Cuk, Misuh-Misuh Dapat Cuan

Liputan6.com, Surabaya – Cak Cuk Kata Kata Kota Kita, begitu moto dari outlet Cak Cuk yang diprakarsai oleh Dwita Rusmika selaku pemilik outlet Cak Cuk Surabaya, yang berdiri sejak 10 November 2005.

Pria yang karib disapa Dwita ini menceritakan bahwa awal terbentuknya Cak Cuk ini didasari oleh hobinya yang suka jalan-jalan dan melihat kebiasaan orang Indonesia kalau berpergian, dan pulangnya selalu membawa oleh-oleh.

“Jadi pada tahun 2005 itu masih belum ada oleh-oleh alternatif berupa kaus, adanya cuma kuliner makanan saja. Jadi saya mempunyai ide untuk membuat sesuatu yang baru buat orang yang datang ke Surabaya, bisa membawa oleh-oleh alternatif berupa kaus dan merchandise,” tuturnya saat berbincang santai dengan Liputan6.com di salah satu outlet Cak Cuk di Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu, 20 Februari 2019.

Dia melanjutkan ceritanya bahwa pemilihan kata Cak Cuk ini didasari oleh kekhasan bahasa orang Surabaya, sehingga ketika orang melihat kaus Cak Cuk bisa langsung mengerti kalau oleh-oleh itu dari Surabaya.

“Cak Cuk atau Jancuk itu kalau istilah Suroboyoan itu sego jangan (nasi sayur) sudah biasa sehari-hari, kalau ngomong tidak ada Cuk itu serasa kurang, mirip sayur tanpa garam. Jadi kalimat Cak Cuk itu saya capture dan saya curahkan atau tuangkan ke desain kaus sebagai bentuk oleh-oleh yang khas Suroboyoan,” kata Dwita.

Dia mengatakan, dari sesuatu yang khas Suroboyoan itu, saat masuk ke proses produksi kaus, Dwita ingin desain kausnya bisa selaras dengan ikon Surabaya, seperti misalnya yang pertama adalah Surabaya Kota Pahlawan, yang dijabarkan di dalam desain kaus itu berupa gambar Bung Karno, gambar Bung Tomo Bukan Che Guevara, dan gambar Tugu Pahlawan City of Heroes.

“Yang kedua, Surabaya kota makanan, jadi desain kausnya bergambar makanan atau tempat-tempat makan di Surabaya,” ucapnya.

Dan yang ketiga adalah Surabaya kota Meso atau Misuh (memaki), misalnya seperti Misuhvolution (Dari bayi sampai tua sudah bisa meso, au – auk – antuk – ancuk – jancuk – mbokne ancuk). Jadi desain kaosnya bertuliskan kalimat meso-meso khas Suroboyoan, seperti Jancuk, Matamu Picek (Matamu Buta), Mak mu Kiper (Ibu mu penjaga gawang) dan lain sebagainya.

“Jadi kita ada real-nya, kita ada panduannya seperti itu, dan macam- macam desainnya disimpulkan sendiri-sendiri,” ujar Dwita.

2 dari 2 halaman

Perjalanan Bisnis

Dwita menyampaikan bahwa bisnis kaus yang digelutinya ini sudah berjalan 14 tahun. Dwita mengisahkan, dulu waktu awal memulai bisnisnya, dia masih belum punya toko. “Dulu jualannya di pameran-pameran gitu, dan jualan di dalam mobil seperti toko berjalan dan Alhamdulillah sekarang sudah punya toko,” tuturnya.

Dwita mengaku konsistensinya menjual kaus Cak Cuk ini walaupun di dalamnya juga ada cerita suka-duka, naik-turunnya bisnis kaus Cak Cuk. Beberapa bulan setelah berdirinya kaus Cak Cuk ini, bermunculan juga 10 kompetitor yang menjual produk yang hampir sama khas Suroboyoan.

“Namun mungkin karena kita yang lebih dulu dan yang paling awal membuat produk kaus khas Suroboyoan seperti ini, maka sekarang hanya tinggal dua kompetitor saja yang masih bertahan,” katanya.

Dwita menjelaskan, produksi kaus Cak Cuk ini dibuat oleh industri rumahan. Awalnya, dia hanya beli kaus dan menyablonkan ke orang lain. Namun, setelah dua atau tiga tahun Cak Cuk berdiri, dia berpikir jika masih menggunakan sistem yang sama maka tidak bisa menekan ongkos produksi kaus.

“Akhirnya saya beli mesin jahit, beli macam-macam peralatan sablon dan saya mempekerjakan karyawan untuk bagian menjahit dan bagian menyablon. Sehingga kita sekarang sudah punya konveksi sendiri dan punya workshop sendiri,” ucapnya.

Dwita menuturkan, outlet Cak Cuk saat ini sudah ada tujuh, tetapi hanya lima outlet milik sendiri, sedangkan dua outlet lainnya, di Bandara Juanda dan pusat oleh-oleh Pasar Genteng Surabaya, merupakan hasil kerja sama.

“Lima outlet Cak Cuk di Surabaya berada di Jalan Meyjen Sungkono, Jalan Golf seputar Gunung Sari, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kedung Cowek dan Jalan Darmawangsa,” katanya.

Selain menjual merchandise dan kaus yang harganya berkisar Rp 79 ribu serta jaket Rp 160 ribu, Cak Cuk juga mengembangkan bisnisnya dengan membuka sebuah cafe Cak Cuk yang lokasinya bersebelahan dengan outlet Cak Cuk di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

“Harapannya, dengan adanya alternatif oleh-oleh berupa kaus Cak Cuk ini akan semakin diterima oleh warga, terutama oleh warga Surabaya. Dan juga bisa diterima oleh seluruh warga Indonesia, karena yang beli bukan hanya orang Surabaya, melainkan orang dari seluruh Indonesia yang datang ke Surabaya,” Dwita menandaskan.

Top 3 News: Gunung Bromo Waspada, Area Steril 1 Km dari Kawah

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 news hari ini, Gunung Bromo di Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi, Selasa (19/2/2019), pukul 06.00 WIB. Ketinggian kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak Gunung Bromo atau sekitar 2.929 m di atas permukaan laut.

Peristiwa tersebut membuat pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Gunung Bromo pada Level II atau waspada.

Meski dalam dua hari ini Gunung Bromo kerap mengeluarkan abu vulkanik, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru John Kenedie menyebut kondisi masih terbilang kondusif.

Sementara itu, ledakan besar mengejutkan warga sekitar Pasar Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa pagi. Belakangan terungkap ledakan tersebut dari benda diduga bom di dalam pasar yang memang sengaja dihancurkan Polda Jatim.

Debat capres kedua yang baru saja selesai digelar, Minggu, 17 Februari kemarin, kini masih menjadi perbincangan hangat. Pascadebat, jagad maya dihebohkan dengan alat bantu komunikasi atau wireless earphone yang diduga dipakai cawapres nomor urut 1, Joko Widodo atau Jokowi saat ada gagasan serta visi misi untuk merebut suara rakyat di Pilpres 2019.

Apa sikap Jokowi terkait tudingan tersebut? Dia menilai tudingan tersebut merupakan fitnah yang tak bermutu.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Selasa, 19 Februari 2019:

2 dari 5 halaman

1. Gunung Bromo Erupsi, PVMBG Tingkatkan Status Waspada

Gunung Bromo di Jawa Timur erupsi. Peristiwa alam ini terjadi pada pukul 06.00 WIB, Selasa 19 Februari 2019.

“Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak (± 2.929 m di atas permukaan laut),” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (19/2/2019).

Kolom abu, beber Kasbani, terlihat warna putih hingga coklat dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal Condong ke timur laut.

Akibat peristiwa tersebut, PVMBG meningkatkan status Gunung Bromo pada Level II atau waspada.


Selengkapnya…

3 dari 5 halaman

2. Ledakan Terdengar di Pasar Sampang Cilacap

Suara ledakan terdengar di Pasar Sampang di Kabupaten Cilacap, Selasa (19/2/2019). Suara ledakan yang terdengar sekitar pukul 09.21 WIB itu mengagetkan warga.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Cilacap, AKP Bintoro Wasono, membenarkan kejadian tersebut. Belakangan dilaporkan kuatnya ledakan dari benda diduga bom yang sengaja dihancurkan tim gegana dari Polda Jateng. 

Polres Cilacap dan sejumlah personel ke Pasar Sampang langsung diturunkan ke TKP untuk melakukan pengecekan sumber ledakan dan sterilisasi lokasi.


Selengkapnya…

4 dari 5 halaman

3. Tudingan Tanpa Bukti Jokowi Pakai Alat Bantu Komunikasi

Jagad maya tiba-tiba heboh pascadebat kedua Pilpres 2019 yang digelar pada Minggu 17 Februari 2019. Lantaran, calon presiden Joko Widodo atau Jokowi dituding menggunakan alat bantu komunikasi atau wireless earphone dalam debat capresmenghadapi Prabowo Subianto. 

Tudingan tersebut muncul di akun facebook. Si pengguna memajang foto Jokowi yang tengah menekan telinga dan memencet pulpen.

Sisa depat capres, meninggalkan tanda tanya. BPN (Badan Pemenangan Nasional) harusnya memeriksa telinga Jokowi, ada earphone atau tidak, jika ada, patut dipertanyakan untuk apa itu earphone, cek juga pulpen yang dipegang Jokowi,” tulis si pengguna.

Dalam keterangan foto juga tertulis: “Ada apa di kuping? Ada wireless earphone? Apa yang sedang didengarkan? Mendengarkan arahan? atau mendengarkan rekaman jawaban?”  

Apa tanggapan Jokowi?


Selengkapnya…

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Intip Gerak Saham Smartfren dan XL Axiata

Liputan6.com, Jakarta – Pergerakan saham emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Tbk (FREN) cenderung menguat dalam sepekan.

Adanya kabar kedua emiten telekomunikasi itu akan merger atau konsolidasi membayangi laju saham FREN dan EXCL.

Mengutip data RTI, Selasa (19/2/2019), saham FREN menguat 24,53 persen ke posisi 264 pada periode 11-15 Februari 2019. Saham FREN sempat berada di posisi tertinggi 264 dan terendah 189 persen. Total volume perdagangan saham 1,81 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 408,7 miliar.

Kalau dilihat selama sebulan, saham FREN sudah meroket 95,92 persen ke posisi 288 per saham. Saham FREN sepanjang Februari 2018 sempat berada di posisi tertinggi 324 dan terendah 135 per saham.

Saham FREN membukukan volume perdagangan 5,76 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,3 triliun. Total frekuensi saham 156.520 kali.

Namun, penguatan saham FREN terhenti pada perdagangan Selasa 19 Februari 2019. Saham FREN tergelincir 3,36 persen ke posisi 288 per saham. Volume perdagangan saham tercatat 625,71 juta saham dengan nilai transaksi Rp 190 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 22.120 kali.

FREN pun akan gelar paparan publik insidentil pada Rabu 20 Februari 2019. Dalam paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan kalau perseroan meningkatkan kinerja perusahaan untuk menumbuhkan jumlah pelanggan dan pendapatan. Selain itu, melakukan efisiensi operasional untuk meningkatkan ebitda dan profitabilitas.

Lalu bagaimana pergerakan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL)?

Selama sepekan pada 11-15 Februari 2019, saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) menguat 7,34 persen ke posisi 2.340 per saham. Saham EXCL sempat berada di level tertinggi 2.440 dan terendah 1.995 per saham. Total volume perdagangan saham 354,91 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 781,7 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 31.855 kali.

Sepanjang Februari 2019, saham EXCL meroket 20,28 persen ke posisi 2.610 per saham. Saham EXCL sempat berada di level tertinggi 2.660 dan terendah 1.995 per saham. Total volume perdagangan 664,18 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,5 triliun. Total frekuensi perdagangan 66.156 kali.

Pada perdagangan saham, Selasa 19 Februari 2019, saham EXCL menguat 3,16 persen ke posisi 2.610 per saham. Volume perdagangan saham 71,60 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 185,4 miliar.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar bakal merger dengan Smartfren, Direktur Utama PT XL Axiata Tbk, Dian Sisworini belum dapat menjelaskan hal tersebut. Ia menuturkan, hal itu merupakan wewenang pemegang saham.

“Sudah jadi rahasia umum semua operator sudah berbicara satu sama lain untuk menggali kemungkinan konsolidasi yang memang diperlukan oleh industri telekomunikasi di Indonesia untuk menjadi lebih sehat. Tapi kami tidak bisa memberikan informasi lebih jauh karena hal ini merupakan kewenangan pemegang saham mayoritas,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

2 dari 2 halaman

BEI Awasi Saham Smartfren

Sebelumnya, manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham yang di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA).

BEI menyatakan, informasi terakhir mengenai emiten pada 14 Januari 2019 mengenai laporan penggunaan dana hasil penawaran umum.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham Smartfren itu, perlu disampaikan bursa saat ini mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu juga mengkaji rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana itu belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Bila melihat data RTI, saham FREN sepanjang tahun berjalan 2019, saham FREN melonjak 171,79 persen ke posisi 212 per saham. Saham FREN sempat berada di level tertinggi 224 dan terendah 77 per saham. Total volume perdagangan saham 6,26 miliar. Nilai transaksi Rp 870,8 miliar.

Melihat selama sepekan periode 4-8 Februari 2019, saham FREN menguat 55,88 persen ke posisi 212 per saham. Saham Smartfren sempat berada di level tertinggi 224 dan terendah 136 per saham. Volume perdagangan saham 2,27 miliar saham. Nilai transaksi Rp 427,9 miliar.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sisa Material Pasir Jadi Saksi Dahsyatnya Letusan Gunung Kelud 5 Tahun Silam

Liputan6.com, Kediri – Tepat tanggal 14 Februari 2014, sekitar pukul 22.50 WIB, masyarakat Kediri Jawa Timur dikejutkan dengan peristiwa erupsi Gunung Kelud. Suara petir menggelegar di angkasa bersamaan turunnya hujan abu disertai pasir. Seluruh akses fasilitas umum seperti jalan raya serta rumah penduduk kala itu penuh dengan material pasir.

Dalam peristiwa fenomena alam tersebut, masyarakat Kediri patut bersyukur karena erupsi yang terjadi saat itu tidak membawa dampak jatuhnya korban jiwa. Karena itu Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Kediri Jawa Timur, menggelar acara tasyakuran untuk mengenang peristiwa erupsi Gunung Kelud 5 tahun lalu.

Hadir dalam acara tasyakuran mengenang lima tahun erupsi Gunung Kelud tersebut, yakni Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Triyono Kutut, serta Kordinator Taruna Siaga Bencana (tagana) Kota Kediri, Bambang Rihadi bersama anggota, dan Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Adi Sutrino.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, meski peristiwa erupsi sudah berlangsung lima tahun lalu, tetapi dampaknya hingga sekarang masih terlihat terutama sisa material pasir.

“Kalau di Kediri ini dampaknya kan di atap sama di selokan ya. Kalau di atap berdampak sampai sekarang, karena ada beberapa atap yang tidak bisa bersih walau kita bersihkan,” tuturnya, Jumat (15/2/2019).

“Rumah warga dan sekolahan tapi sudah mendingan. Di saluran pembuangan air, selokan atau got-got kita banyak sedimen, tapi lambat laun sedimen sudah mulai berkurang karena tim dari Pemerintah Kota Kediri terus membersihkan secara berkala,” katanya.

2 dari 2 halaman

Hikmah dari Letusan Gunung Kelud

Ada hikmah atau faedah yang diambil dalam peristiwa erupsi Gunung Kelud lima tahun silam, di mana mayarakat Kota Kediri saat itu saling bergotong-royong, bahu-membahu bekerja sama bertujuan untuk membersihkan sisa material pasir Gunung Kelud yang menumpuk.

“Kita bukan menasyakuri mbeledose (meletusnya) Gunung Kelud. Tapi kita syukuri gerakan kita bersama. Ada DKP, PU, TNI, Polri, kita bersama-sama menanggulangi efek erupsi Kelud di Kota Kediri,” ucap pria yang akrab disapa Mas Abu ini.

Ia teringat kala itu dirinya sempat memberikan imbauan kepada masyarakat Kota Kediri, untuk membersihkan timbunan pasir yang ada dirumahnya masing-masing dengan pemberian bantuan karung plastik.

“Saya kasih satu karung tiap rumah agar bisa digunakan untuk membersihkan pasir. Bahkan, ada juga yang beli karung sendiri. Mudah-mudahan kita bisa memperingati semangatnya. Semangat kebersamaan seperti tahun lalu,” ujar Wali Kota Kediri.

Seperti diketahui, wilayah Kota Kediri sempat menjadi tujuan bagi para pengungsi asal Kabupaten Kediri saat terjadi erupsi Gunung Kelud. Ratusan pengungsi ketika itu ditempatkan di salah satu ruangan yang lokasinya di area perkantoran Pabrik Gula Pesantren.


Simak video pilihan berikut ini:

Profil Didit Hediprasetyo, Anak Prabowo dan Titiek Soeharto yang Pilih Jadi Desainer

Liputan6.com, Jakarta Sejak Pilpres 2014, nama Prabowo Subianto sudah sangat akrab dan kerap muncul di berbagai media. Ya, Prabowo juga sempat mencalonkan diri sebagai presiden di pilpres periode lalu. Kini namanya selalu ada di mana-mana karena kembali bertarung di pemilihan presiden 2019 ini.

Tak cuma soal sepak terjangnya di dunia politik, kehidupan pribadi Prabowo pun turut menjadi perhatian. Termasuk soal kehidupan Didit Hediprasetyo yang tak lain anak tunggalnya hasil pernikahan dengan Titiek, putri Presiden Soeharto.

Beda dari kedua orangtuanya, nama Didit Hediprasetyo memang tak begitu ramai dibicarakan publik. Kalau kedua orangtuanya berkiprah di dunia politik, Didit ternyata tak mengikuti jejak mereka.

Diketahui Didit Hediprasetyo lebih memilih berkecimpung di dunia fashion. Bukan desainer sembarangan, Didit Hediprasetyo sudah menorehkan prestasi di bidang desain dan fashion.

2 dari 3 halaman

Didit Hediprasetyo Berprestasi di Bidang Desain dan Fashion

Didit Hediprasetyo tinggal di Paris, Prancis dan mengenyam pendidikan di Parsons School of Design New York and Paris. Ilmu yang didapatkannya ini membuat bakatnya dalam desain busana semakin terasah.

Pada tahun 2006, Didit Hediprasetyo mendapatkan Silver Thimble Award dan gelar Bachelor of Fine Arts di Fashion Design pada tahun 2007.

Pria kelahiran 22 Maret 1984 ini sudah mendunia berkat karya luar biasa yang sudah diciptakannya. Karya-karya Didit Hediprasetyo di dunia fashion sudah dikenal di kancah internasional, bahkan sempat dipublikasikan majalah mode ternama Vogue.

Busana rancangan Didit Hediprasetyo sudah beberapa kali muncul di pertunjukan fashion tingkat dunia, Paris Fashion Week salah satunya. Tidak hanya itu, Didit Hediprasetyo juga menjadi salah satu desainer interior mobil BMW Individual Series 7 edisi khusus lima unit di seluruh dunia pada tahun 2015.

Beberapa selebriti Tanah Air juga suka dengan rancangannya. Seperti Anggun C Sasmi, Bunga Citra Lestari adalah beberapa nama yang senang mengenakan busana karya Didit Hediprasetyo. Bahkan baru-baru ini, karya Didit Hediprasetyo juga dipakai oleh pemeran Ada Apa Dengan Cinta yaitu Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo pada September 2019 lalu.

3 dari 3 halaman

Didit Hediprasetyo Dekat dengan Seleb Dunia

Sebagai seorang desainer ternama, Didit Hediprasetyo juga dekat dengan banyak seleb dunia. Baru-baru ini, Didit Hediprasetyo ikut menghadiri pesta ulang tahun selebriti Hollywood, Paris Hilton. Kehadiran Didit Hediprasetyo ini terungkap dari unggahan Instastory-nya pada Kamis 14 Februari 2019 lalu.

Dalam video tersebut, Didit memperlihatkan suasana pesta dengan warna gemerlap warna pink dengan balon berbentuk hati. Iringan musik cukup kencang terdengar dari video tersebut. Tak lupa, Didit Hediprasetyo menuliskan ucapan selamat ulang tahun dengan menyebut akun milik Paris Hilton.

Didit memperlihatkan kedekatan dirinya bersama Paris Hilton dan adiknya Nicky Rothschild tengah berpose di depan fotografer di pesta tersebut. Tidak hanya itu, ternyata dahulu dikabarkan Didit Hediprasetyo pernah menjalin kisah asmara dengan artis cantik Velove Vexia.

Kakorlantas Soal Tol ‘Pembunuh Bayaran’: Respons Publik di Trans Jawa Positif

Jakarta – Tol Trans Jawa disebut Kakorlantas Irjen Refdi Andri mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. Pernyataan itu sekaligus menepis tudingan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, yang menyebut tol yang dibangun di masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pembunuh bayaran.

“Saya kira respons masyarakat sangat baik sekali, utamanya yang melintasi sana, yang kita tanya pada saat mereka melintas,” ucap Refdi kepada detikcom, Minggu (17/2/2019).

Pada saat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, polisi memang menggelar Operasi Lilin. Jalur tol Trans Jawa menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mobilitas.

“Saya kira semuanya menyampaikan positif (mengenai Tol Trans Jawa),” imbuh Refdi.

Sebelumnya dalam suatu acara diskusi pada Sabtu, 16 Februari kemarin, Dian menyebut tol yang dibangun di masa pemerintahan Jokowi sebagai ‘pembunuh bayaran’. Alasannya, kondisi jalan berbayar itu sering menyebabkan kecelakaan.

“Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati,” kata Dian saat itu.

Menurut Dian, ada jalan tol yang pembangunan-pembangunannya mengabaikan keselamatan manusia. Dian menuding bentuk tol yang dibangun Jokowi adalah rigid pavement yang dapat menyebabkan ban cepat panas dan meletus.

“Karena itu jalan yang dibangun oleh Jokowi itu tidak memenuhi standar highway atau flexible pavement ini karena tidak ditambah aspal. Ini persoalan safety ini diabaikan. Emang rigid pavement itu kan abis kerikil, beton, kemudian aspal. Kalau ditambahin aspal itu adalah high grade, mestinya itu ditambahkan di situ tapi itu tidak,” ujar Dian.

“Jadi yang saya maksud itu adalah itu padahal jalan tol itu adalah flexible pavement itu artinya diaspal, ternyata jalan Jokowi itu khususnya, misalnya Jakarta-Solo, Solo-Boyolali itu rigid pavement,” sambungnya.

(dhn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kakorlantas Tepis ‘Tol Jokowi Pembunuh Bayaran’: Sudah Layak Uji

JakartaKakorlantas Irjen Refdi Andri bicara tudingan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, tentang jalan tol ‘pembunuh bayaran’. Refdi menyebut jalur tol yang ada saat ini tentunya sudah melalui proses kelayakan.

“Yang namanya pembangunan itu kan, mana kala sudah selesai dia kan lakukan uji. Itu namanya uji layak fungsi jalan. Baru perencanaan saja sudah dilakukan evaluasi, menjelang dioperasionalkan juga dilakukan evaluasi, dilakukan pengkajian,” sebut Refdi kepada detikcom, Minggu (17/2/2019).

Dian Fatwa sebelumnya menyamakan jalan tol yang dibangun semasa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebagai pembunuh bayaran karena, menurutnya, banyak menyebabkan kecelakaan. Namun Refdi menyebut faktor penyebab kecelakaan tidak hanya pada infrastruktur.
“Kalau faktor-faktor kecelakaan itu kan banyak, ada faktor manusianya, ada faktor cuaca juga, ada faktor kendaraan juga, faktor jalur juga, dan pada umumnya juga tidak sendiri-sendiri,” ujar Refdi.

Tol ‘pembunuh bayaran’ itu disebut Dian lantaran bentuknya sebagai rigid pavement atau jalanan yang kaku dan–menurutnya–tidak memenuhi standar sebagai jalan tol karena tidak ditambah aspal. Dia mencontohkan jalur tol itu seperti di Trans Jawa. Namun anggapan itu ditepis Refdi.

“Cukup bagus saya kira. Sarana-prasarana memadai, kemudian lajurnya juga cukup bagus, kemarin kita juga lakukan survei sebelum Natal, sebelum Tahun Baru kita lakukan survei,” ucap Refdi.

Tudingan tol ‘pembunuh bayaran’ itu awalnya disampaikan Dian dalam suatu acara diskusi pada Sabtu, 16 Februari 2019. Dia menyindir pembangunan tol di masa pemerintahan Jokowi yang mengabaikan keselamatan manusia karena, menurutnya, bangunan tol itu tidak memenuhi standar sehingga menyebabkan kecelakaan.

“(Sebanyak) 90 persen (penyebab kecelakaan di tol) karena apa? Karena bannya meletus, karena aspalnya banyak diamplas, karena pembangunan aspalnya tidak sampai 5 centimeter,” ucap Dian.

“Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati,” imbuh Dian.

(dhn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

‘Tol Jokowi’ Bikin Ban Cepat Panas dan Bisa Meletus, Benarkah?

JakartaJuru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, menyebut tol yang dibangun oleh Jokowi membuat ban cepat panas dan cepat meletus. Dian Fatwa beralasan, jika ban kendaraan bergesekan dengan jalan tol yang bentuknya rigid pavement, ban akan cepat panas hingga meletus.

Menurutnya, dengan rigid pavement sangat membahayakan bagi kendaraan khususnya bus dan truk yang memiliki ban tipis. Benarkah demikian?

Menurut Zulpata Zainal, Manager On Vehicle Test (OVT) PT Gajah Tunggal (produsen ban GT Radial), pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar. Kata Zulpata, kalau ban dalam kondisi standar dan tidak kekurangan angin, jalanan apa pun tetap aman-aman saja.

“Pertama kalau bannya standar, maksudnya keausan nggak tipis banget, kan ada namanya TWI atau tread wear indicator kalau itu diikuti misalnya untuk passanger car sisanya ban 1,6 milimeter misalnya, pokoknya masih di atas TWI, itu dianggap standar. Yang kedua, tekanan angin sesuai yang disarankan oleh pabrikan mobil. Yang ketiga beban sesuai kapasitas kendaraan yang direkomendasikan oleh pabrik mobil. Terakhir ban itu diperuntukkan memang untuk kendaraannya itu. Kalau itu semua sudah dipenuhi, itu kemungkinannya kecil untuk pecah ban kalau dipakai normal,” jelas Zulpata kepada detikOto melalui sambungan telepon, Minggu (17/2/2019).

Artinya, Zulpata menjelaskan, kalau empat faktor tersebut terpenuhi dalam keadaan normal, ban dipakai di jalan apa pun tetap aman. Terlebih, pabrikan ban sudah memperhitungkan segala hal sebelum menjual produknya secara massal, termasuk pengujian ketahanan ban di berbagai kondisi jalan.

“Dengan syarat nggak ada paku, nggak ada batu yang menancap, pokoknya normal semua, kendaraan juga remnya nggak macet segala macam, pokoknya normal itu aman,” tambah Zulpata.

Untuk itu, setiap pengendara diwajibkan selalu mengecek kondisi ban kendaraannya. Maklum, ban merupakan perangkat satu-satunya yang menempel langsung ke jalan. Ban juga menentukan keselamatan saat berkendara. Jika ban tidak sesuai, risikonya bisa kecelakaan.

“Yang bahaya itu yang kurang angin ban. Jalan tol itu kan nggak semuanya rata, ada bumpy. Kalau angin ban kurang, dinding ban akan naik turun ikutin jalan yang nggak rata itu, lama-lama benang di dinding ban putus. Tapi kalau angin cukup, atau dilebihkan 5 psi itu kan posisi (dinding ban)-nya tegak, itu nggak banyak defleksi bannya,” kata Zulpata.

“Makanya untuk itu, sebelum masuk tol (atau sebelum berkendara) kita sarankan cek dulu kondisi mobil, kondisi bannya, kalau udah beres mau jalan apa juga nggak ada masalah,” tambahnya.

“Yang terakhir setiap jalan tol pasti punya batas kecepatan. Misalnya batas kecepatan maksimal di 100 km/jam, itu memang sudah dihitung oleh pemerintah. Selain untuk mencegah ban lelah, kontrol kita lebih mudah,” sebutnya. (rgr/ddn)

BPN Sebut Tol ‘Pembunuh Bayaran’, Punya Sandiaga atau Jokowi?

Jakarta – Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, menuding jalan tol yang dibangun oleh pemerintah Presiden Joko Widodo sebagai pembunuh bayaran. Permukaan jalan yang berupa rigid beton jadi sorotannya.

“Jadi semua jalan yang dibangun oleh Jokowi adalah jalan yang bentuknnya adalah rigid pavement itu adalah sebetulnya terbentuk dari beton, dengan beton ini gesekan antara ban itu kalau dengan kecepatan tinggi cepat panas dan cepat meletus seperti diamplas,” kata Dian Fatwa kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019) malam.

Sederet jalan tol baru yang dibangun di era Presiden Jokowi memang umumnya masih menggunakan jalan dengan permukaan rigid beton. Hal ini sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk tol baru.


Mengingat sebagian besar ruas tol Trans Jawa merupakan tol baru, maka SPM yang dibebankan hanya bersifat fasilitas dasar. Seperti permukaan jalan yang berupa rigid beton tak beraspal.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Saleh menerangkan beban SPM akan ditingkatkan seiring dengan peningkatan arus lalu lintas dan pendapatan jalan tol. Peningkatan beban SPM juga menjadi tolak ukur kelayakan tol yang bersangkutan menaikkan tarif.

Beberapa hari yang lalu Tim detikFinance menjajal jalur Tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Semarang. Sebagian besar memang masih berupa jalan beton. Salah satunya adalah tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Sebagian besar permukaan jalan tol sepanjang 116 km itu masih berupa rigid beton. Namun, permukaan jalan cukup nyaman lantaran permukaannya rata.

Sandiaga Uno pernah mengakui saat Tol Cipali mulai dibangun, dia masih memiliki saham di PT LMS. Namun, setelah maju sebagai salah satu kontestan di Pilkada DKI 2017, Sandiaga mengaku melepas sahamnya di PT LMS.

“Pengoperasian dan konstruksinya dilakukan oleh konsesi saat saya masih jadi pengusaha. Kebetulan saya yang mendirikan (PT LMS). Tapi sekarang saya di politik, sudah tidak lagi ada hubungan usaha,” terang Sandiaga Selasa (12/6/2018) silam. (dna/tor)