JK Yakin Coblosan di Dalam Negeri Lebih Tertib Dibanding Luar Negeri

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan memastikan, masyarakat masih bisa memilih apabila tak memiliki surat C6 (surat pemberitahuan memilih). Jadi, masyarakat masih dapat menggunakan hak pilih suara tanpa membawa C6.

“Prinsipnya boleh. Jadi C6 itu kan undangan, jika ada satu lain hal, sehingga C6 tidak dapat dibawa misalnya hilang atau petugasnya tidak memberikan itu tetap dapat menggunakan hak pilihnya,” kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

Wahyu menegaskan, masyarakat masih dapat menggunakan hak pilihnya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) apabila mereka tak dapat memiliki C6 atau terlupa membawa C6. Namun, hal itu bisa dilakukan apabila mereka telah tercatat di TPS tempat mereka mencoblos.

“Jadi C6 mestinya disampaikan ke pemilih, C6 itu hakekatnya undangan kepada pemilih untuk datang ke TPS. Tetapi jika ada satu lain hal pemilih itu tidak mendapatkan C6 atau C6 itu hilang maka yang bersangkutan Tetap dapat memilih,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU RI Viryan Aziz menerangkan, C6 itu hanya bersifat untuk informasi atau memberitahukan kepada pencoblos di TPS mana mereka akan melakukan pencoblosan. Tapi, apabila masyarakat tetap ingin mendapatkan C6 bisa dapat menghubungi petugas KPPS.

Sandiaga Paling Kaya Dibanding Capres-Cawapres Lainnya

Jakarta – Harta kekayaan masing-masing capres-cawapres diumumkan. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis KPU, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno tercatat sebagai orang yang memiliki harta paling banyak.

Menurut LHKPN, kekayaan capres Joko Widodo (Jokowi) diketahui sebesar Rp 50 miliar, sedangkan capres Prabowo Subianto sebesar Rp 1,9 triliun.

Sementara itu, total laporan harta kekayaan cawapres Ma’ruf Amin sebesar Rp 11 miliar. Jumlah ini berdasarkan laporan kekayaan pada 14 Agustus 2018. Sedangkan cawapres Sandiaga Uno diketahui memiliki kekayaan senilai Rp 5 triliun.

Berikut ini rincian LHKPN Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi dirangkum detikFinance, Sabtu (13/4/2019). (fdl/ara)

Studi Ungkap Ukuran Testis Pria Brewok Lebih Kecil Dibanding yang Berwajah Mulus

Hal ini ditemukan sama pada spesies apapun baik manusia ataupun monyet. Keduanya sama-sama tidak memiliki kapasitas untuk menghasilkan sperma lebih banyak ketika menumbuhkan jumlah rambut di wajah lebih banyak.

“Beberapa spesies memiliki perlengkapan yang flamboyan seperti janggut, surai, jubah, dan berbagai corak warna di wajah dan bulu mereka. Yang lainnya membosankan dan mirip seperti pria pada umumnya,” kata rekan penulis studi dan primatologi Dr. Cyril Grueter seperti dilansir dari Men’s Health.

“Singkatnya, pejantan yang paling menarik memiliki testis yang lebih kecil,” kata ahli biologi evolusi University of Zurich, Swiss, Stefan Lupold.

BPN Klaim Massa Kampanye Prabowo Lebih Banyak Dibanding Jokowi

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut animo warga untuk datang ke kampanye Prabowo-Sandiaga lebih besar dari animo warga untuk hadir ke kampanye Jokowi-Ma’ruf. BPN juga mengklaim kubu Jokowi sulit mengumpulkan massa di beberapa lokasi kampanye.

“Kami ingin sampaikan beberapa perbandingan antara massa yang hadir di Prabowo-Sandi jauh lebih banyak dari pada kampanye pasangan 01. Bahkan beberapa tempat mereka mengalami kesulitan mengumpulkan massa dalam kampanye-kampanye 01,” kata Direktur Kampanye BPN, Sugiono, dalam konferensi pers di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

Sugiono menyebut besarnya animo selama kampanye Prabowo-Sandi itu menunjukan masyarakat memang menginginkan perubahan. Menurutnya, masyarakat yang hadir dalam kampanye itu merasakan hal yang sama dengan apa yang diperjuangkan oleh Prabowo-Sandi, mulai dari kesulitan ekonomi, kesulitan lapangan kerja hingga akses kesehatan yang sulit.

“Mereka keluar, ada isu dan masalah yang sama dengan apa yang disampaikan oleh Prabowo. Keadaan bangsa ini khusunya ekonomi dalam keadaan tidak baik mereka merasakan harga-harga yang mahal, iya mereka merasakan itu. Generasi muda merasa lapangan kerja sulit. Layanan kesehataan jika keluarga yang sakit juga harus lebih baik,” ucap Sugiono.

Dia menyinggung sejumlah hasil survei yang menunjukan elektabilitas Prabowo-Sandi berada di bawah Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, hasil survei itu sangat berbeda dengan yang terjadi di lapangan saat Prabowo-Sandi berkampanye.

“Apa masuk akal jika seorang pertahana sulit mengumpulkan massa saat kampanye tapi leading di survei. Saya kira bila survei itu benar (pasangan nomor urut) 01 tidak akan sulit mengumpulkan massa,” sebutnya.

Sugiono kemudian menujukan beberapa temuan lembaga survei yang mengunggulkan Prabowo-Sandi. Lembaga survei itu antara lain Rumah Demokrasi, Bimata Politica, NCID hingga IDM. Ia menyebut hasil lembaga survei itu yang mendekati apa yang terjadi di lapangan.

“Ini lembaga survei yang tak banyak diliput dan diperhatikan media dan masyarakat tapi mencermikan kenyataaan yang terjadi kampanye Prabowo yang di beberapa tempat,” kata dia.

Ia pun yakin elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi kini berada jauh di atas Jokowi-Ma’ruf. Hal itu disebutnya terlihat dari animo masyarakat selama kampanye Prabowo-Sandi.

“Saya ingin sampaikan bahwa apa yang kita lihat selama kampanye adalah momentum pelawan masyarakat terhadap apa yang dialami selama ini. Terakhir kemarin yang di GBK, sebagai upaya masyarakat tidak percaya dengan apa yang ditunjukan lembaga survei jika pasangan 02 selalu tertinggal,” pungkas Sugiono.
(ibh/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dibanding Adiknya, Anak Pertama Lebih Banyak Dapat Pendidikan Seks dari Orangtua

“Selain melihat perbedaan dalam pendidikan seks menurut urutan kelahiran, kami juga menemukan perbedaan yang jelas antara jenis kelamin di semua kategori urutan kelahiran, pria secara secara konsisten melaporkan keterlibatan orangtua yang lebih rendah dalam pendidikan seks dibandingkan wanita,” kata pimpinan penelitian Dr. Lotte Elton.

Sementara itu, para ilmuwan menemukan bahwa anak tengah dan terakhir lebih mungkin untuk mendapatkan pendidikan seks dari saudara mereka.

“Dalam temuan kami, kesulitan yang dihadapi pria saat berbicara tentang seks pada orangtua akan diperburuk jika mereka anak tengah atau terakhir.”

Peneliti senior dari LSHTM Wendy Macdowall mengatakan, temuan tersebut menunjukkan bahwa urutan kelahiran serta gender bisa memengaruhi keterlibatan orangtua soal pendidikan seks pada anak-anaknya.

Di sisi lain, para peneliti juga mengungkapkan ada keterbatasan dalam studi itu. Yang terpenting bahwa anak-anak tengah memiliki karakteristik sosio-demografi yang berbeda, termasuk kelas sosial dan etnis dibandingkan anak kelahiran pertama dan terakhir. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Sex Education.

Ternyata JK Lebih Suka Sang Pisang Dibanding Markobar

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan lebih suka Sang Pisang dibandingkan Markobar, nama usaha martabak milik anak sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming. Hal itu dikatakan JK saat menjawab pertanyaan dalam acara Jokowi di Mata Sahabat yang digelar relawan #PejuangkerjaJokowi.

“Sang Pisang atau Markobar?” tanya pembawa acara di Kantor Hub 86, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019) malam.

“Pisang. Karena saya tidak tahu apa itu Markobar, ha..ha..ha..,” jawab JK sambil berkelakar.

Tidak hanya suka pisang, JK pun lebih suka coto Makassar dibanding palu basa. Soal berwisata, Kalla juga memilih pergi ke gunung dibanding ke pantai.

“Karena saya tidak pintar berenang, jadi pilih gunung,” kata JK memberi alasan.

Dia juga memilih untuk menjadi politisi saat ini dibandingkan menjadi seorang pengusaha. Dan lebih memilih Istana Negara dibandingkan Istana Bogor, alasannya karena letak Bogor terlalu jauh.

Lalu, JK pun lebih memilih Jakarta daripada Makassar tempat kelahirannya. Lalu pertanyaan pun berlanjut, lebih memilih keluarga atau negara. Kalla pun lebih memilih negara.

“Negara. Karena keluarga juga bagian dari warga negara,” ungkap JK sambil tersenyum.

JK juga mengatakan telah memutuskan rencana setelah masa jabatannya berakhir. Dia mengaku ingin menghabiskan waktunya untuk menikmati hidup dengan berwisata bersama keluarga.

“Pensiun, ingin jalan-jalan nikmati hidup,” jawab JK sambil tertawa.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Kantong Plastik Berbayar Tingkatkan Kesadaran Akan Bahaya Limbah

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga menyampaikan dukungannya terhadap penerapan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG).

Dibanding dibiarkan tercecer menjadi limbah, dia mengatakan, Kementerian PUPR sudah berinisiatif mengolah kantong plastik sebagai bahan campuran aspal.

“Kami sangat mendukung. Kalau dulu saya di Balitbang (Kementerian PUPR) sudah proses kantong plastik dicacah bisa dicampur aspal dan perkuat campuran aspal. Istilahnya aspal plastik,” jelas dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Untuk diketahui, beberapa toko ritel modern yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo) menyatakan akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar mulai Jumat 1 Maret 2019 ini.

Danis melanjutkan, kantong plastik tetap tergolong sebagai benda yang tak aman bagi lingkungan. “Kalau secara klasifikasi barang tak aman bagi lingkungan seperti ember dan botol mineral, plastik kresek ini nomor 7,” sebutnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat agar lebih memilih membawa tentengan sendiri seperti goodybag saat berbelanja daripada membeli kantong plastik.

“Masalahnya bukan berbayar atau tidak, utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bagaiman kurangi sampah plastik. Dengan bayar kan jadi mikir, lain kali saya bawa goodybag atau apa lah,” pungkas dia.

2 dari 3 halaman

Mulai 1 Maret, Konsumen Bayar Kantong Plastik Minimal Rp 200 di Toko Ritel

Semua toko ritel modern akan menerapkan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) mulai Jumat 1 Maret 2019.

Beberapa toko ritel tersebut di antaranya adalah Alfamart, Ramayana, SuperIndo, LotteMart, Informa, Electronic City, Matahari, AlfaMidi, Papaya, Yogya, Borma dan retail lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel (Aprindo).

Ketua Umum Aprindo, Roy Mande menyebutkan, pihaknya sebagai asosiasi resmi yang menaungi usaha ritel di Indonesia mengambil langkah tersebut sebagai salah satu upaya mendukung visi pemerintah pada 2025  yakni bisa mengurangi 30 persen sampah dan menangani sampah sebesar 70 persen termasuk sampah plastik. 

“Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019, Aprindo menyatakan komitmen bersama untuk mengurangi kantong belanja plastik sekali pakai (kresek) di semua gerai-gerainya. Salah satu caranya adalah dengan kembali menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) secara bertahap mulai 1 Maret 2019,” kata Roy dalam acara konferensi pers di Kuningan, Jakarta, Kamis (28/2/2019). 


Dia menegaskan, membuat kantong plastik menjadi barang dagangan adalah langkah nyata dari peritel modern untuk mengajak masyarakat agar menjadi lebih bijak dalam menggunakan kantong belanja plastik sekaligus menanggulangi dampak negatif lingkungan akibat sampah plastik di Indonesia.

Konsumen yang ingin menggunakan kantong plastik sekali pakai atau kresek akan dikenakan biaya tambahan sebesar minimal Rp 200 per lembarnya.

“Konsumen akan kita sarankan untuk menggunakan tas belanja pakai ulang yang juga disediakan di tiap gerai ritel modern,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Alasan SBY Tunjuk AHY Jadi Penanggung Jawab Pemenangan Demokrat

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yufhoyono (SBY) menyerahkan tongkat komando kampanye pemenangan pemilu 2019 kepada putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengungkap  alasan mengapa SBY lebih memilih AHY ketimbang putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Dalam pemenangan pemilu SBY justru menugaskan Ibas dalam Komisi Pemenangan Pemilu (KPP). Sedangkan AHY, mendapat tugas pemenangan pemilu melalui jabatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma).

Menurut Didik, ada pertimbangan lain hingga akhirnya SBY menunjuk AHY sebagai tonggak pemenangan pemilu. Alasannya, kata dia, AHY dianggap mampu mengatur strategi dan ritme.

“Mas AHY kan memang menjadi komisi pemenangan pemilu kita, itu tugasnya sangat berat dibanding tugas lain, karena harus menentukan strategi, mengatur ritme pertarungan dan bertanggung jawab terhadap rencana aksinya,” kata Didik saat dihubungi, Jumat (1/3/2019).

Didik juga mengungkap alasan kenapa bukan Ibas yang ditugaskan sebagai ketua pemenangan kampanye. Ibas, lanjutnya harus fokus pada pemenangannya sebagai caleg.

“Dan Mas Ibas sendiri strategi kampanye soal dapur Partai Demokrat sendiri, mereka berdua memang menjadi bagian magnet center, pada saatnya nanti Mas Ibas akan memperkuat Mas AHY,” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Fokus Pengobatan Ani Yudhoyono

Diketahui, SBY memang tengah fokus merawat sang istri Ani Yudhoyono yang sedang sakit kanker darah di Singapura. Terkait Persiapan menghadapi pemilu serentak 17 April nanti, SBY telah memberikan sejumlah pesan.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, surat dituliskan SBY, demi menjawab ketidakhadirannya dalam dua bulan terakhir sisa masa Pemilu 2019, karena harus mendampingi sang istri yang mengidap kanker darah.

“Karena sementara waktu, secara fisik tidak bisa menjalankan kampanye sampai 17 April, oleh karena itu beliau sampaikan pesan untuk memaksimalkan kerja-kerja Partai, DPP sampai ke tingkat ranting,” kata Hinca di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).


Reporter: Sania Mashabi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pesan Homestay Lewat Aplikasi Ini, BRI Beri Diskon 50 Persen

Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menggandeng aplikasi layanan pemesanan tempat menginap Indohomestay dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar)‎ dalam rangka rangka optimalisasi jasa layanan homestay dan pengembangan sektor pariwisata di Tanah Air.

EVP Retail Payment BRI, Arif Wicaksono mengatakan, ‎melalui kerja sama ini, BRI memberikan berbagai program promosi yang menarik bagi seluruh wisatawan yang ingin merasakan layanan homestay di Indonesia melalui aplikasi lndohomestay. 

Dia menuturkan, promo yang diberikan BRI yaitu bagi nasabah BRI atau pemegang kartu kredit, debit atau alat pembayaran BRI lainnya bisa mendapatkan diskon hingga 50 persen saat memesan homestay melalui Indohomestay.

“Di Indohomestay ini transaksinya kan secara online. Satu-satunya bank yang terima pembayaran di situ BRI, bisa debit, kredit, e-pay, BRI Virtual Account. Promo diskonnya 50 persen selama sebulan dengan bayar pakai apapun (alat pembayaran BRI) juga, tetapi berlaku untuk tunai,” ‎ujar dia di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Setelah sebulan, lanjut Arif, nasabah BRI tetap bisa mendapatkan diskon sebesar 15 persen untuk transaksi pemesanan homestay melalui aplikasi ini.

“Setelah sebulan, nanti secara reguler masih ada diskon untuk tiap transaksi diskon 15 persen sampai dengan 1 tahun. Tetapi kita sedang pikirkan diskon apa lagi yang menarik,” kata dia.

Sementara itu, CEO lndohomestay Grandy Prajayakti menyatakan, saat ini lndohomestay telah terkoneksi dengan lebih dari 1.000 homestay dan 3.000 kamar di seluruh pelosok lndonesia.

Melalui kerja sama ini, lanjut Grandy, dapat menarik minat wisatawan untuk menginap di homestay yang ada di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Sehingga juga akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke destinasi tersebut.

“Indonesia punya tempat-tempat yang eksotik di desa-desa ini ingin kami angkat. Ini untuk menarik wisatawan menjelajah seluruh wilayah Indonesia.‎ Homestay yang kami tawarkan harganya beragam, mulai dari Rp 70 ribu per malam hingga Rp 800 ribu. Makanya kami ingin wisatawan dapat merasakan itu,” tandas dia.

2 dari 2 halaman

Sasar Milenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali berinovasi. Untuk menyasar kaum milenial yang ingin serba praktis dan cepat, BRI luncurkan BRImo, aplikasi berbasis data dengan UI/UX untuk memudahkan nasabah dan non-nasabah melakukan transaksi.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, aplikasi ini merupakan pengembangan terbaru dari layanan transaksi yang telah ada. Tercatat ada lebih dari 13 juta pengguna BRI Mobile dengan jumlah transaksi mencapai 575 juta sepanjang 2018. Fiturnya juga modern dan praktis.

“BRImo menggabungkan fungsi mobile banking, internet banking dan uang elektronik dalam satu aplikasi. Fiturnya modern. Terutama untuk login, kadang kita suka lupa kode, nah BRImo sediakan fingerprint, supaya lebih mudah dan praktis,” ujar Handayani di Gedung BRI I, Rabu 27 Februari 2019.

Penggunaan aplikasi ini cukup mudah. Nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BRI, cukup unduh dan log in di aplikasi BRImo menggunakan user id dan password yang sudah diatur sebelumnya.

Tak hanya mempermudah, aplikasi BRImo memiliki beberapa keunggulan dibanding aplikasi mobile banking sebelumnya, diantaranya kemudahan pembukaan rekening Tabungan BRI Britama Muda, kemudahan login menggunakan finger print atau face id Recognition , penggunaan alias rekening higga akses info promo BRI.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mulai Musim Panen, Harga Beras Turun

Liputan6.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan harga gabah dan beras. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 4,46 persen sedangkan harga beras medium di penggilingan turun 1,04 persen.

Selama Februari 2019, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp 5.114 per kg sedangkan untuk beras, harga rata-rata di tingkat penggilingan Rp 10.008 per kg, semua turun dibanding bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti berkata, penurunan ini terjadi karena biasanya petani mengalami puncak panen pada bulan Maret.

“Biasanya Januari itu belum panen. Februari sudah mulai, puncaknya di Maret dan April. Itu transisinya begitu. Makanya nanti bulan depan mungkin naik lagi,” ungkap Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (01/03/2019).

Penurunan harga gabah dan beras menjadi andil dalam penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional. Tercatat NTP turun sebesar 0,37 persen menjadi 102,94 dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini dipengaruhi oleh 2 dari 5 subsektor pertanian yang juga alami penurunan NTP, yaitu Subsektor Tanaman Pangan (0,80 persen) dan Subsektor Tanaman Hortikultura (1,47 persen).

2 dari 3 halaman

Indonesia Kembali Lakukan Penjajakan Ekspor Beras Ke Malaysia

Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog kembali jajaki peluang ekspor beras ke Malaysia. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP),Kementan, Agung Hendriadi bersama Judith J Dipodiputro, Direktur Komersil Perum BULOG dan KBRI Kuala Lumpur saat melakukan pertemuan dengan BERNAS, Kamis (21-2-2019) di Kuala Lumpur.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur ini, Agung diterima oleh CEO BERNAS, Ismail Mohamed Yusoff dan Chairman BERNAS, Megat Joha yang didampingi pejabat tinggi BERNAS.


BERNAS merupakan satu-satunya institusi yang telah ditunjuk oleh pemerintah Malaysia untuk menangani import beras ke Malaysia. Ismail Mohamed Yusoff menyatakan market share beras di Malaysia sebesar 60% dipenuhi dari produksi domestik dan 40% dari impor.

Melalui pertemuan ini, BERNAS menyetujui untuk melakukan kerjasama dengan Perum BULOG untuk impor beras dari Indonesia. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat BERNAS akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk melakukan identifikasi, observasi dan pembahasan lebih lanjut dengan BULOG terkait rencana eksport ke Malaysia. Mendengar respon dari BERNAS, Agung dan rombongan merasa senang dan optimis ekspor beras dari Indonesia ke Malaysia bisa dilakukan.

“Sehubungan adanya peluang kerjasama ekspor beras ke Malaysia, Perum Bulog diharapkan perlu lebih proaktif dalam melakukan round table meeting antara distributor ke dua belah pihak, sehingga ekspor bisa segera direalisasikan,” ujar Agung.

Sebelumnya dalam rapat kerja jajaran Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI (21/1/2019) dan BULOG, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan bahwa Bulog menargetkan ekspor beras ke sejumlah negara tetangga pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Target ini diprediksi akan berlangsung seusai panen raya pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei 2019.

“Makanya kita targetkan bulan januari sampai april itu kita akan menyerap 1,8 juta ton beras dari petani. Kalau ditambah dengan sisa beras kita hasilnya bisa lebih dari 4 juta ton, kan kita masih punya sisa 2,1 juta,” kata Buwas saat menghadiri Rapat Kerja Menteri Pertanian Dengan Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, beberapa waktu lalu (21/1).

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga telah berhasil meyakinkan negara Malaysia dan Brunai untuk memasok padi adan sebagai bahan kebutuhan mereka. Ekspor ke dua negara ini jumlahnya bahkan mencapai puluhan ton. Setiap kali panen, tak kurang dari 10 ton beras adan secara periodik selalu di expor ke Negara Malaysia dan Brunei.

Padi Adan merupakan salah satu komoditi yang menjadi andalan dari wilayah perbatasan Krayan Kalimantan Utara dan merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat yang bermukim di daratan tinggi Borneo, khususnya di Krayan yang masuk Kabupaten Nunukan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: