California Umumkan Moratorium Hukuman Mati karena Dianggap Gagal Total

California – Gubernur California, Amerika Serikat, Gavin Newsom menerapkan moratorium hukuman mati di negara bagian yang dipimpinnya. Dengan moratorium ini, sebanyak 737 orang terpidana mati mendapat penangguhan hukuman mati.

“Hukuman mati telah gagal total. Itu membedakan berdasarkan warna kulit Anda atau berapa banyak uang yang Anda hasilkan,” ujar Newsom pada konferensi pers, Rabu (13/3) waktu setempat. “Itu tidak efektif, tidak dapat diubah, dan tidak bermoral,” imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/3/2019).

“Itu (hukuman mati) bertentangan dengan nilai-nilai yang kita perjuangkan — itulah sebabnya California menghentikan sistem yang gagal ini,” tandasnya.


Newsom, politikus Partai Demokrat yang mulai menjabat pada Januari lalu, selama ini telah menjadi penentang keras hukuman mati. Terakhir kali hukuman mati dilaksanakan di negara bagian tersebut adalah pada tahun 2006.

Newsom pun berharap California dan Amerika Serikat secara keseluruhan pada akhirnya akan menghapuskan hukuman mati untuk selamanya. “Kita tak ingin bergabung dengan Arab Saudi… Korea Utara. Kita tidak ingin menjadi bagian dari apa yang terjadi di Iran, di Irak, China, Somalia, Pakistan dan Mesir,” tutur Newsom.

“Itulah negara-negara — yang lima terakhir itu — yang bergabung dengan AS dalam mengeksekusi warga negaranya paling banyak dibandingkan negara-negara lainnya di bumi,” imbuhnya.

Newsom yang tampak emosional saat konferensi pers, menyatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan kerabat para korban dan mengakui bahwa mereka berbeda pendapat mengenai hukuman mati.

“Saya bertemu seseorang kemarin yang mengatakan bahwa ini tentang membasmi kejahatan, dan Anda punya tanggung jawab untuk membasmi kejahatan dengan mengeksekusi mereka yang divonis mati,” tutur Newsom.

“Saya juga bertemu seorang ibu yang mengatakan … Anda tak berhak mencabut nyawa orang lain atas nama putri saya yang dibunuh,” katanya.
(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Terungkap, Bagian Tubuh Pria yang Dianggap Seksi di Mata Wanita

Para peserta perempuan itu kemudian diberikan sebuah tugas. Mereka diminta mengurutkan mana yang paling menarik secara fisik.

Hasilnya, para peserta wanita ini tidak terlalu peduli tentang siku atau lutut pria. Selain itu, lengan juga banyak diabaikan. Tinggi badan juga relatif membuat tertarik para partisipan. Namun, ketika sampai pada kaki, para perempuan ini menunjukkan ketertarikan.

Para ilmuwan menyatakan, ini mencerminkan pengaruh evolusi. Mereka mengatakan bahwa kemungkinan, orang dengan diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi memiliki kaki yang lebih pendek.

“Rasio kaki dan tubuh yang sedikit di atas rata-rata terkait dengan status sosial ekonomi yang tinggi, nutrisi yang baik, stabilitas perkembangan, serta efisiensi biomekanik selama pergerakan,” tulis ketua peneliti William Skylark.

“Preferensi yang diamati berada pada atau sedikit di atas populasi. INi berarti sesuai dengan gagasan bahwa rasio kaki dan tubuh ini menandakan kebugaran calon pasangan,” tambahnya.

Sebenarnya, proporsi lengan, posisi siku, dan lutut juga bisa memperlihatkan kondisi kesehatan. Sayangnya, perempuan dalam penelitian ini sepertinya tidak terlalu peduli akan hal tersebut.

Mengapa Tembang ‘Rumeksa Ing Wengi’ Dianggap Pemanggil Lelembut?

Belakangan lagu Rumeksa Ing Wengi dengan lirik lagu yang benar digunakan untuk musik latar sebuah film bergenre horor ini diproduseri Andy Arsil. Judulnya tak main-main Wengi Anak Mayit.

Mengisahkan seorang istri yang membawa anaknya lari dari sang suami. Dalam pelariannya itu berbagai horor mulai dari jeritan, tangisan, suara-suara, hingga teriakan gaib dieksplorasi.

Kidung Rumeksa Ing Wengi ini merupakan tembang macapat, yakni Durma. Lagu-lagu yang memakai pakem Durma harus mencerminkan suasana yang keras, sangar, suram, kesedihan, bahkan bisa mengungkapkan sesuatu yang mengerikan dalam kehidupan. Oleh sebab itu, lagu Rumeksa Ing Wengi juga dilantunkan dengan lembut, bertempo lambat dan sangat menyayat hati.

Doa ampuh berupa tembang ini biasanya dilantunkan Sunan Kalijaga setelah salat malam. Fungsinya untuk menolak bala atau mencegah perbuatan makhluk gaib yang ingin mengganggu. Film “Wengi Anak Mayit” sukses mengembalikan kidung keramat Sunan Kalijaga ini menjadi doa. Bukan pemanggil makhluk halus.

Kidung Rumeksa Ing Wengi memilih Durma karena menggambarkan periodisasi manusia sedang berada dalam puncak kedigdayaan. Saat itu manusia akan mudah untuk sombong, mudah untuk merasa paling.

Ini berbeda dengan Asmaradana yang menggambarkan manusia sedang memasuki usia belasan tahun dan sedang berkobar api asmara di jiwanya. Durma bernuansa syahdu sehingga mampu mengingatkan manusia yang sedang berada di puncak kekuatannya, akan keterbatasannya sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Dianggap Ma’ruf Kalah di Jabar, Sandiaga: Hasilnya Allah yang Tentukan

Garut – Cawapres Sandiaga Uno enggan berkomentar banyak soal pernyataan rivalnya cawapres Ma’ruf Amin yang menyebut pasangan nomor urut 02 kalah di Jawa Barat. Sandiaga menyebut, hasil akhir akan ditentukan oleh Allah SWT.

“Ya saya nggak mau menanggapi pak kiai, karena kami kerja saja. Hasilnya nanti Allah yang menentukan,” ujar Sandiaga di Rumah Makan Cibiuk, Sabtu (09/03/2019) malam.

Sandiaga menyebut, dirinya dan capres Prabowo Subianto hanya bekerja dan menyerahkan keputusan kepada masyarakat. Namun, mantan Wagub DKI itu mengaku optimis karena masyarakat Jawa Barat sangat antusias menyambut kedatangan pasangan nomor urut 02.

“Kami mendapat optimisme dari masyarakat di tempat-tempat yang kami kunjungi,” katanya.

Selain itu, dia juga berbicara mengenai alasannya dengan Prabowo turun langsung ke Jabar. Hal tersebut, kata Sandiaga, dilakukan karena Jawa Barat sangat penting untuk meraih kemenangan dalam kontestasi Pilpres 2019.

“Alhamdulillah di dua hari terakhir ini kami bersama Pak Prabowo ikut di Jawa Barat ini khususnya di Priangan. Saya kemarin di Priangan bagian timur, bergerak menuju Bandung. Pak Prabowo tadi di sini. Ini menunjukan pentingnya Jawa Barat bagi Koalisi Indonesia Adil Makmur. Bagaimana kita Ingin menangkap aspirasi dari masyarakat. Kita hanya berikhtiar saja, nanti hasilnya Allah SWT,” ujar pungkas Sandi.

Sebelumnya, Ma’ruf Amin mengomentari kampanye pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jawa Barat. Ia menilai Prabowo-Sandi merasa khawatir karena suara mereka kalah di Jawa Barat.

“Mereka yang khawatir, makanya dikira sudah aman, balik lagi. Karena dulu mereka merasa menang, sekarang sudah kalah di Jawa Barat,” kata Kiai Ma’ruf di Medan, Sumatera Utara.
(idn/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU Imbau Lembaga Survei Ungkap Sumber Pendanaan Agar Dianggap Kredibel

Liputan6.com, Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengimbau lembaga survei untuk transparan dari segi profil lembaga, metode, sampai pendanaan. Hal itu sebagai pertanggungjawaban atas hasil survei yang disampaikan ke publik.

KPU sendiri tidak memiliki kuasa untuk melakukan kontrol terhadap lembaga survei. Namun, imbauan itu dianggap perlu agar hasil survei yang dipaparkan ke publik bisa dianggap kredibel.

“Lembaga-lembaga survei ini yang paling penting adalah kredibel, kemudian bersedia mempublikasikan tentang profil lembaga survei tersebut, kemudian kalau ada biaya yang digunakan untuk survei itu dari mana? Kemudian, metode seperti apa,” ujar Hasyim di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3/2019).

Selain itu, dia menyebut sanksi terhadap lembaga survei abal-abal bisa dilakukan dalam banyak cara dan tak perlu bersifat langsung. Media, misalnya, memiliki peran untuk tidak mempublikasikan lebih luas hasil survei lembaga yang tidak kredibel.

“Ada peran media enggak keluarkan yang aneh-aneh begini,” ucap Hasyim.

Dia menyebut survei sebenarnya memiliki peran agar publik tahu perkiraan lebih awal dari hasil pemilu. KPU sendiri menurutnya diuntungkan dengan adanya survei pelaksanaan Pemilu 2019.

“Demikian juga survei tentang seberapa besar masyarakat tahu tentang penyelenggaraan pemilu. Berapa banyak pemilih yang sudah tahu, misalkan coblosan Pilpres dilakukan pada 17 April 2019,” jelas Hasyim.

“Kemudian, hasil survei menjadi ukuran bagi KPU. Misalnya sosialisasi KPU masih kurang, misalkan,” lanjut Hasyim.

Depak PSG, MU Dianggap Layak Menjuarai Liga Champions

Liputan6.com, Jakarta Mantan striker Manchester United (MU), Dimitar Berbatov, ikut mengomentari keberhasilan mantan klubnya itu melaju ke babak perempat final Liga Champions musim ini. Setan Merah comeback setelah pada leg pertama sempat kalah 0-2 dari Paris Saint Germain (PSG).

Kondisi MU sendiri compang-camping saat bertandang ke markas PSG, Parc de Princes, Paris, pada leg kedua yang berlangsung Kamis dini hari WIB. Sepuluh pemainnya mengalami cedera dan memaksa pelatih Ole Gunnar Solskjaer melakukan rotasi di sejumlah posisi. 

Defisit dua gol, MU menemui jalan terjal menuju perempat final. Namun secara mengejutkan, Setan Merah justru berhasil mengalahkan PSG dengan skor 3-1. Hasil ini membuat agregat menjadi imbang 3-3, tapi MU lolos setelah unggul dalam gol tandang. 

Menurut Berbatov, keberhasilan ini sekaligus mengembalikan reputasi MU sebagai tim besar. “Saat ini tidak ada lagi yang berani meremehkan MU, bukan? Seperti kata pepatah, hormati raksasa jika Anda tidak mau menderita,” ujar Berbatov kepada Betfair seperti dilansir Metro. 

“Rabu lalu, para pemain suda dikasih tahu bahwa mereka akan membawa siapapun. Dan mereka membuktikan kalau para pemain cocok dengan siapapun,” beber Berbatov. 

Dianggap Meresahkan, Cuti Bersyarat Pemred Obor Rakyat Dicabut Kemenkum HAM

Jakarta – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM membatalkan cuti bersyarat terhadap pimpinan redaksi tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono. Alhasil, Setiyardi tetap mendekam di LP Cipinang, Jakarta Timur, dan tidak bisa menghadiri peluncuran tabloid ‘Obor Rakyat’ yang direncanakan digelar hari ini.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kabag Humas Ditjen PAS, Ade Kusmanto, Jumat (8/3/2019). Cuti bersyarat itu dibatalkan sebab aktivitas Setiyardi dianggap meresahkan masyarakat.

“Iya benar (dibatalkan). Aktivitasnya dianggap meresahkan masyarakat,” ujar dia.

Kabar serupa juga disampaikan oleh Setiyardi dalam akun Facebook-nya. Dia mengaku tidak bisa menghadiri acara Obor Rakyat Reboron karena harus masuk kembali ke LP Cipinang.

“Saya tak bisa hadir di acara Obor Rakyat Reboron!, hari ini saya kembali masuk LP Cipinang. Pemerintah membatalkan cuti bersyarat saya, dalam surat yang diberikan saya dianggap meresahkan,” tulis Setiyardi dalam postingan Kamis kemarin.

Dia juga menyampaikan informasi peluncuran Obor Rakyat tetap berjalan. Dia memastikan tim terus bekerja untuk menerangi akal sehat masyarakat.

“Insya Allah besok acara peluncuran Obor Rakyat tetap bisa berjalan. Saya berharap Obor ini terus menyala, Insya Allah redakasi akan terus bekerja, menerangi akal sehat kita semua,” imbuhnya. Namun pada postingan pada Jumat pagi ini, Setiyardi menyatakan acara peluncuran Obor Rakyat Reborn dibatalkan.

Sebelumnya, beredar brosur Obor Rakyat Reborn yang isinya mengabarkan bahwa tabloid ‘Obor Rakyat’ bakal terbit kembali. Dalam brosur Obor Rakyat Reborn yang beredar digambarkan redaksi tabloid tersebut menjanjikan wawancara eksklusif dengan Habib Rizieq Syihab.

Brosur yang beredar di internet itu berisi informasi lokasi acara Obor Rakyat Reborn di Gedung Joang 45, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat. Acara itu disebut digelar hari ini.

detikcom mencoba menghubungi salah satu narahubung yang namanya tertera dalam brosur itu. “Benar, tapi saya nggak tahu detailnya,” kata narahubung bernama Trisi saat dikonfirmasi, Kamis (7/3/2019).

Tabloid Obor Rakyat pernah terbit pada Pemilihan Presiden 2014 dan berisi propaganda negatif tentang Joko Widodo. Tabloid tersebut kemudian terlilit pidana dan pimpinannya divonis bersalah pada 2016.

Salah satu pimpinan Obor Rakyat, Setiyardi Budiono, serta mantan redaktur Obor Rakyat, yakni Darmawan Sepriyossa, kemudian mendapatkan cuti bersyarat. Keduanya akhirnya bisa menghirup udara bebas. Namun cuti bersyarat itu kemudian dibatalkan.

(knv/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua DPR: Pemilu Bukan Hidup Mati, Tak Layak Dianggap Perang

Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta masyarakat menyongsong Pemilu 2019 dengan riang gembira. Bamsoet mengatakan pemilu bukan perkara hidup dan mati.

“Ketua DPR mengimbau serta mengingatkan semua elemen masyarakat agar tidak menghiraukan pernyataan maupun manuver kelompok-kelompok tertentu yang ingin membangun persepsi kegentingan atau ketegangan menjelang pilpres-pileg 2019. Pilpres dan pileg 2019 bukan persoalan hidup mati, sehingga tidak selayaknya dipersepsikan sebagai perang,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Selasa (5/3/2019).

Dia mengaku prihatin dengan adanya berbagai upaya kegaduhan yang diciptakan kelompok tertentu. Bamsoet mencontohkan soal isu delegitimasi KPU di Pemilu 2019.
“Ketua DPR prihatin karena upaya menciptakan ketegangan jelang Pemilu terus dilakukan pihak-pihak tertentu. Termasuk gerakan pembusukan terhadap KPU,” tuturnya.

Menurut Bamsoet, upaya delegitimasi KPU itu mudah terbaca arahnya. Ia menyebut pihak yang melakukan delegitimasi berusaha menimbulkan kecurigaan masyarakat kepada KPU.

“Motif dari manuver-manuver seperti ini sudah bisa dibaca arahnya. Pemilunya sendiri belum dimulai, tetapi ada upaya membangun kecurigaan terhadap independensi KPU. Kecurigaan itulah yang akan dijadikan alasan untuk membuat gaduh,” ujar Bamsoet.

Politikus Golkar itu kemudian kembali menyinggung soal penggunaan istilah ‘perang’ di Pemilu 2019. Bamsoet berharap istilah tersebut bisa hilang. Sebab, dia khawatir menimbulkan rasa takut di masyarakat.

“Bagi kelompok masyarakat yang awam politik, penggunaan kata perang (perang total ataupun perang badar) yang dikaitkan dengan pilpres tentu saja bisa menimbulkan rasa takut,” ucapnya.

“Takut akan terjadinya bentrok antar-kelompok masyarakat, atau takut akan terjadinya chaos. Itu sebabnya, komunitas pengusaha sering bertanya tentang prospek stabilitas keamanan sebelum dan sesudah pemungutan serta penghitungan suara pemilu,” imbuh Bamsoet.

Bamsoet pun meminta masyarakat tetap tenang jika berhadapan dengan situasi gaduh. Dia menegaskan stabilitas politik dan keamanan jelang Pemilu 2019 senantiasa terjaga.

“Namun, bersama TNI dan Polri, pemerintah serta DPR memastikan bahwa stabilitas politik dan keamanan akan selalu terjaga, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan pemungutan serta perhitungan suara Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019. Indonesia sangat kondusif, sehingga masyarakat tidak perlu menanggapi pernyataan atau asumsi tentang ketegangan situasi menuju pelaksanaan Pemilu 2019,” tegas Bamsoet.
(tsa/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Seperti Tak Dianggap, Ini 3 Fitur di Mobil yang Sering Nganggur

Liputan6.com, Jakarta – Mobil yang beredar saat ini sudah banyak dilengkapi fitur canggih. Bahkan, untuk kendaraan yang baru diluncurkan selalu mengalami kenaikan harga, dengan alasan adanya penambahan fitur atau teknologi canggih.

Namun, dari sekian banyaknya fitur yang tersemat di dalam mobil, ada beberapa yang memang tidak digunakan. Tidak hanya sering ‘nganggur’, banyak juga fitur yang bahkan tidak diketahui keberadaanya di dalam mobil, karena si pemilik kendaraan tidak pernah membaca buku manual.

Nah, berikut tiga fitur yang jarang digunakan seperti Liputan6.com sitat dari berbagai sumber:

1) Isofix

Saat ini, kursi anak di dalam mobil belum dianggap penting oleh sebagian orang tua. Padahal jika dilihat dari fungsinya, menggunakan kursi anak selain memberikan rasa nyaman juga meningkatkan keselamatan buah hati saat berkendara.

Dengan belum dianggap penting, fitur Isofix yang berfungsi untuk mengaitkan kursi anak di dalam mobil juga jarang atau bahkan tidak pernah digunakan. Anak-anak tetap digendong di dalam mobil atau dibiarkan duduk tanpa kursi anak.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

2) Sabuk Keselamatan Jok Belakang

Untuk kendaraan yang beredar saat ini sudah banyak yang dilengkapi sabuk keselamatan hingga kursi baris belakang (baris ke dua atau ke tiga). Namun, bagi pengguna mobil, sepertinya hanya bersedia menggunakan sabuk keselamatan saat menjadi pengemudi atau penumpang depan.

Sedangkan penumpang di baris kedua atau ketiga, sangat jarang sekali menggunakan sabuk keselamatan. Padahal, dengan menggunakan sabuk keselamatan untuk semua posisi, pastinya lebih aman jika terjadi  kecelakaan.

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

3) Cruise Control

Salah satu fitur canggih yang dapat membantu kenyamanan saat berkendara, terlebih di jalan tol adalah cruise control. Tapi, tidak semua pengemudi yang sadar akan hal tersebut, dan masih tidak menggunakan fitur tersebut ketika berada di jalur bebas hambatan.

Dengan menggunakan cruise control, pengemudi bisa berkendara secara konstan, tanpa menginjak pedal gas dan hanya mengendalikan setir saja.

[Cek Fakta] Dianggap Penyebab Kanker, Thailand Musnahkan Babi Besar-Besaran?

Liputan6.com, Jakarta – Sejumlah kabar marak di media sosial. Salah satunya adalah viralnya video pemusnahan hewan babi besar-besaran yang terjadi disebut terjadi di Thailand.

Pemusnahan babi itu dilakukan karena hewan tersebut menjadi penyebab utama penyakit kanker. Hal itu diketahui usai dilakukan penelitian terhadap babi.

Kabar dan video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Mang Opi pada Jumat, 22 Februari 2019 minggu lalu.

Viral di media sosial :Pemusnahan babi massal di Tiogkok.

Setelah dilakukan pemeriksaan lewat laboratorium secara besar2an dlm bbrp tahun untuk mengetahui penyebab utama penyakit yg menyrang manusia terutam kanker. Tiongkok mengumumkan dgn terang2an bhw babi dan semua derevasinya adalah penyebab utama kanker. Untuk itu, pemerintah Tiongkok memerintahkan seluruh babi di Tiongkok harus dimusnahkan dan dilarang untuk memeliharanya, memakannya, mengimpornya bahkan melarang masuknya produk”s yg menggunakan bahan”s dari babi… Pemusnahan lebih dari 600.000 babi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

*Baru terbukti stlh 1440 thn Al Quran mengharamkan makan babi*.

#MangOpiVideo viral,” tulis Mang Opi menyertai video yang diunggahnya.

Dalam video tersebut terlihat, ratusan babi berada di atas mobil truk terbuka. Kemudian, babi-babi itu nampak didorong dengan ekskavator dan dimasukkan ke dalam sebuah lubang besar di tanah.

Video itu sudah dilihat sebanyak 6.700 kali dan dibagikan 851 kali. Ada 567 tanda suka dan 110 komentar yang menyertai unggahan babi dimusnahkan tersebut.

Selain itu, akun Twitter @ChannelIngusan juga mengunggah tulisan soal pemusnahan babi di Thailand pada 21 Februari 2019.

“Thailand resmikan negaranya BEBAS BABI, “HARUS DIMUSNAHKAN, dilarang memakan, memelihara, mengimpor”, stlh yakin hasil bbrp thn penelitiannya, bhw BABI & SEMUA DERIVASINYA adl PENYEBAB UTAMA KANKER.Fakta Tak-Terbantahkan…14 abad lbh, Al-Qur’an sdh memberitahukan.Video 1:,” tulis @ChannelIngusan.

Tulisan tersebut sudah di-retweet sebanyak 187 kali dan mendapat 141 tanda suka.

2 dari 3 halaman

Fakta

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba mencari tahu kebenaran kabar tersebut. Dari hasil penelusuran, kabar soal ratusan babi yang dimusnahkan itu ternyata tidak benar.

Faktanya, peristiwa pemusnahan ratusan babi itu bukan terjadi di Thailand, melainkan di Kota Xiamen, China. 

Hal ini berdasarkan berita dari merdeka.com berjudul ‘China Musnahkan 900 ribu Babi karena Wabah Flu Babi Afrika‘. Berita itu ditayangkan pada Selasa, 15 Januari 2019 lalu.

Penyakit flu babi Afrika ini sudah merebak ke 24 provinsi sejak mulai mewabah Agustus lalu. Akibat wabah ini sejumlah sektor perdagangan khususnya produsen daging babi terpengaruh. Sejak 2017 China sudah memusnahkan hampir 700 juta babi.

Dilansir dari laman The Straits Times, Selasa (15/1), flu babi Afrika tidak berbahaya bagi manusia tapi sangat mematikan bagi babi dan belum ditemukan vaksin atau obat untuk mengatasi wabah ini.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen bulan lalu mendesak Beijing untuk tidak menutupi informasi tentang wabah ini setelah seekor babi ditemukan mati di pantai Pulau Kinmen, Taiwan, atau sekitar 10 kilometer dari pesisir Kota Xiamen, China. Babi itu kemudian diketahui terkena wabah flu babi Afrika.

“China selalu mengikuti prinsip ‘terbuka dan transparan’ dalam melaporkan kasus ini,” kata Guang Defu, juru bicara kementerian dalam pernyataan di laman resmi.

Analis senior di Rabobank, Pan Chenjun, mengatakan banyak para peternak memusnahkan babinya sebagai jalan keluar dari industri karena wabah ini berdampak pada harga dan perdagangan.

Harga daging babi di sejumlah daerah anjlok dalam beberapa bulan terakhir setelah ada larangan distribusi.

“Jumlah yang dimusnahkan hanya bagian kecil saja,” kata Pan.

Dia mengatakan wabah ini bisa berdampak pada stok ketersediaan daging babi yang bisa menurun hingga 20 persen tahun ini.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang ratusan babi yang dimusnahkan di Thailand ternyata salah. Peristiwa pemusnahan ratusan babi itu terjadi di China. 

Narasi yang dibangun bahwa pemusnahan babi karena menimbulkan penyakit kanker bagi manusia juga salah. Ratusan babi yang dimusnahkan itu karena wabah penyakit flu babi Afrika di China.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam [cekfakta.com](https://cekfakta.com/ “”) untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.