Diancam, Siswi SMA yang Diperkosa Siswa SD Sempat Sembunyikan Kehamilan

Probolinggo – Seorang siswa SD dan siswa SMP memperkosa siswi SMA hingga hamil. Korban sempat menyembunyikan kehamilannya, namun tetap saja akhirnya ketahuan.

“Korban sengaja menyembunyikan kehamilannya,” ujar Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurnianto kepada detikcom, Senin (15/4/2019).

Saat ditanya keluarganya tentang perutnya yang semakin membesar, korban yang berusia 18 tahun itu hanya menjawab jika perutnya sedang kembung. Eddwi mengatakan, sebenarnya korban ketakutan atas ancaman pelaku yang akan mengusirnya dari rumah jika menceritakan hal itu ke orang lain.

Yang melakukan pengancaman adalah M, pelaku yang duduk di bangkus SMP. Meski masih duduk di bangku SMP. Namun M sudah berusia 18 tahun. M masih kerabat korban. Korban sendiri menumpang di rumah orang tua M sejak kecil. Sementara pelaku yang masih SD berusia 13 tahun.

Korban sendiri juga masih mengharap janji M yang akan menikahinya setelah melahirkan. Namun kehamilan korban pada akhirnya tak bisa disembunyikan lagi. Perut korban yang semakin besar tentu saja membuat keluarganya curiga. Pada akhirnya korban mengaku setelah diajak bicara oleh keluarganya.

“Korban akhirnya mengaku apa yang telah terjadi,” kata Eddwi.

Korban mengaku saat usia kandungannya sudah matang dan sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Saat ini korban sudah melahirkan.

Atas perbuatannya kedua pelaku terancam dijerat Pasal 76 D Jo pasal 81 UU RI, nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Namun demikian, polisi masih akan berkoordinasi lagi dengan kejaksaan negeri, karena pelaku ada yang masih di bawah umur.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Habib Rizieq Puji The Power of Emak-emak: Makin Diancam, Makin Lantang!

Habib Rizieq Puji The Power of Emak-emak: Makin Diancam, Makin Lantang! Foto: Fadli Zon dan Habib Rizieq (Twitter Fadli Zon)

Jakarta – Imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab, memberi pesan untuk emak-emak pendukung Prabowo-Sandi saat bertemu dengan Waketum Gerindra, Fadli Zon, di Mekkah. Dia meminta emak-emak tidak menyurutkan perjuangan.

Pesan itu disampaikan Habib Rizieq didampingi Fadli Zon lewat video yang diunggah akun Youtube Front TV berjudul ‘The Power of Emak-emak’. Hingga Rabu (13/3/2019), video itu sudah ditonton lebih dari 10.000 kali.

Fadli Zon awalnya mengapresiasi usaha emak-emak yang ikut turun ke jalan hingga ke rumah-rumah. Dia menyebut ada tekanan kepada emak-emak tersebut baru-baru ini.

“Jangan takut dikriminalisasi,” kata Fadli Zon.

Apresiasi juga diberikan oleh Habib Rizieq. Menurutnya, semangat emak-emak ini luar biasa dan melebihi semangat bapak-bapak serta para pemuda. Tak hanya bersemangat, emak-emak ini juga dianggap berani.

“Yang lebih ajaibnya, kaum emak emak ini tidak hanya mereka proaktif dalam menyuarakan kebenaran tapi juga mereka memiliki keberanian yang luar biasa. Makin ditekan, makin bersuara. Makin diancam, makin dihalangi, mereka makin melantangkan suara mereka,” ucap Habib Rizieq.

Habib Rizieq mendoakan emak-emak itu dan meminta mereka melanjutkan perjuangan. Dia juga menyinggung rezim yang memusuhi emak-emak.

“Jangan coba-coba remehkan emak emak, jangan coba-coba remehkan ibu-ibu, apalagi memusuhinya. Karena itu, rezim zalim saat ini telah salah mencari musuh. Emak-emak dijadikan musuh, mereka akan tumbang dengan sendirinya,” katanya.

(imk/fjp)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pelaku Pembunuhan Istri Hamil di Bengkulu Diancam Hukuman Mati

Setelah menerima pemberitahuan dimulainya penyidikan oleh tim penyidik Polres Bengkulu, Kejaksaan negeri Kota Bengkulu sudah menunjuk dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan mengawal kasus ini di persidangan nanti.

Kajari Bengkulu Emilwan Ridwan mengatakan, kedua jaksa itu adalah jaksa senior dan berpengalaman, Jaksa Danil dan Kasubsi Penuntutan Kejari Bengkulu, Dika.

“Jaksa sudah mengikuti proses rekonstruksi dua hari lalu,” ungkap Emilwan.

Saat ini proses penyidikan sudah memasuki tahap pemberkasan atau P 16. Pihak Kejaksaan masih menunggu pelimpahan berkas perkara yang masih dikerjakan tim penyidik Sat Reskrim Polres Bengkulu.

Romi Sepriawan alias Romi Cabe (31) ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian setelah mengaku menghabisi nyawa istrinya ES (30) di rumahnya Jl Irian Gang Lanbau Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu.

Usai menghabisi nyawa sang istri yang tengah mengandung bayi kedua mereka, pria kelahiran Kabupaten Kepahiang ini nekat membelah perut istrinya menggunakan sebilah parang untuk menyelamatkan nyawa anaknya. “Perutnya saya buka untuk menyelamatkan anak saya. Saya khilaf, saya minta maaf,” kata Romi kepada Liputan6.com.

Tersangka yang sehari-hari berjualan cabe di Pasar Minggu Kota Bengkulu itu lalu menitipkan kepada salah seorang tetangga. Setelah itu dia berlari keluar rumah. Tak lama berselang, para tetangga ramai mendatangi lokasi bersama aparat kepolisian, Romi kembali lagi untuk menyerahkan diri.

Pembunuh istri lagi hamil terancam hukuman mati

Pernah Diancam Dipolisikan Andi Arief, Anak Jokowi Tertawa

Jakarta – Putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ikut menanggapi berita ditangkapnya Wasekjen Demokrat, Andi Arief. Gibran diingatkan lagi oleh netizen bahwa dirinya pernah akan dipolisikan oleh Andi Arief.

Gibran meretweet artikel berita detikcom berjudul ‘Andi Arief Ditangkap karena Narkoba’. Tak berapa lama kemudian dia menjawab mention seorang netizen.

Netizen itu mengingatkan lagi soal Andi Arief yang ingin melaporkan Gibran ke Bareskrim. Hal itu usai Gibran me-retweet cuitan TNI AU soal hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos.

“Saya lagi menimbang apa perlu melaporkan akun anak Presiden ke Bareskrim,” kata Andi Arief ke Gibran.

Gibran menanggapi lagi cuitan itu dengan tawa.

“Wkwk,” cuit Gibran, dilihat detikHOT, Senin (4/3/2019).

Andi Arief ditangkap di salah satu hotel di Jakarta Pusat. Dia ditangkap karena narkoba.
(nkn/ken)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Puisi Neno Disebut Biadab, BPN Prabowo: Pak Buya Syafii Khilaf?

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membela Neno Warisman yang puisinya disebut mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif biadab. BPN mempertanyakan di mana letak kesalahan puisi Neno.

“Mbak Neno sejak dulu memang dikenal antara lain karena puisi. Dia sering menulis dan membaca puisi. Jika sekarang dia menyontoh doa Rasulullah SAW dalam puisinya, salahnya di mana?” kata anggota Dewan Pakar BPN Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Menurut dia, orang yang berkarya lewat puisi harus dihormati. Jika tak setuju, kata Dradjad, lebih baik membuat puisi lain asalkan tidak merevisi doa.

“Orang berkarya seni melalui puisi ya kita hormati lah. Jika tidak sepakat dengan isinya, orang bisa bikin puisi lain yang dia cocok. Yang penting tidak merevisi doa hehe,” ucap politikus PAN itu.
Dradjad pun mempertanyakan apakah Buya Syafii sedang khilaf karena pernyataannya tersebut. Meskipun demikian, ia tetap mendoakan kebaikan bagi Buya Syafii.

“Apa Pak Syafii sedang khilaf ya? Saya mendoakan kebaikan bagi beliau,” ungkap Dradjad.

Sebelumnya, mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, bicara soal doa yang dibacakan Neno Warisman di Munajat 212. Buya Syafii menyebut apa yang disampaikan Neno biadab dan Neno tak mengerti agama.

“Itu puisi, itu kan sudah saya (jelaskan). Saya kemarin di Jakarta bicara ini puisi biadab. Biadab itu bahasa Persia, Bi itu artinya tidak, adab itu tata krama,” jelasnya.

Buya Syafii mengatakan, doa yang dipanjatkan Neno Warisman dengan membawa nama tuhan ke ranah Pemilu tak tepat. Apa yang dilakukan Neno, bagi Buya Syafii adalah perbuatan biadab.

“Ini dia membuat (membawa nama) Tuhan dalam Pemilu, itukan biadab, dan dia nggak ngerti agama. Neno itu nggak paham agama,” tegasnya.

Saksikan juga video ‘TKN soal Puisi Neno Warisman: Tuhan Tak Perlu Diancam!’:

[Gambas:Video 20detik]

Ikuti Perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(azr/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jerat Pidana Hoaks Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet akhirnya duduk di kursi pesakitan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali pertama menggelar sidang dugaan hoaks yang dilakukan ibunda artis Atiqah Hasiholan tersebut, Kamis 28 Februari 2019.

Jaksa mendakwa Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ratna Sarumpaet dengan dakwaan alternatif.

“Dakwaan kesatu Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar jaksa. 

Sementara pada dakwaan kedua, jaksa menduga Ratna Sarumpaet, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras atau antar golongan (SARA).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutur jaksa.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Ratna menangis mengaku dipukuli sehingga mukanya lebam dan bengkak. Jaksa menyatakan, pada Jumat 21 September 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Ratna Sarumpaet memberitahukan kepada saksi Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele akan pergi ke Bandung.

“Namun ternyata, terdakwa tidak pergi ke Bandung melainkan pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka),” kata jaksa.

Bedah medis tersebut, sudah dijadwalkan dengan dr Sidik Setiamihardja. Kemudian Ratna Sarumpaet ditempatkan di ruang perawatan kamar B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak Jumat, 21 September 2018 sampai dengan Senin 24 September 2018.

“Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisl lebam dan bengkak akibat tindakan medis dengan menggunakan handphone merk Iphone. Setelah selesai menjalani rawat inap. Pada hari Senin tanggal 24 September 2018, terdakwa pulang ke rumah,” kata jaksa.

Di dalam perjalanan, Ratna mengirim beberapa foto wajah dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui whatsappnya kepada saksi Ahmad Rubangi. Saksi Ahmad kemudian menanggapi foto tersebut dengan membalas pesan Ya Allah, Kak sampai begitu.

Ratna pun membalas. “Dipukulin 2 laki-laki,” kata Jaksa.

Jaksa mengatakan, sesampainya di rumah, Ratna meminta Ahmad Rubangi untuk memanggil saksi Saharudin dan saksi Makmur Julianto alias Pele masuk ke kamar.

Ratna Sarumpaet lalu bercerita sambil menangis bahwa dipukuli orang dengan menunjukkan wajah lebam dan bangkak.

“Kemudian terdakwa mengatakan ingin istirahat. Selelah itu saksi Ahmad Rubangi dan saksi Makmur Julianto alias Pele dan saksi Saharudin keluar dari kamar terdakwa,” kata jaksa.

Keesokan harinya pukul 20.43 WIB, terdakwa mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

Pukul 23.00 WIB, Ratna Sarumpaet meminta Saharudin menelepon Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Setelah terhubung, dia curhat telah dianiaya sembari menangis. Dia meminta Said Iqbal ke rumahnya.

Ketika Said Iqbal datang, terdakwa berkata, “Kakak dianiaya” dan menceritakan kronologi penganiayaannya. Dia juga menunjukkan foto wajahnya yang lebam.

Dia lalu minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Ratna mengaku sudah berbicara dengan Fadli Zon dan mendapat informasi tengah diatur waktu untuk bertemu Prabowo.

Dia kemudian mengirimkan foto wajah lebamnya ke Saiq Iqbal untuk diteruskan ke ajudan Prabowo atas nama Dani.

Pukul 23.01 WIB, Sabtu 29 September 2018, Ratna Sarumpaet mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan, “Mungkin aku tidak harus ngotot membantu memperbaiki bangsa yang sudah terlanjur rusak ini. It’s painful.”

Pukul 23.42 WIB dia juga kembali mengirimkan 3 foto wajahnya ke Basariaja alias Basari dan 3 menit kemudian dia mengirim pesan, “KK sedang sangat kesakitan/menderita saat KK minta tolong ingin bicara dengan Pak Joksan.”

Tak berhenti di situ, dia mengirim 3 foto wajahnya ke Simon Aloysius Mantiri dengan pesan, “Ini terjadi di area parkir Bandara Bandung 21 sept 2018, Saya harus bertemu 08 segera Pak Simon, Saya mohon …..” dan mendapat jawaban, “Kurang ajar sekali Bu itu pelakunya.”





2 dari 3 halaman

Akui Salah dan Ajukan Penangguhan Penahanan

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahan di hadapan majelis hakim saat sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya ketahui baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ucap Ratna, Kamis 28 Februari 2019.

Meski begitu, Ratna merasa ada beberapa poin yang tidak sesuai fakta. Dia melihat kasusnya bernuasa politik.

“Yang terjadi di lapangan dan terjadi peristiwa penyidikan ada ketegangan bahwa memang ini politik,” ucap dia.

Karenanya Ratna berharap majelis hakim mengutamakan keadilan dibandingkan kekuasaan.

“Dengan semua unsur yang ada di sini, marilah menjadi hero untuk bangsa ini. Bukan untuk saya. Tapi di atas segalanya hukum bukan untuk kekuasaan,” tutup dia.

Namun, tudingan nuansa politis ini dibantah kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi. Dia menyanggah adanya muatan politis yang disebut disebut kliennya.

“Tidak ada motif politik sama sekali. Dakwaan kedua kita lihat kebohongan itu diproduksi untuk meyakinkan masyarakat saja, dan bahkan untuk meyakinkan BPN Prabowo-Sandi,” katanya usai persidangan.

Desmihardi mengatakan, lontaran kebohongan yang disebut Ratna murni karena malu dengan keluarga. Dia menegaskan, kebohongan itu hanya dibuat untuk keluarga, tidak ada tujuan menyebarkannya kepada publik.

“Ini murni karena beliau malu lebamnya diketahui oleh keluarga, sehingga harus mengarang cerita bahwa beliau dipukuli. Ini kebohongannya hanya untuk keluarga, karena beliau ingin keluarga tidak tahu beliau operasi plastik,” katanya menandasi.

Pada sidang tersebut, pengacara juga mengajukan permohonan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan status penahanan kliennya dari tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau kota.

Desmihardi membacakan pertimbangan mengajukan permohonan tersebut. Dia menyebutkan dua pertimbangan pengajuan penangguhan tahanan bagi kliennya, yakni berdasarkan hukum dan sisi kemanusian.

Ia menyatakan, Ratna Sarumpaet tidak ada niat melarikan diri. Kemudian, terdakwa tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat dianggap mempersulit jalannya proses hukum.

“Bahwa selama proses pemeriksaan di tingkat kepolisian dan tingkat Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terdakwa Ratna Sarumpaet sangat kooperatif dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan. Selanjutnya terdakwa maupun keluarga dalam hal ini anak-anak menjamin bahwa terdakwa akan selalu menghadiri persidangan dengan tidak sulit jalannya sidang pengadilan ini,” ucap Desmihardi.

Sementara itu, dari sisi kemanusiaan, terdakwa adalah seorang perempuan lemah yang telah berusia senja. Pada usia 69 tahun, dia sangat rentan dalam penyakit terbukti selama penahanan dilakukan terdakwa sering sakit-sakitan dan selama penahanan beberapa kali terdakwa harus diperiksa di Bidokkes Polda Metro Jaya.

Apabila terus-menerus ditahan, lanjut dia, akan memperburuk kesehatan Ratna Sarumpaet baik secara fisik maupun secara mentalnya.

“Tidak berlebihan melalui permohonan ini kami minta kemudian lagi sakit yang teramat agar terdakwa dapat dialihkan status,” ucap Desmihardi.

Desmihardi mengatakan, anak kandung terdakwa yakni Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina akan menjadi penjamin penangguhan penahanan Ratna Sarumpaet.

Oleh karena itu, pengacara memohon kearifan dan kebijaksanaan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan jenis penahanan rutan menjadi penahanan rumah atau kota atas terdakwa Ratna Sarumpaet.

“Tujuan permohonan kami bukan untuk ditangguhkan akan tetapi hanya sebatas pada pengalihan jenis penahanan yang semula penahanan rumah tahanan negara menjadi penahanan rumah tahanan kota sebagaimana yang diatur dalam KUHP,” kata Desmihardi.

3 dari 3 halaman

Siapkan 20 Saksi Ahli

Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berencana menghadirkan 20 saksi untuk sidang kasus penyebaran berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet. Hanya, jaksa enggan membeber siapa 20 saksi tersebut.

“20 saksi fakta, 5 saksi ahli, dan saksi meringankan,” kata Jaksa kasus Ratna Sarumpaet, Panyaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Panyaman menegaskan nama Prabowo dan Fadli Zon tidak masuk dalam daftar itu. Hanya Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang disebut akan dihadirkan senagai saksi di persidangan.

“Dalam bacaan saya tidak ada nama Prabowo dan Fadli Zon,” imbuhnya.

Menhan Beberkan Ancaman Berbahaya bagi Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengungkap beberapa ancaman berbahaya yang harus dihadapi Indonesia. Diantaranya, kata dia, adalah ancaman terorisme, bencana alam, narkoba hingga kejahatan cyber.

“Ancaman nyata itu teroris, bencana alam, pemberontakan, narkoba, kemudian cyber intelligent. Ini nyata-nyata sekali. Bencana berulang, teroris terus menerus, narkoba apalagi,” kata Menhan Ryamizard dalam Rapat Pleno Khusus MPR RI tentang ‘Pertahanan, Keamanan dan Wilayah Negara’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (27/2).

Menurutnya, ancaman terorisme adalah yang paling menakutkan. Karena para teroris tersebut melakukan merubah mindset masyarakat dan jika dibiarkan bisa mengancam keutuhan negara.

“Beberapa waktu lalu, di Jawa Timur ya ada seorang ibu membiarkan dia dan anaknya dengan bom. Ini kan mindsetnya sudah berubah. Seorang ibu dan istri kan dalam berumah tangga ingin punya anak,” ungkapnya.

Karena itu, Ryamizard menyarankan Alustsista negara sebaiknya dikerahkan untuk mengantisipasi ancaman yang ada di Indonesia. Serta negara harus tetap wasapada dengan kemungkinan ancaman lainnya.

“Maka seharusnya alutsista dan kekuataan dikerahkan kepada yang nyata. Yang belum nyata ya, kita waspada saja,” ucapnya.

Selain itu, Menhan Ryamizard menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian pendidikan untuk menangkal ancaman terorisme. Lanjutnya, radikalisme bisa di luluhkan dengan program deradikalisasi.

“Cara mengatasi dari luarnya, ya yang pertama yang sudah kena radikal ya deradikalisasi. Tapi kalau sudah mengancam keamanan nasional ya, susah itu,” tandasnya.

Reporter: Sania Mashabi

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Semua Hal yang Perlu Diketahui tentang KTT Trump-Kim di Vietnam

Hanoi – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Vietnam, Rabu (27/2).

Harapannya adalah kedua bekas musuh bebuyutan ini akan menghasilkan semacam kesepakatan terkait program senjata nuklir Korea Utara yang kontroversial.

Jika Anda ingin mengetahui apa yang akan terjadi minggu ini, berikut hal-hal yang mendasar.

Apa yang akan dibicarakan?

Hal yang sama dengan apa yang telah mereka bicarakan pada pertemuan bersejarah pertama bulan Juni 2018 lalu di Singapura: senjata nuklir.

Sebagian besar dunia menginginkan Korea Utara untuk menghapus senjata nuklirnya – proses yang biasanya disebut sebagai denuklirisasi.

Tetapi Korut selalu mengatakan tidak akan melakukannya sampai mereka merasa aman dari ancaman AS dan pihak-pihak lain.

Karena itulah Korut dikenai serangkaian sanksi yang menghambatnya berdagang atau berhubungan secara normal dengan dunia yang lebih luas.

Mereka menginginkan tindakan yang melonggarkan sanksi tersebut.

Apakah Korut sudah berjanji akan menghapus senjatanuklirnya?

Tidak, tidak sama sekali.

Ketika mereka bertemu tahun lalu, Trump dan Kim menandatangani Deklarasi Singapura yang sangat optimistis tetapi tidak rinci.

Mereka mengatakan mendukung perdamaian dan denuklirisasi, tetapi mereka tidak pernah menyatakan apa arti sebenarnya atau bagaimana akan diwujudkan.

Korut telah meledakkan situs percobaan nuklir – meskipun sebenarnya mereka tidak memerlukannya lagi selama negara itu mengetahui nuklirnya efektif – tetapi tidak terdapat indikasi Pyongyang melakukan hal lainnya untuk menghentikan pengembangan nuklir.

Pada kenyataannya, pejabat senior intelijen AS mengatakan Korut tidak pernah menghentikannya, karena mereka meyakini hal itu “penting bagi kelangsungan hidup rezim”.

Dalam beberapa minggu terakhir, Trump sepertinya mengurangi ambisinya, dengan mengatakan dirinya sudah gembira selama Korut tidak lagi melakukan tes peluru kendali atau bom nuklir, yang merupakan status quo saat ini.

AS kemungkinan juga akan mendesak Korut untuk memberikan daftar lengkap seluruh teknologi nuklirnya – tetapi bahkan hal inipun mereka tidak pernah bersedia melakukannya.

Mengapa Korut tidak bisa memiliki senjata nuklir?

Bom nuklir adalah senjata paling kuat yang pernah dibuat. Terdapat sejumlah pengecualian, tetapi dunia sepakat sekarang seharusnya tidak ada negara nuklir baru. Korut telah melanggar hukum dan traktat internasional karena mengembangkan cadangan nuklirnya sendiri.

Selain ketakutan nyata bahwa negara itu suatu hari akan menggunakan senjata itu, Korut juga kemungkinan menjual teknologi ke negara lain, membuat kesalahan sehingga terjadi kecelakaan atau jika pemerintahannya hancur, nuklir akan dikuasai pihak yang tidak tepat.

Jika Korut diizinkan memiliki senjata nuklirnya, negara itu akan mendorong negara lain untuk melakukan hal yang sama.

Apakah Korut sebuah ancaman nyata?

Ya, ada kemungkinan. Negara itu berulang kali mengatakan tidak takut menggunakan senjata nuklir atau konvensional jika diancam.

Negara-negara yang paling mencemaskannya adalah para tetangganya – Korea Selatan dan Jepang.

AS menempatkan puluhan ribu tentara di kedua negara itu. Tetapi Korut juga menyatakan memiliki peluru kendali yang cukup kuat untuk mencapai daratan AS.

Juga terjadi peningkatan ancaman keamanan siber dari Korut dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagian besar pengamat sepakat jika Korut memulai konflik maka itu akan sama saja dengan membunuh diri.

as, korut, nuklir
(Getty Images)

Apakah AS dan Korut sedang berperang?

Secara teknis, ya. Perang Korea berakhir dengan penghentian resmi perang – sebuah gencatan senjata – tetapi traktat perdamaian tidak pernah ditandatangani.

Berdasarkan pakta pasca-perang, AS masih memiliki lebih dari 23.000 anggota militer di Korea Selatan dan melakukan latihan secara teratur dengan pasukan Korsel.

Salah satu hasil KTT kemungkinan adalah semacam deklarasi perdamaian, sesuatu yang memang diinginkan Kim.

Itu tidak akan menjadi traktat perdamaian resmi – karena itu adalah sebuah proses politik yang rumit dengan pengaruh praktis yang besar – tetapi tindakan yang lebih simbolis yang akan membuat kedua pemimpin terlihat baik di dalam negerinya.

as, korut, nuklir, vietnam, ktt
(Getty Images)

Mengapa di Vietnam?

Sebagai sebuah negara komunis Vietnam memiliki kesamaan politik dengan Korut, di samping juga pernah mengalami konflik dengan AS.

Negara ini dipandang menjadi model yang dapat diikuti Korut jika ingin keluar dari keterasingan.

Kim akan meluangkan waktu untuk melihat industri dan perdagangan di Vietnam. Jika dia mencapai kesepakatan dengan AS, membalikkan propaganda anti-AS puluhan tahun, dia perlu meyakinkan kelompok elit Korut bahwa mereka akan diuntungkan.

Kim juga tidak perlu mengkhawatirkan protes – karena Vietnam tidak mengizinkan demonstrasi – dan wartawan yang meliput KTT akan sangat diawasi.

Seperti apa keadaan Korut?

Pemerintahannya adalah salah satu yang paling kejam di dunia, yang sangat mengontrol kehidupan rakyatnya. World Food Programme meyakini terdapat lebih dari 10 juta orang yang kekurangan gizi disana.

Bagi elite politik dan perkotaan, kehidupan jauh lebih baik dalam beberapa tahun terakhir meskipun sanksi diterapkan, tetapi pengamat hak asasi manusia mengatakan tidak banyak yang berubah, meskipun Korut telah meningkatkan hubungan diplomatik.

HAM hampir pasti tidak akan dibicarakan pada KTT Trump-Kim, tetapi mereka kemungkinan akan mendiskusikan kesepakatan yang memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan atau membiarkan keluarga yang terpisah sejak perang bertemu kembali.

Mengapa Korut tidak memiliki listrik?

Ini adalah pertanyaan yang paling banyak dicari di Google – karena foto satelit seperti ini. Daerah gelap di tengah adalah Korea Utara, di antara Cina, Korsel dan Jepang.

Jawabannya adalah Korut tidak memiliki pasokan listrik yang luas dan dapat diandalkan.

Pembangkit listrik dan bendungan pembangkit air sudah tua dan mengalami kelangkaan bahan bakar dan suku cadang. Pasokan listrik diprioritaskan untuk kepentingan militer dan resmi.

Di luar perkotaan, banyak orang bergantung kepada generator yang mahal dan berisik, meskipun demikian menurut NK News, panel matahari – yang murah dan dapat diandalkan – menjadi semakin banyak digunakan untuk kepentingan rumah tangga.

Apakah AS akan pernah menyerang Korut?

Hal ini sering ditanyakan di internet, terkait dengan cerita ancaman dari Korut.

Secara teoritis, ya bisa saja, tetapi hanya sedikit pengamat yang mengatakan ini adalah sebuah ide yang baik.

Pertama terdapat masalah etika – terdapat 25 juta orang di Korut – sebagian besar adalah korban pemerintah, mereka bukanlah yang menimbulkan masalah.

Menyingkirkan Kim dan para pemimpin senior akan berisiko menciptakan ketidakstabilan di negara yang rapuh dan miskin – yang akan menyebabkan masalah pengungsi. Ini sangat ingin dihindari para negara tetangga karena akan membuat kawasan tidak stabil.

Dan Korut memiliki senjata nuklir, kimia dan biologis, disamping militer yang siap berperang. Kecuali dilumpuhkan seketika, semuanya akan menyerang balik, meskipun hanya untuk waktu terbatas.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ironi Guru Agama Cabuli Anak Didiknya

Jakarta – Bak petir di siang bolong, orang tua sejumlah siswi di sebuah SD negeri di Kota Bangun, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, terkejut mendengar laporan anak-anak mereka yang mengaku telah dicabuli. Pelakunya lebih mengejutkan lagi, guru agama di sekolah tersebut. Semua pun kompak membawa kasus ini ke polisi.

Kasus ini bisa terungkap berkat adanya salah seorang siswi yang melapor kepada orang tuanya. Orang tua siswi tersebut kemudian memberi tahu ke orang tua murid lainnya apakah anak mereka pernah dicabuli pelaku. Sejumlah siswi pun mengamini. Para orang tua ini kemudian mendatangi rumah kepala sekolah dan meminta hal ini diusut.

Kepala sekolah setelah melakukan pemanggilan mengatakan, guru berinisial BS (57) ini tidak mengakui perbuatannya. Tidak terima, para orang tua lalu melapor ke Polsek Kota Bangun.


Polisi kemudian mendatangi rumah dan menangkap BS. Sejumlah barang bukti disita dari pelaku dan korban. Saat diperiksa, BS akhirnya mengakui perbuatannya mencabuli pelaku. BS pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Ilustrasi pencabulan anakIlustrasi pencabulan anak Foto: Andhika Akbarayansyah

“Dia mengakui perbuatannya saat diamankan,” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (25/2/2019).
AKP Damus menceritakan, BS melakukan perbuatan cabulnya ini di dalam kelas. BS memangku siswi, dan di saat bersamaan tangannya meraba tubuh dan kemaluan korban. Parahnya, BS juga memperlihatkan film porno.

“Kalau dari keterangan anak-anak, kita sampaikan beberapa orang dikasih lihat film-film telanjang. Cuma kita cari di HP-nya belum ketemu,” ucapnya.

Para korban yang rata-rata berusia 8-9 tahun tidak kuasa melawan saat dicabuli BS. Menurut AKP Damus, para korbannya diancam oleh tersangka agar tidak memberitahukan perbuatan tersebut kepada siapapun.

“Korban diancam kalau menolak atau ngasih tahu ke orang tua nggak dikasih nilai agama,” ujar AKP Damus.

Dikabarkan ada lebih dari 10 siswi yang jadi korban kebiadaban BS. Namun menurut AKP Damus, sejauh ini ada 9 orang siswi yang mengakui pernah dicabuli BS.

Ironi Guru Agama Cabuli Anak DidiknyaFoto: Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa (ist)

“Ada 6 orang yang diraba-raba alat vitalnya. Pahanya, dadanya, sambil dipangku. Ada 3 orang juga yang sempat kemaluannya dimasuki pakai jari tersangka,” ujar AKP Damus.

AKP Damus menegaskan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. Polisi masih mendalami apakah ada siswi lainnya yang jadi korban. Tersangka juga masih didalami keterangannya soal motifnya melakukan perbuatan biadab tersebut.

“Sementara sih pengakuannya sekadar iseng saja,” ucapnya.

BS saat ini mendekam di ruang tahanan Polres Kukar. Dia dijerat pasal 287 KUHP dan pasal 76e juncto pasal 82 ayat 2 UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Kita juga nantinya mau undang psikiater untuk memeriksa apakah dia ada gangguan jiwa. Tersangka ini sudah berumur juga,” ujar AKP Damus.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy telah merespons adanya kasus ini. Dia mengatakan perbuatan BS tidak bisa ditoleransi.

“Sangat sangat tidak ditoleransi itu,” ujar Muhadjir kepada wartawan di SMAN 15 Kota Bekasi, Ciketing Udik, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/2).

Muhadjir mengaku belum membaca berita terkait kasus pencabulan guru agama tersebut kepada 9 orang siswi ini. Namun, menurut Muhadjir, pelanggaran yang dilakukan oleh guru agama tersebut mesti ditelaah lebih dalam.

“Pokoknya guru itu kalau melakukan pelanggaran, pertama harus dicek apakah dia pelanggaran etik atau pelanggaran pidana. Kalau pelanggaran etik, itu urusannya dengan dewan etik, kalau itu di daerah biasanya akan ditangani dengan kepala dinas, dan tim yang dibentuk untuk mengecek dia,” jelas Muhadjir.

“Kalau ditemukan ada pelanggaran pidana, ya itu urusannya polisi dan harus ditindak secara hukum,” sambungnya menegaskan.
(hri/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Setop Kampanye Hitam di Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Ketiga perempuan berkerudung itu tertunduk usai digelandang ke Mapolda Jawa Barat. Suara ketiganya tak lagi terdengar, seperti saat melakukan kampanye hitam door to door di Karawang.

Aksi kampanye hitam terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ketiganya terekam kamera. Pada video yang viral di media sosial itu, mereka menyebut, bila Jokowi menang maka suara azan di masjid dilarang, tidak ada lagi yang diperbolehkan memakai hijab, dan pernikahan sejenis dibolehkan.

Pukul 23.30 WIB, Minggu 24 Februari 2019, Polres Karawang dan Polda Jawa Barat menangkap ketiganya di rumah masing-masing. Mereka adalah Engqay Sugiarti (39) warga Babakanmaja, Ika Peranika (36) warga Kalioyod, Karawang, dan Citra Widianingsih, (38) warga Perumnas Bumi Telukjambe, Karawang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, polisi ingin memberi efek jera kepada pelaku dan penyebar kampanye hitam dari penangkapan ketiganya. Tidak peduli dengan sikap atau kampanye hitam itu ditujukan.

Selain itu, lanjut dia, penangkapan ketiganya merupakan tindakan preventif. Polisi dan Bawaslu khawatir, video tersebut dapat memunculkan konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

“Polri akan melakukan tindakan tegas dan terukur siapapun yang melakukan kampanye hitam yang bersifat tidak benar atau bohong. Karena kita tidak ingin tatanan demokrasi ini dirusak oleh berita bohong,” kata Truno di Bandung, Senin 25 Februari 2019.

Terlebih, kampanye hitam sudah masuk dalam tindak pidana. 

“Dalam proses penyelidikan ini tentunya Dirkrimum bersama Bawaslu akan melakukan serangkaian kegiatan bersama untuk mengevaluasi terhadap perbuatan yang diduga adalah tindak pidana pemilu. Namun dalam proses penyelidikan, kita lihat adanya tindak pidana lain terkait pelanggaran yang dilakukan ketiga wanita tersebut,” ujar Truno.

Dia menuturkan, tindakan ketiganya bisa dijerat dengan sejumlah undang-undang. Salah satunya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Direktorat Kriminal Khusus melakukan langkah-langkah penyelidikan tentang adanya dugaan pelanggaran Pasal 28 UU ITE. Termasuk UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang adanya peraturan hukum pidana soal penyebaran berita bohong,” tutur Truno.

Ancaman hukuman terhadap pelanggaran Pasal 28 UU ITE yakni 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Sedangkan pelanggaran terhadap UU No 1 tahun 1946 diancam dengan hukuman 3 tahun penjara.

Menurut dia, penyidik tengah mendalami sangkaan tersebut. Termasuk soal peran masing-masing perempuan tersebut dalam kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Sejauh ini kita masih mendalami dan nanti akan disampaikan,” ujar Truno.

Rabu 29 Januari 2019, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pernah mengimbau semua pihak untuk tidak melakukan kampanye hitam pada Pemilu 2019. Dia mengatakan, boleh saja memberitahukan kekurangan pihak lawan, selama informasinya berdasarkan fakta dan data.

“Tolong kedepankan cara-cara santun, lakukan positif campaign, kampanye tentang program dan keunggulan calon masing-masing, kalau ada negative campaign sebatas tertentu masih bisa kita tolerir,” kata Kapolri, seperti dilansir Antara.

Artinya, lanjut dia, kampanye tentang kelemahan lawan bisa dilakukan selama berdasar fakta dan bertujuan supaya masyarakat paham dalam memilih. Sebab, masyarakat jadi tahu kelebihan dan kekurangan dari calon pemimpin.

“Yang tidak boleh adalah black campaign, kampanye yang faktanya tidak ada tapi diada-adakan,” kata Kapolri di sela pelaksanaan Rapim TNI-Polri 2019 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta.

Dia menuturkan, Polri akan menindak tegas siapapun yang melakukan kampanye hitam dalam Pemilu 2019.

“Itu (kampanye hitam) pidana, pasti akan kita tindak,” janji Kapolri.

2 dari 3 halaman

Bawaslu Bentuk Tim Khusus

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat menurunkan tim khusus untuk mendalami kasus video yang menampilkan ibu diduga melakukan kampanye hitam terhadap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin, di Karawang, Jawa Barat.

“Kami telah berkoordinasi dengan Bawaslu Karawang, sudah melakukan pendalaman atas informasi yang masuk ke kita ya,” kata Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah, di Kota Bandung, Senin 25 Februari 2019.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan investigasi dan menurunkan tim khusus untuk mencari tempat kejadian dari video tersebut dan mencari tahu pihak yang terlibat dalam video tersebut.

“Dari hasil ini memang kami sedang mengumpulkan fakta-fakta yang terjadi. Jadi dalam konteks kami ini masih dalam rangka pengumpulan informasi, sehingga ruang investigasi sedang kami maksimalkan,” ujar Abdullah.

Tim Sentra Gakkumdu sedang menyelidiki dan mendalami terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Pemilu dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, beredar video di Twitter yang menampilkan perempuan berbicara Bahasa Sunda melakukan kampanye hitam yang ditujukan ke capres nomor urut 01, kepada warga.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: