Detik-Detik Mahasiswa Tenggelam di Curug Bayan Baturraden Saat Swafoto

Hingga tim SAR Gabungan tiba, korban belum juga ditemukan. Mereka terkendala oleh debit tinggi dan kuatnya arus pusaran Curug Bayan.

Heriana mengungkaplan, korban sempat terlihat timbul tenggelam hingga tujuh kali. Namun, tim SAR tak berhasil meraihnya.

Setelah beberapa kali terlihat timbul tenggelam, di satu kesempatan tepat, secara dramatis seorang anggota tim SAR melompat ke dalam air curug Bayan, Baturraden dengan pengaman tali saat korban terlihat menyembul.

Akhirnya korban berhasil dievakuasi pada Minggu petang, sekitar pukul 16.55 WIB. Sayangnya, saat berhasil dievakuasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Ternyata, peristiwa tenggelamnya pengunjung di Curug Bayan, Baturraden bukan hanya kali ini terjadi. Sepengetahuan Chandra, ini adalah kesekian kalinya terjadi di curug yang alirannya di hilir dikenal sebagai Kali Pelus, Banyumas ini.

Penyebabnya hampir sama, korban tak menyadari debit curug Bayan yang meningkat tiba-tiba dan kuatnya pusaran air di curug ini. Rata-rata tenggelam lantaran tak menyadari pusaran air yang kuat di curug ini.

“Tahun 2005 ada kejadian. Kemudian ada juga kejadian lain, cuma tidak dilaporkan,” dia mengungkapkan.

Karenanya, ia mengimbau agar warga atau wisatawan mewaspadai saat berwisata atau beraktivitas di sungai pada musim penghujan ini. Sebab, ada kemungkinan banjir kiriman yang disebabkan oleh hujan di wilayah hulu Gunung Slamet.

Informasi yang diperoleh Chandra, jenazah akan dimakamkan di belakang Kampus ITT Telkom, Purwokerto, tempat Aldi menuntut ilmu semasa hidupnya. Biaya pemakaman akan ditanggung kampusnya.

“Kebetulan ada keluarga korban yang berdomisili di Purwokerto. Orang tua almarhum Malam ini akan menuju Bandara Banjarmasin,” Chandra menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Detik-detik Jenazah Nelayan Cilacap Korban Tabrakan Perahu Ditemukan Usai Pencarian 3 Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *