggi, beberapa sekolah, pondok pesantren dan sejumlah Ormas.

Lantas, bagaiman dengan rencana mendekatkan Quran terjemahan bahasa Banyumasan ke tukang becak, masjid di pedesaan, hingga PSK?

3 dari 3 halaman

Kapan Quran Terjemahan Bahasa Banyumasan Dicetak Massal?

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, DR Luthfi Hamidi mengatakan hingga saat ini Al Quran terjemahan Banyumasan beum dicetak secara massal. Sejak diluncurkan tiga tahun lalu, cetakan hanya berjumlah 1.000 eksemplar.

Menurut dia, hal ini sebenarnya sudah dibicarakan dengan Kementerian Agama. Namun, hingga saat ini anggaran cetak belum turun.

Padahal, respon terhadap Quran terjemahan basa Pangiyongan ini sangat bagus. Beragam kalangan mengapresiasi karya Quran terjemahan bahasa lokal sebagai kekayaan daerah.

“Belum tersedia dana untuk mencetak secara massal,” ucap Luthfi, Kamis malam, 21 Februari 2019.

Karena itu, sementara ini, Quran terjemahan bahasa Banyumasan ini hanya didistribusikan secara terbatas. Salah satunya di IAIN Purwokerto.

“Kadang kita berikan sebagai cinderamata untuk tamu tokoh,” dia mengungkapkan.

Meski begitu, komunikasi dengan Kemenag terus dilakukan. Pasalnya, pemakai bahasa Banyumasan, pangiyongan, atau ada pula yang menyebutnya Ngapak, berjumlah belasan juta orang.

Mereka tersebar di eks-karesidenan Banyumas, Kebumen, Wonosobo, hingga Pantura. Ada pula masyarakat Banyumas yang tengah merantau hingga menjadi pekerja migran.

Sebab itu, ia mulai membuka kemungkinan agar ada pihak ketiga yang mendanai pencetakan Quran basa Ngapak ini. Tujuannya jelas, supaya Quran tak hanya menjadi pajangan, tetapi agar lebih bermanfaat secara luas.

“Dicetak komersial bisa, dalam arti dicetak dengan jumlah banyak dan agar lebih bermanfaat,” dia menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini: