Keren, Mobil Desa AMMDes Bakal Tersedia dalam Versi Listrik

Kendaraan serba bisa garapan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) ini mendapat respon positif dari negara luar.

Langkah besar ini ditandai dengan penandatangan Letter of Intent oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Distributor (KMWD), perusahaan pendistribusi AMMDes-KMW bersama PT Repindo Jagad Raya, pengekspor di acara “The 2nd AMMDes Summit and Exhibition”. Nantinya, ditargetkan 10 ribu unit dikirim hingga 2023 ke 49 negara di Afrika dan Asia.

Namun, ketika ditanya negara mana saja yang akan menerima unit dalam tahap awal, KMWD belum bisa memaparkan dengan jelas.

Menurut Rio Sanggau, Presiden Direktur KMWD, pihaknya perlu menggodok lebih dalam agar bisa menentukan destinasi ekspor, sekaligus varian unitnya.

“Jadi itu kan total 5 tahunan (rencana ekspor), kami harus bicara lebih detail. Negara mana yang jadi prioritas. Soalnya permintaan negara satu dengan yang lain berbeda,” ucapnya saat diwawancara Oto.com di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD, Tangerang, Senin (15/04).

Selain penandatangan kerjasama ekspor, event juga dimanfaatkan untuk aktivitas serah terima unit AMMDes Ambulance Feeder kepada United States Agency for International Development (USAID).

Dua kendaraan yang diterima USAID bakal digunakan untuk pelayanan kesehatan. Hal ini menjadi bentuk pembuktian, AMMDes mempunyai fungsionalitas yang mampu memenuhi beragam kebutuhan.

“Tentunya ini satu hal yang luar biasa. Apalagi ini ada kepercayaan dari USAID untuk mengganti nama AMMDes menjadi ambulance pedesaan,” ungkap Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia dalam kesempatan yang sama.

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) akan dijual April ini.

Banjir Rendam 35 Desa di Lamongan, Panitia TPS Khawatir Warga Tak Mencoblos

Fokus, Bandung – Satu hari menjelang Pemilu 2019, banjir luapan Sungai Citarum masih merendam ribuan rumah di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (16/4/2019), tercatat ada sekitar 1.500 rumah warga di Kecamatan Dayeuhkolot dan Balendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang masih terendam banjir pada pagi tadi. 

Jika pada hari pencoblosan air belum juga surut, warga dipastikan harus menggunakan perahu bila ingin memberikan hak suaranya. Hal ini mengingat di beberapa titik menuju TPS, banjir terpantau cukup tinggi.  

“Amat sangat terganggu. Kalau banjir gini sih kayaknya banyak yang golput ya,” ujar salah satu warga bernama Ade Koswara.

Di Kabupaten Bandung, ada 137 TPS yang berada di kawasan banjir. KPUD Jawa Barat memutuskan untuk memindahkannya ke tempat yang tidak terkena banjir. Demikian juga untuk di Indramayu, 13 TPS dialihkan karena banjir.  

Saat ini, KPUD Jawa Barat telah mendistribusikan kebutuhan logistik baik surat suara maupun bilik suara ke tingkat kecamatan di seluruh Jawa Barat untuk lebih dari 32,2 juta orang yang terdaftar dalam DPT.

Sementara itu, ada sekitar 35 desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang masih terendam banjir. Panitia tempat pemungutan suara (TPS) setempat berupaya untuk memindahkan lokasi ke tempat lebih aman.

Kondisi ini dimungkinkan akan mempengaruhi tingkat partisipasi warga. 

Luapan Sungai Bengawan Jero, yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo sudah dua pekan ini membanjiri kawasan rumah warga. Warga dipastikan butuh usaha lebih untuk mencapai TPS pada 17 April esok hari. 

Aksi Iseng 2 Pria Sidrap Taruhan Pilpres Pakai Lahan Kosong Milik Desa

Liputan6.com, Sidrap – Sebuah foto kuitansi perjanjian dengan latar dua pria yang sedang bersalaman tengah viral di Facebook sejak Senin, 15 April 2019. Bagaimana tidak, kuitansi itu ternyata berisi taruhan pada Pilpres tahun ini. Pemenangnya nanti akan mendapatkan tanah seluas 1 hektare.

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, kedua pria itu adalah Henrik Arhadi dan Muhammad Azis, mereka merupakan warga Kelurahan Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Tanah yang mereka jadikan bahan taruhan pun adalah sebidang tanah yang berada di sebelah utara Puskesmas Empagae.

Dalam kuitansi itu dituliskan bahwa Henrik Arhadi menjadi pendukung calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo sementara Muhammad Azis menjadi pendukung calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat tentang jumlah suara Pilpres menjadi rujukan mereka untuk menentukan siapa yang menjadi pemenangnya.

“Iya betul, itu saya dengan om saya. Tanahnya itu tidak jauh dari rumah saya,” kata Henrik Arhadi saat dikonfirmasi, Senin, 15 April 2019, malam.

Henrik mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengira foto tersebut akan menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. “Saya juga kaget tadi sore ternyata sudah heboh dan viral di FB padahal baru di-upload pagi,” dia menerangkan. 

Usut punya usut ternyata taruhan kedua pria yang bekerja sebagai petani itu hanyalah iseng belaka. Taruhan mereka adalah bentuk protes lantaran tanah yang mereka jadikan bahan taruhan itu adalah lapangan yang tidak terurus selama bertahun-tahun.

“Itu lapangan milik (Pemerintah) Desa, tidak pernah diurus selama 10 tahun lebih,” ungkapnya.

Henrik menceritakan jika dulunya lapangan tersebut sering digunakan oleh warga desa untuk bermain sepak bola. Namun, kini lapangan itu hanya menjadi tempat untuk mengembala hewan ternak.

“Waktu saya kecil banyak orang main bola di sini,” ucapnya.

Henrik pun berharap siapa pun pemenang pada Pilpres kali ini, lapangan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah. Jika perlu, ada biaya khusus yang dialokasikan untuk perawatan lapangan tersebut.

“Siapa pun yang terpilih nanti semoga bisa perbaiki itu lapangan, supaya kembali menjadi temapt berolahraga dan pusat aktivitas warga,” harapnya.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

milenial tentukan pilihan dalam pemilu Pilpres 2019

Memikul Surat Suara ke Desa Pinogu, Jalan Kaki 14 Jam dan Melintasi Hutan

Kecamatan Pinogu memiliki jumlah pemilih sebanyak 1.462 jiwa. Kecamatan Pinogu terdiri 5 Desa terdiri Desa Pinogu, Bangio, Dataran Hijau, Tilonggibila serta Pinogu Permai.

Komisioner Provinsi Gorontalo Sophian Rahmola mengemukakan, sesuai petunjuk teknis (Juknis) pendistribusian surat suara dan logistik Pemilu 2019 dimulai dari daerah terjauh.

Kecamatan Pinogu merupakan salah satu kecamatan terjauh di Provinsi Gorontalo.

“Jadi hari ini dilakukan distribusi surat suara ke Kecamatan Pinogu,” kata Sophian Rahmola ketika melepas distribusi logistik di Kabupaten Bone Bolango.

Mantan Ketua KPU Gorontalo Utara (Gorut) menjelaskan, untuk pengiriman logistik ke Pinogu menggunakan 24 orang warga pinogu, yang kesehariannya dikenal dengan sebutan kijang (tukang pikul).

“Logistik yang dikirim ada 53 kota. Terdiri 40 Kotak untuk TPS dan 13 kotak PPK. Jumlah TPS di Kecamatan Pinogu ada sebanyak 8 TPS,” ujar Sophian Rahmola.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Akun pertama yang dilaporkan atas nama Muhamad Adrian yang menyebarkan berita bohong kertas suara telah tercoblos.

Prabowo Klaim Dana Desa Adalah Idenya

Kebijakan dana desa menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Peningkatan ini tak hanya pada infrastruktur, melainkan manajemen finansial.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo pun menegaskan bahwa penyelewangan dana desa amat kecil.

Mendes Eko berkata pendekatan pemerintah dan kepolisian adalah pembinaan agar kepala desa dan perangkatnya bisa bekerja secara optimal. Dulu, dia menyebut penyelewengan dana desa akibat lemahnya pengawasan. 

“Kita lihat tahun lalu di bawah 100 kasus. Itu pun juga yang kita bawa ke ranah hukum cuma 67. Dibanding jumlah desa 74.957 desa, jadi cuma 0,001 persen,” ucap Mendes Eko dalam wawancara khusus bersama Liputan6.com di Kantor Kemendes, seperti ditulis Selasa, 2 April 2019.

“Tapi Alhamdulillah dengan partisipasi masyarakat, dukungan dari kepolisian, kejaksaan, dan terutama media, kesempatan melakukan itu sangat berkurang,” lanjutnya. Kementeriannya pun mengawasi agar penyelewengan dana desa tak menyentuh 1 persen.

Tolok ukur keberhasilan pengelolaan dana desa adalah penyerapan hingga 99,6 persen. Menurut Mendes, jumlah instansi dan lembaga di Indonesia yang memiliki penyerapan sebesar itu bisa dihitung dengan jari.

Kini, Mendes mengapresiasi besarnya sorotan media ke dana desa, baik itu sisi baik maupun yang buruk. Dengan itulah masyarakat semakin terdorong untuk mengawasi.

“Saya berterima kasih kepada media yang terus menerus mensosialisasikan, bukan hanya baiknya saja, tetapi buruknya juga, sehingga masyarakat jadi aware. Karena masyarakat tahu, masyarakat berpartisipasi, masyarakat ikut mengawasi. Jadi sekarang saya jamin dengan kita libatkan kepolisian, kejaksaan, yang tugasnya membantu, bukan mencari kesalahan kepala desa,” tegas Mendes.

Kemenhub Jalankan Program Kontainer Masuk Desa

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi tiga kapal tol laut yang bersandar di Pelabuhan Tenau, Kupang. Inspeksi mendadak tersebut dilakukan untuk mengetahui kesiapan ketiga kapal tol laut tersebut sebagai bagian dari armada angkutan laut Lebaran tahun 2019.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub, Capt. Wisnu Handoko menjelaskan, pengecekan dan pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan ruang penumpang, anjungan dan kamar mesin.

“Usai acara kapal KM. Kendhaga Nusantara 11 di Pelabuhan Tenau, saya melakukan inspeksi dan pemeriksaan 3 Kapal tol laut yang sedang sandar yaitu KM. Siguntang dengan Operator PT. Pelni (Persero), kapal KM. Camara Nusantara 6 dengan Operator PT. Luas Line dan KM. Sabuk Nusantara 55 dengan operator PT. Suasana Baru. Ketiga kapal ini merupakan bagian dari armada angkutan laut Lebaran 2019,” ujar Capt. Wisnu, Minggu 7 Mei 2019.

Pada kesempatan tersebut, Wisnu menyampaikan agar seluruh kapal segera dilakukan pemeliharaan rutin dan pergantian suku cadang kapal yang sudah rusak agar kapal selalu dalam kondisi laik laut dan selalu siap untuk beroperasi melayani masyarakat.

“Pada tahun ini, seluruh armada kapal yang disubsidi akan dilakukan penilaian dan evaluasi per tiga bulan untuk seluruh Armada baik operator BUMN maupun Swasta yang akan di mulai pada bulan Juni 2019, hasil  evaluasi tersebut akan dilihat dari berbagai aspek seperti kelaikan, kebersihan dan kenyamanan dimana hasil evaluasi tersebut akan menentukan untuk operator apakah tetap bisa menjadi operator pada tahun berikutnya atau tidak,” tambah Wisnu.

Dia meminta seluruh operator untuk melaksanakan pemeliharaan sesuai dengan Standar dan Prosedur yang sudah dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat melakukan mudik lebaran tahun 2019.

Hadir dalam inspeksi tersebut antara lain perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Para Pejabat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tenau, Kepala Kantor Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Larantuka, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Marapokot, Pejabat PT Pelindo III (persero) dan Direktur PT Pelangi Tunggal Ika.

Hanya Dipasangi Paralon, Jalan Perbatasan Desa Pala di Entikong Ambles

Liputan6.com, Entikong – Jalan perbatasan di Dusun Mangkau Desa Pala Pasang Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau mendadak ambles. Jalan paralel ini menghubungkan Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang dengan Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau.

“Kejadiannya pagi tadi,” kata Kepala Desa Pala Pasang, Entikong, Antonius Angeu, melalui pesan singkatnya kepada Liputan6.com, Selasa (9/4/2019).

Menurut Antonius, penyebab amblesnya jalan ini karena pengerjaan asal-asalan oleh kontraktor. Pasalnya, jalan yang dilewati sungai ini hanya diberikan paralon sebagai jalur aliran sungai.

Padahal, biasanya, dalam pengerjaan jalan yang dilewati sungai, akan dibuatkan jembatan atau penyangga untuk akses aliran sungai serta mencegah abrasi karena air sungai.

“Kejadiannya tidak tiba-tiba, itu air sungai tergenang karena hanya dikasih paralon sebesar kepala. Kayaknya paralon itu tersumbat, jadi air tidak bisa mengalir, sehingga memakan badan jalan,” jelasnya.

Sejak amblesnya jalan tersebut, akses warga kedua desa terganggu. Jika sangat terpaksa, warga bisa melewati aliran sungai menggunakan sepeda motor.

“Jadi warga masih bisa lewat, hanya harus pakai motor. Tapi itu kan berbahaya jika sewaktu-waktu debit air tinggi,” Antonius menambahkan.

Untuk itu, Antonius mengharapkan jalan tersebut bisa segera diperbaiki. Hal ini untuk menghubungkan kedua desa sehingga akses jalan bisa kembali normal.

Simak video pilihan berikut ini:

Jalan Siantar ke Tanah Jawa ini merupakan satu-satunya jalan lintas yang biasanya di lalui oleh warga Tanah Jawa, Simalungun.

Kawal Dana Desa, Kemendes PDTT Gandeng Kejaksaan Agung

Liputan6.com, Makassar Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan, sinergitas Kemendes PDTT dan Kejaksaan Agung dalam mengawal dana desa terjalin sangat baik. Ia meyakini, kerjasama tersebut akan membawa program dana desa pada level sempurna.

Hal tersebut dikatakan saat menutup kegiatan Sosialisasi Pengawalan Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/4).

“Kerjasama antara Kemendes dan Kejagung masih sangat panjang. Prosesnya dimulai dari tahun lalu. Tapi dilihat dari antusiasme dari Kejagung dan Kemendes, saya optimis sinergi dalam mengawal dana desa ini pasti semakin lama semakin kuat,” ujarnya.

Menurutnya, dana desa telah memberikan sumbangsih besar terhadap pengentasan desa tertinggal di Indonesia. Dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah berhasil mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk mengurangi sebanyak 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang, dan meningkatkan sebanyak 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri.

“Dana desa sebagai program utama pemerintah pasti akan mencapai yang sempurna,” ujarnya.

Setelah menutup kegiatan, Bonivasius menyerahkan sertifikat kegiatan kepada peserta. Sertifikat diserahkan secara simbolis kepada Kajari Mamuju, Ranu Indra dan Kasi Intel Maros, Dhevid Setiawan.

Untuk diketahui, Sosialisasi Pengawalan Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa tersebut adalah tindak lanjut dari MoU antara Kemendes PDTT dan Kejagung terkait pengawalan dana desa. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan kesepahaman terhadap Kejaksaan di tingkat daerah dan pemangku kepentingan desa lainnya terkait pengawalan dana desa.

Sosialisasi di Kota Makassar ini melibatkan Kejaksaan Tinggi, Dinas PMD, Perwakilan Kepala Desa, dan Perwakilan Pendamping Desa se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Bali.

Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Bonivasius Prasetya Ichtiarto memberikan sambutan pada Sosialisasi Pengawalan Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/4/2019).

Asem Roboh, Balada Cinta di Balik Legenda Lahirnya Desa Beran

Liputan6.com, Blora – Di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tepatnya di Kelurahan Beran RT 04 RW 02 terdapat lokasi yang dianggap warga sekitar tempat keramat ‘Asem Roboh’. Di lokasi, tumbuh dua pohon yang berhimpitan antara pohon beringin yang tumbuhnya tinggi menjulang dengan pohon asam yang tumbuhnya kesamping.

Ada cerita rakyat yang masih menjadi misteri disana. Sekitar bulan April 2018, pohon asam itu roboh menimpa pondasi rumah salah satu warga yang baru dibangun. Ternyata hingga saat ini tidak dipotong tetapi justru pondasi rumah warga tersebut dihentikan.

Pada bulan Januari 2019, berganti pohon beringin yang tumbang. Warga setempat pun memberlakukan hal yang sama dengan membiarkan batang pohon berukuran diameter sekitar 90 cm tersebut tergeletak begitu saja.

“Hingga saat ini warga masih mengeramatkan dua pohon di kompleks Asem Roboh. Memotong dan memanfaatkan kayunya dianggap pantangan. Yang berani akan mendapat bendu,” ujar Martono, pemerhati budaya setempat kepada Liputan6.com, Jumat (5/4/2019).

Bendu, dalam istilah Jawa adalah malapetaka yang menimpa keluarga maupun kerabatnya karena melanggar sebuah pantangan.

Dan setiap malam jumat ada saja warga yang membakar merang (batang padi yang dikeringkan), memberikan sesaji, dan kembang setaman.

“Ini kekhasan yang secara simbolik menjelaskan orientasi pengeramatan bertendensi pada kehidupan agraris,” jelasnya.

Menurut cerita, keberadaan Asem Rubuh bersamaan dengan awal berdirinya Desa Beran. Dulu wilayah Desa Beran bertanah gersang dan tandus sehingga tidak cocok dijadikan perkampungan dan lahan pertanian.

Dalam bahasa setempat, tanah yang tandus dan tidak dimanfaatkan untuk pertanian dinamakan tanah bero. Istilah tanah bero inilah awal cikal bakal masyarakat Blora menamakan ‘tanah beroan’ (tanah luas dan dibiarkan terbengkalai begitu lama) dan dalam pengucapan berubah menjadi beran.

“Penduduk Beran merupakan eksodus dari desa Kedungkluwih yang letaknya 1 km di sebelah selatan wilayah Beran,” jelas Martono.

Kontribusi Desa ke Ekonomi Nasional Bisa Capai Rp 19.912 Triliun dalam 7 Tahun

Kebijakan dana desa menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Peningkatan ini tak hanya pada infrastruktur, melainkan manajemen finansial.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo pun menegaskan bahwa penyelewangan dana desa amat kecil.

Mendes Eko berkata pendekatan pemerintah dan kepolisian adalah pembinaan agar kepala desa dan perangkatnya bisa bekerja secara optimal. Dulu, dia menyebut penyelewengan dana desa akibat lemahnya pengawasan. 

“Kita lihat tahun lalu di bawah 100 kasus. Itu pun juga yang kita bawa ke ranah hukum cuma 67. Dibanding jumlah desa 74.957 desa, jadi cuma 0,001 persen,” ucap Mendes Eko.

“Tapi Alhamdulillah dengan partisipasi masyarakat, dukungan dari kepolisian, kejaksaan, dan terutama media, kesempatan melakukan itu sangat berkurang,” lanjutnya. Kementeriannya pun mengawasi agar penyelewengan dana desa tak menyentuh 1 persen.

Tolok ukur keberhasilan pengelolaan dana desa adalah penyerapan hingga 99,6 persen. Menurut Mendes, jumlah instansi dan lembaga di Indonesia yang memiliki penyerapan sebesar itu bisa dihitung dengan jari.

Kini, Mendes mengapresiasi besarnya sorotan media ke dana desa, baik itu sisi baik maupun yang buruk. Dengan itulah masyarakat semakin terdorong untuk mengawasi.

“Saya berterima kasih kepada media yang terus menerus mensosialisasikan, bukan hanya baiknya saja, tetapi buruknya juga, sehingga masyarakat jadi aware. Karena masyarakat tahu, masyarakat berpartisipasi, masyarakat ikut mengawasi. Jadi sekarang saya jamin dengan kita libatkan kepolisian, kejaksaan, yang tugasnya membantu, bukan mencari kesalahan kepala desa,” tegas Mendes. 2 dari 2 halaman