Kerusakan Hutan dan Danau Toba Diminta Jadi Materi Debat Capres

Medan – Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) Prof Dr Syafruddin Kalo, SH menyarankan debat calon presiden membahas isu pembakaran hutan dan pencemaran parah perairan Danau Toba.

“Kehancuran hutan dan pencemaran Danau Toba itu, bukan hanya merugikan negara, tetapi juga memperparah kerusakan lingkungan di Indonesia yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah,” kata Syafruddin di Medan sebagaimana dilansir Antara (17/2/2019).

Kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan daerah lainnya, menurut dia, juga merugikan negara maupun pemerintah daerah.

“Selain itu, kebakaran hutan di beberapa daerah Riau dan Sumsel juga mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat maupun aktivitas akibat kabut asap, serta menimbulkan korban jiwa anak-anak, dan orang dewasa karena mengalami sakit,” ujar Syafruddin.
Ia mengatakan kebakaran tersebut karena alih fungsi hutan yang dilakukan para pengusaha perkebunan untuk menjadikan areal kebun sawit.

Begitu juga pencemaran yang terjadi di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dilakukan pengusaha dengan budi daya ikan, dan diduga menggunakan makanan ikan mengandung bahan kimia.

“Kemudian, budi daya ikan di Danau Toba, diduga melebihi kapasitas dari izin yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLH),” ucap Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Syafruddin menjelaskan pencemaran di Danau Toba, juga berdampak terhadap sektor pariwisata, karena daerah tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia, dan juga kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Isu kerusakan hutan akibat pembakaran dan pencemaran Danau Toba itu, termasuk visi misi debat capres, yakni sumber daya alam dan lingkungan.

Bahkan, Komisi pemilihan Umum (KPU) pada debat capres tersebut, menetapkan tema debat adalah masalah pangan, energi, infrastruktur, serta sumber daya alam dan lingkungan.

Karena hal itu sangat penting bagi kelangsungan pembangunan bangsa dan negara, serta kesejahteran rakyat Indonesia.

“Diharapkan pada debat capres kedua itu, akan lahir ide-ide yang brilian untuk membangun Negara Indonesia yang lebih baik, mengejar segala ketertinggalan dari-negara-negar maju,” kata Pakar Hukum Lingkungan dan Tanah itu.
(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Mistis Penunggu Sendang Beji dan Ikan yang Merenggut Nyawa

Liputan6.com, Ponorogo – Di salah satu sudut Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong terdapat sebuah kolam. Oleh masyarakat sekitar biasa disebut dengan Sendang Beji.

Pada tahun 2017 lalu, tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dari Trowulan, Mojokerto meneliti kolam yang berukuran 16 x 16 meter persegi itu. Bahkan menurut tim, kolam ini merupakan peninggalan kerajaan Majapahit.

Kolam ini awalnya difungsikan warga sekitar untuk pemandian dan irigasi areal persawahan. Namun sejak tahun 1970-an, warga mulai enggan berada di sekitar kolam. Sebab, ada kejadian warga yang memancing dan makan ikan dari kolam tersebut yang meninggal dunia.

“Apalagi dibumbui cerita mistis disana, kalau ada yang memancing ikan disana terus dimakan orang tersebut bisa mati,” terang Sekretaris Desa Marni Wibowo saat ditemui di kediamannya, Jumat (15/2/2019).

Dari cerita misteri tersebut, warga pun tidak berani mendekati sendang. Alhasil banyak tanaman rambat yang tumbuh disana menambah suasana angker.

“Malah orang dari luar kota banyak yang datang ke sendang untuk bermeditasi, orang dari Kediri, Tulungagung, Malang, Jember dan Banyuwangi,” papar dia.

Marni menambahkan, tim BPCB pun sebelum melakukan penelitian di sekitar kolam juga sempat berdoa. Karena mereka yakin tempat bersejarah biasanya ada penghuninya.

“Disini juga ada pohon asem besar, selain menambah asri tapi juga membuat suasana seram terasa kental,” jelasnya.

Akibat jarang dijamah manusia, tempat ini pun semakin banyak ditumbuhi semak belukar. Bahkan terdapat hewan melata seperti ular yang bebas berkeliaran disekitar kolam.

“Sekarang masyarakat sini jarang kesana karena takut, ada danyang (penunggu),” tukasnya.

Sementara itu, juru kunci sendang beji Sugito menambahkan sekitar tahun 1970-an warga tidak berani beraktifitas di kolam. Padahal tahun sebelumnya, warga seringkali menghabiskan waktu disekitar kolam. Apalagi ada arca di tengah kolam, lewat mulut bisa mengeluarkan air.

“Dibelakang arca ada sumber airnya jadi keluar air dari bagian mulut arca,” imbuh dia.

Menurutnya, sebelumnya ada 9 arca yang berada disekitar kolam. Namun saat ini tinggal 2 arca saja.

“Kami berharap sendang Beji ini bisa segera dipugar dan bisa dinikmati anak cucu sekaligus sebagai sumber destinasi wisata dan cagar budaya,” pungkas dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pelajari 11 Ungkapan Khas Ini Sebelum Berwisata ke Korea Selatan

Liputan6.com, Korea Selatan – Demam K-Wave –julukan budaya populer Korea– melanda banyak wilayah di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Paparannya meluas, tidak hanya dari musik dan drama televisi, melainkan juga peningkatan minat terhadap sektor pariwisatanya.

Menurut data Korea Tourism Agency (KTO) Jakarta pada kuartal ketiga 2018, sebagaimana pernah ditulis oleh Liputan6.com, jumlah wisatawan Indonesia ke Korea Selatan tercatat berjumlah hampir 130 ribu orang.

Data tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebanyak 15,5 persen dari kuartal serupa di 2017 lalu.

Tiga destinasi favorit wisatawan Indonesia di Korea Selatan, masih menurut KTO, adalah Seoul, Busan, dan Pulau Jeju,

Jika Anda tertarik untuk berwisata ke Korea Selatan, pastikan juga untuk menyiapkan sedikit kemampuan berbahasa setempat, setidaknya untuk sekadar menyatakan ekspresi dasar saat berkomunikasi di sana.

Berikut adalah 13 ekspresi dasar yang perlu Anda ketahui untuk menjalin komunikasi dengan penduduk lokal saat berwisata ke Korea Selatan, sebagaimana dikutip dari Koreabridge.net pada Jumat (15/2/2019).


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 5 halaman

1. Annyeonghaseyo

Ini adalah cara masyarakat lokal dalam mengatakan “Halo!” Atau “Hai!”. Orang Korea dikenal sangat sopan dan hormat terutama kepada orang tua. Jika Anda tidak menyapa orang yang lebih tua dari Anda, mereka akan sering menyebut Anda “tidak sopan”.

Anda juga bisa mengatakan “Annyeong!” Ketika Anda ingin mengatakan “Selamat tinggal!” Atau “Sampai jumpa!” kepada lawan bicara. Namun, angan pernah menggunakan singkatan kata ini ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, jika Anda tidak ingin dimarahi.


2. Kamsahamnida atau Gomapsumnida

Ilustrasi Terima Kasih (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Ungkapan ini berarti “Terima kasih” dalam bahasa Korea, dan sebaiknya dilakukan dengan ekspresi yang sangat antusias.


3. Gwenchana

Adikku korban bully, dia tetap tersenyum. (Ilustrasi: huffingtonpost.com)

Anda dapat menggunakan ungkapan ini ketika ingin mengatakan “tidak apa-apa” atau “tidak masalah”.

Harap perhatikan bahwa di Korea, sangat penting untuk menggunakan kata-kata formal ketika berbicara dengan seseorang yang lebih tua dari Anda, sebagai tanda penghormatan. Dalam hal ini, Anda harus menambahkan “-yo” di akhir kata, sehigga berbunyi “Gwenchanayo” bukannya “Gwenchana”.

3 dari 5 halaman

4. Geurae

Ungkapan ini berarti “Baiklah”, yang cenderung untuk menyepakati sebuah kompromi dengan penduduk lokal, di mana seseorang setuju untuk satu pendapat.


5. Jinjja

Ilustrasi terkejut melihat pulsa berkurang | Via: bibliofilland.wordpress.com

Ungkapan ini diucapkan untuk menunjukkan rasa kaget, kurang lebih bermakna “Sungguh?” atau “Serius?”.


6. Daebak

ilustrasi makanan korea/copyright unsplash/Filippo Faruffini

Ini adalah ungakan untuk menunjukkan rasa kagum, di mana kurang lebih bermakna sebagai “luar biasa”, atau bisa juga ditujukan untuk menyebut kata “enak” pada cita rasa makanan.

4 dari 5 halaman

7. Ottoke

Biasanya ungkapan singkat ini digunakan untuk mempermudah kebingungan akan suatu hal, di mana kurang lebih berarti: “apa yang harus saya lakukan sekarang?”.

Sebagai contoh:

Saya lupa di mana saya meletakkan Kartu Pengenal Orang Asing milik saya. Ottoke? (Apa yang harus saya lakukan sekarang?)”


8. Aigoo

Walaupun memasang ekspresi kaget, akan tetapi Suzy masih terlihat cantik menawan. (Foto: instagram.com/skuukzky)

Kurang lebih ungkapan ini berarti ungkapan terkejut, seperti “ya ampun”, atau “astaga”.


9. Wae

Ilustrasi Korea Selatan (iStock)

Konon katanya, ini merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “why”, yang berarti “kenapa?”.

5 dari 5 halaman

11. Olmayeyo

Secara harafiah berarti “berapa?” yang merujuk pada harga pembelian barang dalam kegiatan membeli di toko atau penjual lokal.


11. Ige dan Geuge

Salah satu toko yang menjual beragam aksesoris dan kerajinan tangan tradisional Korea di Jalan Insadong, Seoul, Korea Selatan. (visitkore.or.kr)

Dalam aktivitas jual beli, kamu bisa mengatakan dua kata ini untuk menunjuk barang yang diinginkan, sebelum bertanya tentang harganya. Ige berarti “ini” dan geuge berarti “itu”.

Sebelum Wisuda, 5 Kegiatan Ini Dapat Dilakukan Bareng Teman Kuliah

Liputan6.com, Jakarta – Setiap fase dalam kehidupan memiliki cerita masing-masing, tak terkecuali masa kuliah. Meski disibukan dengan segudang tugas, momen kebersamaan bareng teman-teman selalu terasa menyenangkan.

Sebelum wisuda, Anda dan kawan-kawan dapat memaksimalkan waktu untuk kembali mengukir kisah. Banyak hal menarik dan pengalaman unik dapat Anda ukir sebelum memilih jalan hidup masing-masing.

Lantas, apa saja kegiatan seru yang bisa Anda dan teman kuliah lakukan sebelum wisuda? Simak ulasan selengkapnya seperti dirangkum Fimela.com di bawah ini.

1. Foto Grup

Mengabadikan kebersamaan dalam satu0dua potret akan jadi salah satu kenangan paling indah. Luangkan waktu untuk dapat membuat foto grup yang dapat dilakukan di studio atau di ruang kelas.

2. Traveling Bersama

Traveling bersama akan mempererat jalinan pertemanan Anda dan teman-teman, apalagi menjelang wisuda. Destinasi wisata yang bakal didatangi pun dapat dirundingkan bersama untuk menciptakan momen-momen manis.

3. Menonton Film ke Bioskop

Menyaksikan film ke bioskop juga dapat jadi pilihan Anda dan teman-teman kuliah menjelang wisuda. Menonton beramai-ramai tentu akan terasa lebih menyenangkan.

4. Tukar Kado

Kegiatan ini mungkin acap kali dilakukan tak sedikit orang. Tak melihat harga dari hadiah yang diberi, namun hangatnya kebersamaan. Tukar kado dibarengi dengan pesan manis membuat hari-hari Anda dan teman kuliah kian berkesan.

5. Membuat Acara Bersama

Makan bersama di restoran sebagai bentuk rasa syukur juga dapat dilakukan. Rekomendasi lain Anda dan teman kuliah bisa membuat masakan sendiri dan menikmati keseruan dalam proses pembuatan. (Endah Wijayanti/Fimela.com)


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Panduan Wisata Belanja di Tokyo dan Osaka Jepang

Liputan6.com, Jakarta – Anda tipe orang yang tak bisa pergi tanpa belanja? Kebiasaan ini lalu secara tak langsung terbawa ketika traveling, tak terkecuali saat pergi ke Jepang. Tenang, lantaran atraksi di Negeri Matahari Terbit juga sangat mungkin berupa surga bagi penikmat wisata belanja.

Dari sekian banyak, terdapat beberapa store di bawah naungan Mitusi Fudosan Retail Management yang siap memenuhi hasrat belanja Anda. “Kami adalah retail yang mengelola sekitar 70 fasilitas komersial di seluruh Jepang,” kata Yasunobu Inubashiri, Managing Officer of Mitsui Fudosan Retail Management di konferensi pers di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Di kesempatan yang sama, Kazuo Iida, General Manager, Tourism Sales Promotion Department of Mitsui Fudosan Retail Management pun menjelaskan apa saja outlet Mitsui Fodusan yang bisa disambangi sebagai destinasi belanja di Tokyo dan Osaka.

Mitsui Outlet Park Kisarazu

Terdiri dari 308 toko, Mitsui Outlet Park Kisarazu merupakan outlet mall paling besar se-Jepang berdasarkan jumlah toko. Di sini, Anda bisa menemukan banyak produk branded season sebelumnya dengan harga terjangkau. “Diskonnya bisa sampai 70-80 persen,” kata Iida.

Mulai dari fashion store, sampai toko serba ada, semua hadir menawarkan pengalaman belanja yang tak hanya nyaman, tapi juga lengkap. Anda bisa menjumpai merek kenamaan seperti Gicco, Coach, Nike, dan Adidas.

“Ada loker koin yang disewakan sehingga pengunjung bisa berkeliling tanpa membawa barang bawaan berat. Pengunjung juga bisa langsung me-redeem kembali tax yang sudah dibayarkan di tax free counter,” ujarnya.

Tak hanya itu, deretan outlet penjual makanan Jepang, barat, dan China, juga bisa jadi alasan lain untuk menikmati waktu di outlet mall berjarak 45 menit berkendara dengan bus dari pusat kota Tokyo ini.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Jalan-Jalan Sambil Belanja di Tokyo dan Osaka

DiverCity Tokyo Plaza

Masih di Tokyo, destinasi satu ini adalah surga dunia bagi para pecinta Gundam. Di samping Gundam Unicorn berukuran asli yang jadi ciri khas tempat ini, terdapat pula toko penjual Gunpla dan Gundam Cafe.

Di sini, atmosfer ala anime juga bakal Anda rasakan melalui VR, food court yang menjual masakan Jepang, dan berbagai toko penjual barang elektronik, obat, bahkan deretan busana dengan cutting-an clean ala Jepang.

“Lokasinya juga sangat strategis. Hanya 18 menit dari Stasiun Tokyo atau Bandara Haneda,” terang Kazuo Iida, General Manager, Tourism Sales Promotion Department of Mitsui Fudosan Retail Management.

Expocity

Singgah ke Osaka, Anda bisa sambangi Expocity. Iida menjelaskan, tempat ini merupakan fasilitas gabungan terbesar di Jepang dan belakangan menjelma jadi salah satu tempat populer untuk dikunjungi di Osaka.

Kincir ria yang jadi ikon di sini memungkinkan Anda melihat cantik pemandangan kota Osaka dari ketinggian. Di samping berbelanja, Anda juga bisa menikmati ragam hiburan di kompleks Expocity, mulai dari akuarium, kebun binatang, museum seni, hingga VS park.

Tepat di sisi Expocity, terdapat Expo Commemoration Park yang merupakan tempat terkenal untuk melihat bunga sakura di Jepang. “Setiap tahunnya ada festival bunga sakura dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dalam maupun luar negeri,” ujar Iida.

Ozil Tinggalkan Arsenal di Akhir Musim

Liputan6.com, London – Gelandang Jerman, Mesut Ozil, dikabarkan pasti bakal meninggalkan klubnya, Arsenal pada akhir musim nanti. Kandidat tujuan sang bintang pun sudah ditetapkan.

Ozil belakangan mulai tersingkir dari skuat utama Arsenal pilihan Unai Emery. Sepanjang 2019, gelandang asal Jerman itu baru tampil sebanyak dua kali.

Namun Emery berulang kali menyatakan bahwa alasan dirinya tak memainkan Ozil secara reguler adalah murni karena taktik. Emery juga sempat membantah bahwa Ozil masuk daftar jual Arsenal.

Dilansir The Telegraph, Ozil kemungkinan besar akan memilih hengkang dari Arsenal pada akhir musim ini. Kubu The Gunners pun kabarnya sudah terbuka terhadap penawaran yang diberikan klub peminat Ozil.

Tak hanya itu, pihak ketiga yang dalam hal ini memiliki kemiripan dengan agen pemain kabarnya tengah mengurus proses kepergian Ozil yang mereka wakili.

Namun satu hal yang menjadi kendala adalah tingginya gaji yang diminta Ozil, yakni mencapai 350 ribu poundsterling per pekan, sama seperti yang ia dapat di Arsenal.

2 dari 2 halaman

Kandidat Destinasi

Meski demikian, destinasi alias tujuan Ozil selepas meninggalkan Arsenal kabarnya sudah ditetapkan, yakni antara Italia atau Tiongkok.

Dari Italia sendiri Inter Milan menjadi klub yang paling gencar dikaitkan dengan Ozil. Arsenal disebut menawarkan jasa pemain 30 tahun itu kepada Inter.

Bahkan, Arsenal bersedia menerima bayaran yang hanya sedikit saja dari transfer tersebut. Selain itu mereka juga siap untuk menanggung sebagian dari gaji Ozil.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gelar Influencer Gathering di Jeddah, Upaya Kemenpar Dongkrak Wisman Saudi

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan Influencer Gathering di Jeddah, Arab Saudi pada 11-12 Februari 2019. Gelaran ini dihelat untuk menjaring lebih banyak wisman Arab Saudi ke Tanah Air.

Ada puluhan industri pariwisata Indonesia yang bertemu 50 pembeli asal Jeddah, sebut saja agen perjalanan dan pedagang grosir. TFA manasek International, satu di antara pelaku industri wisata Indonesia yang merupakan perusahaan handling jemaah haji dan umrah selama di Arab Saudi.

Nordin Hidayat, CEO TFA manasek International menyampaikan bahwa gelaran ini sangat bagus dan persuasif.

“Ini merupakan langkah yang bagus untuk membantu sinergitas kita di Saudi dalam mempromosikan Wisata Indonesia kepada warga Saudi Arabia, ke depannya kita akan membuka jalur traveling orang Saudi ke banyak tempat indah di Indonesia, contohnya ke Bukittinggi Sumbar, ke Danau Toba Sumut dan masih banyak lagi,” jelas Nordin Hidayat, melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Asim Garoot, Vice President & Director Marketing TMB di Mekkah mengatakan acara ini sebagai ajang unjuk kualitas industri wisata Indonesia kepada Internasional.

“Terobosan baru akan kami lakukan di Saudi Arabia dalam mempromosikan Wisata Travel Indonesia. Kita akan menggaet pasar traveling orang Saudi untuk meng-explore lagi wisata yang ada di Indonesia,” kata Asim Garoot yang juga asli orang Garut Jawa Barat.

Selain pelaku usaha wisata asal Indonesia, instansi pemerintah daerah juga turut bergabung yaitu kepala dinas pariwisata Sumatera Barat, Oni Alfian. Ia menyebut wisata Sumatra Barat telah dikenal luas oleh masyarakat Saudi hingga ia meyakinkan Pemprov Sumatera Barat akan memberikan layanan maksimal terutama di bidang pariwisata.

“Sekarang pasar wisata Sumatera Barat sudah banyak diketahui oleh warga Saudi, sehingga kami akan selalu berbenah dan selalu memberikan servis yang baik kepads wisatawan. Alhamdulillah orang Saudi banyak yang datang ke Sumatera barat, contohnya ke Bukittinggi, Danau Maninjau, Payakumbuh, Istana Pagaruyung Batu Sangkar dan masih banyak yang lain,” jelas Oni Yulfian.

Sementara, acara Influencer Gathering juga dihadiri oleh Mazem, Influencer asal Mekkah. “Saya hadir disini sangat bersyukur sekali, karena saya sebagai penyiar radio Alif Alif FM di Saudi. Banyak informasi dunia traveling di Indonesia saya ketahui di Acara ini. InsyaAllah nanti dalam siaran radio saya, akan saya promosikan kepeda pendengar Alif Alif FM di Mekkah,” ungkap Mazem yang juga aktif di berbagai komunitas sosial media di Mekkah, Saudi Arabia. 

Acara Influencer Gathering adalah rangkaian acara dari seluruh kegiatan yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia pada kegiatan Jeddah International Travel & Tourism Exhibition dilaksanakan pada 13-15 Februari 2019.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lokasi Likuefaksi Palu Akan Disulap Jadi Destinasi Wisata

Liputan6.com, Palu – Semua lokasi bencana likuefaksi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi akan dijadikan destinasi wisata. Hal itu diungkapkan Matindas Rumambi, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

“Karena itu tidak boleh lagi ada bangunan yang dibangun di lokasi eks likuefaksi,” ungkap Matindas, seperti dikutip laman Antara, Senin (11/2/2019).

Matindas yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulteng tersebut mengatakan, beberapa lokasi permukiman di Palu dan Kabupaten Sigi ditetapkan pemerintah sebagai lokasi yang tidak boleh lagi menjadi permukiman penduduk.

Pemerintah merencanakan lokasi-lokasi eks likuefaksi seperti di Balaroa, Petobo, dan Jono Oge yang sebelum terjadinya gempabumi 7,4 SR pada 28 September 2018 padat penduduk, kini akan dijadikan lokasi wisata.

“Yang pasti tidak ada lagi bangunan rumah atau usaha apapun itu dibangun di lokasi likuefkasi,” tegasnya.

Karena itu, Matindas meminta masyarakat untuk berharap, apalagi memaksakan diri untuk kembali membangun rumah di atas lokasi eks likuefaksi tersebut, sebab sudah tidak dibenarkan.

Pemerintah telah menyiapkan hunian sementara (Huntara) sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga yang kehilangan rumah di sejumlah wilayah seperti Petobo dan Balaroa yang lokasinya sudah ditetapkan di Duyu dan Kelurahan Tondo.

Dua lokasi itu, kata dia, akan dibangun permukiman tetap bagi korban likuefaksi untuk wilayah Kota Palu.

Begitu halnya dengan korban gempabumi dan likuefaksi di Jono Oge, Kecamatan Sigibiromaru dan Sibalaya, Kecamatan Tanambulava. Lokasi Huntap sudah disediakan pemerintah.

Matindas juga mengatakan pemulihan ekonomi empat bulan pascabencana di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong berjalan cukup cepat. Itu bisa dilihat dari mulai ramainya pusat-pusat perekonomian seperti pasar-pasar tradisional maupun modern, toko, swalayan, SPBU, terminal angkutan darat, bandara cukup ramai.

Begitu pula arus kendaraan bermotor yang lalu-lalang saban hari cukup padat. Bahkan saat pagi hari waktu kerja dan masuk sekolah di beberapa ruas jalan di Kota Palu terlihat macet.

“Ini menunjukan bahwa perekonomian masyarakat mulai pulih setelah sebelumnya porak-poranda diterjang gempabumi dan tsunami,” tandasnya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Ikut Sukseskan Pariwisata Indonesia, Menpar Apresiasi PHRI

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Umum Program Visit Wonderful Indonesia Haryadi B. Sukamdani. Apresiasi tersebut disampaikan karena berpartisipasi aktif menyukseskan pencapaian kunjungan wisatawan mancanegara.

“Hal ini perlu dipertahankan oleh PHRI, untuk memberikan pelayanan standar maksimal kepada para konsumen yaitu wisatawan,” ujar Arief Yahya saat Rakernas PHRI IV di Jakarta, Senin (11/2/2019), seperti dilansir Antara.

Menurut Arief, wisatawan mancanegara cenderung akan kembali ke sebuah destinasi jika mendapatkan pelayanan akomodasi yang baik. Aplaagi, jika ditunjang pengalamana berwisata yang berkesan.

Arief berharap PHRI terus mendukung pemerintah, sedangkan pemerintah akan terus bekerja melakukan promosi dan branding destinasi wisata di Tanah Air.

“Pemerintah akan bergerak sesuai ruang tugas pokok dan fungsi sekaligus ketentuan yang berlaku. Dan yang terpenting adalah industry lead government dan bukan sebaliknya,” kata Arief.

Dalam kesempatan itu, Hariyadi Sukamdani mengatakan sepanjang 2018 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sekitar 15,8 juta orang dan pergerakan wisatawan Nusantara sebanyak 265 juta. Target 20 juta wisman pada 2019, lanjut Hariyadi, harus disukseskan dengan strategi yang tepat.

“Tahun ini, kami mendukung pemerinth dengan membuat program-program untuk meningkatkan okupansi di bidang hotel atau restoran. Tidak hanya itu, kami juga membuat strategi untuk produk hot deals yang belum maksimal. Di samping kerja sama businss to business dengan maskapai dan travel online besar. Kami meyakin itu menjadi strategi yang ampuh untuk menggapai target 20 juta wisman,” harap Hariyadi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pemprov Bali Ajukan Penambahan Sirene Peringatan Tsunami ke BNPB

Liputan6.com, Denpasar – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengharapkan Bali lebih banyak memiliki sirene tsunami untuk penguatan kesiapsiagaan, yang dalam pengadaannya pemerintah setempat dapat bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin di Denpasar, Bali.

“Belum lama ini, Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali yang masih dipegang Bapak Dewa Putu Mantera telah melakukan konsultasi ke BNPB terkait pengajuan penambahan 10 sirene Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina -TEWS) tersebut,” kata Rentin di Denpasar, Bali, Minggu (10/2/2019).

Pemerintah Provinsi Bali sesungguhnya sudah dua kali mengajukan bantuan penambahan 10 sirene tsunami ke BNPB, yakni pada 2012 dan kemudian yang terakhir pada 2019.

Untuk rencana lokasi penempatan 10 sirene Ina-TEWS yakni sebanyak lima unit untuk di kawasan bagian barat Bali yakni di Pantai Candi Kusuma, Pantai Yeh Embang, Pantai Surabrata, Pantai Yeh Gangga, dan Pantai Peti Tenget.

Sedangkan lima unit lagi untuk ditempatkan di bagian timur, yakni di kawasan Pantai Lebih, Pantai Kusamba, Pelabuhan Padang Bai, Pantai Candi Dasa, dan Pantai Jasi.

“Dari hasil konsultasi dengan BNPB yang diterima Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho disampaikan bahwa penganggaran penambahan 10 sirene tsunami untuk Bali di tahun 2019 memang belum ada di BNPB. Tetapi surat permohonan tersebut akan tetap diajukan kepada Kepala BNPB,” ujar Rentin.

Oleh karena itu, lanjut dia, BNPB mengharapkan Bali lebih banyak membangun atau memiliki Ina-TEWS yang dibuat dengan mengedepankan biaya murah namun handal dalam kebencanaan. Anggarannya dapat bersumber dari dana desa atau CSR (dana tanggung jawab sosial perusahaan) dari dunia usaha.

“Menyitir masukan dari Bapak Sutopo, bentuk sirene yang murah dan andal dalam kebencanaan, pernah dibangun oleh BNPB di beberapa daerah seperti di Bantul dan Sumbar, dengan teknologi radio berjumlah total 160 unit yang telah dibangun pada 2014, dengan harga setiap unit Rp 70 juta-Rp 100 juta,” ucap Rentin seperti dikutip Antara.

2 dari 3 halaman

Museum Kebencanaan

Selain itu, BNPB menyarankan agar di Bali juga dibangun museum kebencanaan sebagai wadah edutainment (pendidikan sekaligus rekreasi) bagi masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa serta dapat menjadi destinasi objek wisata baru di Pulau Dewata.

Rentin menambahkan, sebelumnya ada sembilan titik sirene yang sudah terpasang yakni di Pantai Sanur, Kedonganan, Tanjung Benoa, Seminyak, BTDC Nusa Dua, Kuta, Pulau Serangan, Seririt, dan Tanah Lot.

“Bapak Gubernur sebelumnya saat menerima audiensi Kepala BMKG Wilayah III Denpasar mengatakan mempersilakan BPBD Bali untuk mengajukan tambahan sirene tsunami ke pusat. Tetapi jika tidak ada kepastian dari pemerintah pusat, menurut Bapak Gubernur ke depan perlu dikaji untuk dianggarkan dari APBD,” katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: