Boediono dan MS Hidayat Jenguk Ani Yudhoyono di Singapura

Singapura – Mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono masih dirawat di National University Hospital (NUH), Singapura. Mantan Wapres Boediono dan mantan Menteri Perindustrian MS Hidayat pun menjenguk istri dari Presiden ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Boediono tiba di NUH dengan mobil sedan hitam didampingi istrinya, Herawati dan putrinya, Minggu (17/2/2019). Saat menuju ruang Ani Yudhoyono dirawat, Boediono berpapasan dengan MS Hidayat.

Boediono dan Hidayat tampak berbincang-bincang sejenak saat berpapasan. Setelah itu Boediono bertemu dengan politikus Partai Demokrat Dede Yusuf.

Boediono menjenguk Ani Yudhoyono sekitar 30 menit. Dia dan keluarnganya kemudian langsung meninggalkan rumah sakit.

“Saya sudah mendoakan di atas. Sangat berharap akan kesembuhannya,” ujar Boediono.

Boediono dan Hidayat menjabat di era SBY dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
(bag/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Demo di Depan Gedung Parlemen Albania, Massa Bentrok dengan Polisi

Jakarta – Demo di Depan Gedung Parlemen Albania, Massa Bentrok dengan Polisi

Ribuan massa yang berdemo menuntut Perdana Menteri Edi Rama mundur bentrok dengan polisi di luar gedung Parlemen di Albania. Polisi melontarkan gas air mata dan water cannon.

Perdana Menteri Edi Rama telah berkuasa sejak 2013. Ia dituduh melakukan korupsi oleh massa pendukung oposisi.

Setidaknya dua anggota polisi dilarikan ke rumah sakit dan empat orang demonstran harus menjalani perawatan karena sesak nafas akibat bentrokan. Ribuan massa itu terus mencoba menerobos garis polisi.

Beberapa kaca jendela gedung Parlemen pecah akibat dilempar batu oleh massa. Sekitar 10 massa mencoba memaksa masuk ke gedung dengan mendobrak pintu masuk. Polisi juga terus berusaha menghadang massa tersebut.

“Situasinya di luar kendali,” kata pemimpin oposisi utama Partai Demokrat, Lulzim Basha.

Ia menyalahkan polisi karena membiarkan massa terlalu dekat dengan gedung sehingga memicu kekerasan. Ribuan massa itu berkumpul di luar gedung parlemen hingga sore.

“Tanggal 16 Februari akan menjadi hari terakhir berkuasa bagi Rama,” Basha mengatakan pada pertemuan para pendukungnya pada hari Rabu lalu.

“Rezim ini harus dibatalkan dengan cara apa pun,” sambungnya.

Demonstrasi pada Sabtu ini merupakan aksi terbaru pimpinan Basha. Koalisi oposisi yang terdiri dari lima partai, mulai dari kanan tengah ke kiri tengah. Mereka menuduh Rama berkolusi dengan kejahatan terorganisir dan telah menjerumuskan negara ke dalam korupsi dan kemiskinan.
(ibh/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jubir Gedung Putih Ditanyai Soal Dugaan Intervensi Rusia dalam Pilpres AS

Washington DC – Sekretaris Pers yang juga juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, mengakui dirinya telah ditanyai oleh penyidik pada kantor Penasihat Khusus Robert Mueller. Hal itu menjadi bagian dari penyelidikan dugaan keterkaitan antara tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Rusia.

Diketahui bahwa Mueller hingga kini masih terus menyelidiki dugaan intervensi Rusia dalam pilpres AS tahun 2016 yang dimenangkan oleh Trump.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (16/2/2019), pengakuan Sanders soal ditanya penyidik kantor Mueller itu pertama kali dilaporkan oleh CNN pada Jumat (15/2) waktu setempat.

“Presiden mendorong saya, sama seperti yang dia lakukan terhadap semua orang dalam pemerintahan, untuk bekerja sama secara penuh dengan Penasihat Khusus. Saya senang untuk secara sukarela duduk bersama mereka (penyidik-red),” ucap Sanders kepada CNN.
Tidak disebut lebih lanjut oleh Sanders soal kapan dia ditanyai penyidik kantor Mueller. Namun laporan menyebut wanita berusia 36 tahun itu ditanyai pada waktu bersamaan saat penyidik kantor Mueller menanyai John Kelly, yang menjabat Kepala Staf Gedung Putih sebelum mundur pada Desember 2018.

Diketahui bahwa Sanders mulai menjabat sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih sejak Juli 2017. Sebelumnya dia bergabung tim kampanye Trump dalam pilpres 2016 sebagai salah satu penasihat.

Badan-badan intelijen AS menyatakan Rusia mencampuri pilpres tahun 2016 dalam upaya menguntungkan Trump dan merugikan rivalnya, Hillary Clinton, capres dari Partai Demokrat.

Mueller sebagai Penasihat Khusus menghabiskan waktu 20 bulan terakhir untuk menyelidiki dugaan intervensi Rusia dalam pilpres 2016 dan dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dengan Rusia. Semakin lama penyelidikan Mueller itu semakin memfokuskan pada Trump dan orang-orang dekatnya.

Terlebih diketahui bahwa Mueller juga menyelidiki dugaan yang menyebut Trump berupaya menghalang-halangi penyelidikan kasus ini.

Otoritas Rusia sendiri telah berulang kali menyangkal melakukan intervensi dalam pilpres AS. Sedangkan Trump yang kerap menyebut penyelidikan kantor Mueller sebagai ‘witch hunt‘, telah membantah semua tuduhan.

(nvc/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diperintah Jokowi, Pratikno Jenguk Bu Ani Yudhoyono

Jakarta – Mensesneg Pratikno terbang ke Singapura menjenguk istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono yang sakit kanker darah. Pratikno mengaku ditugasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ya kita tadi… saya karena Pak Presiden belum sempat menengok di Singapura, jadi beliau perintahkan kepada kami karena untuk segera bertemu dengan Pak SBY,” kata Pratikno kepada koresponden CNN Indonesia, Rivana Pratiwi, usai menjenguk Ani Yudhoyono di National University Hospital (NUH), Jumat (15/2/2019).

Pratikno berdoa agar Ani Yudhoyono lekas sembuh. Menurutnya, pemerintah juga bertanggung jawab atas kesembuhan Ani.
“Jadi kita berdoa semoga Ibu Ani segera sembuh dan pemerintah tentu saja bertanggung jawab, kami juga, untuk mendukung sepenuhnya apa yang bisa kami bantu,” tutur Pratikno.

Sebelumnya, Ani Yudhoyono sudah dibesuk beberapa tokoh. Mereka antara lain capres Prabowo Subianto, mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin hingga pejabat-pejabat Partai Demokrat. Selain itu, sebelum dijenguk Pratikno, Ani Yudhoyono baru saja dibesuk PM Singapura Lee Hsien Loong yang ditemani Madam Ho Ching dan Wakil PM Singapura Mr Teo Chee Hean dan Mrs Teo.

Pemimpin Singapura itu disebut Wasekjen PD Andi Arief menjenguk Ani Yudhoyono dari kejauhan. Mereka ditemani SBY dan putra-putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Andi menyebut PM Singapura dan rombongan juga sempat mengobrol dengan keluarga SBY. Besan SBY, Hatta Rajasa, serta tokoh lain ikut mendampingi dalam pertemuan itu.

“Setelah menjenguk Ibu Ani, kedua tokoh Singapura beserta Istri sempat berbincang-bincang dengan SBY, AHY dan EBY serta didampingi pula oleh Hatta Rajasa dan Dino Patti Djalal di ruangan transit. Para tamu kehormatan tersebut meninggalkan rumah sakit pada pukul 12.30,” sebut Andi.
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jenguk Ani Yudhoyono, PM Singapura Beri Semangat dan Doakan Kesembuhan

Jakarta – PM Singapura Lee Hsien Loong menjenguk istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono. Lee Hsien Loong menyampaikan semangat dan doa lekas sembuh untuk Ani.

Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief mengatakan Lee Hsien Loong menjenguk Ani Yudhoyono ditemani Madam Ho Ching dan Wakil PM Singapura Mr Teo Chee Hean dan Mrs Teo di National University Hospital, Singapura, Jumat (15/2/2019) pukul 11.45 waktu setempat. Andi menyebut kunjungan itu bernuansa kekeluargaan.

“Mereka menyampaikan ucapan penyemangat dan doa agar Ibu Ani lekas sembuh. Pertemuan berlangsung secara kekeluargaan karena PM dan Wakil PM Singapura beserta Istri merupakan sahabat SBY, Ibu Ani, dan keluarga,” kata Andi Arief dalam keterangan yang disampaikan kepada wartawan.


Pemimpin Singapura itu disebut Andi menjenguk Ani Yudhoyono dari kejauhan. Mereka ditemani SBY dan putra-putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Andi menyebut PM Singapura dan rombongan juga sempat mengobrol dengan keluarga SBY. Besan SBY, Hatta Rajasa, serta tokoh lain ikut mendampingi dalam pertemuan itu.

“Setelah menjenguk Ibu Ani, kedua tokoh Singapura beserta Istri sempat berbincang-bincang dengan SBY, AHY, dan EBY serta didampingi pula oleh Hatta Rajasa dan Dino Patti Djalal di ruangan transit. Para tamu kehormatan tersebut meninggalkan rumah sakit pada pukul 12.30,” sebut Andi.

Simak Juga ‘Jenguk Bu Ani di Singapura, Prabowo Disambut Mantan di RS’:

[Gambas:Video 20detik]


Jenguk Ani Yudhoyono, PM Singapura Beri Semangat dan Doakan Kesembuhan

(gbr/fjp) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Seru-seruan ‘Pura-pura Capres’ 2019, Ada yang Butuh Tambatan Hati!

Jumat 15 Februari 2019, 11:14 WIB

#MantapMemilih

dok. detikcom – detikNews

Jakarta detikNews – Hari ini merupakan hari terakhir program ‘Pura-pura Capres’ detikcom. Banyak program-program kocak dari pembaca. Ini di antaranya!

Program peduli jomblo masih jadi janji utama. Foto: dok. detikcom

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

PD: Alhamdulillah, Kondisi Ibu Ani Stabil

Jakarta – Kondisi istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang terkena kanker darah disebut stabil. Namun, dokter masih menjalankan tindakan medis yang intensif.

“Kondisi Ibu Ani, stabil alhamdulillah dan dokter saat ini masih intensif menjalankan perawatan kepada Ibu,” kata Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Rico Rustombi saat dikonfirmasi, Jumat (15/2/2019).

Rico dan sejumlah elite Partai Demokrat lain seperti Jansen Sitindaon tengah berada di National University Hospital (NUH) Singapura. Elite-elite Partai Demokrat seperti dua Wasekjen PD Andi Arief dan Rachland Nashidik sebelumnya telah menjenguk Ibu Ani.

PD: Alhamdulillah, Kondisi Ibu Ani StabilFoto: Rico Rustombi (Ari Saputra)

Mantan juru bicara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilgub DKI 2017 itu mengatakan, PM Singapura Lee Hsien Loong rencananya akan menjenguk Ani Yudhoyono siang waktu Singapura. Dia menyebut waktu kunjungan PM Singapura menjenguk Ibu Ani pukul 11.45 waktu Singapura.

“Ya, PM dan DPM di rencanakan akan besuk Ibunda Ani di NUH pukul 11.45,” sebut Rico.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Doa Anas Urbaningrum untuk Ani Yudhoyono di Secarik Kertas

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, ikut mendoakan kesembuhan untuk Ibu Ani Yudhoyono. Doa itu Anas tulis dengan tangannya sendiri dalam secarik kertas dan diunggah di akun twitter @anasurbaningrum oleh seorang admin.

Tiada kesembuhan kecuali datang dari Gusti Allah SWT. Ngaturaken doa, mugi Bu Ani enggal saras. Amin,” tulis Anas dalam secarik kertas.

Surat tersebut dititipkan Anas kepada sahabatnya yang menjenguk dia di dalam tahanan. Saat ini Anas menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Saat ini, Ani Yudhoyono tengah menjalani perawatan intensif di National University Hospital Singapura karena menderita kanker darah.


Sang putra sulung, Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan, ibunya saat ini menjalani perawatan secara intensif di Singapura.

Kondisi tubuh sang ibu harus dijaga dengan sistem pengamanan ketat sehingga ruangan steril. Sebab butuh daya tahan tubuh yang baik bagi Ani Yudhoyono untuk bisa mengonsumsi obat pelawan kanker yang dikategorikan sebagai obat keras.

Dengan peraturan di ruangan steril yang cukup ketat, AHY bersama keluarga inti dan SBY tentu menjaga ibundanya secara bergantian. Ia terus menyemangati sang ibu agar kondisinya segera membaik. Tak lupa, cucu-cucunya juga memberi semangat berupa keceriaan untuk eyangnya.

“Tetapi sejak kemarin kan sudah dipindahkan ke ruang yang lebih steril dan belum sempat bertemu lagi dengan cucu-cucu. Sejauh ini hanya melalui video call atau mengirim foto, mengirim video yang juga bisa disaksikan ibu ani melalui telepon genggamnya,” ujar AHY, Kamis (14/2/2019).

2 dari 3 halaman

Kanker Darah yang Agresif

Pada 2 Februari 2019, Ani dibawa ke rumah sakit dan melakukan berbagai lapis pemeriksaan. Kemudian keluarga baru mendapat kabar bahwa Ani menderita kanker darah. Lebih lanjut, pada 11 Februari 2019 kembali dikonfirmasi bahwa penyakitnya cukup agresif, sehingga dia harus menjalani perawatan intensif.

AHY mengaku sangat terharu dan berterima kasih kepada semua pihak yang mengirimkan doa dan ucapan kepada sang ibu. Ia memohon maaf karena tidak bisa membalas satu per satu ucapan yang dikirimkan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gerindra: Tak Bertemu Langsung, Bu Ani Tahu Soal Kedatangan Prabowo

Jakarta

Ketum Gerindra sekaligus Capres Prabowo Subianto tak bisa bertemu langsung saat menjenguk Ani Yudhoyono yang dirawat di National University Hospital Singapura. Meski begitu, Gerindra memastikan bahwa Ani Yudhoyono tahu kedatangan Prabowo tersebut.
“Nggak boleh kontak fisik, jadi Pak Prabowo hanya bisa melihat jendela atau kaca gitu lalu belaiu melambaikan tangan ke Bu Ani, Bu Ani juga tahu Pak Prabowo datang, jadi yang pasti kan pesannya sudah sampai Pak Prabowo datang membawa doa dari masyrakat Indonesia untu kesembuhan Bu Ani supaya bisa beraktivitas sedia kala,” ujar Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Kamis (14/2/2019) malam.

Senada dengan pernyataan Andre, Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon menyebut Prabowo tak bisa bertemu langsung dengan Ani Yudhoyono karena saat ini telah masuk proses perawatan intensif.

“Kalau kemarin ketika Ibu Ani pertama dirawat di Singapura ada beredar foto pak Djoko Suyanto bisa besuk salaman dengan bu Ani dan cerita-cerita, itu kan ketika observasi belum keluar ya,” ujar Jansen, saat dihubungi, Kamis (14/2) malam.

“Kalau sekarang kan sudah dan ini sudah masuk tahap perawatan intensif di mana mengharuskan Ibu Ani di steril. Jadi untuk sementara waktu belum bisa kontak fisik. Hanya mengamati Ibu dari jauh saja,” imbuhnya.

Soal kondisi Ani Yudhoyono yang tidak bisa bersentuhan ini sempat diungkap anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ani Yudhoyono saat ini sedang menjalani sederet perawatan karena didiagnosis menderita kanker darah.

“Mohon maaf karena Bu Ani harus menjalani perawatan intensif dan harus steril betul. Saya berterima kasih kepada para sahabat yang telah jauh-jauh datang dari Tanah Air untuk menjenguk Ibu Ani memang belum diperkenankan secara dekat berinteraksi dengan beliau karena kita harus jaga betul kondisinya,” ucap AHY saat berbincang dengan detikcom, Kamis (14/2) pagi.


(rna/zap) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alex Noerdin hingga Roy Suryo Jenguk Bu Ani di Singapura

Jakarta – Sejumlah tokoh berdatangan menjenguk istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono yang terkena kanker darah. Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin merupakan salah satunya.

Selain Alex Noerdin, Waketum PD nonaktif Roy Suryo juga mendatangi National University Hospital (NUH) Singapura tempat Ani Yudhoyono dirawat. Berdasarkan laporan jurnalis CNN Indonesia, Rivana Pratiwi, Jumat (15/2/2019), Roy tiba terlebih dahulu sebelum Alex.

Roy Suryo dan Alex Noerdin lantas bertemu dengan SBY dan bersalaman. Roy Suryo dan Alex Noerdin juga sempat berbincang dengan SBY.
Meski demikian, keduanya belum bisa menjenguk langsung Bu Ani Yudhoyono. Mereka haya bisa menunggu di lobi Kent Ridge Wing.
Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon mengatakan PM Singapura Lee Hsien Loong akan menjenguk Ani Yudhoyono siang waktu Singapura. Besan Ani Yudhoyono, Hatta Rajasa mengatakan Ani mendapat perawatan yang on the track.

“Yang pertama, tentu kita memberikan support penuh kepada Ibu Ani dengan doa, support moril, dan tentu saja kita sangat yakin dengan kemajuan teknologi saat ini, di mana Ibu Ani mendapatkan terapi atau perawatan yang betul-betul on the track,” kata Hatta di National University Hospital (NUH) Singapura, Kamis (14/2/2019).
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>