Dibantu Menantu Jokowi, Ma’ruf Siap Geser Suara Prabowo di Sumut

Menurut dia, ini sebagai bentuk rasa optimis, bahwa suara di wilayah yang pernah dimenangi Prabowo, bisa digeser untuk kemenangan pasangan calon nomor urut 01.

“Kita harus optimis. Kalau secara nasional insyaallah bisa, tapi kita juga ingin di Sumatera Utara ini menang,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pada Pilpres 2014, Prabowo unggul di 13 kabupaten/kota di Sumut, yaitu, di Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Labuhan Batu.

Kemudian wilayah Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.

Dibantu ‘Panglima’ Nachrowi-Soekarwo, AHY Targetkan PD Raih 15% Suara

Jakarta – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menargetkan Demokrat meraup 15 persen suara di Pemilu 2019. Ia dibantu dua orang panglima wilayah.

“Kami menentukan target awal, dulu kan setiap bulan harus di-review supaya kita tidak terlalu mengawang-awang dan pesimistis. Sekarang kami mencoba menuju ke 15 persen, tapi kami realistis paling tidak kami meraih suara seperti 2014, kalau lebih tinggi tentunya lebih baik,” ujar AHY di kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019).


Pada Pemilu 2014, Demokrat meraup suara 10,9 persen dari persentase nasional. AHY menegaskan mesin partai terus bergerak untuk Pileg 2019.

Untuk mencapai target Pileg 2019, AHY akan dibantu koordinator wilayah Indonesia timur dan wilayah barat.

“Untuk koordinator wilayah timur, sederhananya kami sampaikan sebagai panglima wilayah timur adalah Bapak Soekarwo atau kita sering panggil Pakde Karwo,” sambung AHY.

Soekarwo menurut AHY merupakan tokoh yang dihormati dan sangat berpengalaman. Soekarwo bertanggungjawab untuk meningkatkan elektabilitas Demokrat di wilayah timur dari Jawa Tengah hingga Papua.

“Sedangkan di wilayah barat sebagai panglimanya Mayjen TNI Purnawiran Nachrowi Ramli yang juga Ketua DPD PD DKI Jakarta. Wilayah barat meliputi Jabar, DKI Jakarta, Banten hingga pulau Sumatera.

“Beliau juga adalah tokoh yang sangat berpengalaman dan tentunya kita harapkan bisa membantu saya untuk meningkatkan elektabilitas Partai Demokrat di wilayah barat Indonesia,” paparnya.

“Beliau berdua tentunya akan secara intensif akan berkordinasi dengan saya untuk bisa konsolidasi di berbagai daerah,” tutur AHY.

(fdn/elz)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mobil Tanpa Sopir Harus Bisa Menepi Jika Diberhentikan Polisi

Liputan6.com, Jakarta – Kendaraan autonomus alias tanpa sopir diyakini bakal benar-benar terjadi di masa depan. Namun, masih ada beberapa hal yang harus dipenuhi sebelum mobil otonom ini benar-benar menggantikan peran pengemudi manusia seperti yang ada saat ini.

Melansir Carscooops, Jumat (1/3/2019), salah satu hal yang paling sulit bagi pembuat mobil dan perusahaan teknologi, adalah memastikan kendaraan tanpa sopir dapat berinteraksi dengan lingkungan seperti yang dilakukan pengemudi manusia.

Membuat mobil tanpa sopir yang mampu berhenti saat lampu lalu lintas merah, masih cukup sederhana, begitu juga dengan mendeteksi pejalan kaki. Tapi, jika mobil tanpa sopir saat ditilang polisi bisa menepi seperti sesuatu yang tidak mungkin.

Sementara itu, berbicara soal fitur tersebut, Waymo telah bekerja keras untuk memastikan prototipe otonomnya dapat mengenali petugas polisi dan menanggapi berbagai permintaan.

Misalnya, pada Januari lalu, sebuah kendaraan uji Waymo berhenti di lampu merah yang gelap di Tempe, Arizona tak lama setelah listrik padam.

Seorang petugas polisi sedang berdiri di persimpangan mengatur lalu lintas, dan mobil menunggu sebelum melanjutkan perjalanan setelah dilambaikan oleh petugas.

Selain itu, Waymo juga telah mengembangkan perangkat lunak yang menginstruksikan kendaraannya untuk berhenti ketika mendeteksi lampu polisi berkedip di belakangnya.

2 dari 2 halaman

Mobil Nirsopir Mulai Antar Barang Belanjaan

Mobil tanpa sopir alias nirsopir bukan hanya isapan jempol semata. Bahkan sebuah perusahaan jaringan supermarket Kroger, bersama startup Nuro, menghadirkan mobil tanpa sopir yang mampu mengantarkan barang belanjaan konsumen hingga ke depan pintu rumah.

Proyek yang masih dalam program percontohan ini mulai beroperasi 16 Agustus 2018 dengan melibatkan Fry’s Food Store milik Kroger di East McDowell Road, Scottsdale, Arizona, Amerika Serikat.

Dilansir thespoon.tech, Senin (20/8/2018), Konsumen bisa saja melakukan pemensanan dengan sentuhan jari. Sebab, pemesanan bisa melalui  frysfood.com atau aplikasi Fry.

Barang yang sudah terpesan dapat diatur jadwal pengirimannya, baik hari yang sama atau hari berikutnya, dengan biaya per pengiriman US$ 5,95 atau sekitar Rp 85 ribu tanpa batasan pesanan minimum.

Untuk sementara, armada nirsopir menggunakan Toyota Prius yang dibantu seseorang di belakang kemudi. Bagian kompartemen mobil dimodfikasi sedemikian rupa hingga mampu menampung enam kantong barang.

Mandat SBY untuk AHY Pimpin Kampanye Partai Demokrat di Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin proses kampanye Partai Demokrat di Pemilu 2019.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (1/3/2019), melalui surat kepada Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, SBY menyatakan bahwa dirinya tidak bisa ikut dan hadir dalam kampanya. Alasannya SBY harus mendampingi Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan di Singapura.

SBY juga menunjuk AHY untuk memimpin kampanye Partai Demokrat dalam Pemilu 2019. AHY akan dibantu Nachrawi Ramli di wilayah barat, dan Soekarwo atau Pakde Karwo di bagian timur.  

Adanya surat dari SBY maka terbantahkan spekulasi mengenai pergantian posisi ketua umum Partai Demokrat dari SBY kepada AHY. (Karlina Sintia Dewi)

SBY Sebut Kontestasi Pilpres 2019 Lebih Keras dari Sebelumnya

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 lebih keras dibandingkan Pilpres sebelumnya di era reformasi.

Pernyataan SBY itu disampaikannya kepada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan untuk disampaikan kepada kader Demokrat dan masyarakat.

“Beliau mengamati bahwa kontestasi Pilpres 2019 lebih keras dibandingkan Pilpres sebelumnya di era reformasi, seperti terjadinya polarisasi tajam dan dukungan indentitas yang menguat,” kata Hinca saat membacakan surat kedua SBY yang diberikan kepadanya, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Hinca menjelaskan, SBY menyampaikan apabila kondisi itu terlampau jauh maka kerukunan bangsa Indonesia akan retak dan dirinya mengajak kader Demokrat serta masyarakat mencegah agar tidak terjadi.

Menurut dia, SBY menilai semua kader Demokrat harus berperan aktif dalam rangkaian Pemilu yang berlangsung aman dan damai, serta memastikan berlangsung demokratis, jujur, dan adil.

“Persaingan pemilu memang keras namun tidak patut terjadinya disintegrasi sehingga perlu kesadaran bersama,” ujarnya.

Hinca mengatakan, dalam surat kedua tersebut, SBY menjelaskan bahwa Presiden Keenam RI itu tidak dapat hadir secara fisik bersama kader Demokrat dalam memenangkan partai karena harus mendampingi Ani Yudhoyono berobat di Singapura.

Menurut dia, SBY berharap semangat para kader tidak berkurang meskipun dirinya tidak hadir secara fisik padahal dua bulan ini merupakan saat menentukan bagi caleg Demokrat.

“Beliau menyampaikan sangat ingin secara fisik berada di lapangan dan berjuang namun harus mendampingi pengobatan Ibu Ani Yudhoyono di Singapura,” katanya.

2 dari 2 halaman

AHY Yakin Mampu

Hinca mengatakan, SBY meyakini Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan dua anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Nachrowi Ramli serta Sukarwo merupakan pemimpin yang tangguh.

Dia menjelaskan, SBY sangat yakin ketiga orang tersebut mampu memimpin kampanye terpadu menggantikan dirinya yang sedang berada di Singapura.

“Beliau juga berpesan agar para senior Demokrat membantu Kogasma, mereka antara lain EE Mangindaan, Amir Syamsuddin, Vence Rumangkang, Syarief Hasan, Djoko Udjianto, Jafar Hafsah, Nurhayati Ali Assegaf, Pramono Edhie, Jhonny Alen Marbun, Max Sopacua, dan Ahmad Yahya,” ujarnya.

Sebelumnya, SBY memberikan secara langsung dua surat kepada Hinca sebagai Sekjen Partai Demokrat di Singapura.

Surat pertama, berisi 10 poin salah satunya memberikan mandat kepada AHY memimpin kampanye Pemilu 2019, dibantu Sukarwo dan Nachrowi Ramli.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Isi Lengkap Surat Mandat SBY: AHY Pimpin Pemenangan, Ibas Keseimbangan PD

Jakarta – Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi mandat kepada putra sulungnya yang juga komandan Kogasma PD, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memimpin pemenangan pemilu partai berlambang mercy itu. Kabar tersebut disampaikan SBY ke para kadernya lewat sebuah surat.

Surat SBY tersebut dibacakan oleh Sekjen PD Hinca Pandjaitan, di Kantor DPP PD, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). SBY tidak bisa fokus dalam pemenangan PD di Pemilu 2014 karena harus mendampingi istrinya, Ani Yudhoyono yang tengah menjalani perawatan melawan penyakit kanker darah di Singapura.

“Secara nasional komandan Kogasma saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019,” ujar SBY dalam suratnya.


Berikut isi surat SBY untuk para kader Demokrat yang berisi soal mandat kepada AHY dalam pemenangan Pemilu:

Surat ini adalah tentang surat keputusan dewan pimpinan pusat Partai Demokrat tentang peningkatan intensitas dan efektivitas kampanye pemenangan Pemilihan Umum tahun 2019 yang sekarang sedang berjalan.

1. Kampanye nasional dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh melibatkan seluruh komponen partai yang meliputi Komando Tugas Bersama (Kogasma) yang sudah kami bentuk sejak 2017 lalu, Komisi Pemenangan Pemilu, jajaran organisasi partai dari pusat hingga daerah dan para caleg. Jadi semuanya satu kesatuan, menyeluruh.

2. Secara nasional komandan Kogasma, saudara AHY bertanggung jawab dan bertugas melaksanakan kampanye pemenangan Pemilu 2019.

3. Dalam pelaksanaan tugasnya, Komandan Kogasma dibantu oleh koordinator kampanye wilayah timur, saudara Soekarwo, anggota majelis tinggi Partai Demokrat dan koordinator kampanye wilayah barat, saudara Nachrawi Ramli, anggota majelis tinggi Partai Demokrat.

4. Di samping membantu komandan Kogasma, para koordinator wilayah kampanye mengkoordinasikan kampanye yang dilakukan oleh jajaran dewan pimpinan daerah partai di wilayah tugasnya.

5. Wilayah timur kampanye Partai Demokrat meliputi provinsi Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sedangkan wilayah barat yang menjadi wilayahnya Pak Nachrawi Ramli meliputi provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

6. Selama kampanye tugas-tugas harian DPP Partai Demokrat dilaksanakan oleh Sekjen Partai Demokrat.

7. Ketua fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, mengatur keseimbangan pelaksanaan tugas kedewanan, dengan tugas kampanye para anggota DPR RI dari Partai Demokrat, karena 61 anggota DPR RI partai saat ini adalah incumbent yang hampir semuanya adalah Caleg.

8. Setelah kampanye pemilu dilaksanakan seluruh jajaran partai tetap melakukan pengawalan dan pengamanan suara yang diperoleh, baik suara partai maupun suara caleg agar Partai Demokrat tak dirugikan pihak manapun.

9. Susunan kepengurusan resmi DPP Demokrat tidak ada perubahan, dan semua tetap memiliki tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Ini perlu saya ulangi, susunan tidak ada perubahan.

10. Surat ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, Rabu 27 Februari 2019.

Selain surat kepada kadernya, SBY juga mengirimkan surat khusus kepada Hinca. Dalam suratnya, SBY meminta Hinca menjelaskan kepada kader dan media massa soal posisinya saat ini. Berikut isinya:

Surat ini ditujukan kepada Saudara Hinca.

Pak Hinca menyertai penjelasan Pak Hinca kepada media massa tentang peningkatan intensitas dan kapasitas kampanye Partai Demokrat 2019 ini tolong sampaikan hal hal berikut kepada para kader Demokrat di seluruh tanah air.

Pertama dengan tidak dapatnya saya berjuang secara fisik bersama caleg dan kader Demokrat dalam kampanye lanjutan Pemilu 2019 ini saya harap semangat para caleg Demokrat tidak berkurang. Pada hakikatnya hati saya tetap bersama kader dan caleg Demokrat dalam perjuangan maha penting ini.

Saya pribadi juga Ibu Ani yang tengah menjalani pengobatan dan perawatan kesehatan tetap berdoa kepada Allah SWT semoga perjuangan mulia para kader dan caleg Partai Demokrat berhasil dengan baik. Saya tahu 2 bulan ini saat saat yang paling menentukan untuk partai dan caleg Demokrat. Seperti yang saya lakukan bersama Ibu Ani sebenarnya saya sangat ingin secara fisik berada di lapangan. Namun Allah tidak mengizinkan karena saya harus mendampingi pengobatan dan perawatan kesehatan Ibu Ani yang dilakukan intensif saat ini.

Pesan dan harapan saya terus berjuang secara gigih dan lakukan perjuangan itu dengan cara baik, cerdas dan tepat. Dengarkan harapan dan aspirasi rakyat kemudian perjuangkan dalam Pemilu 2019 ini. Jika kelak para caleg terpilih untuk DPR RI, DPRD dan DPD Kab/Kota, wujudkanlah dan buktikan semua yang dikampanyekan itu Insyallah saudara sekalian berhasil.

Meskipun secara fisik saya tidak bisa aktif dalam kampanye di lapangan, saya percaya Partai Demokrtat tetap memiliki, berpeluang besar untuk mencapai suara. Saya yakin instruksi yang saya keluarkan kepada jajaran partai untuk meningkatkan intensitas dan kapasitas akan dapat dijalankan dengan baik.

Komandan Kogasma AHY dan para koordinator wilayah kampanye saudara Soekarwo dan Nachrawi adalah pemimpin dan kader Demokrat yang tangguh, berkualitas, dan memiliki kemampuan tinggi untuk melaksanakan kampanye di tanah air. Di samping berjuang untuk calegnya di dapil masing-masing, yang lain memperjuangkan juga membantu penuh Kogasma secara nasional.

Saya juga yakin dengan strategi dan taktik pemenangan pemilu yang telah dibekalkan para caleg sukses akan dapat diraih. Di samping itu 14 prioritas sebagai program unggulan yang ditawarkan kepada rakyat akan diperjuangkan Partai Demokrat beserta pemerintah yang dipilihnya adalah jawaban yang diinginkan rakyat.

Saudara Hinca karenanya saya yakin Partai Demokrat bukan hanya siap memenangkan pemilu tapi atas izin Allah yang maha kuasa, Partai Demokrat akan sukses dengan gemilang, Demokrat tidak hanya pandai berjanji tapi pernah memberi bukti pada pemerintahan. Ke depan jajaran Partai Demokrat akan sukses karena semua kebijakan dan program merupakan aspirasi dari rakyat kita juga jawaban dan solusi dari permasalahan.

Ketiga atau terakhir, saya mengamati kontestasi pemilih 2019 ini utamanya pilpres lebih keras dibandingkan dengan pilpres era reformasi sebelumnya. Polarisasi nampak lebih tajam, disertai hubungan antar identitas semakin berjarak. Jika situasi ini berkembang lebih jauh dan melewati batasannya, saya kuatir kerukunan dan keutuhan kita sebagai bangsa akan retak. Ini yang harus kita cegah untuk tidak terjadi pada negeri ini. Untuk itu saya berpesan pada Partai Demokrat untuk turun agar pemilu berjalan damai, demokratis, jujur, dan adil.

Pemilu memang keras tapi tidak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi. Diperlukan tanggung jawab dan jiwa kita semua, utamanya elit dan pemimpin bangsa. Semoga praktik berdemokrasi dengan baik dapat dijaga dan dilaksanakan kembali dalam Pemilu 2019 ini. Demikian.

Sampaikan salam hangat saya dan Ibu Ani kepada seluruh kader dan caleg Demokrat. Sampaikan pula salam sayang saya kepada saudara saya rakyat Indonesia Tercinta.

Singapura, 27 Februari 2019
SBY


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.

(elz/van)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Amukan Geng Motor Salah Sasaran Berujung Maut di Pekanbaru

Liputan6.com, Pekanbaru- Usianya boleh muda, masih 16 tahun, tetapi sepak terjang BN dalam kejahatan jalanan di Kota Pekanbaru membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Bersama geng motor bentukannya, King of The King (KOK), remaja putus sekolah ini kerap kali terlibat kejahatan hingga percobaan pembunuhan.

Jika anggotanya disentuh, BN tak segan-segan melukai remaja lainnya dari kelompok atau geng motor lain. Terakhir kali, BN menebar teror di depan sebuah hotel, Jalan Pelabuhan Sungai Duku, yang berujung maut bagi Frangki.

Frangki mengembuskan napas terakhir setelah ditikam oleh BN. Sebelum itu, Frangki yang sudah tak berdaya dan meminta ampun dipukul pakai kayu serta benda tumpul lainnya yang sengaja dibawa BN dan komplotannya.

Ulahnya pada 17 Februari 2019 itu membuat BN menjadi penghuni baru di tahanan Mapolsek Limapuluh. Keberadaannya turut menemani lima anggotanya yang rata-rata masih di bawah umur.

“BN ini bekerja di salah satu kafe di Pekanbaru, dia sempat beberapa hari buron,” kata Kanit Reskrim Polsek Limapuluh Inspektur Satu Abdul Halim, Selasa (26/2/2019).

Halim menceritakan, kejadian bermula ketika salah seorang anggota KOK melapor telah dikeroyok sekelompok orang di hotel tersebut. Tanpa pikir panjang, BN langsung berangkat bersama belasan anggotanya ke hotel dimaksud.

Di sana, dia melihat tiga remaja duduk di depan warung, salah satunya Frangki yang justru tidak tahu apa-apa. Korban tak bisa lari karena terkepung, sementara dua temannya berhasil kabur.

Aksi BN dan komplotannya ini terekam kamera pengintai di hotel. Dari sinilah petugas Polsek dibantu Reskrim Polresta Pekanbaru mengidentifikasi wajah BN dan belasan komplotannya.

Sejauh ini baru enam pelaku ditangkap, termasuk BN. Adapun inisial lima tersangka lainnya adalah WA, RA, AA, Fs, dan Min. Rata-rata masih di bawah umur, kecuali Min yang sudah berusia 19 tahun.

“Min inilah yang mengadu telah dikeroyok tapi salah sasaran karena korban tidak tahu apa-apa. Masih ada belasan ditetapkan buron,” terang Halim.

2 dari 2 halaman

Kerap Buat Onar

Lebih jauh, Halim menjelaskan, KOK yang tak tahu kapan dibentuknya ini sudah sering berbuat onar. Polisi menyebut ada tujuh kali pengeroyokan, di mana rata-rata sasarannya selalu mengalami luka berat.

“Ada yang ditikam, dipukul pakai kayu, terakhir 17 Februari 2019, satu korban meninggal dunia,” terang Halim.

Tujuh kasus pengeroyokan ini dilakukan BN di lima lokasi berbeda di Pekanbaru. Di antaranya di Kecamatan Sukajadi, saat itu korbannya menderita luka tikaman. Berikutnya di Jalan Kapling, ada tiga orang ditikam.

“Berikutnya di wilayah Tenayan Raya, ada tiga korban dilukai,” kata Halim.

Menurut Halim, motif BN dan geng motornya ketika beraksi adalah balas dendam. Mereka selalu bergerak jika mendapat kabar ada anggotanya diganggu tanpa mengecek kebenaran informasi itu.

“Seperti kasus di depan hotel, rekannya mengadu mendapat kekerasan, lalu mereka menyerang balik, tapi salah orang,” Halim menambahkan.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Cerita Anas di Lubang Terowongan Tambang Emas Bolmong saat Longsor

Jakarta – Hingga sore ini tercatat 4 orang meninggal dunia dan 14 orang lainnya dievakuasi dalam kondisi selamat di tambang emas yang longsor di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Tambang emas ilegal ini longsor setelah tiang penyangga lubang terowongan patah.

“Menurut seorang saksi bernama Anas Sutyo Nugroho (24), yang sempat selamat dari kejadian tersebut, saat ia dan temannya bernama Mardianto Singosari sedang melakukan penggalian lobang di kedalaman 20 meter, tiba-tiba tiang penyangga lubang tersebut patah,” kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/2/2019).

Saat tiang patah, material longsoran menimbun lubang terowongan tambang di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Longsor di tambang emas tanpa izin ini terjadi sekitar pukul 22.55 WITA, Selasa (26/2).

“Ia (Anas) sendiri dan rekannya bisa selamat dari longsoran tersebut, sedangkan diperkirakan masih ada sekitar 30 orang penambang lainnya di dalam lobang, belum tahu keberadaannya,” papar Kombes Ibrahim

Tim evakuasi gabungan termasuk dari Polres Kotamobagu, Kodim, BPBD Bolmong dibantu warga sekitar langsung mengevakuasi korban.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 40 orang yang masih berada di lubang tambang emas yang longsor.

(fdn/fjp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rincian Sanksi Buat Pengemudi dan Aplikator Jika Langgar Aturan Taksi Online

Liputan6.com, Jakarta – Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus (taksi online) akan berlaku efektif Juni tahun ini. Lantas apa sanksi yang akan diterapkan jika tak patuhi aturan tersebut?

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani menjelaskan, sanksi pasti akan diberlakukan. Namun pemberlakuan sanksi tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Dia menjelaskan, ada tingkatan pemberian sanksi bagi yang melanggar, yaitu peringatan 1 hingga peringatan 3. Sanksi berlaku bagi pengemudi maupun aplikator yaitu Gojek dan Grab. Jika operator atau pengemudi mendapatkan peringatan 3 maka izinnya bakal dicabut.

“Sanksinya ada 3, sanksinya ada peringatan 1, peringatan 2, peringatan 3. Kalau peringatan 1, SP 1 lah. Kalau SP 3 dicabut izin penyelenggaraannya. Itu dari sisi operatornya atau pengusaha angkutannya,” kata dia dalam acara sosialisasi PM 118 di Merlynn Park Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019).

Selain itu sanksi juga dibagi menjadi 3 kategori sesuai dengan jenis pelanggaran, yaitu sanksi ringan, sedang dan berat. Namun dia tak mengingat secara rinci masing-masing jenis sanksi tersebut.

“Misalnya salah satunya kalau terkait perizinan, izin kartu pengawasannya atau kartu elektroniknya misalnya ganda, itu termasuk yang (sanksi) berat,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Tim Khusus

Dia mengatakan, akan ada tim khusus yang bertugas untuk mengawasi implementasi aturan tersebut. Sehingga jika ditemukan adanya pelanggaran bisa segera dilakukan penindakan.

Dia menegaskan bahwa sanksi ini akan langsung berlaku pada Juni seiring diimplementasikannya PM 118. Artinya tidak ada masa percobaan atau sejenisnya.

“Iya kita punya nanti kita tim pengawasan termasuk kita juga pertama yang terkait dengan tarif ya kita sangat concern karena ini menjadi penting. Kita juga bisa dibantu oleh pihak ketiga,” tutupnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: