Sindiran Amien Rais soal Tokoh Safety Player Dibalas Demokrat

Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyindir tokoh yang peragu dan main aman. Amien tidak menyebut sosok tokoh yang menurutnya tidak layak diikuti itu. Namun, sindiran itu dibalas Partai Demokrat (PD).

Pernyataan itu disampaikan Amien lewat akun Instagram miliknya, @amienraisofficial. Dilihat detikcom, Sabtu (20/4/2019), video itu diunggah dengan judul ‘Pesan dari Bapak Prof. Dr. H. Mohammad Amien Rais, MA. Viralkan.’.

“Saudara-saudaraku yang saya cintai, pada saat-saat seperti ini memang selalu muncul tokoh yang jadi gagap, ragu-ragu. Jadi serba bimbang, ragu, nggak ikut ke mana-mana. Jadi safety player. Jangan ikuti orang seperti itu,” kata Amien.


Amien kemudian mengingatkan soal kuasa Allah SWT. Menurut Amien, rakyat tidak perlu takut. Amien juga mengimbau KPU-Bawaslu berhati-hati terhadap kekuatan rakyat.

“Kita perlu ketegasan, keberanian, hanya takut kepada Allah. Jadi siapa pun yang berani melawan rakyat atau mengubah-ubah C1 dengan seenaknya, berhadapan dengan rakyat. Hati-hati KPU. Hati-hati Bawaslu. Hati-hati semuanya,” ujar dia.

Di akhir video, Amien kembali menyinggung soal orang peragu. Ia mengatakan orang peragu tidak berguna hidup di dunia. Siapa sosok yang disindir? Amien tidak menyebut nama tersebut.

“Saya kira itu, jangan jadi orang peragu. Nggak ada gunanya hidup di dunia jadi orang peragu,” tegas Amien.

Politikus PD Andi Arief menanggapi pernyataan Amien Rais tersebut. Andi meminta Amien tidak menantang sang ketum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya berharap Pak Amien Rais tak usah sok jago nantang-nantang SBY,” kata Andi lewat akun Twitter @AndiArief__, Sabtu (20/4).

Dia mengingatkan Amien agar menahan diri. Andi mengatakan SBY punya cara sendiri untuk menyelamatkan situasi.

“Dulu bukannya Pak Amien baru digertak SBY karena komentar hoak belaga pilon. SBY punya jalan berbeda dalam menyelamatkan situasi. Saya harap Pak Amien menahan diri. Soal marah semua orang bisa melakukan,” ujarnya.

Andi menyebut SBY sudah mengenal Ketum Gerindra sekaligus capres Prabowo Subianto lebih lama daripada Amien. Dia menegaskan SBY tidak mungkin mencelakakan Prabowo. Menurut Andi, Prabowo malah harus berhati-hati terhadap Amien.

“Kita akan buktikan SBY atau Pak Amien Rais yang akan selamatkan situasi ini. SBY lebih kenal lama Prabowo dan tidak akan pernah menyarankan sebuah jalan yang akan mencelakakan,” kata Andi.

Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin juga menyesalkan pernyataan Amien Rais. Menurut Amir, pernyataan Amien tendensius dan cenderung menghasut.

“Saya menyesalkan kalau seorang Amien Rais mengeluarkan pernyataan itu, apalagi tendensius dan menghasut,” kata Amir kepada wartawan, Sabtu (20/4).

Dia menyebut Amien seharusnya bisa meredam panasnya situasi politik dalam negeri saat ini. Apalagi, kata Amir, Amien dikenal sebagai tokoh reformasi Indonesia.

“Amien Rais sebagai tokoh bangsa harusnya menenangkan situasi genting. Harusnya dia berada di posisi menenangkan, bukan membakar. Apa artinya menjadi tokoh bangsa kalau membakar dan menghasut seperti itu?” ujarnya.

Amir mengingatkan agar seluruh elemen bangsa menghormati apapun hasil Pemilu 2019. Meski kini PD ada di barisan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ia menegaskan akan menghormati siapa pun presiden-wapres pilihan rakyat.

“Kita berpegang kepada konstitusi. Kita punya UU. Kami memang bersama-sama dengan 02, tapi manakala rakyat sudah menentukan pilihannya, wajib kepada kita semua menghormati pilihan itu. Tidak bisa kita tawar-menawar,” ucap Amir.

“Kan sudah diatur bagaimana pemilu ini, institusi mana yang ditentukan untuk menyelenggarakan. Kita harus berprasangka baik terhadap institusi tersebut, kecuali kita punya bukti. Tidak boleh kita memanaskan situasi yang cenderung menghasut dan merusak ketertiban negara,” imbuh dia.
(idh/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pastikan Kawal BPN, Demokrat: Tak Ada Cerita Meninggalkan di Tengah Jalan

Jakarta – Partai Demokrat (PD) memastikan akan tetap berada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dan mengawal setiap proses dari Pilpres 2019. Demokrat meminta agar hasil hitung cepat sementara Pilpres 2019 tidak dikaitkan dengan isu posisi Demokrat di BPN.

“Tidak ada cerita di tengah jalan kita meninggalkan orang hanya karena tanpa suatu alasan yang bermartabat,” ujar Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin saat dihubungi, Jumat (18/4/2019).

Amir lalu meminta agar hasil hitung cepat Pilpres 2019 tidak dikaitkan dengan segala isu terkait posisi Demokrat di BPN, seperti isu Demokrat akan meninggalkan BPN.

“Jangan dikaitkan dengan begitu, kita tunggu saja bagaimana hasilnya nanti,” katanya.

Menurut Amir, hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei untuk Pilpres 2019 sudah ada metodologinya. Selama metodologi tersebut diterapkan dalam proses hitung cepat, menurutnya boleh saja hasil hitung cepat diungkapkan ke publik.

“Itu sepanjang metodologi itu diterapkan ya fine-fine saja saya kira. Jadi kalau ada yang ingin menangkap suatu perhitungan cepat seperti itu harus dicounter (dilawan) juga dengan perhitungan yang lain,” imbuhnya.

“Tetap itu kan hitung cepat, Pak Jokowi sendiri kan belum secara resmi mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang, karena namanya saja hitung cepat tetap saja hitung cepat, nanti hitung real countnya itu kan baru tanggal 25 Mei,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Amir juga sempat mengingatkan pengurus dan kader mematuhi instruksi Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang dalam instruksinya meminta pengurus dan kader Demokrat tidak terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi.

“Intinya di butir dua, yakni tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU,” kata Amir Syamsuddin saat dihubungi, Jumat (19/4).

Amir menegaskan Demokrat menghormati kewenangan KPU dalam penghitungan perolehan suara pileg dan pilpres. Semua pihak diminta menunggu rekapitulasi suara dari KPU.

“Kita berketetapan untuk berpegang pada konstitusi dan UU sehingga siapa pun menjadi pemenang pilpres, ini hanya satu yang paling berwenang tentunya melalui real count KPU,” tegas dia.
(nvl/azr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pesan Terakhir AHY Kepada Kader Demokrat Jelang Masa Tenang

Liputan6.com, Surabaya – Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pesan terakhir kepada kadernya menjelang masa tenang hari ini, Minggu, (14/4/2019).

Dihadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Demokrat, AHY menyampaikan, partai berlambang mercy ini optimistis dengan militansi kader di lapangan. Dengan militansi itu, maka Partai Demokrat bisa sukses dalam Pileg 2019 dengan menempatkan kader-kadernya di parlemen.

“Saya juga dapat laporan dari DPD tentang bangkitnya semangat kader untuk menang di pemilu ini, hasil enggak pernah mengkhianati usaha. Semoga hasil suara mencapai target yang kita harapkan,” kata AHY di Surabaya, Sabtu (13/4/2019).

Atas dasar itu, jika bisa sukses dalam Pileg 2019, AHY menegaskan Partai Demokrat bakal membidik untuk menjadi peserta dalam Pilpres 2024, lima tahun mendatang.

“Siap bertarung untuk 2024?” tanya AHY kepada ribuan kader dan simpatisan Demokrat yang hadir. Mereka pun serempa menjawab, “Siap,”.

AHY juga mengajak para kader untuk tidak golput pada Pemilu 17 Mei 2019. Demokrat ingin mendapat suara signifikan agar pada Pemilu 2024 mendatang bisa jadi partai pemenang.

“Untuk itu, saya ingatkan untuk bertarung 2024, kita harus menang di 2019 dengan gemilang. Jangan golput,” kata putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Wasekjen Demokrat: Sebenarnya Prabowo Debat dengan Siapa, Kok Serang SBY?

Liputan6.com, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik menyayangkan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto saat debat capres, Sabtu, (13/4/2019). Rachland menilai saat debat Prabowo menyinggung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?,” tulis Rachland dalam akun twitternya yang diunggah saat debat berlangsung.

Saat debat, Prabowo memang menyinggung soal kinerja Presiden sebelum Jokowi. Prabowo menyampaikan, deindustrialisasi bangsa Indonesia perlu dilakukan segera demi menutupi kesalahan para pemimpin sebelum masa pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi.

“Belajar baik dan berani merencanakan pembangunan deindustrialisasi, ciptakan lapangan kerja, lindungi petani dan nelayan kita. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak (Jokowi), kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya,” tutur Prabowo dalam debat pilpres 2019 di hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Prabowo menyatakan, dia tidak menyalahkan Jokowi dalam upayanya melakukan perbaikan demi kesejahteraan rakyat. Hanya saja, Jokowi harus berkaca bahwa ada cara yang salah saat menjalankan program pilihannya.

“Jadi kembali lagi saya terus terang saja tidak menyalahkan Pak Jokowi. Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berlangsung belasan, puluhan tahun, tapi harus berani mengoreksi diri. Kita salah jalan,” jelas dia.

AHY: Tidak Mungkin Demokrat Keluar Koalisi Jelang Pencoblosan

Liputan6.com, Jakarta – Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan tidak mungkin Partai Demokrat keluar koalisi pengusung paslon 02 Prabowo-Sandiaga. Hal itu menyusul pernyataan capres Prabowo Subianto yang menyalahkan presiden sebelumnya soal ekonomi dalam debat pamungkas.

“Tidak mungkin kami keluar dari koalisi besok tiga hari lagi tinggal pemungutan suara,” kata AHY usai debat di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).

Putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu meminta media tidak membuat seakan suasana koalisi tidak solid. AHY menyebut Demokrat memiliki dua mandat agar pileg menang, dan membantu Prabowo-Sandiaga di Pilpres.

“Jadi temen-temen media tidak perlu terlalu membuat suasana panas koalisi tidak utuh, tidak solid kami solid dan kami hadir di sini bisa memberikan support bagi pilpres tapi kami juga punya tugas mandat untuk memenangkan Partai Demokrat dalam pemilihan legislatif,” jelasnya.

Soal pernyataan Prabowo sendiri, AHY enggan mengomentari. Dia menyebut pemimpin terdahulu harus diapresiasi. Juga, karena masalah terbentur masa pemerintahan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dan tugas pemimpin berikutnya untuk melanjutkan.

“Saya tidak ingin mengomentari lebih jauh yang jelas bagi saya setiap yang dilakukan generasi dahulu wajib diapresiasi segala yang baik apalagi kalau itu memang terasa oleh rakyat kita,” katanya.

Demokrat: Surat SBY Pengingat Agar Keterbelahan Rakyat Tak Meruncing

Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin menegaskan, surat dari sang ketua umum SBY hanya sebagai pengingat kepada koalisi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat menggelar kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (7/4) pagi tadi.

Amir mengatakan, surat dari SBY itu dikirim dari Singapura beberapa saat sebelum kampanye akbar digelar. Amir menjelaskan, SBY melihat nuansa keterbelahan bangsa Indonesia semakin tajam di Pilpres 2019.

“Nuansa keterbelahan publik sudah demikian tajam beberapa jam sebelum kampanye akbar. Oleh karena itu, beliau dengan pengalaman mengelola negara mengingatkan manakala ada indikasi potensi keterbelahan bangsa disebabkan oleh politik identitas dan eksklusif, itu wajib kita bersama memikirkan untuk mencegah hal itu terjadi,” jelas Amir saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (7/4).

Amir menjelaskan, Demokrat melalui Wakil Ketua Umumnya, Syarief Hasan kemudian menyampaikan pengingat SBY tersebut kepada Prabowo dan Sandiaga. Dia pun merasa, Prabowo-Sandiaga telah melaksanakan apa yang diinginkan oleh SBY dalam kampanye akbar pagi tadi.

“Kita sama-sama rasakan tadi pagi dalam orasi 02, kita merasakan bahwa nuansa keterbelahan itu dapat dinetralisir, itu terlihat dengan hadirnya, terwakilinya masyarakat, saudara kita dari golongan minoritas,” jelas Amir lagi.

Dia merasa, kampanye akbar sudah berjalan dengan baik. Dia mengakui kontestasi politik tahun ini sangat keras, tapi semangat persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Lanjutnya, keterbelahan bangsa semakin kita kecilkan.

“Tidak ada lagi alasan-alasan yang kemudian bisa mencirikan kampanye akbar itu sebagai kampanye yang ekslusif,” tambah Amir.

Terkait dengan kampanye akbar yang diawali dengan Salat Subuh berjemaah, Amir melihat hal itu wajar. Sebab, kampanye dimulai pada Pukul 07.00 WIB sehingga masyarakat datang sebelum subuh untuk mengisi luasnya GBK.

“Karena untuk mengisi GBK memerlukan waktu, kampanye dengan banyak orang berada di lokasi saat kewajiban salat Subuh bukan bagian kampanye, tapi kewajiban umat Islam untuk melakukan. Jadi enggak usah dicampuradukan keawajiban ibadah, dengan kampanye ya. Kampanye dimulai jam 7 sampai jam 9 bubar karena diberikan waktu sampai jam 10, masuk mulai sebelum subuh, itu karena lokasi GBK besar tentu mengisi setiap kursi sudut terisi dengan baik tentu memerlukan waktu,” kata Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat tersebut.

Sekali lagi, Amir menegaskan, surat SBY tersebut hanya sebagai pengingat agar kampanye akbar Prabowo-Sandiaga tak meruncing terbelahnya rakyat Indonesia hanya karena Pilpres 2019. Sebab, nuansa itu sudah terasa beberapa hari sebelum Prabowo-Sandi menggelar kampanye akbar.

“Saya kira sangat baiklah dengan pengalaman seorang SBY melihat bahwa tidak ada keadaan potensi keterbelahan seperti yang kita rasakan saya ini dua kali beliau jadi presiden semua berjalan baik-baik saja, potensi keterbelahan relatif tidak ada yang kita khawatirkan, keterbelahan muncul karena adanya ciri-ciri dari kampanye yang eksklusif dan membuka terbuka dan menganga keterbelahan itu,” tutup Amir.

Reporter: Randy Ferdi Firdaus

Diprediksi Raih 8,7 Persen Suara, Demokrat: Pertandingan Belum Berakhir

Liputan6.com, Jakarta Lembaga Indikator Indonesia menilai elektabilitas Partai Demokrat mengalami peningkatan. Disebutkan dalam survei tersebut, elektabilitas partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sudah mencapai 8,7 persen.

Menanggapi hasil survei itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengucapkan terima kasih. Dia yakin elektabilitas partainya bisa semakin meningkat dalam waktu dua minggu hingga waktu pemungutan suara pada 17 April.

Demokrat terus naik sampai menembus 8,7 dengan margin error plus minus 2,9 dan itulah bisa juga tembus ke angka yang dua digit. kami yakin di dua minggu terakhir ini bisa tembus sampai ke angka 15 persen itu,” kata Hinca di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Hinca meminta semua pihak tidak selalu menyimpulkan bahwa yang unggul saat ini akan menang dalam kontestasi pemilu. Dia yakin akan ada peningkatan elektabilitas di detik-detik terakhir jelang pemungutan suara.

“Sepak bola meskipun lawan sudah unggul oke di dua babak itu jangan pernah kau anggap hasil akhir sudah berakhir sebelum peluit akhir ditiupkan. Di detik-detik terakhir selalu saja ada yang kita sebut gol bunuh diri,” ungkapnya.

“Gol bunuh diri ini saya persepsikan dengan kesalahan-kesalahan yang terjadi. Yang dapat mempengaruhi pemilih untuk pindah atau mengubah pilihannya,” sambungnya.

Demokrat Percaya Polri Cepat Ungkap Peretas Twitter Ferdinand Hutahaean

Jakarta – Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean mengaku akun Twitter-nya @Ferdinand_Haean diretas dan menampilkan foto-foto tak senonoh. PD percaya Polri mampu mengungkap dalang peretasan akun tersebut dengan cepat.

“Saya yakin (Direktorat) Cyber Crime di Mabes Polri cukup canggih, cukup kuat. Negara telah membiayainya dengan anggaran yang cukup dan saya yakin cepatlah bisa diungkap,” kata Sekjen PD Hinca Panjaitan di kantor Indikator Politik Indonesia, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Hinca mengatakan PD telah mengonfirmasi kebenaran foto-foto tak senonoh tersebut kepada Ferdinand. Hasilnya menurut Hinca, Ferdinand menegaskan foto-foto tersebut tidak benar dirinya dan hasil editan.

“Saya sudah mengonfirmasi kepada saudara Ferdinand yang telah menjelaskan dan juga saya minta mengirimkan rilis ke teman-teman media, dan sudah dirilis. Poinnya adalah pertama bahwa itu tidak benar. Akunnya itu di-hack, kemudian apa yang disebarluaskan itu, apa yang disebut edit-mengedit, tidak sesuatu yang aslinya dan sudah dibantahkan,” jelas Hinca.

Hinca menyinggung apa yang terjadi atas Ferdinand itu itu merupakan cara yang tidak bijak dalam demokrasi di Indonesia. Dia meminta siapapun berhenti berupaya menjatuhkan orang lain dengan cara tersebut.

“Cara-cara yang tidak bijak, cara-cara yang kurang tepat, cara-cara yang tidak pas dalam demokrasi kita. Selain menghancurkan elektabilitas kader-kader itu sendiri, juga partai dan juga dukungan pada siapa calon presiden diajukan. Nah, menurut saya bukan itu esensi dari kompetisi ini,” ucap Hinca.

“Saya mengimbau kepada siapapun mari kita hentikan cara-cara yang tidak baik menggunakan medsos untuk menyerang pribadi, menjatuhkan lawa politiknya dengan cara-cara yang melanggar,” sambung dia.

Hinca menyebut tak hanya Ferdinand yang menjadi korban peretasan, tapi Ketua Divisi Komunikasi Publik PD, Imelda Sari juga. Hinca menuturkan Imelda telah melaporkan peretasan yang dialaminya ke Bareskrim Polri.

“Ketua Divisi Komunikasi Publik kami, saudari Imelda Sari juga baru selesai ke Bareskrim. Tadi malam sampai pukul 01.30 WIB, saya kontak Imel dan yang jawab itu bukan dia. Saya minta teman-teman cek tadi subuh juga tidak ada dan kemudian siang tadi baru kita ketemu dan dia mengakui ‘Saya nggak bisa kontrol WA Group saya’,” ungkap Hinca.

Hinca mendesak Polri untuk segera menuntaskan peretasan yang dia yakini politis. “Kami mohon pihak yang berwajib untuk menuntaskan, agar cara kita berdemokrasi sesuai dengan asas kita: langsung, umum, bebas, rahasia dan jangan lupa yang terakhir itu jujur dan adil,” tuturnya.

Sebelumnya, Twitter @Ferdinand_Haean sempat menampilkan foto-foto tak senonoh. Selain itu, akun itu menuding Partai Gerindra akan membuat hancur Indonesia. Dituliskan juga nama Waketum Gerindra Arief Poyuono dalam kicauan tersebut.

“Partai @gerindra, Arief Poyuono @bumnbersatu pny agenda hancurkan Indonesia. Prtemuan Arief dgn keduanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta pd 21 Maret 2019. Mrka niat bkin rusuh di Indonesia. Barbara Kappel antek Uni Eropa penghancur sawit Indonesia,” tulis @Ferdinand_Haean, seperti dilihat detikcom, Selasa (2/4/2019

Sebagai tidak lanjut, Ferdinand telah datang ke Bareskrim untuk melaporkan peretasan akunnya. Ferdinand juga memastikan video yang menampilkan foto-foto tak senonoh adalah editan. Menurut Ferdinand, dugaan unsur politik yang kental dalam kasus peretasan akun ini bukan tanpa dasar. Sejumlah akun lain yang mendukung pasangan calon 02 pun turut dibajak.

“Akun Twitter dan e-mail saya diretas oleh pihak yang saya duga sama pelakunya dan beredar foto-foto tidak senonoh yang dibuat dalam video pendek, saya nyatakan itu tak benar, editan,” kata Ferdinand saat dihubungi, Selasa (2/4).
(aud/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Demokrat Sebut Prabowo dan SBY Sudah Bicara 4 Mata Bahas Kuota Menteri

Liputan6.com, Jakarta Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, pernah ada pembahasan secara empat mata antara Ketua Umumnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Capres Prabowo Subianto. Pertemuan itu, kata dia, membahas kompensasi dari dukungan Demokrat ke Prabowo beserta wakilnya Sandiaga Uno.

“Yang pasti dulu Pak SBY pernah bicara empat mata dengan Pak Prabowo terkait dengan kompensasi-kompensasi kuota (menteri) kita sebut, yang tahu itu hanya Pak SBY dan Pak Prabowo,” kata Ferdinand pada wartawan, Senin (1/4/2019).

Meski telah ada pembahasan tersebut, Ferdinand menyebut belum ada pembicaraan lebih lanjut di internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk membahas jumlah kursi menteri. Saat ini, ia menyebut BPN masih fokus melakukan pemenangan Pilpres terlebih dahulu.

“Sekarang terlalu dini lah kita bicara kouta-kuota menteri, kita kerja keras dulu memenangkan pilpres supaya hasilnya memuaskan semua pihak,” ungkapnya.

Sementara terkait ucapan Direktur Komunikasi dan Media Hashim Djojohadikusumo yang mengatakan jumlah kursi menteri untuk Demokrat masih dipertimbangkan, Ferdinand menganggapi santai. Dia menilai Hashim belum tahu perisis pembicaraan SBY dan Prabowo.

“Jadi kalau Pak Hashim bilang masih dipertimbangkan ya saya anggap itu mungkin tidak enak saya tidak tahu jadi mungkin Pak Hashim belum tahu pembicaraan antara SBY dan Prabowo,” ucapnya.

Sebelumnya, Hashim mengaku telah membahas nama-nama calon menteri bersama capres Prabowo Subianto. Namun, adik kandung Prabowo itu masih merahasiakan nama-nama calon menteri tersebut.

“Dengan saya ada. Saya kira itu antara saya dengan kakak saya,” kata Hashim saat ditemui di Ayana Midplaza Hotel, JakartaPusat, Senin (1/3/2019).

Wakil Ketua Dewan Pembina Parta iGerindra ini mengungkapkan, Prabowo menyiapkan tujuh kursi menteri untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan enam kursi untuk Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). Sementara, jatah untuk Partai Demokrat dan Berkarya masih dalam pembahasan.

“Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri untuk PAN, enam untuk PKS, partai lain masih diskusi. Itu sudah jelas. Demokrat belum definitif,” ungkap Hashim.

Prabowo Subianto dan SBY melakukan pertemuan di kediaman SBY. Diduga pertemuan tersebut usai isu Sandiaga yang membayar ratusan miliar Rupiah demi posisi Cawapres Prabowo.

AHY Optimistis Demokrat Raup 8 Kursi DPR dari Jawa Tengah

Liputan6.com, Jakarta – Jelang Pemilu 2019, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus bersafari politik untuk meloloskan partai Demokrat menuju parlemen. Dia ingin menyakinkan mesin partainya tetap bekerja khususnya di Jawa Tengah.

“Kehadiran saya hari ini dan besok di Jawa Tengah, tentunya dalam konteks untuk menyakinkan bahwa mesin partai demokrat bekerja dengan baik, di hari-hari terakhir menjelang 17 April 2019 ini,” kata AHY  di hadapan para simpatisan Partai Demokrat di Rumah Makan Mbak Tari, Jalan Demak Kudus, Jawa Tengah, Senin (1/4/2019).

Dia meminta kepada para simpatisan dan pendukung agar mendukung partainya. AHY mengatakan partainya menargetkan paling tidak 8 kursi DPR RI dari 77 kursi Jawa Tengah pada pemilihan legislatif.

“Target di Jawa Tengah untuk di DPR RI adalah 8 kursi, dari perolehan suara kursi yaitu 4 di tahun 2014 yang lalu. Artinya kami butuh kerja keras karena meningkatkan dua kali lipat dari 2014 yang lalu,” ungkap AHY.

Dia pun berharap dengan kehadiriannya di Jawa Tengah bisa membuat yakin para simpatisan untuk mendukung partainya. Serta para caleg yang hadir.

“Sehingga ada penambahan yang signifikan dibandingkan perolehan suara kami dulu tahun 2014. Mudah-mudahan ini adalah ikhtiar terwujud dengan baik tanggal 17 April nanti,” kata AHY.

Dalam acara tersebut hadir pula beberapa calon Legislatif dari Partai Demokrat, dari Jawa Tengah II salah satunya Dina Lorenza, serta para caleg lain.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com