Loyalis ISIS Kembali Berkumpul di Kamp Pengungsi Suriah, Hendak Balas Dendam?

Ketika pasukan Kurdi yang didukung AS berperang dalam beberapa pekan terakhir untuk merebut benteng terakhir ISIS di desa Baghouz, Suriah timur, ribuan orang melarikan diri dari pertempuran.

SDF memisahkan mereka dan mengirimnya ke pusat penahanan. Perempuan dan anak-anak diangkut ke kamp pengungsian al-Hol, yang populasinya telah meledak sejak awal Desember, dari 9.000 orang menjadi lebih dari 73.000.

“Apa yang kami lakukan adalah menarik seluruh penduudk Baghouz dan membawanya ke sini,” kata Mahmoud Gadou, seorang pejabat Kurdi yang bertanggung jawab atas orang-orang terlantar di Suriah timur laut.

“Ketika orang-orang mulai tiba di kamp dari Baghouz, suasananya berubah 180 derajat,” lanjut Gadou.

Sebelumnya, ketika kamp menampung sekitar 10.000 warga Suriah dan Irak, “perempuan tidak menutupi wajah mereka. Sekarang, Anda tidak bisa melihat seorang gadis pun tanpa kerudung,” katanya.

Banyak dari mereka yang mengadopsi pakaian yang lebih konservatif karena takut, kata pejabat Kurdi.

“Beberapa dari orang-orang ini datang dari daerah-daerah yang sudah konservatif, bahkan jika mereka tidak mendukung ISIS,” kata Mohamed Bashir, kepala hubungan masyarakat untuk pemerintahan yang dipimpin Kurdi di kamp itu.

“Tapi sekarang, mereka bahkan lebih ekstrem di sini,” lanjutnya khawatir.

PSM Ingin Balas Dendam Lawan Bhayangkara FC

Para pemain Bhayangkara FC merayakan gol yang dicetak Anderson Sales ke gawang Bali United pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (14/3). Bhayangkara menang 4-1 atas Bali. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bhayangkara FC sadar akan misi PSM untuk menuntaskan dendam. Namun, hal itu bukan sebuah kekhawatiran buat The Guardian.

Manajer klub, AKBP Sumardji, mengatakan mereka siap menghadapi PSM. Meskipun Sumardji yakin laga akan berlangsung ketat mengingat PSM bukanlah klub sembarang.

“Siapa pun lawan kami tidak ada masalah sebenarnya. PSM tim kuat, mereka tim kuat dan bisa dibilang sebagai tim hebat. Kami akan tampil semaksimal mungkin untuk bermain bagus. Tidak ada kata lain, kami harus menang,” tegas Sumardji.

Sementara itu, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan timnya akan menaruh fokus pada semua turnamen yang diikuti. Pria yang akrab disapa Appi pihaknya akan tampil maksimal demi meraih kesuksesan di Piala Indonesia 2018.

“Tidak harus membagi konsentrasi pada kompetisi lain seperti Piala Indonesia dan liga yang segera akan bergulir. Kami tegaskan PSM harus fokus di semua laga untuk meraih target-target yang sudah ada,” tegas Appi.

Dendam Asmara Jadi Motif Pembunuhan Keji Guru Tari?

Liputan6.com, Surabaya РPolda Jatim terus membuka berbagai kemungkinan atas kasus mutilasi yang menimpa guru tari, Budi Hartanto (28). 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi, Frans Barung Mangera mengatakan, tim forensik menganalisis luka yang ditemukan di tubuh korban untuk mengetahui durasi waktu penganiayaan hingga korban ditemukan meninggal dunia.

“Di antaranya luka sayatan di tangan,” tuturnya, Jumat (5/4/2019).

Barung menyampaikan, analisis luka pada tubuh korban diperlukan sebagai bagian dari proses merangkai peristiwa dengan petunjuk-petunjuk lainnya yang ditemukan penyidik, termasuk untuk menemukan siapa pelaku dan motifnya.

“Motifnya apa baru diketahui kalau pelakunya sudah ditemukan, begitu urutannya,” kata Barung.

Barung mengungkapkan, muncul spekulasi motif pelaku membunuh korban karena dendam, dipicu masalah asmara atau lainnya. Spekulasi dendam dilihat dari cara pelaku membunuh korban. Namun, hal itu perlu dibuktikan.

“Karena sepeda motor korban hilang. Bisa jadi motif lain,” ucapnya.

Barung mengatakan, pihak yang sudah dimintai keterangan saat ini bertambah menjadi tiga belas orang. Ditanya apakah penyidik sudah mengantongi identitas pelaku berdasarkan petunjuk-petunjuk yang dikantongi, dia menjawab, “Sudah mengerucut. Sabar, kasus ini pasti terungkap tuntas.”.

Sebelumnya, Budi Hartanto (27) warga Mojoroto Kota Kediri, yang berprofesi sebagai guru tari ini ditemukan tewas di dalam koper yang ditemukan di semak-semak dekat sungai di Desa Karanggondang Kecamatan Udan Awu Blitar Jawa Timur.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Hingga kini Satreskrim Polres Blitar masih mengumpulkan data dan bukti-bukti di lapangan untuk mengungkap pelaku pembunuhan, termasuk berusaha melakukan pencarian bagian tubuh yang belum ditemukan.

Buka Festival Pencak Silat Dunia, Prabowo Beri Pesan Jangan Balas Dendam

Jakarta – Presiden Federasi Pencak Silat Internasional (Persilat) Prabowo Subianto membuka World Pencak Silat Open Festival 2019. Prabowo memaknai pencak silat bukan sebagai alat untuk membalas dendam.

World Pencak Silat Open Festival 2019 diikuti oleh 12 negara termasuk Indonesia. Maka, dia pun lebih memilih menggunakan bahasa Inggris dalam sambutannya.

Buka Festival Pencak Silat Dunia, Prabowo Beri Pesan Jangan Balas DendamFoto: Pembukaan festival pencak silat dunia (Arief-detikcom)

“Pencak silat itu mengajarkan kemanusiaan, mengajarkan kita untuk meningkatkan karakter,” ucap Prabowo dalam sambutannya, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (31/3/2019).

Menurut Prabowo, pencak silat memiliki nilai kebajikan. Bela diri digunakan bukan untuk niat buruk.

“Nilai asli pencak silat adalah membela yang lemah, selalu mencoba membela yang benar, tidak pernah membenci dan tidak pernah balas dendam,” ucap calon presiden nomor urut 02 itu.

Acara pembukaan dihadiri oleh beragam perguruan pencak silat di Indonesia. Pesilat anak-anak maupun dewasa hadir dalam pembukaan. Untuk memeriahkan acara, disuguhkan tarian dan demonstrasi pencak silat. Selain itu, dipertontonkan pula pertunjukan debus.
(aik/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ambisi Aoki di ONE: A New Era, Bukan Hanya Balas Dendam

Aoki memang merasa bertanggung jawab untuk mengembalikan pamor MMA Jepang di dunia internasional. Dia ingin tak hanya dirinya yang dikenal sebagai jagoan MMA asal Negeri Matahari Terbit itu, melainkan juga banyak lagi.

Aoki saat ini memang sudah menjadi idola, bahkan legenda bagi publik Jepang. Selama kariernya, dia telah bertarung 28 kali, di berbagai ajang MMA. Mulai Shooto, Pride, Dream, hingga ONE Championship.

“Saya berharap dengan membawa ajang ONE Championship ke Jepang, masyarakat bisa melihat saya, mendukung saya, yang pada gilirannya bisa menumbuhkan generasi-generasi petarung baru dari Jepang,” ujarnya. “Saya saat ini mendorong itu.”

Namun begitu, yang menarik, Aoki sendiri tak mau disebut sebagai legenda. Dia merasa risih dengan cap tersebut.

“Saya hanya ingin menjadi orang biasa, seperti orang kebanyakan. Terutama saat berada di luar ring,” ujarnya.

Namun begitu, Aoki mengaku ingin terus menjadi atlet MMA selama masih sanggup melakukannya. Menjadi petarung di ring, memberikan kebahagiaan tersendiri baginya.”Saya akan menjadi atlet MMA selama mungkin. Saya ingin terus bertarung selamanya,” ujar Aoki.

Dendam Kesumat Pembunuh dan Pemerkosa Calon Pendeta

Jakarta – Kedok Nang (20) dan Hendri (18), pelaku pembunuh dan pemerkosaan calon pendeta muda asal Nias di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, terbongkar. Mereka ditangkap polisi di rumahnya dan mengaku menghabisi korban karena dendam.

“Pelakunya sudah ditangkap dua orang, sekarang langsung dibawa ke Mapolda,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi saat ditemui di Mapolda, pada Kamis 28 Maret 2019. Mereka ditangkap 2 hari setelah polisi memeriksa sejumlah saksi.

Para pelaku ditangkap oleh tim gabungan Subdit Jatanras dan Reskrim Polres Ogan Komering Ilir di rumah mereka. Rumah para pelaku tidak jauh dari lokasi pembunuhan di Areal PT PSM Divisi III Blok F19, Sungai Baung, Bukit Batu, OKI. “Ditangkap di rumahnya, kemungkinan ya mau kabur. Untung kan cepat ditangkap,” ujar Supriyadi.


Bukannya menyerah, pelaku sempat berusaha kabur dan melawan polisi. Polisi kemudian menembakkan timah panas ke kaki para pelaku. Nang mengaku ‘dibakar’ dendam kepada korban. Saat melakukan aksinya, mereka pun menggunakan penutup wajah agar tidak dikenali korban.

“Keterangan pelaku, mereka ini merasa dendam karena sering dijelek-jelekkan sama korban sudah lama dan akhirnya dendam,” kata Supriadi.

Pelaku, Nang, juga mengaku menaruh hati pada korban. “Aku suka sama dia (korban), tapi nggak berani bilang. Waktu aku lihat dia keluar, aku ikutin sama Hendri, jadi yang ngajak Hendri dari mes ya aku,” kata Nang, yang terus menahan rasa sakit.

Nang lalu merencanakan pemerkosaan dengan mengajak Hendri. Nang dan Hendri menjalankan aksinya mengenakan penutup wajah agar tidak dikenali korban. Mereka juga mempersiapkan kayu balok untuk menghadang korban. Korban yang saat itu bersama seorang anak berusia 9 tahun pun berhenti. Mereka sempat berencana memutar balik, tapi keburu ditangkap pelaku dan langsung disekap.
<!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

–>

Polisi: Pelaku Perkosa dan Bunuh Calon Pendeta karena Dendam

Palembang – Polisi menangkap dua pelaku pemerkosaan serta pembunuhan calon pendeta asal Nias. Pelaku disebut menghabisi korban karena dendam.

“Kedua pelaku ini ditangkap berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi di lapangan. Termasuk juga pemeriksaan saksi kunci,” ujar Kabid Humas Poda Sumsel, Kombes Supriadi, Kamis (28/3/2019).

Kedua pelaku, lanjut Supriadi, berdomisili di sekitar lokasi. Mereka beraksi dengan penutup wajah karena takut dikenali para korban dan sudah lama dendam.
“Pelaku memang berdomisili di sekitar lokasi. Mereka menggunakan penutup wajah agar tak mudah dikenali korban,” imbuh Supriadi.

“Keterangan pelaku, mereka ini merasa dendam karena sering dijelek-jelekkan sama korban sudah lama dan akhirnya dendam,” tutupnya.

Dua pelaku, Nang dan Hendri ditangkap di rumahya di Sungai Baung, Bukit Batu, OKI. Mereka disebut berencana kabur sebelum ditangkap tim gabungan Subdit Jatanras dan Satreskrim Polres Ogan Komering Ilir.
(ras/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Saatnya Ajax Tuntaskan Dendam kepada Juventus

Liputan6.com, Amsterdam – Ajax Amsterdam akan menghadapi Juventus di dua laga perempat final Liga Champions. Laga pertama akan digelar markas Ajax, Johan Cruyff Arena, 10 April 2019. Sementara laga kedua giliran Ajax dijamu Juventus enam hari kemudian.

Menurut mantan manajer Ajax, David Endt, ini adalah kesempatan besar bagi Ajax untuk membalas sakit hati mereka yang telah begitu lama belum tertuntaskan. Ya, Juventus pernah jadi mimpi buruk Ajax di final Liga Champions 1996.

Ketika itu , dalam laga final yang digelar di Roma, Italia, Juventus berhasil membuat Ajax tersungkur, dan meraih gelar juara Liga Champions. Laga itu dimenangkan Juventus lewat adu tendangan penalti.

“Juventus memang benar-benar tim favorit. Sulit dimungkiri,” ujar Endt, kepada Radio Kiss Kiss. “Tapi, dengan tradisi sepak bola kuat yang dimiliki Ajax, segalanya bisa saja terjadi.”

Ditambah dengan faktor ingin membalas dendam, kata Endt, kali ini, bisa saja Ajax yang akan mempermalukan Juventus. “Ya, saat ini ada yang kami perjuangkan. Balas dendam,” ujar Endt yang jadi manajer Ajax pada periode 1993-2013.

Mewaspadai Balas Dendam Al Qaeda dan ISIS Usai Penembakan di Selandia Baru

Polisi dan agen keamanan Selandia Baru diperkirakan akan menyisir catatan telepon dan email, media sosial, mengetuk pintu-ke-pintu dan mungkin mencegat komunikasi setelah serangan Christchurch, kata seorang mantan perwira intelijen negara (NZSIS).

Dr Rhys Ball, mantan perwira NZSIS yang kini menjadi akademisi di Universitas Massey mengatakan bahwa Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah (GCSB) dan NZSIS akan membantu mengumpulkan intelijen, dan mungkin melakukan pengawasan terhadap target, demikian seperti dikutip dari NZ Herald.

Sementara itu, Polri mengatakan tengah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi ‘kerawanan’ di Tanah Air yang mungkin terinspirasi dari peristiwa yang telah menewaskan 50 orang itu, termasuk seorang WNI.

“Polri sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi untuk memitigasi potensi kerawanan tersebut … berkoordinasi bersama Polda, Pam Obvit, kantor-kantor kedutaan besar dan konsulat jenderal (di Indonesia)” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Dedi Prasetyo saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (17/3/2019).

Karopenmas menambahkan bahwa Detasemen Khusus 88 dan Satgas Anti-Teror “terus melaksanakan monitoring setiap pergerakan sleeping cells yang sudah di-profiling.”

Ia juga mengingatkan bahwa “Polri bisa melakukan preventive strike kepada para terduga yang akan melaksanakan aksi teror, sesuai dengan UU No.5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.”

Sedangkan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) juga dilaporkan tengah memeriksa kembali basis data intelijennya sebagai langkah pencegahan atas potensi kekerasan di dalam negeri yang terinspirasi teror penembakan di masjid Selandia Baru.

Menurut laporan CNN seperti dikutip dari TVNZ.co.nz, sejak 15 Maret 2019, FBI telah meminta semua kantor cabangnya di seluruh negara bagian AS untuk “meninjau kembali dokumen kasus dan me-manajemen kembali subjek individu atau kelompok yang mungkin telah menyatakan minatnya untuk menyerang institusi keagamaan” pasca-penembakan di Selandia Baru.

Otoritas penegak hukum tertinggi AS itu “juga menugaskan agen di kantor cabang untuk menghubungi informan mereka dengan informasi terkait potensi serangan serupa di Amerika.”

“Situasi saat ini di Christchurch sedang dipantau, dan FBI sedang terlibat dengan polisi setempat pada saat ini,” sumber CNN melaporkan.

KPK: Tak Ada Dendam Dalam Tuntutan Pengacara Lucas

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tak ada dendam dalam penuntutan terdakwa pengacara Lucas dalam kasus merintangi penyidikan kasus suap pemulusan perkara di PN Jakarta Pusat. Kasus ini melibatkan Chairman Paramount Enterprise International, Eddy Sindoro.

“Apa yang dilakukan KPK itu hanya proses hukum saja,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Febri menyatakan, proses hukum yang dilakukan lembaga antirasuah terhadap Lucas sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Febri mempersilakan pihak Lucas menyampaikan keberatan di hadapan majelis hakim dalam proses persidangan selanjutnya.

“Jadi kalau ada keberatan, jawablah dengan argumentasi dan proses hukum. Ada tahapan pleidoi nanti. Silakan saja diargumentasikan di sana,” kata Febri.

Terkait dengan tuntutan 12 tahun penjara terhadap Lucas, Febri mengatakan hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) seperti yang tertuang dalam Pasal 21 tentang merintangi proses hukum. Dengan tegas, Febri menyatakan tak ada dendam dengan tuntutan maksimal kepada Lucas.

“Apalagi kalau dikatakan dendam dan lain-lain itu tidak pernah ada dalam konsep pelaksanaan tugas yang dilakukan KPK,” kata Febri.

2 dari 2 halaman

Dituntut 12 Tahun

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pengacara Lucas dengan hukuman12 tahun penjara denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan. Mendengar tuntutan tersebut, Lucas menilai ada motif dendam di dalamnya.

“Jadi tuntutan hari ini dari JPU itu adalah kekeliruan yang sangat besar dan ini sudah saya duga seperti ada dendam, ada ketidaksenangan,” kata Lucas usai sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (6/3/2019).


Saksikan video pilihan di bawah ini: