Jangan Ada Dendam di Antara Malaysia dan Indonesia…

Liputan6.com, Putra Jaya – Sudah jadi rahasia umum bahwa Malaysia kerap menjadi tujuan para tenaga kerja Indonesia (TKI), meski sejumlah kasus kekerasan melanda para penyumbang devisa besar untuk negara itu. Hal tersebut juga sempat membuat hubungan kedua negara tegang.

“Hubungan kita memang terkadang menjadi renggang, tapi kami tetap memerlukan TKI,” ujar Penasihat Eksekutif Editorial Sinar Harian, salah satu surat kabar terbesar di Malaysia, Abdul Jalil pada Kamis 14 Februari 2019 lalu di kantornya.

Abdul mengatakan bahwa TKI sudah banyak membantu Malaysia sejak dahulu kala. Para TKI banyak yang bekerja di bidang pertanian, perindustrian, tekstil dan juga menjadi asisten rumah tangga (ART).

Ia juga yakin pekerja WNI yang diperlakukan layak di Malaysia jumlahnya jauh lebih tinggi dari kasus kekerasan.

“Kami menentang sekali kekerasan. Kasus kekerasan terhadap TKI di sini selalu diusut ke jalur hukum. Kita tak akan melepaskan begitu saja. Tapi memang proses peradilan membutuhkan waktu,” sebut Abdul.

Salah satu kasus tersebut adalah yang menimpa Adelina Lisao, seorang TKI asal Kupang. Kasus tahun 2018 itu sempat menjadi sorotan global karena pahlawan devisa itu diketahui dipaksa majikannya untuk tidur di samping seekor anjing di area garasi rumah.

“Proses peradilan kasus kematian TKI yang di Penang (Adelina Lisao) masih berjalan di mahkamah hingga saat ini. Majikannya sudah diproses hukum, jangan bimbang,” tutur Abdul.

Menurut Abdul, saat ini ada sekitar dua juta buruh migran di Malaysia, yang mayoritasnya berasal dari Indonesia dan Kamboja. Ia meminta secara khusus kepada Indonesia sebagai tetangga dekat Malaysia untuk tetap berhubungan baik. “Kita ini serumpun. Jangan ada dendam di antara kita,” ucap Abdul.

Ia pun menceritakan bahwa telah memiliki asisten rumah tangga dari Semarang, Indonesia sejak 28 tahun terakhir.

“Mbak Sumi ini sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Dia mendidik anak saya, mengajar anak saya mengaji, Bahkan saya dan keluarga pernah dua hingga tiga kali ke kampung dia di Semarang,” ungkap dia.

Abdul menuturkan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan baik meski terkendala gesekan kasus kekerasan terhadap sejumlah TKI di negaranya.

“Saya sudah lama berhubungan dengan Indonesia. Kita ada hubungan yang akrab, Ada hubungan akrab ada G2G (government to government), P2P (people to people), B2B (business to business). Malaysia dan Indonesia ini sebenarnya serumpun.”

“Dengan badan-badan seperti Iswami ini. Dia menjadikan hiubungan kita lebih akrab. Jangan ada dendam di antara kita,” tegas Abdul.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Akses Pendidikan untuk Anak-Anak TKI

Sementara itu, pemerintah RI dan Malaysia telah menyepakati berbagai upaya peningkatan perlindungan dan hak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran.

Hal itu diutarakan oleh menteri luar negeri kedua negara, Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 23 Juli 2018.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian oleh kedua menteri adalah mengenai pentingnya akses pendidikan terhadap anak-anak TKI yang ikut merantau bersama orang tuanya yang bekerja di Negeri Jiran.

“Saya mengapresiasi atas perubahan kebijakan pemerintahan Malaysia saat ini yang menekankan pentingnya akses pendidikan kepada semua orang, termasuk anak-anak TKI di Malaysia,” kata Menlu Retno.

Pada gilirannya, Menlu Saifuddin menjelaskan bahwa Indonesia-Malaysia akan bekerja sama menambah fasilitas pendidikan dan komunitas pembelajaran baru di Sabah. Sebelumnya, kedua pemerintah telah bekerjasama membangun fasilitas serupa di Kuala Lumpur dan Johor.

“Kami akan menindaklanjuti permintaan Indonesia terkait pembangunan sekolah di Sabah,” kata Saifuddin.

Kedua menteri menegaskan bahwa tim teknis dari masing-masing negara akan bertemu untuk merealisasi rencana tersebut.

Prioritas

Pada kesempatan terpisah usai pertemuan bilateral, Menlu RI Retno Marsudi menjelaskan bahwa isu perlindungan WNI dan TKI merupakan agenda prioritas kebijakan luar negeri kedua negara. Sikap tersebut pun telah diejawantahkan melalui sejumlah tindakan positif dari pemerintah Malaysia belakangan terakhir.

“Kita sangat mengapresiasi bagaimana pemerintah Malaysia sekarang sangat kooperatif dalam memberikan notifikasi dan akses kekonsuleran bagi pemerintah RI untuk menangani WNI dan TKI yang terkendala secara hukum,” kata Retno.

“Prioritas terhadap perlindungan WNI dan TKI ini merupakan sebuah pergeseran kebijakan yang baik yang telah menjadi komitmen antara Tun Mahathir dan Presiden Jokowi saat keduanya bertemu di Bogor Juni lalu,” tambah Menlu RI.

Mengamuk di Rumah Bupati Muna, Petani Jagung Bikin Penyok Moge

Liputan6.com, Muna – Seorang pemuda di Kabupaten Muna tiba-tiba masuk dan mengamuk di dalam lingkungan rumah pribadi Bupati Kabupaten Muna, Rusman Emba di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Batalaiworu, Kecamatan Katobu, Selasa, 12 Februari 2019. Pemuda tersebut, diketahui bernama LN (50), seorang petani jagung yang juga tinggal di samping rumah Rusman Emba.

Sebuah motor sport Kawasaki Ninja dan pos jaga rumah Bupati dihantam kapak oleh pelaku. Akibatnya, kaca jendela pos jaga pecah dan tangki motor penyok akibat luapan emosi pelaku.

Pemicunya, LN mengaku mendapati adik kandung perempuannya di dalam kamar rumahnya bersama salah seorang pemuda berinisial AR. LN saat itu baru saja masuk ke dalam rumah setelah pulang lebih cepat dari jadwal biasanya dia kembali dari kebun.

“Saat itu, saya dengar ada bunyi lain-lain di dalam kamar, setelah saya intip di lubang saya kaget sekali,” ujar LN di Polres Muna.

LN mengungkapkan, AR yang berstatus anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) sedang dalam keadaan tanpa busana. Padahal, antara dia dan adik perempuannya bukan suami istri.

“Suami adik saya lagi di luar kota. Dia tetangga saya, saya tidak terima dan langsung kejar dia,” ujarnya.

Saat itu, LN langsung mengamuk dan mengejar anggota Sat Pol PP itu dengan sebilah besi dan kapak. AR yang mengendarai motor, lari masuk ke dalam lingkungan rumah bupati.

Dari informasi, AR ternyata bertugas jaga sehari-hari di dalam rumah pribadi bupati. Saat berhasil masuk ke dalam pagar, AR langsung lari masuk ke dalam rumah.

LN yang hanya mendapati motor AR langsung masuk dan mengamuk. Sempat meminta kepada petugas pos jaga untuk membawa AR ke hadapannya, tetapi permintaan LN tidak dipenuhi.

Tidak puas, LN langsung mengayunkan kapak ke arah pos jaga. Setelah itu, sebuah motor warna merah yang diduga milik pelaku tidak luput dari sasaran amarah pelaku.

2 dari 2 halaman

Sakit Jiwa?

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja mengatakan kejadian perusakan di rumah Bupati Muna bukan persoalan dendam pribadi antara pelaku dan bupati. Sebab, antara keduanya adalah tetangga dekat.

“Ini murni persoalan pribadi antara pelaku dan AR. Sebab, sebab pelaku jengkel dengan AR,” ujar Kabid Penindakan Satpol PP Muna, La Hayari.

Kata La Hayari, Sat Pol PP di rumah Bupati ada 8 orang yang berjaga. Sehingga, hampir mustahil pelaku yang hanya seorang diri tak bisa dihalau.

“Kami akan evaluasi mereka. Kita akan periksa,” ujarnya.

Sementara itu, adik perempuan pelaku yang sudah diperiksa polisi mengatakan tidak mengakui AR yang berada di dalam kamar. Dia mengatakan, AR saat itu datang membeli pulsa.

“Saya sedang mandi. Saya bilang tunggu, dia pun menunggu di luar,” ujarnya.

Saat selesai mandi, AR menanyakan laptop yang ada di lantai. Saat itulah, LN kembali ke rumah melihat AR dalam rumah dan langsung mengejar hingga ke rumah bupati.

“Kakak saya (LN) mengalami gangguan jiwa. Saya sering dipukul karena membela ibu saya,” ujarnya.

Sementara itu, LN kini sudah berstatus sebagai tersangka. Dia dilaporkan usai melakukan perusakan terhadap rumah Bupati Muna dan motor AR. Saat ini, LN sudah berada di ruang tahanan Polres Muna.

“Sudah ditahan, pelaku sudah berstatus sebagai tersangka. Dia kami amankan,” ujar Kasat Reskrim Polres Muna, AKP Ogen Sairi, Rabu, 13 Februari 2019.


Simak video pilihan berikut ini:

Sahabat: Ahok Nggak akan Balas Dendam ke PA 212 Lewat PDIP

Jakarta – Dosen UIN Adi Prayitno mengungkap PA 212 curiga Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan balas dendam lewat PDIP. Jubir PA 212, Novel Bamukmin, mengklarifikasi bahwa hal tersebut harapan, bukan kecurigaan. Sahabat Ahok yang juga politikus PDIP, Charles Honoris, menegaskan isu itu sama sekali tidak benar.

“Nah itu, saya bilang nggak mungkin balas dendam. Karena gini, Pak Ahok sudah memilih masuk PDI Perjuangan bukan untuk aktif berpolitik tetapi memilih PDI Perjuangan sebagai rumah untuk menyalurkan aspirasi politiknya,” kata politikus PDIP, Charles Honoris, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Charles sekali lagi menepis anggapan bahwa Ahok akan balas dendam. Menurutnya, meskipun bergabung ke PDIP, Ahok tak tertarik menjadi pejabat negara.
“Jadi saya rasa tidak benar anggapan bahwa Pak Ahok ingin balas dendam ya, karena sekali lagi Pak Ahok sendiri sudah mengatakan bahwa masuk PDI Perjuangan itu bukan untuk menjadi pengurus ya, tidak tertarik menjadi pejabat negara, tapi hanya merasa bahwa PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum nasionalis sehingga rumah yang cocok untuk bisa menyalurkan aspirasi politiknya,” ungkapnya.

“Bahwa Pak Ahok masuk PDI ya sebagai kader, bukan sebagai pengurus partai. Tidak punya kewenangan khusus untuk bisa mengatur kebijakan partai juga, atau tidak juga memiliki keinginan untuk menjadi pejabat negara. Misalkan ikut pilkada, atau ikut pemilu legislatif ya, hanya sebagai kader yang ingin memberikan kontribusi pemikiran, menyalurkan aspirasi politiknya ke PDI Perjuangan,” imbuh Charles.

Charles sekali lagi menegaskan Ahok tak akan balas dendam. Baginya, partai politik bukan alat untuk balas dendam, tetapi untuk kesejahteraan rakyat.

“Pasti tidak (akan balas dendam), pasti tidak. Karena PDI Perjuangan partai politik, partai PDI Perjuangan bukan alat untuk balas dendam ya, tapi partai politik adalah alat untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Adi Prayitno mengungkapkan, PA 212 curiga bergabungnya Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam kepada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” ujar Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan.

Novel Bamukmin sudah meluruskan pernyataan Adi. Novel hanya berharap PDIP bisa membina Ahok agar tak lagi bikin gaduh.

“Saya hanya mengkhawatirkan semoga bergabungnya BTP ini tidak menjadi ajang balas dendam atas masalah yang pernah terjadi dengan kasus hukum BTP ini. Semoga PDIP bisa membina BTP dengan baik agar BTP tidak kembali membuat kegaduhan dan kekisruhan negara ini,” kata Novel, hari ini.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Aceh hingga Belitung… 3 Temuan Harta Karun di Indonesia Menuai Sorotan Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Nama Situs Talangpati di Kebumen, Jawa Tengah sejatinya benar-benar nyaris tak terdengar. Tempat yang diduga peninggalan peradaban kuno itu ditemukan pada 2010 lalu.

Dari lokasi tersebut, warga kerap menemukan patahan emas selain batu arca, serta alat dapur kuno (gerabah) menyebar dari mulut ke mulut dan menyebabkan banyak orang menggali peruntungan mencari harta karun terpendam.

Selain temuan emas di Kebumen, sejumlah benda yang ditemukan secara tak sengaja di Indonesia dan dianggap sebagai harta karun juga sempat jadi sorotan dunia.

Berikut tiga di antaranya yang Liputan6.com rangkum dari sejumlah sumber, Minggu (10/2/2019):

1. Kapal Harta di Belitung

Harta karun yang ditemukan di dasar laut Belitung (Wikipedia)

Sebuah kapal layar jenis dhow mengarungi lautan dari Afrika ke China sekitar 830 Masehi. Namun, saat berlayar pulang ia tenggelam di titik 1,6 kilometer dari lepas pantai Pulau Belitung. 

Tilman Walterfang, seorang direktur perusahaan beton asal Jerman ikut andil menemukan harta karun bernilai jutaan dolar itu. Ia menyelam ke dasar lautan.

“Saya mendarat di apa yang tampak seperti bagian terumbu karang biasa,” kata Walterfang kepada majalah Jerman Der Spiegel

“Benar-benar mirip gundukan bawah air seukuran sebuah bukit kecil yang terbentuk dari puluhan ribu keping keramik yang terawat dengan baik.”

Harta karun itu punya makna sejarah besar sehingga pihak Shanghai, Singapura, dan Doha di Qatar saling berlomba untuk membelinya.

Sekitar 60 ribu artefak dikumpulkan tim Walterfang dari dasar laut, termasuk kendi minuman anggur, mangkuk teh dengan pola timbuk dari emas, piala perak, juga piring berusia 1.200 tahun.

Bangkai kapal ini berkontribusi terhadap dua penemuan besar bagi para arkeolog, yakni koleksi artefak tunggal terbesar dari zaman Dinasti Tang yang ditemukan di puing-puing kapal, yang dikenal dengan sebutan “harta karun Tang”.

Yang kedua adalah kapal dhow Arab, yang melahirkan gagasan baru bahwa hubungan perdagangan antara Arab dan Tiongkok telah terjalin pada periode tersebut.


Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 3 halaman

2. Tsunami Aceh Menguak Harta Karun

Adalah Fatimah yang menemukan harta karun ini. Kala itu ia tengah menyisiri rawa-rawa di Desa Gampong Pande, Aceh. Mencari tiram.

Tiba-tiba matanya melihat benda kotak yang teronggok di antara kubangan lumpur. Kotak itu ditutupi koral dan tiram. Saat memukul permukaannya, untuk mengambil tiram, benda itu tiba-tiba terbuka.

Perempuan itu kaget bukan kepalang. Sebab, isi kota tersebut ternyata koin-koin emas yang bertuliskan aksara Arab.

“Koin-koin itu tumpah ketika ia membuka peti itu,” kata Abdullah, penduduk Gampong Pande, seperti dikutip dari Daily Mail, yang memuat artikel itu pada 2013.

Harta karun tersebut ditemukan dekat kuburan kuno yang keberadaannya dikuak gelombang tsunami dahsyat yang melantak Aceh pada 2004. Koin yang ditemukan diperkirakan berasal antara tahun 1200 hingga 1600 Masehi.

Gelombang gergasi mengangkat makam kuno yang berisi jasad penguasa pada Abad ke-13 yang dimakamkan bersama harta benda miliknya.

Sebelum tsunami terjadi, tak ada warga yang berani mengusik makam yang dikeramatkan tersebut. Khawatir arwah mendiang bakal balas dendam.

Namun, pascatemuan tersebut, orang-orang menyerbu Gampong Pande. Membawa peralatan sederhana, mereka juga ingin dapat harta karun.

Koin yang ditemukan kemudian dijual ke penadah yang saat itu mematok harga Rp 800 rupiah tiap keping.

Gempong Pande terletak di bekas wilayah kerajaan Islam pertama di Aceh, yang dipimpin Dinasti Meukuta Alam.

Kerajaan itu kemudian bergabung dengan negeri tetangga, yang diperintah Dinasti Darul Kamal menjadi Kerajaan Aceh Darussalam yang dipimpin Sultan Iskandar Muda Johan Pahlawan Meukuta Alam (1590-1636).

Selama masa kepemimpinannya, kerajaan tersebut menjalin hubungan diplomatik dengan Inggris, Kekaisaran Ottoman di Turki, dan Belanda.

Antara Abad ke-13 dan ke-17, desa Gampong Pande menjadi semacam sentra industri, yang memproduksi banyak barang, termasuk koin emas.

Kabar penemuan harta karun pascatsunami tersebut menjadi perhatian dunia. Sejumlah media asing mengabarkannya ke seluruh penjuru Bumi.

3 dari 3 halaman

3. Harta Karun Titanic dari Timur

Antara April 2004 dan Oktober 2005, ekskavasi kapal berisi harta karun di kedalaman 56 meter dilakukan dari Pelabuhan Cirebon, antara pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Bahtera itu awalnya dilaporkan para nelayan yang menjala ikan di sekitarnya.

Tumpukan harta karun terbaring di dasar laut Indonesia selama lebih dari 1.000 tahun. Sebanyak 270 ribu objek termasuk kristal, permata, keramik, porselen Tiongkok, mutiara, dan emas ditemukan para penyelam di sebuah bangkai kapal dari Abad ke-10 yang berjarak 80 mil dari Pelabuhan Cirebon, antara pulau Kalimantan dan Pulau Jawa.

Tim penyelam harus melakukan 22 ribu perjalanan dari kapal barang tersebut untuk mengambil muatannya.

Para penyelam ini adalah bagian dari anggota tim hasil kolaborasi antara dua perusahaan, yakni Cosmix Underwater Research Ltd dengan perusahaan lokal, PT Paradigma Putra Sejahtera.

Pemburu harta dari Belgia, Luc Heymans ikut serta dalam pencarian warisan nenek moyang itu.

Di antara benda berharga yang ditemukan adalah batu permata besar yang konon milik Dinasti Fatimiyah.

Berdasarkan catatan sejarah, Dinasti Fatimiyah mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad. Fatimah merupakan putri bungsu Nabi Muhammad dari istri pertama, Khadidjah.

Nilai total harta karun itu pada 2010 diperkirakan Rp 720 miliar. Namun, pelelangan pada tahun itu sepi peminat. Tak ada yang berniat menawar. 

Gara-garanya, tak ada peminat yang menyerahkan uang jaminan sebesar 20 persen dari harga limit atau sekitar US$ 16 juta. Uang jaminan atau deposit itu cukup tinggi karena harta karun itu dilelang dalam satu paket.

“Sekitar 90 persen harta terdiri atas keramik,” kata Aris Kabul, dari pihak komite lelang, seperti dikutip dari BBC

Cirebon adalah destinasi awal para pedagang Muslim di Nusantara. Menurut para ahli sejarah, Islam datang ke wilayah Indonesia pada Abad ke-12. 

Temuan tersebut juga diharapkan memecahkan misteri mengapa raja-raja Jawa Abad ke-10 pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur,  demikian menurut John Miksic, sejarawan maritim di National University of Singapore, seperti dikutip dari New York Times

Indonesia dikenal sebagai ‘kuburan kapal’ pada masa lalu. Baru sekitar 500 bangkai bahtera yang telah ditemukan hingga saat ini, ribuan lainnya masih belum diketahui posisinya. 

Dosen UIN Ungkap PA 212 Curiga Ahok akan Balas Dendam Lewat PDIP

Jakarta – Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengungkapkan PA 212 curiga bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam pada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” ujar Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan.
“Jadi kelompok 212 sekalipun Ahok hanya anggota biasa di PDIP dikhawatirkan dia mengakumulasi kekuatan politiknya di PDIP apalagi berpotensi jadi menteri dan seterusnya. Ini akan menjadi ancaman besar terhadap 212,” katanya.

Di sisi lain, menurut Adi, bergabungnya Ahok ke PDIP juga untuk menggaet suara para Ahoker yang belum menentukan pilihan. Dengan demikian, Ahoker akan ikut melabuhkan dukungannya ke PDIP dan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ahokers minimal tidak galau. Mereka tidak galau apalagi mengancam golput untuk memilih di 2019. Ahokers kan timbuh di mana-mana, menantikan kiprah Ahok di politik. Setelag Ahok ke politik masuk ke PDIP ini, loyalis-loyalis Ahok ini akan berdenyut di mana-mana,” tutur Adi.

Sebelumnya diberitakan, Ahok resmi menjadi kader PDIP sejak 26 Januari 2019. Dia mengaku PDIP sejalan dengan ideologi perjuangannya. Dia pun mengaku mantap menjadi kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya,” kata Ahok ketika ditanya alasannya menjadi kader PDIP.
(mae/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alumni IKJ Deklarasi Dukung Jokowi, Hanung hingga Riri Riza Hadir

Jakarta – Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mendeklarasikan dukungan untuk paslon Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin. Alumni IKJ menilai Indonesia membutuhkan pasangan pemimpin yang dapat mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Deklarasi dukungan dibacakan di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi No 46, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019). Hadir sejumlah seniman di antaranya Hanung Bramantyo, Mira Lesmana, Riri Riza, Hari Sabar, Ipang Wahid dan Leni Lolang.

Hanung yang bertindak sebagai ketua panitia acara mengatakan deklarasi ini bukan mengatasnamakan institusi. Mereka mewakili pribadi masing-masing yang concern terhadap perkembangan kondisi Indonesia.

“Sebetulnya kami di sini tidak terkait institusi apapun termasuk Institut Kesenian Jakarta. Kami di sini mewakili pribadi, mewakili sendiri untuk bertemu. Dan kami menyatakan diri alumni Institut Kesenian Jakarta tapi tidak mewakili institusi apapun ya, ini harus dijelaskan. Kemudian kami berkumpul antar pribadi, mereka yang bermain musik, yang menari, yang juga berkarya di sini mewakili kelompok-kelompok pribadi, dan mewakili institusi yang concern, gelisah, atas situasi negara yang penuh hate speech, hoax kemudian intoleransi. Karena kampus kami IKJ, itu sangat plural di situ. Kami dididik untuk jadi seniman, budayawan, yang memang menjunjung tinggi keberagaman,” kata Hanung.

Hanung BramantyoHanung Bramantyo Foto: Roland/detikcom

Hanung mengatakan pasangan Jokowi-Ma’ruf merupakan pemimpin yang konsisten menjaga keberagaman Indonesia. Dia mengkhawatirkan kelompok intoleran berkembang di negara ini.

“Kita merasa, percaya, bahwa pemimpin yang akan membawa Indonesia ini harus memimpin yang konsisten menjaga kebinekaan, menjaga Pancasila, dan kita sangat khawatir sekali terhadap kelompok-kelompok intoleran yang berada di belakang calon pemimpin. Karena itu, makanya kami percaya Pak Jokowi bisa membawa negara ini kembali beragama, kuat, bhinneka Tunggal Ika, dan tentunya berdasarkan Pancasila,” imbuhnya.

Alumni IKJ Deklarasi Dukung Jokowi, Hanung hingga Riri Riza HadirFoto: Roland/detikcom

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, mengatakan dukungan dari IKJ ini merupakan suatu kehormatan bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf. Dukungan ini juga, sambung Erick, menjadi penanda orang baik dan orang pintar mulai bergerak untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

“Kita juga mencari figur bapak, figur sahabat, karena bapak figur yang pasti sayang sama kita, sahabat adalah yang ketika kita susah pasti ada di sisi kita. Karena itu kita bisa lihat apa yang dilakukan capres kita Ir. H. Joko Widodo, sudah membuktikan itu,” ujarnya.

Erick menjelaskan dirinya ingin mengangkat martabat Indonesia sebagai bangsa yang besar. Dia kemudian menyinggung kesuksesan Asian Games 2018.

“Kita bisa kasih liat kita bangsa besar, dan khususnya saya orang olahraga ketika Asian Games selesai, beliau meyakinkan juga mimpi tidak boleh berhenti, kita ajukan lagi sebagai tuan rumah Olimpiade 2032,” imbuhnya.

Berikut bunyi deklarasi yang dibacakan oleh sutradara Riri Riza:

DEKLARASI

Alumni IKJ dan LPKJ

Sahabat para seniman Pekerja Kreatif Simpatisan Media atau siapapun Anda yang peduli tentang nila-nilai keragaman Indonesia.

Gerakan ini adalah tentang mengembalikan identitas dan kekuatan bangsa kita yang beragam tersebut, yang sudah terkoyak oleh ujaran kebencian antar golongan, etnis dan agama yang dilakukan secara terbuka, penuh dendam dan tak bertanggung jawab, yang menyeret siapapun, tak terkecuali saudara-saudara terdekat kita, keluarga, kawan, rekan kerja, bahkan anak-anak kita yang tiba-tiba menjadi begitu mudah mencaci dan memaki.

Kita harus bergerak. Kita harus mengingatkan. Kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi milenial Indonesia untuk sadar bahwa jika keadaan ini dibiarkan, perpecahan bangsa Kita akan terjadi. Negeri ini tak bisa dibangun tanpa partisipasi dan persatuan kita semua.

Negeri ini memerlukan pemimpin yang berkomitmen pada pentingnya persatuan dan kerukunan antar suku, budaya dan agama. Pemimpin yang selaras antara kata, sikap dan perbuatannya. Pemimpin yang sederhana, yang secara nyata bekerja membangun persatuan dan keadilan rakyat lewat kebijakan nyata di bidang seni dan Budaya: membentuk badan ekonomi kreatif. Menumbuhkan kemandirian desa, membentuk unit usaha kecil dan menengah, membangun infrastruktur yang mempermudah keterhubungan antar suku-suku di seluruh Nusantara, menghidupkan kembali kelompok-kelompok seni tradisional, memperbaiki dan membangun ruang- ruang kreatif di daerah, menerbitkan Undang-Undang untuk memajukan kebudayaan nasional sekaligus menyiapkan anggaran untuk pengembangan kebudayaan;

Mari satukan sikap. Mendukung pasangan pemimpin yang secara nyata telah bekerja untuk kita. Menyelamatkan Indonesia hari ini adalah tentang menyelamatkan masa depan Anda, saya, keluarga, anak-anak kita.

Mari Satukan langkah. Gerakan ini harus nyata. Ambil peran kita, di manapun. Himpun kekuatan kreatif kita. Pentaskan. Pertemukan kembali orange-orang Indonesia dengan jiwa-jiwa keIndonesiaannya. Kembalikan kreatifitas pada fungsinya. Jadikan kembali Indonesia yang adil dan bermartabat dengan cara-cara yang bermartabat pula.

Karena Indonesia ini adalah KITA.

Kami Alumni IKJ-LPKJ
Menyatakan Dukungan Kepada Joko Widodo – KH Ma’ruf Amir untuk terpilih kembali menjadi presiden Indonesia 2019

Salam Budaya.
(knv/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Detik-Detik Mencekam Pembunuhan Sadis di Pulau Buru

Liputan6.com, Buru – Suasana tenang di Desa Waesama Kecamatan Waemesing Kabupaten Buru Selatan-Maluku sontak berubah menjadi riuh.

Teriakan minta tolong datang silih berganti dari warga terutama para ibu yang menyaksikan tindakan keji NN (27) membantai IS (37), istri kakaknya dan keponakannya, FN (1), serta FP (7) anak dari kakak kandungnya pada pukul 18.30 WIT, Sabtu (2/2/2019).

Peristiwa pembantaian ini diduga karena konflik asmara, pelaku ditolak cintanya oleh IS yang telah ditinggal meninggal suaminya, yang tidak lain adalah kakak NN. Kakak ipar NN itu justru lebih menyukai kakak NN yang lain, adik dari almarhum suaminya.

Sudah sering pelaku mendekati korban, tapi rayuan pelaku tak digubris. Korban bahkan sering memarahi pelaku. Upaya mendekati korban makin menjadi-jadi setelah istri pelaku kabur dari rumah kerena tak tahan dituding memiliki ilmu hitam.

Merasa kesal dengan tindakan korban dan pihak keluarga, pelaku lalu menyusun siasat untuk membunuh korban. Pada tanggal 31 Januari 2019, korban pergi ke rumah saudaranya di Dusun Waeula. Dia menyiapkan senjata dengan mengasah pedang.

Dengan percaya diri, pedang yang sudah tajam dibawa masuk ke rumah yang menjadi tempat kejadian perkara. Rumah ini milik suami korban dan ditinggali korban, ibu, dan kakak pelaku, serta anak dari kakaknya yang juga menjadi korban keganasan pelaku. Pedang itu disimpan di bawah tempat tidur kamar korban.

Pukul 18.30 WIT, IS sedang menggendong keponakannya di ruang keluarga. Ibu pelaku pun asyik menonton televisi bersama tiga cucunya.

Pelaku kemudian keluar dari kamar tidur, tanpa basa-basi leher IS langsung ditebas dari arah belakang. Pedang itu pun ikut mengiris punggung FN, balita tak berdosa yang digendong IS. Keduanya langsung tersungkur ke lantai.

Ibu pelaku bersama tiga cucunya tak dapat berbuat banyak hanya bisa menyelamatkan diri ke luar rumah.

2 dari 2 halaman

Keponakan Jadi Sasaran Kekesalan

Setelah kedua korban sudah tak bernyawa, pelaku kabur dari arah depan rumah menuju hutan untuk bersembunyi. Sayangnya, setelah 50 meter berjalan, pelaku melihat FP sedang duduk di atas kursi plastik di teras rumahnya.

Pelaku mendekati FP dari arah depan dan langsung menghunus pedang yang masih berlumuran darah dua korban sebelumnya ke wajah FP, seketika FP tewas. Wajah FP nyaris terbelah dua.

Menurut keterangan warga, usai menghabisi tiga korban, pelaku melarikan diri ke arah hutan. Namun, saat itu, warga mengira pelaku masih berada di TKP. Warga yang mendengar teriakan minta tolong sempat berkumpul dan melempari rumah korban.

Kasubag Humas Polres Pulau Buru, Ipda. Dede Syamsudin Rifai menerangkan, saat ini pelaku telah ditahan dan sedang dalam proses hukum lanjutan.

Sebelum ditangkap polisi, pelaku sempat tidur di hutan beralaskan dedaunan. Siangnya pelaku turun ke sungai hendak mencuci pedangnya.

Warga yang melihat pelaku langsung menghubungi petugas polisi dan menunjukkan lokasi persembunyian pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sekitar pukul 17.00 WIT tersangka ditangkap pihak Kepolisian dan langsung dibawa ke Kantor Polres Pulau Buru untuk dimintai keterangan,” ujar Kabag Humas.

Menurut Kabag Humas, pelaku nekat menghabisi FP karena pelaku dendam dengan sikap ibu FP yang tidak mendukung pernikahannya dengan janda kakaknya.


Simak video pilihan berikut ini:

76 Persen Warga AS Dukung Pidato Kenegaraan Donald Trump, tapi…

Liputan6.com, Washington DC – Tujuh puluh enam persen orang Amerika Serikat yang menyaksikan pidato kenegaraan tahunan Presiden Donald Trump di Kongres (State of the Union) pada Selasa 5 Februari 2019, menyetujui pesan yang disampaikan oleh sang orang nomor satu Amerika. Sementara 24 persen lain tidak setuju dengan pidato tersebut — *menurut polling nasional yang dilakukan oleh CBS News.

Tetapi, orang-orang yang setuju adalah mereka yang berhaluan politik condong ke Partai Republik yang mengusung Presiden Trump, setidaknya dibandingkan dengan orang Amerika secara keseluruhan –seperti yang sering terjadi di sebagian besar pidato State of the Union.

Menurut polling CBS, dari total 100 persen responden yang menonton siaran program pidato Donald Trump, 43 persen di antaranya adalah pendukung Partai Republik, 24 persen pendukung Demokrat (yang beroposisi) dan 30 persen sisanya non-partisan.

Angka 43 persen simpatisan Republik itu secara keseluruhan membantu mendukung survei persetujuan atas pidato Trump. Karena, dari total responden Republik, 97 persen menyetujui pidato presiden.

Oleh karenanya, dari sejumlah variabel, survei CBS menunjukkan positivisme publik AS terhadap State of the Union tahun ini.

*Survei CBS News ini didasarkan pada 1.472 wawancara terhadap orang dewasa AS yang menyaksikan pidato State of the Union pada Selasa 5 Januari 2019 malam. Survei ini dilakukan oleh YouGov menggunakan sampel representatif dari 9.332 orang dewasa AS yang awalnya diwawancarai online antara 1 hingga 4 Februari 2019, untuk menunjukkan apakah mereka berencana untuk menonton alamat tersebut, dan jika mereka bersedia diwawancarai kembali setelah pidato. Hanya mereka yang menyaksikan pidato yang dimasukkan dalam analisis CBS.

Kata Komentator Politik

Tentang bagaimana publik AS secara keseluruhan akan bereaksi terhadap State of the Union Presiden Trump, Komentator politik AS, Chris Cilizza menulis untuk CNN, “Bagi kita semua, ini adalah pengingat bahwa a) satu pidato tidak akan mengubah pandangan orang dan b) SOTU (State of the Union) adalah satu acara TV besar.”

Cilizza juga menyebut pidato presiden Trump “secara mengejutkan bersifat bipartisan sekaligus juga memecah-belah,” jelasnya dalam kolom yang ia tulis untuk CNN, Selasa 5 Januari 2019.

“Dalam hanya beberapa paragraf, Trump berbelok dari seruan untuk persatuan dan berbagi kemenangan, untuk kemudian meledakkan Demokrat di oposisi mereka ke tembok perbatasan yang diusulkannya. Dalam satu napas, ia menggembar-gemborkan rendahnya tingkat pengangguran. Di kalimat selanjutnya, dia bersikeras bahwa jika Demokrat menginginkan perdamaian dan kemakmuran, maka mereka tidak dapat melanjutkan ‘penyelidikan partisan’ (mereferensi investigasi dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres AS),” lanjut Cilizza.

“Itu adalah Trump klasik –dalam semua keganjilannya, ketidakpastian, berlebihan, dan sesekali momen yang mengejutkan.”

Donald Trump juga memulai pidato kenegaraannya dengan menyerukan Kongres tentang semangat kerja bipartisan (pelibatan bersama kepentingan dua partai politik) dan kompromi.

“Tapi, Trump adalah orang yang melakukan politik balas dendam, perlawanan, dan pembalasan selama pilpres 2016. Cara dia mengubah sikap itu untuk menuduhkannya kepada Demokrat terasa seperti orang yang tidak berkaca,” kata Cilizza.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Umumkan Tanggal Pertemuan Jilid 2 dengan Kim Jong-un

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam pidato kenegaraannya, juga telah mengumumkan bahwa ia akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi kedua dengan pemimpin Korea Utara bulan ini.

Presiden mengatakan dalam pidato State of the Union di Kongres AS pada Selasa 5 Januari 2019 bahwa ia akan bertemu Kim Jong-un di Vietnam pada 27 – 28 Februari 2019, demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/2/2019).

“Jika saya tidak terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, kami saat ini, menurut pendapat saya, akan berada dalam perang besar dengan Korea Utara,” lanjut Trump usai mengumumkan tanggal pertemuan dengan Kim.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi hubunganku dengan Kim Jong-un bagus.”

Rencana untuk pertemuan tingkat tinggi kedua telah dilakukan sejak pembicaraan bersejarah kedua pemimpin tahun lalu di Singapura, 12 Juni 2018 –yang pertama antara presiden AS yang masih menjabat dengan pemimpin Korea Utara yang masih berkuasa.

Sementara Korea Utara belum melakukan uji coba rudal nuklir atau balistik sejak musim panas lalu, Pyongyang belum setuju untuk membongkar program senjata nuklirnya.

Pernah Ingin Bunuh Orang Kulit Hitam, Liam Neeson Menuai Kontroversi

Liputan6.com, Los Angeles – Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Liam Neeson baru-baru ini membuatnya tersandung kontroversi. Ini terjadi setelah hasil wawancaranya dengan The Independent, terbit pada Senin (3/2/2019) lalu.

Dilansir dari People, Rabu (6/2/2019), hal ini berawal karena dalam wawancara tersebut Liam Neeson menceritakan hal yang terjadi sekitar 40 tahun lalu.

Kala itu, salah satu teman Liam Neeson diduga diperkosa oleh seseorang berkulit hitam. Aktor Taken tersebut lantas menceritakan bahwa kala itu ia sempat berkeliaran di jalan sambil membawa senjata untuk membalas dendam.

Namun ia tak berniat untuk mencari pelakunya. Ia justru mengaku ingin membunuh seseorang berkulit hitam, ras dari terduga pemerkosa tersebut. “Sangat buruk, buruk sekali, bila sekarang aku memikirkan tentang perbuatanku itu,” kata Liam Neeson kepada Independent.

Ucapan Liam Neeson ini lantas menuai kemarahan sejumlah pihak. Bahkan tak sedikit yang menuding bahwa aktor 66 tahun tersebut adalah seorang rasis.

2 dari 3 halaman

Bukan Rasis

Untuk menjernihkan suasana, Liam Neeson lantas menjadi bintang tamu di acara Good Morning America, sehari setelah artikel tersebut terbit.

Liam Neeson menyatakan keinginannya membunuh orang berkulit hitam tersebut bukanlah karena ia rasis. Melainkan karena pengaruh dari kejadian yang menimpa temannya tersebut.

“Bila dia (sang teman) mengatakan (pelakunya) orang Irlandia, Skotlandia, Inggris, atau Lituania, aku tahu efeknya bakal sama,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Kaget

Namun peristiwa tersebut juga membuatnya kaget, karena menurutnya ia mencoba membela kehormatan temannya dengan cara primitif.

“Aku orang yang cukup berpendidikan. Karena itu setelah semua perasaan buruk tersebut menghilang, aku merasa terkejut. Untung tidak ada kekerasan yang terjadi,” tuturnya.

Maut Akhiri Kisah ‘Kasih Tak Sampai’ Pemuda di Pulau Buru

Liputan6.com, Buru Selatan – NN (27) nekat menghabisi nyawa IS (37) lantaran patah hati. Dia kecewa karena cintanya ditolak mentah-mentah oleh IS.

Berdasarkan rilis yang disampaikan Polres Buru, peristiwa itu sudah direncanakan pelaku sejak 31 Januari 2019. Sementara, peristiwa pembantaian ini terjadi pada Sabtu, 2 Februari 2019 pukul 18.30 WIT di rumah suami korban, almarhum AN, Desa Waemesing, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan.

Sebelum membantai korban, pelaku sempat mengutarakan rasa cintanya kepada korban. Namun, korban menolak dan sering memarahi pelaku. Pelaku yang telah beristri itu kemudian menyiapkan sebilah pedang yang telah diasah di Dusun Waeula.

“Hari Sabtu 2 Februari 2019 sekitar pukul 18.00 WIT, tersangka saudara NN sedang berada di dalam kamar di rumah saudara AN, dan saat itu pelaku sedang duduk di tempat tidur dan juga sudah mempersiapkan parang dan pada saat itu saudara IS (korban) sedang berada di ruang tamu,” kata Kasubag Humas Polres Buru Ipda Dede Syamsudin Rifai dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (4/2/2019).

Waktu itu, IS tidak sendiri, dia sedang menggendong FN, bayi perempuan, keponakan pelaku, berusia 1 tahun.

Pelaku lantas keluar dari kamar tidur dan tanpa ragu, pedang yang telah ditajamkan langsung dilayangkan ke leher IS.

“Tersangka saat itu mengayunkan parang dari arah kiri ke kanan dan kena pada leher saudari IS sehingga meninggal di tempat kejadian. Dan juga kena pada bagian punggung sebelah kanan saudari FN bayi 1 tahun juga meninggal di tempat kejadian,” kata Dede seusai hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka.

Di tempat terpisah, pelaku juga membantai keponakannya, yakni anak dari kakak perempuannya. Hal ini lantaran korban dendam terhadap perbuatan kakak perempuannya itu. Korban pembantaian itu adalah FP (7) yang ditemukan warga tewas bersimbah darah di teras rumahnya yang tidak jauh dari rumah AN, lokasi pertama pembantaian yang dilakukan NN.

2 dari 2 halaman

Pelaku dan Korban Ada Hubungan Keluarga

Peristiwa pembantaian yang terjadi di Desa Waemesing membuat resah warga sekitar. Banyak yang tidak percaya dengan aksi pelaku, mengingat pelaku dan para korban memiliki hubungan saudara.

Pelaku adalah adik ipar korban. Bayi berusia 1 tahun yang dibunuh juga merupakan keponakan kandung pelaku. Bahkan, saat melalukan aksinya, ada ibu pelaku sedang menonton televisi bersama tiga cucu, anak dari kakak pelaku.

“Ibu tersangka (Ny LL) tidak melakukan apa-apa, sedangkan anak dari saudara AN langsung lari ke arah belakang rumah. Setelah itu, pelaku keluar dari rumah tersebut melalui pintu depan yang saat itu pintu dalam keadaan tertutup, lalu pelaku membuka pintu dan keluar rumah kemudian pelaku melarikan diri ke arah utara,” ujar Kabag Humas Polres Buru.

Pelaku memang menaruh cinta untuk IS, akan tetapi korban jatuh hati kepada kakak pelaku atau adik iparnya yang lain.

Sebelumnya, korban adalah janda dari kakak pelaku. Korban bersama mertua dan anak-anaknya tinggal serumah. Bahkan, bayi 1 tahun yang ikut tewas merupakan anak dari kakak pelaku yang sedang dirawat korban.

Saat ini, pelaku telah mendekam di penjara setelah polisi berhasil mengejarnya ke hutan selama sehari.


Simak video pilihan berikut ini: