Jejak Kepala Kemenag Jatim yang Diamankan KPK Bersama Ketum PPP Rommy

Surabaya – Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin ikut diamankan KPK dalam OTT Ketum PPP Romahurmuziy di Hotel Bumi Surabaya. Seperti apa latar belakang Haris sampai akhirnya menjadi tersangka KPK?

Dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Haris menjabat sebagai orang nomer satu di Kanwil Kemenag Jatim sejak 5 Maret 2019 lalu. Sebelumnya, Haris yang juga menantu Roziki, Ketua Timses Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim 2019, hanya menjabat sebagai Pjs (pejabat sementara) sejak Oktober 2018.

“Sudah definitif tanggal 5 Maret lalu, 10 hari berarti sampai sekarang,” kata Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kementerian Agama, Markus, kepada wartawan, Jumat (15/3/2019) kemarin.


Sayangnya, baru 10 hari menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim, Haris tersandung masalah dengan KPK. Karir Haris pun sebenarnya terbilang melesat. Sebelum menjabat sebagai Pj Kakanwil, dia sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik, kemudian Kemenag Kota Surabaya.

Hari ini, selain Ketum PPP Romahurmuziy (RMY), KPK juga menetapkan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS) dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ)sebagai tersangka dalam kasus seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Haris disebutkan pernah menyetor duit Rp 250 juta ke Rommy.

Jejak Kepala Kemenag Jatim yang Diamankan KPK Bersama Ketum PPP RommyFoto: Istimewa

“Pada 6 Februari 2019, HRS diduga mendatangi rumah RMY untuk menyerahkan uang Rp 250 juta terkait seleksi jabatan untuk HRS sesuai komitmen sebelumnya. Pada saat inilah diduga pemberian pertama terjadi,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3/2019).

Laode mengatakan kasus ini bermula ketika Kementerian Agama Jatim membuka lelang jabatan pada 2018. MFQ disebutkan mendaftar posisi untuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan HRS mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Wilayah Agama Provinsi Jawa Timur.

Dalam kasus tersebut, MFQ dan HRS diduga menemui Rommy dan pihak lain untuk mengurus proses lulus seleksi jabatan. Namun, pada Februari 2019, HRS justru tak tercantum untuk diusulkan ke Menag.

“Pada sekitar pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama HRS tidak termasuk 3 nama yang akan diusulkan ke Menteri Agama RI. Diduga terjadi kerja sama pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan tinggi Kementerian Agama RI tersebut,” tutur Laode.

Pada Maret 2019, Haris kemudian dilantik Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Setelah itu, Laode juga menyebut ada transaksi Rp 50 juta ke Rommy.

“Selanjutnya, pada 12 Maret 2019, MFQ berkomunikasi HRS untuk dipertemukan dengan RMY. Tanggal 15 Maret 2019, MFQ, HRS, dan AHB bertemu dengan RMY untuk penyerahan uang Rp 50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan MFQ,” katanya. <!–

–>
(bdh/sun)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Duit yang Diamankan dari OTT Romahurmuziy Ratusan Juta Rupiah

Jakarta – KPK mengamankan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur. Ada duit ratusan juta rupiah yang diamankan dalam OTT ini.

“Uang yang diamankan seratusan juta (rupiah),” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Sabtu (16/3/2019).

Dia mengatakan duit itu di luar dugaan-penerimaan sebelumnya alias bukan pemberian pertama. Namun Febri belum menyebutkan detail jumlah uang yang diamankan tersebut.
“Ini di luar dugaan-penerimaan sebelumnya,” ucapnya.

KPK sebelumnya menyebut ada enam orang yang terjaring dalam OTT di Jatim. Unsur yang terjaring OTT itu adalah anggota DPR, swasta, dan pejabat Kementerian Agama di daerah.

KPK menduga transaksi suap yang dilakukan para pihak yang diamankan itu terkait pengisian jabatan di Kemenag (Kementerian Agama). Namun, KPK belum menjelaskan detail jabatan yang dimaksud.

“Pengisian jabatan di Kemenag pusat dan daerah,” ucap Febri.

Saat ini Rommy masih berada di gedung KPK, Jakarta. Status hukum Rommy dan mereka yang diamankan saat ini masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status hukum Rommy dkk.
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kakanwil Kemenag Jatim Diduga Ikut Diamankan KPK, Keluarga Putus Kontak

Surabaya – Kakanwil Kemenag Jatim diduga ikut diamankan KPK bersama Ketum PPP Romahurmuziy. Hingga kini keluarganya belum bisa menghubungi Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin.

Mertua Haris yang juga merupakan Ketua Jaringan Kiai Santi Nasional (JKSN) untuk Jokowi-Ma’ruf, M Roziqi mengatakan hingga kini belum bisa menghubungi menantunya.

“Oh iya kalau itu menantu saya. Saya sendiri sampai sekarang kan komunikasi belum bisa,” kata Roziqi saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (15/3/2019).


Roziqi yang sempat menjadi Ketua Tim Pemenangan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini menambahkan dirinya tak mengetahui informasi terkait tertangkapnya Haris. Karena sejauh ini belum ada informasi dari KPK.

“Salah tanya kalau sama saya, saya kan ndak tahu apa-apa,” imbuhnya.

Saat ditanya terkait kapan terakhir berkomunikasi dengan Haris, Roziqi menambahkan dirinya memang jarang berkomunikasi.

“Komunikasi kapan ya? Saya jarang komunikasi kan sudah berkeluarga sendiri,” pungkasnya.
(hil/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Praktek Prostitusi di Apartemen Kebagusan City, 8 Orang Diamankan

Jakarta – Tiga unit kamar di Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selan digerebek. Penggerebekan dilakukan menyusul adanya informasi terkait praktek prostitusi di kamar tersebut.

Kepala Sekuriti Apartemen Kebagusan City Bernard T Wahyu Wiryanata mengatakan, penggerebekan dilakukan secara rutin. Penggerebekan dilakukan di lantai 10, 17 dan 19 apartemen dengan melibatkan tim gabungan dari pengelola apartemen, Polsek Pasar Minggu dan Satpol PP.

“Jadi gini, ini kan mulai marak peredaran narkoba dan prostitusi online di hunian terutama di apartemen. Jadi kita memang rutin melakukan razia, terutama prostitusi online ada beberapa yang di bawah umur sering kita tangkap, termasuk narkoba,” jelas Bernard kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/3/2019) malam.

Delapan orang diamankan dari 3 unit kamar, terdiri dari 5 perempuan dan 3 orang laki-laki. Para perempuan yang diduga penjaja seks komersil (PSK) diserahkan ke Sudinsos Jakarta Selatan untuk pembinaan.

“Kalau ada bukti tindak unsur pidana terpenuhi, ada pelaku perdagangan manusia kita serahkan ke Polres. Kalau tidak ada hanya prostitusi online tanpa ada pelaku mucikarinya kita serahkan ke Satpol PP, nanti diserahkan ke dinas sosial,” tuturnya.

Bernard menuturkan, dari 8 orang tersebut, salah satunya seorang laki-laki yang diduga muncikari. Pria ini mengaku membantu teman perempuannya untuk mencari pelanggan.

“Jadi ada satu mucikari. Mengaku memang dari Bandung untuk membantu temennya mencari tamu, memperjualbelikan temen perempuannya itu,” sambungnya.

Muncikari ini memiliki 3 angel. Mereka sengaja datang dari Bandung ke Jakarta untuk melakukan praktek prostitusi di apartemen tersebut.

“Mereka sewa sudah 2 hari di sini dan ada satu memperdagangkan dirinya sendiri sudah 7 bulan di sini tapi belum kedeteksi,” imbuhnya.
(mei/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Praktik Prostitusi di Apartemen Kebagusan City, 8 Orang Diamankan

Jakarta – Tiga unit kamar di Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, digerebek. Penggerebekan dilakukan setelah adanya informasi terkait praktik prostitusi di kamar tersebut.

Kepala Sekuriti Apartemen Kebagusan City Bernard T Wahyu Wiryanata mengatakan penggerebekan dilakukan secara rutin. Penggerebekan dilakukan di lantai 10, 17, dan 19 apartemen dengan melibatkan tim gabungan dari pengelola apartemen, Polsek Pasar Minggu, dan Satpol PP.

“Jadi begini, ini kan mulai marak peredaran narkoba dan prostitusi online di hunian, terutama di apartemen. Jadi kita memang rutin melakukan razia, terutama prostitusi online ada beberapa yang di bawah umur sering kita tangkap, termasuk narkoba,” jelas Bernard kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/3/2019) malam.

Delapan orang diamankan dari 3 unit kamar, terdiri atas 5 perempuan dan 3 laki-laki. Para perempuan yang diduga penjaja seks komersial (PSK) itu diserahkan ke Sudinsos Jakarta Selatan untuk diberi pembinaan.

“Kalau ada bukti tindak unsur pidana terpenuhi, ada pelaku perdagangan manusia, kita serahkan ke Polres. Kalau tidak ada, hanya prostitusi online tanpa ada pelaku muncikarinya, kita serahkan ke Satpol PP. Nanti diserahkan ke Dinas Sosial,” tuturnya.

Bernard menuturkan, dari delapan orang tersebut, salah satunya seorang laki-laki yang diduga muncikari. Pria ini mengaku membantu teman perempuannya mencari pelanggan.

“Jadi ada satu muncikari. Mengaku memang dari Bandung untuk membantu temannya mencari tamu, memperjualbelikan teman perempuannya itu,” sambungnya.

Muncikari ini memiliki tiga angel (sebutan untuk PSK). Mereka sengaja datang dari Bandung ke Jakarta untuk melakukan praktik prostitusi di apartemen tersebut.

“Mereka sewa sudah dua hari di sini dan ada satu memperdagangkan dirinya sendiri sudah 7 bulan di sini tapi belum kedeteksi,” imbuhnya.
(mei/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diduga Terlibat Prostitusi Online, 8 Wanita Diamankan dari Apartemen Kebagusan City

Liputan6.com, Jakarta – Pengelola Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, melakulan operasi penggerebekan prostitusi online. Dibantu pihak Kelurahan Kebagusan, Babinkamtibnas, dan Polsek Pasar Minggu, tim menangkap 8 pelaku.

Pantauan Liputan6.com, Kamis (14/3/2019), tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 19.00 WIB. Kamar pertama disasar dan diamankan dua perempuan dengan satu pria.

Setelah dibawa ke posko, tim kemudian bergerak ke kamar berikutnya dan mengamankan tiga perempuan dan satu pria yang diduga muncikari.

Satu wanita lagi ditangkap sedang melayani pelanggan di kamar lantai 10 Tower C. Dia mengaku berasal dari Solo dan sudah tujuh bulan menyewa satu unit apartemen tersebut.

Seluruh pelaku prostitusi online itu menawarkan jasa esek-esek lewat aplikasi Wechat dan Twitter. Mereka mematok tarif hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu jam.

Kepala Keamaman Apartemen Kebagusan City, Bernard menyampaikan, pihaknya memang rutin melakukan operasi antinarkoba dan prostitusi online. Melalui kamera pengawas atau CCTV, mereka mencatat penghuni dengan gerak-gerik mencurigakan.

“Mereka memperdagangkan sendiri dirinya dengan tarif variatif. Mereka banyak nggak ngaku berapa kalinya tapi dari CCTV, semalam bisa empat kali naikkan laki-laki (ke kamar),” tutur Bernard di lokasi.

Lurah Kebagusan Leo Yudhantara menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah pengelola Apartemen Kebagusan City yang peduli dengan bahayanya narkoba dan prostitusi online.

“Yang dilakukan pengelola luar biasa. Tahu kemajuan perubahan yang tidak online menjadi online. Menjebak melalui sebagai konsumen. Barbuk sudah cukup jelas dan kita akan serahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan,” kata Leo.

Ustaz Jafar Tersangka Perusakan Rumah, 2 Buah Samurai Diamankan

JayapuraUstaz Jafar Umar Thalib menjadi tersangka perusakan rumah warga di Papua. Dua buah samurai miliknya turut diamankan.

“Tersangka JUT (58) mempunyai peran memiliki dua buah Samurai warna merah dan kuning yang selalu ditaruh di dalam mobil Triton miliknya dan menghasut santrinya untuk memperingati ke rumah korban agar mematikan musik rohaninya,” ujar Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (6/3/2019).

Kejadian ini bermula pada Rabu (27/2) pukul 05.30 WIB, saat itu korban bernama Henock Niki (41) memutar musik rohani dengan volume keras di rumahnya, di Jalan Protokol Koya Barat Distrik Muara Tami, Jayapura. Namun, tiba-tiba Henock dikagetkan dengan tujuh orang datang ke rumahnya, tujuh orang itu termasuk ustaz JUT menegurnya karena telah mengganggu ibadah di Masjid. Polisi mengatakan, Ustaz Jafar memerintahkan dua santrinya yakni AJU (20) dan S (42) memakai samurai miliknya untuk memotong kabel dan sound di rumah korban.

“Mereka mengatakan kepada korban bahwa sangat mengganggu ibadah di Masjid karena menyalakan musik dengan volume yang keras, korban menjawab ‘kan Subuh warga Muslim salat pukul 04.15 WIT, kalau jam 05.30 WIT’, kemudian mereka melakukan perusakan dan melarikan diri menggunakan mini bus ke arah selatan,” ujar Dedi.

Akibatnya, Ustaz Jafar dan enam orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka. Polisi merinci peran masing-masing tersangka, yaitu:

1. JUT (58) mempunyai peran memiliki dua buah Samurai warna merah dan kuning yang selalu ditaruh di dalam mobil Triton miliknya dan menghasut santrinya untuk memperingati ke rumah korban agar mematikan musik rohaninya;
2. AJU (20) mempunyai peran membawa samurai warna kuning untuk memotong kabel dan sound di rumah korban;
3. S alias AY (42) mempunyai peran membawa samurai warna merah untuk memotong kabel dan sound korban;
4. AR (43) mempunyai peran ikut masuk ke dalam rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani;
5. IJ (29) mempunyai peran ikut berada di halaman rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani;
6. MM alias Z (31) mempunyai peran ikut berada di halaman rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani;
7. AR alias A (20) mempunyai peran ikut berada di halaman rumah korban dan ikut menegur pemilik rumah untuk mematikan musik rohani.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua buah samurai milik Ustaz Jafar. Selain samurai, polisi mengamankan dua buah speaker dan satu unit mobil yang dipakai tujuh tersangka.

“Barang bukti yang diamankan satu bilah samurai warna kuning, satu bilah samurai warna merah, potongan kabel sound, dua buah speaker sound (rusak), satu unit mobil Mitsubishi Triton warna hitam nomor polisi DS 8366 J,” katanya.

Atas perbuatannya, JUT dan enam santrinya dijerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang membawa, menguasai dan memiliki senjata tajam tanpa ijin dan pasal 170 ayat (2) ke-1 tentang barang siapa dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang.
(zap/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polisi Serahkan Tersangka Kasus Penyebaran Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos ke Kejaksaan

Liputan6.com, Jakarta – Penyidik Cyber Crime Direskrimsus Polda Metro Jaya hari ini mengirim tersangka dan juga barang bukti kasus penyebaran hoaks atas adanya 7 kontainer kotak suara yang telah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tersangka berinisial MIK ini akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Jadi MIK ini adalah tersangka yang melakukan pemberitaan bohong hoaks diupload sekitar tgl 2 Januari, berita adanya 7 kontainer di Tanjung Priok,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 28 Februari 2019.

“Jadi hari ini kita akan mengirim sebagai tanggungjawab penyidik mengirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,” sambungnya.

Kata Argo, berkas tersebut dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan pada Rabu, 27 Februari 2019 kemarin. Artinya, lanjutnya, polisi menyerahkan seluruh tanggungjawabnya kepada Kejaksaan.

“Sebagai tanggungjawab penyidik untuk hari ini menyerahkan tugas dan tanggungjawabnya, menyerahkan tersangka dan barbuk ya. Isinya postingan atau capture yang dilakukan oleh tersangka dan juga handphone,” pungkas Argo.

2 dari 3 halaman

Seorang Guru

Sebelumnya, seorang oknum guru berinisial MIK diciduk usai menyebarkan berita bohong alias hoaks, di Lingkungan Metro Cendana, Kota Cilegon, Banten sekira pukul 22.30 WIB, pada Minggu (6/1/2019). Pria berusia 38 tahun itu diamankan usai posting berita tentang adanya 7 kontainer kotak suara yang telah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, MIK merupakan seorang guru yang sehari-hari mengajar di salah satu Sekolah Menangah Pertama di Cilegon. Dari pemeriksaan MIK mengaku jika dirinya merupakan salah satu pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Bahwa dari hasil riksa tersangka, yang bersangkutan adalah seorang guru di daerah Cilegon sana. Dari riksa yang bersangkutan bahwa membuat narasi kalimat postingan di akun itu dibuat sendiri dengan maksud memberitahukan kepada para tim pendukung paslon 02 tentang info tersebut. Mengaku sebagai tim pendukung paslon 02,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019).

“Tulisan ada @dahnilanzar, ‘Harap ditindaklanjuti, informasi berikut: di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah di coblos. Hayo Pada merapat pasti dari Tionglok tuh’ ,” sambung Argo membacakan tulisan pelaku.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ribut Saat Ulang Tahun NU di Tebing Tinggi, 11 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Liputan6.com, Medan – Keributan terjadi saat berlangsungnya Tablig Akbar dalam rangka Ulang Tahun ke-93 Nahdatul Ulama (NU) di Lapangan Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu, 27 Februari 2019. Terkait keributan ini, pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengamankan 11 orang.

Informasi diperoleh Liputan6.com, keributan tersebut belakangan diketahui dilakukan oleh salah satu organisasi masyarakat (ormas). Acara tersebut dihadiri oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, tokoh masyarakat, serta pemuka agama.

“Sebanyak 11 orang yang diamankan berinisial MHB, S alias G, FS, AS, AR, SS, OQ, MA, AD, E alias I, dan RP. Saat ini mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (28/2/2019).

Tatan menjelaskan, saat keributan itu terjadi, di Lapangan Sri Mersing sedang berlangsungā€Ž Tablig Akbar dan Tausiah Kebangsaan serta Pelantikan IPNU dan IPPNU Kota Tebing Tinggi dalam rangka hari lahir ke-93 Nahdlatul Ulama. Keributan terjadi saat acara akan berakhir.

“Jadi, Ustaz Guz Muwafiq sudah mengucapkan terima kasih. Lalu masuk mereka, berteriak-teriak untuk membubarkan acara. Petugas menghalau mereka, namun mereka tetap memaksa dan semakin berteriak-teriak. Bahkan mereka mengajak ibu-ibu yang sedang mengikuti pengajian untuk unjuk rasa,” jelas Tatan.

Petugas yang melihat aksi mereka semakin tidak kondusif, dengan sigap menghalau. Sempat terjadi kegaduhan dan aksi dorong-dorongan, sehingga petugas melakukan tindakan untuk mengamankan anggota ormas yang membuat keributan tersebut di acara Nahdlatul Ulama itu.

Terkait tindakan yang dilakukan para anggota ormas itu, mereka akan dijerat dengan Pasal 160 Subsider Pasal 175 jo Pasal 55,56 KUHP. Pasal mengenai penghasutan dan atau melakukan perbuatan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan. “Kasus ini juga ditangani Polres Tebing Tinggi. Sedangkan Polda Sumut Hanya mem-back up,” ujarnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Kampanye Door to Door Bawa Senjata, Kubu Siapa?

Bireuen – Empat orang pria di Kabupaten Bireun, Aceh, diamankan polisi lantaran diduga melakukan intimidasi kepada sejumlah tim sukses partai politik agar tak mengampanyekan calon yang diusung partainya. Intimidasi dilakukan dengan senjata tajam. Dari kubu mana empat orang ini?

Adalah E alias Koboy (56), HB (45), AZ (27), warga Kecamatan Peusangan, Bireun, dan ZE (44) warga Kecamatan Gandapura, Bireun yang diamankan polisi lantaran aksi intimidasinya. Polisi menangkap 4 pria ini karena mendapat laporan dari masyarakat.

“Kita melakukan penangkapan terhadap 4 pria tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa orang yang melakukan intimidasi,” kata Kapolres Bireun AKBP Gugun Hardi Gunawan kepada detikcom, Kamis (28/2/2019).


Intimidasi dilakukan Koboy Cs dengan mendatangi rumah-rumah tim sukses parpol di Bireun. Mereka memaksa agar sejumlah tim sukses tersebut tak mengkampanyekan pasangan calon jagoannya.

Para tim sukses tersebut ketakutan karena kelompok pria ini datang ke rumahnya malam hari secara beramai-ramai dengan tujuan untuk mengintimidasinya. Mereka akhirnya ditangkap pada Rabu (27/2) lalu di Kawasan Desa Bale Setuy, Peusangan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bireun, Iptu Eko Rendi Oktama, petugas menemukan barang bukti sebilah parang yang diduga digunakan untuk mengintimidasi warga selama ini. Barang bukti tersebut ada di sebuah mobil yang digeledah polisi.

“Kelompok ini kita duga merupakan tim sukses dari salah satu partai yang ada di kontestasi pemilu legislatif dan presiden 2019. Mereka datang ke rumah-rumah tim sukses partai lainnya dan mengintimidasi mereka agar tidak lagi mengampanyekan dan menyukseskan calon yang diusung oleh partainya,” sebut Eko Rendi, terpisah.

Belum diketahui dari kelompok pasangan calon mana empat orang pria yang melakukan intimidasi ini. Polisi juga belum mengungkap asal parpol empat pria tersebut.

Seperti diketahui, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin diusung oleh 7 partai peserta pemilu lama– PDIP, Golkar, PKB, PPP Hanura, NasDem, PKPI– dan 2 partai baru yakni Perindo dan PSI. Partai Bulan Bintang pun belakangan menyatakan dukungannya untuk pasangan nomor urut 01 itu.

Sementara itu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno didukung oleh 4 partai lama: Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS, serta satu partai baru yakni Berkarya.

Aceh sendiri merupakan wilayah yang memiliki kekhususan di Pemilu. Di Aceh terdapat 4 partai lokal yaitu Partai Aceh, Partai Sira, Partai Daerah Aceh, dan Partai Nangroe Aceh. Tiga partai selain Partai Nangroe Aceh belum memberikan kepastian dukungan di Pilpres.

Ketum Partai Nangroe Aceh yang juga Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan partainya mendukung Jokowi-Ma’ruf. “Kami sudah buat pengumuman bahwa PNA mendukung Jokowi-Ma’ruf,” kata Irwandi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1).

Menilik ke belakang, Prabowo diketahui memenangkan Pilpres 2014 di Serambi Mekkah. Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa berhasil mendulang suara 54 persen di Aceh mengalahkan Jokowi-Jusuf Kalla yang memperoleh 46 persen suara.

Lantas dari kubu mana 4 orang pria yang diduga melakukan intimidasi ini?

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>