Dibandingkan dengan Gibran Soal Delay Pesawat, Jansen PD: Saya Bersuara!

Jakarta – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir mengkritik politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon yang mengeluhkan delaynya pesawat Sriwijaya yang ditumpanginya. Jansen menjawab Inas.

“Yang logical fallacy, yang mengalami kesesatan berpikir itu Inas. Posisi saya ketika itu sebagai konsumen penerbangan. Namanya konsumen sah saja komplain jika ada pelayanan dirasa kurang baik. Yang bayar tiket saya, ngapain Inas yang menjerit-jerit kepanasan,” kata Jansen saat dihubungi, Senin (4/3/2019).

Jansen mengatakan keluhan yang dia sampaikan di media sosial itu bukan rekaan. Dia menegaskan keluhan itu disampaikan agar maskapai Sriwijiaya memperbaiki kualitas layanannya.

“Penting yang semua saya sampaikan itu fakta dan benar. Dan Direktur Utama Sriwijaya sendiri juga kemarin sudah minta maaf melalui media kan atas pelayanannya yang buruk ini,” tuturnya.

“Itu maka di tweet itu jelas saya katakan ini untuk perbaikan ke depannya. Karena faktanya konsumen begitu banyak rugi akibat delay-delay penerbangan ini. Dan di bandara juga kan sudah sering kita lihat ratusan penumpang teriak-teriak ribut dengan pihak maskapai karena persoalan delay ini. Padahal saat ini harga tiket sudah naik dengan harapan pelayanan akan lebih baik,” imbuh Jansen.

Ia mengatakan tak akan tinggal diam menghadapi keterlambatan penerbangan pesawat yang ditumpanginya. Menurut Jansen, tiap pelanggan memiliki hak untuk komplain.

“Kalau Inas mau mendiamkan dan bahkan membenarkan delay berjam-jam itu, ya silahkan saja. Kalau saya tidak. Saya akan bersuara. Mana tahu dengan suara saya yang tidak seberapa ini sedikit banyak bisa ada perbaikan dan perubahan ke depannya,” ucap anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

“Kalau kita terlambat sekian detik saja, tiket hangus. Kalau pihak penerbangan yang terlambat berjam-jam seperti kasus saya ini, apa mau kita diamkan saja? Tentu kita komplain dong untuk perbaikan ke depannya,” lanjut Jansen.

Jansen pun heran dengan ‘telinga tipis’ Inas yang terkesan kepanasan mendengar kritik dari dirinya. Mengenai Sriwijiaya, ia menyebut maskapai tersebut kini sudah resmi dimiliki pemerintah setelah diakuisisi Garuda Indonesia.

Jansen lantas kembali menjelaskan soal maksud pernyataannya yang sempat menyinggung Jokowi ketika mengalami delay itu.

“Dalam video vlog di twitter yang juga diunggah detikcom dalam beritanya itu jelas saya katakan, ini transkripnya: jadi Sriwijaya kan sudah diambil alih oleh Garuda (detik 38), sudah perusahaan plat merah ini, jadi Bu Rini Suwandi lihat ini, kepada Menteri BUMN (detik 45) lihat ini, kepada Direktur utama Garuda lihat ini (detik 48), kalau perlu pak Jokowi lihat ini (detik 52),” sebutnya.

“Jadi yang saya katakan di situ ‘lihat ini’. Masa dengar kata-kata ‘lihat ini’ telinga Inas jadi panas? Saran saya lebih baik tak usah jadi pejabat publik saja kalau telinga tipis. Sekali lagi saya tegaskan sebagaimana juga sudah saya tulis dalam tweet, yang saya sampaikan itu untuk perbaikan ke depannya,” kata Jansen.

Inas sebelumnya membandingkan tindakan Jansen dengan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, saat mengalami delay pesawat. Dia mengatakan, Gibran sebagai anak presiden bisa saja menelpon Rini, namun Gibran tak melakukannya. Inas pun mengkritik Jansen yang dinilainya mengumbar arogansi lewat media sosial.

“Saya teringat dengan kisah anak Presiden yang namanya Gibran, di mana dia pernah mengalamai delay dengan pesawat Citilink dan bahkan kehujanan pula, tapi apakah Gibran menggerutu dan menyalahkan Rini Soemarno (Menteri BUMN)? Ternyata tidak! Dia diam dalam dinginnya air hujan dan menerima peristiwa ini dan tidak menggerutu di sosial media,” kata Inas.

Jansen memang sempat menyampaikan protes lewat media sosial karena pesawat Sriwijaya Air yang hendak ditumpanginya delay. Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun ‘dipanggil’ oleh Jansen.

Protes itu disampaikan Jansen lewat video di akun Twitter-nya, Minggu (3/3) pukul 08.21 WIB.

Dalam videonya, Jansen mengatakan awalnya pesawat delay hingga pukul 07.00 WIB. Namun, kemudian jadwal terbangnya mundur lagi jadi pukul 09.30 WIB. Keterlambatan itupun disebutnya membuat kacau agendanya di Sumatera Utara.

“Sriwijaya sudah diambil alih Garuda, sudah perusahaan pelat merah ini. Jadi Bu Rini Suwandi, tolong lihat ini, saya minta menteri BUMN lihat ini, direktur utama Garuda lihat ini. Kalau perlu Pak Jokowi, lihat ini Pak Jokowi!” ucapnya.

“Jangan dianggap karena saya oposisi kemudian saya dianggap cari cari persoalan. Tidak, ini fakta,” tambah Jansen.

Sriwijaya Air lalu memberi penjelasan. Pihak Sriwijaya mengatakan ada masalah teknis di beberapa pesawat Sriwijaya Air. Oleh sebab itu, perlu ada pengecekan dan perbaikan terlebih dahulu.

“Keterlambatan beberapa penerbangan Sriwijaya Air hari ini terjadi dikarenakan adanya masalah teknis pada beberapa pesawat Sriwijaya Air. Dan demi menjaga keselamatan dalam penerbangan, maka kami memutuskan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan terlebih dahulu,” ujar Direktur Utama Sriwijaya Air, Joseph Adriaan Saul, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/3).
(tsa/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *